Anda di halaman 1dari 22

Critical Book Report

MICRO TEACHING
“Belajar & Pembelajaran (Berorientasi Standar Proses
Pendidikan) Dan Proses Belajar Mengajar”

Oleh :

TAMIMA AZRI ADILA


NIM : 3161131050
C Reguler 2016
Dosen : Dra.Nurmala Berutu, M.Pd & Mona Adria
Wirda, S.Pd, M.Pd

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Karunia
dan rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Micro Teaching ini
dengan baik dan tepat waktu. Adapun judul buku yang akan saya kritik yaitu “Belajar &
Pembelajaran (Berorientasi Standar Proses Pendidikan) dan Proses Belajar Mengajar”.
Pembuatan Critical Book Report ini bertujuan sebagai tugas individu mata kuliah
Micro Teaching.
Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Ibu Mona selaku dosen pengampu
yang telah membimbing saya dalam pembuatan Critical Book Report ini.
Critical Book Report ini saya yakini jauh dari kesempurnaan dan masih banyak
kekurangannya seperti pepatah yang mengatakan “tak ada gading yang tak retak”, baik isi
maupun penyusunannya. Atas semua itu dengan rendah hati saya harapkan kritik dan saran
yang membangun guna menyempurnakan tugas Critical Book Report ini. Semoga tugas
Critical Book Report ini dapat bermanfaat.

Lubuk Pakam, 15 September 2018

Tamima Azri Adila

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................. i


DAFTAR ISI........................................................................................................................... ii
IDENTITAS BUKU .............................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang.......................................................................................................... 1
1.2 Tujuan ....................................................................................................................... 1
1.3 Manfaat ..................................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................................ 2
2.1 Ringkasan Buku Utama ............................................................................................ 2
2.2 Ringkasan Buku Pembanding................................................................................... 7
BAB III KELEBIHAN BUKU ............................................................................................ 16
BAB IV KELEMAHAN BUKU .......................................................................................... 17
BAB V PENUTUP................................................................................................................ 18
5.1 Kesimpulan ............................................................................................................. 18
5.2 Saran ....................................................................................................................... 18

ii
IDENTITAS BUKU

IDENTITAS BUKU UTAMA


Judul Buku : Belajar & Pembelajaran (Berorientasi Standar Proses
Pendidikan)
Penulis : Dr. Rusman M.Pd.
ISBN : 978-602-422-063-1
Penerbit : KENCANA
Tahun terbit : 2017
Kota Terbit : Jakarta
Urutan cetakan : Pertama
Tebal buku : 538 Halaman

IDENTITAS BUKU PEMBANDING


Judul Buku : Proses Belajar Mengajar
Penulis : Prof. Dr. Oemar Hamalik
ISBN : 979-526-767-1
Penerbit : PT Bumi Aksara
Tahun terbit : 2013
Kota Terbit : Jakarta
Urutan cetakan : Kelima Belas (15)
Tebal buku : 242 Halaman

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Proses belajar mengajar atau pembelajaran merupakan suatu kegiatan
melaksanakan kurikulum dalam lembaga pendidikan supaya siswa dapat mencapai
tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan pada dasarnya mengantarkan para siswa
menuju perubahan tingkah laku baik intelektual, moral, maupun sosial budaya. Dengan
pendidikan diharapkan supaya siswa dapat hidup mandiri sebagai individu maupun
makhluk sosial. Proses pembelajaran itu sendiri menekankan pada terjadinya interaksi
antara peserta didik, guru, metode, kurikulum, sarana, dan aspek lingkungan yang terkait
untuk mencapai kompetensi pembelajaran. Kompetensi akan tercapai dengan maksimal
ketika semua komponen terpenuhi sesuai dengan fungsinya masing-masing.

1.2 Tujuan
1. Mengulas isi sebuah buku
2. Mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam buku
3. Melatih diri untuk berpikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan oleh setiap
bab dari sebuah buku

1.3 Manfaat
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Micro Teaching
2. Untuk mengembangkan bakat dan mengkritik buku
3. Untuk meningkatkan kita dalam berfikir rasional
4. Untuk meningkatkan pola pikir kita dalam menganalisa buku

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Ringkasan Buku Utama


BELAJAR & PEMBELAJARAN (BERORIENTASI STANDAR PROSES
PENDIDIKAN)
BAB I (PENDAHULUAN)
Belajar pada hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di
sekitar individu siswa. Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada
tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman.
Pembelajaran merupakan akumulasi dari konsep mengajar (teaching) dan konsep
belajar (learning).
BAB II (PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM 2013)
Pemerintah melalui kementrian pendidikan dan kebudayaan telah mengeluarkan
peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan republik indonesia nomor 81A Tahun
2013 tentang implementasi kurikulum, dimana kurikulum tersebut disebut dengan
kurikulum 2013. Pedoman pembelajaran dalam kurikulum 13 memiliki pedoman
diantaranya: pendahuluan, tujuan pedoman kegiatan pembelajaran, pengguna pedoman
pembelajaran, cakupan pedoman kegiatan pembelajaran, konsep dan strategi
pembelajaran, konsep dan strategi penerapan sistem kredit semester, konsep dan strategi
penilaian hasil belajar, konsep dan strategi layanan bimbingan dan konseling, dan
strategi layanan bimbingan dan konseling.
BAB III (STANDAR PROSES PENDIDIKAN)
Pada tahun 2013 pemerintah memberlakukan kurikulum 2013 secara bertahap. Visi
pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang
kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara indonesia berkembang
menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan
zaman yang selalu berubah.
Karakteristik pembelajaran pada setiap satuan pendidikan terkait erat pada standar
kompetensi lulusan dan standar isi. Standar kompetensi lulusan memberikan kerangka
konseptual tentang sasaran pembelajaran yang harus dicapai. Sesuai dengan standar
kompetensi lulusan, sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap,
pengetahuan, dan keterampilan yang dielaborasikan untuk setiap satuan pendidikan.

2
Perencanaan pembelajaran mencakup desain pembelajaran dimana desain
pembelajaran yaitu terdapat silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran dan prinsip
penyusunan pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Pelaksanaan pembelajaran mencakup persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
dan pelaksanaan pembelajaran.
BAB VI (BELAJAR DAN PEMBELAJARAN)
Belajar pada hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di
sekitar individu siswa. Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada
pencapaian tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman yang diciptakan
guru. Belajar juga merupakan proses melihat, mengamati, dan memahami sesuatu yang
ada disekitar siswa. Terdapat tiga model pembelajaran yaitu model pembelajaran
berbasis masalah, model pembelajaran berbasis proyek dan model diskoveri. Ketiga
model pembelajaran tersebut diharapkan dapat mengarahkan pada siswa agar mampu
memecahkan permasalahan dalam kehidupan dan mampu berbuat dalam rangka
mengaktualisasikan kemampuannya dalam bentuk soft skill maupun hard skill yang
terintegrasi.
BAB V (GURU PROFESIONAL DAN PEMBELAJARAN ABAD KE-21)
Era transformasi pendidikan abad ke-21 merupakan arus perubahan dimana guru
dan siswa akan sama-sama memainkan peranan penting dalam kegiatan pembelajaran.
Permasalahan penting pembelajaran abad ke-21 ialah pengintegrasian teknologi
informasi dan komunikasi dalam kegiatan pembelajaran merupakan suatu keniscayaan.
Guru perlu mengikuti perkembangan zaman begitu juga dengan siswa perlu belajar
sesuai dengan zamannya. Guru abad ke-21 adalah guru yang kreatif dan mampu
mengintegrasikan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan
pembelajaran. Guru abad ke-21 harus memiliki pemahan bahwa pelajaran disekolah
harus disampaikan semenarik mungkin, untuk itu kehadiran multimedia didalam kelas
menjadi suatu keniscayaan. Hal itu dikarenakan para siswa pada abad ke-21 adalah
mereka yang sangat familier dengan peralatan atau multimedia berbasis komputer.
BAB VI (STRATEGI DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN)
Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang
rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan. Kemp (1985)
mendefinisikan strategi pembelajaran sebagai suatu kegiatan pembelajaran yang harus
dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan
efisien. Moedjiono (1993) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah kegiatan

3
guru untuk memikirkan dan mengupayakan terjadinya konsistensi antara aspek-aspek
dari komponen pembentuk sistem pembelajaran, dimana untuk itu guru menggunakan
siasat tertentu.
Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap
proses pembelajaran. Istilah pendekatan merujuk kepada pandangan tentang terjadinya
suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Roy kellen (1998) mencatat bahwa
terdapat dua pendekatan dalam pembelajran, yaitu pendekatan yang berpusat pada guru
dan pendekatan yang berpusat pada siswa.
Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung,
pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Adapun, pendekatan pembelajaran
yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran inkuiri dan diskoveri serta
pembelajaran induktif.
BAB VII (MEDIA PEMBELAJARAN)
Media adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan
pembelajaran. Media merupakan alat yang harus ada apabila kita ingin memudahkan
sesuatu dalam pekerjaan. Media merupakan alat bantu untuk dapat memudahkn
pekerjaan. Menurut Heinich (1993) media merupakan alat saluran komunikasi.
Media pembelajaran ini merupakan salah satu komponen proses belajar mengajar
yang memiliki peranan sangat penting dalam menunjang keberhasilan proses belajar
mengajar. Media pembelajaran merupakan suatu teknologi pembawa pesan yang dapat
digunakan untuk keperluan pembelajaran; media pembelajaran merupakan sarana fisik
untuk menyampaikan materi pelajaran. Media pembelajaran merupakan sarana
komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang dengar termasuk teknologi perangkat
keras.
BAB VIII (MODEL-MODEL PEMBELAJARAN)
Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan, artinya guru boleh memilih
model pembelajaran yang sesuai, efektif, dan efisien untuk mencapai tujuan
pembelajaran yang diharapkan.
Terdapat model pembelajaran berdasarkan teori yang meliputi model interaksi
sosial, model pemrosesan informasi, model personal, dan model modifikasi tingkah laku
(behavioral).
BAB IX (MODEL-MODEL DAN DESAIN PEMBELAJARAN)
Model desain pembelajaran pada dasarnya merupakan pengelolaan dan
pengembangan yang dilakukan terhadap komponen-komponen pembelajaran. Beberapa

4
model pengembangan pembelajaran, antara lain yaitu model PPSI (prosedur
pengembangan sistem instruksional), model Jerold E. Kemp, Gerlach & Ely, Glasser,
Bella Banathy, Rogers, dan model-model pembelajaran yang lainnya. Seorang guru
sebelum melakukan kegiatan pembelajaran terlebih dahulu harus membuat perencanaan
pembelajaran yang disebut dengan RPP. Di dalam mengembangkan RPP seorang guru
harus memilih/menggunakan model desain pembelajaran yang dianggap cocok untuk
digunakan.
BAB X (PEMBELAJARAN KOOPERATIF)
Pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa
belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya
terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen.
Menurut Slavin (2007), pembelajaran kooperatif menggalakan siswa berinteraksi
secara aktif dan positif dalam kelompok. Dalam model pembelajaran kooperatif ini guru
lebih berperan sebagai fasilitator yang berfungsi sebagai jembatan penghubung ke arah
pemahaman yang lebih tinggi, dengan catatan siswa sendiri. Guru tidak hanya
memberikan pengetahuan pada siswa, tetapi juga harus membangun pengetahuan dalam
pikirannya. Siswa mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pengalaman langsung
dalam menerapkan ide-ide mereka, ini merupakan kesempatan bagi siswa untuk
menemukan dan menerapkan ide-ide mereka sendiri.
BAB XI (PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL)
Pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar yang dapat membantu guru
mengaitkan antara materi yang diajarkannya dan situasi dunia nyata siswa serta
mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dan
penerapannya dalam kehidupan mereka sebagi anggota keluarga dan masyarakat.
(Nurhadi, 2002).
Dalam pembelajaran kontekstual ada tujuh prinsip pembelajaran yang harus
dikembangkan oleh guru yaitu: 1) konstruktivisme; 2) menemukan (inquiry); 3)
bertanya; 4) masyarakat belajar; 5) pemodelan; 6)refleksi; 7) penilaian sebenarnya.
BAB XII (PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH)
Boud dan Feletti (1997) mengemukakan bahwa pembelajaran berbasis masalah
adalah inovasi yang paling signifikan dalam pendidikan. Margetson (1994)
mengemukakan bahwa kurikulum PBM membantu untuk meningkatkan perkembangan
keterampilan belajar sepanjang hayat dalam pola pikir yang terbuka, reflektif, kritis, dan
belajar aktif. Kurikulum PBM memfasilitasi keberhasilan memecahkan masalah,

5
komunikasi, kerja kelompok, dan keterampilan interpersonal dengan lebih baik
dibandingkan pendekatan yang lain.
Pembelajaran berbasis masalah merupakan penggunaan berbagai macam
kecerdasan yang diperlukan untuk melakukan konfrontasi terhadap tantangan dunia
nyata, kemampuan untuk menghadapi segala sesuatu yang baru, dan kompleksitas yang
ada. (Tan, 2000).
BAB XIII (PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU)
Pembelajaran tematik terpadu merupakan salah satu pendekatan dalam
pembelajaran terpadu yang merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan
siswa, baik secara individu maupun kelompok, aktif menggali dan menemukan konsep
serta prinsip-prinsip keilmuan secara holistik, bermakna, dan autentik.
Model pembelajaran tematik terpadu adalah model pembelajaran terpadu yang
menggunakan pendekatan tematik yang melibatkan bebrapa mata pelajaran untuk
memberikan pengalaman bermakna kepada siswa.
Karakteristik pembelajaran tematik terpadu yaitu berpusat pada siswa, memberikan
pengalaman langsung, pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas, menyajikan konsep
dari berbagai mata pelajaran, bersifat fleksibel, hasil pembelajaran sesuai dengan minat
dan kebutuhan siswa, dan menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan
menyenangkan.
BAB XIV (PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK)
Pembelajaran berbasis proyek adalah suatu pembelajaran yang melibatkan suatu
proyek dalam proses pembelajaran. Proyek yang dikerjakan oleh siswa dapat berupa
proyek perseorangan atau kelompok dan akan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu
secara kolaboratif, menghasilkan sebuah produk, yang hasilnya kemudian akan
ditampilkan atau dipresentasikan.
BAB XV (PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN)
Berkenaan dengan implementasi K13 di SD/MI pemerintah menekankan pada
dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan
saintifik atau pendekatan ilmiah.
Pendekatan saintifik adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan
pada aktivitas siswa melalui kegiatan mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan
membuat jejaring pada kegiatan pembelajaran di sekolah. Pendekatan saintifik
merupakan pendekatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik

6
untuk mengaktualisasikan kemampuannya melalui kegiatan pembelajaran yang telah
dirancang oleh guru.
BAB XVI (PENILAIAN PEMBELAJARAN)
Penilaian autentik adalah suatu istilah/terminologi yang diciptakan untuk
menjelaskan berbagai metode penilaian alternatif yang memungkinkan siswa dapat
mendemonstrasikan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-tugas dan
menyelesaikan masalah.
Menurut Ormiston, belajar autentik mencerminkan tugas dan pemecahan masalah
yang dilakukan oleh peserta didik dikaitkan dengan realitas di luar sekolah atau
kehidupan pada umumnya.
Jenis-jenis penilaian autentik yaitu meliputi: 1) penilaian sikap; 2) penilaian
pengetahuan; dan 3) penilaian keterampilan.
Standart penilaian pembelajaran adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur,
dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.

2.2 Ringkasan Buku Pembanding


PROSES BELAJAR MENGAJAR
BAGIAN KESATU
KONSEP PENGAJARAN DAN KURIKULUM
Kurikulum dan pengajaran merupakan dua hal yang berbeda namun erat kaitannya
antara satu dengan yang lainnya. Kurikulum pada dasarnya merupakan suatu perencanaan
menyeluruh yang mencakup kegiatan dan pengalaman yang perlu disediakan yang
memberikan kesempatan secara luas bagi siswa untuk belajar. Dengan kurikulum itu pada
gilirannya tersedia kesempatan dan kemungkinan terselenggaranya proses belajar dan
mengajar.
Dengan kata lain, semua proses belajar mengajar atau pengajaran, atau
pembelajaran senantiasa berpedoman pada kurikulum tertentu sesuai dengan tuntutan
lembaga pendidikan/sekolah dan kebutuhan masyarakat serta faktor-faktor lainnya.
BAB 1 KONSEP DIDATIK
Istilah didatik berasal dari kata didasco, didaskein, artinya saya mengajar atau jalan
pelajaran, bahkan ada yang menyebutkan sebagai ilmu tentang mengajar dan belajar.
Ilmu ini membicarakan tentang bagaimana cara membimbing kegiatan belajar murid
secara berhasil.

7
Objek didatik, setiap ilmu mempunyai objek tertentu yang menjadi pokok peninjauan,
misalnya:
− Filsafat objeknya adalah manusia,
− Psikologi objeknya ialah tingkah laku manusia,
− Sosiologi objeknya ialah masyarakat,
− Ilmu ekonomi objeknya ialah kegiatan-kegiatan ekonomi, dan sebagainya.
BAB 2 BELAJAR DAN TEORI BELAJAR
Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman
(learning is defined as the modification or strengthening of behavior through
experiencing).
Menurut pengertian ini, belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan
suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu,
yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan
pengubahan kelakuan. Pengertian ini sangat berbeda dengan pengertian lama tentang
belajar, yang menyatakan bahwa belajar adalah memperoleh pengetahuan, bahwa belajar
adalah latihan-latihan pembentukan kebiasaan secara otomatis dan seterusnya.
Belajar bukan suatu tujuan tetapi merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan.
Jadi, merupakan langkah-langkah atau prosedur yang ditempuh.
Beberapa aliran psikologi dalam hubungannya dengan teori belajar, yakni:
1) Teori psikologi klasik
2) Teori psikologi daya
3) Teori mental state
4) Teori psikologi behaviorisme
5) Teori psikologi gestalt
BAB 3 MENGAJAR DAN PENGAJARAN
Mengajar ialah menyampaikan pengetahuan kepada siswa didik atau murid di
sekolah.
Kriteria ini sejalan dengan pendapat dari teori pendidikan yang bersikap pada mata
pelajaran yang disebut formal atau tradisional. Implikasi dari pengertian tersebut antara
lain sebagai berikut.
1) Pengajaran dipandang sebagai persiapan hidup
2) Pengajaran adalah suatu proses penyampaian
3) Penguasaan pengetahuan adalah tujuan utama
4) Guru dianggap yang paling berkuasa

8
5) Murid selalu bertindak sebagai penerima
6) Pengajaran hanya berlangsung di ruangan kelas.
Pengajaran adalah suatu sistem yang luas, yang mengandung banyak aspek, di
antaranya:
a) Profesi guru
b) Perkembangan dan pertumbuhan siswa sebagai organisme yang sedang berkembang
c) Tujuan dari pendidikan dan pengajaran yang berpangkal pada filsafat hidup
masyarakat
d) Program pendidikan atau kurikulum sekolah
e) Perencanaan pengajaran
f) Bimbingan di sekolah, dan
g) Hubungan dengan masyarakat pada umumnya dan hubungan dengan lembaga-
lembaga/instansi-instansi pada khususnya.
BAB 4 PENGEMBANGAN KURIKULUM
Kurikulum adalah program pendidikan yang disediakan oleh lembaga pendidikan
(sekolah) Bagi siswa. Dalam sistem Pendidikan Nasional, dinyatakan bahwa kurikulum
adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara
yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Rumusan
ini lebih spesifik yang mengandung pokok-pokok pikiran sebagai berikut.
1) Kurikulum merupakan suatu rencana/perencanaan.
2) Kurikulum merupakan pengaturan, berarti mempunyai sistematika dan struktur
tertentu.
3) Kurikulum memuat/berisikan isi dan bahan pelajaran, menunjuk kepada perangkat
mata ajaran atau bidang pengajaran tertentu.
4) Kurikulum mengandung cara, metode, atau strategi penyampaian pengajaran.
5) Kurikulum merupakan pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.
6) Kendatipun tidak tertulis, namun telah tersirat di dalam kurikulum, yakni kurikulum
dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan.
7) Berdasarkan butir 6 maka kurikulum sebenarnya adalah suatu alat pendidikan.

9
Ada lima faktor penting yang mesti diperhatikan dalam pengembangan kurikulum,
ialah:
1. Filsafat pendidikan,
2. Masyarakat,
3. Siswa,
4. Proses belajar, dan
5. Bentuk kurikulum

BAGIAN KEDUA
KOMPONEN-KOMPONEN PENGAJARAN
Pengajaran adalah suatu sistem, artinya suatu keseluruhan yang terdiri dari
komponen-komponen yang berinterelasi dan berinteraksi antara satu dengan yang lainnya
dan dengan keseluruhan itu sendiri untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah
ditetapkan sebelumnya.
Adapun komponen-komponen tersebut meliputi:
1. Tujuan pendidikan dan pengajaran,
2. Peserta didik atau siswa,
3. Tenaga kependidikan khuusnya guru,
4. Perencanaan pengajaran sebagai suatu segmen kurikulum,
5. Strategi pembelajaran,
6. Media pengajaran, dan
7. Evaluasi pengajaran.
BAB 5 TUJUAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat
menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungannya dan dengan demikian akan
menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya untuk berfungsi secara
adekuat dalam kehidupan masyarakat. Pengajaran bertugas mengarahkan proses ini agar
sasaran dari perubahan itu dapat tercapai sebagaimana yang diinginkan.
Tujuan pendidikan dan pengajaran dapat kita bagi menjadi empat
tingkatan/jenjang sesuai dengan ruang lingkup dan sasaran yang hendak dicapai oleh
tujuan itu. Tingkatan tujuan tersebut adalah sebagai berikut.

10
a. Tujuan pendidikan nasional
Tujuan pendidikan nasional adalah tujuan umum dari sistem pendidikan nasional.
Tujuan pendidikan nasional menjadi pedoman dari seluruh kegiatan dan lembaga
pendidikan dinegara kita.
a. Tujuan lembaga pendidikan
Setiap lembaga pendidikan, sejak dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan
tinggi, masing-masing mempunyai tujuan yang hendak dicapai, dan tujuan itu
berbeda-beda satu sama lain berdasarkan pada jenis lembaga dan untuk siapa lembaga
itu disediakan.
b. Tujuan kurikulum
Kurikulum harus mempersiapkan anak didik untuk dapat berdiri sendiri dalam
masyarakat sebagai manusia Pancasila.
c. Tujuan mata pelajaran
Setiap mata pelajaran memiliki tujuan-tujuannya sendiri yang berbeda satu sama lain.
Tujuan-tujuan mata pelajaran ini merupakan penjabaran dari tujuan kurikulum dalam
rangka mencapai tujuan Pendidikan Nasional.
BAB 6 PESERTA DIDIK (SISWA)
Konsep-konsep dasar yang berkenaan dengan perkembangan siswa ialah:
a. Pertumbuhan
Pertumbuhan ialah pertambahan secara kuantitatif dari substansi atau struktur yang
umumnya ditandai dengan perubahan-perubahan biologis pada diri seseorang yang
menuju kearah kematangan.
b. Kematangan
Kematangan adalah tingkat atau keadaan yang harus dicapai dalam proses
perkembangan perorangan sebelum ia dapat melakukan sebagaimana mestinya pada
bermacam-macam tingkat pertumbuhan mental, fisik, sosial, dan emosional.
c. Perkembangan
Perkembangan menggambarkan perubahan kualitas dan abilitas dalam diri seseorang,
yakni adanya perubahan dalam struktur, kapasitas, fungsi, dan efisiensi.
d. Perkembangan normal
Perkembangan normal dilihat dari segi pola perkembangan individu siswa.
Perkembangan normal dilihat dari segi usia kronologis.

11
BAB 7 TENAGA KEPENDIDIKAN (GURU)
Pekerjaan guru adalah suatu pekerjaan mulia dan telah merangsang banyak
pemuda yang berminat terjun ke dalamnya. Jabatan guru dikenal sebagai suatu pekerjaan
profesional, artinya jabatan ini memerlukan suatu keahlian khusus.
Karena pekerjaan guru adalah pekerjaan profesional maka untuk menjadi guru
harus pula memenuhi persyaratan yang berat. Beberapa di antaranya ialah:
1. Harus memiliki bakat sebagai guru,
2. Harus memiliki keahlian sebagai guru,
3. Memiliki kepribadian yang baik dan terintegrasi,
4. Memiliki mental yang sehat,
5. Berbadan sehat,
6. Memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas,
7. Guru adalah manusia berjiwa Pancasila, dan
8. Guru adalah seorang warga negara yang baik.

BAB 8 PERENCANAAN PENGAJARAN


Guru yang baik akan berusaha sedapat mungkin agar pengajarannya berhasil.
Salah satu faktor yang bisa membawa keberhasilan itu, ialah guru tersebut senantiasa
membuat perencanaan mengajar sebelumnya.
Pada garis besarnya, perencanaan mengajar berfungsi sebagai berikut:
1. Memberi guru pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan pendidikan sekolah dan
hubungannya dengan pengajaran yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan itu.
2. Membantu guru memperjelas pemikiran tentang sumbangan pengajarannya terhadap
pencapaian tujuan pendidikan.
3. Menambah keyakinan guru atas nilai-nilai pengajaran yang diberikan dan prosedur
yang dipergunakan.
4. Membantu guru dalam rangka mengenal kebutuhan-kebutuhan murid, minat-minat
murid, dan mendorong motivasi belajar.
5. Mengurangi kegiatan yang bersifat trial dan error dalam mengajar dengan adanya
organisasi kurikuler yang lebih baik, metode yang tepat dan menghemat waktu.
6. Murid-murid akan menghormati guru yang dengan sungguh-sungguh mempersiapkan
diri untuk mengajar sesuai dengan harapan-harapan mereka.
7. Memberikan kesempatan bagi guru-guru untuk memajukan pribadinya dan
perkembangan profesionalnya.

12
8. Membantu guru memiliki perasaan percaya pada diri sendiri dan jaminan atas diri
sendiri.
9. Membantu guru memelihara kegairahan mengajar dan senantiasa memberikan bahan-
bahan yang up to date kepada murid.
BAB 9 EVALUASI PENGAJARAN
Evaluasi pengajaran merupakan suatu komponen dalam sistem pengajaran,
sedangkan sistem pengajaran itu sendiri merupakan implementasi kurikulum, sebagai
upaya untuk menciptakan belajar di kelas. Fungsi utama evaluasi dalam kelas adalah
untuk menentukan hasil-hasil urutan pengajaran.

BAGIAN KETIGA
IMPLEMENTASI PENGAJARAN
Pengajaran yang efektif berlangsung dalam suatu proses berkesinambungan,
terarah berdasarkan perencanaan yang matang. Proses pengajran itu dilandasi oleh
prinsip-prinsip yang fundamental yang akan menentukan apakah pengajaran itu
berlangsung secara wajar dan berhasil.
BAB 10 PENGAJARAN BERBASIS MOTIVASI
Nilai motivasi dalam pengajaran adalah menjadi tanggung jawab guru agar
pengajaran yang diberikannya berhasil dengan baik. Keberhasilan ini banyak bergantung
pada usaha guru membangkitkan motivasi belajar murid.
Guru dapat menggunakan berbagai cara untuk menggerakkan atau
membangkitkan motivasi belajar siswanya, ialah sebagai berikut:
1) Memberi angka
2) Pujian
3) Hadiah
4) Kerja kelompok
5) Persaingan
6) Tujuan dan level of aspiration
7) Sarkasme
8) Penilaian
9) Karyawisata dan ekskursi
10) Film pendidikan
11) Belajar melalui radio

13
BAB 11 PENGAJARAN BERBASIS AKTIVITAS
Nilai aktivitas dalam pengajaran. Penggunaan asas aktivitas besar nilainya bagi
pengajaran para siswa oleh karena:
1. Para siswa mencari pengalaman sendiri dan langsung mengalami sendiri.
2. Berbuat sendiri akan mengembangkan seluruh aspek pribadi siswa secara integral.
3. Memupuk kerja sama yang harmonis di kalangan siswa.
4. Para siswa bekerja menurut minat dan kemampuan sendiri.
5. Memupuk disiplin kelas secara wajar dan suasana belajar menjadi demokratis.
BAB 12 PENGAJARAN BERBASIS PERBEDAAN INDIVIDUAL
Ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan individual, yakni faktor
warisan keturunan dan faktor pengaruh lingkungan. Ada beberapa jenis pengajaran
individual, ialah sebagai berikut:
a) Setiap individu mendapat tugas.
b) Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang diberi pengajaran kelompok dan
tugas-tugas secara okasional.
c) Setiap siswa maju dengan kecepatan sendiri tapi masing-masing mempunyai dasar
yang sama, yang dilengkapi dengan tugas tahunan dalam suatu mata pelajaran.
BAB 13 PENGAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN
Lingkungan merupakan dasar pendidikan/pengajaran yang penting, bahkan
dengan dasar ini dapat dikembangkan suatu model persekolahan yang berorientasi pada
lingkungan masyarakat.

BAGIAN KEEMPAT
STRATEGI PENGAJARAN BERPUSAT PADA SISWA
Pengajaran yang berpusat pada siswa adalah proses belajar mengajar berdasarkan
kebutuhan dan minat siswa. Strategi pengajaran yang berpusat pada siswa dirancang
untuk menyediakan sistem belajar yang fleksibel sesuai dengan kehidupan dan gaya
belajar siswa. Lembaga dan pendidikan guru tidak berperan sebagai sntral melainkan
hanya sebagai penunjang.
BAB 14 PUSAT BELAJAR MODULAR
Suatu pusat belajar modular di kelas dapat ditentukan sebagai wahana yang
menyediakan pengalaman yang bersifat self contained dan self directed di mana para
siswa berinteraksi dengan material (bahan pelajaran) dan memperoleh balikan langsung
tentang belajar tersebut.

14
BAB 15 PENGAJARAN BERDASARKAN PENGALAMAN
Pengajaran berdasarkan pengalaman memberi para siswa seperangkat/serangkaian
situasi-situasi belajar dalam bentuk keterlibatan pengalaman sesungguhnya yang
dirancang oleh guru. Cara ini langsung ke dalam suatu situasi pemecahan masalah/daerah
mata ajaran tertentu.
Tujuan pendiidkan yang mendasari strategi ini adalah:
1. Untuk menambah rasa percaya diri dan kemampuan pelajar melalui partisipasi belajar
aktif (berlawanan dengan partisipasi pasif);
2. Untuk menciptakan interaksi sosial yang positif guna memperbaiki hubungan sosial
dalam kelas.
BAB 16 PENGAJARAN BERDASARKAN INKUIRI
Pengajaran inkuiri dibentuk atas dasar diskoveri, sebab seorang siswa harus
menggunakan kemampuannya berdiskoveri dan kemampuan lainnnya. Dalam inkuiri,
seseorang bertindak sebagai seorang ilmuwan (scientist), melakukan eksperimen, dan
mampu melakukan proses mental berinkuiri, adalah sebagai berikut:
a. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang gejala alami.
b. Merumuskan masalah-masalah.
c. Merumuskan hipotesis-hipotesis.
d. Merancang pendekatan investigatif yang meliputi eksperimen.
e. Melaksanakan eksperimen.
f. Mensintesiskan pengetahuan.
BAB 17 PENGAJARAN ADVOKASI
Belajar advokasi menuntut siswa menjadi advokat dari pendapat tertentu yang
bertalian dengan topik yang tersedia. Para siswa menggunakan keterampilan riset,
keterampilan analisis, dan keterampilan berbicara dan mendengar, sebagaimana mereka
berpartisipasi dalam kelas pengalaman advokasi, mereka dihadapkan pada isu-isu
kontroversial dan harus mengembangkan suatu kasus untuk mendukung pendapat mereka
di dalam perangkat petunjuk dan tujuan-tujuan khusus.
BAB 18 PENGAJARAN DENGAN BANTUAN KOMPUTER
Pemberdayaan teknologi dalam pengajran merupakan pemberdayaan unsur
kekuatan luar yang mengakibatkan materi pengajaran, bukan ditentukan berdasarkan
keputusan kurikuler, melainkan keputusan bergantung pada guru. Jenis teknologi yang
digunakan dalam pengajaran terdiri dari media audiovisual (film, filmstrip, televisi, dan
kaset video) dan komputer.

15
BAB III
KELEBIHAN BUKU

3.1 Kelebihan Buku Utama (Belajar & Mengajar (Berorientasi Standar Proses
Pendidikan))
Kelebihan buku utama yang berjudul Belajar & Mengajar (Berorientasi Standar
Proses Pendidikan) yaitu buku mencatumkan identitas yang lengkap, tidak menyulitkan
pembaca untuk mengetahui informasi bibliografi, dan cover buku menarik serta isi
buku yang lengkap yang tidak terlalu sulit dipahami dan banyak mencantumkan
pendapat-pendapat para ahli.

3.2 Kelebihan Buku Pembanding (Proses Belajar Mengajar)


Kelebihan buku pembanding yang berjudul Proses Belajar Mengajar yaitu buku
ini juga mencantumkan identitas yang lengkap sehingga tidak menyulitkan pembaca
untuk mengetahui informasi bibliografi dan definisi-definisi per BAB dari buku yang
berjudul proses belajar mengajar sangat jelas dan mudah dipahami. Dan di akhir
pembahasan setiap bab terdapat beberapa pertanyaan yang dapat membantu pembaca
untuk meningkatkan pengetahuan pembaca dengan menjawab jawaban dari pertanyaan
tersebut.

16
BAB IV
KELEMAHAN BUKU

4.1 Kelemahan Buku Utama (Belajar & Mengajar (Berorientasi Standar Proses
Pendidikan))
Kelemahan buku utama yang berjudul Belajar & Mengajar (Berorientasi Standar
Proses Pendidikan) yaitu di dalam buku ini tidak terdapat gambar-gambar yang menarik
minat pembaca sehingga cepat membuat bosan untuk membacanya seperti saya sendiri
yang dengan ketebalan buku lebih dari 500 halaman

4.2 Kelemahan Buku Pembanding (Proses Belajar Mengajar)


Tidak ada kelemahan dari buku pembanding yang berjudul proses belajar
mengajar.

17
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian
perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam
situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik
antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar
mengajar. Interaksi dalam peristiwa belajar mengajar mempunyai arti yang lebih luas,
tidak sekedar hubungan antara guru dan siswa, tetapi berupa interaksi edukatif.
Proses belajar mengajar memeiliki makna dan pengertian yang lebih luas daripada
pengertian mengajar semata. Dalam proses belajar mengajar tersirat adanya suatu
kesatuan kegiatan yang tak terpisahkan antara siswa yang belajar dan guru yang
mengajar. Antara kedua kegiatan ini terjalin interaksi yang saling menunjang.

5.2 Saran
Sebaiknya kita lebih dalam lagi mempelajari tentang materi-materi yang
bersangkutan dengan belajar dan pembelajaran agar kita dapat menjadi guru yang
profesional. Dan semoga dengan adanya tugas critical book report ini dapat menambah
wawasan dan pengetahuan kita terkhusus bagi jurusan pendidikan geografi dan bagi
siapa saja yang membacanya.

18