Anda di halaman 1dari 3

ILUSTRASI

PENERAPANDAN STRTEGI PROMOSI HOTEL SHANGRI- LA JAKARTA

Untuk memberika gambaran yang lebih jelas tentang strategi pomosi jasa, strategi promosi
yang diterapkan oleh sebuah hotel terkemuka dijakarta, yaitu hotel shangri-la, akan diulas
dalam contoh kasus ini.

Keputusan bauran promosi yang dilaksanakan oleh hotel Shangri-la jaakarta meliputi kegiaan
periklanan, penjualan perseorangan, promosi penjualan, dan humas Dalam melaksanakan
bauran promosinya, hotel Shangri-la Jakarta menganggap bahwa kegiatan ini memiliki yang
tinggi, yaitu tampak lebih autentik dan lebih dapat dipercaya bagi pembaca atau kosumen dari
pada iklan.

PERIKLANAN

Tujuan pokok dar kebijaksanaan periklanan adalah memberika informasi secara rutin tentang
kegiatan-kegiatan perusahaan dan jasa-jasa yang tersedia. Hal ini diarahkan untuk pemantapan
citra hotel kepada masyarakat luas . Kegiata periklanan hotel Shangri-la Jakarta dilakukan
melalui surat kabar, majalah, inhous advertising, iklan khusus (specialty advertising),buku
paduan(buide books)dan direktori (directories).

1. SURAT KABAR
Hotel Shari-La Jakarta menggunakan meia surat kabar untuk kegiatan periklanannya.
Tujuannya adalah mearik konsumen potensial untuk pasar nasiona, dimana sasarannya
adalah kota-kota besar. Surat kabar yan digunakan olehhotel Shangri-La Jakarta sebagai
media iklannya diantaranya adalah The Jakarta Post, Kompas,Suara pembaruan, Media
Indonesia, Indonesia time, dan sebagainya.
2. Majalah
Majalah yang digunakan oleh hotel shangri-la Jakarta sebagai media iklan adalah
femina, dewi,discover Indonesia, news week, times, dan sebagainya.Penggunaan
majaah sebagai salah satu media periklanan hotel shangri-la Jakarta didasarkan pada
keunggulan majalah,yaitu tata warna pada majalah lebih bervariasi sehingga akan
tampak lebih menarik dan dapat lebih menunjukan citra hotel Shangri-la Jakarta sebagai
hotel bertaraf internasional berbintang lima. Sebagian besar periklanan hotel Shangri-la
Jakarta melalui media ini disalurkan melalui rubric mode (fashion) yang adapada
majalah-majalah, seperti femina dan dewi. Pemotretan mode dilakukan dibeberapa
restoran ataupun lasi lainnyadi dalam hotel Shangri-la Jakarta, selebihnya merupakan
konsep iklan murni yang berusaha menawarkan jasa hotel Shangri-la Jakarta.
3. In-house Advertising
In-house Advertising merupakan cara promosi yang dilakukan di dalam lingkungan
hotel, dimana barang promosi yang ada diletakan pada tempat yang strategis, seperti
loby hotel, lift, kamar hotel, restoran, dan tempat-tempat lainnya yang menjadi pusat
lalu lintas para tamu. Bentuknya berupa perlengkapan kamar, seperti gantungan kunci,
handuk, sabun, gelas, asbak dengan logo hotel Shangri-la Jakarta, atau rack folder yang
memuat poster-poster atau berosur tentang tariff kamar dan fasilitas hotel.

4. Outdoor Advertising
Outdoor Advertising bias berupa papan iklan/pengumuman (billboard) dimuka hotel,
neon sign di lobi hotel, dan poster-poster yang ditempel di biro-biro perjalanan dan
perusahaan penerbangan.
5. Specialty Advertising
Specialty Advertising bias berupa cenderamata sebagai sarana perlengkap promosi yang
diberikan untuk kenang-kenangan bagi para tamu. Contoh : pulpen, tas, t-shirt, dan
buku catatan yang semuanya disertai dengan logo hotel Shangri-La Jakarta.

Penjualan Perseorangan

Aktivitas penjualan perseorangan di Hotel Shangri-La Jakarta terbagi atas dua bagian, yaitu
penjualan perseorangan eksternal dan penjualan bdidalam (in-house) atau penjualan internal.
Penjualan perseorangan eksternal dilakukan dengan sales call, yang artinya berupa kegiatan
seorang sales executive dalam menawarkan produk hotel secara langsung di tempat calon
konsumen. Tugas utama seorang sales call adalah membina hubungan baik dengan pelanggan
lama potensialdan mencari calon pelanggan baru. Untuk itu, mereka dibekali tariff diskon
khusus (special discount rate).

Sementara itu, penjualan internal merupakan bkegiatan penjualan perseorangan yang


dilakukan di dalam hotel, dimana seluruh karyawan hotel dapat berperan sebagai penjual, yaitu
dengan memberikan pelayanan terbaik kepada tamu sejak mereka tiba sampai dengan saat
mereka meninggalkan hotel sehingga tercipta kesan yang baik atas pelayanan yang diberikan.

Promosi Penjualan

1. Promosi Konsumen (consumer’s promotion), merupakan kegiatan promosi yang


ditunjukan kepada konsumen akhir, yaitu dengan memberikan hadiah promosi dan
diskon khusus. Hadiah promosi diberikan kepada tamu-tamu VIP atau para tamu
potensial dengan memberikan sejumlah hadiah kecil, biasanya berupa bunga, buah-
buahan, t-shirt, agenda, document holder, kue ulang tahun, atau kue pernikahan.
Sementara itu, pemberian diskon khusu dilakukan pada periode-periode tertentu
seperti saat hari libur, hari raya, dan lain-lain. Hal ini dilakukan agar hotel shangri-La
jakarta dapat menyerap tamu yang datang untuk berlibur.
2. Promosi Dagang (trade promosi), merupakan promosi yang ditujukan kepada agen biro
perjalanan. Promosi ini dilakukan mereka bersemangat dalam membantu perusahaan di
dalam menjual produk hotel. Promosi ini dilakukan dengan mengadakan pertemuan
dengan para agen penjualan utama untuk memberikan product knowledge (penguasaan
produk) bagi mereka sebagai ‘’pegangan’’ dalam usaha menjual produk Hotel Shangri-La
Jakarta dan juga pemberian komisi dan bonus yang menarik.
3. Promosi tenaga penjualan (sales force promotion), merupakan kegiatan yang ditujukan
kepada para wiraniaga Hotel shangri-La Jakarta dengan memberikan berbagai
tunjangan, seperti tunjangan kesehatan, asuransi, uang makan, dan tunjangan hari raya
(THR).

Hubungan Masyarakat (Humas)

1. Hubungan pers. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan surat-menyurat ke berbagai


media yang dapat memuat berita tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di Hotel
Shangri-La Jakarta, membina hubungan baik denagn Persatuan wartawan indonesia
(PWI) dan juga mengadakan konferensi pers setelah pelaksanaan acara-acara penting
Hotel Shangri-La Jakarta.
2. Publisitas produk. Dalam kegiatan ini, humas Hotel Shangri-La Jakarta memuat
peristiwa-peristiwa yang diadakan di Hotel Shangri-La Jakarta di majalah atau surat
kabar yang dapat menarik konsumen, juga melakukan hubungan dengan para tamu
yang datang ke Hotel.
3. Komunikasi perusahaan. Kegiatan ini dilakukan dengan mengadakan pertemuan
bersama dengan agen biro perjalanan dan perusahaan komersial guna memberikan
informasi terbaru tentang Hotel Shangri-La Jakarta. Selain itu, kegiatan ini juga bisa
dilakukan dengan menjadi sponsor suatu kegiatan, baik yang diadakan di dalam maupun
diluar lingkungan hotel.
4. Pelobian (lobbying). Kegiatan ini dilakukan dengan membina hubungan baik dengan
departemen-departemen pemerintahan dan kedutaan saing dalam usahanya
memberikan informasi kepada mereka tentang Hotel Shangri-La Jakarta.