Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Evidance Base adalah asuhan kebidanan berdasarkan buktipenelitian yang
telah teruji menurut metodologi ilmiah yang sistematis.Menurut sackett el al
Evidadence-based(EB) adalah suatu pendekatan medik yang didasarkan pada bukti
ilmiah terkini untuk kepentingan pelayanan kesehatan penderita.Dengan demikian
,dalam praktenya,Evidence Based memadukan antara kemampuan dan pengalaman
klinik dengan bukti bukti ilmiah terkini yang paling dapat dipercaya.Pengertian lain
dari Evidance Based adalah Proses yang di gunakan secara sistematik untuk
menemukan menemukan,menelaah/mereview,dan memamfaatkan hasil hasil study
sebagai dasar evaluasi
Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologi yang normal. Kelahiran
seorang bayi juga merupakan suatu peristiwa sosial yang ibu dan keluarga nantikan
selama 9 bulan. Ketika persalinan dimulai, peranan ibu adalah untuk melahirkan
bayinya, peran petuugas kesehatan adalah memantau persalinan untuk mendeteksi
dini adanya komplikasi di ssamping itu bersama keluarga memberikan bantuan dan
dukungan pada ibu bersalin.
Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks ,dan janin turun ke
dalam jalan lahir . Kelahiran adalah proses dimana janin dan ketuban didorong keluar
melalui jalan lahir.
Persalinan dan kelahiran normal adalah pengeluaran janin yang terjadi pada
kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang
kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada
janin.
 Kala I dimulai dari saat persalinan mulai sampai pembukaan lengkap (10 cm).
Proses ini terbagi dalam 2 fase, fase laten(8 jam) serviks membuka sampai 3 cm
dan fase aktif (7 jam) serviks membuka dari 3 sampai 10 cm. Kontraksi lebih kuat
dan sering selama fse aktif.
 Kala II dimulai dari pembukaan lengkap (10 cm) sampai bayi lahir. Proses ini
biasanya berlangsung 2 jam pada primi 1 jam pada multi.
 Kala III dimulai segera setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta, yang
berlangsung tidak lebih dari 30 menit.
 Kala IV Dimulai dari saat lahirnya plasenta sampai 2 jam pertama postpartum.

B. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Agar mahasiswa dapat mengetahui apa itu kala 1 fase laten
2. Agar mahasiswa dapat mengetahui penatalaksanaan kala I fase laten
3. Agar mahasiswa dapat mengetahui diagnosis fase laten

C. Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebaga berikut:
1. Mahasiswa dapat mengetahui tentang kala I fase laten
2. Mahasiswa dapat mengetahui penatalaksanaan kala I fase laten
3. Mahasiswa dapat mengetahui diagnosis fase laten

D. Metode Penulisan

Metode penulisan yang digunakan penulis dalam penyusunan makalah ini adalah
studi pustaka. Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini menggunakan
metode literature yaitu sumber dari buku dan internet.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Evidence Based


Evidance Base adalah asuhan kebidanan berdasarkan buktipenelitian yang
telah teruji menurut metodologi ilmiah yang sistematis. Menurut sackett
Evidadence-based(EB) adalah suatu pendekatan medik yang didasarkan pada
bukti ilmiah terkini untuk kepentingan pelayanan kesehatan penderita.Dengan
demikian ,dalam praktenya,EB memadukan antara kemampuan dan pengalaman
klinik dengan bukti bukti ilmiah terkini yang paling dapat dipercaya.Pengertian
lain dari Evidance Based adalah Proses yang di gunakan secara sistematik untuk
menemukan menemukan,menelaah/mereview,dan memanfaatkan hasil hasil study
sebagai dasar evaluasi.
B. Pengertian persalinan
Persalinan merupakan proses pengeluaran ada janin dan yang plasenta ditandai
dengan adanya kontraksi uterus. kontraksi yang akan erature membantu dilatasi
servik beroperasi progresif. proses dilatasi servik terdiri dari fase fase laten dan
aktif. fase fase laten dan aktif mempunyai durasi yang berbeda. fase fase laten
adalah awal,benih pada dimulai adanya kontraksi yang erature, servik berdilatasi
dari 0 sampai 3 cm (pillitteri, 2009). fase penyanyi berlangsung sekitar 8-10 jam
pada primipara dan 6 sampai 8 selai pada nulipara (pillitteri, 2009). pengkajian
terhadap lama fase penting sangat penyanyi untuk mengevaluasi adanya
abnormalitas persalinan.

Tahap awal dari persalinan adalah pembukaan servik yang terdiri dari doa
fase yaitu fase laten, pembukaan servik mulai 1cm sampai dengan 3 cm dan fase
aktif, pembukaan servik mulai sampai 4 cm 10 cm. fase laten mempunyai durasi
lebih, lama dari pada fase aktif, sehingga memungkinkan intervensi lebih, banyak
dilakukan oleh penolong pada fase inisial. intervensi dan akan lamanya fase laten
menimbulkan ketidaknyamanan dan kecemasan pada saat mengajukan menunggu
kemajuan fase inisial. peningkatan jangka waktu intervensi pada fase penyanyi
dapat disebabkan oleh diagnosa atau yang kurang pengkajian tepat dan
menyebabkan komplikasi. komplikasi oada fase penyanyi menyebabkan
perdarahan postpartum, korioamnionitis, dan pada resiko neonatus. intervensi
yangdilakukan pada fase lanten antara lain oksitosin pemberian, pemecahan
membran ketuban ( amniotomi). klieneine dengan fase laten yang memanjang
dilakukan intervensi seperti seksio sesarea (sc). pada fase penyanyi untuk review
perlu majamen tindakan mengurangi ketidaknyaman pada ibu.

C. Pengertian Fase laten

Tahap pertama persalinan dengan dilatasi lengkap serviks besteht dari


dua tahap, laten (dilatasi 1 cm sampai 3 cm) dan fase aktif (4 cm sampai 10 cm).
fase laten memiliki durasi yang lebih lama dari fase aktif, sebagai intervensi yang
lebih kebidanan dari Mereka mengaku pada fase ini. Intervensi dan durasi fase
laten akan menyebabkan ketidaknyamanan dan kecemasan pada ibu selama fase ini
menunggu kemajuan. Peningkatan jumlah intervensi pada fase ini dapat
disebabkan oleh diagnosis atau penilaian yang kurang tepat dan menyebabkan
komplikasi. Komplikasi pada fase ini penyebab perdarahan postpartum,
korioamnionitis, dan risiko neonatal. Intervensi pada fase laten termasuk oksitosin,
selaput ketuban pecah (amniotomi). Wanita dengan intervensi fase laten
memanjang: seperti operasi caesar (SC).

Fase aktif adalah fase fase penghasilan kena pajak laten, dimana dilatasi
servik membuka 4 sampai dengan 10 cm (chuma, kihunrwa, matovelo dan
mahendeka 2014). Rata-rata lama pada fase aktif penyanyi adalah 6 jam. fase aktif
merupakan saat yang melelahkan dan berat bagi ibu. nyeri juga dirasakan mulai
dari punggung sampai dengan anus. selain itu juga ibu merasakan tidak nyaman
pada daerah vagina. hal inilah yang menunjukan karakteristik pada fase aktif.
karakteristik fase laten berbeda dengan fase aktif. fase fase laten merupakan yang
sensitif, lama dan kemajuan merupakan dasar dasar evaluasi fase selanjutnya.
Perbedaan durasi dan penyanyi karakteristik memungkinkan adanya perbedaan
managemen pada kedua fase tersebut. manajemen pada kala satu merupakan
manajamen yang akan berpengaruh pada sebelumnya saat ini ibu kesehatan, janin
maupun keadaan ibu penghasilan kena pajak persalinan serta pada persiapan
selanjutnya kehamilan. dampak dari manajemen kala I inilah maka perawat perlu
memperhatikan setiap intervensi yang diberikan. intervensi suami penting untuk
review diketahui perawat karena yang tidak intervensi diperlukan akan merugikan
klien.
Faktor yang mempengaruhi durasi atau lamanya kala saya khususnya
fase laten ada beberapa. lamanya fase laten dikarenakan kondisi servik, kontraksi
palsu dan penggunaan analgesik atau anasthesi (ness et al., 2005 hearts chuma et
al., 2014). memanjangnya fase laten belum tentu menunjukkan keadaan persalinan
abnormal. tetapi keadaan inilah intervensi pada fase laten diberikan. intervensi
pada fase laten merupakan tindakan untuk review mencegah resiko akibat
memanjangnya fase laten. intervensi yang tidak dapat tepat pada fase laten terjadi
karena kesalahan diagnosa. fase fase laten merupakan yang durasinya lama,
tindakan yang dilakukan pada fase penyanyi akan meningkatkan kecemasan pada
ibu (patersen 2008 hearts chuma et al, 2014). durasi yang lama memberikan
kesempatan tenaga medis untuk intervensi melakukan yang tidak sebenarnya perlu.
manajemen dan intervensi pada fase fase laten dan aktif perlu diperhatikan untuk
review menghindari intervensi rutin yang tidak diperlukan oleh klien.

Intervensi yang sering dilakukan pada fase laten dapat berupa intervensi
rutin maupun intervensi untuk review mencegah resiko memanjangnya fase laten ..
beberapa intervensi tersebut adalah untuk review pemberian oksitosin
meningkatkan kontraksi rahim, amniotomi dan melakukan tindakan seksio sesarea.
hal inilah yang adanya memungkinkan perbedaan intervensi dan managemen pada
fase fase laten dan aktif. perbedaan intervensi pada fase fase laten dan aktif telah
diteliti oleh chuma et al. 2014). hasil penelitan menunjukan beroperasi signifikan
mengajukan pada fase laten lebih, banyak get tindakan induksi oksitosin, tindakan
pemecahan membran ( amniotomi) dan untuk review keputusan melakukan
tindakan seksio sesarea dibandingkan pada fase aktif. berdasarkan penelitian yang
oleh dilakukan hogberg (2000), intervensi seksio sesarea dilakukan pada fase laten
karena dengan berat berhubungan bayi. intervensi yang dilakukan pada fase fase
laten dan dapat aktif berdampak positif dan negatif pada ibu maupun pada
janinnya. keuntungan dari intervensi yang dilakukan pada kala i adalah pada
mempercepat durasi kala i. hasil penelitian ness (2005) hearts chuma et al. ( 2014)
menunjukan bahwa.
Dengan intervensi pada fase penyanyi mempersingkat durasi yaitu dari 13,5
jam menjadi 8,3 selai. tetapi keuntungan tidak dapat adanya intervensi adalah
mencegahprematuritas

hal inilah yang memerlukan analisis kritis bagi kesehatan tenaga dalam
memberikan intervensi baik pada fase fase laten maupun aktif. pembahasan
persalinan merupakan keadaan fisiologis yang memerlukan bantuan kesehatan
tenaga. persalinan yang aman adalah yang persalinan dilakukan di pelayanan
kesehatan. persalinan yang di rumah sakit akan klinik atau mengurangi risiko pada
ibu maupun bayi selama persalinan, tetapi hal suami akan meningkatkan
intervensi yang signifikan (mcintosh, 2013). intervensi yang akan tepat
diambil through analisis tenaga organ penting kesehatan. * menurut cheyne, h.
dowding, d., & hundley, v (2006) dan roberts, l., Gulliver, b., fisher, j., & cloyes, c
(2010)

Pengambilan keputusan yang tepat pada fase laten akan membantu


menentukan intervensi yang tepat dan dengan sesuai kebutuhan mengajukan pada
fase inisial. intervensi yang dilakukan pada awal untuk review persalinan
mencegah dan manangani adanya persalinan yang lama. intervensi penyanyi dapat
menguntungkan ibu maupun bayinya, tetapi also dapat merugikan keduanya
berdasarkan penelitian yang dilakukan chuma et al. (2014) bahwa pada fase laten
mengajukan lebih, banyak get intervensi berupa pemberian induksi oksitosin,
amniotomi dan seksio sesarea. pemberian oksitosin merupakan intervensi untuk
review menginduksi persalinan. * menurut penelitian nachum, z., garmi, g., kadan,
y., zafran, n., shalev, e., & salim, r (2010) dan angelini (2011), induksi oksitosin
beroperasi signifikan mempercepat durasi kala i pada persalinan. tetapi hearts
penelitian angelini (2011) didapatkan also bahwa responden yang gagal pada
induksi oksitosin sebesar 30% dan differences hearts fase laten selama 12 selai.
dari dimana responden tersebut 40% melahirkan beroperasi biasa dan 60% seksio
sesarea. kegagalan hearts induksi oksitosin menyebabkan klien menerima
intervensi sc. tenaga kesehatan perlu mempertimbangan resiko kegagalan induksi
oksitosin sebelum diberikan pada klien. intervensi lain yang sering dilakukan pada
fase laten adalam.
Amniotomi merupakan intervensi yang sering kebidanan hearts dilakukan.
indikasi amniotomi yang dilakukan pada fase laten adalah untuk review kemajuan
fase laten, adanya denyut jantung janin yang tidak atau beresiko adekuat, gerakan
janin berkurang, ibu dengan hypertensi (saadia 2014). penelitian yang dilakukan
oleh fraser (1993) menunjukan bahwa dengan dilakukan amniotomi pada fase
laten, mempercepat akan 136 menit durasi kala saya .tetapi hal penyanyi dengan
berbeda bricker dan luckas (2009) bahwa tidak ada yang perbedaan signinifikan
antara klien yang dilakukan amniotomi dengan yang tidak hearts diamniotomy
kemajuan persalinan. selain itu also dapat amniotomi mengurangi secsiosesarea
kejadian. selain dampak amniotomi yang positif, komplikasi dari amniotomi also
perlu diperhatikan. hal penyanyi also pada berdampak keselamatan janin. *
menurut penelitian yang dilakukan oleh seaward et.al (1997), howarth (2007)
hearts dhawle (2012) bahwa menunjukan amniotomi beresiko terhadap infeksi baik
pada ibu maupun bayinya pada yaitu prolaps tali pusat atau kompresi, infeksi ibu
atau neonatus, deselerasi tingkat hearth janin, perdarahan dari plasenta previa atau
plasenta letak randah dan kemungkinan cedera janin
Intervensi ini memerlukan pengawasan dan yang tindakan tepat, sehingga
pemeriksaan hearts penghasilan kena pajak amniotomi perlu diperhatikan. *
menurut dhawle (2012) bahwa intervensi penyanyi dilakukan minimal 6 jam
penghasilan kena pajak klien get intervensi oksitosin. intervensi lain yang sering
dilakukan pada fase laten adalah hearts keputusan melakukan sesarea sesaria.
intervensi lain yang sering dilakukan pada fase laten adalah keputusan hearts
melakukan seksio sesarea. seksio sesarea adalah untuk review pembedahan
melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding rahim. tindakan
suami dilakukan apabila proses induksi gagal atau adanya durasi kala aku yang
memanjang serta indikasi. beberapa studi telah menunjukan bahwa peningkatan
kemungkinan kelahiran sesar disebabkan oleh adanya kegagalan induksi
persalinan. pada yang penelitian oleh dilakukan chuma et al. (2014) menunjukan
bahwa seksio sesarea dikarenakan adanya prolonge laten fase. hal suami berbeda
dengan yang penelitian telah dilakukan oleh caughey, nicholson, cheng, lyell,
washinton (2006) bahwa seksio sesarea dilakukan faktor karena lain gawat seperti
janin, bayi gede, bayi kembar maupun adanya panggul sempit. ketiga intervensi di
differences mempunyai dampak negatif dan positif. peran perawat maternitas pada
intervensi penyanyi adalah melakukan pengkajian beroperasi seksama. Pengkajian
pada fase laten untuk review mengurangi intervensi yang tidak menguntungkan
adalah dengan menggunakan partograf maupun pemeriksaan fisik dengan
telitipenentuan intervensi pada fase penyanyi dapat dengan dilakukan using
algoritme fase laten. algoritme fase laten adalah untuk review panduan menentukan
intervensi (miller, 2014). algoritma merupakan shalat satu cara hearts
mengevaluasi kemajuan persalinan ibu, khususnya pada fase aktif. hal yang
dievaluasi pada algoritma meliputi sifat dari persalinan sebelumnya dan
kemungkinan persalinan sebelumnya saat ini dan perubahan serviks diukur through
pemeriksaan hearts. langkah algoritme penyanyi dimulai saat klien berada di
rumah, pemberian information mengenai keadaan janin dan kemajuan persalinan,
dan kriteria kriteria persalinan yang normal dan bantuan sampai dengan langkah
untuk review menentukan klien di bawa ke rumah sakit. mencari google artikel
algortime suami, maka setiap tindakan yang diberikan ditunjukan kepada pasien
seperti oksitosin, amniotomi dan tindakan seksio sesasera berdasarkan alasan klinis
dan keadaan klien, bukan karena tindakan suami adalah tindakan rutin yang selalu
pada dilakukan klien. mencari google artikel penyanyi algoritme, apabila ada yang
keadaan di asumsikan tidak normal, perawat dapat melakukan tindakan perawat
beroperasi mandiri pt karya cipta putra sebelum klien get tindakan medis. mencari
google artikel demikian maka intervensi yang tidak dapat perlu pada fase laten
dikurangi. Dalam literatur kebidanan internasional saat ini mengalami perawatan
mata uang wanita mengoyakkan tahap awal persalinan perhatian yang lebih besar
[1-6]. Latar belakang dari publikasi ini miliki adalah pengetahuan bahwa
perempuan dimasukkan dalam ruang bersalin selama periode pembukaan awal,
sering diagnosis Geburtsdystokie (periode pembukaan berlarut-larut, macet lahir di
periode pembukaan, inersia sekunder rahim) [5, 7, 8] oksitosin atau operasi caesar
diperoleh [5, 7, 9-13]. Pertanyaan mengapa saat merekam seperti pengaruh luas
pada Geburtsgesche
mungkin mengambil ayam tidak ßend abschlie- menjawab hingga saat ini.
membahas berbagai aspek dene, yang bertindak dalam keadaan tertentu sebagai
lingkaran setan. Dengan demikian, sensitivitas tahap awal persalinan bisa arus
masuk ke input eksternal, misalnya. Sebuah perlambatan sementara tenaga kerja di
stres oleh sel Ortswech-, dan wanita tidak aman atau mungkin takut [14, 15]
bersama-sama dengan manajemen kelahiran, ketat waktu Maßga- ben berikut dan
langkah unik Geburtsfort- dalam waktu 2 jam diperlukan [16, 17], menyebabkan
tindakan medis awal mengadopsi diperkenalkan. Dalam studi tersebut, subdivisi
dari UGD adalah membuka periode menjadi fase laten ( fase laten tahap pertama)
dan tahap aktif persalinan ( fase aktif tahap pertama) JE yang weils menunjukkan
secara keseluruhan dengan kecepatan pembukaan yang berbeda.

Jenis klasifikasi masih satu di Amerika Utara, Skandinavia dan


Großbritanni- s prosedur yang biasa [18-20]. Diferensiasi periode pembukaan ER
di sub-tahap untuk pertengahan awal abad ke-20, bertahun-tahun penelitian di
aturan dokter kandungan yang berbasis di AS dan dokter kandungan Emanuel A.
Friedman kembali. Dasar penelitiannya adalah laporan sendiri, dalam batch yang
berbeda dari rekor grafis dari jalan lahir, bergerak beberapa tahun yang lalu oleh
penduduk asli Jerman dan Swiss ginekolog Serigala ruang , Koller dan Abbot dan
ginekolog Dehuil-Zogg diterbitkan. Dengan meningkatnya pembentukan praktik
berbasis bukti, saat ini menyiratkan perlunya memperhitungkan konsep
internasional sering diterapkan diferensiasi dari periode perencanaan Eröff-,
sebagai hasil penelitian dalam penelitian ini cara membandingkan berjalan dengan
normal dan berkepanjangan Geburtsver- dan dalam praktek lokal dapat diterapkan.
Tujuan dari publikasi ini adalah untuk memahami sejarah perkembangan divisi
lahir di fase dari abad ke-16 dengan pemahaman ini. Konten fokus STE tahap awal
persalinan dan masa laten setelah Friedman ayam ini. Meskipun fase laten tidak
terutama dikaitkan dengan relevansi klinis seseorang dalam bentuk yang akan
menunjukkan di ruang bersalin pemantauan berlebihan, itu adalah untuk wanita
melahirkan dan perawatan kebidanan fase relevansi besar. Karena lebih dari
setengah dari semua perempuan (tanpa operasi caesar primer) dirawat di rumah
sakit pada tanggal awal lahir dengan dilatasi serviks hingga 2 cm [28] dan
menginginkan dukungan yang lebih rendah yang kompeten selama tahap awal ini
tenaga kerja. Pertanyaan-pertanyaan yang dieksplorasi di bawah ini, adalah:

1. perkembangan Bagaimana dengan pembagian lahir ke fase individu dapat


menjadi historis menggambarkan bagi penutur bahasa Inggris?

2. Bagaimana fase kelahiran fase laten dan tahap aktif persalinan


didefinisikan?

3. fitur khusus Apa untuk Geburtspha- sen fase laten dan tahap aktif persalinan
dijelaskan?

4. Aspek apa harus diperhatikan fase laten te dan tahap aktif dari tenaga kerja

berubah ditawarkan ke sejumlah Bidan buku teks, pädien ensiklopedis dan


obat-obatan laporan tahunan dan dari publikasi gen universitas kuliah, dari mana
sampel yang representatif diambil. Beberapa buku berasal dari kepemilikan pribadi.
Pemilihan itu dilakukan setelah penilaian kesesuaian mereka untuk ilustrasi teladan
dari pengembangan fase kelahiran. Untuk representasi dari analisis grafis kelahiran
tahap publikasi asli Friedman dkk. terpilih [21- 23, 29-40]. Hasil Friedman yang se
dilengkapi dengan studi dari tiga dekade terakhir terhadap jalannya Latenzpha- dan
dibahas. praktek chen geburtshilfli- pada pertimbangan konsep?

fase laten - tahap Individu tenaga kerja Menurut definisi Friedman fase latency
dimulai dengan reguler, kemajuan kerja (awal persalinan) dan berakhir setelah selang
serviks dan awal tegangan tingkat Eröffserviks dengan percepatan pembukaan, disebut
fase dipercepat. Untuk periode Friedman fase latency dihitung dalam evaluasi pertama,
periode 1,7-15 jam (berarti 7,3; SD 5,5). periode sedikit lebih panjang dari data dari
500 ibu yang pertama kali dihasilkan dari analisis selanjutnya. (SD 6.0 Rata-rata 8.6)
Di sini, nilai-nilai menunjukkan antara usia 1-44 jam. Kemiringan tingkat pembukaan
di fase laten muncul datar dan linier. Hal ini rata-rata 0,35 cm / jam. (SD 0,20) [22].
memberikan gambaran panjang kelahiran diukur dari sinyal normal dan ideal.

Penelitian yang lebih baru di lapangan normal fase laten Rupanya Friedman [21,
22] telah memberikan penyelidikannya jawaban atas pertanyaan dari normalitas
dikenali dalam variabilitas dari sejarah kelahiran. Ada, pengetahuan, pola kelahiran
burtsverlauf mewakili normal dan dapat dibandingkan dengan sejarah menyimpang
atau patologis membatasi itu. Dengan demikian kön-Nen kelahiran grafik mengambil
kursus S-berbentuk pada kelahiran, akan dianggap normal jika mereka berakhir nerhalb
domestik batas waktu tertentu. Berbagai faktor seperti ketuban pecah dini, Cervixstatus
dan ibu termundsweite di awal persalinan atau ketinggian berdiri. kepala janin,
memiliki dampak yang signifikan pada panjang tahap latency normal.

Dengan masuknya fase latency dalam proses kelahiran, perawatan wanita bisa
dibuat lebih berorientasi bahkan sebelum menembak ke ruang bersalin dengan
kebutuhan mereka, tanpa menyiratkan pada saat yang sama memiliki harapan yang
tinggi pada burtsfortschritt keseluruhan. Selain itu, integrasi konsep fase laten dalam
praktek klinis dapat mengembangkan konsep perawatan kebutuhan-oriented dan turing
lingkungan yang diperlukan mempromosikan organisasi ruang bersalin.

D. Diagnosa kala I fase laten


Diagnosa fase laten memanjang dibuat secara restrospektif. Bila his berhenti
disebut persalinan palsu atau belum in partu. Bilamana kontraksi makin teratur dan
pembukaan bertambah sampai 3 cm, pasien kita sebut masuk fase laten, kekeliruan
melakukan diagnosis persalinan palsu menjadi fase laten menyebabkan pemberian
induksi yang tidak perlu yang biasanya sering gagal. Hal ini menyebabkan tindakan
operasi cs yang kurang perlu dan sering menyebabkan amniotis.
BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Tahap awal dari persalinan yaitu fase aktif dan fase laten dan masa yang laten
merupakan fase menegangkan, melelahkan dan dapat menimbulkan kecemasan pada
ibu. pada fase suami mengajukan akan get intervensi untuk review mengatasi
persalinan yang tidak normal dan mencegah komplikasi dari persalinan. intervensi
yang sering dilakukan adalah intervensi pada fase laten, karena fase ini adalah yang
fase mempunyai durasi lebih, lama dari pada fase aktif. intervensi yang sering
dilakukan adalah pemberian induksi oksitosin, amniotomi dan untuk review
keputusan melakukan seksio sesarea. intervensi suami perlu analisis dilakukan kritis
organ sebelum dilakukan pada klien untuk review mengurangi adanya intervensi yang
tidak diperlukan atau yang intervensi berlebihan. tindakan untuk review mencegah
tersebut adalah dengan yang pengkajian seksama dan teliti.
B. Saran
Makalah merupakan salah satu karya tulis yang dapat membantu para
pembacanya untuk mendapatkan informasi tertentu. Untuk itu, bagi para pembaca
sebaiknya membaca beberapa sumber atau literatur guna perbandingan.