Anda di halaman 1dari 4

Nama : Nurul Shintha Hamsah

NIM : E041181312

PRODI : Ilmu Politik

A. Definisi Etika

1. Menurut Sumaryono (1995), Etika adalah studi tentang kebenaran dan


ketidakbenaran berdasarkan kodrat manusia yang diwujudkan melalui
kehendak manusia dalam bertindak.
2. Menurut W. J. S. Poerwadarminto, Etika adalah ilmu pengetahuan
tentang asas-asas akhlak (moral).
3. Menurut Franz Magnis Suseno, Etika adalah ilmu yang mencari
orientasi atau ilmu yang memberikan arah dan pijakan pada tindakan
manusia.
4. Menurut Drs. Sidi Gajabla, Menjelaskan etika sebagai teori tentang
tingkah laku atau perbuatan manusia yang dilihat dari sisi baik dan
buruknya sejauh mana bisa ditetapkan oleh akal manusia.
5. Menurut Ramali dan Pamuncak, Etika adalah pengetahuan tentang
perilaku yang benar dalam satu profesi.
6. Menurut H. A. Mustafa, Etika adalah ilmu yang menyelidiki, mana yang
baik dan mana yang buruk dengan memperhatikan amal perbuatan
manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran.
7. Menurut Suseno, Etika adalah suatu ilmu yang membahas tentang
bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu atau
bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab
berhadapan dengan berbagai ajaran moral.
8. Menurut Soergarda Poerbakawatja, Etika adalah suatu ilmu yang
memberikan arahan, acuan, serta pijakan kepada suatu tindakan manusia.
9. Menurut Ahmad Amin, Mengemukakan bahwa definisi etika adalah satu
pengetahuan yang menjelaskan tentang arti baik dan buruk serta apa yang
seharusnya dilakukan oleh manusia, juga menyatakan satu tujuan yang
perlu diraih manusia dalam perbuatannya serta menunjukkan arah untuk
melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.
10. Menurut Saya, Etika adalah membahasa masalah-masalah nilai tingkah
laku manusia.

B. Definisi Politik

1. Menurut Carl Schmidt, politik adalah suatu ruang lingkup yang


didalamnya terdapat orang-orang lebih membuat keputusan-keputusan
dibandingkan dengan lembaga-lembaga abstrak.
2. Menurut Litre, politik merupakan sebuah ilmu memerintah dan terkiat
dengan mengatur Negara.
3. Menurut Sri Sumantri, politik adalah pelembagaan yang masih erat
hubungannya terhadap manusias satu dengan yang lainnya yang
dilembagakan dalam berbagai macam badan politik termasuk suprastruktur
politik serta infrastruktur politik.
4. Menurut Wilbur White, politik merupakan suatu ilmu yang meneliti asal
mula, bentuk-bentuk serta proses-proses Negara dan pemerintah.
5. Menurut Ossip K.Flechteim, politik merupakan ilmu sosial yang secara
khusus mempelajari/menganalisa sifat dan tujuan dari Negara berdasarkan
Negara adalah organisasi kekuasaan, beserta sifat kemudian tujuan efek
kekuasaan lain yang tak resmi yang diperloleh dengan mempengaruhi
Negara.
6. Menurut Seely dan Stephen Leacock, politik memiliki arti yakni sebuah
ilmu yang masih terkait dalam menangani pemerintahan.
7. Menurut Adolf Grabowsky, politik adalah suatu kegiatan dalam
menyelidiki Negara dalam keadaan bergerak.
8. Menurut Aristoteles, politik merupakan usaha yang dijalankan oleh
warga Negara bertujuan untuk mewujudkan kebaikan bersama
9. Menurut Ibnu Aqil, politik memiliki pengertian berbagai hal simpel yang
lebih mendekati kemaslahatan bagi manusia dan lebih jauh dari kerusakan
walaupun tidak digariskan oleh Rasulullah SAW.
10. Menurut Saya, politik adalah proses interaksi antara pemerintah dengan
masyarakat untuk menentukan kebaikan bersama.

C. Definisi Etika Politik

1. Menurut Franz Magnes Suseno (1988:2), Etika Politik memberikan


patokan-patokan, orientasi dan pegangan normatif bagi mereka yang
memang ingin menilai kualitas tatanan dan keidupan politik dengan tolak
ukur martabat manusia.
2. Menurut Suseno (1987:15), pengertian etika politik tidak dapat
dipisahkan dengan subjek sebagai pelaku etika yaitu manusia. Oleh karena
itu etika politik berkait erat dengan bidang pembahasan moral. Hal ini
berdasarkan kenyataan bahwa pengertian ‘moral’ senantiasa menunjuk
kepada manusia sebagai subjek etika. Maka kewajiban moral dibedakan
dengan pengertian kewajiban-kewajiban lainnya, karena yang dimaksud
adalah kewajiban manusia sebagai manusia.
3. Menurut Telchman (1998), mempunyai tujuan menerangkan kebaikan
dan kejahatan. Etika politik dengan demikian, memiliki tujuan
menjelaskan mana tingkah laku politik yang baik dan sebaliknya. Standar
baik dalam konteks politik adalah bagaimana politik diarahkan untuk
memajukan kepentingan umum. Ada dasar yang fundamental dalam
memfungsikan sistem politik yang memadai.
4. Menurut Franklyn Haiman (1958), etika politik mensyaratkan adanya
peningkatan kapasitas rasional manusia. Upaya persuasi seperti kampanye
politik, komunikasi pemerintah, periklanan, dan lain-lain, adalah suatu
teknik untuk mempengaruhi penerima dengan menghilangkan proses
berfikir sadarnya dan menanamkan sugesti atau penekanan pada
kesadaran, agar menghasilkan perilaku otomatis yang tidak reflektif.
5. Menurut Paul Ricoeur (1990), mengatakan etika politik perlu untuk
hidup bersama dan untuk orang lain, memperluas lingkup kebebasan,
membangun institusi-institusi yang adil.

Menurut saya, Etika politik adalah proses pemgambilan kebijakan dengan


pemerintahan untuk mengatur batasan – batasan dalam bernegara dengan semua
aktifitasnya menggunakan perilaku dan sikap yang tinggi agar mencapai kebijakan
tersebut berjalan maksimal.