Anda di halaman 1dari 4

TUBERKULOSIS PARU

: 441/ /PKM-
No. Dokumen
PRG/SOP/ /2019
S
O No. Revisi :

P TanggalTerbit :

Halaman : 1/2

Puskesmas Syamsuddin.SKM.M.Adm.Kes
Parigi Nip.19740222 200502 1 001

1. Pengertian Tb paru adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh


kuman TB yaitu Mycobacterium tuberculosis
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penerapan langkah-langkah penatalaksanaan
tuberkulosis paru dalam rangka peningkatan mutu dan kinerja di
Puskesmas Parigi.
3. Kebijakan SK kepala Puskesmas Parigi Nomor: 440/ /PKM-PRG/SK/ /2019
tentang Pelayanan Klinis
4. Referensi Permenkes no. 5 tahun 2014 tentang Panduan Klinis bagi Dokter di
Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer halaman 9-16.
5. Langkah-Langkah 1. Petugas menanyakan keluhan yang dirasakan olehpasien
2. Petugas mencatat hasil anamnesa di kartu status pasien
3. Lakukan pemeriksaan fisik pada pasien : inspeksi,palpasi
,perkusi dan palpasi paru
4. Lakukan pemeriksaan penunjang: BTA sputum
Penanganan tuberculosis paru
5.1 Pemberian terapi :
a. OAT Kategori I untuk semua pasien TB (termasuk pasien dengan
infeksi HIV)yang tidak pernah mendapt terapi TB sebelumnya
a.1. Fase Awal selama 2 bulan, terdiri dari: Isoniazid, Rifampisin,
Pirazinamid, dan Etambutol.
a.2. Fase lanjutan selama 4 bulan, terdiri dari: Isoniazid dan Rifampisin.
b. OAT kategori II untuk semua pasiem TB yang pernah mendapat terapi
TB lebih dari 1 bulan
b.1. Fase Awal selama 3bulan,terdiri dari: Isoniazid,Rifampisin,
Pirazinamid, dan Ethambutol.ditambah dengan Injeksi Stretomycin
(tergantung BB) selama 2bulan.
b.2. Fase Lanjutan selama 5 bulan, terdiri dari: Isoniazid dan Rifampisin
serta Ethambutol.
c. Untuk membantu dan mengevaluasi kepatuhan, harus dilakukan
prinsip pengobatan dengan: 1. Sistem Patient-centred strategy, yaitu
memilih bentuk obat, cara pemberian cara mendapatkan obat serta
kontrol pasien sesuai2. Pengawasan Langsung menelan obat
(DOT/direct observed therapy)
d. Semua pasien dimonitor respon terapi, penilaian terbaik adalah
follow-up mikroskopis dahak (2 spesimen) pada saat:
Akhir fase awal (setelah 2 bulan terapi), apabila pada akhir fase ini
hasil pemeriksaan dahak masih positif langsung dilanjutkan terapi
lanjutan
Pada follow up bulan ketiga dilakukan pemeriksaan dahak masih tetap
positif maka dilakukan pemeriksaan penunjang yaitu pemeriksaan
Multi Drug Resistance
1 bulan sebelum akhir terapi, dan pada akhir terapi.
Pasien dengan hasil pemeriksaan dahak positif pada 1 bulan sebelum
akhir terapi dianggap gagal (failure) dan harus meneruskan terapi
modifikasi yang sesuai dan dilkukan pemeriksaan penunjang yaitu
pemeriksaan Multi Drug Resistence.
Evaluasi dengan foto toraks bukan merupakan pemeriksaan prioritas
dalam follow up TB paru.
e. Petugas melakukan pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan dan
pengobatan di rekam medis.
f. Di daerah prevalensi infeksi HIV tinggi, infeksi Tuberkulosis – HIV
sering bersamaan, konsultasi dan tes HIV diindikasikan sebagai
bagian dari tatalaksana rutin.
g. Semua pasien dengan infeksi Tuberkulosis-HIV harus dievaluasi
untuk: 1. Menentukan indikasi ARV pada tuberkulosis. 2. Inisasi
terapi tuberkulosis tidak boleh ditunda. 3. Pasien infeksi tuberkulosis-
HIV harus diterapi Kotrimoksazol apabila CD 4 < 200. Selama terapi :
evaluasi foto setelah pengobatan 2 bulan dan 6 bulan.
6. Bagan Alir
Mulai

Form TB 01
Anamnesa &
Pemeriksaan fisik ,
amati tanda bahaya
Form TB 02

Form TB 03
Pemeriksaan penunjang :
- Pemeriksaan BTA
- Pemeriksaan Rontgen
Penegakan Diagnosa

a. OAT Kategori I untuk semua pasien TB (termasuk pasien


dengan infeksi HIV)yang tidak pernah mendapt terapi TB
sebelumnya
a.1. Fase Awal selama 2 bulan, terdiri dari: Isoniazid,
Rifampisin, Pirazinamid, dan Etambutol.
a.2. Fase lanjutan selama 4 bulan, terdiri dari: Isoniazid dan
Rifampisin.
b. OAT kategori II untuk semua pasiem TB yang pernah
mendapat terapi TB lebih dari 1 bulan
b.1. Fase Awal selama 3bulan,terdiri dari:
Isoniazid,Rifampisin, Pirazinamid, dan
Ethambutol.ditambah dengan Injeksi Stretomycin
(tergantung BB) selama 2bulan.
b.2. Fase Lanjutan selama 5 bulan, terdiri dari: Isoniazid dan
Rifampisin serta Ethambutol.
c. Akhir fase awal (setelah 2 bulan terapi), apabila pada akhir
fase ini hasil pemeriksaan dahak masih positif langsung
dilanjutkan terapi lanjutan

Tidak Gagalkategori I
Membaik dilanjutkan kategori
2.(dilakukan
pemeriksaan suspek
MDR)
Ya
Gagal kategori 2
lakukan suspek MDR

Selesai

7. Unit Terkait Loketpendaftaran, Unit layanan KIA, Unit layanan MTBS, Laboratorium
dan Apotek
8. RekamanHistoris Tanggal Mulai
No. Yang Diubah Isi Peubahan
Perubahan Diberlakukan
DAFTAR TILIK

Unit :

Nama Petugas :

Tgl. Pelaksanaan :

NO. TIDAK
KEGIATAN YA TIDAK
BERLAKU
Apakah petugas menanyakan keluhan yang dirasakan
1
oleh pasien?

Apakah petugas mencatat hasil anamnesa di kartu


2
status pasien?

Apakah Lakukan pemeriksaan fisik pada pasien :


3
inspeksi,palpasi ,perkusi dan palpasi paru?
Apakah petugas lakukan pemeriksaan penunjang: BTA
4
sputum?
Apakah petugas melakukan penanganan Tuberculosis
5
Paru?

Compliance Rate ( CR ) : %

Parigi,
Pelaksana / Auditor

(....................................)