Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. Analisis Situasi

Desa Bangbang terletak di wilayah Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli,


Provinsi Bali. Desa Bangbang memiliki populasi penduduk sekitar 4823 (Jiwa),
dimana jumlah laki – laki adalah 2399 dan jumlah perempuan adalah 2424 dengan
jumlah kepala keluarga (KK) sebesar 1310 KK. Secara topografi, Desa Bangbang

terletak didataran tinggi dengan luas wilayah 460.640 ha/ m2. Desa Bangbang terdiri
dari tujuh banjar, yaitu Bangbang, Bangbang Kaja, Bangbang Kawan, Bangbang
Tengah, Bangkiang Sidem, Cepunggung, Nyanglan Kaja. Adapun batas wilayah
Desa Bangbang ini yaitu:
Batas Desa/Kelurahan Kecamatan
Sebelah utara Peninjoan Tembuku
Sebelah selatan Nyanglan Banjarangkan
Sebelah timur Nongan Rendang
Sebelah barat Undisan Tembuku

Desa Bangbang merupakan daerah yang subur dan memiliki potensi yang baik
dalam segi pertanian. Hal ini dapat diamati dari luasnya hamparan sawah yang
mengelilingi Desa Bangbang, sehingga berdampak pada mata pencaharian utama dan
terbesar penduduk Desa Bangbang yaitu sebagai petani dan peternak. Desa Bangbang
juga merupakan desa konstitusi pertama di Bali. Pengukuhan disaksikan Wakil
Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Wakapolda Bali Brigjen Pol I
Wayan Sunartha, Ketua DPRD Bangli Ngakan Made Kutha Parwata, Wakil Bupati
Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, dan tokoh masyarakat Desa Bangbang.
Pengukuhan Desa Bangbang sebagai Desa Konstitusi didasari semangat dan
komitmen antara Mahkamah Konstitusi dan warga Desa Bangbang yang
dipresentasikan oleh Perbekel Desa Bangbang bersama-sama mengembangkan spirit
kewargaan dan budaya sadar konstitusi. Namun pada kenyataannya banyak
masyarakat desa Bangbang belum paham makna dari desa konstitusi itu sendiri. Perlu
adanya pemberdayaan masyarakat untuk memahami arti dari berkonstitusi dan

1
bersosial antar sesama. Desa Bangbang juga memiliki potensi pada wisatanya, namun
amat disayangkan masih kurangnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan
lingkungan sekitar sehingga belum bisa menunjang potensi yang ada.

B. Identifikasi Permasalahan

Berdasarkan analisis situasi di atas, terdapat beberapa masalah yang


teridentifikasi, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini, sebagai
berikut:

No Permasalahan Alasan Pemilihan

1. Bidang Prasarana Fisik:


Berdasarkan survey di
lapangan
1. Masyarakat kurang Mengingat kebersihan lingkungan merupakan
menyadari akan pentingnya masalah yang cukup penting di Desa Bangbang.
kebersihan Desa Bangbang yang memilki wilayah dengan
keadaan geografis yang berbukit-bukit. Keadaan
geografis yang demikian menjadikan pembuangan
sampah masyarakat mengalami kesulitan. Di
samping kesadaran masyarakat yang masih kurang
tentang kebersihan lingkungan, akses menuju ke
tempat sampah umum menjadi cukup sulit. Oleh
karena itu, diperlukan adanya tempat sampah yang
strategis, yang bisa dijangkau oleh seluruh
masyarakat. Program ini juga disertai dengan
kegiatan bersih-bersih lingkungan. Kebersihan
lingkungan menjadi hal yang sangat penting
karena akan mempengaruhi kenyamanan
kehidupan masyarakat

2
2. Bidang Peningkatan
Produksi :
Berdasarkan survey di
lapangan
1. Masyarakat masih kurang Banyak hama dan penyakit yang menyerang
memahami penanggulangan tanaman sehingga mengganggu produktifitas
hama dan penyakit tanaman tanaman yang ditanam, hama dan penyakit-
tertentu penyakit ini sangat merugikan bagi para petani
karena dapat merusak tanaman hingga terjadi
kegagalan panen, maka dari itu dirasa penting
untuk memberikan pemahaman dalam bentuk
sosialisasi kepada masyarakat mengenai hama dan
penyakit tanaman agar masyarakat mengetahui
dan tidak membiarkan perkembangan hama dan
penyakit tanaman yang meliputi gejala dll untuk
selanjutnya dapat diantisipasi sehingga petani
dapat memperkecil peluang kerugian serta
kegagalan panen karena penyakit tanaman.

3. Bidang Sosial Budaya :


Berdasarkan survey di
lapangan
1. Masyarakat kurang Peraturan Gubernur Bali No.97/2018 tentang
mengetahui program Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali
pemerintah dalam rangka Pakai. Adanya tujuan dari peraturan tersebut ialah
mengurangi pemakaian guna mengurangan limbah plastik sekali pakai dan
plastik sekali pakai. mencegah kerusakan lingkungan.

2. Kurangnya pemahaman Teknologi baru yang didukung dengan adanya wifi


penggunaan gadget pada di Desa Bangbang membuat anak-anak Sekolah
anak-anak Sekolah Dasar. Dasar lebih banyak menghabiskan waktu mereka

3
pada gadget, yang menyebabkan mereka kecanduan
terhadap gadget baik itu bermain game ataupun
menonton youtube.

3. Kurangnya pemahaman Masyarakat Desa Bangbang dinilai memiliki


masyarakat tentang Desa semangat dan komitmen untuk sadar berkonstitusi.
Konstitusi. Selain itu, Desa Bangbang memenuhi kriteria
sebagai Desa Konstitusi, di antaranya memiliki
nilai religius, nilai gotong royong, demokrasi, serta
kesadaran hukum. Oleh karena itu, dengan
diadakannya Sosialisasi mengenai Desa Konstitusi
diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada
masyarakat Desa Bangbang agar dapat menjaga
eksistensinya sebagai desa Konstitusi yang telah
dinobatkan oleh Makamah Konstitusi (MK).

4. Bidang Kesehatan
Masyarakat :
Berdasarkan survey lokasi
di lapangan
1. Anak-anak Sekolah PHBS sangat penting dilakukan untuk
Dasar masih kurang menciptakan derajat kesehatan yang optimal di
menyadari pentingnya masyarakat. PHBS dapat diajarkan sejak dini agar
Perilaku Hidup Bersih dan terbiasa dalam menjaga kebersihan sampai
Sehat (PHBS) dewasa. Perilaku hidup bersih dan sehat dapat
dilakukan dari berbagai kebiasaan sehari-hari,
seperti mencuci tangan dan menyikat gigi sehingga
penularan penyakit dapat dikurangi.

2. Kurangnya pemahaman Perkembangan IPTEK yang semakin pesat di era


remaja terhadap HIV/AIDS ini memberikan kemudahan bagi setiap orang
untuk mengakses informasi. Pelajar yang baru saja
menginjak masa remaja rawan memperoleh

4
informasi yang keliru. Pemberian informasi yang
sesuai dengan proses pubertas remaja akan
membantu remaja untuk tidak melakukan perilaku
berisiko dan dapat mencegah penyakit reproduksi
seperti HIV.

5. Program Bantu :

1. Perbantuan Kegiatan Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Desa


Kepemudaan (Sekaa Truna Bangbang yang berpusat di Wantilan Desa
Truni Desa Bangbang) Bangbang dalam rangka Bangbang Festival
Culture. Kegiatan dilakukan untuk
memperkenalkan Desa Bangbang serta
memperingati ulang tahun STT Wira Dharma ke-
33 Tahun.

2. Membantu Ngayah Kegiatan ini berupa ngayah meresik sebelum


Masyarakat Desa dalam diadakannya Odalan di Pura Dalem
Upacara Keagamaan

3. Kerja Bakti Desa Kerja Bakti ini dilakukan di lingkungan desa dan
Pura Puser Tasik Desa Bangbang agar kebersihan
desa tetap terjaga.

4. Pembelajaran Tambahan Pembelajaran tambahan ini dapat meningkatkan


Untuk Anak Sekolah Dasar keterampilan mahasiswa terutama dalam
membaca,berhitung, dan mengenal Bahasa Inggris.

5.Penyediaan Perpustakaan Perpustakaan Mini dapat membuka wawasan


Mini di Posko KKN anak-anak dengan membaca serta meningkatkan
minat baca anak-anak sejak dini.

5
C. Tujuan dan Manfaat

Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan KKN-PPM Ke-XIX Universitas Udayana di


Desa Bangbang adalah untuk memberdayakan masyarakat Desa dalam mengelola
potensi pertanian yang menjadi mata pencaharian pokok di Desa Bangbang, sekaligus
dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi
desa dan pemberdayaan generasi muda. Secara spesifik tujuan ini dapat dijabarkan
sebagai berikut:

1. Mahasiswa peserta KKN dapat memahami penerapan Tri


Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian masyarakat di
dalam lingkungan masyarakat Desa Bangbang, Kecamatan
Tembuku, Kabupaten Bangli.

2. Mahasiswa peserta program KKN dapat menerapkan bidang


ilmu teoritis kedalam penerapan praktis di masyarakat dengan
sikap empati dan kepedulian terhadap masyarakat.

3. Meningkatkan daya saing mahasiswa Universitas Udayana


secara nasional dengan menanamkan jiwa peneliti yang
eksplortatif dan analis dalam bidang interdisipliner dan lintas
sektoral.

4. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa Universitas


Udayana untuk melaksanakan program-program pembangunan.

5. Masyarakat Desa Bangbang dapat memperoleh bantuan pikiran


dan tenaga dalam melaksanakan program pembangunan
terutama dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki daerah
tersebut.

Manfaat dari dilaksanakannya kegiatan KKN-PPM Ke-XIX Universitas Udayana di Desa


Bangbang adalah:

1. Bagi Mahasiswa

a. Melatih mahasiswa untuk menjadi inspirator dalam menghadapi

6
persoalan di masyarakat.

b. Melatih mahasiswa untuk menerapkan ilmu teoritis yang telah


didapatkan diperkuliahan.

c. Melatih mahasiswa untuk hidup dimasyarakat yang penuh dengan


realitas yang terkadang tidak realistis.

2. Bagi Pemerintah

a. Melalui kuliah kerja nyata (KKN), mahasiswa dapat membantu


melancarkan program – program yang telah dicanangkan.

b. Pemerintah dapat menjalin hubungan dengan lembaga perguruan tinggi


sebagai mitra kerja sejajar.

3. Bagi Masyarakat

a. Dapat memberikan perubahan–perubahan sosial kearah yang lebih baik.

b. Masyarakat dapat memperoleh masukan–masukan baru terhadap


permasalahan–permasalahan yang dihadapi.

4. Bagi Perguruan Tinggi

a. Mahasiswa mampu mempertegas eksistensi perguruan tinggi sebagai


lembaga yang mampu melahirkan kader – kader yang mampu membawa
perubahan bagi masyarakat.

b. Melalui kegiatan ini secara tidak langsung, Universitas Udayana


mempertegas kehadirannya ditengah – tengah masyarakat.

c. Mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan level Universitas


Udayana kearah yang lebih baik dan berkualitas.