Anda di halaman 1dari 23

MINI RISET PEMBELAJARAN IPS TERPADU

“KENDALA KENDALA YANG DIHADAPI OLEH GURU DALAM PEMBELAJARAN


IPS TERPADU DI SMP YPI DHARMA BUDI SIDAMANIK “

Disusun oleh :

KELOMPOK 1 :

AYU NOVIANA SIMATUPANG ( 3183331010 )

AZZAHRA AULIA WIDIANTI ( 3183331021 )

FARHAN PRATAMA TANJUNG ( 3183331014 )

INTAN Y BINTANG ( 3183131024 )

MIRANDA AYU LESTARI SINAGA ( 3183131023 )

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019

1
DAFTAR ISI

Daftar isi................................................................................................................................. i

Bab I pendahuluan ...............................................................................................................1

1.1. Latar Belakang Masalah ....................................................................................1


1.2. Identifikasi Masalah ........................................................................................... 2
1.3. Pembatasan Masalah .......................................................................................... 2
1.4. Rumusan Masalah .............................................................................................. 2
1.5. Tujuan Penelitian ............................................................................................... 3
1.6. Manfaat Penelitian ............................................................................................. 3

Bab II Tinjauan pustaka .......................................................................................................4

2.1 Pengertian IPS .....................................................................................................4

2.2 Tujuan Pembelajaran IPS ....................................................................................5

Bab III Metode penelitian .....................................................................................................6

3.1.jenis penelitian .....................................................................................................6

3.2. Lokasi dan waktu penelitian ...............................................................................6

3.3. Teknik pengumpulan data penelitian ..............................................................6

3.4. teknik analisis data .............................................................................................7

Bab IV Hasil penelitian .........................................................................................................8

4.1 Permasalahan dan kendala pada proses pembelajaran IPS TERPADU ...8
4.2 Persentase permasalahan yang dialami dalam pembelajaran IPS TERPADU

Bab V penutup ....................................................................................................................19

5.1 kesimpulan .........................................................................................................19

5.2 saran ...................................................................................................................19

Lampiran ..............................................................................................................................20

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran terpadu yang


mengintegrasikan disiplin ilmu-ilmu sosial ke dalam satu bidang studi. Permendiknas No. 20
tahun 2006 menjelaskan bahwa mata pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif,
dan terpadu. Materi IPS di SMP/MTs memuat materi sejarah, geografi, ekonomi, dan
sosiologi yang dipadukan. Kajian dalam IPS dikaji menggunkan disiplin-disiplin ilmu sosial
yang Dipadukan Ciri-ciri pembelajaran IPS sebagai mata pelajaran terpadu tercermin
dalamtujuan pembelajaran IPS yaitu pembelajaran yang bermakna.

Pembelajaran IPS bisa dikatakan bermakna jika pembelajaran IPS mampu


mengembangkan potensi siswa untuk menyelesaikan masalah-masalah yang menimpa dirinya
sendiri maupun masyarakat. Menurut Trianto (2007: 128) tujuan pembelajaran IPS yaitu
mengembangkan potensi siswa agar peka terhadap masalah sosial dalam masyarakat,
memiliki sikap mental positif dalam perbaikan ketimpangan yang terjadi, dan terampil
mengatasi masalah sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun masyarakat.
Konsep keterpaduan dalam IPS mencoba mempertautkan dan menghubungkan beberapa SK,
KD, Indikator, dan materi kedalam satu topik.

Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) IPS pada kurikulum KTSP
yang sifatnya parsial dapat di padukan seperti materi IPS kelas VIII semester 1 KD 1.1, 1.3,
2.1, 3.1, 3.2 dan 4.1. Secara garis besar materi tersebut menggambarkan tentang Sumber
Daya Alam (SDA) dan pengaruhnya terhadap kegiatan ekonomi penduduk serta
pemanfaatannya yang kadang tidak disertai tanggung jawab. Pemanfaatan SDA yang tidak
bertanggung jawab seringkali menimbulkan berbagai kerusakan lingkungan hidup dan
kelangkaan SDA. Kelangkaan SDA tidak jarang memicu penyimpangan-penyimpangan
sosial dalam masyarakat. Oleh karena itu dibutuhan berbagai upaya dalam mengatasi ataupun
meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan dari pemanfaaatan SDA seperti melakukan
pencegahan penyimpangan sosial di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat,
menerapkan skala prioritas dalam pemanfaatan SDA, serta melakukan pelestarian SDA.

Kenyataannya di lapangan, pembelajaran IPS sebagian besar masih dilakukan secara


terpisah-pisah. Banyak faktor yang melatarbelakanginya seperti ketidaksiapan guru dalam
mengajarkan keterpaduan dalam IPS. Banyak guru yang belum mempunyai pengalaman yang
memadai untuk melakukan pembelajaran terpadu dalam IPS. Belum adanya atau terbatasnya
bahan ajar terpadu dalam IPS juga merupakan alasan mengapa pembelajaran IPS jarang
dilakukan secara terpadu. Bahan ajar baru sebatas buku teks dan LKS yang sifatnya masih
parsial (sejarah, geografi, ekonomi, dan sosiologi) dan kadang tidak sesuai dengan kondisi
lingkungan di sekitar mereka. Hal ini mengakibatkan pesan materi tidak tersampaikan kepada
siswa. Selain itu, LKS yang seharusnya berisi lembaran-lembaran tugas yang harus
dikerjakan siswa (Depdiknas, 2008:23) ternyata berisi rangkuman buku teks.

3
Bahan ajar merupakan komponen penting dalam menentukan keberhasilan tujuan
pembelajaran. Tersediannya bahan ajar yang berkualitas dapat membantu siswa dalam
mencapai tujuan pembelajaran. Keberhasilan tujuan pembelajaran tentu akan meningkatkan
mutu pendidikan sehingga tujuan pendidikan nasional dapat terlaksana. Modul merupakan
salah satu jenis bahan ajar yang dapat membantu guru membelajarkan pembelajaran mandiri
kepada siswa. Siswa dapat belajar secara mandiri menggunakan modul. Bahasa modul yang
komunikatif dan adanya petunjuk penggunaan modul menjadikan modul sebagai salah satu
bahan ajar mandiri.

Pengembangan modul IPS dirasa penting untuk dilakukan. Selain dapat memadukan
materi-materi dalam IPS yang sifatnya parsial, modul IPS juga dapat menggiring siswa untuk
belajar secara mandiri dengan bahasanya yang komunikatif. Pemilihan modul sebagai bagian
dari bahan ajar dilakukan berdasarkan pertimbangan kondisi siswa yang berbeda-beda. Ada
siswa yang memiliki kecepatan tinggi dalam belajar ada pula yang memiliki kecepatan
rendah dalam belajar. Dengan demikian siswa yang tertinggal dalam pelajaran bisa belajar
secara mandiri Pengembangan bahan ajar IPS dapat mengakomodir permasalahan belum
adanya atau terbatasnya bahan ajar terpadu dalam IPS. Bahan ajar dibatasi pada
pengembangan modul. Pengembangan modul ini melalu langkah-langkah yang sistematis dan
terencana sehingga produk yang dihasilkan layak untuk digunakan.

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan permasalahan di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu :

1. Pembelajaran IPS di SMP/MTs belum diajarkan secara terpadu sesuai amanat


Permendiknas No. 20 tahun 2006.

2. Masih banyak guru IPS yang belum mampu menyusun bahan ajar terpadu dalam IPS,
sehingga pembelajaran IPS belum diajarkan secara terpadu.

3. Belum ada atau terbatasnya bahan ajar terpadu dalam IPS untuk siswa SMP/MTs.

1.3. Pembatasan Masalah

Masalah dalam penelitian ini dibatasi pada belum ada atau terbatasnya bahan ajar
terpadu dalam IPS untuk siswa SMP/MTs. Bahan ajar ini dibatasi pada pengembangan modul
IPS untuk siswa kelas VIII semester 1.

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian


ini yaitu apakah modul pembelajaran IPS yang dikembangkan layak digunakan berdasarkan
penilaian ahli materi, ahli media, guru IPS dan siswa?

4
1.5. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian adalah


mengembangkan modul pembelajaran IPS yang layak digunakan berdasarkan penilaian ahli
materi, ahli media, guru IPS, dan siswa.

1.6. Manfaat Penelitian

Penelitian pengembangan ini diharapkan dapat bermanfaat secara teoritis maupun


praktis.

1. Secara Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sumbangan pemikiran dan menambah


pengetahuan pengembangan modul IPS.

2. Secara Praktis

Diharapkan penelitian pengembangan ini bermanfaat dengan memberikan

kontribusi kepada:

a. Siswa

1) Didapatnya keutuhan dan kebulatan pengetahuan IPS.

2) Siswa dapat belajar lebih mandiri

b. Guru

Memberikan gambaran mengenai contoh konkrit modul yang dapat digunakan untuk
pembelajaran terpadu dalam IPS di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs).

c. Peneliti

Menambah wawasan dan pengalaman dalam melakukan langkah-langkah


pengembangan modul IPS agar modul yang dihasilkan selanjutnya lebih layak dan
berkualitas.

5
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian IPS

IPS merupakan terjemahan dari social studies, yang dapat diartikan sebagai
penelaahan tentang masyarakat. Nasional Council for Social Studies (NCSS) menyatakan
sebagai berikut. The term social studies used to include history, economics, antropology,
sociology, civics, geography and all modifications, of subjects whose content as well as aim
is social. In all content definitions, the social studies is coceived as the subject matter of the
academic disciplines somehow simplified, adapted, modified, or selected for school
instruction (Soemantri, 2001: 73). Studi sosial atau IPS adalah meliputi sejarah, ekonomi,
antropologi, sosiologi, kewarganegaraan, geografi dan semua subjek yang mempunyai tujuan
yang sama yaitu ilmu sosial. Berpijak dari pengertian itu dapat dipahami bahwa bahan ajar
dari ilmu-ilmu sosial harus disederhanakan, diseleksi, diadaptasi, dimodifikasi, untuk tujuan
institusional pendidikan sebagai dasar pertimbangan untuk kecerdasan, kematangan jiwa
peserta didik.

Agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan diperlukan guru-guru yang
mengajar mata pelajaran IPS di SMP dengan kemampuan dan keterampilan yang memadai
atau dengan kata lain memiliki kompetensi dalam bidang tersebut. Materi Pendidikan IPS di
SMP sebagaimana dikatakan Saidihardjo (2004: 4) adalah bersumber dari ilmu-ilmu sosial
seperti yang disajikan pada tingkat universitas, hanya karena pertimbangan tingkat
kecerdasan, kematangan jiwa peserta anak didik, maka bahan pendidikannya disederhanakan,
diseleksi, diadaptasi, dan dimodifikasi untuk tujuan institusional pendidikan dasar dan
menengah.

Pengetahuan sosial merupakan seperangkat peristiwa, fakta konsep, dan generalisasi


yang berkaitan dengan perilaku dan tindakan manusia untuk membangun dirinya,
masyarakatnya, bangsanya, dan lingkungannya berdasarkan pada pengalaman masa lalu yang
dapat dimaknai untuk masa kini, dan diantisipasi untuk masa yang akan datang. Titik berat
IPS adalah perkembangan individu yang dapat memahami lingkungan sosialnya, serta
manusia dengan kegiatan dan interaksi antara mereka, dan anak didik diinginkan agar dapat
menjadi anggota yang produktif, mempunyai rasa tanggung jawab, tolong-menolong
sesamanya, dan dapat mengembangkan nilai-nilai dan ide-ide dari masyarakat.

Tujuan di atas memberikan tanggung jawab yang berat kepada guru untuk
menggunakan banyak pikiran dan energi agar dapat mengajarkan IPS dengan baik. Guru
harus memberikan perhatian yang sama kepada mata pelajaran IPS seperti pada mata
pelajaran yang lain dalam kurikulum sekolah. Tantangan yang dihadapi siswa sebagai warga
negara di masa depan menghendaki pengajaran IPS yang berkualitas. Berdasarkan berbagai
definisi studi sosial atau IPS tersebut tampak jelas bahwa IPS merupakan himpunan
pengetahuan tentang kehidupan sosial dari bahan realita kehidupan sehari-hari dalam
masyarakat. Di dalam pengetahuan dihimpun semua materi yang berhubungan langsung

6
dengan masalah penyusunan dan pengembangan masyarakat serta menyangkut
pengembangan pribadi manusia sebagai masyarakat yang berguna.

2.2. Tujuan Pembelajaran IPS

Tujuan utama dari pendidikan IPS adalah membantu anak-anak belajar mengenai
dunia sosial di mana mereka hidup, realitas sosial dan untuk mengembangkan pengetahuan,
sikap, dan kemampuan yang dibutuhkan untuk mewujudkan pencerahan kehidupan manusia
yang berkarakter. Studi Sosial (IPS) untuk mengembangkan warga masyarakat yang
bertanggung jawab, baik terhadap dirinya maupun terhadap sesama atau lingkungan.
Aspekaspek yang dikembangkan dalam mencapai tujuan antara lain: ilmu pengetahuan,
proses berfikir, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai karakter. Menurut Suyanto dalam Barnawi
dan Arifin (2011: 20-21) menyatakan bahwa karakter adalah cara 19 berpikir dan berperilaku
yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup
keluarga, masyarakat, bangsa, maupun negara. Individu yang berkarakter baik adalah
individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan setiap akibat
yang ia buat.

Tujuan utama pendidikan IPS adalah membantu anak belajar mengenal dunia sosial di
mana mereka hidup, realitas sosial, dan untuk mengembangkan pengetahuan, sikap, dan
kemauan yang dibutuhkan untuk mewujudkan penyerahan kehidupan manusia, dan melalui
pembelajaran pengetahuan sosial adalah siswa diharapkan mampu memahami berbagai
konteks sosial secara komprehensip, sehingga mampu mengaplikasikan dalam kehidupan
bermasyarakat dan bernegara dalam bentuk perilaku dan tindakan.

7
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1.jenis penelitian

Penelitian ini berjenis studi kasus dan melakukanpembagian angket , ini merupakan
penelitian yang berdasarkan kejadian yang telah terjadi secara langsung dilakukan ke
lapangan. Penelitian ini menjelaskan tentang hubungan antara dua variabel yaitu antara
narasumber dan pewawancara.

3.2. Lokasi dan waktu penelitian

Penelitian ini dilakukan daerah hutajulu,Pollung kabupaten Humbang Hasundutan


dan mengambil sampel di SMP YPI DHARMA BUDI SIDAMANIK, penelitian
dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 10 Mei 2019, yakni pukul 08.58 WIB.

3.3. Teknik pengumpulan data penelitian

Untuk mendapatkan informasi yang cukup lengkap , penelitian ini menggunakan


teknik pengumpulan data sebagai berikut :

a. teknik observasi /pengamatan secara langsung

Observasi adalah pengamatan langsung para pembuat keputusan berikut lingkungan


fisiknya dan atau pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang berjalan.

b. Pemberian angket atau kuesioner

Angket atau kuesioner merupakan suatu alat atau teknik pengumpulan data yang berupa
sejumlah pertanyaan atau pernyataan tertulis yang diberikan kepada responden untuk
mengungkap sikap atau persepsi responden.

c. Teknik dokumentasi

Dokumentasi adalah sebuah cara yang dilakukan untuk menyediakan berbagi macam
dokumen. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan bukti yang akurat dari pencatatan
sumber-sumber informasi.

8
d. Penelitian Kepustakaan

Dalam hal ini penulis melakukan penelitian kepustakaan yaitu mencari data dari
sumber terbitan lainnya yang bersifat teoritis dan relevan dengan penelitian.

3.4. teknik analisis data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang
menggunakan pola diskriptif . yaitu data yang di peroleh yang responden baik yang berupa
lisan maupun tulisan dan perilaku yang nyata yang dipelajari secara utuh. Yang mana
bertujuan un tuk memahami apa yang menjadi latar belakang informasi dari lapangan sebagai
bahan mentah diringkas , disususn lebih sistematis dan terperinci. Serta ditonjolkan pokok-
pokok yang penting sehingga lebih mudah di kendalikan.

9
BAB IV

HASIL PENELITIAN

4.1 Permasalahan dan kendala pada proses pembelajaran IPS TERPADU


Dalam melakukan penelitian , saya melakukan wawancara dan informan kami
Ibu F.sinaga S.PD selaku tenaga pengajar dalam pembelajaran ips terpadu di SMP
YPI DHARMA BUDI SIDAMANIK. Dalam suatu pekerjaan tentu banyak kendala
atau permasalahan yang dihadapi oleh setiap orang. Sama halnya seperti seorang guru
yang mengalami kendala atau hambatan dalam melaksanakan pekerjaannya di
sekolah. Begitu juga dengan ibu F.sinaga yang telah saya wawancarai bahwa ibu itu
selaku guru IPS TERPADU di SMP YPI DHARMA BUDI SIDAMANIK. Hambatan
yang dihadapi oleh ibu f.sinaga dalam perkembangan pembelajaran dari ktsp ke k13.
Dimana pembelajaran ktsp yang diubah menjadi k13 maka membutuhkan waktu
untuk menyesuaikan proses pembelajaran baru untuk mendidik siswa – siswa di SMP
YPI DHARMA BUDI SIDAMANIK. Dibalik itu juga hal yang menghambat proses
pembelajaran ips adalah banyaknya siswa siswi di SMP YPI DHARMA BUDI
SIDAMANIK yang profesi orang tuanya petani,membuat siswa siswi siap sekolah
langsung kerja sehingga proses minat belajarnya berkurang. Serta yang menghambat
pembelajaran ips juga adalah media di sekolah yang kurang memadai dan buku-buku
k13 yang masih kurang.
Dengan demikian untuk lebih mempermudah pembelajaran yang akan
dihadapi oleh siswa maka harus lebih banyak menggali ilmu seperti lebih mencari
informasi mengenai pembelajaran ekonomi,sejarah, sosiologi dan geografi (yang
menyangkut pelajaran IPS). serta di sekolah ini harapannya supaya media
pembelajaran ditambahkan guna menambah semangat siswa – siswa.

4.2 Persentase tanya jawab pembelajaran IPS TERPADU


Adapun hasil dari tanya jawab kepada siswa yang berada di kelas VIII-C
adalah 35 orang.

10
1. Mata pelajaran IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang penting untuk
diajarkan di sekolah

8%

36% Sangat Setuju


Setuju
Kurang Setuju
56%

2. Tugas yang diberikan oleh guru adalah sesuatu yang penting

4%

44% Sangat Setuju


Setuju
52%
Kurang Setuju

11
3. Tugas dapat menambah nilai mata pelajaran

4%

Sangat Setuju
40% 56% Setuju
Kurang Setuju

4. Saya yakin tugas – tugas dari guru membuat saya lebih paham materi pelajaran

40%
Sangat setuju

60% Setuju

12
5. Saya merasa senang apabila guru memberikan tugas

16%

Sangat setuju
Setuju

84%

6. Tugas dari guru sudah sesuai dengan materi yang diajarkan

0%
4%

sangat setuju
48% Setuju

48% kurang setuju


Tidak setuju

13
7. Saya selalu mengerjakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan tepat waktu

4%

28%
Sangat setuju
setuju
Kurang setuju
68%

8. Penugasan ips yang diberikan guru membuat saya lebih mandiri dalam belajar

8%

8%

sangat setuju
44%
setuju
kurang setuju
tidak setuju
40%

14
9. Tugas ips dari guru membuat saya lebih tertarik untuk belajar IPS

20%

36%
sangat setuju
setuju
kurang setuju

44%

10. Jika guru berhalangan hadir, saya merasa senang jika diberi tugas sebagai
pengganti materi pelajaran ips

8%
20%
16%
sangat setuju
setuju
kurang setuju
tidak setuju

56%

15
11. Saya tidak peduli dengan tugas – tugas yang diberi oleh guru

0%
8%

8%

sangat setuju
setuju
kurang setuju
tidak setuju
84%

12. Mengerjakan tugas yang diberikan guru adalah kewajiban saya sebagai siswa

40%
sangat setuju
60%
setuju

16
13. Saya selalu bertanya apabila tugas yang diberikan guru tidak saya pahami

12%
24%

sangat setuju
setuju
kurang setuju

64%

14. Tugas dari guru membuat saya tertarik untuk mengerjakan tugas – tugas ips
lainnya.

20%
28%

sangat setuju
setuju
kurang setuju

52%

17
15. Penjelasan guru yang menarik membuat saya cepat memahami tugas yang diberi
untuk saya.

44%
sangat setuju
56% setuju

16. Saya berusaha memperhatikan saat guru menjelaskan tugas yang akan diberikan
kepada saya.

4%

28%
sangat setuju
setuju
kurang setuju
68%

18
17. Saya merasa malas mengerjakan tugas ips yang selalu banyak

0%
4%

sangat setuju
32% setuju
kurang setuju
64%
tidak setuju

18. Saya duduk di depan agar mudah mendengarkan penjelasan tugas yang diberikan
oleh guru

8%

24%

sangat setuju
setuju
kurang setuju

68%

19
19. Saya sering mengerjakan tugas di perpustakaan atau laboratorium sekolah

4%

20%
20%

sangat setuju
setuju
kurang setuju
tidak setuju

56%

20. Guru sering memberikan tugas IPS untuk dikerjakan dirumah

40%
sangat setuju

60% setuju

20
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari pembahasan diatas , dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS TERPADU di


SMP YPI DHARMA BUDI SIDAMANIK masih kurang efektif dimana kurangnya
menguasai materi karna perubahan pembelajaran dari ktsp ke k13serta media yang terdapat
di sekolah tersebut . terkhusus dibidang sejarah dan ekonomi.

 Implikasinya :
1. Guru harusnya tidak memberikan tugas yang terlalu banyak kepada siswanya,
karena tugas dari mata pelajaran lain juga masih ada.
2. Guru menjelaskan materi dengan meanrik miasalnya dengan kata-kata motivasi
maupun memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan-
pertanyaan terbuka terkait IPS.
3. Untuk menambah pemahaman siswa mengenai materi sehingga guru memberikan
tugas untuk dikerjakan di rumah. Tujuan bukan membebani melainkan agar siswa
membuka buku kembali di rumah agar pemahamannya semakin bertambah
mengenai pembelajaran IPS
4. Saat pembelajaran berlangsung diselelingi dengan games tetapi menyangkut
dalam pembelajaran IPS
5. Penampilan guru harus menarik agar siswa merasa senang

5.2 saran

Dari pembahasan di atas , diharapkan kita sebagai calon guru dapat mengajar dan
menguasai IPS TERPADU dengan baik dan benardan menggunakan metode yang lebih
mudah dipahami oleh siswa serta membuat siswa – siswa tertarik untuk belajar ips. Dari
metode yang digunakan membuat siswa juga lebih semangat dalam menggapai masa depan
dan menambah minat siswa untuk mempelajari IPS.

21
LAMPIRAN

Nama guru : ibu Finta sinaga S.PD

No kontak : 0813-7052-5621

22
23

Anda mungkin juga menyukai