Anda di halaman 1dari 2

BUNDLE INFEKSI SALURAN KEMIH ( ISK )

No. Dokumen : No. Revisi : 00 Halaman : 1/1


RSU. PARINDU
PT KMN

Ditetapkan oleh Direktur


STANDAR Tanggal Terbit : RS. PARINDU
PROSEDUR 28 April 2017
OPERASIONAL
(SPO) (dr. Hendra Hadiyanta)

Suatu cara atau tindakan yang harus dilakukan pada saat pasien
Pengertian
terpasang kateter urin.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mencegah terjadinya
Tujuan
infeksi saluran kemih (ISK) pada pasien yang dipasang kateter urin.
Keputusan Direktur RSU Parindu Nomor : KMN/KPTS/029/XII/2015
Kebijakan tanggal 23 Desember 2015 tentang Kebijakan Pelayanan Pencegahan dan
pegendalian infeksi di rumah sakit Parindu.
1. Kaji kebutuhan :
a. Hati-hati dalam menentukan pemasangan kateter
b. Pertimbangkan untuk pemakaian kondom atau pemasangan intermillen
c. Pemasangan kateter hanya jika betul-betul diperlukan (adanya
permasalahan pada saluran perkemihan, dan untuk memonitoring output
yang ketat)
d. Segera lepas kateter jika sudah tidak diperlukan

2. Lakukan hand hygiene


a. Segera lakukan kebersihan tangan sebelum dan sesudah pemasangan
kateter serta setelah memanipulasi kateter
b. Pakailah sarung tangan jika memanipulasi atau mengosongkan urine bag

3. Lakukan teknik insersi


Prosedur a. Gunakan teknik aseptik saat pemasangan (sarung tangan steril, cairan
aseptik yang tepat, dan membersihkan bagian meatus uretra)
b. Kembangkan balon dengan jumlah air yang direkomendasikan pabrik.

4. Lakukan pemeliharaan kateter atau catheter maintenance


a. Fiksasi kateter untuk mencegah gerakan dan trauma pada meatus
b. Selalu meletakkan urine bag lebih redah dari kandung kemih
c. Tidak meletakkan urine bag dilantai
d. Periksa slang kateter sesering mungkin jangan sampai terlipat
e. Menjaga sistem drainase tertutup
f. Gunakan penampung pembuangan urine untuk satu pasien satu alat
g. Gunakan teknik aseptik untuk mendapatkan spesimen buang urine tiap
hari 8 jam (per shift) atau bila penuh
5. Lakukan pemeliharaan kateter atau catheter maintenance
h. Fiksasi kateter untuk mencegah gerakan dan trauma pada meatus
i. Selalu meletakkan urine bag lebih redah dari kandung kemih
j. Tidak meletakkan urine bag dilantai
k. Periksa slang kateter sesering mungkin jangan sampai terlipat
l. Menjaga sistem drainase tertutup
m. Gunakan penampung pembuangan urine untuk satu pasien satu alat
n. Gunakan teknik aseptik untuk mendapatkan spesimen buang urine tiap
hari 8 jam (per shift) atau bila penuh
6. Lakukan perawatan kateter atau catheter care
a. Lakukan perawatan perianal sehari-hari dan setiap selesai buang air besar
b. Gunakan kateter terkecil yang mencapai drainase
c. Tidak ada penggunaan krim atau serbuk didaerah perineum
d. Irigasi kandung kemih dan pemakaian antibiotika tidak dapat mencegah
ISK
7. Lakukan penggantian kateter atau catheter removd
a. Segera lepas kateter jika tidak diperlukan
b. Lepas atau ganti semua kateter dalam waktu 24 jam masuk ke rumah
sakit
c. Lepas atau ganti kateter jika pasien timbul gejala

1. Instalasi Rawat Inap


Unit Terkait 2. Kamar Bedah
3. VK