Anda di halaman 1dari 16

Role Play “Case Presentation and Clinic Tour”

MATA KULIAH : METODIK KHUSUS

DOSEN PENGAMPU :

ENNY SUSILAWATI, M. Keb

OLEH KELOMPOK 8:

1. Yohana NIM 71241190105


2. Sri Wulandari NIM 71241190 126
3. Siti Nur Chusnul NIM 71241190 048
4. Fauziah Dwi Putri NIM 71241190 069

DIV ALIH JENJANG KEBIDANAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAMBI

TAHUN AKADEMIK 2019/2020


KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan

rahmat-Nya lah sehingga kami mampu menyusun Tugas Role Play tentang Case presentation

dan Clinic Tour.

Kami sangat mengharapkan tugas ini sekiranya dapat berguna bagi mahasiswa dalam

meempelajari mata kuliah Metodik Khusus, khususnya tentang Role Play Case presentation

dan Clinic Tour. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini masih terdapat

banyak kekurangan dan jauh dari apa yang diharapkan. Semoga tugas ini dapat dipahami bagi

siapapun yang hendak membacanya.

Atas perhatiannya, tidak lupa pula kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak

yang membantu hingga terciptanya makalah ini.

Kritik dan saran sangat kami harapkan dari pemerhati demi kesempurnaan makalah ini.

Jambi, September 2019

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dampak globalisasi dan kemajuan zaman telah memberikan pengaruh terhadap dunia

pendidikan. Persaingan dalam peningkatan sumberdaya manusia membuat perguruan tinggi

harus terus meningkatkan kualitas pendidikannya. Sistem perencanaan metode pembelajaran

yang efektif akan dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi mahasiswa. Oleh karena itu

suatu Perguruan Tinggi harus membekali peserta didiknya dengan attitude, knowledge, skill

dan insight sehingga dapat menciptakan lulusan perawat yang berkualitas dan memiliki daya

saing tinggi. Namun selain di kampus, mahasiswa juga dapat mengaplikasikan ilmu yang

sudah di milikinya di lahan praktik.

Belajar di lingkungan klinik memiliki banyak keunggulan. Pembelajaran klinik

berfokus pada masalah nyata dalam konteks praktik professional. Peserta didik termotivasi

oleh kesesuaian kompetensi yang dilakukan melalui partisipasi aktif pembelajaran klinik;

sedangkan pemikiran, tindakan dan sikap profesional di perankan oleh pembimbing klinik (

clinical instruction atau CI ). Lingkungan klinik merupakan wadah bagi maahsiswa untuk

belajar pemeriksaan fisik, argumentasi klinik, pengambilan keputusan, empati, serta

profesionalisme yang diajarkan dan dipelajari sebagai satu kesatuan.

Pembelajaran Praktik Klinik adalah suatu proses transformasi mahasiswa menjadi

seorang bidan professional yang memberi kesempatan mahasiswa untuk beradaptasi dengan

perannya dengan perannya sebagai bidan professional di situasi nyata pada pelayanan

kesehalan klinik atau komunitas (Nursalam & Ferry, 2009).


Tujuan dari praktik klinik selain menerapkan konsep adalah diharapkan peserta didik

lebih aktif dalam setiap tindakan sehingga terampil dalam menggunakan teori dan tindakan.

Hal lain yang menjadi pencapaian di lahan klinik adalah kemampuan pengambilan keputusan

klinis yang mengintegrasikan teori, hukum, pengetahuan, prinsip dan pemakaian

keterampilan khusus. Di lahan klinik peserta didik juga dapat bereksperimen dengan

menggunakan konsep dan teori untuk praktik, menyelesaikan masalah dan mengembangkan

bentuk perawatan baru (Nursalam & Ferry, 2008).

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa pengertian Case Presentation

2. Bagaimana prinsip Case Presentation

3. Bagaimana Langkah – Langkah Case Presentation

4. Apa pengertian Clinic Tour

5. Bagaimana role play Case presentation and Clinic Tour

C. TUJUAN

1. Untuk mengetahui pengertian Case Presentation

2. Untuk mengetahui prinsip Case Presentation

3. Untuk mengetahui Langkah – Langkah Case Presentation

4. Untuk mengetahui pengertian Clinic Tour

5. Untuk role play Case presentation and Clinic Tour


BAB II

TINJAUAN TEORI

1. Case Presentation

a. Pengertian

Case Presentation Adalah metode penyajian pasien dengan menggunakan kehadiran

seorang pasien dan dipilih sebagai fokus diskusi kelompok dengan tujuan dapat

memberikan pengalaman langsung dalam pembahasan prinsip-prinsip prosedur perawatan

dari pasien, metode ini sering digunakan dilahan pratek khususnya dilahan rumah sakit.

b. Prinsip yang dilakukan adalah

1) Harus direncanakan dengan teliti dengan pasien, surat ijin, pemilihan

lokasi,perumusan tujuan informasi dan lain-lain

2) Pasien harus diberi kesempatan untuk mengekspresikan kebutuhannya

3) Adanya hak pasien untuk prifasi dan rahasia informasi tentang dirinya

4) Adanya evaluasi tentang pelaksanaan nursing clinic

c. Langkah – langkah Case Presentation

1) Tahap permulaan

Diawali dengan memperkenalkan peserta didik tentang latar belakang pasien, situasi

pelayanan perawatan, tujuan diskusi, beberapa informasi yang dibutuhkan tentang

pasien.

2) Tahap diskusi yang berpusat pada pasien


Diawali dengan perkenalan dan penyajian singkat tentang pasien pada peserta didik,

kemudian menunjukan gejala-gejala khusus yang berhubungan dengan masalah

pasien yang mengungkapkan perasaannya.

3) Tahap evaluasi

Dilakukan dengan diskusi dan penilaian terhadap pasien, perilaku dan kemampuan

untuk mengatasi msalah, penilaian terhadap peserta didik serta evaluasi proses dan

hasil dari case presentation apakah tujuan yang ditetapkan tercapai atau belum.

2. Clinical tour

Merupakan suatu metode pembelajaran klinik yang menginginkan peserta didik menstransfer

dan mengaplikasikan pengetahuan teoritis dalam keperawatan langsung (nursalam :2001).

Adapun karakteristiknya :

1) Klien dilibatkan langsung

2) Klien merupakan fokus kegiatan peserta didik

3) Peserta didik dan pembimbing melakukan diskusi

4) Pembimbing mengfasilitasi kreatifitas peserta didik adanya ide-ide baru

5) Pembimbing klinik membantu mengembangkan kemampuan peserta didik untuk

meningkatkan kemampuan dalam mengatasi masalah.


ROLE PLAY

1. Clinic Tour
 Berperan sebagai bidan : Fauziah Dwi Putri
 Berperan sebagai Pasien : Situ Nur Chusnul Y
 Berperan sebagai Mahasiswa : Yohana dan Sri Wulandari

Jalan Cerita : 2 orang Mahasiswa melakukan praktik klinik di praktik mandiri bidan, di
tempat tersebut mereka mendapatkan kasus hiperemesis pada ibu Hamil.

Pada suatu hari, saat mahasiswa sedang praktik di bidan praktik swasta, datang ibu hamil
bersama suami dan keluarganya. Saat itu, ibu hamil datang dengan keadaan lemah, bidan dan
mahasiswa segera melakukan pengkajian dan penatalaksanaan.

2. Case Presentation
1) Mahasiswa memperkenal latar belakang pasien, situasi pelayanan perawatan, tujuan
diskusi, beberapa informasi yang dibutuhkan tentang pasien.
2) Mahasiswa memulai perkenalan dan penyajian singkat tentang pasien pada peserta
didik, kemudian menunjukan gejala-gejala khusus yang berhubungan dengan masalah
pasien yang mengungkapkan perasaannya.
3) Dilakukan diskusi dan penilaian terhadap pasien, perilaku dan kemampuan untuk
mengatasi masalah, penilaian terhadap peserta didik serta evaluasi proses dan hasil
dari case presentation apakah tujuan yang ditetapkan tercapai atau belum.

Adapun laporan kasus yang akan dipresentasikan berdasarkan clinic tour tersebut adalah
sebagai berikut:
ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. ”A” UMUR 23 TAHUN G1P0A0 USIA
KEHAMILAN 9-10 MINGGU DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI PMB
MAWAR TANGGAL 15 JANUARI 2015

No. Register : 65789


Masuk BPM Tanggal/ Pukul : 15 Januari 2015 Jam 08.00
Dirawat diruang : Periksa
Tanggal pengkaji :15 Januari 2015 Jam : 08.00
Nama pengkaji : Kelompok 21

I. LANGKAH I IDENTIFIKASI DATA DASAR


A. Identitas istri / suami
Nama : Ny “A”/Tn “K
Umur : 23 Tahun/27 Tahu
Nikah/Lamanya : 1 Kali/ ± 1 Tahun
Suku : Jawa/Bugis
Agama : Islam
Pendidikan : Sma/Sma
Pekerjaan : Irt/Polisi
Alamat : Jl. Soekarno Hatta

B. Riwayat Keluhan Utama


Keluarga mengatakan ibu mengalami mual muntah berlebihan hingga tidak dapat
beraktivitas.

C. Riwayat Menstruasi
Menarche :15 tahun
Siklus :28 hari
Lama :6 hari
Disminorhe : kadang-kadang

D. Riwayat Obstetri
G1P0A0

N kehamilan Persalinan nifas


E.
O
Tahun Umur Jenis Peno- berlan B Keadaa Berlan Lam
(mg) persalin long gsung B n g-sung a-
an L Ibu/bay nya
i
1 2015 Kehamilan sekarang
a.
E. Riwayat kehamilan sekarang
1) HPHT :06 November 2014
2) HTP :13 Agustus 2015
3) umur kehamilan 9 minggu lebih 6 Hari
4) Kunjungan ANC
a) Trimester I
 Frekuensi : 1 kali
 Keluhan : mual muntah
 Komplikasi : tidak ada
 Terapi : B6 1x1, asam Folat 1 x 1
5) Pergerakan janin selama 24 jam (dalam sehari) : belum ada

F. Riwayat Kesehatan Ibu


1. Ibu tidak mempunyai riwayat penyakit jantung, paru-paru ginjal, dan diabetes militus
(DM)
2. Ibu tidak mempunyai riwayat hipertensi
3. Ibu tidak pernah dioperasi atau transfuse darah
4. Ibu tidak pernah merokok dan minum minuman yang beralkohol
5. Ibu tidak ada alergi obat obatan dan makanan
G. Riwayat Kesehatan Keluarga
1. Ibu mengatakan keluargan tidak mempunyai riwayat penyakit jantung, paru-
paru ginjal, dan diabetes militus (DM)
2. Ibu mengatakan keluarga tidak mempunyai riwayat hipertensi
3. Ibu mengatakan keluargan tidak pernah dioperasi atau transfuse darah
4. Ibu mengatakan keluarga tidak merokok dan minum minuman yang beralkohol
5. Ibu mengatakan keluarga tidak ada alergi obat obatan dan makanan
H. Pola Pemenuhan Kebutuhan Sehari – hari
1. Pola nutrisi
a. Makan
 Frekuensi : 1 x/ hari
 Porsi : ± ½ piring
 Jenis : Roti / biskuit
b. Minum
 Frekuensi : 2 - 3 x/ hari
 Porsi : 1 gelas
 Jenis : Air Putih
2. Pola Eliminasi
a. BAB
 Frekuens : 1x/hari
 Konsistensi : Padat
 Warna : kuning
b. BAK
 Frekuensi : 2 – 3 x perhari
 Konsistensi : Cair
 Warna : kekuningan dan keruh
3. Pola Istirahat
a. Tidur Siang
 Lama : lama ±1 jam (13.00-14.00)
b. Tidur Malam
 Lama : lama ±5 jam (24.00-05.00)
4. Personal Hygiene
a. Mandi : 1x/hari
b. Ganti baju : 2x/sehari
c. Gosok Gigi : 2x/sehari
d. Keramas : 2x/seminggu
5. Pola Seksualitas : Frekuensi : 1x/seminggu
6. Pola Aktifitas ( terkait kegiatan fisik, olahraga)
a. Ibu mengatakan melakukan kegiatan sebagai IRT sebelum mengalami mual
muntah (menyapu, mencuci pakaian, memasak)
b. Ibu mengatakan tidak memiliki kebiasaan yang mengganggu kesehatan seperti
merokok, minum jamu, minuman beralkohol.
7. Data Psikososial, spiritual dan ekonomi ( Penerimaan ibu/ suami/ keluarga terhadap
kehamilan, dukungan keluarga, hubungan dengan suami/keluarga/tetangga, perawatan
bayi, kegiatan ibadah, kegiatan sosial, keadaan ekonomii keluarga
a. Ibu mengatakan senang dengan kehamilannya
b. Suami dan keluarga sangat mendukung kehamilannya
c. Ibu menjalin silaturahmi dengan tetangga sekitar
d. Ibu rajin ibadah sholat 5 waktu
e. Ibu mengikuti kegiatan PKK di desanya
f. Ibu sudah menabung sedikit demi sedikit untuk biaya persalinan dan kemungkinan
komplikasi

I. Pemeriksaan Fisik
a. Pemeriksaan Umum
1) Keadaan Umum : Lemah
2) Kesadaran : Composmentis
3) Status Emosional : stabil
4) Tanda Vital
5) TekananDarah : 90/60 mmHg
6) Nadi : 78 x/menit
7) Pernapasan : 20 x/menit
8) Suhu : 370C
b. Pemeriksaan Fisik
1) Kepala : normal, tidak ada nyeri tekan, tidak ada massa, rambut hitam, lurus
2) Wajah : ttidak ada odema, tidak ada bekas luka, ada nya cloasma grapidarum
3) Mata : normal, tidak ada konjungtivitis
4) Hidung : tidak ada polip, bersih, tidak ada pernapasan cuping hidung
5) Mulut : normal
6) Telinga : simetris, tidak ada serumen, terdapat lubang telinga
7) Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, parotis, limfe dan vena jugularis
8) Dada : simetris, tidak ada retraksi dinding dada
9) Payudara : simetris putting susu menonjol hiperpigmentsi areola mamae
10) Abdomen : adanya odema, adanya linea nigra dan strie gravidarum
c. Palpasi Leopold
1) Leopold I : Belum teraba
2) Leopold II : -
3) Leopold III: -
4) Leopold IV: -
5) Pemeriksaan Mc. Donald
 Tinggi Fundus Uteri : -
 Tafsiran Berat Janin :-
6) Auskultasi DJJ :-
d. Ekstremitas Atas : tidak terdapat odema
e. Ekstremitas Bawah : tidak terdapat odema
f. Genetalia luar : bersih, tidak berbau, tidak ada tanda – tanda infeksi
g. Pemeriksaaan panggul : tidak dilakukan

J. Pemeriksaan Laboraturium
Tanggal 14 juni 2015 pukul 08.30 wib
Hemoglogin : 10 gr/dl

II. LANGKAH II IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH AKTUAL


Data Subjektif :
o Keluarga mengatakan ibu mengalami mual muntah berlebihan hingga tidak
dapat melakukan aktivitas
o Keluarga mengatakan ibu berusia 23 Tahun
o Keluarga mengatakan bahwa ini kehamilan yang pertama
o Kelurga mengatakan HPHT 06 november 2014
o Keluarga mengatakan tidak pernah keguguran
Data Objektif :
 Keadaan Umum : Lemah
 Kesadaran : Composmentis
 Tanda-Tanda Vital :
Tekanan D arah : 90/60 mmHg
Nadi : 78 x/menit
Pernafasan : 20x/menit
Suhu : 370 C
Masalah : Ibu mengalami mual muntah berlebihan
Diagnosa Kebidanan
Ibu G1P0A0 usia kehamilan 9 – 10 minggu dengan Hiperemesis Gravidarum

III. LANGKAH III IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL


Tidak ada
IV. LANGKAH IV RENCANA TINDAKAN SEGERA/ KOLABORASI
Perbaikan KU yaitu memberikan cairan infus intravena RL
V. LANGKAH V RENCANA ASUHAN KEBIDANAN / INTERVENSI
Tanggal 15 JANUARI 2015 pukul 08.00 wib
1. Beritahu keluarga pasien bahwa akan dilakukan tindakan
2. Beritahu keluarga pasien akan di Pasang infus
3. Beritahu ibu dan keluarga keadaan ibu
4. Beritahu keluarga pasien bahwa akan di lakukan rujukan

VI. LANGKAH VI IMPLEMENTASI


a. Memberitahu keluarga bahwa akan dilakukan tindakan
b. Memberi tahu keluarga pasien bahwa ibu akan di Pasang infus gunanya untuk
memenuhi kebutuhan cairan ibu karena keadaan ibu lemah
c. Memberi tahu keluarga tentang keadaan ibu bahwa ibu mengalami hiperemesis
gravidarum yaitu mual muntah yang berlebihan yang tidak normal terjadi saat
kehamilan.
d. Memberi tahu keluarga bahwa ibu akan di rujuk karena mengalami hiperemesis
gravidarum atau mual muntah yang berlebihan sehingga penatalaksanaan yang
baik adalah di Rumah Sakit.

VII. LANGKAH VII EVALUASI


Tanggal 14 Juni 2015 pukul 08.10 wib
1. Keluarga menyetujui tindakan yang akan dilakukan
2. Infuse RL (ringer laktat) sudah dipasang pada pasien
3. ibu dan keluarga mengetahui keadaannya
4. Rujukan sudah dilakukan ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi
BAB III

PENUTUP

1. KESIMPULAN

Pengalaman belajar klinik dan lapangan merupakan proses pembelajaran yang penting

diberikan kepada mahasiswa/i untuk mempersiapkan diri menjadi tenaga kesehatan

profesional. Melalui pengalaman belajar klinik dan lapangan diharapkan dapat membentuk

kemampuan akademik dan profesional, mampu mengembangkan ketrampilan dalam

memberikan pelayanan atau asuhan yang sesuai dengan standar serta dapat berorientasi

dengan peran profesional.

2. SARAN

Bagi para mahasiswa diharapkan mampu untuk mengetahui metode pembelajaran

klinik.

Demikian makalah ini kami buat, sebagaimana pepatah mengatakan “tiada gading

yang tak retak”. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi

kesempurnaan makalah ini.


DAFTAR PUSTAKA
Nurachmah, E( 2005). Metode Pengajaran Klinik Keperawatan. Makalah pelatihan
bimbingan klinik. Jakarta: EGC
Relly, D.E & Obermann,M.H (2002). Pengajaran Klinis dalam pendidikan keperawatan, alih
bahasa Eni Noviestari. Jakarta: EGC
https://www.scribd.com/doc/154291198/Makalah-Metode-Pembelajaran-Klinik ( di akses
pada tanggal 10 September 2019 )