Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH MATA KULIAH PENDIDIKAN SOSIAL BUDAYA

HAKIKAT PERADABAN DAN DINAMIKA PERADABAN GLOBAL

KELOMPOK 5

WINA AFIFAH PUTRI 1830424

NADIA ALIMA FADHILLA 18304241032

ANITA RAKHMA 1830424

KELAS : PENDIDIKAN BIOLOGI C

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2018
KATA PENGANTAR

Assalammualaikum wr. wb.

Puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga pada kesempatan ini kami
dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat serta salam juga kami haturkan kepada Nabi Muhammad
SAW yang kita nanti – nanti syafa’atnya di hari akhir nanti. Tak lupa juga kami mengucapkan terima
kasih kepada seluruh pihak yang membantu kami dalam penyusunan makalah dengan judul “Hakikat
Peradaban dan Dinamika Peradaban Global”.

Seperti pepatah “tak ada gading yang tak retak”, kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari sempurna dan masih perlu banyak perbaikan ke depannya. Kami mengharapkan saran dan kritik yang
membantu dan membangun guna perbaikan dalam pembuatan makalah ini.

Akhir kata, kami berharap makalah ini dapat mememberikan banyak manfaat dan memperluas
pengetahuan para pembaca.

Wassalammualaikum wr. wb.

Yogyakarta, 2 Maret 2019

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Kehidupan manusia tidak pernah bersifat statis, pasti selalu bersifat dinamis. Pasti dalam kehidupan
ada kalanya terjadi beberapa perubahan yang berdampak besar bagi diri kita dan juga lingkungan kita.
Hal – hal inilah yang menyebabkan terjadinya sebuah dinamika kehidupan. Dinamika kehidupan manusia
dapat terjadi karena manusia selalu bergerak dan berkembang karena proses perubahan sosial dan
perubahan kebudayaan. Proses – proses perubahan ini nantinya akan membentuk sebuah peradaban
tertentu sesuai perkembangan yang terjadi.

Peradaban sendiri merupakan suatu penunjuk bahwa dinamika kehidupan yang terjadi pada daerah
tersebut pernah berjalan dengan sangat baik sesuai dengan aturan – aturan yang berlaku dan perubahan –
perubahan yang terjadi. Sebuah peradaban akan dikatakan mencapai masa puncaknya apabila
pendukungnya melebihi jumlah penentangnya.

Lalu bagaimana sebuah peradaban dapat terbentuk? Bagaimana membentuk sebuah peradaban yang
baik? Hal – hal inilah yang menjadi alasan mengapa bagi kita sebagai manusia perlu mempelajari
peradaban kita dan menarik sebuah pelajaran dari peradaban tersebut. Hal ini bertujuan agar ke depannya
kita dapat membentuk peradaban yang lebih baik lagi dan mampu berjalan dengan lancar.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian dari manusia?
2. Apa saja ciri – ciri manusia secara umum?
3. Apa definisi dari peradaban?
4. Apa keterkaitan antara kebudayaan dan peradaban?
5. Bagaimana dinamika peradaban global berjalan?
6. Apa saja problem manusia di era global ini?
C. TUJUAN PENULISAN
1. Memahami pengertian dari manusia
2. Mengetahui ciri – ciri manusia secara umum
3. Memahami definisi dari peradaban
4. Mengetahui dan memahami keterkaitan antara kebudayaan dan peradaban
5. Memahami dinamika peradaban global yang terjadi
6. Mengetahui dan memahami problem yang dihadapi manusia di era global ini
BAB II

ISI

A. PENGERTIAN MANUSIA

Manusia atau orang dapat diartikan berbeda – beda. Secara biologis, manusia diklasifikasikan
sebagai Homo sapiens, yaitu sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak
berkemampuan tinggi. Menurut kerohanian, manusia dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang
bervariasi. Pengertian kerohanian dalam agama dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan
ketuhanan atau makhluk hidup. Dalam antropologi kebudayaan, manusia dijelaskan berdasarkan
penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk, perkembangan teknologinya, dan
terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu
sama lain.

Penggolongan manusia paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, seoang
anak yang baru lahir adalah laki – laki atau perempuan. Anak muda laki – laki disebut putra sementara
laki – laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan disebut putri dan perempuan dewasa disebut
wanita. Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari janin, bayi, balita, anak – anak, remaja,
akil baligh, pemuda/pemudi, dewasa, dan orang tua. Penggolongan lainnya yaitu dapat bersifat fisik
(warna kulit, rambut, mata, bentuk hidung, tinggi badan, dll.), afiliasi sosio-politik-agama (penganut
agama/kepercayaan XYZ, warga negara XYZ, anggota partai XYZ, dll.), hubungan kekerabatan, dan lain
sebagainya.

B. CIRI – CIRI MANUSIA

Secara biologi, manusia diartikan sebagai hominid dari spesies Homo sapiens. Manusia
menggunakan daya penggerak bipedalnya (dua kaki) yang sempurna. Anak manusia lahir setelah kurang
lebih sembilan bulan dalam masa kandungan, dengan berat kurang lebih 2-4 kilogram dan tinggi kurang
lebih 50 – 60 centimeter. Mereka terus tumbuh hingga mencapai mencapai kematangan seksualnya dan
masih dapat terus tumbuh hingga kurang lebih 18 – 23 tahun. Perkiraan panjang umur manusia kurang
lebih 80 tahun di negara – negara makmur. Rentang hidup maksimal manusia diperhitungkan sekitar 120
tahun.

Sementara banyak spesies lain yang punah, manusia tetap dapat eksis dan berkembang sampai
sekarang. Keberhasilan mereka tidak hanya disebabkan oleh daya intelektualnya yang tinggi, tetapi
mereka juga memiliki kekurangan fisik. Manusia cenderung menderita obesitas lebih dari primata
lainnya. Hal ini sebagian besar disebabkan karena manusia mampu memproduksi lemak tubuh lebih
banyak daripada keluarga primata lain.
Manusia memiliki perbandingan massa otak dengan tubuh terbesar di antara semua hewan besar.
Meski bukan bukanlah pengukuran mutlak, perbandingsn massa otak dengan tubuh memang memberikan
petunjuk baik dari intelektual relatif. Manusia juga memiliki kemampuan pengenalan bayangan dirinya
pada cermin yang jarang dimiliki hewan lain. Selain itu, manusia juga memiliki pengenalan pola yang
baik dan dapat membuktikan bahwa manusia juga memiliki mental yang baik.

C. PERADABAN MANUSIA

Istilah peradaban dapat kita sejajarkan dengan kata asing ’civilization’. Istilah itu biasanya dipakai
untuk bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus dan indah, seperti kesenian, ilmu
pengetahuan, sopan santun dan sistem pergaulan yang kompleks. Sering juga istilah peradaban dipakai
untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, seni bangunan, seni rupa, sistem
kenegaraan dan ilmu pengetahuan yang maju dan kompleks. Beberapa definisi tentang peradaban antara
lain :

 Huntington mendevinisikan peradaban sebagai the highest social grouping of people and the broadest
level of cultural identity people have short of that which disthinguish humans from other species.

 Damono,2001 menyatakan adab berarti ahlak atau kesopanan dan kehalusan budi pekerti

 Fairchild, 1980;41, menyatakan peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai
tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya.

 Kontjraningrat (1990:182) menyatakan peradaban untuk menyebut bagian dan unsur


kebudayaanyang halus,maju dan indah seperti misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan
santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang menpunyai sistem
teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks.

 Ibnu Khaldun (1332-1406 M) melihat peradaban sebagai organisasi sosial manusia, kelanjutan dari
pross tamaddun (semacam urbanisasi) lewat ashabiyah (group feeling) merupakan keseluruhan dari
kompleksitas produk kelompok pikiran manusia yang mengatasi negara, ras, suku, atau agama, yang
membedakannya dari yang lain tetapi tidak monolitik dengan sendirinya. pendekatan terhadap
peradaban bisa dilakuakn dengan mengguanakan organisasi sosial, kebudayaan, cara berkehidupan
yang sudah maju, termasuk sistem IPTEK dan pemerintahannya.

D. KEBUDAYAAN DAN PERADABAN

Peradaban adalah kebudayaan yang ttelah mencapai tingkat tertentu pada suatu masyarakat, yang
tercermin dalam tingkat intelektual, keindahan, teknologi, dan spiritual. Pada waktu perkembangan
kebudayaan mencapai puncaknya terwujud maka Unsur-unsur budaya yang bersifat halus, indah, tinggi,
sopan, luhur dan sebagainya. maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki
peradaban yang tinggi.
Maka istilah peradaban sering dipakai untuk hasil-hasil kebudayaan seperti : kesenian, ilmu
pengetahuan, teknologi, adat sopan santun srta pergaulan. selain itu juga kepandaian menulis, orgganisasi
bernegara serta masyarakat kota yang maju dan kompleks. Peradaban memiliki kaitan erat dengan
kebudayaan. Kebudayaan hakikatnya adalah hasil cipta karsa dan rasa manusia.

 Kemampuan cipta (aqal) manusia menghasilkan ilmu pengetahuan

 Kemampuan rasa manusia melalui alat-alat inderanya menghasilkan beragam barang seni dan
bentuk-bentuk kesenian

 Kemampuan karsa manusia menghendaki kesempurnaan, kemulian dan kebahagiaan sehingga


menghasilkan berbagai aktivitas hidup nmanusia untuk memenuhi kebutuhannya.

Hasil atau produk kebudayaan manusia inilah yang menghasilkan peradaban

Setiap masyarakat atau bangsa dimanapun selalu berkebudayaan, tetapi tidak semuanya memiliki
peradaban, peradaban merupakan tahaptertentu dari kebudayaan masyarakat tertentu yang telah telah
mencapai kemajuan tertentu yang dicirikan oleh tingkat ilmuu pengetahuan, teknologi dan dan seni yang
telah maju

Tingkat rendahnya peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh : kemajuan teknologi, ilmu
pengetahui, tingkat pendidikan. Kemampuan teknologi menjadikan bangsa itu dianggap lebih maju dari
bangsa-bangsa lain pada zamannya kemajuan teknologi bisa dilihat dari insfrastruktur bangunan, saran
yang dibuat, lembaga yang dibentuk dll. Peradaban ditentukan pula oleh tingkat pendidikan salah satu ciri
yang penting dalam definisi peradaban adalah kebudayaan (cultured). orang yang cultured adalah juga
yang lettered artinya melek huruf. orang yang cultured adalah mampu menghayati dan memahami hasil
kebudayaan adiluhung yang hanya bisa didapatkan dengan pendidikan yang tarap tinggi. bangsa yang
beradab adalah bangsa yang terdidik.

Manusia adalah mahluk yang berabad sebab dianugerahu harkat, martabat serta potensi kemanusiaan
yang tinggi. dalam perkembangannya bisa jatuh dalam perilaku kebiadaban karena tidak mampu
menyeimbangkan atau mengendalikan cipta, rasa dan karsa yang dimilikinya manusia tersebut telah
melanggar hakikat kemanusiaan

Catatan unik

 Manusia memiliki padanan istilah yang dikenakan dengan masyarakat madani atau masyarakat sipil
(civil society).(nurcholis madjid)

 Masyarakat beradab atau berkeadaban

 Masyarakat madani (masyarakat yang teratur dan beradab)

 Peradaban hanya terwujud dalam masyarakat teratur.


Wujud peradaban moral

1. nilai-nilai dalam masyarakan dalam hubungannya dengan kesusilaan

2. norma : aturan, ukuran atau pedoman yang dipergunakan dalam menentukan sesuatu benar atauu
salah, baik atau buruk.

3. etika : nilai-nilai dan norma moral tentang apa yang baik dan buruk yang menjdi pegangan dalam
mengatur tingkah laku manusia. bisa juga diartikan sebagai etiket, sopan santun

4. estetika : berhubngan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam keindahan, mencakup kesatuan
(unity), keselarasan (balaance), dan kebaikan (contras).

E. DINAMIKA PERADABAN GLOBAL

Menurut Arnold Y. Toynbee, seorang sejarawan asal Inggris, lahirnya peradaban itu diuraikan
dengan teori challenge and response. Peradaban itu lahir sebagai respon manusia dengan segenap daya
upaya dan akalnya untuk menghadapi, menakhlukkan, dan mengolah alam menjadi tantangan (challenge)
untuk mencukupi dan melestarikan hidupnya.

Perkembangan peradaban dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Penerapan teknologi


bertujuan untuk memudahkan kerja manusia, agar meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Menurut
Alvin Toffler dalam bukunya The Third Wave (1981), (Herminanto, 2009:81-82): menyatakan bahwa
gelombang perubahan peradaban manusia saat ini mengalami tiga gelombang, yaitu :

1. Gelombang I, peradaban teknologi pertanian berlangsung mulai tahun 800M-1500M.


2. Gelombang II, peradaban teknologi industri berlangsung mulai tahun 1500M-1970M.
3. Gelombang III, peradaban informasi berlangsung mulai tahun 1970M-sekarang.

Perubahan dan perkembangan peradaban manusia semakin berkembang di era global. Kemajuan
yang pesat di bidang teknologi dan informasi menghasilkan globalisasi, kemajuan dalam sarana
transportasi, hubungan manusia yang tidak terbatas hanya dalam suatu wilayah negara saja, tetapi telah
antar negara atau transnasional. Dengan demikian orang akan berkomunikasi dan berpindah tempat dari
suatu Negara ke Negara lain dengan lebih efisien.

F. PROBLEM MANUSIA DI ERA GLOBAL

Dinamika masyarakat global biasanya ditandai dengan kehidupan masyarakat modern. Menurut
Alex Inkeles, Guru Besar Sosiologi Harvard ada Sembilan tema yang mendasari keinginan manusia saai
ini untuk berkembang.

1. Hal-hal baru
Manusia modern sangat terbuka untuk menerima pengalaman baru, pembaharuan, dan perubahan.
2. Dunia opini
Mempunyai kesanggupan untuk membentuk atau mempunyai perndapat mengenai sejumlah
persoalan yang timbul disekitar ataupun dari dunia luar.
a. Demokratis, sadar akan keberagaman sikap dan opini yang ada disekitarnya dan tidak
memaksakan kehendak kepada orang lain.
b. Menerima pendapat –pendapat yang berbeda dengannya.
c. Ide dari pihak manapun didengar dan dihargai sama, serta hanya dinilai berdasarkan kualitas
idenya saja, tidak memandang itu adalah ide dari siapa.
3. Konsepsi waktu
a. Manusia modern berorintasi waktu kekinian dan masa depan bukan masa lampau.
b. Manusia modern selalu tepat waktu.
c. Manusia modern memiliki jadwal sehingga hidupnya terencana dan teratur.
4. Perencanaan
Manusia modern menginginkan untuk terlibat dalam perencanaan akan hal-hal yag berkait dengan
hidup dan organisasi, serta enganggapnya sebagai sesuatu yang wajar.
5. Keyakinan akan kemampuan manusia
Manusia modern itu yakin bahwa manusia dapat belajar dalam bata-batas terntentu.
6. Kemampuan memperhitungkan segala sesuatu
Manusia selalu memperitungkan segala sesuatu di dalam hidupnya,
7. Harga diri
Manusia modern adalah orang-orang yang sadar akan harga diri orang lain dan bersedia
menghargainya.
8. Ilmu dan teknologi
Manusia sangat percaya dengan kekuatan IPTEK.
9. Keadilan
Musia modern percaya bahwa ganjaran-ganjaran diberikan sesuai dengan tindakan-tindakan.

Menurut Talcott Parson, masyarakat modern digambarkan dengan ciri-ciri berikut:

1. Bersikap netral, bahkan menuju sikap tidak memperhatikan orang lain atau lingkungan.
2. Orientasi diriyaitu lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri.
3. Universalisme yaitu menerima segla sesuatu dengan objektif.
4. Lebih suka mengejar presatsi.
5. Spesifitas yaitu berterus terang dalam mengungkapkan segala sesuatu.

Deskripsi manusia modern terus bergerak karena terus mengahadapi tantangan globlal. Ada
kecenderungan bahwa manusia modern telah semakin terasing dari dari hubungan-hubungan karib dengan
sesame manusia. Keluarga besar yang akrab idak lagi mudah ditemui, keluargapun berkembang menjadi
keluarga-keluarga kecil yang hanya terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Demikian pola hubungan antar
sesame manusia yang awalnya personal(akrab, dekat, dan hangat) menjadi impersonal, yaitu orang-orang
yang berhubungan karena adanya kepentingan-kepentingan ekonomi atau kekuasaan belaka.

Manusia modern pun memiliki masalah-masalah. Menurut Rollo May, beliau menyoroti
permasalahan manusia modern. Beliau menyatakan ada tiga masalah utama manusia modern, yaitu
kekosongan, kesepian, dan kecemasan. Berikut adalah tiga masalah utama tersebut.

1. Kekosongan, kekosongan adalah kondisi individu yang tidak lagi mengetahui apa yang
diinginkannya dan tidak lagi memiliki kekuasaan terhadap apa yang terjadi dan dialaminya. Ciri
pertama kekosongan adalah bisa merespon, namun tidak bisa memilih respon apa yang paling baik
untuk masalah-masalahnya. Yang kedua yaitu pasivitas terhadap lingkingan social. Ciri ketiga
adalah tidak peduli dengan dunia sekitar atau apatis.
2. Kesepian, kesepian dialami individu-individu dalam masyarakat sebagai akibat langsung dari
kekosongan, keterasingan dari diri sendiri dan sesama. Manusia modern mengalami ketakutan
akan kesepian. Mereka ingin selalu diterima oleh orang lain dan takut ditolak. Kegiatan
menciptakan kebersamaan dengan orang-orang dilandasi oleh ketakutan diisolasi oleh orang lain
bukan untuk menciptakan hubungan yang akrab dan hangat.
3. Kecemasan, kecemasan timbul karena traumatik yang dialami sebelumnya.

Masyarakat modern sekarang ini telah semakin terisolasi karena dipisahkan dari alam dan dari
orang-orang disekitarnya oleh teknologi tentunya. Dalam sejarah manusia, dari waktu ke waktu manusia
semakin bebas dalam menentukan apapun mengenai hidupnya, akan tetapi mereka juga semakin merasa
kesepian. Tercerabutnya manusia modern dari hubungan-hubungan akrab dan hangat atas dasar
kemanusiaan belaka, telah menjadikan manusia sebagai mesin-mesin hidup.
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Kehidupan manusia memiliki peradaban. Peradaban yang memberikan warna dalam dinamika
kehidupan manusia. Bahkan sebagian hasil peradaban manusia tetap dipertahankan ditengah-tengah
gelombang peradaban manusia yang terus berubah. Siklus peradaban manusia memberikan dasar bagi
perkembangan sejarah umat manusia dalam mengembangkan kebudayaannya. Peradaban tumbuh dan
runtuh tergantung dari sikap dan perilaku manusia terhadap dinamika peradaban.

Eksistensi manusia adalah berusaha bertahan dalam fase peradaban dan berjuang utnuk tetap eksis
dalam perkembangan peradaban karen agelombang peradabn membrikan efek sosial dan psikologis pada
kehidupan manusia. Manusia harus beradaptasi terhadap perkembangan peradaban agar terhindar dari
berbagai gejala penyakit manusia modern.
DAFTAR PUSTAKA

Dwiningrum, Siti Irene A. 2012. Ilmu Sosial & Budaya Dasar. Yogyakarta : UNY Press.