Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM IPA 2

KEUNTUNGAN MEKANIK
(Bidang Miring, Katrol Tetap, dan Katrol Bergerak)
Dosen : Drs. Allesius Maryanto M.Pd

Disusun Oleh :

Nama : Desta Alvionita


NIM : 17312244020
Kelas : Pendidikan IPA A 2017
Kelompok : 6 (Enam)

PENDIDIKAN IPA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2019
A. JUDUL
Keuntungan Mekanik (Bidang Miring, Katrol Tetap, Katrol Bergerak)

B. TUJUAN PERCOBAAN
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui keuntungan mekanik bidang miring.
2. Menghitung keuntungan mekanik katrol tetap dan katrol bergerak.

C. ALAT DAN BAHAN PERCOBAAN


Berikut adalah daftar alat dan bahan :
1. Statif
2. Neraca Pegas
3. Beban
4. Papan Bidang Miring
5. Penggaris
6. Stopwatch
7. Benang

D. DESAIN DAN PROSEDUR PERCOBAAN

1. Desain Percobaan

Gambar 1. Desain Percobaan Penentuan Keuntungan Mekanik Bidang Miring, Katrol


Tetap, Katrol Bergerak
2. Prosedur Percobaan
a. Bidang Miring

Menyiapkan alat dan bahan

Mengukur lintasan bidang miring (s) dan mengukur ketinggian bidang


miring (h) dengan variasi tinggi yang berbeda beda

Menghitung keuntungan mekanis dengan rumus KM : s/h

b. Katrol Tetap

Menyiapkan alat dan bahan

Membuat rangkaian katrol tetap

Memilih beban dan mengukur beratnya (W)

Menarik beban menggunakan pegas dan mencatat gaya kuasa (F)

Menghitung keuntungan mekanis dengan rumus KM : W/F

c. Katrol Bergerak

Menyiapkan alat dan bahan

Membuat rangkaian katrol bergerak

Memilih beban dan mengukur beratnya (Fb)

Menarik beban menggunakan pegas dan mencatat gaya kuasa (Fk)

Menghitung keuntungan mekanis dengan rumus KM : W/2F


E. DATA HASIL PENGAMATAN
Tabel 1. Hasil Pengamatan (Bidang Miring)
No Tinggi (h) Panjang (s) Massa (N) Waktu (t)
1 0,15 1 0,2 2,75
2 0,20 1 0,2 1,75
3 0,25 1 0,2 1,31
4 0,30 1 0,2 1,15
5 0,35 1 0,2 1,05

Tabel 2. Hasil Pengamatan (Katrol Tetap dan Katrol Bebas)


No Jenis Katrol Baban (W) Gaya (F)

1000 gr = 10 N 1,8 N
1 Katrol Tetap 1050 gr = 10,5 N 2,4 N
1100 gr = 11 N 2,9 N

1000 gr = 10 N 0,8

2 Katrol Bergerak 1050 gr = 10,5 N 1,0


1100 gr = 11 N 1,3

F. ANALISIS DATA
a) Keuntungan Mekanik Bidang Miring
𝑠 W
KM = =
ℎ 𝐹
𝑊𝑥ℎ
F=
𝑠
𝑠 1
1. KM = ℎ = 0,15 = 6,67
𝑠 1
2. KM = ℎ = 0,20 = 5,0
𝑠 1
3. KM = ℎ = 0,25 = 4,0
𝑠 1
4. KM = ℎ = 0,30 = 3,33
𝑠 1
5. KM = = = 2,9
ℎ 0,35
b) Keuntungan Mekanik Katrol Tetap

𝑊 10
1. KM = = = 5,6
𝐹 8
𝑊 10,5
2. KM = = = 4,4
𝐹 2,4
𝑊 11
3. KM = = 2,9 = 3,8
𝐹
c) Keuntungan Mekanik Katrol Bergerak
𝑊
KM = 2𝐹
𝑊 10
1. KM = 2𝐹 = 2𝑥0,8 = 6,25
𝑊 10,5
2. KM = = = 5,25
2𝐹 2𝑥1
𝑊 11
3. KM = 2𝐹 = 2𝑥1,3 = 4,23

G. PEMBAHASAN
Pada praktikum yang berjudul “Keuntungan Mekanika (Bidang miring, katrol tetap,
dan katrol bergerak)” memiliki tujuan yaitu mengetahui keuntungan mekanik bidang
miring dan Menghitung keuntungan mekanik katrol tetap dan katrol bergerak. Berdasarkan
percobaan yang kami lakukan pada hari Senin, 25 Maret 2019 pukul 09.20-11.00 WIB di
Laboratorium IPA 2 FMIPA UNY. Dari hasil kami praktikum yaitu menyusun bidang
miring, katrol tetap dan katrol bergerak yang selanjutkan melakukan percobaan dengan
masing-masing pesawat sederhana tersebut untuk mencari keuntungan mekanik dari
masing-masing peswat sederhana.
1. Bidang Miring
Pada bidang miring kami melaukan percobaaan hinggal 5 kali pengulangan
dengan memvariasikan tinggi bidang miring tersebut. Pada percobaan ini
menggunakan variabel bebas yaitu tinggi bidang miring dengan variabel tetap
yaitu panjang bidang miring dan massa benda dengan variabel terikatnya yaitu
waktu. Dari percobaan ini dapat dicari keuntungan mekanik dengan
𝑠
menggunakan rumus yaitu KM = didapatkan hasil pada percobaan pertama

dengan tinggi 0,15 m kentungan mekaniknya yaitu 6,67 ; pada percobaan
kedua dengan tinggi 0,20 m kentungan mekaniknya yaitu 5,0 ; pada percobaan
ketiga dengan tinggi 0,25 m kentungan mekaniknya yaitu 4.0 ; pada percobaan
ke empat dengan tinggi 0,30 m kentungan mekaniknya yaitu 3,33 ; pada
percobaan kelima dengan tinggi 0,35 m kentungan mekaniknya yaitu 2,9.
Dengan hasil seperti diatas dapat dilihat bahwa semakin tinggi bidang miring
maka keuntungan mekanisnya semakin kecil. Hal ini sesuai dengan literatur
Menurut Halliday (1999 : 187) Keuntungan mekanis bidang miring tergantung
pada ketinggian dan panjang bidang miring tersebut. Semakin tinggi bidang
miring tersebut maka keuntungan mekanisnya semakin kecil, begitu juga
sebaliknya semakin rendah bidang miring tersebut maka keuntungan
mekanisnya makin besar. Begitu juga dengan panjang bidang miring tersebut.
Semakin panjang bidang miring tersebut maka keuntungan mekaniknya makin
besar, begitu juga sebaliknya.

Keuntungan mekanik bidang miring dapat dihitung rumus:

2. Katrol Tetap
Pada katrol tetap dilakukan 3 kali percobaan dengan memvariasikan beban
yaitu dengan menggunakan variabel bebas yaitu beban varibel terikatnya yaitu
gaya (F). Pada katrol tetap KM = 1 mesipun demikian menggunakan katrol tetap
akan lebih meringankan kegiatan daripada tidak menggunakannya, dapat lebih
ringan karena searah dengan berat badan kita dan juga berat yang kita keluarkan
sam dengan beban benda tersebut. Dari data tersebut dapat digunakan untuk
𝑊
mencari keuntungan mekanik katrol yaitu dengan rumus KM = 𝐹
didapatkan hasil dengan beban 10 N keuntungan mekaniknya 5,6 ; dengan
beban 10,5 N keuntungan mekaniknya 4,4 dan dengan beban 11 N keuntungan
mekanisnya 3,8. Sehingga dapat dilihat semakin berat beban maka keuntungan
mekanisnya semakin kecil. Hal ini sesuai dengan literatur menurut Umar (2007
: 110) Meskipun keuntungan mekanis menggunakan katrol ini sama dengan
satu, namun beban akan terasa lebih ringan daripada tanpa katrol
(langsung dengan tali). Hal ini disebabkan oleh gaya yang dilakukan searah
dengan berat badanmu. Akan tetapi dampak dari keuntungan mekanis sama
dengan 1 (satu) adalah gaya yang kita keluarkan akan sama dengan berat benda,
sehingga katrol tetapi tidak bisa digunakan untuk mengangkat benda yang
massanya besar.
Dengan demikian katrol tetap hanya dapat digunakan utuk mengangkat
barang-barang yang relatif ringan.
3. Katrol Bergerak
Pada katrol bergerak dilakukan 3 kali percobaan yaitu dengan memvariasikan
beban dengan sususan katrol bergerak yaitu dengan KM = 2 artinya
perbandingan antara berat beban dan gaya sama dengan dua. Jika kita
mengangkat beban menggunakan katrol jenis ini, kita hanya perlu memberikan
𝑊
gaya sebesar setengah kali berat beban. Dari rumus KM =
2𝐹
Didapatkan hasil pada percobaan pertama dengan beban 1000 gram didapat
gaya 0,8 N dengan KM sebesar 6,25 ; percobaan kedua dengan beban 1050
gram didapat gaya 1 N dengan KM sebesar 5,25; dan percobaan ketiga dengan
beban 1100 gram didapat gaya 1,3 N dengan KM sebesar 4,23. Jadi
semakinberat benda maka keuntungan mekanis yang dihasilkan semakin kecil.
Hal ini yang dimaksud meringankan 2 kali lipat daripada pada katrol tetap. Hal
ini sesuai dengan literasi Menurut Syukri (1999 : 87) bahwa
Katrol bergerak adalah katrol yang bila sedang bekerja kedudukan selalu
berpindah tempat mengikuti gerak beban, pada katrol jenis ini, gaya kuasa
yang dikeluarkan untuk menarik bebannya bernilai setengah dari berat
bebannya. Oleh karena itu, keuntungan mekanis katrol bebas bernilai 2.

H. KESIMPULAN
1. Keuntungan mekanik pada bidang miring dapat dilihat jika semakin tinggi bidang
miring tersebut keuntungan mekaniknya semakin kecil dan sebaliknya.
2. Pada katrol tetap KM = 1 jadi ketika benda semakin besar bebannya maka keuntungan
mekaniknya semakin kecil dan sebaliknya. Begitu pula dengan katrol brgerk namu pada
katrol bergerak bendanya terasa lebih ringan separuhnya karena katrol disusun secara
katrol bergerak yang man KM=2.

I. DAFTAR PUSTAKA

Halliday, David dan Robert Resnick. 1999. Fisika Jilid 1 (Terjemahan). Jakarta : Erlangga.
Syukri, S. 1999. Fisika Dasar 1 . Bandung : ITB.
Umar, Efrizon. 2007. Fisika IPA. Jakarta : Ganesa Exact.
J. LAMPIRAN