Anda di halaman 1dari 7

FITRI AMALIA

19032818010699
KELAS B

MATERI DISKUSI M2 KB5

1. Selidiki apakah pada Himpunan Bilangan Asli (A), berlaku operasi biner terhadap operasi:
a. Penjumlahan
b. Pengurangan
c. Perkalian
d. Pembagian
Jawab:
Himpunan Bilangan Asli (A) = {1,2,3,4,5,……..}
a. Penjumlahan
Pada himpunan bilangan asli (A), f(a, b) = a + b adalah operasi biner karena jumlah dari dua
bilangan asli adalah bilangan asli
Misal :
a = 2, b = 5 ….. {a, b  A}
f(2, 5) = 2 + 5 = 7….. { a  b  A}
Dapat terlihat bahwa setiap dua bilangan asli dapat dijumlahkan dan menghasilkan bilangan
asli.
Jadi, dalam penjumlahan pada Himpunan Bilangan Asli (A) berlaku operasi biner.
b. Pengurangan
Pada himpunan bilangan asli (A), f(a, b) = a - b adalah bukan operasi biner karena selisih
dari dua bilangan asli adalah tidak selalu menghasilkan bilangan asli.
Misal :
a =2, b = 5 …… {a, b  A}
f(2, 5) = 2 - 5 = -3…. { a  b  A}
Dapat terlihat bahwa setiap dua bilangan asli dapat dikurangkan tetapi menghasilkan bukan
bilangan asli.
Jadi, dalam pengurangan pada Himpunan Bilangan Asli (A) tidak berlaku berlaku
operasi biner.
c. Perkalian
Pada himpunan bilangan asli (A), f(a, b) = a × b adalah operasi biner karena perkalian dari
dua bilangan asli adalah bilangan asli.
Misal :
a = 2, b = 5 ….. {a, b  A}
f(2, 5) = 2 × 5 = 10….. { a  b  A}
Dapat terlihat bahwa setiap dua bilangan asli dapat dikalikan dan menghasilkan bilangan
asli.
Jadi, dalam perkalian pada Himpunan Bilangan Asli (A) berlaku operasi biner.
d. Pembagian
Pada himpunan bilangan asli (A), f(a, b) = a : b adalah bukan operasi biner karena
pembagian dari dua bilangan asli adalah tidak selalu menghasilkan bilangan asli.
Misal :
a =2, b = 5 …… {a, b  A}
f(2, 5) = 2 : 5 = 0,4 …. { a  b  A}
Dapat terlihat bahwa setiap dua bilangan asli dapat dibagi tetapi menghasilkan bukan
bilangan asli.
Jadi, dalam pembagian pada Himpunan Bilangan Asli (A) tidak berlaku berlaku
operasi biner.

2. Pada Himpunan Bilangan Asli dengan operasi a) Penjumlahan, b) Pengurangan, c) Perkalian,


d) Pembagian; apakah berlaku sifat:
i. Komutatif
ii. Assosiatif
iii. Apakah mempunyai elemen identitas
iv. Apakah mempuyai invers
Jawab:
i. Komutatif
a * b = b * a …. {a, b  A}
 Penjumlahan
a+b=b+a
Misal:
2+5=5+2
7 = 7
Dapat terlihat bahwa dalam operasi penjumlahan berlaku sifat komutatif.
 Pengurangan
a-b≠b-a
Misal:
2-5 ≠5-2
-3 ≠ 3
Dapat terlihat bahwa dalam operasi pengurangan tidak berlaku sifat komutatif.
 Perkalian
a×b=b×a
Misal:
2×5=5×2
10 = 10
Dapat terlihat bahwa dalam operasi perkalian berlaku sifat komutatif.
 Pembagian
a:b≠b:a
Misal:
2:5 ≠5:2
0,4 ≠ 2,5
Dapat terlihat bahwa dalam operasi pembagian tidak berlaku sifat komutatif.
ii. Assosiatif
a * (b * c) = (a * b) * c …. {a, b, c  A}
 Penjumlahan
a + (b + c) = (a + b) + c
Misal:
2 + (5 + 8) = (2 + 5) + 8
2 + 13 = 7 + 8
15 = 15
Dapat terlihat bahwa dalam operasi penjumlahan berlaku sifat assosiatif.
 Pengurangan
a - (b - c) ≠ (a - b) - c
Misal:
2 - (5 - 8) ≠ (2 - 5) - 8
2 - (-13) ≠ -3 - 8
15 ≠ -11
Dapat terlihat bahwa dalam operasi pengurangan tidak berlaku sifat assosiatif.
 Perkalian
a × (b × c) = (a × b) × c
Misal:
2 × (5 × 8) = (2 × 5) × 8
2 × 40 = 10 × 8
80 = 80
Dapat terlihat bahwa dalam operasi perkalian berlaku sifat assosiatif.
 Pembagian
a : (b : c) ≠ (a : b) : c
Misal:
2 : (5 : 8) ≠ (2 : 5) : 8
2 : (0,625) ≠ 0,4 - 8
3,2 ≠ 0,05
Dapat terlihat bahwa dalam operasi pembagian tidak berlaku sifat assosiatif.
iii. Elemen identitas
 Penjumlahan
Operasi penjumlahan pada Semua Bilangan Asli A tidak mempunyai elemen
identitas.
 Pengurangan
Operasi pengurangan pada Semua Bilangan Asli A tidak mempunyai elemen
identitas.
 Perkalian
Operasi perkalian pada Semua Bilangan Asli A mempunyai elemen identitas, karena
berlaku 1 × a = a × 1, untuk setiap a  A
 Pembagian
Operasi pembagian pada Semua Bilangan Asli A tidak mempunyai elemen identitas.
iv. Invers
 Penjumlahan
Operasi penjumlahan pada Semua Bilangan Asli tidak memiliki invers.
 Pengurangan
Operasi pengurangan pada Semua Bilangan Asli tidak memiliki invers.
 Perkalian
Operasi perkalian pada Semua Bilangan Asli tidak memiliki invers.
 Pembagian
Operasi pembagian pada Semua Bilangan Asli tidak memiliki invers.
3. Tunjukkan bahwa himpunan bilangan {cos   i sin  ;  R} membentuk grup terhadap
perkalian bilangan kompleks!
Jawab:
a. Bersifat Tertutup
 (1 , 2 )  R berlaku :
(cos 1  i. sin 1 )  (cos  2  i. sin  2 )
 (cos 1 . cos  2 )  i (sin 1 . cos 2  cos1 .sin  2 )  (sin 1 .sin  2 )
b. Bersifat Assosiatif
 (1 , 2 , 3 )  R berlaku :

(cos 1  i. sin 1 )  (cos  2  i. sin  2 )  (cos  3  i.sin  3 )


 (cos 1  i. sin 1 )  (cos  2  i. sin  2 ) (cos  3  i.sin  3 )
Ruas Kiri:
(cos 1  i. sin 1 )  (cos  2  i. sin  2 )  (cos  3  i. sin  3 )
 (cos 1  i.sin 1 )  (cos  2 . cos  3 )  i (sin  2 . cos  3  cos  2 . sin  3 )  (sin  2 . sin  3 )
 (cos 1 . cos  2 . cos  3 )  i . (cos 1 . sin  2 . cos  3 )  i (cos 1 . cos  2 . sin  3 )
 (cos 1 . sin  2 . cos  3 )  i . (sin 1 . cos  2 . cos  3 )  (sin 1 . sin  2 . cos 3 )
 (sin 1 . cos  2 . sin  3 )  i. (sin 1 . sin  2 . sin v)
 (cos 1 . cos  2 . cos  3 )  (cos 1 . sin  2 . sin  3 )  (sin 1 . sin  2 . cos  3 )  (sin 1 . cos  2 . sin  3 )
 i .(sin 1 . cos  2 . cos  3 )  (cos 1 . sin  2 . cos  3 )  (cos 1 . cos  2 . sin v)  (sin 1 . sin  2 . sin  3 )

Ruas Kanan:
(cos 1  i. sin 1 )  (cos  2  i. sin  2 ) (cos  3  i.sin  3 )
 (cos 1 . cos  2 )  i (sin 1 . cos  2  cos 1 . sin  2 )  (sin 1 . sin  2 ) (cos  3  i . sin  3 )
 (cos 1 . cos  2 . cos  3 )  i (sin 1 . cos  2 . cos c)  (cos 1 . sin  2 . cos  3 )
 (sin 1 . sin  2 . cos  3 )  (cos 1 . cos  2 . sin  3 )  (sin 1 . cos  2 . sin  3 )
 (cos 1 . sin  2 . sin  3 )
 (cos 1 . cos  2 . cos  3 )  (sin 1 . sin  2 . cos  3 )  (sin 1 . cos  2 .sin  3 )  (cos 1 . sin  2 . sin  3 )
 i .[(sin 1 . cos  2 .sin  3 )  (cos 1 . sin  2 . cos  3 )  (cos 1 . cos  2 . sin  3 )  (sin 1 . sin  2 . sin  3 )]

c. Elemen identitas
Elemen identitas perkalian adalah 1, dengan 1  R
(cos   i .sin  ) 1  1  (cos   i .sin  )
d. Invers
Invers dari   R adalah    R
(cos   i . sin  ) cos ( )  i .sin ( )  \
 cos  cos(  )  cos . i . sin ( )  cos ( ) .i .sin   sin  .i .sin ( )
 cos  cos   cos  .i . sin   cos  . i .sin   sin  sin 
 cos 2   sin 2 
1

4. Diketahui a, b  R dimana R = himpunan bilangan real.


Didefinisikan Ta ,b : RxR  RxR dengan sifat:

( x, y )  ( x  a , y  b )


Bila RxR  R 2 , maka T ( R 2 )  Ta ,b a, b  R . 
Tunjukkan bahwa Ta ,bTc , d  Ta  c ,b  d ! Selanjutnya buktikan bahwa T ( R 2 ) ini membentuk grup

terhadap operasi komposisi fungsi!


Jawab:
Ta ,b Tc ,d  Ta c ,Tb d

 Bersifat Tertutup
 (a, b, c, d )  R maka berlaku (a  b, c  d )  R
 Assosiatif
(a, b, c, d , e, f )  R
Ta,b *(Tc,d*Te,f) = (Ta,b *Tc,d)*Te,f
 Identitas

5. Selidiki apakah Z12  0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11 dengan operasi penjumlahan modulo 12


merupakan grup siklis? Jika ya, carilah pembangunnya!
Jawab:
Bilangan yang digunakan dalam modulo 12 adalah 0 sampai 1 yaitu Z12 = {0, 1, 2, 3, 4, 5,
6, 7, 8, 9, 10, 11}.
Untuk menyelidiki Z12  0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11 dengan operasi penjumlahan modulo 12
merupakan grup siklis, Perhatikan tabel cayley di bawah ini:
+ 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 0
2 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 0 1
3 3 4 5 6 7 8 9 10 11 0 1 2
4 4 5 6 7 8 9 10 11 0 1 2 3
5 5 6 7 8 9 10 11 0 1 2 3 4
6 6 7 8 9 10 11 0 1 2 3 4 5
7 7 8 9 10 11 0 1 2 3 4 5 6
8 8 9 10 11 0 1 2 3 4 5 6 7
9 9 10 11 0 1 2 3 4 5 6 7 8
10 10 11 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
11 11 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Dengan melihat tabel cayley di atas maka modulo 12 (Z12) terhadap operasi penjumlahan
memenuhi sifat tertutup, memiliki elemen identitas yakni 0 dan setiap elemen mempunyai
invers, sedangkan sifat asosiatif diadopsi dari sifat asosiatif bilangan bulat sehingga modulo
12 (Z12) terhadap operasi penjumlahan memenuhi keempat aksioma grup maka modulo 12 (Z12)
terhadap operasi penjumlahan membentuk grup. Jika dikaji lebih jauh ternyata modulo 12 (Z12)
terhadap operasi penjumlahan merupakan grup komutatif karena untuk setiap z1,z2 anggota Z12
berlaku z1 + z2 = z2 + z1. Atau, kalau dilihat dari diagonal utamanya, maka bilangan-
bilangan dalam tabel letaknya simetris terhadap diagonal utamanya. Modulo 12(Z12) terhadap
operasi penjumlahan juga merupakan grup siklik dengan elemen pembangunnya adalah 1, 5, 7,
11 yang diperoleh berdasarkan definisi :
G yang dibangun oleh a ditulis sebagai G  a atau G  { a n | n  G }

a  G disebut sebagai generator pembangkit

(i) 0 { 0 n | n  G} (vii) 6 { 6 n | n  G}
0  0,6

(ii ) 1 {1n | n  G} (viii) 7 { 7 n | n  G}


 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11  0, 1, 11

(iii ) 2 { 2 n | n  G} (ix ) 8 {8 n | n  G}


 0,2,4,6,8,10  0,4,8

(iv ) 3 { 3n | n  G} ( x) 9 {9 n | n  G}
 0,3,6,9  0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11

(v ) 4 { 4 n | n  G} ( xi) 10 {10 n | n  G}
 0,4,8  0,2,4,6,8,10

(vi) 5 {5n | n  G} ( xii) 11 {11n | n  G}


 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11  0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11

Karena Z12 dibangkitkan oleh 1, 5, 7, dan 11 maka dapat ditulis Z12 1, 5, 7,11