Anda di halaman 1dari 39

AUDIT INTERNAL

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN


KESEHATAN KERJA (SMK3)

PT. JAPFA COMFEED INDONESIA Tbk - UNIT MAKASSAR


Jl. Ir. Sutami, KM.17, Biring Kanaya, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan

TINGKAT AUDIT : LANJUTAN


Nomor : 06.SMK3/IV/2019

DISTRIBUSI LAPORAN :
1. Pengurus P2K3
2. Kadept/Kasubdept
No. Laporan 06.SMK3/IV/2019 Halaman 30
Tgl Audit 15-16 April 2019 AUDIT INTERNAL SMK3 Distribusi 2
No. Pekerjaan 006/2019 PT. JCI MAKASSAR Auditor : Ketua Tim Auditor:
TH 2019 M Fadri Al Baihaqi Irman Ruhimat S.

1. PERUSAHAAN YANG DIAUDIT


Nama perusahaan : PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk - Unit Makassar
Bidang usaha : Pakan Ternak

2. RUANG LINGKUP AUDIT


Ruang lingkup pelaksanaan audit Internal SMK3 meliputi seluruh area PT. Japfa Comfeed
Indonesia Tbk - Unit Makassar

3. PELAKSANAAN AUDIT
Tanggal : 15-16 April 2019
Tempat : PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk - Unit Makassar

4. TUJUAN AUDIT
Untuk membuktikan tingkat pencapaian penerapan, pengembangan dan kinerja K3 pada
PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk - Unit Makassar sesuai dengan SMK3 dan ketentuan –
ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

5. TIM AUDITOR
Tim auditor terdiri dari :
 Irman Ruhimat Syam sebagai Ketua Tim Auditor ( IR - HO )
 M. Fadri Al Baihaqi sebagai Sekretaris ( IR - HO )
 Apriani Khairansyah sebagai Anggota (JCI Banjarmasin)

Auditee :
 Pengurus P2K3 PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk - Unit Makassar
 Seluruh bagian yang terlibat

6. GAMBARAN UMUM TEMPAT KERJA


 Tempat kerja yang diaudit adalah fasilitas perkantoran dan kegiatan pada area
PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk - Unit Makassar adalah produksi pakan ternak.
 Tempat kerja berupa area perkantoran, QC dan lab, area produksi, gudang,
workshop dan umum.
 Perusahaan sudah menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2015 dan
meraih peringkat PROPER Biru
 Kegiatan produksi PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk - Unit Makassar dilakukan 3
(tiga) shift.
 PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk - Unit Makassar menerapkan SMK3 tingkat
lanjutan.
7. CHECKLIST AUDIT DAN PEMENUHANNYA

PEMENUHANNYA
NO. TIDAK
NO KRITERIA
KRITERIA BERLAKU
KETIDAK SESUAIAN KETERANGAN
KESESUAIAN
MINOR (m) MAJOR (M)

1. PEMBANGUNAN DAN
PEMELIHARAAN KOMITMEN
1.1 Kebijakan K3
1. 1.1.1 Terdapat Kebijakan K3 yang √
tertulis, bertanggal dan
secara jelas menyatakan
tujuan-tujuan K3 dan
komitmen perusahaan dalam
memperbaiki kinerja K3
2. 1.1.2 Kebijakan disusun oleh √ Belum dilaksanakan
pengusaha dan atau pengurus meeting yang
setelah melalui proses mengagendakan
konsultasi dengan wakil pembahasan Kebijakan
tenaga kerja K3
dilakukan meeting TM
pembahasan khusus ttg
kebijakan k3

(25 April 2019)


Malik
3. 1.1.3 Perusahaan √ Kebijakan K3 belum
mengkomunikasikan kebijakan disosialisasikan kepada
K3 kepada seluruh tenaga pelanggan dan pemasok
kerja, tamu, kontraktor, sosialisasi ke pemasok
pelanggan, dan pemasok dan pelanggan dapat
dengan tata cara yang tepat dilakukan saat
komunikasi via telp,
menempel kebijakan k3
di lokasi pengambilan
DO pakan+magazine,
sebagai lampiran pada
saat
mengkomunikasikan
customer satisfaction
form dan daftar isian
calon vendor

26 April 2019
PIC : Seluruh
departemen
4. 1.1.4 Kebijakan khusus dibuat untuk √
masalah K3 yang bersifat
khusus
5. 1.1.5 Kebijakan K3 dan kebijakan √ Belum dilaksanakan
khusus lainnya ditinjau ulang meeting yang
secara berkala untuk mengagendakan
menjamin bahwa kebijakan pembahasan Kebijakan
tersebut sesuai dengan K3
perubahan yang terjadi dalam
perusahaan dan dalam dibahas dalam meeting
peraturan perundang- TM bersamaan dengan
undangan evaluasi kebijakan SMM
1.2 Tanggungjawab dan
Wewenang Untuk Bertindak
6. 1.2.1 Tanggung jawab dan √
wewenang untuk mengambil
tindakan dan melaporkan
kepada semua personil yang
terkait dalam perusahaan
dibidang K3 telah ditetapkan,
diinformasikan dan
didokumentasikan
7. 1.2.2 Penunjukan penanggungjawab √ 462 Pekerja :
K3 harus sesuai dengan Petugas K3 Kimia 1/3,
peraturan Petugas P3K 0/4,
Petugas Peran
Kebakaran
Kelas D 0/37,
Kelas C 0/1,
Kelas B 0/4,
Kelas A 0/1,
Petugas K3 Listrik 0,
Juru Las 0

Akan dikoordinasikan
bagian training

PIC :Bagian HRD & GA

8. 1.2.3 Pemimpin unit kerja dalam √ Ka. Dept F&A belum


suatu perusahaan bertanggung mencantumkan aspek
jawab atas kinerja K3 pada K3 dalam jobdesknya
unit kerjanya revisi jobdesk hou,
kadept, kasub, kasie,
koordinator,pelaksana /
operator
dengan menambahkan
tugas pertanggung
jawaban atas kinerja
k3 di unit kerjanya,
indikator keberhasilan :
tidak terjadi
pelanggaran norma k3
oleh jajarannya di unit
kerjanya

PIC : Kadept & Kasub


Setiap departemen

9. 1.2.4 Pengusaha atau pengurus √


bertanggung jawab secara
penuh untuk menjamin
pelaksanaan SMK3
10. 1.2.5 Petugas yang bertanggung √ 462 Pekerja :
jawab menangani keadaan Petugas K3 Kimia 1/3,
darurat telah ditetapkan dan Petugas P3K 0/4,
mendapatkan pelatihan Petugas Peran
Kebakaran
Kelas D 0/37,
Kelas C 0/1,
Kelas B 0/4,
Kelas A 0/1,
Petugas K3 Listrik 0,
Juru Las 0

Akan dikoordinasikan
bagian training

PIC :Bagian HRD & GA

11. 1.2.6 Perusahaan mendapatkan √ Nota hasil pemeriksaan


saran-saran dari para ahli di pengawasan
bidang K3 yang berasal dari ketenagakerjaan belum
dalam dan/atau luar diterima
perusahaan mungkin bisa dituliskan
pada lembaran saat
jcimks melaporkan
hasil kinerja k3 di dinas

PIC : Malik
12. 1.2.7 Kinerja K3 termuat dalam √
laporan tahunan perusahaan
atau laporan lain yang
setingkat
1.3 Tinjauan dan Evaluasi
13. 1.3.1 Tinjauan terhadap penerapan √
SMK3 meliputi kebijakan,
perencanaan, pelaksanaan,
pemantauan dan evaluasi
telah dilakukan, dicatat dan
didokumentasikan
14. 1.3.2 Hasil tinjau ulang dimasukkan √
ke dalam perencanaan
tindakan manajemen
15. 1.3.3 Pengurus harus meninjau √
ulang pelaksanaan SMK3
secara berkala untuk memiliki
kesesuaian dan efektivitas
SMK3
1.4 Keterlibatan dan Konsultasi
Dengan Karyawan
16. 1.4.1 Keterlibatan karyawan dan √ Hasil konsultasi dalam
penjadwalan konsultasi safety meeting belum
dengan wakil perusahaan disebarluaskan ke
didokumentasikan dan seluruh tenaga kerja
disebarluaskan ke seluruh
tenaga kerja -Di email ke all JCI
-Ditempel di papan
pengumuman

PIC : Sekretaris P2K3


(malik)
17. 1.4.2 Terdapat prosedur yang √ Belum mempunyai SOP
memudahkan konsultasi terkait konsultasi K3
mengenai perubahan-
perubahan yang mempunyai - Konsultasi K3
implikasi terhadap K3 oleh seluruh
tenaga kerja
dapat dilakukan
Saat meeting K3
/ TM

pada sop teknik, sop


pga dicantumkan
terkait
perubahan/modifikasi
maka user dapat
membuat notif di sap
dengan sebelumnya
telah berkoordinasi
dengan kepala seksi
terkait terhadap desain
dan fungsi dari
perubahan/ modifikasi
yg diinginkan. Kepala
seksi terkait yg
merancang desain
wajib lulus dalam
pelatihan terkait
pengendalian resiko
(HIRA)
18. 1.4.3 Perusahaan telah membentuk √ Struktur P2K3 belum
P2K3 sesuai dengan peraturan disahkan oleh Disnaker
setempat

melakukan pengesahan
struktur dengan hou
sebagai ketua p2k3
dan disahkan oleh
disnaker setempat
19. 1.4.4 Ketua P2K3 adalah pimpinan √
puncak atau pengurus
20. 1.4.5 Sekretaris P2K3 adalah ahli K3 √
sesuai dengan peraturan
21. 1.4.6 P2K3 menitikberatkan √
kegiatan pada pengembangan
kebijakan dan prosedur untuk
mengendalikan risiko
22. 1.4.7 Susunan pengurus P2K3 √ Belum disosialisasikan
didokumentasikan dan di seluruh tempat kerja
diinformasikan kepada tenaga
kerja menempel so P2K3 yg
telah disahkan pada
papan pengumuman
dan menyampaikan
pada meeting TM
23. 1.4.8 P2K3 mengadakan pertemuan √ Hasil meeting belum
secara teratur dan hasilnya disebarluaskan di
disebarluaskan di tempat tempat kerja
kerja
-Di email ke all JCI
-Ditempel di papan
pengumuman

24. 1.4.9 P2K3 melaporkan kegiatan √


nya secara teratur sesuai
dengan peraturan
25. 1.4.10 Dibentuk kelompok-kelompok √ 462 Pekerja :
kerja dan dipilih dari wakil- Petugas K3 Kimia 1/3,
wakil tenaga kerja yang Petugas P3K 0/4,
ditunjuk sebagai penanggung Petugas Peran
jawab K3 ditempat kerjanya Kebakaran
dan kepadanya diberikan Kelas D 0/37,
pelatihan sesuai dengan Kelas C 0/1,
peraturan perundangan Kelas B 0/4,
Kelas A 0/1,
Petugas K3 Listrik 0,
Juru Las 0

Akan dikoordinasikan
bagian training

PIC :Bagian HRD & GA

26. 1.4.11 Susunan kelompok-kelompok √ Belum disosialisasikan


kerja yang telah terbentuk di seluruh tempat kerja
didokumentasikan dan menempel pada papan
diinformasikan kepada tenaga pengumuman
kerja Team P2K3
Team Tanggap Darurat
Team Pertolongan
Pertama
2. PEMBUATAN DAN
PEMDOKUMENTASIAN
RENCANA K3
2.1 Rencana Strategi K3
27. 2.1.1 Terdapat prosedur √ Belum terdapat SOP
terdokumentasi untuk HIRADC
identifikasi potensi bahaya,
penilaian dan pengedalian membuat sop terkait
risiko K3 hiradc

28. 2.1.2 Identifikasi potensi bahaya, √


penilaian, dan pengendalian
resiko K3 sebagai rencana
strategi K3 dilakuakan oleh
petugas yang berkompeten
29. 2.1.3 Rencana strategi K3 sekurang- √
kurangnya berdasarkan
tinjauan awal, identifikasi
potensi bahaya penilaian,
pengendalian, dan peraturan
perundang-undangan serta
informasi K3 baik dari dalam
maupun luar perusahaan
30. 2.1.4 Rencana strategi K3 yang √
telah ditetapkan digunakan
untuk mengendalikan risiko
K3 dengan menetapkan tujuan
dan sasaran yang dapat
diubah dan menjadi prioritas
serta menyediakan sumber
daya
31. 2.1.5 Rencana kerja dan rencana √
fokus yang berkaitan dengan
produk, proses, proyek atau
tempat kerja tertentu telah
dibuat dengan menetapkan
tujuan dan sasaran yang
dapat diukur, menetapkan
waktu pencapaian dan
menyediakan sumber daya
32. 2.1.6 Rencana K3 diselaraskan √
dengan rencana sistem
manajemen perusahaan
2.2 Manual K3
33. 2.2.1 Manual SMK3 meliputi √ Manual SMK3 belum
kebijakan, tujuan, rencana, divalidasi
dan prosedur K3 instruksi
kerja formulir catatan dan mengesahkan manual
tanggung jawab serta smk3 setelah diperiksa
wewenang tanggung jawab K3 oleh p2k3
untuk semua tingkatan dalam
perusahaan malik & risal
34. 2.2.2 Terdapat manual khusus yang √
berkaitan dengan produk,
proses, atau tempat kerja
tertentu
35. 2.2.3 Manual SMK3 mudah didapat √ Manual SMK3 belum
oleh semua personil dalam divalidasi dan
perusahaan sesuai kebutuhan disebarluaskan

-Di email ke all JCI


-Ditempel di papan
pengumuman
-Internal Web

malik & risal

2.3 Peraturan, Perundangan dan


Persyaratan Lain
36. 2.3.1 Terdapat prosedur yang √ Belum memiliki SOP
terdokumentasi untuk Pemenuhan Peraturan
mengidentifikasi, Perundangan terkait K3
memperoleh, memelihara dan
memahami peraturan membuat sop terkait
perundangan, standar, pembahasan aturan
pedoman teknis, dan terkait k3
persyaratan lain yang relevan
dibidang K3 untuk seluruh
tenaga kerja diperusahaan
37. 2.3.2 Penanggung jawab untuk √ Belum memiliki SOP
memelihara dan Pemenuhan Peraturan
mendistribusikan informasi Perundangan terkait K3
terbaru mengenai peraturan membuat sop terkait
perundangan, standar, pembahasan aturan
pedoman teknis, dan terkait k3
persyaratan lain telah
ditetapkan.
38. 2.3.3 Persyaratan pada peraturan √ Belum semua SOP
PUU, standar, standar teknis, memasukan referensi
dan persyaratan lain yang perundangan K3
relevan dibidang K3
dimasukkan pada prosedur – perlu revisi prosedur di
prosedur dan petunjuk – :
petunjuk kerja. plant,
pga,
procurement,
IT
QC dan LAB,
Sales,

mencantumkan aturan
yg dapat menjadi
pedoman kerja terkait
k3

39. 2.3.4 Perubahan pada peraturan √ Belum semua SOP


perundang-undangan, standar, memasukan referensi
pedoman teknis dan perundangan K3
persyaratan lain yang relevan
dibidang K3 digunakan untuk perlu revisi prosedur di
peninjauan prosedur-prosedur :
dan petunjuk-petunjuk kerja plant,
pga,
procurement,
IT
QC dan LAB,
Sales,

mencantumkan aturan
yg dapat menjadi
pedoman kerja terkait
k3

2.4 Informasi K3
40. 2.4.1 Informasi yang dibutuhkan √ Belum diinformasikan
mengenai kegiatan K3 kepada pelanggan dan
disebarluaskan secara pemasok
sistematis kepada seluruh
tenaga kerja, tamu, hasil safety meeting
kontraktor, pelanggan dan ditempel pada papan
pemasok pengumuman
3. PENGENDALIAN DAN
PENINJAUAN KONTRAK
3.1 Pengendalian Perancangan
41. 3.1.1 Prosedur yang terdokumentasi √ Belum mempunyai SOP
mempertimbangkan Modifikasi
identifikasi potensi bahaya, pada sop teknik,
penilaian dan pengendalian sop pga dicantumkan
resiko yang dilakukan pada terkait
tahap perancangan dan perubahan/modifikasi
modifikasi maka user dapat
membuat notif di sap
dengan sebelumnya
telah berkoordinasi
dengan kepala seksi
terkait terhadap desain
dan fungsi dari
perubahan/ modifikasi
yg diinginkan. Kepala
seksi terkait yg
merancang desain
wajib lulus dalam
pelatihan terkait
pengendalian resiko
(HIRA)

42. 3.1.2 Prosedur dan instruksi kerja √ Belum mempunyai SOP


untuk penggunaan produk, Modifikasi
pengoperasian mesin dan pada sop teknik, sop
peralatan, instalasi, pesawat pga dicantumkan
atau proses serta informasi terkait
lainnya yang berkaitan dengan perubahan/modifikasi
K3 telah dikembangkan maka user dapat
selama perancangan dan/ membuat notif di sap
atau modifikasi. dengan sebelumnya
telah berkoordinasi
dengan kepala seksi
terkait terhadap desain
dan fungsi dari
perubahan/ modifikasi
yg diinginkan. Kepala
seksi terkait yg
merancang desain
wajib lulus dalam
pelatihan terkait
pengendalian resiko
(HIRA)
43. 3.1.3 Petugas yang berkompeten √ Penekanan dalam
telah melakukan verifikasi Jobdesk Plant dan GA
bahwa perancangan
memenuhi persyaratan K3
yang ditetapkan.
44. 3.1.4 Semua perubahan dan √ Lampirkan sertifikat
modifikasi perancangan yang training K3 Lanjutan
mempunyai implikasi milik kepala seksi
terhadap K3 diidentifikasikan, mekanik/elektrik dan
didokumentasikan, ditinjau HRD&GA
ulang dan disetujui oleh
petugas yang berwenang
sebelum pelaksanaan.
3.2 Peninjauan Kontrak
45. 3.2.1 Prosedur yang terdokumentasi √ SOP Pembelian belum
harus mampu mencantumkan aspek
mengidentifikasi dan menilai K3
potensi bahaya K3, lingkungan
dan masyarakat, dimana
prosedur tersebut digunakan
pada saat memasok barang
dan jasa dalam suatu kontrak.
46. 3.2.2 Identifikasi bahaya dan √ SOP Pembelian belum
penilaian risiko dilakukan mencantumkan aspek
pada tahap tinjauan ulang K3
kontrak oleh personel yang
berkompeten.
47. 3.2.3 Kontrak-kontrak ditinjau √ SOP Pembelian belum
ulang untuk menjamin bahwa mencantumkan aspek
pemasok dapat memenuhi K3
persyaratan K3 bagi
pelanggan.
48. 3.2.4 Catatan tinjauan ulang √
kontrak dipelihara dan
didokumentasikan.
4 PENGENDALIAN DOKUMEN
4.1 Persetujuan, Pengeluaran,
dan Pengendalian Dokumen
49. 4.1.1 Dokumen K3 mempunyai √ Beberapa SOP belum
identifikasi status, divalidasi
wewenang, tanggal
pengeluaran dan tangggal
modifikasi
50. 4.1.2 Penerima distribusi dokumen √ SOP belum memiliki
tercantum dalam dokumen penerima distribusi
tersebut dokumen

Tanda terima dokumen


Via email
Daftar hadir sosialisasi
51. 4.1.3 Dokumen K3 terbaru disimpan √ Beberapa dokumen K3
secara sistematis pada tempat masih banyak yang sulit
yang ditentukan ditemukan, buat
seperti penyimpanan
Dokumen SMM
52. 4.1.4 Dokumen usang segera √
disingkirkan dari
penggunaannya sedangkan
dokumen usang yang disimpan
untuk keperluan tersebut
diberi tanda khusus
4.2 Perubahan dan Modifikasi
Dokumen
53. 4.2.1 Terdapat sistem untuk √
membuat dan menyetujui
perubahan terhadap dokumen
K3
54 4.2.2 Apabila memungkinkan √
diberikan alasan terjadinya
perubahan dan tertera dalam
dokumen atau lampirannya.
55. 4.2.3 Terdapat prosedur √
pengendalian dokumen atau
daftar seluruh dokumen yang
mencantumkan status dari
setiap dokumen tersebut
dalam upaya mencegah
penggunaan dokumen usang.
5 PEMBELIAN DAN
PENGENDALIAN PRODUK
5.1 Spesifikasi Dari Pembelian
Barang dan Jasa
56. 5.1.1 Terdapat prosedur yang √ SOP Pembelian belum
terdokumentasi yang dapat mencantumkan aspek
menjamin spesifikasi teknik K3
dan informasi lainnya yang
relevan dengan K3 telah
diperiksa sebelum keputusan
untuk membeli
57. 5.1.2 Spesifikasi pembelian untuk √
setiap sarana produksi, zat
kimia atau jasa harus
dilengkapi spesifikasi yang
sesuai dengan persyaratan
peraturan dan standar K3
58. 5.1.3 Konsultasi dengan tenaga √ Dept. Procurement
kerja yang kompeten pada diikutsertakan dalam
saat keputusan pembelian, training K3 Dasar dan
dilakukan untuk menetapkan K3 lanjutan, kemudian
persyaratan K3 yang masukan dalam SOP
dicantumkan dalam spesifikasi Pembelian terkait
pembelian dan diinformasikan kelengkapan aspek K3
kepada tenaga kerja yang sebelum melakukan
menggunakannya. pembelian
59. 5.1.4 Kebutuhan pelatihan, pasokan √ Dept. Procurement
alat pelindung diri, dan diikutsertakan dalam
perubahan terhadap prosedur training K3 Dasar dan
kerja perlu dipertimbangkan K3 lanjutan, kemudian
sebelum pembelian dan masukan dalam SOP
penggunaannya Pembelian terkait
kelengkapan aspek K3
sebelum melakukan
pembelian
60. 5.1.5 Persyaratan K3 dievaluasi dan √ Belum memasukan
menjadi pertimbangan dalam aspek K3 dalam
seleksi pembelian kegiatan evaluasi
supplier
5.2 Sistem Verifikasi Barang dan
Jasa Yang Telah Dibeli
61. 5.2.1 Barang dan jasa yang dibeli √
diperiksa kesesuaiannya
dengan spesifikasi pembelian
5.3 Pengendalian Barang dan
Jasa Yang Dipasok Pelanggan
62. 5.3.1 Barang dan jasa yang dipasok √
pelanggan, sebelum
digunakan terlebih dahulu
diidentifikasi potensi bahaya
dan dinilai resikonya, catatan
tersebut dipelihara untuk
memeriksa prosedur
5.4 Kemampuan Telusur Balik
63. 5.4.1 Semua produk yang digunakan √
dalam proses produksi dapat
diidentifikasi di seluruh
tahapan produksi dan
instalasi, jika terdapat
potensi masalah K3
64. 5.4.2 Terdapat prosedur yang √
terdokumentasi untuk
penelusuran produk yang
telah terjual, jika terdapat
potensi masalah K3 didalam
penggunaanya
6 KEAMANAN BEKERJA
BERDASARKAN SMK3
6.1 Sistem Kerja
65. 6.1.1 Petugas yang berkompeten √ Belum ditemukan JSA
telah mengidentifikasikan untuk pengoperasian
bahaya yang potensial dan boiler
telah menilai risiko – risiko
yang timbul dari suatu proses
kerja
66. 6.1.2 Apabila upaya pengendalian √ Sebaiknya JSA
risiko diperlukan maka upaya dijadikan satu menjadi
tersebut ditetapkan melalui HIRADC, sehingga
tingkat pengendalian tingkat
pengendaliannya
terakomodir
67. 6.1.3 Terdapat prosedur atau √ SOP belum divalidasi
petunjuk kerja yang
terdokumentasi untuk
mengendalikan risiko yang
teridentifikasi dan dibuat atas
dasar masukan dari personil
yang kompeten serta tenaga
kerja yang terkait dan
disahkan oleh orang yang
berwenang di perusahaan
68. 6.1.4 Kepatuhan terhadap √ Jika sudah dibuat SOP
peraturan perundang- modifikasi, masukan
undangan, standar serta kepatuhan terhadap
pedoman teknis yang relevan peraturan perundang-
diperhatikan pada saat undangan, standar
mengembangkan atau serta pedoman teknis
melakukan modifikasi atau yang relevan
petunjuk kerja
69. 6.1.5 Terdapat sistem kerja untuk √ Hanya terdapat ijin
tugas berisiko tinggi kerja ruang terbatas,
belum termasuk
pekerjaan penggalian
(project)
70. 6.1.6 Alat Pelindung Diri disediakan √ Terdapat beberapa APD
sesuai kebutuhan dan yang sudah tidak layak
digunakan secara benar serta pakai (Face shields dan
dipelihara selalu dalam helm) di area workshop
kondisi baik. dan Operator Boiler
tidak menggunakan
helm, masker dan
sarung tangan panas.
71. 6.1.7 Alat pelindung diri disediakan √ Terdapat beberapa APD
bila diperlukan dan digunakan yang sudah tidak layak
secara benar serta selalu pakai (Face shields dan
dipelihara dalam kondisi layak helm) di area workshop
pakai dan Operator Boiler
tidak menggunakan
helm, masker dan
sarung tangan panas.
72. 6.1.8 Alat pelindung diri yang √ Terdapat beberapa APD
digunakan dipastikan telah yang sudah tidak layak
dinyatakan layak pakai sesuai pakai (Face shields dan
dengan standar dan /atau helm) di area workshop
peraturan perundang- dan Operator Boiler
undangan yang berlaku tidak menggunakan
helm, masker dan
sarung tangan panas.
6.2 Pengawasan
73. 6.2.1 Dilakukan pengawasan untuk √ Tidak ada pengawasan
menjamin bahwa setiap dan menegur operator
pekerjaan dilaksanakan boiler yang tidak
dengan aman dan mengikuti menggunakan APD
setiap prosedur dan petunjuk
kerja yang telah ditentukan.
74. 6.2.2 Setiap orang diawasi sesuai √ Tidak ada pengawasan
dengan tingkat kemampuan dan menegur operator
dan tingkat risiko tugas boiler yang tidak
menggunakan APD
75. 6.2.3 Pengawas/penyelia ikut serta √
dalam identifikasi bahaya dan
membuat upaya pengendalian
76. 6.2.4 Pengawas/penyelia diikut √
sertakan dalam melakukan
penyelidikan dan pembuatan
laporan terhadap terjadinya
kecelakaan dan penyakit
akibat kerja serta wajib
menyerahkan laporan dan
saran-saran kepada pengusaha
atau pengurus
77. 6.2.5 Pengawas/penyelia ikut serta √
dalam proses konsultasi
6.3 Seleksi dan Penempatan
Personil
78. 6.3.1 Persyaratan tugas tertentu √
termasuk persyaratan
kesehatan diidentifikasi dan
dipakai untuk menyeleksi dan
penempatan tenaga kerja
79. 6.3.2 Penugasan pekerjaan harus √
berdasarkan pada kemampuan
dan keterampilan serta
kewenangan yang dimiliki
6.4 Area Terbatas
80. 6.4.1 Pengusaha atau pengurus √ JSA belum
melakukan penilaian risiko mencantumkan
lingkungan kerja untuk penilaian risiko dan
mengetahui daerah-daerah belum mempunyai
yang memerlukan pembatasan mapping zona
ijin masuk berbahaya
81. 6.4.2 Terdapat pengendalian atas √ Hanya terdapat
daerah/tempat dengan pengendalian untuk
pembatasan ijin masuk Ruang Terbatas
82. 6.4.3 Tersedianya fasilitas dan √
layanan di tempat kerja
sesuai dengan standar dan
pedoman teknis
83. 6.4.4 Rambu-rambu K3 harus √ Belum terdapat rambu
dipasang sesuai dengan peringatan bahaya di
standar dan pedoman teknis beberapa sumber
bahaya
6.5 Pemeliharaan, Perbaikan dan
Perubahan Sarana Produksi
84. 6.5.1 Penjadwalan pemeriksaan dan √
pemeliharaan sarana produksi
serta peralatan mencakup
verifikasi alat-alat pengaman
serta persyaratan yang
ditetapkan oleh peraturan
perundang-undangan, standar,
dan pedoman teknis yang
relevan
85. 6.5.2 Semua catatan yang memuat √
data secara rinci dari kegiatan
pemeriksaan, pemeliharaan,
perbaikan dan perubahan
yang dilakukan atas sarana
dan peralatan produksi harus
disimpan dan dipelihara
86. 6.5.3 Sarana dan peralatan produksi √ Chain block dan
memiliki sertifikat yang masih hand pallet belum
berlaku sesuai dengan mempunyai sertifikat
persyaratan peraturan dan
standar
87. 6.5.4 Pemeriksaan, pemeliharan, √
perawatan, perbaikan dan
setiap perubahan dilakukan
petugas yang berkompeten
dan berwenang
88. 6.5.5 Terdapat prosedur untuk √ Belum mempunyai SOP
menjamin bahwa jika terjadi Modifikasi
perubahan terhadap sarana
dan peralatan produksi,
perubahan tersebut harus
sesuai dengan persyaratan
peraturan perundang-
undangan, standar dan
pedoman teknis yang relevan
89. 6.5.6 Terdapat prosedur permintaan √
pemeliharaan sarana dan
peralatan produksi dengan
kondisi K3 yang tidak
memenuhi persyaratan dan
perlu segera diperbaiki.
90. 6.5.7 Terdapat sistem untuk √
penandaan (tag-out) bagi
peralatan yang sudah tidak
aman lagi untuk digunakan
atau sudah tidak digunakan
91. 6.5.8 Apabila diperlukan dilakukan √ Belum ada sistem
penerapan sistem penguncian penguncian
pengoperasian (lock out
sistem) untuk mencegah agar
sarana produksi tidak
dihidupkan sebelum saatnya
92. 6.5.9 Terdapat prosedur yang dapat √
menjamin keselamatan dan
kesehatan kerja atau orang
lain yang berada didekat
sarana dan peralatan produksi
pada saat proses
pemeriksaan, pemeliharaan,
perbaikan dan perubahan
93. 6.5.10 Terdapat penanggung jawab √
untuk menyetujui bahwa
sarana dan peralatan produksi
telah aman digunakan setelah
proses pemeliharaan,
perawatan, perbaikan atau
perubahan
6.6 Pelayanan
94. 6.6.1 Apabila perusahaan dikontrak √
untuk menyediakan pelayanan
yang tunduk pada standar dan
perundangan K3, maka perlu
disusun prosedur untuk
menjamin bahwa pelayanan
memenuhi syarat
95. 6.6.2 Apabila perusahaan diberi √
pelayanan melalui kontrak
dan pelayanan tunduk pada
standar dan perundangan K3,
maka perlu disusun prosedur
untuk menjamin bahwa
pemberian pelayanan
memenuhi persyaratan
6.7 Kesiapan Untuk Menangani
Keadaan Darurat
96 6.7.1 Keadaan darurat yang √ Potensi bahaya banjir
potensial (didalam atau diluar dan angin topan belum
tempat kerja) telah teridentifikasi,
diidentifikasi dan prosedur tambahkan pemulihan
keadaan darurat tersebut pasca keadaan darurat
telah didokumentasikan
97 6.7.2 Penyediaan alat/sarana dan √
prosedur keadaan darurat
berdasarkan hasil identifikasi
dan diuji serta ditinjau secara
rutin oleh petugas yang
berkompeten dan berwenang
98 6.7.3 Tenaga kerja mendapat √
instruksi dan pelatihan
mengenai prosedur keadaan
darurat yang sesuai dengan
tingkat risiko
99. 6.7.4 Petugas penanganan keadaan √ Struktur RTD belum
darurat ditetapkan dan diinformasikan kepada
diberikan pelatihan khusus seluruh tenaga kerja
serta diinformasikan kepada
seluruh orang yang ada di
tempat kerja
100 6.7.5 Instruksi/prosedur keadaan √ SOP Penanganan
darurat dan hubungan Keadaan Darurat belum
keadaan darurat diperlihatkan dipasang di area kerja
secara jelas dan menyolok
serta diketahui oleh seluruh
tenaga kerja di perusahaan
101 6.7.6 Alat dan sistem tanda bahaya √
keadaan darurat diperiksa,
diuji dan dipelihara secara
berkala
102 6.7.7 Jenis, jumlah, penempatan √
dan kemudahan untuk
mendapatkan alat keadaan
darurat telah sesuai dengan
peraturan perundang-
undangan atau standar dan
dinilai oleh petugas yang
berkompeten dan berwenang
6.8 Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan
103 6.8.1 Perusahaan telah √ Tanda + Kotak P3K
mengevaluasi alat P3K dan masih berwarna merah,
menjamin bahwa sistem P3K belum tersedia Ruang
yang ada memenuhi peraturan P3K.
perundang-undangan, standar
dan pedoman teknis
104 6.8.2 Petugas P3K telah dilatih dan √ Belum mempunyai
ditunjuk sesuai dengan petugas P3K sertifikasi
peraturan perundang- Kemnaker
undangan
6.9 Rencana dan Pemulihan
Keadaan Darurat
105 6.9.1 Prosedur untuk pemulihan √ Pemulihan keadaan
kondisi tenaga kerja maupun darurat belum
sarana dan peralatan produksi dimasukan ke dalam
yang mengalami kerusakan SOP
telah ditetapkan dan dapat
diterapkan sesegera mungkin
setelah terjadinya kecelakaan
dan PAK
7 STANDAR PEMANTAUAN
7.1 Pemeriksaan Bahaya
106 7.1.1 Pemeriksaan/inspeksi √
terhadap tempat kerja dan
cara kerja dilaksanakan
secara teratur
107 7.1.2 Pemeriksaan/inspeksi √
dilaksanakan oleh petugas
yang berkompeten dan
berwenang yang telah
memperoleh pelatihan
mengenai identifikasi bahaya
108 7.1.3 Pemeriksaan/inspeksi mencari √
masukan dari tenaga kerja
yang melakukan tugas di
tempat yang diperiksa
109 7.1.4 Daftar periksa (Check List) √
tempat kerja telah disusun
untuk digunakan pada saat
pemeriksaan/inspeksi.
110 7.1.5 Laporan pemeriksaan/inspeksi √
berisi rekomendasi untuk
tindakan perbaikan dan
diajukan kepada pengurus dan
P2K3 sesuai dengan
kebutuhan
111 7.1.6 Pengusaha atau pengurus √
telah menetapkan
penanggung jawab untuk
pelaksanaan tindakan
perbaikan dari hasil laporan
pemeriksaan/inspeksi
112 7.1.7 Tindakan perbaikan dari hasil √
laporan pemeriksaan/inspeksi
dipantau untuk menentukan
efektifitasnya
7.2 Pemantauan/Pengukuran
Lingkungan Kerja
113 7.2.1 Pemantauan/pengukuran √ Belum dikakukan
lingkungan kerja dilaksanakan pemantauan lingkungan
secara teratur dan hasilnya kerja
didokumentasikan, dipelihara
dan digunakan untuk
penilaian dan penendalian
risiko
114 7.2.2 Pemantauan Lingkungan kerja √ Belum dikakukan
meliputi faktor fisik kimia pemantauan lingkungan
faktor biologis, radiasi dan kerja
faktor psikologis.
115 7.2.3 Pemantauan atau pengukuran √ Belum dikakukan
lingkungan kerja dilakukan pemantauan lingkungan
oleh petugas atau pihak yang kerja
berkompeten dan berwenang
dari dalam dan atau luar
perusahaan.
7.3 Peralatan Pemeriksaan/
Inspeksi, Pengukuran dan
Pengujian
116 7.3.1 Terdapat prosedur yang √ Belum dikakukan
terdokumentasi mengenai pemantauan lingkungan
identifikasi, kalibrasi, kerja. Jika dilakukan
pemeliharaan dan oleh PJK3 mintakan
penyimpanan untuk alat SOP kalibrasinya
pemeriksaan, ukur dan uji melengkapi berkas yg
mengenai K3 diperlukan
117. 7.3.2 Alat dipelihara dan dikalibrasi √ Belum dikakukan
oleh petugas atau pihak yang pemantauan lingkungan
berkompeten dan berwenang kerja. Jika dilakukan
dari dalam dan/atau luar oleh PJK3 mintakan
perusahaan. sertifikat kalibrasinya
melengkapi berkas yg
diperlukan
7.4 Pemantauan Kesehatan
Tenaga Kerja
118. 7.4.1 Dilakukan pemantauan √ Belum dilakukan
kesehatan tenaga kerja yang pemeriksaan kesehatan
bekerja pada tempat kerja berkala dan khusus
yang mengandung bahaya
tinggi sesuai dengan dengan
peraturan perundang-
undangan.
119. 7.4.2 Pengusaha atau pengurus √ Belum memiliki SOP
telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan
identifikasi keadaan dimana berkala dan khusus
pemeriksaan kesehatan membuat sop yg
tenaga kerja perlu dilakukan dimaksud
dan telah melaksanakan
sistem untuk membantu
pemeriksaan ini
120 7.4.3 Pemeriksaan kesehatan √ Belum dilakukan
tenaga kerja dilakukan oleh pemeriksaan kesehatan
dokter pemeriksa yang berkala dan khusus,
ditunjuk sesuai peraturan jika sudah harap
perundang-undangan yang melampirkan SKP
berlaku hiperkes milik dokter
pemeriksanya
121. 7.4.4 Perusahaan menyediakan √ Ruang P3K belum
pelayanan kesehatan kerja sesuai dengan standar
sesuai dengan peraturan Permenaker
perundang-undangan membuat klinik yg
sesuai standart
122. 7.4.5 Catatan menganai √ Belum melaporkan hasil
pemantauan kesehatan pemeriksaan kesehatan
tenaga kerja dibuat sesuai berkala kepada
dengan peraturan perundang- Disnaker setempat
undangan hse officer wajib
melaporkannya ke
disnaker setempat
8 PELAPORAN DAN PERBAIKAN
KEKURANGAN
8.1 Pelaporan Bahaya
123. 8.1.1 Terdapat prosedur pelaporan √ Belum mempunyai SOP
bahaya yang berhubungan tersebut
dengan K3 dan prosedur ini membuat prosedur
diketahui oleh tenaga kerja pelaporan nearmiss dan
tindak lanjutnya
8.2 Pelaporan Kecelakaan
124. 8.2.1 Terdapat prosedur √ SOP yang ada belum
terdokumentasi yang mencantumkan
menjamin bahwa semua kegiatan pelaporan
kecelakaan kerja, penyakit kepada dinas terkait
akibat kerja, kebakaran atau apabila terjadi keadaan
peledakan serta kejadian darurat
berbahaya lainnya ditempat menambahkan
kerja dicatat dan dilaporkan keterangan kegiatan
sesuai dengan peraturan pelaporan pada dinas
perundang-undangan terkait pada prosedur
yg dimaksud
8.3 Pemeriksaan dan Pengkajian
Kecelakaan
125. 8.3.1 Perusahaan mempunyai √ Belum mencantumkan
prosedur penyelidikan aspek Penyakit Akibat
kecelakaan dan penyakit Kerja
akibat kerja yang dilaporkan. menambahkan aspek
PAK pada prosedur yg
dimaksud
126. 8.3.2 Pemeriksaan dan pengkajian √
kecelakaan kerja dilakukan
oleh petugas atau Ahli K3
yang ditunjuk sesuai
peraturan perundang-
undangan atau pihak lain yang
berkompeten dan berwenang
127. 8.3.3 Laporan penyelidikan berisi √ Open/closed agar
saran-saran dan jadwal waktu dipilih
pelaksanaan usaha perbaikan. melakukan verifikasi
terkait penyelesaian
suatu permasalahan
128. 8.3.4 Tanggung jawab diberikan √
kepada petugas yang ditunjuk
untuk melaksanakan tindakan
perbaikan sehubungan dengan
laporan penyelidikan.
129. 8.3.5 Tindakan perbaikan √
didiskusikan dengan tenaga
kerja di tempat terjadi
kecelakaan.
130. 8.3.6 Efekttifitas tindakan √
perbaikan dipantau.
8.4 Penanganan Masalah
131. 8.4.1 Terdapat prosedur untuk √ Belum memiliki SOP
menangani masalah K3 yang yang dimaksud
timbul, sesuai dengan mencantumkan
peraturan perundangan tindakan yg harus
diambil bila terdapat
permasalahan terkait
k3 pada semua
prosedur kerja di
perusaahaan
9 PENGELOLAAN MATERIAL
DAN PERPINDAHANNYA
9.1 Penanganan Secara Manual
dan Mekanis
132. 9.1.1 Terdapat prosedur untuk √ Dalam SOP JSA belum
identifikasi potensi bahaya mencantumkan
dan menilai risiko yang penilaian risiko yang
berhubungan dengan timbul dari kegiatan
penanganan secara manual angkat angkut
dan mekanis melakukan risk
assessment pada
kegiatan perpindahan
material secara angkat
dan angkut
133. 9.1.2 Identifikasi dan penilaian √ JSA belum
risiko dilaksanakan oleh mencantumkan
petugas yang berkompeten penilaian risiko
dan berwenang petugas yg melakukan
risk assessment (kasie,
kasub, hse staff) harus
tersertifikasi lulus
pelatihan terkait
134. 9.1.3 Pengusaha atau pengurus √ Belum memiliki SOP
menerapkan meninjau cara Material Handling
pengendalian risiko yang (Manual dan Mekanis)
berhubungan dengan membuat prosedur
penanganan secara manual khusus penanganan
dan mekanis material secara manual
dan mekanis
135. 9.1.4 Prosedur untuk penanganan √ SOP/IK yang ada belum
bahan meliputi metode semua mencakup
pencegahan terhadap pencegahan tersebut
kerusakan, tumpahan dan mencantumkan metode
kebocoran pencegahan pada
prosedur tsb
9.2 Sistem Pengangkutan,
Penyimpanan dan
Pembuangan
136. 9.2.1 Terdapat prosedur yang √ Dalam SOP
menjamin bahwa bahan penyimpanan dan
disimpanan dan pemindahan bahan
dipindahankan dengan cara belum mencantumkan
yang aman sesuai dengan referensi Peraturan dan
peraturan perundang- kesesuaian
undangan yang berlaku penanganannya
137. 9.2.2 Terdapat prosedur yang √
menjelaskan persyaratan
pengendalian bahan yang
dapat rusak atau kadaluarsa
138. 9.2.3 Terdapat prosedur yang √ Belum tercantum
menjamin bahwa bahan penanganan
dibuang dengan cara yang pembuangan bahan
aman sesuai dengan peraturan yang rusak/kadaluarsa
perundang-undangan dalam SOP
9.3 Pengendalian Bahan Kimia
Berbahaya (BKB)
139. 9.3.1 Perusahaan telah √ Masih dalam bentuk
mendokumentasikan dan draft
menerapkan prosedur membahas prosedur
mengenai penyimpanan, pada meeting p2k3 dan
penanganan dan pemindahan bagian terkait, sebelum
BKB sesuai dengan di sah kan
persyaratan peraturan
perundang-undangan, standar
dan pedoman teknis yang
relevan
140. 9.3.2 Lembar data keselamatan √ Bagian HSE belum
bahan yang komprehensif mengumpulkan MSDS
untuk bahan-bahan berbahaya secara keseluruhan
harus mudah didapat
141. 9.3.3 Terdapat sistem untuk √ Cantumkan pelabelan
mengidentifikasi dan dalam SOP penanganan
pemberian label pada bahan BKB
kimia berbahaya menambahkan sistem
identifikasi dan
pemberian label pada
prosedur kerja terkait
penanganan bahan
kimia berbahaya (di
lab, di magazine, ...)
142. 9.3.4 Rambu peringatan bahaya √ Bahan-bahan kimia di
terpampang sesuai dengan lab belum diberikan
persyaratan peraturan simbol dan label
perundang-undangan memasang simbol dan
dan/atau standar yang label sebagai rambu
relevan peringatan bahan kimia
berbahaya

Laboratorium
143. 9.3.5 Terdapat prosedur yang √ SOP belum divalidasi
didokumentasikan mengenai
penanganan bahan secara mencantumkan cara
aman bahan-bahan berbahaya penanganan bahan
berbahaya pada
prosedur kerja terkait
10. PENGUMPULAN DAN
PENGGUNAAN DATA
10.1 Catatan K3
144. '10.1.1 Perusahaan atau pengurus √
telah mendokumentasikan
dan menerapkan prosedur
pelaksanaan identifikasi,
pengumpulan, pengarsipan,
pemeliharaan, penyimpanan
dan pergantian catatan K3
145. 10.1.2 Peraturan perundang- √ Law register belum
undangan, standar dan dibuat
pedoman teknis K3 yang membuat daftar aturan
relevan dipelihara pada sebagai referensi kerja
tempat yang mudah didapat k3, mencantumkan
aturan tsb pada
prosedur kerja yg
terkait sebagai dan
meng update nya.
146. 10.1.3 Terdapat prosedur yang √
menentukan persyaratan
untuk menjaga kerahasiaan
catatan
147. 10.1.4 Catatan kompensasi √
kecelakaan dan rehabilitasi
kesehatan tenaga kerja
dipelihara
10.2 Data dan Laporan K3
148. 10.2.1 Data K3 yang terbaru √
dikumpulkan dan dianalisa
149. 10.2.2 Laporan rutin K3 dibuat dan √ Laporan sudah dibuat
disebarluaskan di dalam tetapi belum
tempat kerja disebarluaskan di
tempat kerja
menempel laporan
rutin k3 di papan
pengumuman
11. PEMERIKSAAN SMK3
11.1 Audit Internal SMK3
150. 11.1.1 Audit Sistem Manajemen K3 √
yang terjadwal dilakasanakan
untuk memeriksa kesesuaian
kegiatan perencanaan dan
untuk menentukan apakah
kegiatan tersebut efektif
151. 11.1.2 Audit Internal Sistem √
Manajemen K3 dilakukan oleh
petugas yang berkompeten
dan independen di
perusahaan
152. 11.1.3 Laporan audit didistribusikan √
kepada pengusaha atau
pengurus dan petugas lain
yang berkepentingan dan
dipantau untuk menjamin
dilakukannya tindakan
perbaikan
12 PENGEMBANGAN
KETERAMPILAN DAN
KEMAMPUAN
12.1 STRATEGI PELATIHAN
153. 12.1.1 Analisa kebutuhan pelatihan √ TNA belum mencakup
K3 sesuai persyaratan pelatihan terkait
peraturan perundang- kekurangan petugas K3
undangan telah dilakukan melakukan revisi TNA
154. 12.1.2 Rencana pelatihan K3 telah √ TNA belum mencakup
disusun bagi semua tingkatan pelatihan terkait
dalam perusahaan kekurangan petugas K3
melakukan revisi TNA
155. 12.1.3 Jenis pelatihan K3 yang √ TNA belum mencakup
dilakukan harus disesuaikan pelatihan terkait
dengan kebutuhan untuk kekurangan petugas K3
pengendalian potensi bahaya sesuai dengan HIRA
melakukan revisi TNA
156. 12.1.4 Pelatihan dilakukan oleh √ Terdapat SIO Forklift
orang atau badan yang yang disahkan oleh
mempunyai kemampuan dan Disnaker Provinsi,
pengalaman yang memadai seharusnya sertifikasi
serta diakreditasi menurut dikeluarkan oleh
peraturan perundangan yang Kemnaker
berlaku melakukan sertifikasi di
kemnaker
157. 12.1.5 Terdapat fasilitas dan sumber √
daya memadai untuk
pelaksanaan pelatihan yang
efektif
158. 12.1.6 Perusahaan √
mendokumentasikan dan
menyimpan catatan seluruh
pelatihan
159. 12.1.7 Program pelatihan ditinjau √
secara teratur untuk
menjamin agar tetap relevan
dan efektif
12.2 Pelatihan Bagi Manajemen
dan Penyelia
160. 12.2.1 Anggota manajemen eksekutif √
dan pengurus berperan serta
dalam pelatihan yang
mencakup penjelasan tentang
kewajiban hukum dan prinsip-
prinsip serta pelaksanaan K3
161 12.2.2 Manajer dan penyelia √
menerima pelatihan yang
sesuai dengan peran dan
tanggung jawab mereka
12.3 Pelatihan Bagi Tenaga Kerja
162. 12.3.1 Pelatihan diberikan kepada √
semua tenaga kerja termasuk
tenaga kerja baru dan yang
dipindahkan agar mereka
dapat melaksanakan tugasnya
secara aman
163. 12.3.2 Pelatihan diselenggarakan √
kepada tenaga kerja apabila
ditempat kerjanya terjadi
perubahan sarana produksi
atau proses
164. 12.3.3 Pengusaha atau pengurus √
memberikan pelatihan
penyegaran kepada semua
tenaga kerja
12.4 Pelatihan Pengenalan dan
Pelatihan Untuk Pengunjung
dan Kontraktor
165. 12.4.1 Terdapat prosedur yang √ Siapapun
menetapkan persyaratan pengunjungnya
untuk memberikan taklimat seharusnya dilakukan
(briefing) kepada pengunjung briefing
dan mitra kerja guna menambahkan pada
menjamin K3 prosedur pga bahwa
setiap pengunjung dan
mitra kerja diberikan
visitor card yg di
dalamnya berisi safety
induction.
12.5 Pelatihan Keahlian Khusus
166. 12.5.1 Perusahaan memunyai sistem √
untuk manjamin kepatuhan
terhadap persyaratan lisensi
atau kualifikasi sesuai dengan
peraturan perundang-
undangan untuk
melaksanakan tugas khusus,
melaksanakan pekerjaan atau
mengoperasikan peralatan

8. PENJELASAN KRITERIA TIDAK BERLAKU


Kriteria Nomor 1.1.4, 6.6.1, 6.6.2 dan 10.1.3

9. URAIAN TEMUAN KETIDAKSESUAIAN

NO. KETIDAK SESUAIAN


NO KRITERIA
KRITERIA KETERANGAN
MINOR (m) MAJOR (M)

1. PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN


KOMITMEN
1.1 Kebijakan K3
1. 1.1.2 Kebijakan disusun oleh pengusaha dan √ Belum dilaksanakan meeting
atau pengurus setelah melalui proses yang mengagendakan
konsultasi dengan wakil tenaga kerja pembahasan Kebijakan K3
2. 1.1.3 Perusahaan mengkomunikasikan √ Kebijakan K3 belum
kebijakan K3 kepada seluruh tenaga disosialisasikan kepada pelanggan
kerja, tamu, kontraktor, pelanggan, dan pemasok
dan pemasok dengan tata cara yang
tepat
3. 1.1.5 Kebijakan K3 dan kebijakan khusus √ Belum dilaksanakan meeting
lainnya ditinjau ulang secara berkala yang mengagendakan
untuk menjamin bahwa kebijakan pembahasan Kebijakan K3
tersebut sesuai dengan perubahan
yang terjadi dalam perusahaan dan
dalam peraturan perundang-undangan
4. 1.2.2 Penunjukan penanggungjawab K3 √ 462 Pekerja :
harus sesuai dengan peraturan Petugas K3 Kimia 1/3, Petugas
P3K 0/4, Petugas Peran
Kebakaran Kelas D 0/37,
Kebakaran Kelas C 0/1, Kelas B
0/4, Kelas A 0/1, Petugas K3
Listrik 0, Juru Las 0
5. 1.2.3 Pemimpin unit kerja dalam suatu √ Ka. Dept F&A belum
perusahaan bertanggung jawab atas mencantumkan aspek K3 dalam
kinerja K3 pada unit kerjanya jobdesknya
6. 1.2.5 Petugas yang bertanggung jawab √ 462 Pekerja :
menangani keadaan darurat telah Petugas K3 Kimia 0/3, Petugas
ditetapkan dan mendapatkan P3K 0/4, Petugas Peran
pelatihan Kebakaran Kelas D 2/26,
Kebakaran Kelas C 0/1, Kelas B
0/4, Kelas A 0/1, Petugas K3
Listrik 0, Juru Las 0
7. 1.2.6 Perusahaan mendapatkan saran-saran √ Nota hasil pemeriksaan
dari para ahli di bidang K3 yang pengawasan ketenagakerjaan
berasal dari dalam dan/atau luar belum diterima
perusahaan
1.4 Keterlibatan dan Konsultasi Dengan
Karyawan
8. 1.4.1 Keterlibatan karyawan dan √ Hasil konsultasi dalam safety
penjadwalan konsultasi dengan wakil meeting belum disebarluaskan ke
perusahaan didokumentasikan dan seluruh tenaga kerja
disebarluaskan ke seluruh tenaga kerja
9. 1.4.2 Terdapat prosedur yang memudahkan √ Belum mempunyai SOP terkait
konsultasi mengenai perubahan- konsultasi K3
perubahan yang mempunyai implikasi
terhadap K3
10. 1.4.3 Perusahaan telah membentuk P2K3 √ Struktur P2K3 belum disahkan
sesuai dengan peraturan oleh Disnaker setempat
11. 1.4.7 Susunan pengurus P2K3 √ Belum disosialisasikan di seluruh
didokumentasikan dan diinformasikan tempat kerja
kepada tenaga kerja
12. 1.4.8 P2K3 mengadakan pertemuan secara √ Hasil meeting belum
teratur dan hasilnya disebarluaskan di disebarluaskan di tempat kerja
tempat kerja
13. 1.4.10 Dibentuk kelompok-kelompok kerja √ 462 Pekerja :
dan dipilih dari wakil-wakil tenaga Petugas K3 Kimia 0/3, Petugas
kerja yang ditunjuk sebagai P3K 0/4, Petugas Peran
penanggung jawab K3 ditempat Kebakaran Kelas D 2/26,
kerjanya dan kepadanya diberikan Kebakaran Kelas C /1, Kelas B
pelatihan sesuai dengan peraturan 0/4, Kelas A 0/1, Petugas K3
perundangan Listrik 0, Juru Las 0
14. 1.4.11 Susunan kelompok-kelompok kerja √ Belum disosialisasikan di seluruh
yang telah terbentuk tempat kerja
didokumentasikan dan diinformasikan
kepada tenaga kerja
2. PEMBUATAN DAN
PEMDOKUMENTASIAN RENCANA K3
2.1 Rencana Strategi K3
15. 2.1.1 Terdapat prosedur terdokumentasi √ Belum terdapat SOP HIRADC
untuk identifikasi potensi bahaya,
penilaian dan pengedalian risiko K3
2.2 Manual K3
16. 2.2.1 Manual SMK3 meliputi kebijakan, √ Manual SMK3 belum divalidasi
tujuan, rencana, dan prosedur K3
instruksi kerja formulir catatan dan
tanggung jawab serta wewenang
tanggung jawab K3 untuk semua
tingkatan dalam perusahaan
17. 2.2.3 Manual SMK3 mudah didapat oleh √ Manual SMK3 belum divalidasi
semua personil dalam perusahaan dan disebarluaskan
sesuai kebutuhan
2.3 Peraturan, Perundangan dan
Persyaratan Lain
18. 2.3.1 Terdapat prosedur yang √ Belum memiliki SOP Pemenuhan
terdokumentasi untuk Peraturan Perundangan terkait
mengidentifikasi, memperoleh, K3
memelihara dan memahami peraturan
perundangan, standar, pedoman
teknis, dan persyaratan lain yang
relevan dibidang K3 untuk seluruh
tenaga kerja diperusahaan
19. 2.3.2 Penanggung jawab untuk memelihara √ Belum memiliki SOP Pemenuhan
dan mendistribusikan informasi Peraturan Perundangan terkait
terbaru mengenai peraturan K3
perundangan, standar, pedoman
teknis, dan persyaratan lain telah
ditetapkan.
20. 2.3.3 Persyaratan pada peraturan PUU, √ Belum semua SOP memasukan
standar, standar teknis, dan referensi perundangan K3
persyaratan lain yang relevan dibidang
K3 dimasukkan pada prosedur –
prosedur dan petunjuk – petunjuk
kerja.
21. 2.3.4 Perubahan pada peraturan perundang- √ Belum memiliki SOP Pemenuhan
undangan, standar, pedoman teknis Peraturan Perundangan terkait
dan persyaratan lain yang relevan K3 dan belum semua SOP
dibidang K3 digunakan untuk dimasukan referensi perundangan
peninjauan prosedur-prosedur dan K3
petunjuk-petunjuk kerja
2.4 Informasi K3
22. 2.4.1 Informasi yang dibutuhkan mengenai √ Belum diinformasikan kepada
kegiatan K3 disebarluaskan secara pelanggan dan pemasok
sistematis kepada seluruh tenaga
kerja, tamu, kontraktor, pelanggan
dan pemasok
3. PENGENDALIAN DAN PENINJAUAN
KONTRAK
3.1 Pengendalian Perancangan
23. 3.1.1 Prosedur yang terdokumentasi √ Belum mempunyai SOP Modifikasi
mempertimbangkan identifikasi
potensi bahaya, penilaian dan
pengendalian resiko yang dilakukan
pada tahap perancangan dan
modifikasi
24. 3.1.2 Prosedur dan instruksi kerja untuk √ Belum mempunyai SOP Modifikasi
penggunaan produk, pengoperasian
mesin dan peralatan, instalasi,
pesawat atau proses serta informasi
lainnya yang berkaitan dengan K3
telah dikembangkan selama
perancangan dan/ atau modifikasi.
25. 3.1.3 Petugas yang berkompeten telah √ Penekanan dalam Jobdesk Plant
melakukan verifikasi bahwa dan GA
perancangan memenuhi persyaratan
K3 yang ditetapkan.
26. 3.1.4 Semua perubahan dan modifikasi √ Lampirkan sertifikat training K3
perancangan yang mempunyai Lanjutan milik kepala seksi
implikasi terhadap K3 mekanik/elektrik dan HRD&GA
diidentifikasikan, didokumentasikan,
ditinjau ulang dan disetujui oleh
petugas yang berwenang sebelum
pelaksanaan.
3.2 Peninjauan Kontrak
27. 3.2.1 Prosedur yang terdokumentasi harus √ SOP Pembelian belum
mampu mengidentifikasi dan menilai mencantumkan aspek K3
potensi bahaya K3, lingkungan dan
masyarakat, dimana prosedur tersebut
digunakan pada saat memasok barang
dan jasa dalam suatu kontrak.
28. 3.2.2 Identifikasi bahaya dan penilaian risiko √ SOP Pembelian belum
dilakukan pada tahap tinjauan ulang mencantumkan aspek K3
kontrak oleh personel yang
berkompeten.
29. 3.2.3 Kontrak-kontrak ditinjau ulang untuk √ SOP Pembelian belum
menjamin bahwa pemasok dapat mencantumkan aspek K3
memenuhi persyaratan K3 bagi
pelanggan.
4 PENGENDALIAN DOKUMEN
4.1 Persetujuan, Pengeluaran, dan
Pengendalian Dokumen
30. 4.1.1 Dokumen K3 mempunyai identifikasi √ Beberapa SOP belum divalidasi
status, wewenang, tanggal
pengeluaran dan tangggal modifikasi
31. 4.1.2 Penerima distribusi dokumen √ SOP belum memiliki penerima
tercantum dalam dokumen tersebut distribusi dokumen
32. 4.1.3 Dokumen K3 terbaru disimpan secara √ Beberapa dokumen K3 masih
sistematis pada tempat yang banyak yang sulit ditemukan,
ditentukan buat seperti penyimpanan
Dokumen SMM
5 PEMBELIAN DAN PENGENDALIAN
PRODUK
5.1 Spesifikasi Dari Pembelian Barang
dan Jasa
33. 5.1.1 Terdapat prosedur yang √ SOP Pembelian belum
terdokumentasi yang dapat menjamin mencantumkan aspek K3
spesifikasi teknik dan informasi
lainnya yang relevan dengan K3 telah
diperiksa sebelum keputusan untuk
membeli
34. 5.1.3 Konsultasi dengan tenaga kerja yang √ Dept. Procurement
kompeten pada saat keputusan diikutsertakan dalam training K3
pembelian, dilakukan untuk Dasar dan K3 lanjutan, kemudian
menetapkan persyaratan K3 yang masukan dalam SOP Pembelian
dicantumkan dalam spesifikasi terkait kelengkapan aspek K3
pembelian dan diinformasikan kepada sebelum melakukan pembelian
tenaga kerja yang menggunakannya.
35. 5.1.4 Kebutuhan pelatihan, pasokan alat √ Dept. Procurement
pelindung diri, dan perubahan diikutsertakan dalam training K3
terhadap prosedur kerja perlu Dasar dan K3 lanjutan, kemudian
dipertimbangkan sebelum pembelian masukan dalam SOP Pembelian
dan penggunaannya terkait kelengkapan aspek K3
sebelum melakukan pembelian
36. 5.1.5 Persyaratan K3 dievaluasi dan menjadi √ Belum memasukan aspek K3
pertimbangan dalam seleksi pembelian dalam kegiatan evaluasi supplier
6 KEAMANAN BEKERJA BERDASARKAN
SMK3
6.1 Sistem Kerja
37. 6.1.1 Petugas yang berkompeten telah √ Belum ditemukan JSA untuk
mengidentifikasikan bahaya yang pengoperasian boiler
potensial dan telah menilai risiko –
risiko yang timbul dari suatu proses
kerja
38. 6.1.2 Apabila upaya pengendalian risiko √ Sebaiknya JSA dijadikan satu
diperlukan maka upaya tersebut menjadi HIRADC, sehingga
ditetapkan melalui tingkat tingkat pengendaliannya
pengendalian terakomodir
39. 6.1.3 Terdapat prosedur atau petunjuk kerja √ SOP belum divalidasi
yang terdokumentasi untuk
mengendalikan risiko yang
teridentifikasi dan dibuat atas dasar
masukan dari personil yang kompeten
serta tenaga kerja yang terkait dan
disahkan oleh orang yang berwenang
di perusahaan
40. 6.1.4 Kepatuhan terhadap peraturan √ Jika sudah dibuat SOP modifikasi,
perundang-undangan, standar serta masukan kepatuhan terhadap
pedoman teknis yang relevan peraturan perundang-undangan,
diperhatikan pada saat standar serta pedoman teknis
mengembangkan atau melakukan yang relevan
modifikasi atau petunjuk kerja
41. 6.1.5 Terdapat sistem kerja untuk tugas √ Hanya terdapat ijin kerja ruang
berisiko tinggi terbatas, belum termasuk
pekerjaan penggalian (project)
42. 6.1.6 Alat Pelindung Diri disediakan sesuai √ Terdapat beberapa APD yang
kebutuhan dan digunakan secara benar sudah tidak layak pakai (Face
serta dipelihara selalu dalam kondisi shields dan helm) di area
baik. workshop dan Operator Boiler
tidak menggunakan helm, masker
dan sarung tangan panas.
43. 6.1.7 Alat pelindung diri disediakan bila √ Terdapat beberapa APD yang
diperlukan dan digunakan secara sudah tidak layak pakai (Face
benar serta selalu dipelihara dalam shields dan helm) di area
kondisi layak pakai workshop dan Operator Boiler
tidak menggunakan helm, masker
dan sarung tangan panas.
44. 6.1.8 Alat pelindung diri yang digunakan √ Terdapat beberapa APD yang
dipastikan telah dinyatakan layak sudah tidak layak pakai (Face
pakai sesuai dengan standar dan /atau shields dan helm) di area
peraturan perundang-undangan yang workshop dan Operator Boiler
berlaku tidak menggunakan helm, masker
dan sarung tangan panas.
6.2 Pengawasan
45. 6.2.1 Dilakukan pengawasan untuk √ Tidak ada pengawasan dan
menjamin bahwa setiap pekerjaan menegur operator boiler yang
dilaksanakan dengan aman dan tidak menggunakan APD
mengikuti setiap prosedur dan
petunjuk kerja yang telah ditentukan.
46. 6.2.2 Setiap orang diawasi sesuai dengan √ Tidak ada pengawasan dan
tingkat kemampuan dan tingkat risiko menegur operator boiler yang
tugas tidak menggunakan APD
6.4 Area Terbatas
47. 6.4.1 Pengusaha atau pengurus melakukan √ JSA belum mencantumkan
penilaian risiko lingkungan kerja untuk penilaian risiko dan belum
mengetahui daerah-daerah yang mempunyai mapping zona
memerlukan pembatasan ijin masuk berbahaya
48. 6.4.2 Terdapat pengendalian atas √ Hanya terdapat pengendalian
daerah/tempat dengan pembatasan untuk Ruang Terbatas
ijin masuk
49. 6.4.4 Rambu-rambu K3 harus dipasang √ Belum terdapat rambu
sesuai dengan standar dan pedoman peringatan bahaya di beberapa
teknis sumber bahaya
6.5 Pemeliharaan, Perbaikan dan
Perubahan Sarana Produksi
50. 6.5.3 Sarana dan peralatan produksi √ Chain block dan hand pallet
memiliki sertifikat yang masih berlaku belum mempunyai sertifikat
sesuai dengan persyaratan peraturan
dan standar
51. 6.5.4 Pemeriksaan, pemeliharan,
perawatan, perbaikan dan setiap
perubahan dilakukan petugas yang
berkompeten dan berwenang
52. 6.5.5 Terdapat prosedur untuk menjamin √ Belum mempunyai SOP Modifikasi
bahwa jika terjadi perubahan
terhadap sarana dan peralatan
produksi, perubahan tersebut harus
sesuai dengan persyaratan peraturan
perundang-undangan, standar dan
pedoman teknis yang relevan
53. 6.5.8 Apabila diperlukan dilakukan √ Belum ada sistem penguncian
penerapan sistem penguncian
pengoperasian (lock out sistem) untuk
mencegah agar sarana produksi tidak
dihidupkan sebelum saatnya
6.7 Kesiapan Untuk Menangani Keadaan
Darurat
54 6.7.1 Keadaan darurat yang potensial √ Potensi bahaya banjir dan angin
(didalam atau diluar tempat kerja) topan belum teridentifikasi,
telah diidentifikasi dan prosedur tambahkan pemulihan pasca
keadaan darurat tersebut telah keadaan darurat
didokumentasikan
55. 6.7.4 Petugas penanganan keadaan darurat √ Struktur RTD belum
ditetapkan dan diberikan pelatihan diinformasikan kepada seluruh
khusus serta diinformasikan kepada tenaga kerja
seluruh orang yang ada di tempat
kerja
56. 6.7.5 Instruksi/prosedur keadaan darurat √ SOP Penanganan Keadaan Darurat
dan hubungan keadaan darurat belum dipasang di area kerja
diperlihatkan secara jelas dan
menyolok serta diketahui oleh seluruh
tenaga kerja di perusahaan
6.8 Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan
57. 6.8.1 Perusahaan telah mengevaluasi alat √ Tanda + Kotak P3K masih
P3K dan menjamin bahwa sistem P3K berwarna merah, belum tersedia
yang ada memenuhi peraturan Ruang P3K.
perundang-undangan, standar dan
pedoman teknis
58. 6.8.2 Petugas P3K telah dilatih dan ditunjuk √ Belum mempunyai petugas P3K
sesuai dengan peraturan perundang- sertifikasi Kemnaker
undangan
6.9 Rencana dan Pemulihan Keadaan
Darurat
59. 6.9.1 Prosedur untuk pemulihan kondisi √ Pemulihan keadaan darurat
tenaga kerja maupun sarana dan belum dimasukan ke dalam SOP
peralatan produksi yang mengalami
kerusakan telah ditetapkan dan dapat
diterapkan sesegera mungkin setelah
terjadinya kecelakaan dan PAK
7 STANDAR PEMANTAUAN
7.2 Pemantauan/Pengukuran Lingkungan
Kerja
60. 7.2.1 Pemantauan/pengukuran lingkungan √ Belum dikakukan pemantauan
kerja dilaksanakan secara teratur dan lingkungan kerja
hasilnya didokumentasikan, dipelihara
dan digunakan untuk penilaian dan
penendalian risiko
61. 7.2.2 Pemantauan Lingkungan kerja meliputi √ Belum dikakukan pemantauan
faktor fisik kimia faktor biologis, lingkungan kerja
radiasi dan faktor psikologis.
62. 7.2.3 Pemantauan atau pengukuran √ Belum dikakukan pemantauan
lingkungan kerja dilakukan oleh lingkungan kerja
petugas atau pihak yang berkompeten
dan berwenang dari dalam dan atau
luar perusahaan.
7.3 Peralatan Pemeriksaan/ Inspeksi,
Pengukuran dan Pengujian
63. 7.3.1 Terdapat prosedur yang √ Belum dikakukan pemantauan
terdokumentasi mengenai identifikasi, lingkungan kerja. Jika dilakukan
kalibrasi, pemeliharaan dan oleh PJK3 mintakan SOP
penyimpanan untuk alat pemeriksaan, kalibrasinya
ukur dan uji mengenai K3
64. 7.3.2 Alat dipelihara dan dikalibrasi oleh √ Belum dikakukan pemantauan
petugas atau pihak yang berkompeten lingkungan kerja. Jika dilakukan
dan berwenang dari dalam dan/atau oleh PJK3 mintakan sertifikat
luar perusahaan. kalibrasinya
7.4 Pemantauan Kesehatan Tenaga Kerja
65. 7.4.1 Dilakukan pemantauan kesehatan √ Belum dilakukan pemeriksaan
tenaga kerja yang bekerja pada kesehatan berkala dan khusus
tempat kerja yang mengandung
bahaya tinggi sesuai dengan dengan
peraturan perundang-undangan.
66. 7.4.2 Pengusaha atau pengurus telah √ Belum memiliki SOP pemeriksaan
melaksanakan identifikasi keadaan kesehatan berkala dan khusus
dimana pemeriksaan kesehatan tenaga
kerja perlu dilakukan dan telah
melaksanakan sistem untuk membantu
pemeriksaan ini
67. 7.4.3 Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja √ Belum dilakukan pemeriksaan
dilakukan oleh dokter pemeriksa yang kesehatan berkala dan khusus,
ditunjuk sesuai peraturan perundang- jika sudah harap melampirkan
undangan yang berlaku SKP hiperkes milik dokter
pemeriksanya
68. 7.4.4 Perusahaan menyediakan pelayanan √ Ruang P3K belum sesuai dengan
kesehatan kerja sesuai dengan standar Permenaker
peraturan perundang-undangan
69. 7.4.5 Catatan menganai pemantauan √ Belum melaporkan hasil
kesehatan tenaga kerja dibuat sesuai pemeriksaan kesehatan berkala
dengan peraturan perundang- kepada Disnaker setempat
undangan
8 PELAPORAN DAN PERBAIKAN
KEKURANGAN
8.1 Pelaporan Bahaya
70. 8.1.1 Terdapat prosedur pelaporan bahaya √ Belum mempunyai SOP tersebut
yang berhubungan dengan K3 dan
prosedur ini diketahui oleh tenaga
kerja
8.2 Pelaporan Kecelakaan
71. 8.2.1 Terdapat prosedur terdokumentasi √ SOP yang ada belum
yang menjamin bahwa semua mencantumkan kegiatan
kecelakaan kerja, penyakit akibat pelaporan kepada dinas terkait
kerja, kebakaran atau peledakan serta apabila terjadi keaddan darurat
kejadian berbahaya lainnya ditempat
kerja dicatat dan dilaporkan sesuai
dengan peraturan perundang-
undangan
8.3 Pemeriksaan dan Pengkajian
Kecelakaan
72. 8.3.1 Perusaahaan mempunyai prosedur √ Belum mencantumkan aspek
penyelidikan kecelakaan dan penyakit Penyakit Akibat Kerja
akibat kerja yang dilaporkan.
8.4 Penanganan Masalah
73. 8.4.1 Teradapat prosedur untuk menangani √ Belum memiliki SOP yang
masalah K3 yang timbul, sesuai dengan dimaksud
peraturan perundangan
9 PENGELOLAAN MATERIAL DAN
PERPINDAHANNYA
9.1 Penanganan Secara Manual dan
Mekanis
74. 9.1.1 Terdapat prosedur untuk identifikasi √ Dalam SOP JSA belum
potensi bahaya dan menilai risiko yang mencantumkan penilaian risiko
berhubungan dengan penanganan yang timbul dari kegatan angkat
secara manual dan mekanis angkut
75. 9.1.2 Identifikasi dan penilaian risiko √ JSA belum mencantumkan
dilaksanakan oleh petugas yang penilaian risiko
berkompeten dan berwenang
76. 9.1.3 Pengusaha atau pengurus menerapkan √ Belum memiliki SOP Material
meninjau cara pengendalian risiko Handling (Manual dan Mekanis)
yang berhubungan dengan penanganan
secara manual dan mekanis
77. 9.1.4 Prosedur untuk penanganan bahan √ SOP/IK yang ada belum semua
meliputi metode pencegahan terhadap mencakup pencegahan tersebut
kerusakan, tumpahan dan kebocoran
9.2 Sistem Pengangkutan, Penyimpanan
dan Pembuangan
78. 9.2.1 Terdapat prosedur yang menjamin √ Dalam SOP penyimpanan dan
bahwa bahan disimpanan dan pemindahan bahan belum
dipindahankan dengan cara yang aman mencantumkan referensi
sesuai dengan peraturan perundang- Peraturan dan kesesuaian
undangan yang berlaku penanganannya
79. 9.2.3 Terdapat prosedur yang menjamin √ Belum tercantum penanganan
bahwa bahan dibuang dengan cara pembuangan bahan yang
yang aman sesuai dengan peraturan rusak/kadaluarsa dalam SOP
perundang-undangan
9.3 Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya
(BKB)
80. 9.3.1 Perusahaan telah mendokumentasikan √ Masih dalam bentuk draft
dan menerapkan prosedur mengenai
penyimpanan, penanganan dan
pemindahan BKB sesuai dengan
persyaratan peraturan perundang-
undangan, standar dan pedoman
teknis yang relevan
81. 9.3.2 Lembar data keselamatan bahan yang √ Bagian HSE belum mengumpulkan
komprehensif untuk bahan-bahan MSDS secara keseluruhan
berbahaya harus mudah didapat
82. 9.3.3 Terdapat sistem untuk √ Cantumkan pelabelan dalam SOP
mengidentifikasi dan pemberian label penanganan BKB
pada bahan kimia berbahaya
83. 9.3.4 Rambu peringatan bahaya terpampang √ Bahan-bahan kimia di lab belum
sesuai dengan persyaratan peraturan diberikan simbol dan label
perundang-undangan dan/atau standar
yang relevan
84. 9.3.5 Terdapat prosedur yang √ SOP belum divalidasi
didokumentasikan mengenai
penanganan bahan secara aman
bahan-bahan berbahaya
10. PENGUMPULAN DAN PENGGUNAAN
DATA
10.1 Catatan K3
85. 10.1.2 Peraturan perundang-undangan, √ Law register belum dibuat
standar dan pedoman teknis K3 yang
relevan dipelihara pada tempat yang
mudah didapat
10.2 Data dan Laporan K3
86. 10.2.2 Laporan rutin K3 dibuat dan √ Laporan sudah dibuat tetapi
disebarluaskan di dalam tempat kerja belum disebarluaskan di tempat
kerja
12 PENGEMBANGAN KETERAMPILAN DAN
KEMAMPUAN
12.1 STRATEGI PELATIHAN
87. 12.1.1 Analisa kebutuhan pelatihan K3 sesuai √ TNA belum mencakup pelatihan
persyaratan peraturan perundang- terkait kekurangan petugas K3
undangan telah dilakukan

88. 12.1.2 Rencana pelatihan K3 telah disusun √ TNA belum mencakup pelatihan
bagi semua tingkatan dalam terkait kekurangan petugas K3
perusahaan
89. 12.1.3 Jenis pelatihan K3 yang dilakukan √ TNA belum mencakup pelatihan
harus disesuaikan dengan kebutuhan terkait kekurangan petugas K3
untuk pengendalian potensi bahaya sesuai dengan HIRA
90. 12.1.4 Pelatihan dilakukan oleh orang atau √ Terdapat SIO Forklift yang
badan yang mempunyai kemampuan disahkan oleh Disnaker Provinsi,
dan pengalaman yang memadai serta seharusnya sertifikasi
diakreditasi menurut peraturan dikeluarkan oleh Kemnaker
perundangan yang berlaku
12.4 Pelatihan Pengenalan dan Pelatihan
Untuk Pengunjung dan Kontraktor
91. 12.4.1 Terdapat prosedur yang menetapkan √ Siapapun pengunjungnya
persyaratan untuk memberikan seharusnya dilakukan briefing
taklimat (briefing) kepada pengunjung
dan mitra kerja guna menjamin K3

Keterangan warna dalam klausul :

: Klausul yang termasuk Kriteria Audit SMK3 Tingkat Awal


Sesuai dengan PP No. 50 / 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja, perlu diadakan perbaikan atas ketidaksesuaian sebagaimana dimaksud pada Daftar Temuan
Ketidaksesuaian pada butir 9 diatas terhadap kriteria audit berikut :

TINGKATAN SMK3
HASIL AUDIT KETERANGAN
LANJUTAN (166 KRITERIA) AWAL (64 KRITERIA)
Kesesuaian 71 Kriteria 22 Kriteria
Tidak Berlaku 4 Kriteria 0 Kriteria
Minor 90 kriteria 41 Kriteria
Wajib segera
Major 1 kriteria 1 Kriteria
ditindaklanjuti

10. HASIL AUDIT


Jumlah presentase perolehan hasil dihitung sesuai jumlah temuan yang ada.

TINGKAT LANJUTAN TINGKAT AWAL


162 – 90 x 100 % = 43,82 % 64 – 42 x 100 % = 34,37 %
162 64

11. DATA PENDUKUNG LAPORAN AUDIT


 Daftar Hadir Pertemuan Pembukaan dan Penutupan Perusahaan yang diaudit; dan
 Respon perusahaan terhadap tindak lanjut pertemuan ketidaksesuaian.
Makassar, 16 April 2019

Auditor :
1. Irman Ruhimat Syam (1. )
2. M. Fadri Al Baihaqi (2. )
3. Apriani Khairansyah (3. )

Auditee :
1. Malik Mulki (1. )
2. Rauhdiar (2. )
3. Anita Baharuddin (3. )
4. Risal M (4. )
5. Sulkifli Nurdin (5. )
6. Abrar (6. )
7. M. Hidayat Anas (7. )

Mengetahui :
1. A.C. Valentino Babay (1. )
2. Imran Ibrahim (2. )
3. Teddy Adiwidjaja (3. )
4. Ruhul Arqam Zainuddin (4. )
5. Ivan Lalitan (5. )
6. Muhammad Lutfi Suyuti (6. )
7. Bambang Prawito (7. )