Anda di halaman 1dari 3

dialog komunikasi keperawatan pada pasien lansia dengan luka

diabetes

Pada Pagi hari Pasien bernama Ny.elis yang berumur 60 tahun masuk kerumah sakit dengan
diagnosa medis luka diabetes militus post oprasi pada kaki bagian kiri nya, Ny elis sudah di
rawat di Rumah sakit X selama 7 Hari dan klien di lakukan ganti balutan setiap hari pada jam
09.00 wib,pada keesokan hari nya perawat vita datang ke ruangan Ny elis.

Perawat vita : “Selamat pagi... “(tersenyum)

Keluarga : “ ia selamat pagi sus..”(tersenyum)

Perawat : “ Permisi ibu.. apa betul ibu ini, keluarga dari Pasien atas nama ibu Elis”..

Keluarga : “Iya benar, saya anak dari ibu elis”

Perawat vita : “baik kalau gitu saya akan memeriksa ibu elis , sebelumnya apakah ibu elis
sering mengeluhkan sesuatu setelah operasi..?

Keluarga :”selama saya disini ibu saya tidak mengeluhkan sesuatu di saya, mungkin lebih
jelasnya lagi suster bisa langsung memeriksa keadaan ibu saya.

Perawat : “ohh, baaik lah ibu kalau begitu saya akan langsung memeriksa keadaan ibu elis
sekarang yah.

Keluarga :”ia silahkan suster”

Perawat : Permisi “ selamat pagi bu ..”(tersenyum)

Pasien : “ ia selamat pagi suster ..”(tersenyum)

Perawat : “ perkenalkan bu nama saya , Vitralis tandi abang saya mahasiswa dari STIK
FAMIKA MAKASSAR , mulai pagi ini saya akan merawat ibu dari pukul 07.00 sampai 14.00
siang. Kalau boleh saya tau nama ibu siapa? Dan senangnya dipanggil apa bu ?”

Pasien : “ iya suster, nama saya Elisabeth, suster bisa panggil saya dengan panggila ibu
elis.”

Perawat : “baik bu elis, bagaimana keadaan ibu sekarang? Apa yang ibu rasakan ?“

Pasien : “sejak operasi kemarin luka dibagian kaki kiri saya masih agak sedikit
nyeri.”(menyentuh kaki dan merenung)
Perawat : “mm..” (menganggukkan kepala) ”iya bu elis itu memang efek dari luka yang ibu
rasakan setelah melakukan operasi,karena pada luka ibu terjadi respon peradangan.

Pasien : “apa itu berbahaya suster?.”(sedikit cemas)

Perawat : “tidak bu, peradangan itu merupakan gejala yang menguntungkan dan merupakan
pertahanan tubuh yang bekerja untuk menetralisir dan menghancurkan agen pencedera dalam
persiapan penyembuhan luka.Jadi bu elis tidak usah begitu khawatir.”(menjelaskan)

Pasien : “ohhh..begitu ya suster..”(sedikit lega)

Perawat : “iya bu elis, baiklah saya permisi dulu, silakan bu elis beristirahat kembali, nanti
teman saya akan datang menggantikan saya sekitar jam 11.00 siang untuk melakukan tindakan
perawatan luka,mengganti perban yang mebalut luka bu elis dengan yang baru,tidak lama bu elis
kira-kira 15 menit dan kita melakukannya disini saja, apakah bu elis bersedia?.”

Pasien : “iya suster.”(menganggukkan kepala)

Perawat :”bu elis tenang saja,kerahasiaan tentang apa yang ibu alami juga tetap saya jaga,“

Pasien :iya suster,terima kasih(merasa lega)

Perawat : “apabila ibu memerlukan bantuan, silakan mbak panggil di ruangan perawat,
selamat pagi ibu elis.”(tersenyum)

Pasien : “iya, selamat pagi suster.”(tersenyum)

Fase Kerja

Tidak lama kemudian perawat menghampiri ibu elis kembali.

Perawat : “selamat siang bu elis,?.”(tersenyum)

Pasien : “selamat siang suster.”(tersenyum)

Perawat : “bu elis, sesuai perjanjian yang telah disepakati tadi dengan teman saya sekarang
saya akan melakukan tindakan perawatan luka, apakah ibu bersedia?.”

Pasien : “iya saya bersedia suster

Perawat : “baiklah saya akan menyiapkan alat-alatnya dahulu.”

Disaat perawat melakukan tindakan perawatan luka tiba-tiba bu elis teriak kesakitan”disaat
perawat membuka pebalut luka Pebby
Pasien : “adooooohhhh.......sakitt”(dengan meringis kesakitan)

Perawat :terus bekrja sambil menjelaskan kepada pihak keluarga dan Pebby (dengan tenang
dan sabar)

Setelah proses tindakan perawatan luka ..

Fase Terminasi

Perawat : “bu elis saya sudah selesai melakukan tindakan perawatan luka, dijaga
kesehatannya ya bu ,semoga cepat sembuh.”(tersenyum)

Pasien : “iya, terimah kasih suster.”(tersenyum)

Perawat : “sama-sama, selamat pagi sampai jumpa kembali!.”


baik ibu saya permisi untuk kembali ke ruangan perawat dan nanti jika butuh
bantuan bisa langsung hubungi saya di ruang perawat yang ada di sana (sambil
menujuk ke arah ruangan perawat)
Keluarga : iya suster terima kasih ( tersenyum)