Anda di halaman 1dari 7

Cakradonya Dent J 2015; 7(2):807-868

HIDROKSIAPATIT DAN APLIKASINYA DI BIDANG KEDOKTERAN GIGI

Martha Mozartha

Departemen Dental Material


Program Studi Kedokteran Gigi-Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

ABSTRAK
Hidroksiapatit merupakan biokeramik yang digunakan secara luas di bidang biomedis, karena
kemiripannya dengan mineral utama penyusun tulang dan gigi. Berbagai penelitian membuktikan
biokompatibilitas hidroksiapatit dan memiliki kemampuan osteokonduktif. Peneliti juga telah
melakukan eksperimen dengan menambahkan material ini ke berbagai bahan restorasi dan bahan
yang digunakan dalam perawatan endodontik. Makalah ini bertujuan untuk membahas literatur yang
melakukan penelitian mengenai hidroksiapatit dan aplikasinya secara klinis di bidang kedokteran
gigi.

Kata kunci: hidroksiapatit, biokeramik, osteokonduktif.

ABSTRACT

Hydroxyapatite is a bioceramic material that is widely used in biomedical field because of its
resemblance to the primary mineral constituent of bone and teeth. Various studies haveproven the
biocompatibility of the hydroxyapatite and its osteoconductive ability. Researchers have also been
experimenting by adding this material to various restorative materials and materials used in
endodontic treatment. This paper aims to discuss literature which conducted research on
hydroxyapatite and clinical applications in the field of dentistry.

Key words: hydroxyapatite, biocompatibility, osteoconductive

835
Cakradonya Dent J 2015; 7(2):807-868

PENDAHULUAN tinggi dan struktur sangat halus yang serupa


Garam kalsium fosfat (CaP) merupakan dengan mineral yang ditemukan pada jaringan
mineral utama yang menyusun tulang dan gigi. keras tubuh.2 Metode sintesis hidroksiapatit
Di antara jenis garam CaP, hidroksiapatit akan sangat menentukan morfologi,
merupakan yang paling mirip dengan bagian kristalografi, dan kemurnian fase partikel
mineral pada tulang. Memiliki rumus kimia hidroksiapatit yang dihasilkan, yang pada
Ca10(PO4)6(OH)2, hidroksiapatit merupakan gilirannya akan menentukan sifat mekanis
fase kristal dari CaP yang paling stabil secara material ini.2
termodinamik.1 Tujuan penulisan makalah ini adalah
Struktur kristal hidroksiapatit dapat untuk membahas literatur yang melakukan
berupa monoklinik atau heksagonal. Struktur penelitian mengenai hidroksiapatit dan
hidroksiapatit monoklinik diperoleh hanya aplikasinya secara klinis di bidang kedokteran
pada kondisi murni dengan komposisi gigi.
stoikiometrik, dengan rasio Ca/P adalah 1.67.2
Struktur heksagonal umumnya diperoleh dari TINJAUAN PUSTAKA
sintesis hidroksiapatit yang tidak stoikometrik. Penggunaan Hidroksiapatit di Bidang
Semakin rendah nilai rasio molar Ca/P maka Kedokteran Gigi
semakin bersifat asam dan makin mudah larut Penggunaan hidroksiapatit di bidang
senyawa kalsium ortofosfat tersebut. kedokteran gigi masih terus dikembangkan
Hidroksiapatit sintetik telah lama melalui berbagai penelitian. Adapun
menarik minat peneliti untuk terus menerus penggunaan tersebut antara lain:
dikembangkan, karena material ini memiliki
biokompatibilitas yang sangat baik serta • Regenerasi jaringan tulang
memiliki afinitas tinggi dengan biopolimer.2 Prosedur transplantasi tulang untuk
Hidroksiapatit terbukti biokompatibel dan memperbaiki kerusakan tulang telah dilakukan
ditoleransi dengan sangat baik oleh jaringan sejak lama. Autograft merupakan standar emas
rongga mulut manusia, memiliki kemampuan dalam prosedur transplantasi tulang dengan
osteokonduktif dan terbukti mampu kemampuan osteinduksi, osteokonduksi, dan
merangsang diferensiasi osteoblas dan osteogeniknya. Namun prosedur ini berisiko
pembentukan tulang.3 Karakteristik yang baik untuk menimbulkan morbiditas pada jaringan
dari biomaterial ini menyebabkan donor. Alternatifnya adalah allograft dari
penggunaannya di bidang kedokteran gigi manusia atau xenograft dari koral atau tulang
cukup luas, seperti rekonstruksi jaringan sapi, namun memiliki kelemahan salah
tulang, rekayasa jaringan lunak dan perawatan satunya yaitu memerlukan teknik pemrosesan
defek periodontal,4 pelapis implan dental,5 yang cukup rumit untuk mengeliminasi potensi
filler material restorasi seperti resin komposit imunogenik.7
dan glass ionomer cement, dll. Adanya keterbatasan dalam penyediaan
Biomaterial ini dapat berasal dari sumber autograft dan allograft telah membuat
berbagai sumber, baik alami maupun sintetis. peneliti mencari alternatif lain, yang
Sumber alami hidroksiapatit di antaranya memenuhi kriteria dasar utama sebagai bahan
tulang mamalia, kulit kerang, batu karang, transplantasi tulang yaitu osteokonduksi,
maupun cangkang telur. Hidroksiapatit juga osteoinduksi dan osteogenesis. Hidroksiapatit
dapat dibuat di laboratorium melalui memenuhi kriteria tersebut, seperti yang
serangkaian proses kimia. Terdapat beberapa dilaporkan Ghanaati et al (2014) dalam
metode pembuatan kristal hidroksiapatit, penelitiannya yang melakukan augmentasi
meliputi metode presipitasi, deposisi sinus dengan bahan substitusi tulang yang
biomimetis, metode sol-gel, dan metode terbuat dari nano hidroksiapatit 3 dan 6 bulan
elektrodeposisi.6 Hasil akhirnya dapat berupa sebelum peletakan implan gigi. Volume dan
keramik padat, bubuk, pelapisan keramik, atau ketinggian tulang yang adekuat merupakan hal
keramik yang porus. Namun beberapa tahun yang sangat penting bagi keberhasilan implan
ini partikel hidroksiapatit berskala nano telah dental jangka panjang. Pemeriksaan follow-up
berhasil disintesis dan dikembangkan. Nano secara klinis dan radiografis 3 tahun pasca
hidroksiapatit berukuran nano dengan ukuran insersi implan dalam penelitian tersebut
partikel <100 nm setidaknya dalam satu arah menunjukkan bahwa kedua kelompok baik 3
diyakini memiliki aktivitas permukaan yang

836
Cakradonya Dent J 2015; 7(2):807-868

maupun 6 bulan menunjukkan keberhasilan dilakukan pemeriksaan secara histologis, maka


dan stabilitas implan yang sama baiknya.7 belum dapat diketahui apakah hidroksiapatit
Kattimani et al (2014) dalam yang dicangkokkan bertindak sebagai bahan
penelitiannya menggunakan hidroksiapatit pengisi tulang atau memicu pertumbuhan
yang berasal dari limbah cangkang telur tulang.9
sebagai bahan transplantasi tulang. Hasil dari
penelitian tersebut memperlihatkan bahwa • Pelapis implan dental
hidroksiapatit yang diproses dari cangkang Penatalaksanaan kondisi patologis pada
telur memiliki sifat yang sangat baik sebagai tulang dapat melibatkan pemasangan implan.
pengganti tulang, karena ia biokompatibel, Hingga saat ini, titanium murni ataupun logam
bersifat hidrofilik, dapat mengabsorbsi cairan paduannya masih menjadi material pilihan
dan tulang sehingga memudahkan untuk pembuatan implan dental. Kriteria ideal
penanganan. Delapan bulan pasca dari implan dental meliputi biokompatibilitas
transplantasi, defek tulang yang dicangkok dan sifat mekanik yang baik, serta dapat
menggunakan hidroksiapatit dalam penelitian memfasilitasi terjadinya osteogenesis pada
tersebut menunjukkan pembentukan tulang antar muka tulang alveolar dan implan.10
yang sempurna, dengan densitas tulang yang Terdapat dua teori mengenai mekanisme
sama atau lebih jika dibandingkan dengan integrasi jaringan antara implan dental dengan
tulang normal di sekitarnya.3 tulang alveolar, yaitu teori Branemark dan
Perkembangan terbaru dalam bidang teori Weiss. Dalam teori Branemark, implan
nanoteknologi telah memungkinkan aplikasi harus dapat berintegrasi langsung dengan
material berukuran nano dalam perawatan tulang sedemikian rupa tanpa disertai
defek periodontal, seperti pasta nanokristalin pembentukan jaringan ikat, dan ini dikenal
hidroksiapatit yang mengandung 65% air dan sebagai osseointegrasi. Sementara pada teori
35% partikel nanoapatit berukuran <100 nm Weiss, di antara implan dan tulang harus
yang telah digunakan secara luas dalam terbentuk ligamen fibro-osseus yang berperan
prosedur augmentasi dalam penyakit sebagai ligamen periodontal, dan dikenal
periodontal. Keberhasilan penggunaan pasta sebagai integrasi fibro-osseus. Untuk
nano hidroksiapatit ini telah dilaporkan, yang mencapai osseointegrasi, faktor utama yang
diindikasikan dengan penurunan probing perlu dicapai adalah modifikasi topografi
pocket depth yang signifikan dibandingkan implan, sedangkan modifikasi kimia dan fisik
kelompok kontrol 6 bulan pasca operasi.8 dari permukaan implan berfungsi untuk
Bansal et al (2014) menggunakan bubuk mempercepat penyembuhan tulang di sekitar
nano hidroksiapatit yang disintesis dengan implan.11
menggunakan kalsium nitrat tetrahidrat dan Kekasaran permukaan implan
ammonium fosfat sebagai prekursor. Hasil memainkan peranan penting dalam kejadian
sintesis dikarakterisasi menggunakan EDAX biologis setelah peletakan implan. Material
dan didapati bahwa rasio stokiometri Ca/P implan dengan topografi permukaan yang
mendekati nilai teoretis yaitu 1.67, serta dari kasar lebih baik dibanding permukaan halus
uji XRD diketahui partikel kristal berukuran dalam hal menginduksi pertumbuhan sel,
20 nm dan tidak ada fasa kristalin lain selain mendukung adhesi dan diferensiasi osteoblas,
hidroksiapatit. Bubuk nano hidroksiapatit dan berpengaruh secara signifikan terhadap
tersebut digunakan untuk mengisi defek proliferasi dan diferensiasi sel
periodontal pada pasien dengan kronik osteprogenitor.10 Semakin meningkat derajat
moderat hingga lanjut dengan defek intraboni kekasaran permukaan implan, maka semakin
angular. Pada kunjungan kontrol 6 bulan pasca banyak tulang alveolar yang teraposisi.11
terapi, probing depth menunjukkan penurunan Modifikasi topografi berskala mikron
yang signifikan. Namun perbedaan ini tidak pada permukaan titanium murni telah diterima
signifikan jika dibandingkan dengan kelompok di pasaran implan endosseous karena
kontrol yang dirawat dengan hidroksiapatit kemampuannya untuk memfasilitasi
konvensional dengan partikel berukuran 150– osteogenesis pada antarmuka tulang dan
250 µm.9 Evaluasi radiograf menunjukkan implan. Namun pada tahun-tahun terakhir
peningkatan radiodensitas pada defek, yang penelitian di bidang ini lebih menyoroti pada
berarti ukuran defek secara klinis pun perlakuan permukaan dengan menggunakan
berkurang. Namun pada penelitian ini tidak nanoteknologi, yang melibatkan material

837
Cakradonya Dent J 2015; 7(2):807-868

berukuran nano dengan rentang antara 1–100 • Filler pada material restorasi GIC
nm. Belum lama ini telah dikembangkan Glass Ionomer Cement (GIC)
metode pelapisan baru dengan pendekatan merupakan material restoratif pilihan karena
biomimetik, dengan mengendapkan kristal penggunaannya yang mudah, melekat secara
apatit kalsium fosfat dalam Simulated Body kimia ke jaringan keras gigi, dan
Fluids (SBF) pada suhu kamar.10 biokompatibel dibandingkan material restoratif
De Wilde et al (2015) dalam direk lainnya. Namun GIC memiliki sifat
penelitiannya mengamati respons imun brittle dan hal ini membatasinya untuk
jaringan lunak setelah peletakan implan digunakan di daerah posterior yang menerima
titanium mini dengan sistem terbuka tekanan kunyah yang besar. Selain itu,
(transmucosal), dengan dan tanpa pelapisan ketahanan terhadap abrasi dan sifat mekanis
nano hidroksiapatit. Observasi histologis yang rendah juga merupakan keterbatasan dari
menunjukkan lokalisasi sel inflamasi di sekitar GIC.
daerah transgingiva implan pada kelompok Choudhary dan Nandlal (2015)
kontrol maupun perlakuan, sementara evaluasi mengevaluasi kekuatan ikat geser GIC
histomorfometri yang dilakukan menunjukkan konvensional (Fuji IX GC) yang ditambahkan
tidak adanya perbedaan yang bermakna dalam nano hidroksiapatit. Dalam penelitian ini,
jumlah sel inflamasi pada pasien di kedua delapan persen berat (8 wt%) bubuk GIC
kelompok tersebut.12 Dikatakan bahwa (konvensional digantikan oleh nano
pelapisan implan menggunakan hidroksiapatit hidroksiapatit berukuran 10–20 nm. Hasilnya
berstruktur nano ini tidak menyebabkan menunjukkan GIC dengan penambahan 8 wt%
inflamasi seperti yang terjadi pada pelapisan nano hidroksiapatit memiliki penurunan
hidroksiapatit dengan cara plasma spray. kekuatan rekat geser yang signifikan
dibandingkan GIC konvensional.14 Di samping
• Filler pada semen pengisi saluran akar itu, mereka mengamati bahwa setting time
Semen saluran akar (root canal sealer) bahan tersebut lebih lama dibandingkan GIC
harus memiliki sifat inert secara biologis dan konvensional. Hasil ini bertentangan dengan
bioaktif dengan jaringan tubuh, dan penelitian Moshaverinia et al (2008) yang
menunjukkan radiopasitas dan pembasahan mensintesis hidroksiapatit dari etanol dengan
yang baik. Selain itu, sitotoksisitas bahan ini metode sol-gel dan menambahkannya ke
menjadi pertimbangan penting karena ia akan dalam bubuk GIC (Fuji II GC) sebanyak 5%.
berkontak langsung dengan dentin dan Penambahan granul hidroksiapatit berukuran
jaringan periapikal. 100–200 nm tersebut mampu meningkatkan
Sealer berbasis metakrilat akan sifat mekanik GIC yaitu kekuatan tekan,
mengalami degradasi seiring waktu di dalam kekuatan tarik diametral dan kekuatan
lingkungan mulut. Degradasi ini tidak fleksural. Selain itu, juga kekuatan ikat
diharapkan, karena dapat mengarah kepada terhadap dentin setelah 7 hari dan 30 hari pada
pembentukan celah, infiltrasi jaringan, dan kelompok spesimen dengan penambahan
kebocoran monomer yang dapat memicu hidroksiapatit juga mengalami peningkatan.15
reaksi jaringan. Suatu penelitian telah Perbedaan ini dapat dikaitkan dengan
melaporkan penambahan filler yaitu nano perbedaan jenis GIC dan bahan yang
hidroksiapatit dan calcium tungstate yang digunakan dalam penelitian.
lazim digunakan sebagai radiopacifier pada Hidroksiapatit diduga berperan serta
sealer berbasis metakrilat. Nano hidroksiapatit dalam perubahan kimia yang terjadi selama
dalam penelitian tersebut diduga menjadi pengerasan awal semen. Hidroksiapatit dapat
bahan pengisi yang dapat mengarah kepada larut dalam larutan asam, kelarutannya
pertumbuhan kristal dan mineralisasi meningkat dengan cepat pada pH di bawah
biomimetik pada jaringan di sekitarnya, karena 2.05 ketika berkontak dengan asam poliakrilat.
apatit sintetik memiliki komposisi dan Pada kondisi itu, ion Ca dapat terlepas dari
konfigurasi biologis yang menyerupai gigi. permukaan hidroksiapatit, yang bertindak
Konsentrasi nano hidroksiapatit yang sebagai kalsium tambahan yang lebih dulu
digunakan dalam penelitian bervariasi dari 10 tersedia untuk terjadinya reaksi pengerasan
hingga 40%, dan didapati bahwa penambahan GIC. Hal tersebut menyebabkan peningkatan
ini tidak mempengaruhi radiopasitas dan film derajat reaksi asam basa dalam struktur GIC
thickness.13 dan membentuk semen yang lebih kuat. Selain

838
Cakradonya Dent J 2015; 7(2):807-868

itu, HA menambah kepadatan GIC karena HA metode tersebut, metode presipitasi kimia
mengisi jarak antar partikel kaca di dalam GIC yang termasuk bagian dari metode kimia basah
yang kosong.16 merupakan metode yang paling populer untuk
pembuatan hidroksiapatit.
• Bahan aktif pasta gigi sensitif
Hipersensivitas dentin didefinisikan • Metode presipitasi
sebagai rasa ngilu yang disebabkan oleh Metode ini merupakan bagian dari
tereksposnya dentin sebagai respons terhadap metode kimia basah yang paling terkenal dan
stimulus kimia, termal, taktil, atau osmotik teknik yang paling banyak dipergunakan untuk
yang tidak dapat dijelaskan atau berkaitan sintesis hidroksiapatit.1 Hal ini karena dengan
dengan penyakit jaringan keras gigi lainnya. teknik tersebut dapat mensintesis HA dalam
Kondisi ini cukup umum terjadi pada jumlah besar tanpa menggunakan pelarut-
kelompok usia dewasa, dengan prevalensi pelarut organik dan dengan biaya yang tidak
bervariasi bergantung pada tempat dan cara begitu mahal. Untuk menghasilkan HA
pengumpulan data namun berkisar antara 1– melalui metode presipitasi dapat menggunakan
74%.17 berbagai prekursor yang mengandung kalsium
Terdapat dua pendekatan dasar dalam dan fosfat, misalnya kalsium hidroksida
perawatan hipersensivitas dentin. Pertama (Ca(OH)2) dan asam fosfat (H3PO4). Hasil
adalah penutupan dan penyumbatan tubuli sampingan yang dihasilkan oleh reaksi
dentin sehingga memblokade mekanisme Ca(OH)2 dan H3PO4 dalam sintesis HA
hidrodinamika; yang kedua adalah blokade hanyalah air dan reaksi tidak melibatkan
transmisi syaraf pada pulpa sehingga elemen-elemen asing.19
mengurangi sensitivitas. Pasta gigi yang Hidroksiapatit dengan struktur
mengandung bahan aktif tertentu diketahui nanoporus telah berhasil dibuat dengan teknik
dapat mengurangi hipersensitivitas dentin. ko-presipitasi sederhana yang menggunakan
Bahan aktif tersebut di antaranya potassium kalsium hidroksida dan asam ortofosforik
nitrat 5%, yang bekerja dengan cara sebagai prekursor dan hidroksiapatit-chitosan
memblokade potensial aksi yang dibangkitkan sebagai template.20 Komposit hidroksiapatit-
pada saraf intradental.18 chitosan dikalsinasi pada suhu 800 C, dan
Oklusi tubuli dentin yang terekspos oleh komponen chitosan mulai mengalami
nano hidroksiapatit diketahui mampu dekomposisi di sekitar suhu 280–300 C.
mengurangi hipersensitivitas dan telah Hasilnya adalah partikel hidroksiapatit yang
dipelajari dalam tahun-tahun terakhir. Hasil mengandung pori berukuran nano yang tidak
dari penelitian Gopinath et al menunjukkan beraturan namun saling berhubungan.20
bahwa penggunaan pasta gigi yang Hidroksiapatit dengan struktur nanoporus
mengandung nano hidroksiapatit berhubungan terbukti dapat meningkatkan adhesi,
dengan penurunan sensitivitas gigi yang proliferasi, dan diferensiasi sel yang
bermakna secara statistik. Nano hidroksiapatit dibutuhkan untuk fungsi jaringan.21
diduga efektif dalam menutup tubuli dentin,
karena material ini terdiri dari kalsium dan • Metode sol-gel
fosfat, dan saliva dalam rongga mulut telah Beberapa keuntungan membuat
tersupersaturasi oleh hidroksiapatit. Dengan hidroksiapatit dengan metode ini yaitu
demikian kemungkinan larutnya senyawa kemudahan untuk mengatur komposisi dan
tersebut oleh saliva relatif kecil. Di akhir sintesis yang dapat dilakukan pada temperatur
minggu keempat dalam percobaan klinis ini, rendah, dapat menghasilkan lapisan yang
keluhan hipersensitivitas dentin berkurang homogen, murni, dan stoikiometris yang
secara signifikan.19 dihasilkan dari pencampuran dengan skala
modern. Ukuran partikel kecil dan luas
Metode Sintesis Hidroksiapatit permukaan besar sehingga temperatur
Berbagai metode untuk membuat pembakaran rendah dan memungkinkan
hidroksiapatit telah dilaporkan dalam berbagai diperolehnya partikel berukuran nano yang
penelitian, yang dapat diklasifikasikan menjadi homogen, menggunakan peralatan yang relatif
metode kering, metode basah, proses sederhana.22
bertemperatur tinggi, sintesis dari sumber Metode sol-gel terdiri dari beberapa
biogenik, dan kombinasinya.1 Dari seluruh tahapan. Pertama, menyiapkan larutan

839
Cakradonya Dent J 2015; 7(2):807-868

prekursor yang dapat berupa senyawa improve bone nanomechanical properties.


anorganik atau metal organik. Setelah larutan J Dent Res 2012; 91(12):1172–1177.
prekursor direaksikan, akan terjadi hidrolisis 6. Ferraz MP, Monteiro FJ, Manuel CM.
yaitu proses reaksi antara senyawa prekursor Hydroxyapatite nanoparticles: A review
dengan air, hidrolisis untuk proses gelasi, of preparation methodologies. Journal of
aging, dan pengeringan atau sintering.22 Applied Biomaterials & Biomechanics
2004; 2:74–80.
KESIMPULAN 7. Ghanaati S, Lorenz J, Obreja K,
Hidroksiapatit berukuran nano Choukroun J, Landes C, Sader R.
merupakan material dengan aplikasi yang Nanocrystalline hydroxyapatite-based
sangat luas di bidang kedokteran gigi. material already contributes to implant
Meskipun berbagai penelitian telah stability after 3 months: A clinical and
membuktikan penambahan hidroksiapatit radiologic 3-year follow up investigation.
berdampak signifikan terhadap material yang Journal of Oral Implantology 2014;
diperkuatnya, penelitian lebih lanjut tetap 40(1):103–109.
dibutuhkan untuk menguji efektivitas ini di 8. Heinz B, Kasaj A, Teich M, Jepsen S.
bawah kondisi klinis dalam jangka panjang. Clinical effects of nanocrystalline
Selain itu, sifat biologis dan mekanis hydroxyapatite paste in the treatment of
hidroksiapatit sangat dipengaruhi oleh intrabony periodontal defects: A
karakteristik strukturalnya. Oleh karena itu randomized controlled clinical study. Clin
perlu dilakukan penelitian mengenai berbagai Oral Invest 2010; 14: 525–531.
metode sintesis hidroksiapatit berukuran nano 9. Bansal M, Kaushik M, Khattak BB,
yang akan menghasilkan sifat-sifat yang Sharma A. Comparison of nanocrystalline
optimal untuk aplikasi biomedis. hydroxyapatite and synthetic resorbable
hydroxyapatite graft in the treatment of
DAFTAR PUSTAKA intrabony defects: A clinical and
1. Sadat-Shojai M, Khorasani MT, radiographic study. J Indian Soc
Dinpanah-Khoshdargi E, Jamsidi A. Periodontol 2014; 18:213–219.
Synthesis methods for nanosized 10. Singhatanadgit W. Biological responses
hydroxyapatite with diverse structures. to new advanced surface modifications of
Acta Biometer 2013;9(8):7591-621 endosseous medical implants. Bone and
2. Kantharia N, Naik S, Apte S, Kheur M, Tissue Regeneration Insights 2009; 2:1–
Kheur S, Kale B. Nano-hydroxyapatite 11.
and its contemporary applications. 11. Poedjiastoeti W, Gunardi I. Dental
Journal of Dental Research and Scientific implant: Systematic review on
Development 2014; 1:15–19. biocompatibility properties. KPPIKG
3. Kattimani VS, Chakravarthi PS, Proceeding 2013; 239–248.
Kanumuru NR, Subbarao VV, Sidharthan 12. De Wilde EAWJ, Jimbo R, Wennerberg
A, Kumar TSS. Eggshell derived A, Naito Y, Couke P, Bryington MS. The
hydroxyapatite as bone graft substitute in soft tissue immunologic response to
the healing of maxillary cystic bone hydroxyapatite-coated transmucosal
defects: a preliminary report. Journal of implant surfaces: A study in humans.
International Oral Health 2014; 6(3):15– Clinical Implant Dentistry and Related
19. Research 2015; 17(1): 65–74.
4. Kasaj A, Willershausen B, Junker R, 13. Collares FM, Leitune VC, Rostirolla FV,
Stratul Sl, Schmidt M. Human Trommer RM, Bergmann CP, Samuel
periodontal ligament fibroblasts SM. Nanostructured hydroxyapatite as
stimulated by nanocrystalline filler for methacrylate-based root canal
hydroxyapatite paste or enamel matrix sealers. International Endodontic Journal
derivative: An in vitro assessment of PDL 2012; 45:63–67.
attachment, migration, and proliferation. 14. Choundhary K, Nandlal B. Comparative
Clin Oral Invest 2012; 16:745–754. evaluation of shear bond strength of nano-
5. Jimbo R, Coelho PG, Bryington M, hydroxyapatite incorporated glass
Baldassarri M, Tovar M, Currie F, et al. ionomer cement and conventional glass
Nano hydroxyapatite-coated implants ionomer cement on dense synthetic

840
Cakradonya Dent J 2015; 7(2):807-868

hydroxyapatite disk: An in vitro study.


Indian J Dent Res 2015; 26:170–175.
15. Moshaverinia A, Ansari S, Moshaverinia
M, Roohpoor N, Darr JA, Rehman I.
Effects of incorporation of hydroxyapatite
and fluoroapatite nanobioceramics into
conventional glass ionomer cements
(GIC). Acta biomaterialia. 2008;
4(2):432–440.
16. Lucas ME, Arita K, Nishino M.
Toughness, bonding and fluoride-release
properties of hydroxyapatite-added glass
ionomer cement. Biomaterials 2003;
24(21):3787–3794.
17. Gillam D. Management of dentine
hypersensitivity: An update. Dental
Nursing 2015; 11(1):20–23.
18. Sharma S, Shetty NJ, Uppoor A.
Evaluation of the clinical efficacy of
potassium nitrate desensitizing
mouthwash and a toothpaste in the
treatment of dentinal hypersensitivity. J
Clin Exp Dent 2012; 4(1):28–33.
19. Gopinath NM, Joseph J, Nagappan N,
Prabhu S, Kumar ES. Evaluation of
Dentifrice Containing Nano-
hydroxyapatite for Dentinal
Hypersensitivity: A Randomized
Controlled Trial. J Int Oral Health 2015;
7(8):118-122.
20. Nayak AK. Hydroxyapatite synthesis
methodologies: An overview.
International Journal of ChemTech
Research. 2010; 2(2):903–907.
21. Ramli RA, Adnan R, Abu Bakar M,
Masudi SM. Synthesis and
characterisation of pure nanoporous
hydroxyapatite. Journal of Physical
Science 2011; 22(1):25–37.
22. Sidiga AN, Djustiana N, Sunendar B,
Febrida R. Surface modification of
multilayer coatings Ti-Al-Cr and
hydroxyapatite on calcium phosphate
cement with sol-gel method. Journal of
Dentistry Indonesia 2012; 19(2):43–46.

841