Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN

PENDIDIKAN KELUARGA
SDN 03 MADIUN LOR

TAHUN 2019
LEMBAR PENGESAHAN

JUDUL : Laporan Implementasi Pendidikan Keluarga di SDN 03 Madiun


Lor Kota Madiun Tahun 2019

PELAKSANAAN : Tanggal 2 Januari 2019 sampai dengan 14 Agustus 2019

Madiun, Agustus 2019

Pengurus Komite Sekolah Kepala SDN 03 Madiun Lor

Marsono Jasmi,S.Pd.M.Pd
NIP 19631201 198703 2 016

Mengetahui,

Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Pengawas SMP Kota Madiun

Drs. Heri Wasana Tuning Hardiati,M.Pd


Pembina Tingkat I NIP 19600402 197907 2 006
NIP 19660422 199303 1 007
BAB I

IMPLEMENTASI PERENCANAAN

A. Latar Belakang

Hasil penelitian Izzo dkk, 1999, menunjukan bahwa ketika orang tua dan sekolah
berkolaborasi secara efektif, siswa dapat berperilaku dan menunjukkan prestasi yang lebih
baik di sekolah.
Greenwood & Hickman (dalam Gürbüztürk & Sad, 2010) menyebutkan bahwa
keterlibatan orang tua di sekolah memberikan kontribusi yang positif dalam prestasi
akademis, frekuensi kehadiran, iklim sekolah, persepsi orang tua dan anak tentang belajar
di kelas, sikap dan perilaku positif anak, kesiapan anak untuk mengerjakan PR,
peningkatan waktu yang dihabiskan anak bersama orang tuanya, aspirasi pendidikan,
kepuasan orang tua terhadap guru, dan kesadaran anak terhadap kehidupan yang baik.
Kotaman (dalam Gürbüztürk & Sad, 2010) menjelaskan bahwa keter-libatan orang
tua dapat memberi efek positif pada berbagai aspek pendidikan termasuk meningkatkan
perilaku anak dan adaptasi sosial, mengurangi masalah kedisiplinan di sekolah,
meningkatkan kesuksesan di sekolah, dan peningkatan kehadiran di sekolah.
Sehingga sekarang ini dalam dunia pendidikan masyarakat berhak berperan serta
dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program pendidikan (Pasal 8
UU No 20 tahun 2003). Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta
perseorangan, kelompok, keluarga, organisasi profesi, pengusaha, dan organisasi
kemasyarakatan dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pelayanan pendidikan
(Pasal 54 ayat 1).
Keikutsertaan masyarakat sangat penting dalam perkembangan anak terutama pada
saat usia dasar (Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama). Untuk itulah dibutuhkan
kerjasama yang baik antara sekolah, orangtua dan masyarakat, sehingga perlu adanya
pendidikan keluarga dalam program sekolah.
Diharapkan pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan
pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan
prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah (sebagaimana ada dalam pasal 51 ayat 1).
B. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
2. Undang- Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
3. Permendikbud No. 75 Tahun 2016 tentang komite Sekolah
4. Permendikbud No. 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
5. Permendikbud Nomor 30 Tahun 2017 tentang Pelibatan Keluarga dan Masyarakat
dalam Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga

C. Tujuan Pendidikan Keluarga


1. Mewujudkan kerjasama dan keselarasan program pendidikan di sekolah, keluarga, dan
masyarakat sebagai tri sentra pendidikan dalam membangun ekosistem pendidikan yang
menumbuhkan karakter dan budaya berprestasi peserta didik

D. Manfaat Pendidikan Keluarga


1. Meningkatkan kehadiran anak di sekolah
2. Meningkatkan sikap dan perilaku positif anak
3. Meningkatkan kebiasaan belajar anak dan prestasi akademik anak
4. Meningkatkan keinginan anak untuk melanjutkan sekolah
5. Meningkatkan komunikasi antara orang tua dan anak
6. Meningkatkan harapan orang tua pada anak
7. Meningkatkan kepuasan orang tua terhadap sekolah
8. Meningkatkan semangat kerja guru
9. Mendukung iklim sekolah yang lebih baik
10. Mendukung kemajuan sekolah secara keseluruhan

E. Perencanaan Implementasi
Kegiatan yang dilaksanakan
I. Hari Pertama Masuk Sekolah
1. Mengantar anak masuk sekolah pertama tahun ajaran baru
a) Sebagai bentuk dan wujud nyata dukungan orang tua atas pendidikan anaknya.
b) Orang tua lebih mengenal lingkungan sekolah anak serta berkenalan dengan
guru dan sesama orang tua.
c) Orang tua dapat menyaksikan antusiasisme anak-anak untuk bersekolah.
d) Orang tua merasa menjadi bagian dari sekolah.
e) Meningkatkan dukungan orang tua untuk kemajuan sekolah.

2. Pertemuan dengan wali kelas


a) Orang tua dapat memahami program dan tata tertib sekolah serta dapat
memberi usulan/masukan.
b) Orang tua dapat mendapatkan nomor-nomor telepon penting seperti nomor
telepon sekolah, kepala sekolah, wali kelas, dan sesama orang tua.
c) Sekolah dan orang tua dapat menyepakati cara berkomunikasi antara pihak
sekolah dengan orang tua.
d) Orang tua dapat membentuk paguyuban orang tua guna saling berkomunikasi
dan wadah kepentingan bersama.
e) Orang tua dapat menyepakati kegiatan dan jadwal kelas orang tua, kelas
inspirasi, pentas akhir tahun, dan kegiatan lain untuk mendukung kemajuan
sekolah.

3. Membangun Komunikasi Intensif antara Sekolah dan Orang Tua


Tujuan komunikasi antara sekolah dan orang tua adalah agar kedua belah pihak
memperoleh informasi secara utuh terkait kemajuan maupun permasalahan setiap
siswa.
Hal-hal yang perlu dikomunikasikan antara lain:
a. Saat anak tidak masuk sekolah: orang tua dapat menirim SMS kepada wali
kelas untuk diteruskan ke guru kelas.
b. Saat anak tidak masuk sekolah tanpa ada pemberitahuan: wali kelas dapat
bertanya ke orang tua melalui SMS, sehingga jika terjadi sesuatu cepat diambil
tindakan.
c. Saat anak berprestasi seperti terpilih penjadi ketua/pengurus kelas, pengurus
OSIS, mewakili sekolah, mendapat nilai 10, dll. wali kelas menyampaikan
ucapan selamat kepada orang tua melalui SMS.
d. Saat anak melanggar tata tertib sekolah.
Melalui kolaborasi ini, pelanggaran awal siswa terhadap tata tertib sekolah
penanganannya diserahkan ke orang tua/wali.
II. Kelas Orang Tua
a) Menambah pengetahuan orang tua dalam mendidik/mengasuh anak.
b) Meningkatkan keterlibatan orang tua dalam mendidik anak di sekolah dan di
rumah.
c) Sebagai wadah berbagi pengetahuan dan praktik baik dalam mendidik/mengasuh
anak di antara orang tua.
d) Adanya keselarasan dalam mendidik antara yang dilakukan di sekolah dan di
rumah.
e) Menumbuhkan jiwa kebersamaan di antara orang tua.

Materi wajib: pengasuhan positif dan mendidik anak di era digital.


Materi lain: sesuai dengan kesepakatan masing-masing kelompok (paguyuban orang
tua).
Nara sumber diutamakan berasal dari sesama orang tua atau guru, jika tidak ada dapat
menghadirkan nara sumber dari luar.
Kelas orang tua dikelola oleh paguyuban kelas secara mandiri, baik penyelenggaraan
maupun pembiayaan (jika ada), berdasarkan hasil kesepakatan dengan sesama orang
tua.
Pelaksanaannya diutamakan dalam lingkup orang tua yang anaknya sekelas dan
sesekali dapat dilakukan secara bersama (gabungan beberapa kelas atau satu
sekolahan).
III. Kelas Inspirasi
a) Kelas ispirasi dapat dilaksanaan dengan memanfaatkan waktu saat upacara bendera
atau waktu lain minimal sebulan sekali.
b) Kelas ispirasi pada saat upacara bendera dilaksanakan sebulan sekali dengan
menghadirkan nara sumber untuk berbicara 15-20 menit yang dapat menginspirasi
siswa.
c) Nara sumber yang dihadirkan dapat berasal dari orang tua terpilih, alumni, tokoh
masyarakat, pengusaha/pedagang/petani sukses, atau berbagai profesi untuk
memberikan inspirasi, motivasi, atau pengenalan profesi kepada siswa.
d) Kelas inspirasi juga dapat diisi materi penyuluhan misalnya terkait kekerasan,
NARKOBA, pornografi, HIV/Aids, ancaman radikalisme, dan materi lain yang
perlu diketahui atau dapat menginspirasi siswa.
IV. Pentas Kelas di Akhir Tahun Pembelajaran
1. Tujuannya adalah mengembirakan anak setelah semua tugasnya sebagai
pelajar selama setahun tertunaikan.
2. Acara diselenggarakan oleh orang tua bekerjasama dengan pihak satuan
pendidikan dengan memanfaatkan waktu setelah ujian akhir semester
sebelum penerimaan rapor kenaikan kelas, dengan susunan acara sbb.:
a. Menampilkan hasil karya dan prestasi yang dicapai siswa selama satu
tahun: setiap siswa wajib menampilkan hasil karya terbaiknya minimal
satu buah karya.
b. Setiap kelas diminta pentas secara bergilir disaksikan oleh para orang tua,
undangan, dan siswa kelas lainnya.
c. Acara diakhiri degnan pemberian penghargaan dari orang tua atau sekolah
kepada orang tua, guru, dan siswa atas prestasi non akademik yang dicapai
atau perilaku baik yang patut diteladani.

V. Bentuk Pelibatan Keluarga/Orang Tua


1. mendukung kegiatan belajar anak di satuan pendidikan;
2. mendukung kegiatan belajar anak di keluarga yang merupakan kesinambungan
kegiatan di satuan pendidikan;
3. memantau perkembangan dan hasil belajar anak atau peserta didik secara
bersama-sama antara orang tua dengan pihak satuan pendidikan.
4. memberikan masukan/pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan
berbagai kegiatan satuan pendidikan dalam meningkatkan layanan terhadap
sekolah
VI. Bentuk Program Dukungan Lain :
1. Dukungan Psikologis Awal/DPA (Psychological First Aid/PFA)
a) DPA adalah salah satu cara untuk melakukan penguatan dengan
memberikan dukungan psikologis kepada orang yang mengalami tekanan
psikologis dengan tujuan untuk menringan beban (mengobati luka batin),
besifat pertolongan pertama, dilakukan dalam durasi yang singkat, dan
bukan dilakukan oleh profesional.
b) DPA dapat dilakukan oleh teman dekat dengan fokus berempati, sabar
mendengarkan keluhan, tidak mencela/menyalahkan, dan jika situasi
sudah mereda dapat menghibur.
c) DPA sering digunakan pada korban bencana, agar mereka memperoleh
dukungan psikologis sehingga dapat kembali beraktivitas seperti sedia
kala.
d) DPA juga dapat digunakan pada korban kekerasan dan luka batin lainnya
sebagai upaya pertolongan pertama.

2. Program Kantin Sehat


1. Jajanan di lingkungan sekolah seringkali tidak terkontrol baik kebersihan
maupun bahan bakunya, sehingga berbahaya bagi kesehatan konsumen
(siswa).
2. Program jajanan sehat dapat dilakukan oleh sekolah bekerjasama dengan
orang tua dan kementerian kesehatan, misalnya melalui penyuluhan
kepada para pedagang di lingkungan sekolah cara memilih bahan dan
pengolahan jajanan sehat.
3. Bagi pedagang yang telah mengikuti saran, dapat diberikan stiker
“KANTIN SEHAT” untuk ditempel di gerobag/tempat dagang dan bagi
yang terus membandel dapat diberi sanksi.
4. Salah satu sanksi yang dapat diberikan adalah dengan memberitahu siswa
agar tidak membeli jajanan pada pedagang yang tidak berstiker
“KANTIN SEHAT”.

3. Kelompok Kerja (Pokja) Pendidikan Keluarga


1. Pokja digunakan sebagai wadah koordinasi dalam melakukan pembinaan
pendidikan keluarga, khususnya pelibatan keluarga dan masyarakat di
satuan pendidikan.
2. Tujuan pembentukan Pokja adalah agar pembinaan dapat dilakukan
secara lebih intensif dan komprehensif dengan pelibatan semua unsur,
termasuk pelibatan publik.
VII. Jadwal Kegiatan
No Nama Kegiatan 2019
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Mengantar anak masuk X
sekolah pertama tahun ajaran
baru
2 Pertemuan dengan wali kelas X X X X X
3 Membangun Komunikasi x x x x x x x x x x x X
Intensif antara Sekolah dan
Orang Tua
4 Kelas Orang Tua X X X X X X
5 Kelas Inspirasi X X
6 Pentas Kelas di Akhir Tahun X
Pembelajaran
7 Dukungan Psikologis x x x x x
Awal/DPA (Psychological
First Aid/PFA
8 Program Jajanan Sehat x x x x x x x x x x x x
9 Kelompok Kerja (Pokja) x
Pendidikan Keluarga
BAB II
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KELUARGA
DI SDN 03 MADIUN LOR MADIUN
Tahun Pelajaran 2018/2019

A. Pengertian Dan Tujuan Pendidikan Keluarga


1. Pengertian Pendidikan Keluarga

Keluarga sebagai institusi sosial terkecil mempunyai fungsi dan tugas untuk
menjalankan pendidikan dalam keluarga bagi setiap anggota keluarga, khususnya
anak-anak yang lahir dalam keluarga itu. Dengan adanya fungsi pendidikan ini
otomatis keluarga menjadi sentra dan lingkungan pendidikan bagi setiap anggota
keluarga. Dengan kata lain keluarga sebagai sentra pendidikan ini secara langsung dan
tidak langsung menunjuk pada pentingnya pendidikan dalam kehidupan keluarga.
Khususnya untuk melahirkan manusia yang memiliki watak dan kepribadian
Indonesia. Pandangan ini menunjuk pula pada pentingnya kedudukan pendidikan
dalam keluarga di antara pendidikan di sekolah dan di masyarakat. Pendidikan dalam
keluarga merupakan fundamen bagi pendidikan di sentra lainnya.

Dalam membahas tentang pendidikan dalam keluarga KH. Dewantara lebih


menekankan pada daya upaya orang tua untuk memajukan pertumbuhan anak yang
berbudi pekerti luhur. Budi pekerti menunjuk pada masalah kekuatan batin dan
karakter anak untuk mencapai kesempurnaan hidup, yakni kehidupan dan
penghidupan anak selaras dengan dunianya. Oleh karena itu segala pelaksanaan usaha,
cara dan alat pendidikan harus sesuai dengan kondratnya. Kodrat manusia tersimpan
dalam adat istiadat yang menyangkut usaha hidup tertib damai dalam pergaulan antar
manusia. Dari pandangan ini, maka dapat diungkap secara singkat tentang arti
Pendidikan Keluarga, tujuan pendidikan dalam keluarga, proses, serta lingkup
pendidikan keluarga untuk kepentingan reformasi pendidikan dewasa ini.

Yang dimaksud dengan Pendidikan Keluarga adalah pendidikan yang harus


dilaksanakan dalam keluarga oleh orang tua kepada dirinya sendiri, anggota keluarga
yang lain dan kepada anak-anaknya. Pendidikan keluarga dapat diartikan sebagai
tindakan dan upaya yang dilakukan oleh orang tua sebagai pendidik utama dalam
bentuk bantuan, bimbingan, penyuluhan dan pengajaran kepada dirinya sendiri,
anggota keluarga lain dan kepada anak-anaknya, sesuai dengan potensi mereka
masing-masing, dengan jalan memberikan pengaruh baik melalui pergaulan antar
mereka. Sehingga anggota keluarga dan anak yang bersangkutan kelak dapat hidup
mandiri yang bertanggung jawab dan ia dapat dipertanggung jawabkan dalam
lingkungan masyarakatnya sesuai dengan nilai-nilai budaya yang berlaku dan agama
yang dianutnya.

2. Tujuan pendidikan keluarga

Usaha pendidikan selalu bertujuan dalam lingkup kehidupan yang bernilai dan
bermakna dalam kerangka sesuatu yang “ideal” atau “maksimal” sesuai dengan
kemampuan anggota keluarga termasuk anak dalam keluarga itu. Dalam tujuan
pendidikan biasanya terkandung tiga aspek kehidupan manusia dalam kaitannnya
dengan kehidupan di dalam lingkungan masyarakatnya, yaitu aspek kehidupan pribadi,
sosial dan moral.

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa yang menjadi tujuan pendidikan


dalam keluarga, ialah “Anak dan anggota keluarga dapat tumbuh dan berkembang
semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuannya untuk menjadi seseorang yang
mandiri dalam masyarakatnya dan dapat menjadi insan produktif bagi dirinya sendiri
dan lingkungannya itu. Kemudian setiap anggota keluarga berkembang menjadi orang
dewasa yang mengerti tindak budaya bangsanya dan menjadi seorang yang bertaqwa
sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.

B. Implementasi Program Pendidikan Keluarga

JADWAL
NARA
NO KEGIATAN SASARAN PELAKSANA Tujuan
SUMBER
AN
1 HUT SDN 03 Siswa, Meningkatkan
Madiun Lor Orang Tua, 1 Agustus 2019 Ibu.Kepala peran serta
Guru dan Sekolah SDN orang tua dalam
Karyawan 03 Madiun Lor mendukung
TU program
sekolah
2 Parenting Orang Tua 28 Maret 2019 Pengawas, Memberikan
Class, motivasi siswa kelas Komite bekal kepada
kepada orang VI Sekolah, Kepala orang tua dalam
tua siswa serta Sekolah memberikan
Sosialisasi pengawasannya
Program kepada putra –
Sekolah dan putrinya dalam
Ujian Nasional belajar, bergaul
dan dalam
menghadapi
ujian nasional
3 Motivasi Class, Siswa 18 Februari Kepala Kantor Memberikan
The King Of Kelas I s/d 2019 Pos Madiun motivasi belajar
Fastest Kelas V kepada siswa
Solution untuk dapat
meraih prestasi
yang gemilang
4 Motivasi Siswa 5 Maret 2019 Bimbangan Memberikan
Building Class Kelas VI Belajar Ganesha motivasi dan
Operation menumbuhkan
kesadaran siswa
untuk menjadi
lebih baik dan
rajin belajar
5 Pertemuan Orang tua 22 Maret 2019 Wali Kelas Memberikan
Paguyuban informasi
kelas dalam kepada orang
konsultasi tua tentang
kemajuan kemajaun
belajar peserta belajar siswa
didik serta
memberikan
pengarahan
terkait
perkembangan
siswa
6 Parenting Class Siswa dan 2 April 2019 Ibu Kepala Memberikan
dan Motivasi Orang Tua Sekolah dan motivasi,
Kasat Lantas dorongan
Polres Madiun spiritual kepada
orang tua dan
siswa dalam
meningkatkan
kesadaran
belajar
7 Pelepasan Siswa, Meningkatkan
Siswa kelas VI Orang tua Ketua peran serta
13 Juni 2019
paguyuban orang tua dalam
masing – mendukung
masing kelas program
sekolah
8 Pertemuan Orang tua 22 Juni 2019 Wali Kelas Memberikan
Paguyuban informasi
kelas dalam kepada orang
konsultasi tua tentang
kemajuan kemajaun
belajar peserta belajar siswa
didik serta
memberikan
pengarahan
terkait
perkembangan
siswa
9 Kegiatan Awal Orang Tua 15 Juli 2019 Komite sekolah Memberikan
Tahun Ajaran dan Siswa dukungan
Baru ( Hari kepada siswa
Pertama Masuk agar siswa
Sekolah ) merasa percaya
diri,
menumbuhkan
rasa memiliki
terhadap
sekolah,

10 Membentuk Orang tua, Juli 2019 Wali kelas Memudahkan


jaringan Siswa komunikasi
komunikasi orang tua
dan informasi ( dengan pihak
wa grup) sekolah,
memudahkan
memberikan
informasi yang
sifatnya
mendandak, dll
11 Kelas Inspirasi, Siswa 16 Juli 2019 Kepala Mengenalkan
Sosialisasi Puskesmas Bu kepada siswa
tentang Ulfa Kusuma akan
Makanan Sehat Dhewi dan pentingnya
dan Bergizi Dinas Makanan Sehat
Kesehatan dan Bervitamin
12 Kelas Inspirasi, Siswa 16 Juli 2019 Bapak Kapolsek Memberikan
Sosialisasi Manguharjo pemahaman
Kenakalan kepada siswa
Remaja dan akan dampat
Antisipasi kenakalan
Kejahatan remaja, dan
Seksual kejahatan
Remaja seksual
13 Kelas Inspirasi, Siswa 17 Juli 2019 Kapolres Menumbuhkan
tentang Madiun Kota rasa cinta pada
Kenakalan Tanah Air dan
Remaja, Bela Bangsa
Negara dan
Deradikalisasi
14 Penyerahan Siswa kelas 17 Juli 2019 Komite Sebagai
Siswa Baru I dan Orang Sekolah, Kepala komitmen
dari Orang Tua Tua Sekolah orang tua
ke Sekolah kepada sekolah
dengan
menyerahkan
sekolah untuk
mendidik dan
membimbing
siswa

C. Kendala dan Solusi Pelaksanaan

 Kendala

Dalam pelaksanaan Pendidikan Keluarga di SDN 03 Madiun Lor Kota Madiun


tidak semua program bisa dilaksanakan sesuai dengan harapan. Ada beberapa
program yang belum maksiamal pelaksanaannya, diantaranya tentang pelaksanaan
Kelas Parenting dan Kelas Motivasi yang melibatkan orang tua siswa secara
menyeluruh, hal ini di sebabkan oleh waktu, kurangnya kesadaran dari orang
tuauntuk ikut berperan serta dalam membimbing siswa, kekurang percayaan diri
orang tua untuk memberikan pengalamanannya kepada peserta didik serta latar
belakang orang tua.

 Solusi
Untuk memecahkan permasalahan agar program tersebut tetap berjalan pihak
sekolah mengambil inisiatif untuk bekerja sama dengan lembaga/ instansi lain
dalam memberikan motivasi dan inspirasi kepada peserta didik
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Kegiatan Pendidikan Keluarga merupakan kegiatan pelibatan orangtua dan masyarakat
dalam kegiatan pendidikan di sekolah.
2. Jenis Kegiatan yang dapat dilakukan : mengantar anak pertama ke sekolah,
membangun komunikasi aktif antara orangtua dan sekolah, kelas orangtua, kelas
inspirasi, penats akhir tahun, dukungan psikologys, program jajan sehat, dan kelompok
kerja.
3. Perlu adanya evaluasi dan monitoring antara kedua belah pihak agar pelaksanaan
kegiatan berjalan dengan lancar dan baik.

B. Saran
1. Kegiatan Pendidikan Keluarga di SDN 03 Madiun Lor Kota Madiun perlu lebih
mencari dukungan dari masyarakart umum terutama dari dunia usaha untuk
memberikan inspirasi dan motivasi kepada siswa
2. Perlu adanya program tambahan agar program pendidikan keluarga di SD 03 Madiun
Lor Kota Madiun lebih maju.