Anda di halaman 1dari 1

“Governing arrangement where one or more public agencies directly engage non-state

stakeholders in a collective decision-making process that is formal, consensus oriented, and


deliberative and that aims to make or implement puvlic policy or manage public programs or
assets” Ansell an Gash (2008).
Collaborative governance merupakkan dimana satu atau lebih lembaga politik secara langsung
melibatkan para pemangku kepentingan stakeholders non-state dalam proses pengambilan
keputusan kolektif yang bersifat formal, berorientasi consensus, deliberatif dan bertujuan untuk
membuat atau menerapkan kebijakan public, mengelola program publik atau asset publik.
Collaborative governance dianggap sebagai salah satu cara untuk memecahkan konflik social yang
kronis antara pemangku kepentingan yang beragam, merumuskan rencana pembangunan daerah
untuk kebijakan perlindungan lingkungan melalui self organisasi antara pemangku kepentingan
yang kreatif, deliberative dan saling menguntungkan (Thomson & perry, 2006)