Anda di halaman 1dari 5

Fungsi kurikulum pendidikan islam

1. Fungsi Kurikulum
a. Fungsi Kurikulum dalam Rangka Pencapaian Tujuan Pendidikan
Kurikulum pada suatu sekolah merupakan suatu alat atau usaha mencapai tujuan-
tujuan pendidikan yang diinginkan sekolah tertentu yang dianggap cukup tepat dan
krusial untuk dicapai, sehingga salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah meninjau
ulang tujuan yang selama ini digunakan oleh setelah bersangkutan.1
Tujuan pendidikan dapat dijabarkan dari tujuan tertinggi yaitu tujuan pendidikan
terakhir yang akan dicapai. Sampai tujuan yang paling rendah yaitu tujuan yang akan
dicpai setelah selesai kegiatan belajar.2
Di Indonesia ada empat tujuan pendidikan utama yang secara hierarkis dapat
dikemukakan:
1) Tujuan Nasional
2) Tujuan institusional
3) Tujuan kurikuler
4) Tujuan instruksional
Dalam pencapain tujuan pendidikan yang dicita-citakan, tujuan tujuan tersebut
mesti dicapai secara bertingkat, yang saling mendukung, sedangkan keberadaan
kurikulum disini adalah sebagai alat untuk mencapai tujuan (pendidikan).3
b. Fungsi kurikulum bagi anak didik
Kurikulum sebagai organisasi pengalaman belajar disusun dan disiapkan untuk
murid sebagai salah satu “konsumen”.
Dengan ini diharapkan mereka akan dapat sejumlah pengalaman baru yang kelak
dapat dikembangkan seirama dengan perkembangannya guna melengkapi bekal
hidupnya.
Sebagai alat dalam mencapai tujuan pendidikan, kurikulum diharapkan mampu
menawarkan programprogram pada anak didik yang akan hidup pada zamannya, dengan

1
Abdullah Idi, Pengembangan Kurikulum, (Yogyakarta: Ar Ruzz Media, 2007)., hlm 202- 206
2
Nur Syamsiyah Yusuf, Diktat Seri Kuliah Ilmu Pendidikan Pengembangan kurikulum, IAIN Sunan Ampel,
Tulungagung, 1989, hlm 11 14
3
Abdullah Idi, Pengembangan Kurikulum. (Yogyakarta: Ar Ruzz Media, 2007)., hlm 206
latar belakang sosio histories dan cultural yang berbeda dengan zaman dimana kedua
orang tuanya berada.4
Berkaitan dengan fungsi kurikulum sebagai alat atau pedoman dalam proses
pembelajaran bagi siswa, terdapat enam fungsi tembahan terkait dengan fungsi kurikulum
bagi siswa,5 yaitu:
1) Fungsi Penyesuaian
Fungsi penyesuaian memilki arti bahwa kurikulum merupakan sebuah alat
dalam pendidikan yg harus mengarahkan peserta didikan agar supaya memliki
sifat well adjusted, yaitu mampu menyesuaikan dirinya dengan lingkungan
sekitar, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial.
Dimana lingkungan senantiasa mengalami perubahan. Oleh karena itu,
peserta didik pun harus memiliki skil untuk menyesuaikan diri dengan perubahan
yang terjadi di lingkungannya.
2) Fungsi Integrasi
Kurikulum harus mampu berhasil mencetak peserta didik menjadi pribadi
yg utuh. Peserta didik pada dasarnya merupakan anggota dan bagian dari
masyarakat. Oleh karena itu, peserta didik harus memilki kemampuan yg
dibutuhkan dalam masyarakat.
3) Fungsi Diferensiasi
Kurikulum harus mampu memberikan pelayanan terhadap keragaman
setiap individu, setiap peserta didik memiliki beragam karakteristik baik dari fisik
dan psikis yg harus dilayani dengan baik.
4) Fungsi Persiapan
Kurikulum harus mampu mempersiapkan peserta didik di lembaga terkait
untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Selain itu, kurikulum harus
mampu mempersiapkan peserta didik dalam hidup bermasyarakat dikala peserta
didik tidak dapat melanjutkan pendidikannya.
5) Fungsi Pemilihan

4
Ibid, hal 207
5
Tim Pengembangan MKDP, kurikulum dan pembelajaran. 2010 Jakarta: Rajawali Pers, hlm 9-10
Kurikulum harus mampu memberikan kesempatan kepada peserta didik
untuk memilih program studi yg diminati dan sesuai kemampuannya.
6) Fungsi Diagnostik
Kurikulum harus mampu mengorganisir atas setiap kesulitan yang
dihadapi peserta didik dalam kesulitan belajarnya.
c. Fungsi kurikulum bagi pendidik
Guru sebagai pendidik, telah dipersiapkan secara formal dalam lembaga
pendidikan keguruan. Ia telah dibekali dengan pengetahuan tentang seluk beluk dan teori-
teori pendidikan anak, seperti pengembangan kurikulum, ilmu jiwa, strategi belajar
mengajar dan lain-lain.
Guru juga telah diberi ketrampilan praktis untuk memiliki kepribadian yang baik
sebagai pendidik. Ia telah diberikan kepercayaan dan pengakuan baik oleh pemerintah
maupun masyarakat, dan menjalankan tugasnya secara professional dengan menyiapkan
rencana yang matang melalui kurikulum tertulis.
d. Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah/Pembina sekolah
Kepala sekolah merupakan administrator dan supervisor yang mempunyai
tanggung jawab terhadap kurikulum.
Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah dan para Pembina lainnya adalah:

1) Sebagai pedoman dalam mengadakan fungsi supervisi, yakni memperbaiki


situasi belajar.

2) Sebagai pedoman dalam melaksanakan fungsi supervise dalam menciptakan


situasi untuk menunjang situasi belajar anak kea rah yang lebih baik.

3) Sebagai seorang administrator, menjadikan kurikulum sebagai pedoman untuk


mengembangkan kurikulum pada masa mendatang.

4) Sebagai pedoman untuk mengadakan evaluasi atas kemajuan belajar mengajar.6

e. Fungsi kurikulum bagi orang tua


Meskipun orang tua telah menyerahkan anak-anak mereka kepada kepala sekolah
agar diajarkan ilmu pengetahuan dan dididik menjadi orang yang bermanfaat.

6
Ibid hlm 208-209.
Tetapi mereka dapat turut serta membantu usaha sekolah demi kemajuan putera-
puterinya, alangkah baiknya kalau mereka mengetahui tentang kurikulum yang
dijalankan di sekolah.
Dengan demikian partisipasi orang tua dapat menjadi faktor penunjang dan bukan
faktor penghambat.
f. Fungsi kurikulum bagi sekolah tingkat diatasnya
Fungsi kurikulum dalam hal ini dapat dibagi menjadi dua, yakni17:
1) Pemeliharaan keseimbangan proses pendidikan
Pemahaman kurikulum yang digunakan oleh suatu sekolah pada tingkatan diatasnya
dapat melakukan penyesuaian didalam kurikulumnya, yakni:
a) Jika sebagian kurikulum sekolah bersangkutan telah diajarkan pada sekolah
yang berada dibawahnya, sekolah dapat meninjau kembali perlu tidaknya
bagian tersebut diajarkan.
b) Jika keterampilan-keterampilan tertentu yang diperlukan dalam mempelajari
kurikulum suatu sekolah belum diajarkan kepada sekolah yang berada
dibawahnya, sekolah dapat mempertimbangkan masuknya program tentang
keterampilanketerampilan ini ke dalam kurikulumnya.7
2) . Penyiapan tenaga baru

Kurikulum juga berfungsi untuk menyiapkan tenaga pengajar. Bila suatu


sekolah atau lembaga pendidikan bertujuan menghasilkan tenaga guru (LPTK),
maka lembaga tersebut harus mengetahui kurikulum sekolah pada tingkat
dibawahnya tempat calon guru yang dipersiapkan akan mengajar.8

g. Fungsi bagi masyarakat dan pemakai lulusan sekolah


Pada umumnya sekolah dipersiapkan untuk terjun di masyarakat atau untuk
bekerja sesuai dengan keterampilan profesi yang dimilikinya. Oleh karena itu, kurikulum
sekolah haruslah mengetahui atau mencerminkan hal-hal yang menjadi kebutuhan
masyarakat atau para pemakai tamatan sekolah.

7
Ibid, hlm 210
8
Ahmad dkk, Pengembangan Kurikulum,(Bandung: Ristata Setia, 1998), hlm 98
Untuk keperluan itu perlu kerja sama antara pihak sekolah dengan pihak luar
dalam hal pembenahan kurikulum yang diharapkan. Dengan demikian, masyarakat atau
para pemakai lulusan sekolah dapat memberikan bantuan, kritik atau saran-saran yang
berguna bagi penyempurnaan program pendidikan di sekolah.9
2. Pendidikan Agama Islam

Pendidikan sebagai usaha membina dan mengembangkan pribadi manusia, aspek


rohaniah, dan jasmaniah, juga harus berlangsung secara bertahap. Sebab tidak ada satupun
makhluk ciptaan Allah yang secara langsung tercipta dengan sempurna tanpa melalui suatu
proses.10

Kematangan dan kesempurnaan yang diharapkan bertitik tolak pada pengoptimalan


kemampuannya dan potensinya. Tujuan yang diharapkan tersebut mencakup dimensi
vertikal sebagai hamba Tuhan; dan dimensi horisontal sebagai makhluk individual dan
sosial. Hal ini dimaknai bahwa tujuan pendidikan dalam pengoptimalan kemampuan atau
potensi manusia terdapat keseimbangan dan keserasian hidup dalam berbagai dimensi.11

Demikian pula yang diharapkan oleh pendidikan agama Islam. Muhaimin


berpendapat bahwa pendidikan agama Islam bermakna upaya mendidikkan agama Islam
atau ajaran Islam dan nilainilainya agar menjadi pandangan dan sikap hidup seseorang. Dari
aktivitas mendidikkan agama Islam itu bertujuan untuk membantu seseorang atau
sekelompok anak didik dalam menanamkan dan atau menumbuhkembangkan ajaran Islam
dan nilai-nilainya untuk dijadikan sebagai pandangan hidupnya.

Pendidikan agama Islam adalah Pendidikan Islam. Al-Syaibani mengartikannya


sebagai “usaha pendidikan untuk mencapainya, baik pada tingkah laku individu dan pada
kehidupan pribadinya atau pada kehidupan masyarakat dan pada kehidupan alam sekitar
pada proses kependidikan”.12

9
Ibid., hlm 99
10
Arifin, H. Muzayyin. 2003. Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara. Hlm 12
11
Ibid. Hlm 12-15
12
Al-Syaibany. 1997. Falsafah al-Tarbiyyah alIslamiyyah, Alih Bahasa: Hasan Langgulung, Falsafah Pendidikan
Islam. Jakarta: Bulan Bintang. Hlm 399