Anda di halaman 1dari 14

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi ketika organ yang termasuk dalam sistem

kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra, mengalami infeksi. Umumnya,
ISK terjadi pada kandung kemih dan uretra.

Berawal dari ginjal, zat sisa di dalam darah disaring dan dikeluarkan dalam bentuk urine.
Kemudian, urine dialirkan dari ginjal melalui ureter, menuju kandung kemih. Setelah ditampung
di kandung kemih, urine kemudian dibuang dari tubuh melalui saluran pelepasan yang disebut
uretra, hingga bermuara ke lubang kencing.

Berdasarkan bagian yang terinfeksi, ISK terbagi menjadi ISK atas dan ISK bawah. ISK atas
merupakan infeksi yang terjadi di bagian atas kandung kemih, yaitu di ginjal dan ureter.
Sedangkan ISK bawah adalah infeksi pada kandung kemih bagian bawah, yaitu kandung kemih
dan uretra.

ISK atas lebih berbahaya dan dapat memicu urosepsis, yaitu kondisi ketika bakteri di ginjal yang
terinfeksi menyebar ke darah. Urosepsis bisa mengakibatkan tekanan darah turun hingga syok,
bahkan kematian.

Gejala dan Penyebab Infeksi Saluran Kemih

Gejala infeksi saluran kemih sangat beragam, di antaranya:


 Demam
 Sakit di perut dan panggul
 Nyeri saat buang air kecil
 Muncul darah dalam urine

Adapun penyebab infeksi saluran kemih adalah masuknya bakteri ke saluran kemih melalui
lubang kencing. Meski bisa terjadi pada siapa saja, tetapi penyakit ini lebih sering dialami
wanita.

Pengobatan dan Pencegahan Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih perlu segera diobati, agar tidak terjadi kerusakan ginjal permanen.
Pengobatan utamanya adalah dengan pemberian obat-obatan, yang jenis dan dosisnya
disesuaikan dengan kondisi pasien.

Infeksi saluran kemih bisa dicegah dengan beberapa cara, di antaranya:

 Memperbanyak konsumsi minum air putih.


 Membersihkan organ vital sebelum berhubungan intim.
 Gunakan pakaian dalam yang longgar dan berbahan katun.

Terakhir diperbarui:

Definisi

Apa itu infeksi saluran kencing?

Infeksi saluran kencing atau ISK terjadi ketika ada bakteri pada organ saluran kencing. Bakteri
penyebab infeksi saluran kencing dapat memengaruhi ginjal, kandung kemih, dan tabung yang
mengalir di antara mereka.

Saluran kemih atau kencing dapat dibagi menjadi dua, ada saluran kemih bagian atas dan saluran
kemih bagian bawah. Saluran kemih bagian atas terdiri dari ginjal dan ureter, dan saluran kemih
bagian bawah terdiri dari kandung kemih dan uretra.

Seberapa umumkah infeksi saluran kencing?

Infeksi saluran kencing ini bisa terjadi pada semua orang tanpa memandang usia dan jenis
kelamin. Namun wanita lebih sering terkena dibanding laki-laki, karena wanita memiliki uretra
yang lebih pendek sehingga wanita lebih rentan infeksi.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala urinary tract infection?


Gejala urinary tract infection yang paling umum yaitu sering buang air kecil (anyang-anyangan),
nyeri saat kencing, urin keruh atau berbau, nanah atau darah dalam urin. Pasien, khususnya
wanita akan merasa nyeri pada pubis. Dan juga, tergantung dari organ yang terinfeksi, gejala
yang muncul dapat berbeda:

 Jika infeksi pada ginjal, pasien dapat demam, mual, dan muntah atau menggigil atau nyeri
punggung.
 Jika infeksi pada kandung kemih, pasien akan merasakan tekanan pada pelvis depan (perut
bawah), sering buang air kecil, dan kencing berdarah
 Jika infeksi pada uretra, pasien akan merasakan nyeri saat kencing dan keluarnya cairan dari
uretra

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki
kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala di atas, khususnya saat buang air kecil, Anda harus pergi ke dokter.
Hubungi dokter Anda jika Anda tetap demam dalam 48 jam setelah konsumsi antibiotik atau
gejala muncul kembali setelah konsumsi obat.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya,
konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu
konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab infeksi saluran kencing?

Penyebab paling sering infeksi saluran kencing yaitu bakteri Escherichia coli (E.coli) yang
ditemukan pada usus, walaupun penyakit ini juga dapat disebabkan oleh bakteri jenis lain.

Saat E. coli terdapat pada kulit atau dekat anus, bakteri ini dapat masuk ke saluran kencing dan
berpindah ke tempat lain. Pada wanita, karena saluran kencing dan anus terletak berdekatan,
risiko infeksi ini menjadi lebih tinggi.

Bakteri juga mampu memasuki saluran kencing melalui kateter yang digunakan pada terapi
medis. Selain itu, hubungan seksual juga dapat menyebabkan cystitis. Anda bisa terkena
meskipun Anda tidak aktif berhubungan seksual. Infeksi saluran kencing juga dapat disebabkan
oleh infeksi dari area lain ke ginjal.

Infeksi pada saluran kencing ini umumnya tidak menular, namun berhubungan seksual saat Anda
sedang terinfeksi dapat menyebabkan nyeri dan Anda harus menghindarinya.
Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk infeksi saluran kencing?

Ada banyak faktor risiko untuk infeksi saluran kencing, yaitu :

1. Jenis kelamin

Wanita lebih rentan terkena infeksi ini karena uretra wanita lebih pendek dibanding laki-laki,
sehingga jalur bakteri menuju kandung kemih lebih pendek yang membuat wanita lebih mudah
terkena penyakit ini dibanding laki-laki.

2. Melakukan hubungan seksual yang tidak aman

Melakukan hubungan seksual dengan tidak pakai kondom bisa menyebabkan wanita atau bahkan
pria terkena infeksi saluran kemih. Pasalnya, bakteri penyebab ISK bisa berada di kulit kelaminn
dan menyebar atau berpindah saat berhubungan seksual.

3. Penggunaan kontrasepsi

Wanita yang menggunakan alat pencegah kehamilan seperti spremisida berisiko lebih tinggi
terkena penyakit ini.

4. Menopause

Setelah menopause, penurunan kadar estrogen menyebabkan perubahan tubuh dalam berkemih,
sehingga lebih rentan terhadap infeksi.

5. Saluran kencing yang tidak normal

Bayi yang terlahir dengan malformasi (pertumbuhan arteri dan vena yang tidak normal) saluran
kencing, umumnya tidak dapat mengeluarkan kencing dengan normal. Selain itu, malformasi
saluran kencing juga dapat menyebabkan seseorang mengalami atau retensi urin pada uretra.

6. Penyumbatan saluran kencing

Adanya batu atau pembesaran prostat dalam saluran kencing, dapat menyebabkan infeksi di
saluran kandungan kemih.

7. Sistem imun lemah

Diabetes dan kondisi lain menyebabkan sistem imun menjadi lemah dan meningkatkan risiko
infeksi saluran kencing.

8. Pemakaian kateter
Infeksi saluran kemih ini sering terjadi pada orang yang tidak dapat berkemih dan harus
menggunakan kateter untuk berkemih. Hal ini dapat terjadi pada pasien di rumah sakit dengan
kondisi seperti neuropathy uncontrolled urinary function, dan kelumpuhan.

9. Arah membersihkan saluran kencing salah

Bila membersihkan anus terlebih dahulu, kemudian membersihkan saluran kencing, bakteri dari
anus dapat berpindah ke saluran kencing dan menyebabkan infeksi pada saluran kencing

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang bisa terjadi akibat infeksi saluran kencing?

Ketika kondisi ini dirawat dengan cepat dan tepat, infeksi saluran kemih bagian bawah jarang
menyebabkan komplikasi. Tetapi jika tidak diobati, infeksi saluran kemih dapat memiliki
konsekuensi serius.

Komplikasi infeksi ini dapat meliputi:

 Infeksi berulang, terutama pada wanita yang mengalami dua atau lebih ISK dalam periode enam
bulan atau empat atau lebih dalam setahun.
 Kerusakan ginjal permanen akibat infeksi ginjal akut atau kronis (pielonefritis) karena Infeksi
saluran kemih yang tidak diobati.
 Pada wanita hamil, ada peningkatan risiko untuk melahirkan dengan berat badan lahir rendah
atau bayi prematur.
 Penyempitan uretra (striktur) pada pria akibat uretritis rekuren, yang sebelumnya terlihat
dengan uretritis gonokokal.
 Sepsis, suatu komplikasi infeksi yang berpotensi mengancam jiwa, terutama jika infeksi berjalan
dengan cara naik ke saluran kemih ke ginjal Anda.

Infeksi saluran kencing juga berisiko pada kesehatan jantung

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa respons peradangan tubuh terhadap infeksi dapat
mendorong pembentukan gumpalan di arteri, tak terkecuali infeksi di saluran kemih. Hal ini
dapat berujung menghalangi aliran darah ke jantung atau otak. Maka penting untuk diobati
secara tuntas infeksi pada saluran kemih Anda.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada
dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk infeksi saluran kencing?

Pasien biasanya dianjurkan atau diresepkan obat antibiotik selama 3-10 hari. Jangan lupa juga
untuk mengonsumsi air yang banyak untuk membantu mengeluarkan urin. Dianjurkan untuk
mengonsumsi jus buah dan vitamin C untuk meningkatkan keasaman urin yang akan akan
membantu proses sembuh infeksi ini.

Dokter juga akan memberikan obat pereda nyeri saat berkemih seperti phenazopyridine. Obat ini
akan mengubah warna urin Anda menjadi jingga kemerahan. Obat antinyeri seperti paracetamol
atau ibuprofen juga dapat digunakan. Pasien dapat berendam pada air hangat untuk mengurangi
rasa tidak nyaman. Beristirahatlah yang cukup hingga demam dan nyeri mereda.

Untuk beberapa kasus ISK ini, seseorang mungkin hanya perlu minum antibiotik selama 3 hari.
Akan tetapi, biasanya orang dengan ISK perlu tetap minum obat selama 7 hingga 14 hari.

Penting untuk minum antibiotik sampai habis sesuai yang dianjurkan dokter. Banyak orang
berhenti minum obat ketika mereka mulai merasa lebih baik, tetapi ini malah bisa meningkatkan
risiko infeksi akan muncul kembali.

Jika Anda telah didiagnosis dengan ISK dan gejala berlanjut setelah Anda menggunakan semua
obat Anda atau jika gejala Anda tidak jauh lebih baik setelah 2 sampai 3 hari perawatan, hubungi
dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk infeksi saluran kencing?

Untuk mendeteksi infeksi saluran kemih, umumnya akan dilakukan tes urin (urinalisis lengkap)
dapat dilakukan. Sampel urin harus murni berasal dari urin Anda, tidak tercampur dengan cairan
tubuh lainnya. Untuk mendapatkan sampel urin, pasien harus mengambil aliran tengah, yaitu
aliran saat di tengah-tengah kencing (bukan aliran di awal kencing atau pun di akhir kencing).

Urinalisis terkadang berhubungan dengan implantasi urin yang menggunakan sampel urin untuk
implantasi bakteri di laboratorium. Tes ini akan menjelaskan jenis bakteri penyebab infeksi
saluran kencing dan obat yang paling efektif.

Jika dokter curiga infeksi saluran kencing menyebabkan penyakit saat ini, Anda akan disarankan
untuk melakukan pemeriksaan ultrasound atau CT scan untuk diagnosis yang lebih jelas.

Pada beberapa keadaan, dokter akan menggunakan kontras untuk mengklarifikasi struktur
saluran kencing. Tes lainnya juga bisa dilakukan dengan intravena pyelonefritis atau yang biasa
disebut BNO IVP atau IVP. Tes ini menggunakan x-ray dan pewarnaan untuk mendapatkan
gambar struktur sistem kemih Anda.

Sebelumnya, tes ini sering digunakan untuk merekam gambar saluran kencing, namun secara
bertahap digantikan dengan ultrasound dan CT scan. Jika Anda mengalami kekambuhan infeksi
saluran kencing, dokter dapat menggunakan saluran panjang dan tipis dengan lampu untuk
melihat dalam uretra dan kandung kemih. Lampu dimasukan ke uretra dan kandung kemih.

Pengobatan lainnya

Pilihan non-bedah:
1. Pelatihan kandung kemih

Pelatihan kandung kemih adalah program untuk menyehatkan kandung kemih. Di sini Anda akan
dilatih memperkuat otot kandung kemih, belajar minum dan banyak berkemih, dan makan
makanan yang mengandung serat.

Untuk anak-anak, pelatihan ulang kandung kemih akan waktu, pemahaman dan kesabaran.
Mungkin butuh enam berbulan-bulan hingga setahun untuk mencapai hasil yang diinginkan.

2. Penting untuk banyak minum di siang hari

Penting untuk mengonsumsi banyak cairan di siang hari. Air dapat membantu menyiram ginjal
dan kandung kemih secara alami. Minum banyak cairan di pagi hari membantu memastikan
volume urin yang cukup di kandung kemih

3. Pastikan makan makanan berserat

Saat mengalami infeksi saluran kemih, tak jarang beberapa orang juga mengalami sembelit.
Apabila Anda mengonsumsi cukup serat, ini dapat membantu Anda buang air besar teratur meski
pun mengalami ISK.

Contoh makanan yang tinggi serat adalah buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan kacang-
kacangan. Minum banyak air saat makan makanan berserat tinggi ini penting karena air akan
membantu mendorong tinja melalui usus.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang


dapat dilakukan untuk mengatasi infeksi saluran kencing?

Saat mengalami infeksi pada saluran kencing, ada beberapa hal yang bisa membantu Anda
mengatasi masalah tersebut. Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat
membantu Anda mengatasi infeksi saluran kencing:

 Minumlah 6-8 gelas air per hari. Air dan jus cranberry yang telah disaring dapat membantu
terapi infeksi saluran kencing.
 Jangan lupa untuk jaga kebersihan alat kelamin. Setelah buang air kecil, wanita harus
membersihkan bagian kelamin dari depan ke belakang agar bakteri dari anus (belakang) tidak
terbawa ke saluran kencing (depan).
 Hindari douching, yaitu membersihkan vagina dengan menyemprotkan air atau cairan
pembersih lainnya ke dalam vagina. Mandilah di shower dan kurangi mandi secara berendam.
 Kurangi risiko. Wanita harus buang air kecil dan cebok sebelum dan sesudah berhubungan seks.
Hindari pemakaian diafragma sperma dan spermisida.
 Jangan menahan rasa ingin kencing, segera kosongkan kandung kemih alias kencing.
 Beri tahu dokter Anda jika Anda menggunakan kontrasepsi oral. Beberapa antibiotik dapat
berinteraksi dengan pil pengontrol kehamilan.
 Konsumsi antibiotik hingga sembuh total. Dokter Anda dapat memberikan obat antibiotik untuk
mencegah penyakit. Selalu habiskan antibiotik meskipun gejala sudah tidak dirasakan untuk
menghindari resistensi antibiotik yang dapat mempersulit penanganan infeksi di kemudian hari.
 Jika anak Anda gemar mandi dengan bubble bath atau menggunakan sabun yang kuat, pastikan
bahwa area kelamminya bersih dibilas sepenuhnya. Pasalnya, area kelamin yang tidak bersih
sering menyebabkan anak terkena ISK. Setelah iritasi dimulai, akan terasa sakit saat buang air
kecil, menyebabkan anak menahan kencingnya.
 Jaga agar bagian bawah anak Anda bersih dan kering. Ganti popok (untuk anak-anak) setiap kali
basah atau kotor.
 Ganti celana dalam setiap hari dan setiap kali celana dalam basah atau kotor.Pakailah celana
dalam terbuat dari katun dan hindari celana ketat.
 Bersihkan penis dengan air setiap hari. Jika penis tidak disunat tarik kembali kulupnya untuk
membersihkan dari kerak atau bakteri. Membersihkan kulup penis ini umumnya harus
dibersihkan sekali dalam sehari.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: April 1, 2019 | Terakhir Diedit: April 1, 2019

Gejala infeksi saluran kencing

Siapa tahu anyang-anyangan? Apakah Anda pernah merasa sakit tidak nyaman saat buang air
kecil? Anyang-anyangan merupakan salah satu gejala terjadinya infeksi saluran kencing. Berikut
ini adalah beberapa gejala lainnya:

 Air seni akan keluar seperti darah atau berwarna keruh.


 Anda akan sering merasa ingin kencing.
 Jika sudah kencing, air seni yang dikeluarkan tidak akan keluar banyak, dan malah disertai rasa
sakit.
 Air seni Anda akan berbau tidak sedap.
 Perut bawah di sekitar kemaluan akan terasa kram dan tidak nyaman.
 Suhu tubuh akan naik sehingga kadang terjadi demam.

Penyebab infeksi saluran kencing

1. Bakteri escherichia coli

Yang paling sering menjadi penyebab infeksi saluran kencing adalah bakteri Escherichia Coli,
atau biasa disebut juga sebagai bakteri E. coli. Langkah pencegahan yang bisa dilakukan salah
satunya adalah dengan menjaga kebersihan pada daerah kewanitaan dan mengurangi pemakaian
panty liner. Wanita juga seharusnya cebok dari arah depan ke belakang (dari vagin menuju anus),
dan bukan sebaliknya. Cebok dengan arah dari depan ke belakang malah membuat Anda berisiko
membawa bakteri E. coli dari anus menuju vagina, menyebabkan infeksi saluran kencing.

2. Tidak membersihkan kelamin dengan benar

Bakteri yang masuk melalui saluran uretra dapat menyebarkan infeksi pada kandung kemih.
Biasanya, terjadi penyebaran bakteri pada saat Anda membersihkan alat kelamin atau sesudah
buang air. Kadang-kadang bakteri masih menempel dan berkembang biak dengan cepat sehingga
mengakibatkan infeksi kandung kemih.

3. Tidak buang air kecil setelah berhubungan seksual

Seks bisa menjadi salah satu penyebabnya. Biasanya bakteri ini disebarkan lewat aktivitas
seksual antara pria dengan wanita. Bakteri yang ditransfer dari usus akan melewati uretra, dan ini
akan menyebabkan infeksi. Mengapa sering terjadi pada wanita? Umumnya saluran uretra wanita
lebih pendek dari laki-laki. Maka sangat dianjurkan bagi wanita untuk buang air kecil sesudah
melakukan hubungan seksual.

4. Kurang minum air

Saat tubuh kekurangan minum, ginjal akan kehilangan cairan. Padahal, ginjal membutuhkan
cairan agar dapat berfungsi lebih baik. Ini akan membuat Anda menjadi jarang buang air kecil
dan urin menjadi lebih pekat. Kekurangan cairan pada ginjal akan memancing bakteri untuk
menyerang, sehingga terjadilah infeksi saluran kencing. Maka tubuh sangat membutuhkan cukup
air untuk mencegah terjadinya infeksi pada organ tubuh yang lainnya.

Bagaimana cara mencegah infeksi saluran kencing?

 Bersihkan kelamin dengan air bersih.


 Jika membasuh vagina (untuk wanita), lakukan pola dengan membersihkan dari arah depan
menuju belakang (vagina menuju anus). Hal ini dilakukan agar bakteri dari anus tidak menyebar
ke organ intim.
 Selalu ganti pakaian dalam setiap hari atau dua kali sehari jika Anda merasa sudah tak nyaman.
 Jangan biasakan menahan kencing.
 Minum air mineral yang cukup, 8 gelas perhari.
 Biasakan buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan seksual.

BACA JUGA:

 Kenapa Wanita Lebih Sering Terkena Infeksi Saluran Kencing?


 8 Cara Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing
 7 Makanan yang Membuat Kentut Anda Bau

Bagikan artikel ini:


 Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi pada Tumblr(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi di Line new(Membuka di jendela yang baru)

Direview tanggal: September 6, 2017 | Terakhir Diedit: September 6, 2017

Sumber

Pengertian Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih adalah kondisi saat organ yang masuk dalam sistem kemih, yaitu ginjal,
ureter, kandung kemih, dan uretra, mengalami infeksi. Infeksi saluran kemih biasanya lebih
sering menyerang dua area yaitu kandung kemih dan uretra.

Penyebab Infeksi Saluran Kemih

Apabila wanita tidak menyeka area kemaluan setelah buang air kecil dari arah depan ke
belakang, maka ia beresiko untuk terserang penyakit ini. Sebab area uretra, yaitu organ yang
berbentuk selang yang mengangkut urine dari kandung kemih ke luar tubuh, terletak dekat
dengan anus.

Jika wanita tidak membersihkan area tersebut dengan benar maka bakteri dari usus besar, seperti
E. coli yang berada dalam posisi sempurna untuk dapat berpindah dari anus menuju uretra. Dari
sana, bakteri dapat melakukan perjalanan sampai ke kandung kemih, dan jika infeksi tidak
diobati, hal ini akan menyebabkan kondisi yang lebih parah seperti infeksi ginjal. Selain dari
kebiasaan yang kurang bersih setelah buang air kecil, berhubungan intim juga dapat
menyebabkan bakteri masuk ke dalam saluran kemih. Oleh karena itu sangat penting untuk
mencuci area kemaluan setelah berhubungan intim.

Gejala Infeksi Saluran Kemih

 Kemaluan terasa terbakar ketika buang air kecil.


 Sering ingin buang air kecil, meskipun urine yang keluar sedikit.
 Nyeri atau tekanan di punggung atau perut bagian bawah.
 Kencing berdarah atau berwarna lebih gelap
 Merasa lelah atau gemetar.
 Demam atau kedinginan (tanda infeksi mungkin telah mencapai ginjal)
Pengobatan Infeksi Saluran Kemih

Untuk mengobati kondisi ini maka Antibiotik dapat digunakan untuk membunuh bakteri
sehingga menuntaskan infeksi yang terjadi. Selain itu, pastikan untuk menghabiskan antibiotik
yang diresepkan dokter dengan benar, bahkan setelah kondisi mulai membaik.

Yang terpenting dalam menangani penyakit ini adalah dengan menghilangkan bakteri di area
berkemih. Karena jika tidak dilakukan secara tuntas, bakteri akan rentan menginfeksi lagi dan
menguatkan serangan bakteri sehingga terjadilah suatu resistensi antibiotik. Biasakan juga untuk
mendapatkan antibiotik sesuai dengan resep dokter.

Usahakan juga untuk minum banyak air untuk membantu menghilangkan bakteri dari sistem
saluran kemih. Dokter juga dapat meresepkan obat untuk meredakan rasa sakit, serta penurun
demam jika memang ada keluhan nyeri dan demam. Jika kondisi ini terjadi sebanyak 3 kali
dalam setahun atau lebih, periksakan diri ke dokter untuk merekomendasikan rencana perawatan
khusus. Beberapa pilihan pengobatan yang dapat dijalankan antara lain:

 Mengonsumsi dosis rendah antibiotik dalam periode yang lebih lama untuk membantu
mencegah infeksi berulang.
 Mengonsumsi dosis tunggal antibiotik setelah berhubungan intim, yang merupakan pemicu
infeksi umum.
 Mengonsumsi antibiotik selama 1 atau 2 hari setiap gejala kali muncul.

Pencegahan Infeksi Saluran Kemih

 Tidak menahan kencing.


 Selalu membersihkan area kemaluan dari depan ke belakang setelah berkemih.
 Minum banyak air.
 Jauhi semprotan kebersihan area wanita, pewangi area kewanitaan, dan produk-produk lain
untuk area kewanitaan karena hanya akan mengiritasi mukosa.
 Bersihkan area genital sebelum melakukan hubungan intim.
 Buang air kecil setelah berhubungan intim untuk menyingkirkan bakteri yang mungkin telah
memasuki uretra.
 Jangan menggunakan celana dalam selama berhari-hari.
 Jangan menggunakan pakaian bawahan yang ketat karena akan meningkatkan kelembaban.

Jika infeksi ini tidak segera diatasi, kondisi ini akan memicu urosepsis, yaitu kondisi ketika
bakteri di ginjal yang terinfeksi menyebar ke darah. Urosepsis bisa mengakibatkan tekanan darah
turun hingga syok, bahkan kematian.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter ketika dirimu merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dan
cepat akan semakin baik demi proses pengobatan dan penyembuhan. Untuk melakukan
pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat appointment sesuai poliklinik atau dokter spesialis
yang kamu inginkan di sini.
Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah jenis infeksi pada saluran kemih, bisa terjadi di kandung
kemih (sistitis), uretra (uretritis), atau di ginjal (infeksi ginjal).1 Wanita lebih berisiko mengalami
infeksi saluran kemih dibandingkan pria. 2

Gejala ISK di antaranya rasa ingin selalu kencing, panas seperti terbakar saat kencing, urine yang
keluar sedikit atau terasa tidak tuntas, kadang warna urine merah atau merah muda menandakan
perdarahan di saluran kemih, bau urine tidak biasa, dan sakit di panggul pada wanita, terutama di
tengah panggul atau di sekitar tulang pubis.2

Infeksi saluran kemih disebabkan bakteri yang masuk ke saluran kemih melalui uretra dan
berdiam serta berkembang di kandung kemih. Meskipun saluran kemih manusia didesain untuk
terhindar dari infeksi patogen, seperti bakteri dan virus, namun kadang pertahanan tubuh masih
dapat ditembus oleh bakteri.2
Beberapa faktor risiko Infeksi saluran kemih lebih sering terjadi pada wanita di antaranya karena
anatomi organ saluran kemih pada wanita berbeda dengan pria. Wanita memiliki uretra lebih
pendek dibandingkan pria, sehingga jalur bakteri memasuki kandung kemih lebih pendek.2

Faktor risiko lain adalah aktivitas seksual, saat wanita yang memiliki kehidupan seksual aktif
lebih berisiko dibandingkan wanita yang tidak aktif secara seksual. Tentu saja berganti pasangan
seksual meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.2

Wanita yang menggunakan alat kontrasepsi diafragma atau cairan pembunuh sperma berisiko
mengalami ISK. Wanita menopause juga berisiko akibat penurunan produksi estrogen sehingga
saluran kemih menjadi semakin rentan mendapat invasi bakteri.2

Faktor risiko infeksi saluran kemih lainnya adalah kelainan bawaan pada saluran kemih,
sumbatan pada saluran kemih, penurunan daya tahan tubuh, penggunaan kateter, atau pasca
operasi di saluran kemih. 2

Infeksi saluran kemih harus diobati sampai tuntas karena jika tidak dapat menyebabkan
komplikasi. Komplikasi yang sering ditemui adalah infeksi berulang atau kerap kambuh. Wanita
kerap mengalami kekambuhan infeksi saluran kemih, bisa dua kali atau lebih dalam waktu enam
bulan, atau lebih dari empat kali dalam setahun.2

Komplikasi yang lebih serius adalah kerusakan ginjal permanen, kelahiran prematur atau bayi
lahir dengan berat badan di bawah normal, dan sepsis, yaitu infeksi yang menyebar ke
darah. Pada pria, komplikasi yang bisa terjadi adalah penyempitan uretra.2

Segera kunjungi dokter jika mengalami gejala infeksi saluran kemih, terutama jika hamil,
ditemukan darah di urine, pernah mengalami infeksi saluran kemih sebelumnya, atau gejala tidak
membaik setelah berobat1. Biasanya dokter menanyakan tentang gejala yang kamu rasakan dan
mungkin dibutuhkan tes urine untuk memastikan penyebab infeksi.1

Salah satu pengobatan untuk infeksi saluran kemih adalah menggunakan antibiotik. Pemilihan
jenis antibiotik dan berapa lama pemberiannya tergantung pada dua hal: jenis bakteri yang
menyebabkan infeksi dan seberapa berat infeksinya.3

Pemberian antibiotik juga mempertimbangkan kondisi pasien, misalnya pasien tengah hamil,
usia di atas 65 tahun dan ada riwayat alergi atau efek samping yang tidak dapat ditoleransi
terhadap antibiotik tertentu.3

Biasanya untuk infeksi salurah kemih yang belum menjadi komplikasi, hanya dibutuhkan terapi
antibiotik selama 1-3 hari. Tetapi jika infeksi lebih berat atau terjadi komplikasi, beberapa orang
membutuhkan antibiotik sampai 7-10 hari bahkan bisa lebih lama3.

Antibiotik bekerja melawan bakteri penyebab infeksi di saluran kemih. Biasanya gejala
berangsur menghilang setelah pemberian antibiotik. Meskipun gejala sudah membaik, antibiotik
harus dihabiskan sampai tuntas sesuai dosis dan mengikuti petunjuk dokter atau apoteker, agar
bakteri sepenuhnya mati.3
Jika bakteri tidak sampai mati karena pengobatan yang tidak tuntas, bakteri akan menjadi
resisten terhadap antibiotik. Artinya saat pasien mengalami infeksi yang sama, antibiotik yang
sama menjadi tidak efektif lagi, sehingga dibutuhkan jenis antibiotik yang berbeda serta
pengobatan lebih lama.3

Pencegahan infeksi saluran kemih pada wanita dapat dilakukan dengan mengubah perilaku yang
berisiko, yaitu:1

 Basuh organ intim sesudah buang air besar atau air kecil dari arah depan (vagina)
ke belakang (anus), bukan sebaliknya.
 Biasakan berkemih sampai tuntas, dan jangan menahan kencing.
 Minum air putih cukup.
 Lebih baik mandi dengan shower daripada berendam.
 Gunakan pakaian dalam yang menyerap keringat.
 Segera berkemih usai berhubungan seksual.
 Jangan gunakan sabun pembersih di organ intim terlalu sering.

Referensi:

1. UK., 12 Desember 2017, Urinary tract infections, [online],


(https://www.nhs.uk/conditions/urinary-tract-infections-utis/)
2. Mayoclinic, 2018, Urinary Tract Infection, [online], (https://www.mayoclinic.org/diseases-
conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447)
3. , 2018, Antibiotics for UTIs: What to Know [online], (https://www.webmd.com/a-to-z-
guides/what-are-antibiotics-for-uti#1

ARTIKEL TERKAIT