Anda di halaman 1dari 3

ANEMIA

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang terkait dengan insiden yang tinggi
dan komplikasi yang timbul pada ibu dan janin. Anemia merupakan kondisi kurangnya sel darah
merah (eritrosit) atau menurunnya hemoglobin sehingga kapasitas daya angkut oksigen untuk
kebutuhan organ-organ vital pada ibu dan janin berkurang. (Varney,2006) Indikasi ibu hamil
mengalami anemia jika kadar hemoglobin pada trimester I dan III di bawah 11 gr% atau kadar
hemoglobin <10,5 gr% pada trimester II (Depkes RI,2009). Jika kadar Hb rendah maka pasokan
oksigen ke plasenta akan sedikit dan akan terjadi hipoksia. Hal ini akan meningkatkan HIF, jika
protein HIF tinggi maka ibu hamil dapat mengalami preeklampsia.

Di dunia 34% ibu hamil dengan anemia di mana 75% berada di negara berkembang (WHO, 2005
dalam Syafa, 2010) dan Indonesia sebanyak 63,5% ibu hamil dengan anemia (Saifudin,2006).
Sementara itu menurut data pencapaian AKI Indonesia berdasarkan hasil Analisis Survey
Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 AKI di Indonesia adalah 228/100.000 kelahiran
hidup, sementara data yang tercatat pada Departemen Kesehatan berdasarkan hasil laporan dari
seluruh Dinas Kesehatan Propinsi di Indonesia AKI Indonesia 119 per 100.000 kelahiran hidup.

Gejala :

Gejala yang sering terlihat adalah lemah,pucat, cepat lelah, mata berkunang-kunang mudah
pingsan, dengan tekanan darah masih dalam batas normal dicurigai anemia defisiensi besi
a. cepat lelah
b. sering pusing
c. Mata berkunang-kunang
d. Nafsu makan menurun
e. Konsentrasi hilang / susah berkonsentrasi
f. Nafas pendek
g. Muka pucat
h. Keluhan mual
(wiknjosastro,2005)

Pencegahan :

Pencegahan dengan cara meningkatkan konsumsi zat besi dari makanan, mengonsumsi pangan
hewani dalam jumlah cukup. Mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan penyeraoan zat
besi yaitu makanan yang mengandung vitamin C. Mengurangi konsumsi makanan yang dapat
menghambat penyerapan zat besi seperti : fitat, fosfat, dan tannin (Wiknjosastro, 2005 ;
Masrizal,2007)
Pengobatan :

1. Oral : fero sulfat, fero gluconat, atau Na-fero bisitrat. Pemberian 60 mg/hari dapat menaikkan
kadar Hb sebanyak 1 gr% per bulan.

2. Parenteral (suntikan) : ferum dextran sebanyak 1000 mg (20 ml) intravena atau 2x10 ml secara
intramuskulus, dapat meningkatkan hemoglobin relatif cepat yaitu 2 gr%. (Wiknjosastro, 2005)
JANGAN DIMINUM BERSAMA T eh DAN KOPI

Bahaya :

Pada trimester II dan III, anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan terjadinya pasrtus
premature, pendarahan ante partum, gangguan pertumbuhan janin dalam rahim, asfiksia
intrapartum sampai kematian, gestosis dan mudah terkena infeksi, serta dekompensasi kordis
hingga kematian ibu (Manjoer ,2008) Bahaya anemia pada ibu hamil saat persalinan, dapat
menyebabkan gangguan his primer, sekunder, janin lahir dengan anemia, persalinan dengan
tindakan-tindakan tinggi karena ibu cepat lelah dan gangguan perjalanan persalinan perlu
tindakan operatif (Mansjoer,2008)

Bahaya (preeklampsia):

Anemia adalah salah satu gejala dari preeklampsia pada ibu hamil. Preeklampsia dapat berakibat
buruk baik pada ibu maupun janin yang dikandungnya. Komplikasi pada ibu berupa sindroma
HELLP (hemolysis, elevated liver enzyme, lowplatelet), edema paru, gangguan ginjal,
perdarahan, solusio plasenta bahkan kematian ibu. Komplikasi pada bayi dapat berupa kelahiran
premature, gawat janin, berat badan lahir rendah atau intra uterine fetal death (IUFD). (Davey
DA, MacGillivray I. The Classification and Definition of The Hypertensive Disorders of
Pregnancy. Am JObstet Gynecol 1988;158: 892-898.
Isler CM, Rinehart BK, Terrone DA, Martin RW, Magann EF, Martin JN. Maternal Mortality
with HELPP(Hemolysis, Elevated Liver Enzymes, And Low Platelets) Syndrome. Am J Obstet
Gynecol 1999; 181: 924-928)

Bahaya (perdarahan):
Daftar pustaka

Varney H, 2006, Buku Ajar Asuhan Kebidanan, Jakarta : EGC

Depkes RI., 2009. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2008, Jakarta : Depkes RI

Saifudin, 2006, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan


Neonatal , Edisi I Cetakan Keempat, Jakarta ; Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo,2006 .

Wiknjosastro, 2005, Ilmu Kebidanan edisi ketiga Cetakan ke 7 ,Jakarta ; EGC

Wiknjosastro, 2005, Ilmu Kandungan Edisi ke dua Cetakan ke 4, Jakarta ; EGC

Masrizal, 2007, Anemia Defisiensi besi, 2007 Jurnal Kesehatan Masyarakat, II (I),
available from; http://www.searchinpdf.com.

Mansjoer A, 2008, Kapita Selekta Kedokteran, Jakarta : Media Acsulapius