Anda di halaman 1dari 2

1.

Manusia yang menjadikan uang, harta dan materi segala-segalanya adalah manusia yang
bersifat Materialistik. Secara umum, materialis adalah sifat yang mengutamakan materi
dan cenderung tidak mau mengeluarkan hartanya untuk orang lain ataupun untuk
kepentingan umum.

Ada dua macam pengertian materialis :


1) Orang yang senang dengan materi yaitu orang yang senang pada kekayaan dan
menghambakan dirinya pada kekayaan itu.
2) Orang yang tidak dapat menerima sesuatu sebagai benar bila sesuatu itu tidak
didukung oleh data yang empiris.

“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah
kehidupan dunia memperdaya kamu dan sekali-kali jangnlah setan yang pandai
menipu memperdaya kamu tentang Allah” ( Q.S Al-Fathir ; 5 )

“Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka
memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertaqwa itu
lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberikan rezeki kepada
orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” ( Q.S Al-Baqarah ; 212 )

Dalam budaya modern, manusia akan semakin materialis dan individualis. Individualis
seringkali diartikan mementingkan diri sendiri. Kepentingan dunia, kepentingan
kelompok, kadang-kadang tidak ada kamusnya lagi dalam pemikirannya, bahkan
kepentingan keluarga pun tidak. Ia bekerja sama dengan orang lain hanya terbatas bila
kerjasama itu menguntungkan dirinya, bila tidak, ya tidak. Segala sesuatu diukur dengan
materi. Jika perlu jalan haram pun tidak mengapa yang penting materi. Akibatnya,
banyak umat manusia antri sebagai pelaku kejahatan sebagai model porno ataupun pelaku
kriminal yang tidak lagi memandang malu.

Selain itu, dengan menghambakan diri kepada materi sama halnya dengan menjadikan
uang sebagai Tuhan. Dan hal itu berarti secara tidak langsung telah melakukan
perbuatan syirik. Syirik adalah perbuatan menyekutukan Tuhan dengan benda, manusia
atau yang lainnya, dalam hal ini adalah uang. Syirik juga berarti menyamakan selain
Allah dengan Allah pada perkara yang merupakan hak istimewa-Nya. Hak istimewa
Allah seperti: Ibadah, mencipta, mengatur, memberi manfaat dan mudharat, membuat
hukum dan syariat dan lain-lainnya. Disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa syirik adalah
dosa besar dan tidak terampuni. Bahkan lebih parah lagi kalau ternyata dia kafir, yakni
tidak percaya kepada Tuhan. Orang kafir merupakan musuh yang nyata bagi umat
Islam.
2. Sebenarnya dengan percaya terhadap keberadaan Tuhan, Fir’aun sudah memiliki sedikit
iman dalam hati, akan tetapi karena merasa dirinya sangat hebat maka dia menjadi
sombong, tidak mau mengakui adanya Tuhan. Perlu diingat, karena bersikap sombong
lah, akhirnya iblis dikeluarkan dari surge.

“ Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk, tubuhmu,
kemudian Kami katakan kepada para malaikat : "Bersujudlah kamu kepada Adam ",
maka merekapun bersujud kecuali Iblis. Dia tidak , temasuk golongan yang bersujud.
Allah berfirman : "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu
Aku menyuruhmu?" Menjawab Iblis : Saya lebih baik daripadanya; Engkau ciptakan saya
dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". Allah berfirman : "Turunlah kamu dari
durga ini; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka
keluarlah. Sesungguhnya kamu termasuk mahluk yang hina “

Sombong adalah merasa bangga dengan apa yang diperbuatnya seolah-olah dia sendiri
yang berbuat seperti itu.
Orang yang sombong menganggap orang lain tidak bereperan bahkan mungkin Allah
SWT sendiri tidak berperan, semua hasil yang diperoleh dianggap hasil jerih payahnya
sendiri.

“ Tidak akan masuk surga dalam hatinya terdapat debu dari kesombongan. Maka salah
seorang sahabat bertanya : Bagaimana jika seseorang memakai baju dan sandal yang
bagus ?, maka Rasulullah saw bersabda ; Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan cinta
pada keindahan ( maksudnya pakaian indah itu tidak berarti sombong ). Kesombongan
itu adalah menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain. “ ( HR. Muslim )

“ Maukah kalian aku beritahu tentang ahli neraka? Yaitu, setiap sifat keras hati angkuh
dalam berjalan dan sombong. “ ( HR. Muttafaq ‘Alaihi )

Yang pernah sombong dan ujub di hadapan Allah SWT adalah setan, ia merasa lebih
hebat dan merendahkan orang lain. Akhirnya setan diusir dari surga. Setan bersama bani
Adam hidup di dunia. Setan berjanji akan mengajak manusia untuk menemaninya di
neraka kelak salah satunya dengan menyebarkan sifat ujub dan sombong.

“ Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong “ (Q.S An-Nahl : 23 )

Orang-orang yang bersifat sombong kelak akan disiksa oleh Allah SWT dengan siksaan
yang sangat pedih di dunia dan di akhirat kelak akan mendapat siksa yang lebih dahsyat
lagi.