Anda di halaman 1dari 19

POLTEKAD KODIKLATAD

JURUSAN TEKNIK ELEKTRONIKA

LAPORAN PRAKTEK UAS


KIKIR

KIKIR

Disusun Oleh :

Kelompok II :
1. Serda Renggel Pramono 20160118E
2. Serda Bayu Setiawan 20160115E
3. Serda M. Arifin 20160114E
4. Serda Himawan Tri .W 20160112E
5. Serda Dwi Sugiarto 20160117E

JURUSAN TEKNIK ELEKTRONIKA SISTEM SENJATA D4≠1


TA. 2016-2017
KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrahim
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas
berkat rahmat dan karunia-nya saya dapat menyusun laporan mengenai
“Praktik Kerja Bangku” ,yang merupakan salah satu persyaratan untuk
memenuhi tugas mata kuliah bengkel mekanik. Dilaporkan ini berisi tentang
cara kerja bangku.
Dalam pembuatan laporan ini saya banyak mendapat kendala dan
hambatan. Tapi atas bantuan dari berbagai pihak akhirya saya dapat
menyelesaikan laporan ini tepat waktu. Dan pada kesempatan ini saya
mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah banyak
membantu sehingga saya dapat meyelesaikan laporan ini.
Saya menyadari bahwa laporan yang saya buat ini masih terbatas atas
ilmu dan pengalaman yang kami miliki. Besar harapan saya, agar pembaca
dapat memberikan saran serta kritik yang membangun. Semoga laporan ini
dapat bermanfaat khususnya bagi saya dan pembaca pada umumnya.

Batu , Februari 2017


2
DAFTAR ISI

Kata pengantar ...........................................................................................1


Daftar Isi ….................................................................................................2

BAB I PENDAHULUAN

1. Umum.....................................................................................3
2. Maksud dan Tujuan................................................................3
3. Ruang Lingkup dan Tata Urut................................................3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

4. Pengertian Umum Tentang Kikir............................................4


5. Macam-macam Kikir..............................................................6
6. Bagian-bagian Kikir................................................................7
7. Spesifikasi Kikir......................................................................7
8. Pengelompokan kikir berdasarkan kode kekerasan gigi........8

BAB III CARA KERJA KIKIR

9. Cara penggunaan.................................................................9
10. Cara Mengikir......................................................................11
11. Perawatan kikir....................................................................12
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

12. Kesimpulan dan Saran.....................................................13

BAB V PENUTUP

13. Penutup...........................................................................14

4
BAB I
PENDAHULUAN

1. Umum. Perkembangan zaman yang disertai oleh perkembangan ilmu


pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang pesat dewasa ini menciptakan era
globalisasi dan keterbukaan yang menuntut setiap individu untuk ikut serta di
dalamnya, sehingga sumber daya manusia harus menguasai IPTEK serta
mampu mengaplikasikannya dalam setiap kehidupan. Dalam bidang rekayasa
teknik mesin ada sebuah praktek kerja yang melibatkan keahlian kita dalam
bidang mekanikal yaitu kerja bangku, Kerja bangku adalah kegiatan produksi
yang dilakukan tanpa mengunakan mesin berat, hanya menggunakan alat-alat
yang langsungdigunakan oleh tangan manusia. Contohnya dalam berbagai
kegiatan seperti: menggergaji, mengetap, menyenai, mengikir dan
menggambar benda kerja. Dalam proses kerja bangku disebutkan ada proses
kerja mengikir yang mana tujuan utamanya meretakan seluruh permukaan
hasil dari proses kerja bangku dan dalam proses tersebut banyak alat
pendukung yang bisa mempermudah pengikiran suatu benda. Menanggapi
dengan hal tersebut untuk melakukan proses mengkikir dibutuhkan sebuah
alat kerja bangku yang dinamakan “KIKIR”. Dengan alat tersebut menjadi
dasar praktek Bintara Siswa D4 jurusan Elkasista angkatan I untuk
melaksanakan praktek dalam materi perkuliahan Bengkel Mekanik. Kerja
dilaksanakan di bengkel mekanik Poltekad Kodiklat TNI AD.

5
2. Maksud dan Tujuan. Adapun maksud dan tujuan penulisan laporan ini
adalah sebagai berikut :
a. Maksud. Penulisan laporan ini dimaksud untuk laporan pelaksanaan
praktek pada mata kuliah bengkel mekanik.
b. Tujuan. Laporan pelaksanaan praktek mengkikir bertujuan untuk
melatih siswa agar dapat membuat sebuah bentuk benda dengan
alat yang seadanya.

3. Ruang Lingkup dan Tata Urut. Adapun ruang lingkup penulisan


laporan ini adalah sebagai berikut :
a. Ruang Lingkup. Lingkup pembahasan laporan tentang praktek
mengkikir ini meliputi jenis-jenis kikir dan penjelasannya serta cara
kerja mengkikir.
b. Tata Urut. Laporan praktikum mengkikir ini disusun dengan tata urut
sebagai berikut:
1) Bab I Pendahuluan
2) Bab II Tinjauan Pustaka
3) Bab III Cara kerja mengkikir
4) Bab IV Kesimpulan dan saran
5) Bab V Penutup

6
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

4. Pengertian Umum Tentang Kikir.


Secara umum kikir adalah alat perkakas tangan yang berguna untuk
pengikisan benda kerja. Kegunaan kikir pada pekerjaan penyayatan untuk
meratakan dan menghaluskan suatu bidang, membuat rata dan menyiku
antara bidang satu dengan bidang lainnya, membuat rata dan sejajar,
membuat bidang-bidang berbentuk dan sebagainya.

Kikir terbuat dari baja karbon tinggi yang ditempa dan disesuaikan
dengan ukuran panjang,bentuk, jenis dan gigi pemotongnya. Tangkainya
dibiarkan lunak agar kuat. Badan kikir keras dan rapuh, maka hampir semua
kikir harus disimpan secara terpisah dan dilindungi untuk mencegah patah.
Kikir diklasifikasikan menurut jenis gigi, kekasaran gigi, penampang dan
panjang.

Derajat kekerasan kikir adalah kasar setengah kasar dan sangat halus.
Guratan tunggal dipergunakan untuk mengikir logam lunak.Guratan ganda
dipergunakan untuk pekerjaan yang bersifat umum. Satu set guratan membuat
sudut 45°, yang lain 70°, kedua-duanya terhadap sumbu memanjang kikir.
7

Guratan parut digunakan untuk pekerjaan kasar pada bahan lunak, misalnya
alumunium.

5. Macam-macam Kikir

a. Bastard
Adalah kikir kasar panjang badan 12”, dengan jumlah gigi 9
gigi/cm, cs = 25 , s= 0,01 , n= 40 dan mempunyai tingkat kehalusan N9
s/d N8.

b. Half Smooth
Adalah kikir setengah halus panjang badan 10”, dengan jumlah
gigi 12 gigi/cm , cs = 25 , s = 0,005 , n = 40 dan tingkat kehalusan N8
s/d N7.

8
c. Smooth
Adalah kikir halus, panjang badan 8” dengan jumlah gigi 20
gigi/cm cs = 25 s = 0,0025 , n = 40 dengan tingkat kehalusan N7 s/d
N6.

d. Kikir bujur sangkar


Guratan ganda pada keempat muka. Dipergunakan untuk
membuat jalur, menyiku celah dan pundak bujursangkar. Ukuran
panjangnya guratan 100 mm hingga 500 mm.

e. Kikir segitiga
Guratan ganda pada ketiga muka. Digunakan untuk sudut-sudut
yang canggung dan lebih kecil daripada 90°. Ukuran panjangnya 100
mm hingga 300 mm.

f. Kikir bulat
Guratan tunggal atau ganda. Digunakan untuk permukaan yang
lengkung, meluaskan lubang. Ukuran panjangnya 100 mm hingga 500
mm. Kikir bulat kecil dikenal sebagai alat kikir buntut tikus.

g. Kikir setengah bulat


Guratan ganda satu permukaan berbentuk cembung.
Dipergunakan untuk pekerjaan yang bersifat umum dan mengikir
lengkungan bagian dalam. Ukuran panjangnya 100 mm hingga 450 mm.

9
h. Kikir tipis
Guratannya ganda. Badannya persegi empat panjang, tetapi
jauh lebih tipis daripada kikir-kikir lainnya. Dipergunakan untuk mengikir
alur yang sempit, misalnya untuk mengepas bubungan kunci pintu.

6. Bagian-bagian utama kikir


Kikir adalah suatu alat untuk mengikir benda kerja agar diperoleh
permukaan yang rata dan halus yang dilakukan dengan tangan

7. Spesifikasi kikir
Spesifikasi kikir meliputi jenis gigi, kekasaran gigi, penampang dan
panjang. Spesifikasi kikir berdasarkan penampangnya.

10
Jenis kekerasan kikir.

8. Pengelompokan kikir berdasarkan kode kekasaran gigi


Untuk dapat menghasilkan pengikiran yang maksimal, pemilihan kikir
harus sesuai dengan jenis pekerjaan dan hasil pengikiran yang dikehendaki.

11
Tabel 1 memperlihatkan Pengelompokan kikir berdasarkan kode
kekasaran gigi dan penggunaannya.

Banyak gigi tiap


No. Jenis Kode Penggunaan
panjang 1 Cm
1. Kasar 00 12
Pekerjaan kasar dan tidak
0 15
presisi
1 20
2. Medium 2 25
3 31 Pekerjaan sedang
4 38
3. Halus 5 46
Pekerjaan finishing dan
6 56
presisi
8 84

12
BAB III
CARA KERJA KIKIR

9. Cara penggunaan kikir

a. Pemegangan dan penekanan kikir


Pekerjaan pengikiran akan berhasil dengan baik apabila para pekerja
mengetahui tentang jenis kikir yang harus digunakan sesuai dengan bahan
yang akan dikerjakan, berikut (Gambar 1.6) cara memegang kikir yang benar
adalah tangkai kikir harus dipegang dengan tangan kanan dengan ibu jari
berada di atas tangkai kikir, sedangkan jari telunjuk mengikuti panjang tangkai
kikir terlihat seperti gambar dibawah ini :

13
Tabel 2 pemegangan kikir untuk berbagai kebutuhan pengerjaan.

Sifat
No. Pemegangan Keterangan
pengikiran
1. Pengikiran Ujung kikir
berat digenggam kuat

2. Pengikiran Ujung kikir


ringan dipegang jari

3. Pengikiran Ujung kikir


bidang kerja dipegang dan
tipis ditekan jari

b. Gerakan badan dan ayunan kikir


Mengikir merupakan suatu pekerjaan yang sepenuhnya menggunakan
anggota badan dan tenaga yang cukup besar serta berlangsung dalam waktu
yang cukup lama. Kondisi ini tentunya perlu disertai dengan kenyamanan kerja
dalam artian antara gerakan badan, pengaturan tenaga dan perasaan dapat
berjalan secara serasi. Jika tidak bisa berakibat fatal, cepat lelah dan badan

14
akan terasa sakit-sakit.Namun secara umum ketinggian ragum, posisi kaki
dangerakan badan tidak jauh berbeda, sebagai pendekatan kesesuaian itu
dapat diilustrasikan sebagai berikut :

10. Cara Mengikir


a. Dalam proses pengikiran perlu memperhatikan:
1) Tinggi ragum terhadap orang yang bekerja
2) Pencekaman benda kerja
3) Pemegangan kikir
4) Posisi kaki dan badan
5) Gerakan kikir
6) Kebersihan kikir

15
b. Langkah pengikiran yang baik
1) Pemegangan Cara pemegangan tangkai kikir pihak
pabrik sudah memperhatikan anatomi tangan kita. Tangan kanan
memegang tangkai dan tangan kiri memegang ujung kikir
sebagai pengarah dan pengimbang tenaga dan dorongan.
2) Posisi kaki dan badan
Usahakan kaki kiri tegak lurus di bawah ragum
membentuk sudut 300 dan kaki kanan membentuk sudut 750 .
Jarak antara kaki kiri dan kanan sebanding dengan panjang kikir
yang digunakan., sedangkan jarak antara siku dengan
permukaan ragum lebih kurang 5 – 8 cm.
Posisi badan cenderung agak miring ke depan dan mata
konsentrasi menghadap pada benda kerja.

16
c. Langkah pengekiran
1) Panjang langkah : langkah optimal, posisi langkah dan
langkah nominal
2) Gesekan langkah : arah langkah, jarak gesekan
3) Jumlah langkah : panjang batang kikir, aktifitas orang
(normative) stabil/waktu kecepatan potong pada material (Cs)

11. Perawatan Kikir


Alat-alat kerja bangku tidak boleh diletakkan secara bertumpuk satu
dengan lainnya, agar awet penggunaan kikir dan sesuai dengan fungsinya.
Kebersihan kikir perlu dijaga untuk efisiensi pengikiran,

17
Karena chips yang menempel dialur kikir dapat mempengaruhi pemakanan
dan juga kehalusan benda kerja, sehingga setiap 20 – 40 kali (untuk bastard)
pengikiran harus dibersihkan dengan file brush dan arah membersihkannya
sesuai dengan arah alur kikir.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

12. Kesimpulan dan Saran. Adapun krsimpulan dan saran penulisan


laporan ini adalah sebagai berikut :
a. Kesimpulan. Berdasarkan pembahasan laporan ini disimpulkan:
1) kikir adalah alat perkakas tangan yang berguna untuk
pengikisan benda kerja.
2) Diperlukan sebuah teknik yang benar dan kesabaran
dalam proses pengkikiran suatu benda dan alat agar dihasilkan
suatu benda yang bagus.
b. Saran. Untuk mendapatkan sebuah hasil kikiran yang bagus
dan rapi, perlu menggunakan kikir yang sesuai dengan apa yang
akan dibuat sehingga pekerjaan akan terasa lebih mudah dan lebih
cepat.

18
BAB V
PENUTUP

13. Penutup. Demikian laporan pelaksanaan praktek bengkel mekanik


dengan menggunakan alat kikir, sebagai pertanggung jawaban atas
pelaksanaan praktek. Hal-hal yang belum tercantum pada pelaksanaan
praktek ini, penulis mohon kritik dan saran yang membangun sehingga
penulisan akan menjadi lebih sempurna dan bermanfaat bagi penulis
khususnya dan para pembaca umumya.