Anda di halaman 1dari 5

BAB IV

CAPAIAN AKTUALISASI

Kegiatan aktualisasi dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai sadar


Aparatur Sipil Negara berupa Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu dan Anti Korupsi sebagai landasan dasar setiap kegiatan
yang dilaksanakan. Kegiatan dilakukan di UPT RSUD H Boejasin Pelaihari.
Total kegiatan aktualisasi yang dilakukan sebanyak enam kegiatan. Enam
kegiatan tersebut dilakukan sesuai dengan rancangan aktualisasi.
Pelaksanaan tugas berdasarkan Uraian Tugas Pranata Laboratorium
Pelaksana dan Sasaran Kinerja Pegawai. Kegiatan yang telah saya kerjakan
berdasarkan jadwal kegiatan saya adalah:
1. Mempersiapkan pasien sebelum pengambilan spesimen darah
2. Mempersiapkan alat dan bahan
3. Mengambil spesimen darah
4. Menangani spesimen darah
5. Identifikasi spesimen pasien
6. Mengolah spesimen darah
Berdasarkan rencana kegiatan aktualisasi yang telah ditetapkan, saya
laporkan beberapa kegiatan berupa rincian kegiatan, keterkaitan nilai-nilai
dasar dan teknik aktualisasinya yang telah saya laksanakan pada 03 Mei
2019 sampai dengan 20 Juni 2019. Kegiatan aktualisasi yang telah
dilaksanakan sebagai berikut :

A. Aktualisasi Kegiatan
1. Mempersiapkan pasien sebelum pengambilan spesimen
darah

Kegiatan 1. Mempersiapkan pasien sebelum pengambilan


spesimen darah
Tanggal Mulai tanggal 03 Mei 2019 s/d 20 Juni 2019
Daftar Lampiran Foto kegiatan
Rincian Kegiatan  Memanggil pasien masuk ke ruang sampling
 Mempersilahkan pasien untuk duduk
 Memperkenalkan diri
 Menanyakan ulang identitas pasien yang
disesuaikan dengan form permintaan secara
lisan
 Menjelaskan tujuan tentang tindakan yang akan
dilakukan secara lisan

1. Penjelasan Keterkaitan dengan Nilai Dasar dan Tekhnik Aktualiasi

Kegiatan ini dilakukan setiap hari mulai tanggal 03 Mei 2019


sampai tanggal 20 Juni 2019. Saya selalu melakukan persiapan pasien,
karena ini merupakan kegiatan yang selalu dilakukan pada setiap
pasien yang akan dilakukan pengambilan spesimen darah

Saya melaksanakan pemanggilan pasien sesuai dengan nomor


antrian dan tidak memanggil pasien yang tidak sesuai nomor urut
antrian serta tidak membeda-bedakan pasien dalam hal status sosial,
suku, agama, keturunan dll (kecuali terdapat pasien yang kritis dan
harus didahulukan). Dalam hal ini saya telah menerapkan nilai tidak
diskriminatif dengan teknik yang telah saya laksanakan yaitu
kesetaraan dalam melakukan pemanggilan pasien. (Nasionalisme)

Saya melakukan pemanggilan pasien sesuai dengan nomor


antrian dan tidak mendahulukan yang lain walaupun pasien/ keluarga
pasien memberikan uang tips agar dapat didahulukan, saya akan tetap
menolak mendahulukannya. Dalam hal ini saya telah menerapkan nilai
berani dengan teknik yang telah saya lakukan yaitu berani menolak
saat ada pasien atau keluarganya yang memberikan uang tips agar
dapat didahulukan. (Anti Korupsi)

Dalam melakukan persiapan pasien, pada saat mulai


mempersilahkan pasien duduk sampai memperkenalkan diri,
menanyakan ulang identitas pasien yang disesuaikan dengan form
permintaan, dan menjelaskan tujuan tentang tindakan yang akan
dilakukan, saya melakukannya dengan mengaplikasikan teknik 5S yaitu
senyum, sapa, salam, sopan, dan santun dalam melakukan semua
kegiatan tersebut. Hal itu saya lakukan agar pasien merasa nyaman
dan tenang terhadap pelayanan yang telah saya berikan dan tidak ada
rasa takut maupun khawatir. Dalam hal ini saya telah menerapkan nilai
sopan dengan teknik yang telah saya laksanakan yaitu 5S (senyum,
sapa, salam, sopan, dan santun). (Etika Publik)

Dalam melakukan persiapan pasien, pada saat memperkenalkan


diri, menanyakan ulang identitas pasien yang disesuaikan dengan form
permintaan, dan menjelaskan tujuan tentang tindakan yang akan
dilakukan, saya melakukannya dengan cepat dan tepat untuk
mempercepat waktu tunggu pelayanan pasien. Dalam hal ini saya telah
menerapkan nilai efektivitas dan Efisiensi. (Komitmen Mutu)

Pada saat melakukan persiapan pasien saya selalu mengecek


kesesuaian identitas pasien dengan identitas pada form permintaan
dengan cara menanyakan ulang kepada pasien tentang identitasnya
sebelum melakukan pengambilan spesimen darah untuk mencegah
kesalahan atau tertukarnya identitas spesimen pasien yang akan
mengakibatkan kesalahan dalam hasil pemeriksaan laboratorium.
Dalam hal ini saya telah menerapkan nilai konsisten dengan teknik
yang telah saya lakukan yaitu selalu mengecek kesesuain identitas
pasien. (Akuntabilitas)
Saya menyampaikan tujuan tindakan yang akan saya lakukan
agar pasien mengetahui dengan jelas dan tidak bingung dengan apa
yang kita lakukan nanti. Dalam hal ini saya telah menerapkan nilai
transparansi dengan teknik yang telah saya laksanakan yaitu terbuka
dalam pelaksanaan tindakan pengambilan spesimen darah.
(Akuntabilitas)

2. Manfaat kegiatan terhadap pihak lain dan pencapaian visi


organisasi
Dengan adanya kegiatan ini pada tahap pra analitik pemeriksaan
laboratorium maka akan mengurangi kejadian/ kesalahan terutama
yang berhubungan dengan salah identifikasi, kesalahan dapat berupa:
salah pasien, salah prosedur, dan salah pemeriksaan.
Dengan menerapkan nilai-nilai dasar pada kegiatan persiapan
pasien sebelum pengambilan spesimen darah ini secara jelas, sopan,
profesional, dan dapat mempercepat pelayanan sehingga pelayanan
yang diberikan berkualitas dan dapat meningkatkan mutu. Hal tersebut
sesuai dengan misi UPT RSUD H Boejasin yaitu meningkatkan
kepuasan pelanggan dan kesejahteraan karyawan.
Gambar 1.1 Memanggilan pasien masuk ke Gambar 1.2 Menanyakan ulang identitas
ruang sampling pasien

Gambar 1.1 Memperkenalkan diri dan menjelaskan


tindakan yang akan dilakukan

2. Mempersiapkan alat dan bahan


3. Mengambil spesimen darah
4. Menangani spesimen darah
5. Identifikasi spesimen pasien
6. Mengolah spesimen darah