Anda di halaman 1dari 10

WAR 310 - KEWARGANEGARAAN

RESPON WAJIB PAJAK TERHADAP TAX AMNESTY

Seksi N

Disusun oleh:
Mariana Jelina 2014-034-036
Sr. Hetwika Yane 2014-034-030
Sharifah Aini Shara 2014-034-014
Kirana Ditha 2015-034-037
Yohanna Elvira 2013-070-117
Michelle Dylan 2014-070-285
Adrian Juliano 2016-070-258
William M. 2016-050-216

Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya


Agustus 2016

1
Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Mahasa Esa karena telah
melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
Kewarganegaraan kami ini dengan baik.

Makalah Kewarganegaraan yang telah kami buat mengambil tema Bagaimana


Kesadaran Masyarakat dalam Hal Membayar Pajak yang Dikaitkan dengan Amnesti
Pajak. Kami harap makalah ini dapat bermanfaat dalam rangka menambah
pengetahuan juga wawasan menyakut dunia perpajakan serta program-program yang
sedang berlangsung di Indonesia.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna dan tentunya masih
banyak kekurangan. Baik itu dari bahasa yang digunakan maupun dari teknik
penyajiannya. Oleh karena itu, dengan segala kekurangan dan kerendahan hati, kami
sangat mengharapkan adanya kritik, saran serta usulan demi memperbaiki makalah
yang kami sudah buat ini.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya informasi yang telah disusun ini dapat bermanfaat bagi kami sendiri
maupun orang yang membacanya.

Jakarta, Agustus 2016

2
I. BAB I
a. Pendahuluan ………………………………………………… 4
II. BAB II
a. Pajak dan Wajib Pajak …………………………..................... 6
b. Pengertian Tax Amnesty ………………..…………………… 7
c. Wajib Pajak Pribadi dapat Memanfaatkan Amnesti Pajak…… 8
d. Kewajiban Wajib Pajak untuk Mengikuti Amnesti Pajak ….... 9
e. Sasaran Amnesti Pajak dan Implikasinya terhadap Masyarakat . 10
III. BAB III
a. Kesimpulan dan Saran ………………………………………….
IV. DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………….

3
BAB I
PENDAHULUAN

Indonesia mulai memberlakukan tax amnesty, yang pendaftarannya sudah


dibuka sejak Senin, 18 Juli 2016. Pendaftaran dapat dilakukan di seluruh Kantor
Pajak Pratama (KPP). Sekitar 60 % pegawai KPP akan dikonsentrasikan untuk
melayani pendaftaran tax amnesty. Bagi mereka yang berkecimpung di dunia
keuangan dan perpajakan, mungkin sudah tak asing lagi dengan istilah tax amnesty.
Namun, sebagian masyarakat masih belum mengetahui pengertian tentang apa itu tax
amnesty.
Secara sederhana tax amnesty diartikan sebagai pengampunan pajak, hal ini
dilakukan agar mereka yang menyimpan hartanya di luar negeri mau menarik dan
menyimpan harta mereka di Indonesia. Orang Indonesia yang menyimpan hartanya di
luar negeri tentu memiliki berbagai alasan dan keuntungan kenapa mereka
menyimpan hartanya di luar negeri. Seperti di Singapura, negara tersebut
memberlakukan peraturan free tax (bebas pajak). Dengan adanya peraturan tersebut
tentu itu menjadi salah satu keuntungan bagi mereka yang menyimpan hartanya di
sana, selain lolos dari pajak di Indonesia.
Berapa lama dan jumlah harta orang kaya Indonesia yang disembunyikan di
luar negeri, tentunya hal tersebut adalah tanggungan pajak yang harus mereka bayar.
Untuk itu pemerintah melakukan upaya kepada mereka agar melaporkan hartanya
yang disimpan di luar negeri dan kembali membawanya ke Indonesia dengan
memberlakukan tax amnesty. Dengan kata lain, pajak terutang atas harta mereka di
luar negeri yang harus mereka bayar sebelumnya diampuni oleh pemerintah
Indonesia, dan wajib pajak akan dihitung dan dimulai dari awal.

4
BAB II
PEMBAHASAN

IIA. Pajak dan Wajib Pajak


Pajak (KBBI) adalah pungutan wajib, biasanya berupa uang yang harus dibayar oleh
penduduk sebagai sumbangan wajib kepada negara atau pemerintah sehubungan
dengan pendapatan, pemilikan, harga beli barang, dsb.
Menurut Charles E. McLure, pajak adalah kewajiban finansial atau retribusi
yang dikenakan terhadap wajib pajak (orang pribadi atau badan) oleh negara atau
institusi yang fungsinya setara dengan negara yang digunakan untuk membiayai
berbagai macam pengeluaran publik.
Dalam pasal 23A UUD 1945 pajak diartikan sebagai kontribusi yang
dikenakan kepada seluruh Warga Negara Indonesia, warga negara asing dan warga
yang tinggal secara kumulatif 120 hari di wilayah Indonesia dalam jangka waktu 12
bulan.
Wajib pajak sering disingkat dengan sebutan WP adalah orang pribadi atau badan
(subjek pajak) yang mwaijenurut ketentuan peraturan perundang-undangan
perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan, termasuk pemungut
pajak atau pemotong pajak tertentu. Wajib pajak bisa berupa wajib pajak orang
pribadi atau wajib pajak badan.
Wajib pajak pribadi adalah setiap orang pribadi yang memiliki penghasilan di atas
pendapatan tidak kena pajak. Di Indonesia, setiap orang wajib mendaftarkan diri dan
mempunyai nomor pokok wajib pajak (NPWP), kecuali ditentukan dalam undang-
undang.

IIB. Tax Amnesty


Amnesti pajak adalah program pengampunan yang diberikan oleh Pemerintah kepada
Wajib Pajak meliputi penghapusan pajak yang seharusnya terutang, penghapusan
sanksi administrasi perpajakan, serta penghapusan sanksi pidana di bidang perpajakan
atas harta yang diperoleh pada tahun 2015 dan sebelumnya yang belum dilaporkan
dalam SPT, dengan cara melunasi seluruh tunggakan pajak yang dimiliki dan
membayar uang tebusan. Program amnesti pajak ini terbagi atas tiga triwulan yaitu
Juli-September 2016, Oktober-Desember 2016, dan Januari-Maret 2017. Tarif tebusan
dipatok berbeda sesuai periode. Khusus repatriasi dan deklarasi dalam negeri, pada

5
periode pertama sebesar 2 persen dari harta bersih yang diungkap. Kemudian tarifnya
naik menjadi 3 persen pada periode kedua, dan pada periode terakhir sebesar 5 persen.

IIC. Wajib Pajak Pribadi dapat Memanfaatkan Amnesti Pajak


Yang dapat memanfaatkan kebijakan amnesti pajak adalah wajib pajak orang pribadi,
wajib pajak badan, wajib pajak yang bergerak di bidang Usaha Mikro Kecil dan
Menengah (UMKM), orang pribadi atau badan yang belum menjadi wajib pajak.
Terdapat beberapa persyaratan bagi Wajib Pajak yang dapat memanfaatkan amnesti
pajak, yaitu memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), membayar uang tebusan,
melunasi seluruh tunggakan pajak, melunasi pajak yang tidak atau kurang dibayar
atau melunasi pajak yang seharusnya tidak dikembalikan bagi wajib pajak yang
sedang dilakukan pemeriksaan bukti permulaan dan/atau penyidikan, menyampaikan
SPT PPh Terakhir bagi wajib pajak yang telah memiliki kewajiban menyampaikan
Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan; dan
mencabut permohonan:
pengembalian kelebihan pembayaran pajak;
pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi dalam Surat Ketetapan Pajak
dan/atau Surat Tagihan Pajak yang di dalamnya terdapat pokok pajak yang terutang;
pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar;
keberatan;
pembetulan atas surat ketetapan pajak dan surat keputusan;
banding;
gugatan; dan/atau
peninjauan kembali, dalam hal Wajib Pajak sedang mengajukan permohonan dan
belum diterbitkan surat keputusan atau putusan.

IID. Kewajiban Wajib Pajak untuk Mengikuti Amnesti Pajak


Kebijakan amnesti pajak adalah terobosan kebijakan yang didorong oleh
semakin kecilnya kemungkinan untuk menyembunyikan kekayaan di luar wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia karena semakin transparannya sektor keuangan
global dan meningkatnya intensitas pertukaran informasi antarnegara. Kebijakan
amnesti pajak juga tidak akan diberikan secara berkala. Setidaknya, hingga beberapa
puluh tahun ke depan, kebijakan amnesti pajak tidak akan diberikan lagi. Kebijakan
amnesti pajak, dalam penjelasan umum Undang-Undang Pengampunan Pajak, hendak

6
diikuti dengan kebijakan lain seperti penegakan hukum yang lebih tegas dan
penyempurnaan Undang-Undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan, Undang-Undang tentang Pajak Penghasilan, Undang-Undang tentang
Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah,
serta kebijakan strategis lain di bidang perpajakan dan perbankan sehingga membuat
ketidakpatuhan Wajib Pajak akan tergerus di kemudian hari melalui basis data kuat
yang dihasilkan oleh pelaksanaan Undang-Undang ini.
Ikut serta dalam amnesti pajak juga membantu pemerintah mempercepat
pertumbuhan dan restrukturisasi ekonomi melalui pengalihan harta, yang antara lain
akan berdampak terhadap peningkatan likuiditas domestik, perbaikan nilai tukar
Rupiah, penurunan suku bunga, dan peningkatan investasi; merupakan bagian dari
reformasi perpajakan menuju sistem perpajakan yang lebih berkeadilan serta
perluasan basis data perpajakan yang lebih valid, komprehensif, dan terintegrasi; dan
meningkatkan penerimaan pajak, yang antara lain akan digunakan untuk pembiayaan
pembangunan.

IIE. Sasaran Amnesti Pajak dan Implikasinya terhadap Masyarakat


Sasaran dari program tax amnesty atau pengampunan pajak tidak hanya diikuti oleh
masyarakat biasa. Para pejabat juga tidak terkecuali, termasuk pejabat di lingkungan
Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kantor Wilayah
Wajib pajak Khusus Muhammad Hanif. Menurutnya, para pegawai dan pensiunan
turut serta karena ingin memastikan bahwa mereka tidak lagi memiliki masalah pajak.
Hal ini juga sebagai bukti, bahwa program tax amnesty ini merupakan program
pertobatan nasional dari pidana pajak. “Meskipun mantan petugas pajak, mereka juga
tidak mau didatangi oleh petugas pajak karena ada kesalahan,” kata Hanif.

Hanif enggan membocorkan nama-nama mereka, dengan alasan kerahasiaan pribadi.


Yang pasti, dengan program ini, pemerintah memberi kesempatan Wajib Pajak yang
melakukan kesalahan pajak tak disengaja untuk membetulkan.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif center for Indonesian Analysis Taxation (CITA)


Yustinus Prastowo mengimbau pejabat publik ikut tax amnesty. Dengan begitu
mereka akan menjadi teladan bagi masyarakat. Dengan begitu, masyarakat lebih
yakin untuk ikut tax amnesty.

7
Namun, kebijakan amnesti pajak yang mewajibkan semua wajib pajak
mengungkapkan dan melaporkan hartanya, mulai memicu keresahan di tengah
masyarakat. Karena itu, pemerintah diminta membuat terobosan agar kebijakan
tersebut malah tidak membebani masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Pengamat pajak dari Center for Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo
mengusulkan kepada pemerintah agar memberikan perlakuan khusus untuk wajib
pajak yang tergolong sudah patuh dan menengah-kecil. Perlakuan khusus yang
dimaksud adalah untuk wajib pajak yang belum melaporkan seluruh hartanya dalam
Surat Pemberitahuan (SPT) pajak tahunan. Padahal, harta itu diperolehnya dari
penghasilan yang sudah kena pajak.

Masyarakat yang mengeluhkan yaitu laporan harta kekayaan yang dimiliki


baik rumah, tanah, mobil, deposito atau lainnya yang terkena pajak 2% menjadi beban
berat, untuk masyarakat yang punya usaha yang dianggap lumayan bisa
membayarnya, namun bagi masyarakat yang sehari-hari bekerja dengan gaji sekitar
Rp 3juta atau lebih atau usaha dagang kecil-kecilan untuk makan sehari-hari sudah
pas-pasan bagaimana membayar pajak hartanya seperti rumah dan tanah sudah
puluhan tahun dibeli dengan harganya hanya puluhan juta rupiah, karena perubahan
wilayah begitu pesat sehingga rumah dan tanah tersebut menjadi ratusan juta hingga
milliaran harus membayar 2 % dari harga NJOP Pajak Bumi dan Bangunan rumah
dan tanah tersebut mana mungkin terbayar, ada juga masyarakat yang awalnya punya
rumah dan dibangun sejak orang tuanya di atas tanah pihak lain dengan istilah sewa
tanah dengan tuan tanah banyak terjadi di Jakarta, rumah tersebut di kota harga naik
ikut nilai NJOP Pajak Bumi dan Bangunan sekarang menjadi milliaran rupiah harus
membayar pajak 2% sedangkan rumah tersebut tidak bisa dimiliki karena tanah bukan
miliknya dan mau membeli tanah pemiliknya tidak tahu dimana lagi, rumah tersebut
tidak bisa di jual,begitu juga bagi pengusaha yang baru merintis belum ada modal
kadang modal boleh hutang dengan menggadaikan hartanya seperti rumah mobil dan
lainnya sudah terkena pajak bukan usaha berkembang bisa menjadi tutup, sebaiknya
pihak Dirjen Pajak mengambil langkah yang tidak menyulitkan masyarakat seperti
bisa dicicil pembayaran pajak dalam tenggang waktu beberapa bulan sehingga
masyarakat bisa membayarnya.

8
BAB III

KESIMPULAN

Menurut kelompok kami, amnesti pajak adalah peraturan yang baik apabila
dijalankan dengan benar. Terdapat beberapa sisi positif yang dapat terjadi apabila
penerapan amnesti pajak berlangsung dengan baik, sebagai contoh bertambahnya
pendapatan negara yang diperoleh dari wajib pajak yang membayar uang tebusan
kepada pemerintah. Pendapatan negara tersebut tentu saja bisa meningkatkan
kemampuan pemerintah dalam belanja negara terutama dalam bidang infrastruktur
yang menopang pembangunan ekonomi di segala bidang. Selain tambahan
pendapatan negara, amnesti pajak juga bisa mendatangkan para investor untuk
berinvestasi di Indonesia. Hal tersebut bisa terjadi karena ini merupakan kesempatan
bagi orang atau badan usaha untuk menarik aset mereka ke Indonesia, dengan
penarikan atau pemindahan aset mereka yang ada di luar negeri para wajib pajak
tersebut diharapkan akan ikut membangun perekonomian di Indonesia terutama dalam
bidang industri.
Namun, ada beberapa sisi negatif dari amnesti pajak, yaitu pengampunan pajak
yang diberlakukan oleh pemerintah berarti tidak adanya sanksi pidana pajak bagi para
pengemplang pajak. Seperti yang sudah diketahui bahwa banyak para pengusaha
menyimpan aset mereka di luar negeri dikarenakan kebijakan pajak yang lebih
menguntungkan bagi mereka. Kelonggaran pemerintah dalam sanksi pidana pajak
bagi para pengusaha nantinya akan menimbulkan kekecewaan bagi publik. Penegakan
hukum di bidang pajak menjadi sorotan bagi masyarakat, dengan membayar tebusan
kepada pemerintah orang-orang yang seharusnya terjerat pidana pajak akan
mendapatkan pemutihan hukum. Opini publik tentu saja akan terbentuk bahwa
pemerintah lebih mengistimewakan para pengusaha dalam penegakan hukum pajak.

SARAN
Saran kelompok kami terdapat masalah pajak ini adalah agar pemerintah dapat
mensosialisasikan lebih banyak terkait dengan Amnesti Pajak sehingga masyarakat
memahami apa saja fungsi dan keuntungan dari program amnesti pajak ini. Selain itu,
dengan memperpanjang waktu Amnesti Pajak, agar lebih banyak masyarakat sadar
dan ingin bergabung dengan program tersebut. Selain itu, menurut kelompok

9
pemerintah juga tetap perlu mengadakan lebih banyak lagi sosialisasi tentang
pentingnya pajak bagi kesejahteraan negara dan seluruh masyarakat, sehingga
masyarakat juga lebih peduli dengan program-program pemerintah yang berkaitan
dengan pajak.

DAFTAR PUSTAKA

10