Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH FISIOLOGI TUMBUHAN

“ASIMILASI NITROGEN”

Diampu oleh:

Disusun oleh:

Siti Endang Wahyuni 160384205017

Rizka Anggraini 160384205080

Nurshalin 150384205082

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI

TANJUNGPINANG

2019
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
segala rahmat dan karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan
makalah ini tentang “Asimilasi Nitrogen”. Makalah ini dikerjakan dalam rangka
memenuhi tugas mata kuliah Fisiologi Tumbuhan. Terselesainya makalah ini telah
melibatkan beberapa pihak. Untuk dukungan yang telah diberikan kami patut
mengucapkan ucapan terimakasih kepada yang terhormat:

1. Terima kasih kepada Ibu Erda Muhartati selaku dosen mata kuliah
Fisiologi Tumbuhan yang telah membimbing selama proses pembelajaran.

2. Rekan-rekan mahasiswa yang telah menaruh simpati dan bantuannya


sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini.

3. Semua pihak yang secara langsung dan tidak langsung memberikan


konstribusi dalam penyelesaian makalah ini.

Kami berharap semoga Makalah ini dapat menambah wawasan bagi kami
sendiri dan juga mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji, khususnya
mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan program studi pendidikan
biologi. Kami menyadari bahwa penyusunan Makalah ini jauh dari sempurna,
untuk itu kami mengharapkan saran dan kritikan yang membangun agar makalah
ini jauh lebih baik.

Tanjungpinang, 11 April 2019

Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

1.2 Rumusan masalah

1.3 Tujuan penulisan

1.4 Manfaat penulisan

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Asimilasi Nitrogen

2.2 Sumber Nitrogen Bagi Tumbuhan

2.3 Proses Asimilasi Nitrogen

2.4 Faktor Yang Mempengaruhi Fiksasi Dalam Asimilasi Nitrogen

2.5 Peranan Nitrogen Bagi Tumbuhan

2.6 Gejala Kekurangan Dan Kelebihan Nitrogen Pada Tumbuhan

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Tumbuhan tingkat tinggi merupakan organisme autotroph dapat


mensintesa komponen molekuler organic yang dibuthkannya, selain juga
membutuhkan hara bentuk anorganik dalam lingkungan sekitarnya. Garam
mineral diabsorbsi dari tanah ke akar dan akan bergabung dengan senyawa
organic yang ensensial untuk pertumbuhan dan perkembangan. Pengganbungan
hara mineral dengan senyawa organic membentuk pigmen, kofaktor enzim, lipid,
asam nukleat dan asam amino. Proses inilah yang disebut dengan asimilasi hara
mineral.

Asimilasi nitrogen mmebutuhkan serangkaian reaksi biokimia yang


kompleks yang membutuhkan energi. Nitrogen merupakan elemen yang sangat
esensial dalam menyusun macam-macam persenyawaan penting, baik prganik
maupun anorganik. Nitrogen menempati porsi 1-2% dari bert keirng tanaman.

Pembahasan mengenai asimilasi nitrogen akan dijelaskan kembali secara


lebih rinci dalam makalah kami.

1.2 Rumusan masalah

1. Apa yang dimaksud Asimilasi Nitrogen?


2. Darimana Sumber Nitrogen Bagi Tumbuhan?
3. Bagaimana Proses Asimilasi Nitrogen?
4. Apa saja Faktor Yang Mempengaruhi Fiksasi Dalam Asimilasi Nitrogen?
5. Bagaimana Peranan Nitrogen Bagi Tumbuhan?
6. Apa saja Gejala Kekurangan Dan Kelebihan Nitrogen Pada Tumbuhan?

1.3 Tujuan penulisan

1. Mengetahui definisi Asimilasi Nitrogen


2. Mengetahui Sumber Nitrogen Bagi Tumbuhan
3. Mengetahui Proses Asimilasi Nitrogen
4. Mengetahui Faktor Yang Mempengaruhi Fiksasi Dalam Asimilasi
Nitrogen
5. Mengetahui Peranan Nitrogen Bagi Tumbuhan
6. Mengetahui Gejala Kekurangan Dan Kelebihan Nitrogen Pada Tumbuhan

1.4 Manfaat penulisan

Mahasiswa dapat memahami tentang definisi asimilasi N, sumber nitrogen


bagi tumbuhan, proses asimilasi, faktro yag mempengaruhi, peranan, dan gejala
jika kekurangan maupun kelebihan nitrogen.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi Dari Asimilasi Nitrogen

Asimilasi merupakan penyerapan dan penggabungan dengan unsur lain


membentu zat baru dengan sifat baru. Nitrogen adalah unsur kimia non-logam
yang tawar, tidak terlalu berbau dan tidak bewarna yang ada dalam jumlah besar
atmosfer bumi. Unsur ini juga muncul dibeberapa senyawa lain, dan merupakan
omponen penting bagi kehidupan banyak organisme di bumi.

Asimilasi nitrogen adalah pembentukan senyawa nitrogen organik seperti


asam amino dari senyawa nitrogen anorganik yang hadir di lingkungan.
Pembentukan senyawa nitrogen kompleks (NO3, NH4+, dan beberapa N-organik)
dari senyawa nitrogen sederhana (NO2) yang berasal dari atmosfer.

2.2 Sumber Nitrogen Bagi Tumbuhan

Sumber nitrogen di alam tersedia sangat melimpah di udara maupun tidak


bisa secara langsung digunakan oleh tanaman. Berdasarkan jenisnya nitrogen
dapat berasal dari bahan organik maupun anorganik. Bhaan organik yaitu dari
dekomposisi makhluk hidup yang mati sedangkan yang anorganik dapat dari
udara maupun hujan. Berdasarkan dari bakteri. Asal lainnya yaitu buatan yang
berasal dari pupuk.

Adapun sumber nitrogen adalah :

 Terjadi halilintar di udara ternyata dapat menghasilkan zat nitrat, yang


kemudian dibawa air hujan meresape bumi.
 Sisa-sisa tanaman dan bahan-bahan organik
 Mikroba atau bakteri-bakteri
 Pupuk buatan
Sumber nitrogen terkhusus bagi tumbuhan antara lain:

 Amonia nitrogen merupakan sumber nitrigen bagi tumbuhan yang hidup di


tanah masam terutama tanah humus
 Nitrat nitrogen merupakan sumber nitrogen bagi tumbuhan yang hidup di
tanah netral atau basis
 Organik nitrogen, merupakan sumber nitrogen bagi tumbuhan yang hidup di
tanah organik
 Nitrogen udara, merupakan sumber nitrogenbagi tumbuhan yang hidup
bersimbiosis dengan organisme penambat nitrogen. Dalam proses
asimilasinya nitrogen yang dalam bentuk teroksidasi maupun yang
berbentukgas untuk keperntingan asimilasi, harus direduksi terlebih dahulu.

Berdasarkan penjelasan telah diketahui bahwasannya nitrogen di atsmosfer


tidak dapat digunakan oleh makhluk hidup terkhusus oleh tumbuhan apabila tidak
diubah ke dalam bentuk tertentu. Proses perubahan bentuk nitrogen di atsmosfer
menjadi bentuk yang dapat digunakan makhluk hidup kemudian kembali lagi ke
atsmosfer disebut siklus nitrogen.untuk makhluk hidup terkhusus tumbuhan
melalui siklus nitrogenatau daur nitrogen inilah sumber nitrigen berasal. Secara
sederhana, siklus nitrogen yang terjadi yang akan menghasilkan sumber nitrogen
bagi tanaman adalah:

a. Terjadinya reaksi antara N2 dan O2 di udara akibat adanya kilat atau suhu
tinggi (letusan gunung berapi dan pembakaran bahan bakar) membentuk
oksida nitrogen (NO), yang selanjutnya menjadi NO2 dan bereaksi dengan
air membentuk ion NO2- atau HNO2- serta NO3- atau HNO dan selanjutnya
masuk ke dalam tanah.
b. Fiksasi (penangkapan langsung) N2 oleh berbagai bakteri akan mengubah
molekul tersebut menjadi senyawaasamamino yang kemudian diserap
tanaman. Tanaman selanjutnya akan dimakan hewan ketika hewan atau
tanaman itu mati, protein akan diuraikan oleh bakteri pengurai menjadi
ammonia (NH3) yang larut dalam air membentuk ammonium (NH4+).
Selanutnya oleh bakteri denitrifikasi senyawa tersebut diubah menjadi
senyawa nitrit (NO2- ) dan kemudian berubah menjadi nitrat (NO3- ).
c. Gas N2 diudara ditangkap oleh bakteri Rhizobium dan diubah menjadi
senyawa nitrat yang larut dalam air (tanah). Sementara itu, senyawa
nitrogen (nitrit, nitrat dan amonium) akan berubah kembali menjadi N2 di
udara melalui proses denitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri yang ada
dalam tanah atau air.

Gambar 1: Siklus Nitrogen

2.3 Proses Asimilasi Nitrogen

Tanaman mendapatkan nitrogen dari tanah melalui absorbsakar baik dalam


bentuk ion nitrat atau ion ammonium. Sedangkan hewan memperoleh nitrogen
dari tanaman yang mereka makan. Tanaman dapat menyrerap ion nitrat atau
amonium dari tanah melalui rambut akarnya. Jika nitrat diserap, pertama-tama
direduksi menjadi ion nitrit dan kemudian ion ammonium untuk dimasukkan ke
dalam asam amino, asam nukleat dan klorofil. Pada tanaman yang memiliki
hubungan mutualistik dengan rhizobia, nitrogen dapat berasimilasi dalam bentuk
ion ammonium langsung dari nodul. Hewan, jamur, dan organisme heterotrof lain
mendapatkan nitrogen sebagai asam amino, nukleotida dan molekul organik kecil.
Rangkaian proses asimilasi nitrogen sebagai berikut:

Gambar 2: aur Nitrogen dengan tampilan sederhana

a. Fiksasi N2

Merupakan proses alam, biologis atau abiotik yang mengubah nitrogen di


udara menjadi ammonium (NH3 ). Mikroorganisme yang memfiksasi nitrogen
disebut diazotrop . mikroorganisme ini memiliki enzim nitrigenaze yang dapat
menggabungkan hidrogen dan nitrogen. Reaksi untuk memfiksasi nitrogen
biologis ini dapat ditulis sebagai berikut:

N2 + 8H+ + 8e-  2NH3 + H2

Mikrooranisme yang melakukan fiksasi nitrogen antara lain:


Cyanobacteria, Azotobacteraceae, Rhizobia, Clostridum, dan, Frankia. Selain itu
ganggang hijau biru juga dapat memfiksasi nitrogen. Fiksasi ini dapat dilakukan
secara non-biologis contohnya karena sambaran petir. Terkhusus dalam fksasi
biologis, terdiri atas dua yaitu fiksasi non-simbiotik dan fiksasi nitrogen non
simbiotik dilakukan oleh Clostridum pasterium dan Azotobacter. Clostridum
bersifat anaerobik sedangkan Azotobacte bersifat aerobik. Kemampuan fiksasi
nitrogen Clostridum jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan kamampuan fiksasi
nitrogen Azotobacte.

Mikroorganisme yang memfiksasi N secara simbiotik yaitu bakteri


Rhizobium, merupakan kelompok bakteri yang berkemampuan sebagai penyedia
hara bagi tanaman. Bila bersimbiosis dengan tanaman legumi kelompok bakteri
ini menginfeksi akar tanaman dan membentuk bintil akar. Bintil akar berfungsi
mengambil nitrogen di atsmosfer dan menyalurkannya sebagai unsur hara yang
diperlukan tanaman.

Pigmen merah leghemoglobin yang berperan dalam mengambil N di


atsmosfer. Pigmen ini dijumpai dalam bintil akan antara bakteroid dan sekubung
membran yang mengelilinginya. Jumlah leghemoglobin di dalam bintil akar
memiliki hubungan langsung dengan jumlah nitrogen yang difiksasi. Kolerasonya
positif, semakin banyak jumlah pigmen semakin besar notrogen yang diikat.

Rhizobium mampu menghasilkan hormon pertumbuhan berupa IAA


dan giberelin yang dapat mengacu pertumbuhan rambut akar, percabangan akar
memperluas jangkauan akar. Akhirnya tanaman berpeluang besar menyerap hara
lebih banyak yang dapat meningkatkan produktifitas tanaman. Untuk memfiksasi
nitrogen, bakteri Rhizobium menggunakan enzim nitrogenase, dimana enzim ini
akan menambat gas nitrogen di udara dan merubahnya menjadi gas amoniak.

Selain bakteri Rhizobium terdapat Cyanobacteria yang juga bersimbiosis


untuk memfiksasi notrogen. Contohnya spesies Anabaena azollae dapat
bersimbiosis dengan tumbuhan Azolla pinnata yaitu tumbuhan yang banyak
dijumpai di sawah dan mengapung di atas air. Alga hijau biru itu mellakukan
fiksasi nitrogen dari udara dan mengubahnya dengan anonia. Akibatnya Azolla
pinnata banyak mengandung ammonia.
Gambar 3: a. Pembentukan bintil akar b. Nostoc c. Annaeba dan Azollae

b. Reduksi Nitrat dan Nitrit

Secara umum reduksi nitrat mengikuti reaksji seperti di bawah ini:

NO3+ + 8e + 10H+  NH4+ + H2O

Meski demikian, sebenarnya reaksi di atas berlangsung dalam dua tahap


dengan bantuan dan enzim yang berbeda. Tahapan reaksinya adalah sebagai
berikut:
 Reduksi nitrat

Reaksi ini berlangsung di dalam sitoplasma dengan bantuan enzim nitrat


reduktase (NR). Enzim ini merupakan enzim molibdovlavoprotein yang mampu
mengatur kecepatan pembentukan protein pada tumbuhan yang menggunakan
NO3ebagai sumber nitrogennya.

 Reduksi Nitrit

𝑁𝑂2− + 3𝐻2 𝑂 + 6𝐹𝑑 + 2− 𝐶𝑎ℎ𝑎𝑦𝑎 𝑁𝐻4 + +1,5𝑂2 + 2𝐻2 𝑂 + 6𝐹𝑑

Reaksi diatas terjadi pada kloroplas (pada daun) atau pada proplastida (pada akar)
dengan enzim nitrit reduktase sebagai katalisnya. Reduksi nitrat yang dikatalis
oleh NR sangat tergantung dari aktivitas NR itu sendiri yang ditentukan oleh
konsentrasinya. kadar NO3- yang tinggi dalam sel dan cahaya juga dapat memacu
aktivitas NR. Peranan cahaya terhadap aktivitas NR dapat melalui beberapa cara,
antara lain :

 Cahaya dapat mengaktifkan fotosintesis sehingga dihasilkan ATP untuk


menggerakan NO3 dari vakuola ke plasma.
 Cahaya mengaktifkan sistem fitokrom yang berperan menaikkan
kemampuan ribosom membuat protein (termasuk NR).
 Cahaya menaikkan penyediaan karbohidrat dan proses respirasi, dimana
dari proses ini dihasilkan NADH yang diperlukan untuk proses reduksi.
Gambar 2.3.3 Proses Reduksi Nitrat dan Nitrit

C) Amonifikasi

Pengubahan senyawa tertentu (amonia maupun nitrat) menjadi


ammonium. Amonium bisa dihasilkan dari pengubahan nitrat. Proses ini juga
disebut sebagai penguraian nitrat menjadi ammonium. Jika tumbuhan atau hewan
mati, nitrogen organik diubah menjadi amonium oleh bakteri dan jamur. Contoh
bakteri yang berperan dalam amonifikasi nitrat menjadi amonium
adalah Micrococcus denitrifican. Ammonium juga terbentuk dari perombakan
jasad mati makhluk hidup. hasil ekskresi dan jasad mati makhluk hidup
terdekomposisi oleh detritivor menghasilkan amonia (NH3). Amonia diubah
menjadi amonium (NO4). Amonium memang bisa dimanfaatkan langsung oleh
tumbuhan, tetapi sebagian besar ammonium digunakan oleh bakteri aerob sebagai
sumber energi.

D) Nitrifikasi

Konversi amonium menjadi nitrat dilakukan terutama oleh bakteri yang


hidup di dalam tanah dan bakteri nitrifikasi lainnya. Tahap utama nitrifikasi,
bakteri nitrifikasi seperti spesies Nitrosomonas mengoksidasi amonium (NH4+)
dan mengubah amonia menjadi nitrit (NO2-) . Spesies bakteri lain, seperti
Nitrobacter, bertanggung jawab untuk oksidasi nitrit menjadi dari nitrat ( NO3- )
. Proses konversi nitrit menjadi nitrat sangat penting karena nitrit merupakan
racun bagi kehidupan tanaman.

Proses nitrf!ikasi dapat ditulis dengan reaksi berikut ini :

𝑁𝐻3 + 𝐶𝑂2 + 1,5𝑂2 + 𝑁𝑖𝑡𝑟𝑜𝑠𝑜𝑚𝑜𝑛𝑎𝑠 → 𝑁𝑂2− + 𝐻2 𝑂 + 𝐻 +

𝑁𝑂2− + 𝐶𝑂2 + 0,5𝑂2 + 𝑁𝑖𝑡𝑟𝑜𝑏𝑎𝑐𝑡𝑒𝑟 → 𝑁𝑂3−

Karena kelarutannya yang sangat tinggi, nitrat dapat memasukkan air tanah.
Peningkatan nitrat dalam air tanah merupakan masalah bagi air minum, karena
nitrat dapat mengganggu tingkat oksigen darah pada bayi dan menyebabkan
sindrom methemoglobinemia atau bayi biru. Ketika air tanah mengisi aliran
sungai, nitrat yang memperkaya air tanah dapat berkontribusi untuk eutrofikasi,
sebuah proses dimana populasi alga meledak, terutama populasi alga biru-hijau.
Hal ini juga dapat menyebabkan kematian kehidupan akuatik karena permintaan
yang berlebihan untuk oksigen. Meskipun tidak secara langsung beracun untuk
ikan hidup (seperti ammonia), nitrat dapat memiliki efek tidak langsung pada ikan
jika berkontribusi untuk eutrofikasi ini.

E) Denitrifikasi

Denitrifikasi adalah proses reduksi nitrat untuk kembali menjadi gas


nitrogen (N2) untuk menyelesaikan siklus nitrogen. Proses ini dilakukan oleh
spesies bakteri seperti Pseudomonas dan Clostridium dalam kondisi anaerobik.
Mereka menggunakan nitrat sebagai akseptor elektron di tempat oksigen selama
respirasi.

Denitrifikasi umumnya berlangsung melalui beberapa kombinasi dari


bentuk peralihan sebagai berikut :

𝑁𝑂3− → 𝑁𝑂2− → 𝑁𝑂 + 𝑁2 𝑂 → 𝑁2 (𝑔)


2.4 Faktor yang Mempengaruhi Fiksasi dalam Asimilasi Nitrogen
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses fiksasi nitrogen secara biologis
1. Jumlah NH4+ didalamtanah yang terbentuk
Atom ion NH4+ dapat mengurangi bintil akar dan fiksasi N2 oleh bintil
akar dengan cara mengganggu pembentukan benang-benang infeksi oleh
Rhizobium.
2. pH
Pertumbuhan bakteri menghendaki pH optimal sedikit dibawah netral,
sedikit alkali. Namun beberapa dapat hidup dibawah pH 5. pH sangat
rendah menghambat proses infeksi bakteri.
3. Aerasi Tanah Aerasi merupakan peristiwa terlarutnya oksigen dalam air
menuju tanah. Reaksi fiksasi ini membutuhkan oksigen. Apabila aerasi
tanah tidak baik, akan berpengaruh pada pertumbuhan akar. Apabila
kekurangan oksigen, akan menimbulkan reaksi anaerob, sehingga akar
akan membusuk dan fiksasi tidak akan terjadi.
4. Kelembaban Tanah kelembaban yang berlebihan akan mengakibatkan
jumlah fikasasi N2 menurun. Kelembaban tanah 25-75% dari kapasitas
lapang optimal untuk simbiosis kedelai dan alfalfa.
5. Suhu
Suhu optimal bagi kehidupan bakteri penambat fiksasi bervariasi
tergantung pada spesies tanaman dan iklim. Missal pada kacang kapri,
suhu optimal yang dikehendaki adalah 260C. Pada suhu 200C bintil akar
tidak dapat tumbuh dengan baik. Namun, simbiosis masih tetap efektif
pada suhu 70C samapai 400C.
6. Ketersediaan Nutrisi
Atom P diperlukan untuk pembentukan dan akti!itas bintil yang maksimal.
Ca dibutuhkan oleh Rhizombium untuk menginfeksi akar. kekurangan S
akan menurunkan fiksasi N2. Mo adalah unsure penting bagi pertumbuhan
bakteri.
7. Mikroorganisme lain
Mikroorganisme lain, terutama yang antagonis, dapat menghalangi bakteri
bintil akar untuk menginjeksi akar.

2.5 Peranan Nitrogen bagi tumbuhan


Peranan nitrogen pada tanaman antara lain sebagai berikut :
 Pada tumbuhan, nitrogen merupakan salah satu unsur utama yang
diperlukan untuk pertumbuhan tanaman dan reproduksi
 Klorofil merupakan nitrogen dank arena itu sangat penting untuk
fotosintesis.
 Materi genetic DNA dan RNA terdiri dari nitrogen
 Merupakan komponen utama dalam semua asam amino, yang nantinya
dimasukan kedalam protein, protein adalah zat yang sangat dibutuhkan
dalam pertumbuhan.
 Mensintesis karbohidrat menjadi protein dan protoplasma yang berperan
dalam pembentukan jaringan vegetative tanaman.
 Unsur nitrogen juga dapat berfungsi meningkatkan PH tanah yang mana
hal tersebut sangat dibutuhkan oleh tanaman.

2.6 Gejala Kekurangan dan Kelebihan Nitrogen Pada Tumbuhan


Kekurangan unsur hara (N)
 Warna daun hijau agak kekuning-kuningan, warna ini mulai dari ujung
daun menjalar ke tulang daun selanjutnya berubah menjadi kuning
lengkap, sehingga seluruh tanaman berwarna pucat kekuning-kuningan.
Jaringan daun mati dan inilah yang menyebabkan daun selanjutnya
menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan.
 Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil
 Perkembangan buah tidak sempurna atau tidak baik, srringkali masa
sebelum waktunya.
 Dapat menimbulkan daun penuh dengan serta, hal ini dikarenakan
menebalnya membrane sel daun sedangkan selnya sendiri berukuran kecil-
kecil.
 Dalam keadaan kekurangan yang parah, daun menjadi kering, dimulai dari
bagian bawah terus ke bagian atas.
 Akar pada tunas kurang kokoh atau tidak kokoh sama sekali, sehingga
menyebabkan tanaman mudah tumbang dan mati
 Produksi biji sedikit.
 Dalam kasus kekurangan unsur nitrogen yang berat akan mengakibatkan
kematian pada tanaman

Kelebihan Unsur Hara Nitrogen


 Warna daun terlalu hijau (hijau gelap), tanaman rimbun dengan daun,
tanaman akan tampak terlalu subur, ukuran daun akan menjadi lebih besar.
 Produksi bunga menurun, penundaan pembentukan bunga, bahkan mudah
lebih mudah rontok dan pemasakan buah cenderung terlambat.
 Batang menjadi lunak dan berair (sekulens) sehingga mudah rebah dan
mudah diserang penyakit
 Mudah terkena serangan serangga, dan sangat sensitif perubahan kondisi
lingkungan.
 Menurunkan kualitas buah, misalnya menjadi lebih pahit.
Kelebihan Nitrogen
Kekurangan Nitrogen
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Nitrogen adalah unsur yang paling berlimpah di atmosfer (70% gas di


atmosfer adalah nitrogen). Meskipun demikian, penggunaan nitrogen pada bidang
biologis sangatlah terbatas. Nitrogen merupakan unsur yang tidak reaktif (sulit
bereaksi dengan unsur lain) sehingga dalam penggunaan nitrogen pada makhluk
hidup diperlukan berbagai proses, yaitu : fiksasi nitrogen, amonifikasi, reduksi,
nitrifikasi, denitrifikasi.

3.2 Saran

Isi makalah dan beberapa pembahasan di atas tiadak sepenunya sempurna,


untuk itu penulis mohon kepada para pembaca agar dapat memberikan kritik dan
saran yang baik. Harap maklum jika terdapat adanya beberapa kejanggalan dan
ketidaksempurnaan makalah. Atas perhatian para pembaca, penulis mengucapkan
terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA

Aloysius, Suyitno, 2012. Metabolisme Nitrogen. Puwerejo. Sman 7

Anonym, 20211. Asimilasi Nitrogen dan Balerang. Jakarta.