Anda di halaman 1dari 6

DAFTAR PUSTAKA

Abay A, Alderman H, Areetey, et al,. (2016). Global Nutrition Report From


Promise to Impact. Peer Reviewed Publication. doi: 10.2499/978-0-8962-
9584-1
Agoes, G. (2008). Pengembangan Sediaan Farmasi. Edisi Revisi dan Perluasan.
Bandung: Penerbit ITB, 59-67
Aini, N. (2009). Lebih Jauh Tentang Sifat Fungsional Telur.
(http://kulinologi.biz/index.php. diakses pada tanggal 30-02-2018)
Alderbon, G., and Nystrom, C. (1996). Pharmaceutical Powder Compaction
Technology. Marcell Dekker Inc: New York
Almatsier S. (2009). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka: Jakarta
Aminah S, Tezar R,. et al. (2015). Kandungan nutrisi dan sifat fungsional
tanaman kelor (moringa oleifera). Buletin Pertanian Perkotaan. Vol 5
No.2: 35-41
Ansel, H.C., L.V Allen, et al. (1999). Pharmaceuticals Dosage Forms and Drug
Delivery System. Leipincott Williams and Wilkins: Philadelphia. 234
Aulton M.E. (1998). Pharmaceutics: The Sciences of Dosage Form Design.
Churcill Living Stone: London
Auliana. (2001). Gizi dan Pengolahan Pangan. Adicita: Yogyakarta.
Atmarita., Sandjaja,. (2010). Kamus Gizi. Kompas: Jakarta
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS). (2011). Rencana Aksi
Nasional Pangan dan Gizi
Badan POM Republik Indonesia. (2006). Pedoman Cara Pembuatan Obat yang
Baik. Jakarta
Badan Standarisasi Nasional. (1996). SNI Susu Sereal. 1-3
Badan Standarisasi Nasional. (2005). Makanan Pendamping ASI (MPASI): Bubuk
Instan. 5-9
Badan Standarisasi Nasional. (2009). Krimer Nabati Bubuk. 3-4
Badan Standarisasi Nasional. (1992). Cara Uji Makanan dan Minuman

100
101

Badan Pusat Statistik. (2009). Indeks Ketahanan Pangan


Badan POM RI. (2010). Acuan Sediaan Herbal. Vol. 5, Edisi I, Direktorat Obat
Asli Indonesia. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia:
Jakarta. 30-31
Badwaik., Giri TK., Nakhate KT, et al,. (2013). Xanthan gum and Its Derivates as
a Potential Bio-Polymeric Carrier for Drug Delivery System. 10(5): 587-
600
Broin. (2010). Growing and Processing Moringa Leaves. France: Imprimerie
Horizon
Dangi J. (2002). Antihypertensive Activity of The Total Alkaloids From Leaves of
Moringa oleifera. Pharmaceutical Biology ed 40(02). 144-148
Djaafar R. (2004). Substitusi Terigu dengan Pati Garut pada Pembuatan Cookies.
Yogyakarta: Agros. 1-2
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Farmakope Herbal Indonesia
Edisi I. Departemen Kesehatan: Jakarta
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1989). Materia Medika Indonesia
Edisi V. Departemen Kesehatan: Jakarta. 350
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1972). Daftar Komposisi Bahan
Makanan. Departemen Kesehatan: Jakarta
Direkrorat Gizi dan Kesehatan Republik Indonesia. (1990). Daftar Komposisi
Bahan Makanan. Bhratara Karya Aksara: Jakarta
Direktorat Gizi. Departemen Kesehatan. (2000). Daftar Komposisi Bahan
Makanan Direktorat Gizi. Departemen Kesehatan RI: Jakarta.
Doer B, Cameron L. (2005). Moringa Leaf Powder. ECHO Technical Note: USA
Estrella MCP, Mantaring JBV, David GZ. (2000). A Double Blind, Randomised
Control Trial On The Use Of Malunggay (Moringa Oleifera) For
Augmentation Of The Volume Of Breastmilk Among Non Nursing-Mothers
Of Pretern Infants. (pp 3-5)
Fachruddin, L. (1998). Membuat Aneka Manisan. Kanisius: Yogyakarta
Fathimah, Wardani. (2014). Ekstraksi dan Karakterisasi Enzim Protease dari
Daun Kelor (Moringa oleifera). Vol 15. Nomor 13. 191-200
102

Felicia Arvi. (2006). Pengembangan Produk Sereal Sarapan Siap Santap


Berbasis Shorgum. Skripsi tidak dipublikasikan. Bogor: Fakultas
Teknologi Pertanian
Hakim B. (2010). All Things Moringa. (www.allthingsmoringa.com diakses 04-
01-2018)
Hanani, E. (2015). Analisis Fitokimia. EGC: Jakarta. 85
Hadisoewignyo L., Fudholi A. (2013). Sediaan Solida. Pustaka Pelajar:
Yogyakarta
Hendartina N.T. (2010). Formulasi Sereal Susu Berbahan Bagu Sorgum Sebagai
Pangan Sarapan. Skripsi tidak dipublikasikan. Bogor: Fakultas
Teknologi Pertanian
Irianto, P.D. (2006). Panduan Gizi Lengkap Keluarga dan Olahragawan. Andi
Offset: Yogyakarta. 22-25
Kang, K. S., Pettitt, D. J. (1993). Industrial Gums – Polysaccharides And Their
Derivations. 3rd edition. New York and London: Academy Press. pp. 341–
397. ISBN: 978-0-08-092654-4.
Kartasapoetra., Marsetyo,. (2005). Ilmu Gizi (Korelasi Gizi, Kesehatan, dan
Produksi Kerja) Rineka Cipta: Jakarta
Krisnadi Dudi. (2015). Kelor Super Nutrisi. Pusat Informasi dan Pengembangan
Tanaman Kelor Indonesia, Kunduran
Kristanti., A.N., et al. (2008). Buku Ajar Fitokimia. Airlangga University Press:
Surabaya
Kristina N, Sitti F. (2014). Pemanfaatan Tanaman Kelor (Moringa oleifera) untuk
Meningkatkan Produksi Air Susu Ibu. Warta Penelitian dan Pengembangan
Tanaman Industri. 20(3): 26-28
Kurdi A. (2010). Tanaman Herbal Indonesia Cara Mengolah dan Manfaatnya
Bagi. Tanjung. 183
Kurniasih. (2013). Khasiat dan Manfaat Daun Kelor. Yogyakarta: Pustaka Baru
Press
103

Kristina N., Siiti F. (2014). Pemanfaatan Tanaman Kelor (Moringa oleifera)


untuk Meningkatkan Produksi ASI. Warta Penelitian dan Pengembangan
Tanaman Industri, 20(3): 26-28
Kulp K., Ponte J.G. (2000). Handbook of Cereals Science and Technology. 2th
edition. Marcell Dekker Inc: New York. 31
Kuswurj, Risvan. 2007. Penentuan Kadar Brix Dalam Contoh Nira Tebu.
(http://www.risvank.com/tag/brix/ diakses tanggal 4-2-2018).
Lachman L., Lieberman H.A., and Kanig J.L. (1994). Teori dan Praktik Industri
Farmasi. 643-705. diterjemahkan oleh Suyatmi, S. UI Press: Jakarta
Lockwood B. (2007). Nutraceuticals. 2th edition. Pharmaceutical Press: UK.
Chapter 1. 1-6
Mardiana L. (2013). Daun Ajaib Tumpas Penyakit. Jakarta: Penebar Swadaya. 47-
71
McNelly, W. H., K. S. Kang. (1973). Xanthan And Some Others Biosynthetic
Gums In Industrial Gums, Polysaccharides And Their Derivates.
Academic Press: New York.
Pandey A., Pandey RD., et al. (2012). Moringaoleifera Lam (Sahijan) – A Plant
With A Plethora od Diverse Therapeutic Benefits: an update retrospection.
Medical and Aromatic Plants. 1(1): 2-8
Paramita., Indri., Sri M., et al. (2016). Pengaruh Konsentrasi Maltodekstrin dan
Suhu Pengeringan Terhadap Karakteristik Bubuk Minuman Sinom. Jurnal
Teknologi Industri Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian Unud.
Parikh Dilip, 2001, Handbook Of Pharmaceutical Granulation Technology, 3rd
edition, Vol. 198, Taylor & Francis Group, Cahpter 1-2, 1-52
Pradana W.S., S.Kumalaningsih., I.A. Dewi. (2005). Pembuatan Bubuk Susu
Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.) Instan menggunakan Metode
FOAM MAT DRYING. Jurnal Teknologi Pertanian. Fakultas Teknologi
Pertanian-Universitas Brawijaya: Surabaya.
Razis A., Muhammad D., et al. (2015). Health Benefits of Moringa oleifera.
Asian Pac J Cnacer Preview. 15(20). 8571-8576
104

Rukmana., Rahmat,. (2000). Garut: Budidaya dan Pasca Panen. Gramedia


Utama: Jakarta, 11-17
Siregar CJP., Wikarsa S. (2010). Teknologi Farmasi Sediaan Tablet Dasar-Dasar
Praktis. EGC: Jakarta 54-55 dan 98-115
Sinko PJ. (2012). Martin Farmasi Fisika dan Ilmu Farmasetika. edisi 5 EGC:
Jakarta
Sudarmadji S., Haryono B., Suhardi. (2010). Prosedur Analisa Untuk Bahan
Makanan dan Pertanian. Edisi 4. Liberty: Yogyakarta
Susilo A. (2008). Berbagai Olahan Umbi Garut.
(http.//pertanian.Lit.bang.Deptan.go.id diakses 22-02-2018)
Suryantoro, Sigit. (2008). Analisi Efisiensi Faktor-Faktor Produksi pada
Usahatani Kelor di Kabupaten Bantul. Skripsi tidak dipublikasikan,
Fakultas Pertanian UGM. Yogyakarta
Sumardjo Damin. (2009). Pengantar Kimia: Buku Panduan Kuliah Mahasiswa
Kedokteran dan Program Strata I Fakultas Bioeksakta. EG: Jakarta
Suprapti., Lies. (2002). Pengawetan Telur. Kanisius: Yogyakarta
Srihari., Endang. (2010). Pengaruh Penambahan Maltodekstrin Pada Pembuatan
Santan Kelapa Bubuk. Jurnal Jurusan Teknik Kimia. Fakultas Teknik
Universitas Surabaya.
Syamsudin. (2013). Nutrasetikal. edisi ke-1. Graha Ilmu:Yogyakarta. 69-71
Tilong AD. (2012). Ternyata, Kelor Penakluk Diabetes. Yogyakarta: DIVA Press
Trisnawati ML, Nisa FC. (2015). Pengaruh Penambahan Konsentrat Protein
Daun Kelor dan Karagen Terhadap Kualitas Mie Kering Tersubtitusi
Mocaf. Jurnal Pangan dan Argoindustri. Vol 3. Nomor 1. 237-247
United Children’s Fund. (1998). The State Of The World’s Children
Unites States Departement of Agriculture. Moringa oleifera Lamk
U.S. Pharmacopeia. The United States Pharmacopeia, USP 30/The National
Formulary, NF 25. 2(007). Rockville, MD: U.S. Pharmacopeial
Convention, Inc., p.2635
105

Widodo., Ido F., Gatoot P., Hermanto. (2015). Karakteristik Bubuk Daun Jeruk
Purut (Cytrus hystrix DC) dengan Metode Foam Mat Drying. Jurnal
ISBN: 979-587-580-9. Penerbit: Universitas Sriwijaya. Palembang.
Witt K. (2016). The Nutrient Content of Moringa oleifera Leaves. Messiah
College Department
Wildman R.E.C. (2007). Handbook of Nutraceuticals and unctional Foods. 2th
edition. Taylor and Francis Group: LLC. Chapter 1. 1
Winarno. (1993). Pangan, Gizi, Teknologi dan Konsumen. Gramedia Pustaka
Utama: Jakarta. 25-27
Winijarti., Wiwik. (2007). Cara Mudah Membuat Roti. Penebar Swadaya:
Jakarta.
World Health Organization. (1998). Carbohydrates in Human Nutrition. 15-17
World Health Organization. (2014). Nutrition Data