Anda di halaman 1dari 8

PROGRAM KERJA

MANAJEMEN FASILITAS
DAN KESELAMATAN

PUSKESMAS RAYA
SINGKEP BARAT
2019
KERANGKA ACUAN PROGRAM KERJA
MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN

PENDAHULUAN
Puskesmas sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan merupakan bagian dari
sumber daya kesehatan yang sangat diperlukan dalam mendukung penyelenggaraan upaya
kesehatan. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Puskesmas mempunyai karakteristik
dan organisasi yang sangat kompleks. Berbagai jenis tenaga kesehatan dengan perangkat
keilmuannya masing-masing berinteraksi dan bersinergi satu sama lain. Ilmu pengetahuan
dan teknologi kedokteran yang berkembang sangat pesat yang harus diikuti oleh tenaga
kesehatan dalam rangka pemberian pelayanan yang bermutu, membuat semakin
kompleksnya permasalahan dalam Puskesmas. Puskesmas harus mampu memberikan
pelayanan pasien yang lebih aman. Termasuk di dalamnya asesmen risiko, identifikasi, dan
manajemen risiko terhadap terhadap pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan
untuk belajar dan menindaklanjuti insiden, dan menerapkan solusi untuk mengurangi serta
meminimalisir timbulnya risiko.

LATAR BELAKANG
Fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu alat dan/atau tempat yang digunakan
untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif
maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau
masyarakat ( UU No. 36 Tahun Tentang Kesehatan 2009, psl 1 angka 7 ). Salah satu tempat
yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan adalah Puskesmas.
Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat maka keberadaan fasilitas
pelayanan kesehatan harus mencukupi. Di samping ketersediaan fasilitas pelayanan
kesehatan yang cukup, kualitas lingkungan juga merupakan hal yang penting dalam
pencapaian derajat kesehatan.
Puskesmas sebagai tempat kerja harus mengupayakan kesehatan dan keselamatan
kerja pegawainya. Di sisi lain Puskesmas harus memenuhi persyaratan lokasi, bangunan,
prasarana, sumber daya manusia, kefarmasian, dan peralatan ( PMK No.75 Tahun 2014)

Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) sebagai salah satu standar yang turut
dinilai dalam Akreditasi Puskesmas mempunyai kontribusi yang cukup mentukan status
akreditasi. Oleh karena itu Standar Manajeman Fasilitas dan Keselamatan (MFK) harus
diupayakan memenuhi syarat-syarat yang ditentukan.
TUJUAN

TUJUAN UMUM
Tersedianya fasilitas yang aman, berfungsi dan mendukung bagi pasien, keluarga, staf dan
pengunjung.

TUJUAN KHUSUS
Mengelola resiko lingkungan di mana pasien dirawat dan staf bekerja.

KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

NO Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan


1 Keselamatan dan 1) Pembuatan program Keselamatan dan Keamanan fasilitas
Keamanan puskesmas, serta memonitor untuk mengamankan area yang
diidentifikasi.
2) Identifikasi semua staf, pengunjung, pedagang dan
semua area yang beresiko kemananan.
3) Membuat pedoman keselamatan dan keamanan selama masa
pembangunan dan renovasi.
4) Pimpinan Puskesmas memanfaatkan semua sumber daya
yang ada sesuai dengan program.
5) Bila ada badan independen dalam fasilitas pelayanan akan di
survei untuk memastikan, badan tersebut mematuhi program
keselamatan.
6) Pendokumentasian hasil pemeriksaan fasilitas terkini dan
akurat.
7) Melaksanakan tindak lanjut terhadap temuan fisik untuk
mengurangi resiko keselamatan.
8) Menyusun rencana kerja dan anggaran fasilitas sesuai
perundangan yang berlaku, agar fasilitas tetap dapat
beroperasi secara aman dan efektif.
Pengamanan 1) Melakukan identifikasi bahan dan limbah berbahaya, serta
Bahan dan mempunyai daftar terbaru bahan berbahaya di Puskesmas
Limbah .
Berbahaya 2) Membuat rencana dan melaksanakan untuk penanganan,
penyimpanan dan penggunaan yang aman bahan bahan
limbah berbahaya.
3) Menyusun laporan dan investigasi setiap ada tumpahan atau
paparan dan insiden lainnya yang berkaitan dengan bahan
bahan dan limbah berbahaya.
4) Menyusun dan melaksanakan rencana penangganan limbah
berbahaya serta pembuangannya secara aman sesuai dengan
hukum yang berlaku.
5) Menyusun dan melaksanakan prosedur yang benar dalam
menggunakan alat perlindungan diri saat menangani
tumpahan atau paparan.
6) Mendokumentasikan persyaratan izin, lisensi atau ketentuan
staf yang diperbolehkan mengelola bahan dan limbah
berbahaya.
7) Menyusun dan menerapkan rencana untuk pemasangan
label pada bahan dan limbah berbahaya.
Kewaspadaan 1) Pembuatan program kewaspadaan bencana yaitu
menghadapi melakukan identifikasi kemungkinan bencana internal dan
bencana eksternal, seperti keadaan darurat masyarakat, wabah,
bencana alam dan bencana lain.
2) Membuat rencana untuk penanganan kemungkinan
terjadinya kedaruratan bencana.
3) Melaksanakan ujicoba / simulasi bencana di Puskesmas
secara tahunan meliputi dan posttest tentang ujicoba tersebut.
.
4) Melakukan survei badan independen terhadap fasilitas
pelayanan pasien yang terkait dengan kedaruratan
komunitas, untuk meyakinan bahwa badan independen
mematuhi kesiapan menghadapi bencana.
Penanggulangan 1) Membuat rencana dan melaksankan program K3 bidang
pengamanan kebakaran secara terus menerus untuk
Kebakaran
memastikan penghuni Puskesmas aman dari kebakaran,
asap dan kedaruratan lain yang bukan kebakaran.

2) Melakukan survei terhadap badan independen yang


mengelola K3 mematuhi rencana pengaman kebakaran.

3) Membuat program pengurangan resiko kebakaran dengan


cara melakukan assesmen resiko kebakaran saat ada
pembangunan di atau berdekatan dengan fasilitas pelayanan
dan melakukan deteksi dini terhadap kebakaran dan asap.

4) Membuat pedoman cara melakukan evakuasi / jalan keluar


yang aman dari fasilitas jika terjadi kebakaran dan
kedaruratan, bukan kebakaran.

5) Puskesmas melaksanakan ujicoba sistem deteksi


kebakaran dan pemadaman kebakaran serta
pemeliharaannya, serta didokumentasikan.

6) Membuat program pelatihan untuk staf tentang pengamanan


kebakaran dan asap sekurang-kurangnya setahun sekali.

7) Puskesmas membuat prosedur dan pelaksanaan serta


evaluasi untuk pelarangan merokok bagi pasien, keluarga,
pengunjung dan staf.

Pengelolaan 1) Membuat rencana untuk pengadaan, pemeliharaan,


kalibrasi dan inventaris peralatan medis di Puskesmas.
Peralatan Medis
2) Membuat program uji coba alat sesuai dengan penggunaan
dan rekomendasi pabrik serta dilayani oleh tenaga yang
bersertifikat atau dengan surat tugas.
3) Mengumpukan dan mendokumentasikan hasil pemantauan
peralatan medis untuk keperluan perencanaan dan
perbaikan peralatan medis.
4) Membuat dan melaksanakan prosedur penarikan atau
pemusnahan peralatan medis yang di tarik kembali oleh
pabrik atau siplier.
5) Menyusun penggunaan setiap produk dan peralatan yang
dalam proses penarikan kembali dengan peralatan lain atau
peralatan alternatif.
Manajemen 1) Memastikan Puskesmas memiliki ketersediaan air dan
listrik 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.
Sistem Utilitas
2) Melakukan identifikasi area pelayanan yang beresiko tinggi
mengalami gangguan listrik dan air, serta melakukan
pencegaan bila terjadi gangguan listrik dan air dengan cara
membuat perencanaan sumber listrik dan air alternatif bila
dalam keadaan emergensi.
3) Membuat jadwal dan melaksanakan ujicoba sumber air dan
listrik alternatif sekurang -kurangnya setahun sekali atau
sesuai dengan undang-undang yang berlaku serta
mendokumentasikan hasil ujicoba tersebut.
4) Mengidentifikasi dan mendokumentasikan hasil
pemeriksaan, ujicoba dan pemeliharaan sistem pendukung,
limbah, gas medis, ventilasi dan sistem kunci (tata cara /
juknis) secara teratur.
5) Melakukan pemeriksaan rutin terhadap kualitas air dan air
di ruang hemodialisa oleh petugas yang kompeten atau
otoritas yang berwenang.
6) Melakukan tindak lanjut terhadap dokumentasi hasil
monitoring sistem manajemen pendukung, kemudian
dikumpulkan untuk digunakan sebagai perencanaan dan
peningkatan sistem manajemen pendukung.
Pendidikan Staf 1) Membuat program dan jadwal pendidikan dari setiap
komponen yang tercantum dalam program K3 untuk
seluruh staf Puskesmas.
2) Membuat program pelatihan untuk pengunjung,
pedagang/vendor, pekerja kontrak dan lainnya yang
diidentifikasi oleh Puskesmas.
3) Membuat program pendidikan dan pelatihan bagi staf agar
staf dapat memahami, mengimplementasikan dalam hal
mengoperasikan dan memelihara alat medis serta
mengoperasikan sistem utilitas sesuai dengan pekerjaannya.
4) Membuat program pelatihan dan tes bagi ketua K3 serta
anggotanya sesuai dengan uraian tugas dan hasil pelatihan
serta tes didokumetasikan.

CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


1. Pengusulan dan pembentuk kepanitiaan Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
Puskesmas Raya Singkep Barat.
2. Pelatihan internal dan eksternal tim MFK untuk peningkatkan kompetensi dan
komitmen personal (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
3. Mengadakan rapat rutin bulanan tim MFK atau koordinasi dengan pihak
lain.
4. Pemilihan dan pembuatan program MFK.
5. Sosialisasi pelaksanaan program MFK Puskesmas Raya
6. Laporan Tahunan kegiatan MFK

SASARAN
1. SDM Puskesmas Raya memahami tentang Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
Kerja, sekaligus mampu menerapkan Program K3.
2. Pasien dan Keluarga mendapatkan pelayanan yang memuaskan serta keamanan
dan keselamatannya terjamin.
3. Prosedur kerja berfokus pada kebutuhan dan keselamatan pasien.
7. Melakukan update inventaris
JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
NO KEGIATAN 2019 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. Pengusulan dan pembentuk
Tim MFK
2. Pelatihan internal dan
eksternal Tim MFK
3. T
Mengadakan rapat rutin
bulanan panitian MFK
4. Mengadakan permintaan
Tong sampah,Iva,l
5. Sosialisasi pelaksanaan
program MFK
6. Laporan tahunan Kegiatan MFK
PENCATATAN DAN PELAPORAN

1. Membuat analisa hasil pelaksanaan evaluasi kegiatan dan dilaporkan kepada


Kepala Puskesmas Raya pada akhir.

2. Membuat evaluasi pelayanan dilakukan setiap bulan dan tahunan.

3 Cacatan perbaikan dan perencanaan terus menerus dilaksanakan.


.

Anda mungkin juga menyukai