Anda di halaman 1dari 11

TUGAS SWAMEDIKASI

“NYERI GIGI PADA ANAK”

Dosen Pengampu :
Yul Mariyah

KELOMPOK 3/APOTEKER B :
1. M. Wahyu Ariawan 1029374140
2. Medya Lupita Dewi 1920374141
3. Melisa Selly L. 1920374142
4. Merlyna Fajar Pratiwi 1920374143
5. Monalisa Parinding Mallisa 1920374144
6. Mulyadi Prasetyo 1920374145
7. Rine Larasati 1920374166

PROGAM STUDI PROFESI APOTEKER


UNIVERSITAS SETIA BUDI
SURAKARTA
2019
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...................................................................... 1


DAFTAR ISI................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .............................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ......................................................... 1
1.3 Tujuan ............................................................................ 2
1.4 Manfaat .......................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi nyeri gigi .......................................................... 3
2.2 Etiologi nyeri gigi .......................................................... 3
2.3 Faktor penyebab gigi berlubang ..................................... 3
2.4 Terapi non farmakologi dan pencegahan ....................... 4
2.5 Terapi Farmakologi ........................................................ 5
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan .................................................................... 8
3.2 Saran ............................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................... 9

ii
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Penyakit gigi dan mulut adalah suatu penyakit yang tidak kalah pentingnya dengan
penyakit lain. Sakit gigi dapat muncul tiba-tiba. Penyebab paling umum sakit gigi dan
banyak terjadi adalah lubang pada gigi yang disebut karies. Karies gigi merupakan suatu
kerusakan jaringan keras gigi (email, dentin dan sementum) yang bersifat kronis progesif
dan disebabkan aktifitas jasad renik dalam karbohidrat yang dapat diragikan dengan
demineralisasi jaringan keras dan diikuti kerusakan organik. Sakit gigi juga dapat
disebabkan oleh hal-hal lain misalnya karena gingivitis atau periodontitis. Sakit gigi yang
berupa nyeri pada gigi, biasanya muncul karena adanya rangsangan langsung pada gigi.
Rangsangan itu bisa berupa minuman/makanan panas, dingin atau saat mengunyah.
Rangsangan-rangsangan seperti itu, menyebabkan peradangan pada pulpa (pusat syaraf
gigi) yang terdapat pada setiap gigi. Pulpa itu sendiri merupakan ujung dari serabut
syaraf gigi yang sangat sensitif, sehingga bila ada rangsangan akan menimbulkan rasa
nyeri yang berdenyut-denyut dan dapat terus berlangsung meski rangsangan berhenti.
Untuk itu diperlukan upaya kesehatan gigi yang ditinjau dari aspek lingkungan,
pengetahuan, pendidikan, kesadaran masyarakat dan penanganan kesehatan gigi
termasuk pencegahan dan perawatan. Namun sebagian besar orang masih mengabaikan
kondisi kesehatan gigi secara keseluruhan. Perawatan gigi dianggap tidak terlalu penting,
padahal manfaatnya sangat vital dalam menunjang kesehatan dan penampilan.
Mulut bukan sekedar untuk pintu masuknya makanan dan minuman, tetapi fungsi
mulut lebih dari itu dan tidak banyak orang mengetahui. Mulut merupakan bagian yang
penting dari tubuh kita dan dapat dikatakan bahwa mulut adalah cermin dari kesehatan
gigi karena banyak penyakit umum. Kondisi gigi dan mulut bisa mengungkapkan gejala-
gejala awal penyakit berbahaya bahkan sampai memprediksi kelahiran premature.

1.2 Rumusan masalah


1. Apa nyeri gigi?
2. Apa etiologi nyeri gigi?
3. Apa faktor penyebab gigi berlubang?
4. Bagaimana terapi non farmakologi dan pencegahan?

1
5. Bagaimana terapi farmakologi?
1.3 Tujuan
1. Menjelaskan faktor–faktor yang dapat menimbulkan sakit gigi.
2. Menjelaskan macam–macam penyebab sakit gigi.
3. Menjelaskan dampak yang ditimbulkan dari sakit gigi.
4. Menjelaskan cara penanganan sakit gigi.
5. Menjelaskan cara pencegahan timbulnya sakit gigi.
1.3 Manfaat
Makalah ini dapat diharapkan menjadi salah satu bentuk kontribusi untuk
memberikan informasi kepada masyarakat mengenai sakit gigi dan cara pencegahan
timbulnya sakit gigi

2
BAB II
ISI

2.1 Definisi Nyeri Gigi


Sakit gigi adalah tanda utama karies gigi yang merupakan masalah kesehatan
masyarakat yang kronis. Karena dampak sosial, sakit gigi merupakan indikator
kesehatan mulut. Sakit gigi dapat disebabkan oleh aktivitas rangsangan terhadap gigi,
kimia dan rangsangan termal, atau dapat muncul secara spontan sehingga dapat
menyebabkan peradangan parah pada pulpa gigi (Machado et al. 2014).
2.2 Etiologi Nyeri Gigi
Dalam kesehatan, gigi merespon rasa sakit karena kepekaan terhadap rangsangan
dingin, panas, stimulus manis atau fisik (saat menggosok gigi atau pada saat
menggunakan tusuk gigi) atau dengan peradangan dari zat kimia (Renton 2011).
Makanan yang lengket dan menempel pada permukaan gigi sejalan dengan waktu
dan saliva (air liur) dan adanya bakteri akan terurai menjadi asam dan akan melarutkan
jaringan keras email sehingga bakteri mudah masuk kedalam jaringan gigi. Apabila hal
tersebut telah terjadi maka gigi akan berlubang, dengan gejala-gejala mulai dari linu
saat minum air dingin, air panas atau pada saat makan makanan yang manis. Berlanjut
sampai sakit berdenyut bahkan sampai bengkak pada gusi.
2.3 Faktor penyebab gigi berlubang
Faktor yang menyebabkan gigi berlubang yaitu kualitas gigi, makanan,
mikroorganisme dan waktu.

3
Gigi berlubang dapat terjadi pada gigi anterior maupun pada gigi posterior.
Lubang pada gigi anterior anak dapat disebabkan oleh pemberian susu menggunakan
botol pada waktu tidur malam, karena pada saat tidur posisi kepala lebih rendah dari
pada botol sehingga air susu menggenangi gigi anterior atas. Bila hal tersebut
berlangsung lama, gigi posterior akan berlubang juga. Selain itu gigi berlubang pada
anak umumnya disebabkan oleh pembersihan gigi yang kurang baik.

2.4 Terapi Non Farmakologi dan Pencegahan


Sakit gigi dapat disebabkan oleh gigi berlubang, gigi retak, gigi terkikis,
kebanyakan memakan permen atau gusi yang terinfeksi. Berikut ini adalah beberapa
cara non farmakologi untuk mengatasi sakit gigi.
1. Kompres es batu
Es dapat meringankan sakit gigi, letakkan sepotong es batu kecil di
posisi gigi yang mengalami sakit kemudian pijat secara perlah an
bagian tersebut, dengan pemijatan pada daerah tersebut akan menyentuh sel-
sel syaraf yang langsung terhubung ke pusat syaraf, sehingga 60 – 90% rasa sakit
yang dirasakan akan segera menghilang.
2. Kompres dengan air hangat atau dingin
Metode menggunakan suhu hangat setempat yang dapat menimbulkan
beberapa efek fisiologis seperti rasa nyaman, mengurangi atau membebaskan
nyeri, mengurangi atau mencegah terjadinya spasme otot, memperlancar sirkulasi
darah. Sedhingga dapat mengurangi rasa nyeri pada gigi yang mengalami infeksi
dan saki.
3. Pasta gigi
Sakit gigi juga bisa diakibatkan oleh pasta gigi yang anda gunakan.
Penggunaan pasta gigi dapat diganti dengan pasta gigi yang sesuai dengan
kondisi gigi.
4. Memijat gusi
Memijat ujung jari untuk melancarkan sistem sirkulasi darah yang ada di
gusi. Usahakan melakukan setiap hari serta hentikanlah ketika terjadi
pembekakan atau benjolan oada gusi.

5. Menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan menyikat gigi dengan benar minimal 2
kali sehari, dapat disempurnakan menggunakan mouthwash setelah menyikat
gigi. Pagi hari setelah sarapan dan sebelum tidur malam merupakan waktu yang

4
paling tepat untuk menyikat gigi. Menyikat gigi sebelum tidur malam akan
membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan yg dapat mengkibatkan gigi berlubang.
Selain itu, dengan menyikat gigi sebelum tidur malam, air liur tidak banyak
keluar. Dengan demikian bakteri penyebab gigi berlubang di dalam mulut pun
menjadi berkurang.
6. Periksalah gigi secara teratur. Memeriksakan gigi secara teratur setiap 6 bulan
sekali dapat mencegah terjadinya lubang pada gigi. Hal ini diperlukan agar dokter
gigi dapat mengetahui lubang kecil yang terjadi pada gigi sejak dini sehingga
dapat menanganinya secara cepat. Selain itu, pemeriksaan gigi juga dapat
mengetahui bagian gigi yang tidak rata/berlekuk yang dapat menyulitkan gigi
dibersihkan.
7. Menyikat gigi dengan cara yg benar. Meskipun menyikat gigi telah dilakukan
secara teratur, tetapi jika dilakukan dengan cara yang salah, hasilnya tidak akan
optimal. Cara yang benar menyikat gigi adalah: sikatlah gigi depan bagian atas ke
arah bawah. Sementara itu, gigi depan bagian bawah disikat ke arah atas. Untuk
gigi geraham sikatlah secara mendatar dengan waktu yang lebih lama karena pada
gigi geraham terdapat sisa makanan.
8. Berkumur setelah selesai makan untuk mengurangi sisa-sisa makanan yang
menempel pada gigi dan mengurangi keadaan asam di dalam mulut.
9. Perbanyak makanan berserat agar gigi lebih kuat dan mencegah gigi berlubang

2.5 Terapi Farmakologi


1. Parasetamol
Mekanisme : Menghambat sintesis prostaglandin sehingga dapat
kerja mengurangi nyeri ringan-sedang

Indikasi : Analgetik ringan sampai sedang, demam

Kontraindikasi : Hipersensitif, gangguan hati

Peringatan : Gangguan fungsi hati, ginjal, ketergantungan alkohol

Efek samping : Alergi, ruam kulit berupa eritema atau urtikaria, kelainan
darah, hipotensi, kerusakan hati

Interaksi obat : Metoklopramid dan domperidon meningkatkan efek

5
parasetamol, Parasetamol dapat meningkatkan kadar
warfarin

Dosis : Anak <12 tahun : 10mg/kg/BB, tiap 4-6 jam


Dewasa : 500mg-1000mg per kali, tiap 4-6 jam

Sediaan : Sirup 120mg/5ml (Sanmol, Pamol, Dumin)

Contoh :
sediaan

2. Ibuprofen
Mekanisme : Menghambat sintesis prostaglandin dengan menghambat
kerja enzim siklooksigenase sehingga konversi asam arakidonat
menjadi PGG2 terganggu.

Indikasi : Nyeri ringan sampai sedang, demam

Kontraindikasi : Ulkus peptikum, riwayat hipersensitif terhadap ibuprofen


atau OAINS lain, kehamilan trimester akhir

Peringatan : hati-hati pada gangguan asma, penyakit jantung, riwayat


ulkus peptikum, gangguan hati atau ginjal, hipertensi,
gangguan koagulasi, kehamilan trimester 1 dan 2,
menyusui <1 tahun.

Efek samping : Gangguan gastrointestinal (mual, muntah, diare,


konstipasi, nyeri ulu hati), ruam kulit, gangguan
pendarahan (trombositopenia), sakit kepala, gangguan

6
pendengaran

Interaksi obat : Menurunkan efek deuretik dan beta bloker, meningkatkan


kadar warfarin dalam plasma sehingga dapat
memperpanjang masa pendarahan

Dosis : Anak : 20-30mg/kgBB/hari


Dewasa : 200mg-400mg, 3-4 kali/hari

Sediaan : Suspensi 100mg/5ml (Proris, Bufect)

Contoh :
sediaan

7
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sakit gigi adalah tanda utama karies gigi yang merupakan masalah kesehatan
masyarakat yang kronis. Swamedikasi sakit gigi pada anak dilakukan untuk menangani
simptomatik dapat diberikan analgesik untuk mengatasi nyeri dan anti inflamasi untuk
menangani peradangan.
3.2 Saran
Disadari oleh penulis bahwa makalah yang telah disusun oleh penulis yang berjudul
“sakir gigi pada anak” masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan saran terhadap makalah yang bersifat membangun agar makalah yang
dibuat dapat menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain masyarakat pada
umumnya.

8
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2017. Basic Pharmacology Handbook. MMN Publishing. Makasar.

Inaniah Malik.2008. Kesehatan Gigi dan Mulut. Fakultas Kedokteran Gigi. Bagian Ortodonti
Fakultas Kedokteran Gigi.

Kemenkes RI. 2012. Pedoman pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil dan anak
usia balita bagi tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Jakarta.
Kemenkes RI

Machado G.C.M., Daher A. and Costa L.R., 2014, Factors Associated with No Dental
Treatment in Preschoolers with Toothache : A Cross-Sectional Study in Outpatient
Public Emergency Services, International Journal of Environmental Research and
Public Health, 8058–8068.

Renton T., 2011, Dental (Odontogenic) Pain., Reviews in pain, 5 (1), 2–7.

Sarang Semut Asli. 2012. Penyebab, Pencegahan, dan Pengobatan Sakit Gigi. Tersedia online
di: http://sarangsemutasli.com/penyebab-pencegahan-dan-pengobatan-sakit-gigi/
[diakses pada 20 Februari 2019].