Anda di halaman 1dari 7

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkat-Nya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Penulisan makalah ini bertujuan untuk
memenuhi tugas Kristalografi dan Mineral.
Makalah ini membahas mengenai “Mineral Nepheline” meliputi deskripsi mineral,
genesa dan dearahpendapatannya, kegunaan dan manfaat . Ucapkan terima kasih penulis
sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak
langsung sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Saran dan kritik dari semua pihak yang bersifat membangun selalu diharapkan demi
kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan dapat
menjadi sarana pembelajaran bagi pembaca di masa yang akan datang.

Kupang, 9 Desember 2018

Tim Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar .................................................................................................................. 1
Daftar Isi ........................................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................ 3
1.1. Latar Belakang .................................................................................................... 3
1.2. Tujuan penulisan ................................................................................................. 3
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................. 4
2.1 Deskripsi mineral ................................................................................................ 4
2.2 Genesa dan daerah keterdapatannya....................................................................5
2.3 Kegunaan dan manfaat.........................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 6
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang.


Dalam studi Geologi yang mempelajari keseluruhan hal-hal tentang Bumi
mulai dari pembentukan, komposisi, sifat-sifat fisik, struktur hingga gejalah-
gejalah yang terjadi didalamnya, kita tentunnya harus mempelajari dasar-dasar
tentang bumi dan juga pembagian-pembagiannya secara khusus nantinya. Dan
pada tahap pertama yang harus dipelajari adalah apa sajakah sebenarnya materi-
materi pembentukan bumi kita ini. Setelah itu barulah kitadapat mempelajari
materi pada tingkat-tingkat selanjutnya yang ada dalam ruang lingkup studi
Teknik Pertambangan.
Pada materi yang telah kita pelajari sebelumnya, yaitu materi Kristalografi,
telah dijelaskan urutan materi pembentukan bumi ini. Dari yang terkecil yaitu
kristal, mineral dan kemudian adalah batuan. Dan yang akan kita pelajari
selanjutnya adalah tentang mineral. Dalam mempelajari semua hal tentang
mineral, mulai dari sifat-sifat fisiknya hingga keterdapatannya pada batuan
dinamakan dengan Mineralogi.
Pada tahap ini kita akan belajar tentang semua hal yang berkaitan dengan
mineral. Ini sangat penting, karena Mineral adalah salah satu satuan dasar
pembentuk Bumi ini. Dan dengan bekal ilmu Kristalografi yang telah dipelajari
sebelumnya, kita akan dapat mengenal mineral-mineral apa sajakah yang terdapat
di Bumi, bagaimana keterdapatannya, hingga akhirnya juga dapat mengetahui
manfaat dari mineral itu sendiri.

1.2. Dalam kegiatan mempelajari dan melakukan pratikum mineralogi, kita dituntun
untuk dapat :
1. Mengetahui defenisi dari mineral itu sendiri.
2. Mengetahui genesa dan keterdapatan mineral dalam batuan.
3. Mengetahui manfaat dan kegunaannya.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Deskripsi Mineral.

Nepheline (NaK) AlSiO4 adalah mineral pembentuk batu utama yang tidak
sering dijual ditoko batu karena kurang kristal yang baik atau spesimen yang
menarik. Ini adalah komponen utama dari beberapa batuan beku yang disebut
nepheline syenite, nepheline monzonite nephelinite. Perbedaan mendasar antara ini
adalah jumlah dan jenis felspar yang ada. Di nepheline syenite potasium feldspar
atau K-spars adalah felspar yang dominan. Dibatu monzonite nepheline baik k-
spars dan felspar plagioklas hadir dalam porporsi yang hampir sama. Dan akhirnya
di nephelinites ada sedikit dari salah satu felspars hadir dan batu itu sebagian besar
adalah nepheline.

Rumus nepheline dibeberapa sumber akan mencantumkannya sebagai


NaAlSiO4. Ada sedikit nephelines alami yang memiliki kimia “murni” ini
meskipun menghasilkan struktur yang stabil dan diproduksi untuk digunakan
dalam produksi kramik dan kaca. Kalium selalu hadir dalam beberapa jumlah dan
sering kali analisis kimia nepheline akan mendekati Na3K (AlSiO4)4. Hasil ini
mencerminkan fakta bahwa situs alkali untuk natrium dan potasium memiliki
perbedaan yang menarik dalam jumlah ruang didalam srtruktur nepheline.
Sebenarnya ada satu situs dari empat yang lebih besar dari tiga situs lainnya. Situs
yang lebih besar ini nyaman untuk ion kalium yang lebih besar.

Nepheline reaktif terhadap asam meskipun tidak mengelembung seperti


banyak karbonat. Jika bubuk itu akan larut dalam asam klorida dan jika spesimen
yang jelas dicelupkan dalam asam mereka akan menjadi keruh atau buram. Ini bisa
membantu membedakan nepheline dari beberapa feldspars, scapolite, dan cryolite
yang mirip.

Kilau nepheline yang berminyak juga bersifat diagnostik. Nepheline besar-


besaran dengan kilau minyak diberi nama varietas “eleolite” yang berasal dari kata
greet untuk minyak. Nepheline berasal dari kata yunani untuk awan dalam kiasan
ke kristal dan massa yang berawan atau tembus cahaya.
Karakter Fisik

- Warna biasanya dari putih keabu-abu atau coklat dan kadang-kadang tits lainnya.
- Luster sebagian besar berminyak untuk kusam dalam spesimen lapuk.
- Transparansi kristal tembus cahaya menjadi lebih jarang transparan.
- Sistem kristal hexagonal.
- Kebiasaan kristal biasanya masif atau glanular. Beberapa prisma untuk kristal
kolumnar ditemukan denganpenampang hexagonal sederhana.
- Belahan perut buruk, dalam tiga arah, prismatik, tetapi jarang terlihat.
- Fraktur adalah konkoidal hingga tidak rata.
- Kekerasaan 5,5-6 skala mohs
- Gravity spesifik adalah 2,6 (rata-rata)
- Streak berwarna putih
- Karakteristik lain aplikasi asam kepermukaan nepheline akan menyebabkan
frosting berawan dan bubuk nepheline akan larut dalam asam hidroklorik.
- Mineral terkait termasuk kalsite,feldspar, seperti albite, apatite, biotite,
cancrinite.

2.2. Genesa dan daerah terdapatnya mineral

Mineral ini terbentuk dari proses kristalisasi magma, feldspar biasanya berasosia
dengan batuan granitis dan metamorfis, paling umum di jumpai pada batuan beku
koro pegmatis. Pegmatit yang mempunyai nilai komersial umumnya mempunyai
bentuk seperti lensa dengan panjang bervariasi dari 0,3 sampai 500 m. Karena
terbentuk langsung dari proses kristalisasi magma, jenis feldspar ini adalah feldspar
primer berukuran kasar dan terdapat berasosiasi dengan kuarsa. Kehadiran kuarsa ini
sebagai pengotor. Untuk keperluan komersial, feldspar primer harus mempunyai
kadar alkali total (K2O + Na2O) lebih dari 10%.
3.2 Kegunaan dan Manfaat

- Sebagai batu gurinda.

- Bahan industri kramik.

- Pembuatan kaca.

- Pigmen dan pengisian.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, Penutun praktikum kristalografi,institut Teknologi Medan,2006

Anonim, Penutun, praktikum kristalografi, Universitas Pembangunan Nasional


Veteran Yokyakarta, 2006

Bery L.G and Mason B,. 1989 Kristalografi and Mineralogy, Freeman WH and Co
Sanfransisco.

Dana ES ., 1960 ,A Texbook of Kristalografi and Mineralogy, Jhon Willy and Sons
inc New York.