Anda di halaman 1dari 14

CRITICAL BOOK REVIEW

Ilmu Kesejahteraan Keluarga

Dosen Pengampu :
Dra. Armaini Rambe, M.Si.

Oleh :

Yunike Bening Theresa (5181143002)

PROGRAM STUDI TATA BUSANA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya
saya dapat menyelesaikan tugas Critical Book Review (CBR) mata kuliah Ilmu
Kesejahteraan Keluarga. CBR ini mengulas tentang pendidikan dalam keluarga. Saya
berterimakasih kepada seluruh pihak yang membantu penyelesaian CBR ini dan kepada
dosen pengampu mata kuliah Ilmu Kesejahteraan Keluarga yang telah membimbing saya
dalam menyelesaikan tugas ini .

Adapun tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas CBR mata kuliah Ilmu Kesejahteraan
Keluarga. Saya berharap makalah ini bisa menjadi salah satu referensi bagi pembaca bila
mana hendak memilih buku sebagai panduan bahan ajar belajar mengenai keluarga.

Kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat saya harapkan agar CBR ini dapat
menjadi lebih baik. Akhir kata saya ucapkan terima kasih semoga dapat bermanfaat dan
bisa menambah pengetahuan bagi pembaca.

Medan, 13 November 2018

Yunike Bening Theresa


(5181143002)

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................................ 1


DAFTAR ISI ....................................................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................................. 3
A. Rasionalisasi Pentingnya CBR ................................................................................................ 3
B. Tujuan Penulisan CBR ............................................................................................................... 3
C. Manfaat CBR .............................................................................................................................. 3
D. Identitas Buku ............................................................................................................................ 3
BAB II RINGKASAN ISI BUKU ...................................................................................................... 4
Bab 1 Hakikat manusia dan pendidikan ......................................................................................... 4
Bab 2 Pendidikan Keluarga............................................................................................................. 4
Bab 3 Kewajiban dan Hak Anggota Keluarga ................................................................................ 7
Bab 4 Pendidikan Prenatal dalam Keluarga .................................................................................... 9
Bab 5 Pendidikan dan Pengembangan Kreativitas Anak dalam Keluarga .................................... 10
Bab 6 Pendidikan Spiritual dalam Keluarga ................................................................................. 10
BAB III PEMBAHASAN DAN KRITIK BUKU............................................................................. 11
A. Pembahasan ........................................................................................................................... 11
B. Kelebihan dan Kekurangan Buku ......................................................................................... 12
BAB IV PENUTUP .......................................................................................................................... 13
A. Kesimpulan ........................................................................................................................... 13
B. Rekomendasi ......................................................................................................................... 13

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Rasionalisasi Pentingnya CBR


Kita sering bingung memilih buku referensi untuk dibaca dan di pahami sebagai
kebutuhan pengetahuan. Ada saatnya ketika kita buku yang kita miliki atau kita baca tidak
sesuai dengan apa yang kita butuhkan atau bahkan penataan isi buku yang kurang baik,
misalnya dari segi analisis bahasa atau penulisan. Oleh karena itu, penulis membuat
Critical Book Report ini untuk mempermudah pembaca dalam memilih buku referensi,
terkhusus pada pokok bahasan tentang pendidikan dalam keluarga.

B. Tujuan Penulisan CBR


- Penyelesaian tugas CBR Ilmu Kesejahteraan Keluarga yang telah ditetapkan
- Menambah pengetahuan dalam memilih buku yang tepat dan benar sesuai
kebutuhan melalui referensi dan kritikan pada buku dalam CBR
- Meningkatkan minat baca dan sikap kritis seseorang dalam menganalisis buku
- Menguatkan kemampuan kritik seseorang dan kemampuan menilai buku

C. Manfaat CBR
- Mempermudah pembaca dengan adanya referensi dalam memilih buku
- Menambah wawasan tentang menjahit pada pemula

D. Identitas Buku
1. Judul : Pendidikan Keluarga; Konsep dan Strategi
2. Penulis : Safrudin Aziz, M.Pd.I.
3. Penerbit : Gava Media
5. Kota terbit : Yogyakarta
6. Tahun terbit : 2015
7. ISBN : 978-602-7869-96-7
3
BAB II
RINGKASAN ISI BUKU

Bab 1
Hakikat manusia dan pendidikan

A. Hakikat manusia
Manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan
dengan mahkluk ciptaan yang lain. Selain memiliki seperangkat akal untuk berpikir,
manusia juga memiliki emosi dan nafsu yang dapat memberikan peran untuk
mendobrak bukti-bukti kebesaran Tuhan secara rasional ataupun irasional
{metafisik). Sehingga peradaban dan perkembangan yang paling memuncak dibumi
diprakrsai oleh manusia dari pada mahkluk yang lain.

B. Hakikat Manusia dan Pendidikan


Pendidikan pada hakikatnya dibutuhkan manusia semenjak dalam kandungan
hingga menjelang akhir hayatnya. Sebab pada hakikatnya manusia adalah mahkluk
terdidik yang memerlukan pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung
guna membekali dirinya dalam menjalalni kehidupan.

Bab 2
Pendidikan Keluarga

A. Pengertian Keluarga
Secara etimologis keluarga dalam istilah Jawa terdiri dari dua kata yakni Kawula
dan warga. Kawula berarti abdi dan warga adalah anggota. Artinya kumpulan
individu yang memilki rasa pengabdian tanpa pamrih demi kepentingan seluruh
individu yang bernanung di dalamnya. Keluarga adalah suatu kelompok sosial yang
ditandai oleh tempat tinggal bersama, kerjasama ekonomi, dan reproduksi yang

4
dipersatukan oleh pertalian perkawinan atau adopsi yang disetujui secara sosial,
yang saling berinteraksi sesuai dengan peranan-peranan sosialnya.
Secara normatif, keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh
suatu ikatan perkawinan, lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai suatu gabungan
yang khas dan bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk kebahagiaan,
kesejahteraan, dan ketentraman semua anggota yang ada di dalam keluarga tersebut.
Secara definitif, keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri atas
suami-istri dan anak-anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya.

B. Fungsi Keluarga
Fungsi ekonomi berarti keluarga menjadi tulang punggung memperoleh sekaligus
mengelola kegiatan ekonomi secara profesional. Fungsi sosial adalah keluarga
merupakan sarana pertama dalam proses interaksi sosial dan menjalin hubungan
yang erat baik dalam satu keluarga ataupun secara luas. Adapun fungsi pendidikan,
bahwa keluarga adalah lembaga pendidikan pertama bagi kehidupan seorang anak.
Begitu pula dengan fungsi psikologis, bahwa keluarga memiliki pengaruh yang
besar terhadap perkembangan dan kematangan psikologis anggotanya. Sedangkan
fungsi reproduksi, tanpa adanya ikatan yang sah dalam sebiah keluarga tidak akan
menghasilkan keturunan yang sah pula. Ada juga fungsi tambahan seperti fungsi
agama yang disebut juga sebagai fungsi religius yang berhubungan dengan perintah
untuk senantiasa menjalankan perintah Tuhan yang Maha Esa dan menjauhi
larangannya melalui pembiasaan diri secara optimal. Fungsi biologis sebagai
pemenuhan kebutuhan agar keberlangsungan hidupnya tetap terjaga. Fungsi kasih
sayang yakni bagaimana setiap anggota keluarga harus menyayangi satu sama lain.
Fungsi perlindingan yakni setiap anggota keluarga berhak mendapatkan
perlindungan dari anggota lainnya. Fungsi rekreasi adalah penyegaran pikiran,
menenangkan jiwa dalam bentuk rekreasi guna mengakrabkan tali kekeluargaan.

5
C. Pendidikan dalam Keluarga
Keluarga secara realitas merupakan lembaga pendidikan pertama bagi pertumbuhan
dan perkembangan anak. Anak dipersiapkan untuk mampu berbahasa, berpendapat,
berkreasi, berimajinasi, hingga mampu memproduksi sesuatu adalah berkat
pendidikan pertama yang diterimanya dalam keluarga. Dengan kata lain, keluarga
adalah pengantar secara berpikir, bersikap, bergerak hingga memutuskan sesuatu
secara tepat.

D. Tujuan Pendidikan Dalam Keluarga


Pendidikan dalam keluarga pada hakikatnya bertujuan menanamkan dasar-dasar
pengetahuan secara lahiriah maupun batiniah melalui berbagai upaya agar terlahir
manusia yang berakhlak dan unggul dalam berbagai bidang. Selanjutnya,
pendidikan keluarga pada ranah kognitif dan ppsikomotorik lebih menekankan pada
pembekalan manusia yang kreatif, krits, dan terampil melalui kepemilikan life skills
yang matang serta memiliki kesiapan bersaing secara global. Harapannya melalui
pendidikan dalam keluarga seseorang akan mampu menjawab berbagai problem
yang ada dalams etiap sisi kehidupan.

E. Kendala-Kendala Pendidikan Keluarga


Adapun kendala pelaksanaan pendidikan dalam keluarga diklasifikasikan menjadi
dua unsur yakni kendala secara internal dan eksternal. Beberapa kendala internal
diantaranya sebagai berikut :
1. Pemahaman dan perhatian orang tua terhadap pentingnya pendidikan
2. Kemiskinan ekonoi keluarga
3. Lemahnya keimanan orang tua
4. Unsur psikologis
5. Tidak adanya pendidik (orangtua) dalam keluarga
6. Sakit atau cacat fisik dan psikologis
7. Komunikasi orangtua dan anak

6
Sedangkan kendala eksternal yang tampak dari pelaksanaan pendidikan dalam
keluarga mencakup antara lain:

1. Tontonan
2. Kepedulian masyarakat dalam menumbuhkan nilai-nilai pendidikan
3. Aspek budaya
4. Aspek kenyamanan dan kerjasama

Bab 3
Kewajiban dan Hak Anggota Keluarga

A. Kewajiban dan Hak Ayah


Kewajiban Ayah :
1. Pemberian tanggung jawab
2. Menafkahi keluarga
3. Menjadi pemimpin yang adil dalam keluarga
4. Menghindarkan anak dari kebakhilan
5. Kecintaan untuk memiliki
6. Menerapkan rasa malu pada anak
7. Mendidik anak untuk menahan amarah
8. Menjauhkan anak dari sifat dusta
9. Menghindarkan anak dari kebiasaan mencuri
10. Menjauhkan anak dari sikap sombong

Hak ayah :

1. Dihormati
2. Dibantu dalam mengelola rumah tangga
3. Diperlakukan dengan baik dan penuh cinta kasih dalam memenuhi kebutuhan
fisik, biologis maupun psikisnya

7
4. Menuntut istri untuk menjaga kehormatan dirinya dan keluarga yang
diamanahkan kepadanya
5. Di santuni dan disayangi di hari tua oleh anak bahkan setelah meninggalnya.

B. Kewajiban dan Hak Ibu (Istri)


Kewajiban Ibu:
1. Mengetahui pengetahuan secara komprehensif
2. Menjadi seorang manager rumah tangga
3. Memberikan kasih sayang dan ketentraman kepada suami ataupun anggota
keluarga yang lain
4. Memperhatikan kesehatan rumah tangga yang aman, dan tenteram bagi seluruh
keluarganya
5. Sebagai pendidik pertama dan utama bagi putra-putrinya.

Hak Ibu :
1. Memperoleh conta dan kasih sayang dari suami
2. Mendapatkan nafkah yang halal dan baik
3. Mendapatkan bimbingan dan pendidikan khususnya pendidikan agama dan
keluarga
4. Dicukupi segala kebutuhannya

C. Hak dan Kewajiban Anak


Hak anak :
1. Hak nasab dan penyusuan
2. Memperoleh pengasuhan dari kedua orang tuanya.
3. Memperoleh nama baik
4. Mendapat bimbingan dan nasihat dari kedua orang tuanya termasuk
pertimbangan dalam memperoleh jodoh atau calon pasangan hidup

8
Kewajiban anak :
1. Hormat dan patuh pada kedua orang tua
2. Berakhlak baik pada keluarga
3. Mendoakan keluarga khususnya kedua orang tua
4. Menjunjung tinggi nama baik orang tua

Bab 4
Pendidikan Prenatal dalam Keluarga

A. Pertumbuhan dan Perkembangan Usia Prenatal


Kehidupan dalam usia prenatal pada hakikatnya dimulai dari pertemuan sel kelamin
pria (spermatozoa) dan sel kelamin wanita (ovum) yang selanjutnya disebut zigot
(sel telur yang telah dibuahi). Seiring berkembangnya waktu, zigot mengalami
perkembangan secara biologis yakni mengalami perubahan hingga menjadi
segumpal daging yang bergulung-gulung. Dari proses tersebut kemudian tumbuh
kerangka-kerangka tulang yang kelak akan terbungkus oleh daging-daging baru
hingga pada akhirnya berbentuk wujud manusia yang sempurna.

B. Hakikat Pendidikan Prenatal


Secara sederhana pendidikan prenatal dapat didefinisikan sebagai bentuk pemberian
pendidikan bago calon anak sebelum dilahirkan ke dunia. Pendidikan orenatal ini
pada hakikatnya mencakup beberapa kerangka dasar yang diberikan orang tua
kepada janin setelah memiliki ruh yang dilengkapi oleh tiga indera yakni
pendengaran, penglihatan dan hati. Adapun beberapa pakar menyatakan bahwa anak
mampu menerima pendidikan dari kedua orang tuanya sekitar umur 120 hari ketika
anak sudah memiliki ruh.

9
Bab 5
Pendidikan dan Pengembangan Kreativitas Anak dalam Keluarga

Setiap anak yang lahir normal berpotensi untuk menjadi cerdas dan kreatif. Kecerdasan dan
kreativitas ini tidak semata melekat secara alami namun keduanya merupakan anugerah
Tuhan yang sangat berharga di samping kebersihan hati yang tidak semu amanusia
memilikinya. Manusia dibekali indera, pengetahuan, kecerdasan dan kemampuan-
kemampuan nalar yang tinggi, hingga dapat membantunya memahami sesuatu serta
manusia dilahirkan membawa persiapan, potensi dan motivasi yang menggerakkan mereka
untuk berjalan dan menjelajah. Sehingga melalui kepemilikan kecerdasan dan kreativitas
seseorang mampu menciptakan kemajuan serta membebaskan masyarakat darikebodohan
dan kebiadaban, menuju tatanan yang lebih baik dan beradab.

Bab 6
Pendidikan Spiritual dalam Keluarga

Pendidikan spiritual merupakan sebuah sistem yang lebih memfokuskan pada pembinaan
aspek rohaniah manusia, atai sebuah pembinaan bagi seseorang untuk mengembangkan
segala potensi rohaniahnya yang dapat melahirkan perilaku atau sikap terpuji menuju
terwujudnya kepribadian yang mulia, sehingga bermanfaat bagi dirinya dan masyrakat luas.
Pendidikan spiritual keluarga pada prinsipnya diberikan dari materi yang sederhana hingga
kompleks. Bahkan pemberian materi ini dituntut tidak sebatas bersifat dogmatis namun
mengajak elemen keluarga berpikir secara ilmiah dan rasional. Sehingga implementasi
pendidikan spiritual dalam keluarga lebih bersifat mencerdaskan.

10
BAB III
PEMBAHASAN DAN KRITIK BUKU

A. Pembahasan
Keluarga secara empiris merupakan dasar pendidikan pertama yang harus
diberikan secara sistematis dan komprehensif kepada setiap anggotanya serta
disesuaikan dengan tingkat kematangan psikologis, emosi dan spiritualnya.
Bahkan tidak dapat dipungkiri, keluarga menjadi salah satu unsur tri pusat
pendidikan semenjak manusia itu sendiri dilahirkan. Pendidikan dalam keluarga
jika dikalkulasikan dengan proses pendidikan dimanapun akan sangat berbeda
out put maupun biayanya. Pendidikan keluarga terlayani 24 jam semenjak anak
dilahirkan sampai pada usia menjelang berumah tangga. Bahkan seseorang yang
sudah berkeluarga saja masih memperoleh pendidikan dari kedua orang tuanya.
Dalam kontek itulah, tak terasa pendidikan dalam keluarga memerlukan biaya
sangat mahal dibandingkan dengan biaya pendidikan yang ditempuh pada
jenjang pendidikan sekolah, kursus, ataupun pendidikan lainnya.
Selain itu pendidikan keluarga memiliki ciri khas yang unik yakni lebih
ditekankan pada pengembangan karakter, kreativitas, mandiri, inquiry,
discovery serta lebih memperhatikan aspek perkembangan emosional dan sosial
setiap anak. Berbeda dengan pendidikan sekolah yang lebih menitikberatkan
pada pengembangan intelektual, knowledge, dan skill. Sehingga banyak orang
yang mengenyam pendidikan tinggi namun tidak memiliki karakter yang baik.
Hal ini diakibatkan gagalnya pendidikan dalam keluarga yang diberikan orang
tua kepada anak-anaknya disebabkan orang tua modern lebih berorientasi
mengejar kepuasan karir, pekerjaan, tanpa memahami betapa pentingnya
pendidikan keluarga dan lukanya batin setiap anak karena seringnya diacuhkan
dalam kebersamaan. Padahal pendidikan keluarga sifatnya pasti dan tidak bisa
diulang karena usia anak semakin terus tumbuh dan berkembang.

11
Buku ini hadir sebagai solusi memberikan pendidikan keluarga yang tepat
melalui pengalaman teknis aplikatif penulis serta proses perenungan panjang
dengan memperhatikan tradisi pendidikan keluarga yang sudah luntur dalam
kehidupan keluarga modern.

B. Kelebihan dan Kekurangan Buku

Kelebihan :
1. Sampul buku memiliki tampilan warna yang menarik dan sederhana
2. Penyusunan materi sangat baik sehingga mudah untuk dipahami oleh
pembaca
3. Isi materi lengkap dengan penggabungan 2 paham, yaitu paham sumber dan
paham penulis
4. Font yang digunakan mengikuti standar penulisan
5. Kalimat pendukung sesuai dengan kalimat utama.
6. Buku menyediakan keyword / kata kunci

Kekurangan :

1. Elaborasi terlalu banyak membuat pembaca mudah bosan


2. Tidak menggunakan bullets yang memudahkan pembaca untuk melihat
daftar bagian dari sebuah materi

12
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Manusia adalah mahkluk terdidik yang memerlukan pendidikan baik secara
langsung maupun tidak langsung guna membekali dirinya dalam menjalani
kehidupan. pada hakikatnya manusia adalah mahkluk terdidik yang memerlukan
pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung guna membekali dirinya
dalam menjalalni kehidupan. Keluarga secara realitas merupakan lembaga
pendidikan pertama bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. keluarga adalah
pengantar secara berpikir, bersikap, bergerak hingga memutuskan sesuatu secara
tepat.

B. Rekomendasi
Dalam CBR ini penulis memiliki harapan agar pembaca dapat memahami isi CBR
dengan baik dan dapat menetapkan pilihan yang tepat dalam memilih buku. Buku
yang di kritik memiliki sedikit kekurangan dengan banyak kelebihannya. Buku ini
sangat baik untuk pembaca yang memiliki kesulitan dalam memahami buku karena
ditulis secara lengkap dan rinci. Penulis memiliki harapan agar pembaca
memberikan kritik dan saran yang membangun, karena penulis menyadari dalam
penulisan makalah CBR ini memiliki kekurangan.

13