Anda di halaman 1dari 3

Tongue Thrusting

A. Definisi TongueThrusting
Tongue thrusting merupakan kondisi dimana lidah berkontak dengan gigi geligi anterior
pada saat proses penelanan berlangsung.
- Menurut Brauer
Tongue thrusting merupakan kondisi dimana ketika proses penelanan berlangsung,
lidah berada di antara gigi geligi dan gigi tidak beroklusi.
- Menurut Barbe
Tongue thrusting merupakan oral bad habit yang berhubungan dengan pola
penelanan makanan saat kecil – remaja (infantile swallowing ) yang masih terbawa
dan menyebabkan adanya open bite dan gigi anterior yang protrusif.

B. Etiologi Tongue thrusting


Kebiasaan tongue thrusting ini dapat disebabkan karena beberapa hal, diantara Lain :
- Faktor genetik
Misalnya sudut garis rahang.
- Kelanjutan Thumb Sucking
Kebiasaan thumb sucking walaupun tidak dilakukan lagi,akan tetapi telah terbentuk
open bite maka lidah sering terjulur ke depan untuk mempertahankan
penutupan bagian depan selama proses penelanan
- Dot pada botol susu/minuman bayi yang tidak layak
- Tonsilitis atau faringitis
Tonsil yang besar, adenoid, atau infeksi tenggorokan yang menyebabkan kesulitan
pada saat menelan.
Pangkal lidah membesar ketika tonsil mengalami inflamasi, sehingga untuk
mengatasinya mandibula secara refleks turun ke bawah, memisahkan gigi, dan
menyediakan ruangan yang lebih untuk lidah dapat terjulur ke depan selama
menelan, agar didapat posisi yang lebih nyaman.
- KeterlambatanKedewasaan
Misal nya pada penderita kelainan down syndrome.
- Macroglosia
Ukuran lidah yang abnormal atau macroglossia, dapat mengubah keseimbangan
tekanan lidah dengan bibir dan pipi sehingga insisivus bergerak ke labial.
- Alergi, Penyumbatan saluran pernapasan, dan gangguan pernapasan lainnya.
- Obstruksi pernapasan dan alergi menyebabkan bernafas melalui mulut yang
menyebabkan posisi lidah turun di dasar mulut.
- Frenulum lingual yang pendek
- Gangguan Neurologik,Muskular
- Kebiasaan meniru menjulurkan lidah

C. Klasifikasi Tongue thrusting


1. Klasifikasi Moyers (1955)
- Simple Tongue Thrusting
Merupakan tongue thrusting dengan tipe sederhana,dimana terjadi penelanan
dengan gigi posterior yang berkontak dan lidah terjulur ke depan di antara gigi
insisivus atas yang menyebabkan gigi anterior prostrusif dan terjadi open bite.
Treatment yang dapat diberikan untuk tipe ini adalah dengan menghilangkan
kebiasaan thumb sucking dan setelah gigi insisivus di retraksi.

- Complex TongueThrusting
Merupakan kondisi dimana terjadi penelanan dengan gigi posterior tidak saling
kontak dan lidah terletak diantara gigi atas dan bawah.

- Retained Infantile Swallowing


Merupakan kondisi tongue thrusting disebabkan karena pola menelan saat kecil
(infantile swallowing ) yang masih terus berlanjut karena kurangnya dibiasakan
dengan pola penelanan normal. Akibatnya terjadi kebiasaan tongue
thrusting yang menyebabkan gigi molar yang beroklusi normal hanya 1 gigi,atau
bahkan kadang tidak beroklusi.

2. Klasifikasi Barret
Barret mengklasifikasikan tongue thrusting berdasarkan letak atau posisi
- Anterior Tongue ThrustSwallow
Merupakan kebiasaan tongue thrusting yang paling sering terjadi. Posisi lidah
akan terjulur ke anterior. Pada posisi ini, bibir terbuka dan lidah seringkali terjulur
sampai bibir. Tipe ini sering terjadi karena kelainan ukuran bibir atau yang dikenal
dengan macroglosia.
- Lateral Tongue ThrustSwallow
Lateral tongue thrust swallow dibagi menjadi 2, berdasarkan letak lidahnya, yaitu
:
a) Unilateral
Kebiasaan menjulurkan lidah hanya di 1 bagian gigi saja, dapat di bagian
kanan ataupun kiri.
b) Bilateral
Kebiasaan menjulurkan lidah pada ( bagian gigi, yaitu pada bagian kanan dan
kiri atau ke dua arah. Posisi gigi premolar - molar terakhir tidak berkontak.

D. Akibat Tongue thrusting


- MalposisI Gigi Insisivus
Terutama saat waktu erupsi gigi anterior,kebiasaan ini akan sangat berdampak.
Dorongan yang berlebih dari lidah menyebabkan perubahan posisi dari gigi anterior
- Multiple Diastema gigi anterior
- Protrusi gigi anterior atas dan bawah
- Retroklinasi gigi anterior bawah
- Open bite anterior
- Palatum sempit
Karena gigi tidak saling berkontak, lidah di antara gigi geligi tidak akan mengisi
palatum, sehingga berpengaruh terhadap tekanan udara dan tekanan otot yang
berkurang. Hal ini menyebabkan palatum meninggi dan menyempit.
- Crossbite posterior
- Open bite posterior
- Karies gigi meningkat
- Resesi gingival
- Kesulitan bicara

E. Penatalaksanaan
- Terapi myofunctional
Latihan menelan dan postur lidah yang benar. Pasien diajarkan pola menelan normal
dengan meminta pasien untuk menjaga ujung lidah pada perbatasan palatum lunak
dan keras. Berbagai latihan otot lidah dapat membantu untuk beradaptasi dengan
pola menelan baru.
- Pemakaian alat untuk memandu posisi lidah yang benar
Tongue Trainer dapat membantu dalam posisi lidah yang benar dengan bantuan dari
tongue tag dan Tongue guard untuk mencegah memajukan lidah.
- Terapi mekanis
Terapi dengan alat cekat dan lepasan (cribs atau rakes) dapat dibuat untuk menahan
gerakan lidah ke anterior selama menelan dengan tujuan untuk melatih bagian
belakang lidah ke posisi superior posterior di rongga mulut.
Peralatan ini cenderung memaksa lidah ke bawah dan belakang selama menelan
dan ditempatkan di bagian palatal.
Berfungsi sebagai dinding penghalang lidah selama dijulurkan (thrusting),
mengkondisikan refleks dan memandu posisi lidah sehingga dorsum lidah berada di
palatal dan ujung lidah berada pada rughae palatina selama proses menelan.
Hasilnya adalah lidah akan menyebar ke lateral dan tekanan pada daerah bukal
maksila akan tersebar sehingga mencegah penyempitan lengkung rahang.

Dafpus
Peng CL. 2004. Comparison of tongue functions between mature and tongue-thrust
swallowing and ultrasound investigation. Am J Orthod Dentofac Orthop. 125 (5) : 562 – 570.