Anda di halaman 1dari 2

Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, janganlah

Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang
terbaik.” (QS 21:89)

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail (seraya
berdoa),”Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha
Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS 2:127)

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami
(juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara
melakukan ibadah (haji) kami dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha
Penerima Tobat, Maha Penyayang.” (QS 2:128)

Disanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku
keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.” (QS 3:38)
Isa putra Maryam berdoa, “ Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit
(yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang
sekarang bersama kami ataupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi
kekuasaan Engkau, berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.” (QS
5:114)

Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah,
“Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku
pada waktu kecil.” (QS 17:24)

Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu.
Dan dia berdoa,”Ya Tuhanku, anugerahkan aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu
yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku
mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke
dalam golongan hamba-hamba Mu yang saleh.” (QS 27:19)