Anda di halaman 1dari 4

Nama : Zumrotul Masruroh

Stase : KDP
Ruang : Nakula 3
Profesi Ners

Penatalaksanaan Medis
NIC
1. Terapi Farmakologi 1. Monitor TTV
a. Antipiretik (Paracetamol, Ibuprofen) (Khususnya suhu )
b. Antibiotik 2. longgarkan pakaian
(pakai baju yang tipis)
2. Terapi Non Farmakologi 3. Berikan kompres
a. Terapo caira untuk mencegah dehidrasi hangat
(Minum air putih banyak) 4. berikan antipiretik
b. Memakai baju tipis (paracetamol)
c. Kompres hangat 5. anjurkan banyak
minum air putih untuk
mencegah dehidrasi .

Komplikasi
Pemeriksaan Diagnostik 1. Peradangan Usus
2. Perforasi tanpa peritonitis
1. Pemeriksaan laboratorium klinis 3. Peritonitis (nyeri perut hebat, dinding
(Penunjang pemeriksaan) abdomen tegang, nyeri tekan.
2. pemeriksaan widal (untuk
menentukan adanya aglutinin dalam (Sodikin, 2011)
serum klien yang di sangka
menderita typoid.
WOC HIPERTER
Kuman salmonella Thipo

Masuk tubuh melalui mulut bersama maka

Masuk sampai ke usus ha


NOC
Setelah dilakukan Tanda Gejala Bakteri mengadakan multiplikas
tindakan keperawatan
selama 3x24 jam 1. kenaikan suhu tubuh
diharapkan klien : lebih dari 380C Imunitas IgA kurang baik
1. TTV dalam batas 2. Kulit kemerahan
normal khususnya suhu 3. Takikardi Kuman menembus usus
2. Badan tidak teraba 4. Saat disentuh terasa
panas hangat. Masuk aliran darah
5. RR meningkat
Endotoksin
(Herdman, 2018)
Terjadi kerusakan sel

Merangsang pelepasan zat pirogen

Zat pirogen beredar dala

DEFINISI Mempengaruhi termogulasi di h


, dinding
Hipertermi (demam) adalah suatu keadaan Suhu tubu meningkat
tubuh dalam keadaan suhu tubuh diatas
batas normal sebagai pengaruh dari
peningkatan pusat pengaturan suhu di
HIPERTERMI
hipotalamus. Pada kondisi normal, terjadi
keseimbangan antara produksi dan REFEREN
pelepasan panas tubuh. Pada kondisi tidak
normal, terjadi ketidakseimbangan antara Asmadi. (2012). Konsep Dasar K
produksi dan pembatasan panas sehingga EGC.
terjadi peningkatan suhu tubuh yang tidak Herdman, T. Heather. 2018. NAN
teratur, itulah yang disebut hipertermia Keperawatan Klasifikasi 2018 - 2
(Sodikin, 2012). Sodikin. (2011). Asuhan keperaw
Nilai normal suhu tubuh manusia adalah sistem gastrointestinal danhepato
36,5oC – 37oC. Seseorang dikatakan Medika
hipertermi apabila suhu tubuh mencapai > Sodikin. (2012). Prinsip Perawata
37oC (Asmadi, 2012). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
C HIPERTERMI
Kuman salmonella Thiposa NOC
Setelah dilakukan
tindakan keperawatan Tanda Gejala
lalui mulut bersama makanan dan minuman
selama 3x24 jam
diharapkan klien : Bangun 3 kali atau lebih
Masuk sampai ke usus halus 1. Perasaan Fresh setelah dimalam hari, insomnia,
bangun tidur. ketidakpuasan tidur,
ri mengadakan multiplikasi di usus 2. Tidak menunjukkan total waktu tidur
ekspresi nyeri kurang, kebiasaan buruk
Imunitas IgA kurang baik 3. Tidur rutin saat tidur
4. Pola Tidur Normal
Kuman menembus usus

Masuk aliran darah


Tanda Gejala
Endotoksin
Bangun 3 kali atau lebih
dimalam hari, insomnia,
Terjadi kerusakan sel
ketidakpuasan tidur, total
waktu tidur kurang,
ang pelepasan zat pirogen oleh leukosit kebiasaan buruk saat tidur

Zat pirogen beredar dalam darah

pengaruhi termogulasi di hipotalamus

Suhu tubu meningkat

HIPERTERMI Gangguan Pola tidur

REFERENSI

. (2012). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta:

an, T. Heather. 2018. NANDA-I Diagnosa


watan Klasifikasi 2018 - 2020. Jakarta: EGC.
n. (2011). Asuhan keperawatan anak gangguan
gastrointestinal danhepatobilier.Jakarta : Salemba

n. (2012). Prinsip Perawatan Demam pada Anak.


arta: Pustaka Pelajar.
ejala

atau lebih
insomnia,
tidur,
ur
aan buruk