Anda di halaman 1dari 5

dengan kinerja, salah satunya pada PT. Tabel 1.

2 ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP


Lakumas. Berdasarkan survey awal maka Tabel Kuesioner Survey Awal Variabel KINERJA PEGAWAI PADA PT.LAKUMAS RANCAEKEK BANDUNG
diperoleh data yang tertera pada Tabel 1.1. Kemampuan
Tabel 1.1Tabel Kuesioner Survey Awal Alternatif jawaban Oleh :
Variabel Kinerja Variabel Kemampuan Ya Tidak
F (%) F (%) Angky Febriansyah
Alternatif jawaban Pegawai sering mengalami kesulitan 22 73,3 8 26,7
dalam bekerja. % % Deden Abdul Wahab
Variabel Kinerja Ya Tidak Pegawai sanggup melaksanakan masa 20 66,7 10 33,3
kerja/waktu kerja yang diberikan % %
F (%) F (%)
ABSTRAK
perusahaan.
pegawai sudah berpengalaman di 13 43,3 17 56,7
Pegawai selalu tepat waktu datang 17 56,7 13 43,3 perusahaan. % %
Kinerja pegawai merupakan salah satu faktor dalam keberhasilan suatu perusahaan.
ketempat kerja. % % Pegawai selalu fokus dalam bekerja. 25 83,3 5 16,7
% % Banyak cara yang dilakukan perusahaan untuk senantiasa meningkatkan kinerja pegawainya,
Pegawai pernah melakukan 20 66,7 10 33,3 Total 30 Responden contohnya adalah dengan meningkatkan kemampuan dan motivasi kerja pegawainya. oleh
kesalahan dalam bekerja. % %
Sumber : Survey awal pada PT.Lakumas karena itu dengan meningkatnya kemampuan dan motivasi kerja diharapkan bisa meningkatan
Hasil pekerjaan pegawai selalu 14 46,7 16 53,3
Berdasarkan tabel kuesioner diatas kinerja pegawai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan dan
mencapai target perusahaan. % %
maka dapat dilihat berbagai masalah yang motivasi kerja secara simultan dan parsial terhadap kinerja pegawai pada PT.Lakumas
Total 30 Responden terjadi pada PT.Lakumas mengenai Rancaekek Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode deskriptif dan
kemampuan kerja pegawai disana. Masih verifikatif. Metode deskriptif digunakan untuk mengetahui gambaran variabel kemampuan dan
Sumber : Survey awal pada PT.Lakumas banyak pegawai yang sering mengalami
variabel motivasi kerja serta variabel kinerja pegawai. Sedangkan verifikatif untuk mengetahui
Berdasarkan tabel kuesioner diatas kesulitan dalam bekerja yaitu sebesar
73,3% karena ini merupakan pabrik benang hubungan kemampuan dan motivasi kerja, dan pengaruh kemampuan dan motivasi kerja secara
maka bisa dilihat bahwa terdapat beberapa
yang memerlukan ketelitian yang sangat simultan dan parsial terhadap kinerja pegawai. Untuk menguji hipotesis penelitian
masalah yang terjadi pada PT.Lakumas
mengenai kinerja pegawai. yang pertama baik, mereka sering mengalami kesulitan menggunakan uji SEM (Structural Equation Modeling) dengan menggunakan softwareLISREL
bahwa masih banyak pegawai yang sering terutama pada saat mesin mengalami 8.8.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan dan motivasi kerja berpengaruh
terlambat bekerja yaitu sebesar 43,3 % kerusakan. Masih banyak pegawai yang signifikan dalam meningkatkan kinerja pegawai pada PT.Lakumas Rancaekek Bandung. Secara
padahal di PT.Lakumas menerapkan belum memiliki pengalaman yang bagus di parsial variabel motivasi paling dominan berpengaruh terhadap kinerja pegawai yaitu sebesar
disiplin dalam bekerja. Selanjutnya banyak PT.Lakumas yaitu sebesar 56,7%, padahal
40,96% dan untuk variabel kemampuan terhadap kinerja pegawai sebesar 6,76%. Sedangkan
pegawai yang masih melakukan kesalahan jika pengalaman bekerja pegawai baik bisa
berimbas terhadap hasil kerja yang lebih pengaruh secara simultan antara kemampuan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada
dalam bekerja yaitu sebesar 66,7% terutama
baik. PT.Lakumas Rancaekek Bandung yaitu sebesar 72%.
pada bagian roving yang memerlukan
ketelitian yang tinggi dan sulit, pada bagian Tabel 1.3 Kata Kunci: Kemampuan, Motivasi Kerja, Kinerja Pegawai.
ini sering terjadi kesalahan, dan masih Tabel Kuesioner Survey Awal
banyak pegawai yang belum bisa mencapai Variabel Kemampuan
target/tujuan perusahaan yaitu sebesar Alternatif jawaban ABSTRACT
53,3%.
Faktor lain yang dapat saja Variabel SD SMP SMA S1
The employee performance is one of the successful company factors. Many ways that
Kemampua
mempengaruhi kinerja pegawai adalah n F (%) F (%) F (%) F (%) companies have to continuously improve the employees performance, for example, for
kemampuan kerja dan motivasi kerja increasing the ability and motivation of employees. Therefore increasing the ability and work
pegawai itu sendiri.Faktor yang pertama Pendidikan 4 13, 9 30 16 53, 1 3,4% motivation are expected to improve the employees performance. The aim of this study was to
adalah kemampuan kerja. Pada terakhir 3% % 3%
determine the influence of ability and work motivation on the performance of employees
PT.Lakumas sendiri masih terdapat pegawai.
simultaneously and partially at PT.Lakumas Rancaekek Bandung. The method used in this study
berbagai permasalahan yang terjadi is descriptive and verificative methods. Descriptive method is used to describe the ability and
Total 30 Responden
mengenai Kemampuan kerja para pegawai. work motivation on employee performance variables. While verification is used to determine
Berdasarkan survey awal maka diperoleh Sumber : Survey awal pada PT.Lakumas the relationship between ability and work motivation, and the influence of ability and work
data yang tertera pada Tabel 1.2 dan 1.3 motivation simultaneously and partially on employee performance. For testing the research
Masalah lain yang terjadi pada
hypothesis using test SEM (Structural Equation Modeling) by using LISREL 8.8 software.The
PT.Lakumas mengenai kemampuan kerja
results of this study shows that the ability and motivation have a significant effect in improving
pegawai yaitu mengenai pendidikan
the employees performance at PT.Lakumas Rancaekek Bandung. Partially the motivation of the

pegawai yang dimana rata-rata pegawai dikarenakan salary yang minim. Pada most dominant influence on employee performance that is equal to 40.96% and for the ability
disana masih berpendidikan akhir SMA PT.Lakumas masih minimnya reward bagi variable on the employee's performance is equal to 6.76%. While the simultaneous effect
yaitu sebesar 53,3%, bahkan masih banyak pegawai berprestasi yang dimana 90% between ability and motivation on employee performance at PT.Lakumas Rancaekek Band ung
yang berpendidikan SMP dan SD yaitu pegawai disana menjawab tidak ada is equal to 72%.
untuk SMP sebesar 30% dan SD sebesar reward/penghargaan, padahal dengan
13,3%, sedangkan untuk pendidikan akhir adanya penghargaan tentunya diharapkan Keywords: Ability, Work motivation, and Employee performance.
S1 hanya 3,4% saja. Padahal makin tinggi bisa dapat meningkatkan motivasi pegawai
PENDAHULUAN
pendidikan seseorang tentunya bias dalam bekerja. Pada PT.Lakumas para
Perkembangan dunia bisnis di merupakan kapasitas seorang individu
meningkatkan pola berfikir pegawai dalam atasan masih kurang dekat dan memberikan
Indonesia sekarang ini, perusahaan dituntut untuk menyelesaikan suatu tugas dalam
bekerja sehingga pekerjaanya bisa dukungan moral/semangat kepada para
untuk mempertahankan dan meningkatkan suatu pekerjaan. Selanjutnya totalitas
diselesaikan dengan baik dan benar. pegawainya yang dimana 63,3% pegawai
kualitas kerja dan kuantitas kerja kemampuan dari seseorang individu pada
menjawab tidak pernah/jarang memberikan
Faktor kedua yang bisa saja mempengaruhi pelayanannya. Hal ini dimaksudkan agar hakekatnya tersusun dari dua perangkat
dukungan, padahal dengan aktifnya atasan
kinerja adalah motivasi pegawai itu sendiri. perusahaan dapat bersaing dengan faktor, yakni kemampuan intelektual dan
untuk memberikan dukungan terhadap
Pada PT.Lakumas sendiri masih terdapat perusahaan lainnya, baik pada tingkat kemampuan fisik.
pegawai akan diharapkan bisa
berbagai permasalahan yang terjadi nasional maupun tingkat internasional. Cara lain yang dilakukan oleh
meningkatkan motivasi pegawai. Banyak
mengenai motivasi kerja para pegawai. Salah satu bagian penting yang berperan perusahaan untuk meningkatkan kinerja
pegawai yang berpendapat bahwa mereka
Berdasarkan survey awal maka diperoleh dalam menentukan keberhasilan perusahaan pegawainya adalah dengan meningkatkan
tidak merasa nyaman dalam lingkungan
data yang tertera pada Tabel 1.4. adalah dengan pembinaan tenaga kerja yang motivasi pegawai. Kesediaan untuk
kerja mereka yaitu sebesar 46,7% mereka
Tabel 1.4 potensial. Perusahaan berusaha mencari dan berkinerja berhubungan dengan sejauh
menjawab tidak nyaman. Tentunya
Tabel Kuesioner Survey Awal membina pegawai dengan semangat tinggi, mana seorang individu ingin ataupun
lingkungan kerja disuatu perusahaan bisa
Variabel Motivasi Kerja menciptakan dan memelihara keunggulan bersedia untuk mencapai kinerja yang baik
saja mengakibatkan kurangnya motivasi
sumber daya manusia yang mampu di pekerjaan. Faktor tersebut adalah
pegawai, karena dengan nyamannya
Alternatif jawaban bersaing. Sumber daya manusia inilah yang motivasi, tidak ada kombinasi dari
lingkungan kerja tentunya akan bisa
pada akhirnya menjadi tulang punggung kesempatan dan kapasitas yang akan
Variabel Motivasi Ya Tidak membuat para pegawai merasa betah dalam
bagi keberhasilan suatu perusahaan. menghasilkan kinerja tinggi jika tidak ada
bekerja dan selalu menambah tingkat
Sumber daya manusia mempunyai tingkat motivasi atau keinginan bekerja.
motivasi kerjanya.
F (%) F (%)
peranan penting dalam aktivitas Motivasi seorang tenaga kerja bisa
Pegawai selalu memiliki 18 60% 12 40% Identifikasi Dan Rumusan Masalah perusahaan, karena bagaimanapun juga meningkatkan kinerja tenaga kerja tersebut.
motivasi dalam bekerja.
Identifikasi Masalah kemajuan dan keberhasilan suatu Dengan peran penting dari motivasi dalam
Adanya Reward terhadap 3 10% 27 90% Berdasarkan latar belakang diatas perusahaan tidak lepas dari peran dan membentuk perilaku akan bisa
pegawai yang berprestasi.
maka dapat diidentifikasi permasalahan kemampuan sumber daya manusia yang meningkatkan kinerja pekerjaan dalam
pada PT Lakumas dalam hal kemampuan, baik. Dalam suatu sistem operasional organisasi demi kemajuan suatu organisasi.
Atasan selalu memberi 11 36,7% 19 63,3%
motivasi dan kinerja pegawainya. Untuk perusahaan, potensi sumber daya manusia Jadi secara tidak langsung motivasi
dukungan moral/semangat
terhadap pegawai. kinerja pegawai terdapat pegawai yang pada hakekatnya merupakan salah satu merupakan salah satu faktor menentukan
melakukan kesalahan dalam bekerja dan modal dan memegang suatu peranan yang kemajuan perusahaan atau organisasi.
Pegawai merasa aman dan 16 53,3% 14 46,7%
untuk hasil dari pekerjaan (output) masih paling penting dalam mencapai tujuan Masih banyak perusahaan yang
nyaman berada di
sering tidak sesuai dengan target perusahaan. Oleh karena itu perusahaan kurang mengontrol atau melihat bagaimana
lingkungan kerja.
perusahaan, serta masih ada pegawai yang perlu mengelola sumber daya manusia motivasi pegawai dalam bekerja, pihak
Total 30 Responden selalu datang terlambat. Sedangkan dalam sebaik mungkin. Pada masa sekarang ini perusahaan harus bisa memotivasi
hal kemampuan kerja pegawai pada masih banyak perusahaan yang kurang pegawainya karena hal ini akan mendorong
Sumber : Survey awal pada PT.Lakumas PT.Lakumas masih terbilang kurang sesuai memperhatikan pegawainya sehingga dan meningkatkan kemajuan pada
dikarenakan untuk tingkat pendidikan berdampak terhadap kinerja pegawai perusahaannya, dan bahwa upaya-upaya
Berdasarkan tabel kuesioner diatas sendiri, hal tersebut bisa mengakibatkan yang akan dilakukan oleh perusahaan dalam
maka dapat dilihat berbagai masalah yang pegawai disana masih banyak yang
berpendidikan menengah kebawah. Dalam produktivitas perusahaan semakin menurun. memotivasi pegawai harus dilakukan
terjadi pada PT.Lakumas mengenai Banyak cara yang dilakukan dengan mengetahui beberapa komponen
motivasi kerja pegawai disana. Masih pengalaman sehingga masih sering
kesulitan dalam pelaksanaan pekerjaan. perusahaan untuk senantiasa meningkatkan yang mempengaruhi mereka dalam
banyak pegawai yang tidak memiliki kinerja pegawainya salah satunya adalah melakukan pekerjaan.
motivasi dalam bekerja yaitu sebesar 40%, Mengenai motivasi kerja pegawai pada PT.
Lakumas terdapat beberapa masalah yang dengan meningkatkan kemampuan kerja Tentunya disetiap perusahaan tidak akan
mereka beralasan bahwa penyebab mereka pegawainya. Kemampuan sendiri luput dari suatu permasalahan terkait
tidak memiliki motivasi yang tinggi yaitu bisa mempengaruhi motivasi pegawainya
METODE Tujuan Desain Penelitian yaitu minimnya reward terhadap pegawai untuk tujuan organisasi, yang dikondisikan
Peneliti
1. Objek Penelitian an
Jenis Metode yang Unit Time yang berprestasi, dukungan semangat dari oleh kemampuan upaya itu dalam
Penelitia digunakan Analisis Horiz
Objek yang penulis gunakan n on atasan yang masih kurang, salary yang memenuhi beberapa
dalam penelitian adalah Kemampuan, T-4 Descripti Descriptive Pegawai Cross minim, dan lingkungan kerja yang kurang Menurut Veithzal Rivai dan Ella Jauvani
Motivasi kerja dan kinerja pegawai.
ve dan dan PT.Lakuma Sectio nyaman. Sagala (2010:837) :
Verifikati Explanatory s nal
Penelitian ini dilaksanakan pada ve Survey
Rumusan Masalah
PT.Lakumas Rancaekek Bandung yang T-5 Descripti Descriptive Pegawai Cross nilai-nilai yang mempengaruhi individu
Berdasarkan identifikasi masalah diatas
memiliki populasi berjumlah 240 orang.
ve dan dan PT.Lakuma Sectio
untuk mencapai hal yang spesifik sesuai
Verifikati Explanatory s nal maka dapat dirumuskan hal-hal sebagai
2. Metode Penelitian ve Survey
berikut :
Penelitian ini menggunakan metode Menurut Veithzal Rivai dan Ella Jauvani
b. Sumber dan teknik penentuan data 1. Bagaimana kemampuan kerja pegawai
penulisan studi kasus dan metode deskriptif Sagala (2010:839) motivasi dapat
Jenis data yang digunakan peneliti pada PT.Lakumas ?
dan verifikatif.Sesuai dengan tujuan disimpulkan :
2. Bagaimana motivasi kerja pegawai pada
penelitian yang telah dirumuskan, pada penelitian mengenai pengaruh a. Sebagai suatu kondisi yang
PT.Lakumas ?
penelitian ini menggunakan Metode Survei kemampuan kerja dan motivasi kerja menggerakan manusia ke arah suatu
3. Bagaimana kinerja pegawai pada
Penjelasan (Explanatory Survey Method). terhadap kinerja pegawai adalah data tujuan tertentu.
PT.Lakumas ?
Sesuai dengan hipotesis yang diajukan, b. Suatu keahlian dalam mengarahkan
primer dan sekunder. 4. Seberapa besar hubungan kemampuan
dalam penelitian akan digunakan telaah pegawai dan perusahaan agar mau
Metode yang digunakan untuk dengan motivasi kerja pada PT.Lakumas
statistika yang cocok, untuk itu dalam bekerja secara berhasil, sehingga
menentukan sampel oleh peneliti adalah ?
analisis menggunakan SEM (Structur keinginan pegawai dan tujuan
pendekatan Slovin, pendekatan ini 5. Seberapa besar pengaruh kemampuan
Equation Model). perusahaan sekaligus tercapai.
dinyatakan dengan rumus sebagai berikut : dan motivasi kerja secara simultan dan
a. Desain penelitian c. Sebagai inisiasi dan pengarahan tingkah
parsial terhadap kinerja pegawai pada
Desain penelitian ini merupakan laku. Pelajaran motivasi sebenarnya
PT.Lakumas ?
pendekatan paradigma hubungan dua merupakan pelajaran tingkah laku.
variabel bebas secara bersamaan dan satu d. Sebagai energi untuk membangkitkan
KAJIAN PUSTAKA
variabel tergantung. Desain penelitian ini dorongan dalam diri.
dapat digambarkan sebagai berikut : Kemampuan e. Sebagai kondisi yang berpengaruh
Menurut Robbin (2013:52) : membangkitkan, mengarahkan dan
Keterangan : memelihara perilaku yang berhubungan
n = Jumlah sampel dengan lingkungan kerja.
individu untuk melakukan beragam tugas
N = Jumlah populasi
dalam suatu pekerjaan. lebih lanjut Robbin Kinerja Pegawai
e = Batas kesalahan yang ditoleransi
menyatakan bahwa kemampuan (ability) Menurut Veithzal Rivai dan Ella Jauvani
(1%,5%,10%)
adalah sebuah penilaian terkini atas apa Sagala (2010:548) :
Gambar 3.1 Berdasarkan rumus diatas, maka
Desain Penelitian dapat diketahui sampel yang akan diambil ditampilkan setiap orang sebagai prestasi
Menurut Robbin (2013:52) bahwa
Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat dalam penelitian ini melalui perhitungan kerja yang dihasilkan oleh pegawai sesuai
kemampuan terdiri atas 2 faktor, yaitu :
diuraikan desain dari penelitian ini, seperti berikut :
1. Kemampuan intelektual (intelectual
pada Tabel 3.1 : ability) Menurut Frans Farlen (2011:18) yang
Tabel 3.1 Yaitu kemampuan yang dibutuhkan mengutip kembali pernyataan dari Suryadi
Desain Penelitian untuk melakukan berbagai aktifitas Prawirosentono (2008) :
Tujuan
Peneliti
Desain Penelitian
mental-berfikir, menalar dan
an
Jenis
Penelitia
Metode yang
digunakan
Unit
Analisis
Time
Horiz
memecahkan masalah. dicapai oleh seseorang atau sekelompok
n on 2. Kemampuan fisik (phisycal ability) orang dalam satu organisasi, sesuai dengan
T-1 Descripti Descriptive Pegawai Cross Kemampuan melakukan tugas-tugas wewenang dan tanggung jawab masing-
ve dan Survey PT.Lakuma Sectio
s nal yang menuntut stamina, keterampilan, masing, dalam rangka mencapai tujuan
T-2 Descripti Descriptive Pegawai Cross kekuatan, dan karakteristik serupa. organisasi yang bersangkutan secara legal,
ve dan Survey PT.Lakuma Sectio
Motivasi Kerja tidak melanggar hukum dan sesuai dengan
s nal
moral dan etika.
T-3 Descripti Descriptive Pegawai Cross Menurut Robbins (2012:430)
ve dan Survey PT.Lakuma Sectio Menurut Frans Farlen (2011:21) yang
s nal
mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi mengutip kembali pernyataan dari
Simamora (2002), faktor-faktor yang

Jumlah sampel penelitian diatas berjumlah Tabel 3.4 mempengaruhi tersebut adalah sebagai merupakan faktor kunci keberhasilan
150 orang yang dimana termasuk ke dalam Kriteria Presentase Tanggapan berikut:
kriteria analisis SEM, karena menurut Responden 1. Kuantitas kerja yaitu pencapaian kinerja 3. Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap
Sugiyono (2011:33) bahwa minimal sampel No. % Jumlah Skor Kriteria pegawai yang dapat terlihat pada diri Kinerja Pegawai
yang harus dicapai untuk menggunakan 1 20.00% 36.00% Tidak Baik pegawai itu sendiri pada saat bekerja, Menurut Frans Farlen (2011:23) yang
analisis SEM adalah sebesar 100 sampel. 2 36.01% 52.00% Kurang Baik yang meliputi ketetapan waktu dalam mengutip kembali pernyataan Nawawi
c. Teknik pengumpulan data 3 52.01% 68.00% Cukup mengerjakan pekerjaan, ketelitian dalam (2003) :
Dalam penelitian ini teknik 4 68.01% 84.00% Baik mengerjakan tugas dan juga terampil
dalam mengerjakan tugas. seseorang pekerja sebagai individu dalam
pengumpulan data menggunakan cara : 5 84.01% 100% Sangat Baik
2. Kualitas kerja yaitu pencapaian kinerja masyarakat, organisasi atau perusahaan
1. Observasi Analisis Kuantitatif : pegawai yang diukur atas hasil pekerjaan dalam lingkungan kerjanya, sangat besar
2. Wawancara Dalam penelitian ini digunakan analisis yang dicapai pekerja dalam bekerja, pengaruhnya pada pelaksanaan
3. Kuesioner kuantitatif dengan menggunakan teknik kualitas kerja juga dapat diukur oleh pekerjaannya. Suasana batin terlihat dalam
4. Dokumentasi analisis SEM (Structural Equation output atau hasil kerja dibandingkan semangat atau gairah kerja uang
Modeling) dengan menggunakan software dengan standar output yang telah menghasilkan kegiatan kerja sebagai
d. Rancangan analisis dan uji hipotesis Lisrel 8.80. ditetapkan perusahaan.
Analisis kualitatif : dorongan bagi pencapaian tujuan bisnis
Langkah-langkah analisis SEM : organisasi perusahaan tempatnya bekerja.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam 1. Pengembangan model berbasis teori Keterkaitan Antar Variabel
Dari psikologis kenyataanya menunjukan
penelitian kualitatif adalah sebagai berikut : Ada dua prinsip dasar dalam SEM, yaitu :
1. Hubungan Kemampuan dengan bahwa gairah atau ketidaksemangatan
a. Setiap indikator yang dinilai oleh 1) untuk menganalisis hubungan kausal
Morvasi Kerja seorang pekerja dalam melaksanakan
responden, diklasifikasikan dalam lima antara variabel eksogen dan endogen, dan
Menurut Ambar teguh (2003:187) yang pekerjaanya sangat dipenaruhi oleh
alternatif jawaban dengan menggunakan 2) untuk menguji validitas dan reliabilitas
dikutip kembali oleh Ronald Listio motivasi kerja yang mendorongnya.
skala ordinal yang menggambarkan indicator variabel laten. Kegiatan dalam
(2010:101) : Dengan kata lain setiap pekerjaan
peringkat jawaban. langkah pertama ini adalah memerlukan motivasi yang kuat agar
b. Dihitung total skor setiap variabel / mengembangkan model hipotetik, artinya
mengkonsentrasikan pada kinerja akan bersedia melaksanakan pekerjaan dan
subvariabel = jumlah skor dari seluruh mengembangkan suatu model
lebih memberikan penekanan pada faktor mampu menciptakan kinerja yang tinggi
indikator variabel untuk semua berdasarkan kajian-kajian teoritik.
motivasi dari pegawai dan kemampuan dari secara bersemangat, bergairah, dan
responden. Selanjutnya model ini diuji berdasarkan
c. Dihitung skor setiap variabel/subvariabel pegawai dalam bekerja. Persamaan dari hal
atas data empirik melalui SEM.
= rata-rata dari total skor. tersebut adalah P = f ( m x a ) dimana P = 4. Pengaruh Kemampuan Dan Motivasi
Berdasarkan uraian diatas maka didalam
d. Untuk mendeskripsikan jawaban kinerja, m = motivasi, a = ability Kerja Terhadap Kinerja Pegawai
mengembangkan permodelan, peneliti
responden, juga digunakan statistik (kemampuan). Apabila motivasi tinggi Menurut Zoeldan Raden (2012) yang
harus memiliki wawasan dan landasan
deskriptif seperti distribusi frekuensi dan dengan didukung oleh kemampuan yang mengutip kembali pernyataan Gie (1999) :
teori yang luas yang berkaitan dengan
tampilan dalam bentuk tabel ataupun tinggi maka kinerja pegawai juga tinggi dan nsi-
permasalahan yang diteliti. Hasil kajian
grafik. sebaliknya. Motivasi yang tinggi juga harus dimensi :
atau eksplorasi terhadap teori-teori yang
e. Untuk menjawab deskripsi tentang didukung oleh kemampuan yang cukup. 1. Motivasi kerja
relevan akan membentuk model hipotetik
masing-masing variabel penelitian ini, Jika motivasi tinggi dengan kemampuan 2. Kemampuan kerja
untuk kemudian diverifikasi berdasarkan
digunakan rentang kriteria penilaian rendah, maka perlu dilakukan peningkatan 3. Perlengkapan dan fasilitas
data empirik dengan menggunakan SEM.
sebagai berikut menurut Umi kemampuan melalui pendidikan dan 4. Lingkungan eksternal
Disamping itu untuk verifikasi model
Narimawati (2011:45): pelatihan. Jika motivasi rendah dengan 5. Leadership
hipotetik, SEM juga dapat digunakan
kemampuan tinggi maka diselesaikan 6. Misi strategi
Skor total = x 100% untuk membentuk konsep baru. Hal ini
dengan pemberian insentif atau 7. Budaya perusahaan
Skor aktual adalah jawaban seluruh bisa dilakukan bila landasan teori atau
konsep untuk membentuk model tersebut 8. Kinerja individu dan organisasi
responden atas kuesioner yang telah 2. Pengaruh Kemampuan Kerja 9. Praktik manajemen
diajukan. Skor ideal adalah skor atau bobot tidak tersedia. Dengan justifikasi empiris
SEM maka model dapat menjadi konsep Terhadap Kinerja Pegawai 10. Struktur
tertinggi atau semua responden diasumsikan Menurut Veithzal Rivai dan Ella Jauvani 11.
memilih jawaban dengan skor tertinggi. baru. Untuk itu, diperlukan kajian
sejumpah penelitian sehingga konsep Sagala (2010:304) :
Penjelasan bobot nilai skor aktual dapat
dilihat pada tabel 3.8 menurut Umi baru yang dikembangkan menjadi kokoh
dan universal. penentu bagi seseorang dalam
Narimawati (2011:46): menghasilkan kinerja yang sangat baik.
Dalam situasi kolektif, kemampuan
untuk mengaktualisasikan dirinya didalam 2. Basic Model Standardized Solution 2. Mengkonstruksi diagram jalur untuk kendala. Ketidakmmampuan model
perusahaan serta perusahaan kurang hubungan kausal menghasilkan identifikasi yang tepat
memberikan apresiasi terhadap pegawai Diagram jalur sangat berguna untuk menyebabkan proses perhitungan
yang berprestasi. melihat hubungan kausal antara menjadi terganggu.
3. Kinerja pegawai variabel eksogen dan endogen. Beberapa gejala yang sering muncul
Hubungan kausal antar variabel ini akibat adanya ketidaktepatan
Tabel Rekapitulasi skor jawaban divisualisasikan dalam bentuk gambar identifikasi ini antra lain yaitu :
responden pada variabel kinerja sehingga mudah dan jelas untuk a. Terdapat kesalahan standar yang
No. Indikator Skor Skor % Kategori dipahami serta lebih menarik. Jika terlalu besar
aktual ideal
model yang dibuat belum cocok maka b. Matriks informasi yang disajikan
dapat dibuat beberapa model untuk tidak sesuai harapan
diperoleh model yang cocok dengan c. Matriks yang diperoleh tidak
1. Kuantitas 1103 1500 73,53% Tinggi menggunakan analisis SEM. definitif positif
kerja
Adapun gambar alur penelitian ini d. Terdapat kesalahan varians yang
2. Kualitas 1052 1500 70.13% Tinggi tampak dalam gambar 3.2. negatif
kerja 3. Mengkonversi diagram jalur ke dalam e. Terdapat korelasi yang tinggi antar
3. Basic Model T-Values model struktural dan model koefisien hasil dugaan (>0,9)
Jumlah 2155 3000 71,83% Tinggi
pengukuran Persamaan yang dibangun 6. Evaluasi kecocokan model
dari diagram jalur yang dikonversi berdasarkan kriteria goodness-of-fit
Sumber : Data primer yang diolah (2014) terdiri atas: Untuk menganalisis dengan SEM
a. Model struktural, menyatakan perlu diperhatikan asumsi-asumsi yang
Berdasarkan persentase total skor
hubungan kausalitas untuk menguji berkaitan dengan model dan asumsi-
tanggapan responden pada tabel diatas,
hipotesis. asumsi yang berkaitan dengan
maka dapat disimpulkan bahwa kinerja
b. Model pengukuran, menyatakan pendugaan parameter dan pengujian
pegawai di PT.Lakumas sudah baik. Hal ini
hubungan kausalitas antara hipotesis.
ditunjukkan dengan kinerja yang baik pada
indikator dengan variabel Asumsi-asumsi yang berkaitan dengan
kedua indikator yaitu indikator kuantitas
penelitian. model antara lain :
kerja dan kualitas kerja dalam kategori
4. Memilih matriks input dan estimasi a. Semua hubungan antar variabel
tinggi.
model. dalam penelitian ini matriks berbentuk linier
Uji Kecocokan Model input yang digunakan adalah matriks b. Model yang dikembangkan bersifat
Terdapat tiga jenis uji kecocokan korelasi. Matriks korelasi digunakan aditif
model, yaitu uji kecocokan model untuk tujuan memperoleh kejelasan Asumsi-asumsi yang berkaitan
pengukuran, uji kecocokan keseluruhan tentang pola hubungan kausal antar dengan pendugaan parameter dan
model dan uji kecocokan model struktural. Model Pengukuran variabel laten. Dengan matriks ini pengujian hipotesis antara lain :
Berdasarkan pengolahan data menggunakan peneliti dapat melihat 2 hal yaitu : Pengambilan sampel secara acak
Tabel Ringkasan hasil komputasi a. Jalur-jalur mana yang memiliki Data harus lengkap, artinya tidak
Lisrel 8.8 maka didapatkan model
statistik model pengukuran variabel efek kausal yang lebih dominan ada missing data
penelitian yang terdiri dari 3 kategori, yaitu
kemampuan dibandingkan dengan jalur-jalur Tidak ada data aneh (outliers)
:
1. Basic Model Estimates Vali
yang lain Ukuran sampel minimum 100
Standard
(Standar Erro
ditas b. Variabel eksogen yang mana yang Penyebaran data bersifat normal
Indik dized Nilai r
ator
ized
Loading) t* varia efeknya lebih besar terhadap Tidak ada multikolinieritas
Loading 2
nce variabel endogen dibandingkan
0,50
dengan variabel yang lainnya. Pengujian model struktural
X1.1 0,56 0,32 6,75 0,56 Baik 5. Menilai identifikasi model struktural dilakukan untuk mengetahui sejauhmana
Di dalam analisis model struktural model hubungan antar variabel yang
X1.2 0,64 0,41 7,84 0,43 Baik
sering dijumpai adanya permasalahan disusun secara teoritis didukung oleh
X1.3 0,58 0,33 6,95 0,54 Baik yaitu pada proses pendugaan kenyataan yang ada pada data empiris
parameter. Jika didalam prosesnya ada
X1.4 0,74 0,54 9,43 0,36 Baik
un-identified maka pendugaan
parameter akan menemui banyak

(Standar Erro
Vali Tabel Ringkasan hasil komputasi Uji Hipotesis : No. Indikator Skor Skor % Kategori
ditas aktual ideal
statistik model pengukuran variabel
Standard
Indik
ized
dized Nilai r
Uji Hipotesis 1 : Kemampuan memiliki
ator
Loading
Loading)
2
t* varia
nce
kinerja hubungan dengan motivasi kerja 2. Pendidikan 1130 1500 75,3% Tinggi
0,50
Indik Standard (Standa Nilai Erro Vali Untuk menguji hipotesis, dilakukan melalui 3. Masa kerja 505 750 67,3% Cukup
X1.5 0,55 0,30 6,52 0,61 Baik ator ized rdized t* r ditas hipotesis statistik sebagai berikut : tinggi
1 = 0 : Tidak ada hubungan antara
Loading Loading varia
Jumla 37,4 )2 nce
h
3,07 1,9
9
2,5
0,50 kemampuan dengan motivasi kerja. Jumlah 2509 3750 66,9% Cukup
tinggi
1
Construct Reliability = 0,79 Variance extracted =0,43 Y1.1 0,64 0,41 0,00 0,52 Baik kemampuan dengan motivasi kerja. Sumber : Data primer yang diolah (2014)
*t-kritis = 1,96 Y1.2 0,76 0,58 7,47 0,36 Baik Uji Hipotesis 2 : Kemampuan berpengaruh Berdasarkan persentase total skor
terhadap kinerja tanggapan responden pada tabel diatas
Sumber : Data primer yang diolah (2014) Y1.3 0,78 0,61 7,60 0,34 Baik
Untuk menguji hipotesis, dilakukan melalui maka dapat disimpulkan bahwa
Y1.4 0,64 0,41 6,56 0,52 Baik hipotesis statistik sebagai berikut : kemampuan pegawai di PT.Lakumas cukup
Tabel Ringkasan hasil komputasi baik. Hal ini bisa dilihat dari kinerja untuk
Ho :
statistik model pengukuran variabel masing-masing indikator yaitu kesanggupan
Jumla 2,82 2,01 21,63 1,74
kemampuan terhadap kinerja
motivasi h
kerja, pendidikan, dan masa kerja yang
Ha : 1 = 0 : Ada pengaruh antara
Construct Reliability = 0,82 Variance extracted =0,54 kemampuan terhadap kinerja sudah dalam kriteria yang baik.
Indik
Standard
(Standa
rdized Nilai
Error
Valid
itas *t-kritis = 1,96 Uji Hipotesis 3 : Motivasi kerja 2. Motivasi kerja
ized varia
ator
Loading
Loading t*
nce berpengaruh terhadap kinerja Tabel Rekapitulasi skor jawaban
)2 0,50
Untuk menguji hipotesis, dilakukan melalui responden pada variabel motivasi
Sumber : Data primer yang diolah (2014) hipotesis statistik sebagai berikut : No. Indikator Skor Skor % Kategori
X2.1 0.63 0.40 8.19 0.41 Baik
Ho : ntara aktual ideal
bahwa variabel kemampuan, motivasi kerja
X2.2 0.58 0.34 7.39 0.58 Baik
motivasi kerja terhadap kinerja
dan kinerja pegawai sudah memiliki 1. Aktualisasi 716 1500 47,7% Kurang
Ha : 1 = 0 : Ada pengaruh antara motivasi
validitas dan reliabilitas yang baik yang
X2.3 0.63 0.40 8.21 0.49 Baik diri tinggi
kerja terhadap kinerja
X2.4 0.66 0.44 8.70 0.43 Baik dimana validitas 0,50 dan construct 2. Penghargaan 282 750 37,6% Kurang
reliability 0,70. Uji Hipotesis 4 : Kemampuan dan motivasi diri Tinggi
X2.5 0.66 0.43 8.64 0.45 Baik
kerja berpengaruh terhadap kinerja
X2.6 0.63 0.40 8.19 0.43 Baik Uji Gof Untuk menguji hipotesis, dilakukan melalui
3. Kepemilikan
sosial
2102 3000 70,07% Tinggi

X2.7 0.57 0.32 7.24 0.56 Baik hipotesis statistik sebagai berikut :
Tabel Output GOF Ho : 1 2 = 0 : Tidak ada pengaruh antara 4. Rasa aman 1076 1500 71,7% Tinggi
X2.8 0.65 0.42 8.53 0.46 Baik
Ukuran Tingkat Hasil Tingkat kemampuan dan motivasi kerja 5. Kebutuhan 1052 1500 70,13% Tinggi
X2.9 0.62 0.39 8.04 0.45 Baik GOF kecocokan estimasi kecocokan terhadap kinerja. fisiologis
Statistic Nilai yang kecil Kurang baik Ha : 1 2
2
X2.10 0.66 0.43 8.67 0.46 Baik
Chi- P > 0,05 =392,07
Square (p = 0,00) kemampuan dan motivasi kerja Jumlah 5228 8250 63,37% Cukup
Tinggi
X2.11 0.58 0.34 7.38 0.57 Baik 2
) terhadap kinerja.
NCP Nilai yang kecil 225,07 Baik
Jumla
h
6.87 4.31
89.1
8
5.29 interval interval yang 171,10 ; Sumber : Data primer yang diolah (2014)
sempit 286,76 HASIL DAN PEMBAHASAN
Construct Reliability = 0,89 Varianceextracted=0,44
Berdasarkan persentase total skor
*t-kritis = 1,96
RMSEA
P (Close
0,095
(p = 0,00)
Kurang baik
Analisis deskriptif : tanggapan responden maka dapat
fit)
1. Kemampuan disimpulkan bahwa motivasi pegawai di
Sumber : Data primer yang diolah (2014)
PT.Lakumas sudah cukup baik. Hal ini bisa
Tabel Rekapitulasi skor jawaban
ECVI Nilai yang kecil M* = 3,21 Baik
dan dekat S* = 2,82 dilihat dari ke 3 indikator yaitu kepemilikan
dengan ECVI I* = 24,53 responden pada variabel sosial, rasa aman, dan kebutuhan fisiologis
saturated kemampuan yang termasuk dalam kategori tinggi,
AIC Nilai yang kecil M* = Baik
dan dekat 478,07
No. Indikator Skor Skor % Kategori namun ada 2 indikator yaitu aktualisasi diri
dengan AIC S* =
saturated 420,00
aktual ideal dan penghargaan diri yang termasuk dalam
I* = kategori kurang tinggi, dalam hal ini bisa
1. Kesanggupan 874 1500 58,27% Cukup
3654,63
kerja tinggi disebabkan oleh perusahaan yang kurang
memberikan kesempatan terhadap pegawai
2. Pengaruh kemampuan terhadap kinerja yang mengutip kembali pernyataan Ukuran Tingkat Hasil Tingkat Tabel Besar pengaruh kemampuan
GOF kecocokan estimasi kecocokan
pegawai Nawawi (2003) : M* =
dan motivasi terhadap kinerja
Tabel Besar pengaruh Nilai yang kecil 650,53
Variabel Koefisien Pengaruh Pengaruh Total
kemampuan terhadap kinerja seseorang pekerja sebagai individu dalam CAIC
dan dekat
dengan CAIC
S* =
1262,23
Baik jalur langsung tidak

Variabel Koefisien t- t- kesimpulan


masyarakat, organisasi atau perusahaan saturated I* = langsung
korelasi hitung kritis dalam lingkungan kerjanya, sangat besar 3734,85
0,26 6,76% 11,81% 18,57%
pengaruhnya pada pelaksanaan NFI 0,89 Marginal fit
Kemampuan 0,26 2,14 1,96 Terdapat
pengaruh
pekerjaannya. Suasana batin terlihat dalam Baik (Good
NNFI O,92
yang semangat atau gairah kerja uang fit) 0,64 40,96% 11,81% 52,77%
signifikan menghasilkan kegiatan kerja sebagai CFI 0,93
Baik (Good
fit)
dorongan bagi pencapaian tujuan bisnis Baik (Good
Total pengaruh secara bersama-sama 71,34%
Berdasarkan tabel diatas dapat organisasi perusahaan tempatnya bekerja. IFI 0,93
fit)
disimpulkan bahwa kemampuan terhadap Dari psikologis kenyataanya menunjukan RFI 0,87 Marginal fit Sumber : Data primer yang diolah (2014)
kinerja pegawai pada PT.Lakumas terdapat bahwa gairah atau ketidaksemangatan
pengaruh yang signifikan. Hal ini tercermin seorang pekerja dalam melaksanakan RMR
Standardized
0,059 Kurang baik Berdasarkan tabel 4.25, Untuk
dari nilai t-hitung (2,14) yang lebih besar pekerjaanya sangat dipenaruhi oleh penghitungan pengaruh langsung adalah
dari t-kritis (1,96). Maka kemampuan motivasi kerja yang mendorongnya.
GFI 0,79 Kurang baik
koefisien jalur dikuadratkan kemudian
terhadap kinerja memiliki pengaruh yang Dengan kata lain setiap pekerjaan AGFI 0,74 Kurang baik dikalikan 100%.
positif dan signifikan pada PT.Lakumas. memerlukan motivasi yang kuat agar Sumber : Data primer yang diolah (2014)
Seperti berdasarkan teori menurut Menurut bersedia melaksanakan pekerjaan dan adalah (0,26)2 x 100% = 6,76%.
Veithzal Rivai dan Ella Jauvani Sagala Tabel diatas menunjukkan bahwa
mampu menciptakan kinerja yang tinggi
(2010:304) : terdapat 7 ukuran GOF yang menunjukkan adalah (0,64)2 x 100% = 40,96%.
secara bersemangat, bergairah, dan
merupakan faktor kunci kecocokan yang baik (Good fit), 2 ukuran Sedangkan untuk perhitungan
penentu bagi seseorang dalam GOF yang menunjukkan kecocokan yang pengaruh tidak langsung adalah koefisien
4. Pengaruh kemampuan dan motivasi sedang (Marginal Fit), dan 5 ukuran GOF
menghasilkan kinerja yang sangat baik. kerja terhadap kinerja pegawai
Dalam situasi kolektif, kemampuan yang menunjukkan kecocokan yang kurang kemudian dikalikan 100%. Sehingga dapat
merupakan faktor kunci keberhasilan F hitung : baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dihitung (0,26 x 0,71 x 0,64) x 100% =
kecocokan keseluruhan model adalah baik 11,81%.
(good fit). Secara bersama-sama kemampuan
3. Pengaruh motivasi kerja terhadap Dilihat dari hasil kecocokan dan motivasi mampu menjelaskan
kinerja pegawai keseluruhan model yang menunjukkan perubahan yang terjadi pada kinerja
Tabel Besar pengaruh Tabel Besar pengaruh kemampuan kecocokan yang baik (Good fit), 2 ukuran pegawai sebesar 71,34% dan sisanya
motivasi terhadap kinerja dan motivasi terhadap kinerja GOF yang menunjukkan kecocokan yang sebesar 28,66% dijelaskan oleh faktor-
Variabel Koefisien t- t- kesimpulan sedang (Marginal Fit), dan 5 ukuran GOF faktor lain yang tidak diteliti yaitu
Koefisien F- F- Kesimpulan
korelasi hitung kritis
korelasi hitung kritis yang menunjukkan kecocokan yang kurang perlengkapan dan fasilitas, lingkungan
Motivasi 0,64 4,81 1,96 Terdapat baik, oleh itu uji kecocokan keseluruhan eksternal, kepemimpinan, misi strategi,
pengaruh (db:
2:147)
model bisa diterima karena hasil budaya perusahaan, kinerja individu dan
yang
keseluruhan menunjukkan kinerja yang baik organiasi, praktik manajemen, struktur, dan
signifikan
0,72 189 3,06 Terdapat pengaruh yang atau good fit, sehingga bisa melanjutkan ke iklim kerja (Zoeldan Raden : 2012).
signifikan
tahap selanjutnya
Berdasarkan tabel diatas dapat Korelasi antar variabel
disimpulkan bahwa motivasi terhadap Berdasarkan tabel diatas dapat Model Struktural Berdasarkan pengolahan data memakai
kinerja pegawai pada PT.Lakumas terdapat disimpulkan bahwa F-hitung hasil software Lisrel 8.8 maka didapatkan
pengaruh yang signifikan. Hal ini pengolhan data sebesar 189 dan nilai ini korelasi antar variabel laten sebagai berikut
tercermin dari nilai t-hitung (4,81) yang menjadi uji yang akan dibandingkan dengan :
lebih besar dari t-kritis (1,96). Maka nilai F dari tabel. Dari tabel F pada
motivasi terhadap kinerja memiliki dan derajat bebas (2:147) diperoleh nilai F -
pengaruh yang positif dan signifikan pada tabel sebesar 3,06. Karena F-hitung (189)
PT.Lakumas. seperti berdasarkan teori lebih besar dari F-tabel (3,06) maka pada
menurut Menurut Frans Farlen (2011) tingkat kekeliruan 5% (
Gambar Diagram jalur hubungan
sehingga Ha diterima dan p-value struktural antar variabel laten

0,000>0,005. Artinya dengan tingkat dilihat dari keterampilan mereka dalam Berdasarkan hasil correlation 1. Hubungan antara kemampuan dengan
kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa bekerja dan penguasaan bidang yang matrix dapat dilihat bahwa terdapat motivasi
kemampuan dan motivasi secara simultan mereka kerjakan sudah dalam kategori hubungan korelasi yang kuat antara ketiga
memiliki pengaruh yang positif dan baikmaka mereka dapat mengerjakan variabel tersebut, berikut penjelasanya: Tabel Besar hubungan kemampuan dan
signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak seluruh proses produksi benang dengan Kemampuan dengan motivasi kerja motivasi
pada PT.Lakumas. seperti berdasarkan teori baik dari tahap pertahapannya yaitu dari Terdapat hubungan yang kuat
menurut Zoeldan Raden (2012) yang tahap perencanaan produk benang sampai antara variabel kemampuan (X 1) dengan
Hubungan Koefisien
korelasi
t-
hitung
t-
kritis
kesimpulan

mengutip kembali pernyataan Gie (1999) : tahap pengemasan benang dan hal ini motivasi kerja (X2) sebesar 0.71. yang
- tentunya dapat menguntungkan pihak berarti bahwa hubungan antara kemampuan
dimensi : perusahaan. Sedangkan untuk masa kerja dan motivasi kerja bersifat positif,
Kemampuan
dengan
0,71 11,74 1,96 Terdapat
hubungan
1. Motivasi kerja yang diberikan perusahaan bagi pegawai maksudnya jika semakin tinggi kemampuan motivasi yang
2. Kemampuan kerja sudah dalam kategori cukup dikarenakan maka motivasi kerja akan semakin tinggi
signifikan

3. Perlengkapan dan fasilitas banyak pegawai memberikan pernyataan pula begitupun sebaliknya.
4. Lingkungan eksternal bahwa mereka diberikan waktu cukup Berdasarkan tabel diatas dapat
Kemampuan dengan kinerja pegawai disimpulkan bahwa kemampuan dan
5. Leadership untuk menyelesaikan pekerjaan mereka,
Terdapat hubungan yang sangat motivasi pegawai pada PT.Lakumas
6. Misi strategi Dalam hal ini perusahaan sudah bertindak
kuat antara kemampuan (X 1) dengan kinerja terdapat hubungan yang signifikan. Hal ini
7. Budaya perusahaan tepat dengan memberikan waktu yang
pegawai (Y) yaitu sebesar 0.72. yang berarti tercermin dari nilai t-hitung (11,74) yang
8. Kinerja individu dan organisasi cukup dalam pengerjaan produksi benang
bahwa hubungan antara kemampuan dan lebih besar dari t-kritis (1,96). Dan
9. Praktik manajemen karena dalam produksi benang
kinerja bersifat positif, maksudnya jika terdapat hubungan antara kemampuan dan
10. Struktur memerlukan waktu yang memadai agar
kemampuan mengalami kenaikan maka motivasi kerja pada PT.Lakumas. Seperti
11. dapat memiliki kualitas benang yang
kinerja pegawai akan ikut naik dan berdasarkan teori menurut Ambar teguh
baik.
begitupun sebaliknya. (2003:187) yang dikutip kembali oleh
KESIMPULAN DAN SARAN 2. Pada umumnya PT.Lakumas sudah
memiliki pegawai yang memiliki Motivasi kerja dengan kinerja pegawai Ronald Listio (2010:101) :
Kesimpulan Terdapat hubungan yang sangat
motivasi cukup tinggi. Hal ini dibuktikan
1. Pada umumnya PT.Lakumas sudah dari ketiga indikator memiliki kategori kuat antara motivasi (X2) dengan kinerja pada kinerja akan lebih memberikan
memiliki pegawai yang memiliki cukup tinggi yaitu indikator kepemilikan pegawai (Y1) yaitu sebesar 0.83. yang penekanan pada faktor motivasi dari
kemampuan cukup tinggi. Hal ini sosial, rasa aman, dan kebutuhan berarti bahwa hubungan antara motivasi pegawai dan kemampuan dari pegawai
dibuktikan dari ketiga indikator memiliki fisiologis tetapi ada dua indikator yang dan kinerja bersifat positif, maksudnya jika dalam bekerja. Persamaan dari hal tersebut
kategori cukup tinggi, yaitu indikator memiliki kategori kurang tinggi yaitu motivasi mengalami kenaikan maka kinerja adalah P = f ( m x a ) dimana P = kinerja,
kesanggupan kerja, pendidikan dan masa indikator aktualisasi diri dan penghargaan pegawai akan ikut naik dan begitupun m = motivasi, a = ability (kemampuan).
kerja. Bahwa kesanggupan kerja pegawai diri. Bahwa untuk aktualisasi diri pegawai sebaliknya. Apabila motivasi tinggi dengan didukung
PT.Lakumas sudah baik dilihat dari pada PT.Lakumas dikategorikan kurang Hipotesis oleh kemampuan yang tinggi maka kinerja
ketahanan tubuh mereka yang baik baik karena dilihat dari kebutuhan Berdasarkan hasil pengolahan data pegawai juga tinggi dan sebaliknya.
walaupun untuk tingkat kesalahan dalam pegawai dalam mengembangkan dengan menggunakan program Lisrel 8.8, Motivasi yang tinggi juga harus didukung
melaksanakan pekerjaan masih banyak kemampuan mereka diluar bidang yang terdapat substruktur persamaaan, yaitu oleh kemampuan yang cukup. Jika
pegawai pernah melakukan kesalahan dikerjakan masih kurang diberikan motivasi tinggi dengan kemampuan
dikarenakan pekerjaan dalam suatu kesempatan oleh perusahaan karena rendah, maka perlu dilakukan peningkatan
industri benang memerlukan ketelitian pekerjaan dalam industri benang kemampuan melalui pendidikan dan
yang sangat tinggi sehingga wajar saja sebaiknya lebih terfokus pada satu bidang pelatihan. Jika motivasi rendah dengan
masih banyak pegawai yang melakukan saja agar kualitas benang dapat terjamin kemampuan tinggi maka diselesaikan
kesalahan, contohnya dalam pengerjaan dan perusahaan tidak memberikan dengan pemberian insentif atau
blowing yaitu mencampur serat, kebebasan berpendapat untuk para penghargaan agar meningkatkan
membuka gumpalan-gumpalan serat, pegawai karena pihak atasan lebih
membersihkan kotoran-kotoran, dan memiliki wewenang untuk pengambilan
membuat gulungan lap. Dilihat dari keputusan. Untuk indikator penghargaan
prosesnya maka pekerjaan tersebut diri dilihat dari kebutuhan untuk dihargai
memerlukan ketelitian yang tinggi dalam oleh orang lain, pada PT.Lakumas baru
pengerjaanya. Untuk pendidikan para mulai melakukan adanya reward bagi
pegawai pada PT.Lakumas sudah baik pegawai berprestasi. Untuk indikator
kepemilikan sosial dilihat dari kebutuhan mencapai target perusahaan serta puas
dan Motivasi Terhadap Kinerja untuk diterima dalam kelompok, dengan hasil pekerjaan yang mereka
Karyawan PT.Allianz Life Indonesia kebutuhan untuk berinteraksi, dan capai maka para pegawai selalu
kebutuhan dicintai atau diperhatikan melakukan pekerjaan mereka dengan
sudah berjalan dengan baik yang berarti sebaik-baiknya.
dan Motivasi Terhadap Kinerja para pegawai PT.Lakumas memiliki 4. Kemampuan memiliki hubungan yang
Pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten hubungan yang baik antar sesama signifikan dengan motivasi kerja pegawai
pegawai maupun dengan atasan atau para pada PT.Lakumas. Hal tersebut termasuk
pegawai tidak hanya berhubungan hanya dalam kategori hubungan yang kuat,
Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai sebagai rekan kerja saja tetapi sebagai bahwa dalam kemampuan pegawai
Pemerintah Provinsi teman diluar lingkungan pekerjaan diperlukan dukungan motivasi kerja yang
sehingga mereka memiliki sosok teman kuat, demikian pula dengan motivasi
Rivai, Veithzal & Jauvani Sagala, yang bisa memberikan support kepada kerja yang dapat berjalan dengan efektif
mereka agar senantiasa menjaga motivasi apabila memiliki dukungan kemampuan
kerja mereka. Untuk indikator rasa aman yang baik.
PT.Raja Grafindo Persada. yang dilihat dari faktor keamanan dan 5. Kemampuan dan motivasi kerja memiliki
Organizational lingkungan kerja, mayoritas pegawai pengaruh yang positif dan signifikan
Behaviour berpendapat bahwa keamanan dan secara parsial dan simultan terhadap
Management lingkungan kerja pada PT.Lakumas sudah kinerja pegawai pada PT.Lakumas.
Management and baik maka kinerja pada divisi utility Sedangkan sisanya dipengaruhi oleh
Organizational Behaviour berjalan dengan baik karena mereka variabel lain di luar variabel kemampuan
bertugas untuk memberikan kenyamanan dan motivasi kerja, yaituperlengkapan
kepada para pegawai saat bekerja. Dan dan fasilitas, lingkungan eksternal,
untuk indikator kebutuhan fisiologis kepemimpinan, misi strategi, budaya
dilihat dari kebutuhan makan dan minum, perusahaan, kinerja individu dan
dan kebutuhan akan istirahat yang cukup, organisasi, praktik manajemen, struktur,
Kuantitatif Kualitati mayoritas pegawai pada PT.Lakumas dan iklim kerja. Arah hubungan positif
Bandung : Alfabeta. untuk kebutuhan makan dan minum antara kemampuan dan motivasi kerja
mereka sudah terpenuhi dengan baik dan terhadap kinerja pegawai menunjukkan
Prenada Media Group memiliki waktu istirahat yang cukup bahwa semakin baik kemampuan dan
sehingga pekerjaan mereka dapat berjalan motivasi kerja maka akan membuat
Raja dengan baik. kinerja pegawai akan menjadi semakin
Grafindo Persada 3. Pada umumnya PT.Lakumas sudah baik.
memiliki pegawai yang memiliki kinerja
Saran
tinggi. Hal ini dibuktikan dari kedua
indikator yang memiliki kategori cukup 1. Kemampuan pegawai pada PT.Lakumas
tinggi, yaitu indikator kuantitas kerja dan umumnya sudah pada kategori cukup
kualitas kerja. Bahwa untuk indikator tinggi. Namun sebagian besar pegawai
kuantitas kerja yang dilihat dari ketepatan pernah melakukan kesalahan dalam
waktu dan ketelitian pegawai, mayoritas bekerja, tentunya pihak manajemen
pegawai pada PT.Lakumas selalu tepat perusahaan harus bisa meminimalisir
waktu dan selalu teliti dalam kesalahan yang dilakukan pegawai
mennyelesaikan pekerjaanya maka tahap dalam bekerja. Hal tersebut bisa
produksi benang akan berjalan dengan dilakukan dengan cara melaksanakan
baik sehingga akan menghasilkan kualitas pelatihan-pelatihan bagi pegawai agar
benang yang baik. Untuk indikator kemampuan pegawai dapat bisa lebih
kualitas kerja dilihat dari hasil pekerjaan baik lagi dan pantauan yang dilakukan
pegawai atau output yang dihasilkan atasan terhadap pegawai harus dilakukan
pegawai, mayoritas pegawai pada lebih baik agar kesalahan tidak terjadi,
PT.Lakumas selalu memiliki hasil yang serta dukungan dan bimbingan dari
pegawai yang lebih berpengalaman akan

berguna bagi pegawai yang memiliki dukungan motivasi kerja yang kuat,
pengalaman yang sedikit. demikian pula dengan motivasi kerja
2. Motivasi pegawai pada PT.Lakumas dapat berjalan dengan efektif apabila
umumnya sudah pada kategori cukup memiliki dukungan kemampuan yang
tinggi. Namun perusahaan masih kurang baik. Maka bagi pihak perusahaan harus
memberikan dukungan terhadap pegawai terus melakukan penilaian terhadap
untuk mengembangkan kemampuan kemampuan pegawainya dan selalu
diluar bidang yang dikerjakan dan memberikan dukungan terhadap pegawai
perusahaan baru mulai mengadakan baik berupa finansial maupun moral agar
reward bagi pegawai berprestasi. motivasi pegawai dapat meningkat.
Sebaiknya pihak perusahaan lebih bisa Kemampuan dan motivasi kerja
memberikan keleluasaan bagi pegawai memiliki pengaruh yang positif dan
yang memiliki kemampuan baik agar signifikan secara parsial dan simultan
bisa mencoba atau mengembangkan terhadap kinerja pegawai pada
kemampuannya diluar bidang yang PT.Lakumas. hal ini mengindikasikan
dikerjakan, tentunya hal tersebut akan bahwa kedua faktor tersebut sangat
menguntungkan bagi perusahaan apabila berpengaruh terhadap peningkatan kinerja
memiliki pegawai dengan kemampuan pegawai. Maka sebaiknya perusahaan bisa
sangat baik diluar bidang yang mereka menjaga kemampuan dan motivasi
kerjakan, misalkan 1 pegawai memiliki pegawai agar berada dalam jalur yang baik
2 kemampuan yaitu pada proses Blowing sehingga dapat meningkatkan kinerja
dan Ring Spinning. Dan perusahaan pegawai yang tentunya akan
walaupun sudah memberlakukan menguntungkan pihak perusahaan.
reward bagi pegawai berprestasi, tapi
perusahaan termasuk terlambat dalam DAFTAR PUSTAKA
hal tersebut, tentunya apabila hal
tersebut bisa dilakukan pada tahun-tahun
Motivasi,Kemampuan,Dan Disiplin
sebelumnya akan bisa meningkatkan
Terhadap Kinerja Karyawan Pada
motivasi pegawai dan menguntungkan
perusahaan.
Ayobami, Paul
3. Kinerja pegawai pada PT.Lakumas
Intrinsic Motivation On Employees
umumnya sudah pada kategori tinggi.
Walaupun sudah dalam kategori tinggi
Anuradha Basu,Jinny Rhee,David
tentunya pihak perusahaan harus selalu
Parent
terus menerus mempertahankan dan
and Ability On Undergraduate
bahkan meningkatkan kinerja pegawai.
Hal itu bisa dilakukan dengan cara pihak
perusahaan selalu mengingatkan kepada
Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap
pegawai akan pentingnya kuantitas dan
Kinerja Karyawan Pada PT.United
kualitas dalam bekerja, dan pihak
perusahaan harus selalu melakukan
uh Motivasi dan
penilaian terhadap kinerja pegawai yang
Ability Terhadap Kinerja Karyawan
dimana hasilnya akan dijadikan bahan
PT.Jasa Raharja (PERSERO)
evaluasi agar kinerja pegawai dapat
ditingkatkan lebih baik lagi.
4. Kemampuan memiliki hubungan yang
signifikan dengan motivasi kerja
Yogyakarta : Graha Ilmu
pegawai pada PT.Lakumas. hal ini
mengindikasikan bahwa dalam
kemampuan pegawai diperlukan