Anda di halaman 1dari 12

JARINGAN PENYUSUN PADA GIGI

KELOMPOK 5

ANGGOTA KELOMPOK:
Nyoman Rizki Puspita Kandarini (1902551009)
Matthew Evan Purnomo (1902551010)
Made Gosha Anantawijaya (1902551042)
Anak Agung Ayu Adiya Atmanastuty (1902551020)
I Ketut Suandika Dharma Yanta (1902551030)
Made Dianti Milena Wardati (1902551040)
Ni Putu Ayu Ratnasari (1902551041)

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi dan Profesi Dokter Gigi


Fakultas Kedokteran
Universitas Udayana
2019

1
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa sebab atas segala berkat,
rahmat serta karunia-Nya, makalah mengenai “Jaringan Penyusun Gigi” ini dapat
diselesaikan tepat waktu.
Kami ucapkan terimakasih kepada drg L. Wyn Ayu Rahaswanti, Sp.KGA
selaku dosen mata kuliah Kedokteran Gigi yang sudah memberikan kepercayaan
kepada kami untuk menyelesaikan tugas ini. Tidak lupa pula kami ucapkan
terimakasih kepada drg Putri Marina Sukmadewi yang telah membimbing kami
dalam pembuatan Makalah ini sehingga makalah ini dapat terealisasikan dengan
baik. Kami sangat berharap dengan adanya makalah ini dapat memberikan manfaat
dan edukasi bagi pembaca mengenai jaringan jaringan yang terdapat pada gigi.
Demikian yang dapat kami sampaikan, Namun, tidak dapat dipungkiri
bahwa dalam pembuatan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan
kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca
untuk kemudian makalah kami ini dapat kami perbaiki dan menjadi lebih baik lagi.

Jimbaran, 10 September 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ......................................................................................................... i
Daftar isi .................................................................................................................. ii
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang ...................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ..............................................................................................1
1.3 Tujuan ................................................................................................................2
1.4 Manfaat ..............................................................................................................2
BAB II Isi Laporan
2.1 Jaringan Penyusun Gigi…….. ...........................................................................3
2.2 Jaringan Email ...................................................................................................3
2.3 Jaringan Dentin ................................................................................................4
2.4 Jaringan Pulpa ..................................................................................................5
2.5 Jaringan Sementum ...........................................................................................6
BAB III Kesimpulan dan Saran
3.1 Kesimpulan .......................................................................................................8
3.2 Saran...…………………………………………………………………………8

Daftar Pustaka

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Gigi adalah bagian yang penting dalam rongga mulut, karena gigi memiliki
fungsi yang tidak dapat tergantikan, antara lain untuk mengunyah makanan
sehingga membantu pencernaan, untuk berbicara serta untuk menunjang
penampilan wajah (Scheid &Weiss, 2014). Kesehatan gigi memiliki peranan yang
besar dalam kehidupan manusia, sehingga kesehatan gigi menjadi sangat penting
karena perawatan yang diberikan akan mempengaruhi kesehatan tubuh secara
menyeluruh.
Di dalam gigi sendiri tedapat jaringan yang memiliki fungsi berbeda-beda,
seperti email yang berfungsi untuk melapisi mahkota gigi, dentin yang berfungsi
untuk mendukung email gigi dan menyerap tekanan saat mengunyah, sementum
berfungsi untuk membalut akar gigi, pulpa berfungsi dalam menjaga, mendukung,
dan pembentukan lanjutan dari dentin (Nanci, 2017).
Masih banyak lagi fungsi jaringan gigi, struktur jaringan penyusun gigi, dan
bagian-bagian dari jaringan penyusun gigi yang harus kita ketahui lebih dalam lagi
tentang hal ini, agar bisa mempertahankan kesehatan gigi serta mencegah penyakit
atau kerusakan pada gigi dan jaringan gigi.
Jadi alasan kami menulis latar belakang ini, sebagai pengetahuan dan masukan
dalam kehidupan sehari-hari mengenai kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat
awam, karena masih minimnya pengetahuan tentang jaringan-jaringan di gigi jadi
ditakutkan banyak orang yang tidak tahu bagaimana cara memelihara dan
mempertahankan kesehatan giginya.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah yang dapat diambil oleh penulis dari latar belakang di
atas adalah sebagai berikut,
1.2.1 Apa saja jaringan penyusun gigi?
1.2.2 Bagaimanakah struktur jaringan penyusun gigi?
1.2.3 Apa fungsi dari jaringan penyusun gigi?

1
1.3 Tujuan
Dari tiga rumusan masalah yang telah ditarik oleh penulis, adapun tiga tujuan
dari laporan ini adalah,
1.3.1 Dapat mengetahui jaringan penyusun gigi.
1.3.2 Dapat mengetahui fungsi jaringan penyusun gigi.
1.3.2 Dapat mengetahui struktur jaringan penyusun gigi.

1.4 Manfaat

Manfaat dari pembuatan makalah ini yaitu dapat memberikan informasi


dan juga untuk menambah wawasan bagi para pembaca. Informasi tersebut
mencakup pengertian tentang jaringan penyususn gigi. Sedangkan, bagi
penulis manfaat yang didapat dari pembuatan makalah ini adalah dapat
menambah wawasan pula, selain itu dapat membagi ilmu yang didapatkan
yang telah ia cari dari berbagai sumber yang telah dirangkum.

2
BAB 2
ISI LAPORAN

2.1 Jaringan Penyusun Gigi


Gigi adalah organ yang berperan dalam proses mengunyah yang terdiri dari
deretan gigi pada bagian rahang atas dan rahang bawah. Struktur Gigi secara umum
terdiri atas tiga bagian yaitu korona gigi, akar gigi, dan leher gigi. Menurut fungsi
yang dimilikinya, gigi tergolong ke dalam sistem pencernaan. Gigi berfungsi dalam
proses mastikasi (pengunyahan), membantu dalam proses berbicara, serta bagian
dari estetika wajah (Listrianah, Zainur & Hisata, 2018).
Gigi terdiri atas empat jaringan penyusun yaitu email, dentin, sementum, dan
pulpa. Email, dentin, dan sementum memiliki struktur yang keras sejak
mengandung mineral, terutama kalsium. Hanya email dan sementum yang terlihat
jelas pada gigi utuh, sedangkan dentin dan pulpa umumnya tidak dapat dilihat pada
gigi utuh (Scheid &Weiss, 2014).

2.1.1 Jaringan Email


Email atau enamell merupakan lapisan permukaan terluar (bagian eksternal) gigi
yang berawarna putih dan keras pada bagian anatomi mahkota gigi. Jaringan email
ini merupakan jaringan epitel yang telah terdiferensiasi menjadi jaringan yang
melindungi dan menutupi mahkota gigi. Email merupakan jaringan keras eksentrik
karena asal-muasalnya, memiliki sifat kimiawi yang berbeda dari berbagai protein
matriks nonkolagen yang diekspresikan ameloblast serta memiliki protein kristal
yang berukuran besar (Nanci, 2017). Pada jaringan ini terdapat kandungan kalsium
atau mineral yang tinggi dan merupakan substansi paling keras pada tubuh.
Kandungan mineralnya adalah sekitar 96% kalsium hidroksipat. Zat yang tersisa
adalah 5% air dan matriks email gigi berupa jaringan fibrosa. Email berfungsi untuk
melapisi jaringan dentin dan menjadi bagian yang sangat keras yang menutupi
dentin sehingga dapat menjadi pelindung gigi terhadap rangsangan-rangsangan
pada saat pengunyahan (Bernard L, 2011).

3
Email ini berkembang dari organ email dan merupakan hasil dari sel-sel
khusus yang disebut ameloblast (Williams, L, 2012). Ameoblast ini menutupi
seluruh permukaan saat mengalami proses pembentukan email, namun akan hilang
ketika gigi muncul ke dalam rongga mulut. Hilangnya sel-sel ini membuat email
tidak dapat mengalami pemulihan atau regenerasi. Untuk mengimbangi
keterbatasan ini, email telah mengalami proses mineralisasi yang tinggi sehingga
menciptakan struktur yang kompak. Komposisi dari email juga memungkinkan
email untuk menahan proses pengunyahan yang kuat serta keadaan asam dari
makanan. Dalam proses pembentukan email, setelah sekresi email yang terakhir,
jaringan email yang telah terbentuk secara utuh belum mengalami proses
mineralisasi secara sempurna. Proses mineralisasi ini berlangsung setelah 2-3 tahun
perkembangan email. Pada proses ini protein dan air yang terdapat di email
diekskresikan bersamaan dengan penyerapan fosfat serta kalsium. Proses
penyerapan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain laju difusi, konsentrasi,
dan tingkatan pH. Dalam proses mineralisasi ini, ion-ion flourida memiliki peran
yang sangat penting (Fauziah, Suwelo, & Soenawan 2013).
Email terdiri atas dua bagian yaitu email rod dan rod sheath. Email rod atau
disebut juga dengan nama prisma email adalah struktur utama dari email yang
mengandung kristal-kristal hidroksiapatit. Sedangkan rod sheath adalah bagian
struktur luar dari email rod yang substansinya sebagian besar terdiri atas jaringan
matriks berupa fibrosa organik. Setiap jenis gigi memiliki ketebalan email yang
berbeda-beda (Fauziah, Suwelo, & Soenawan, 2013). Salah satu penyebabnya
adalah proses remineralisasi yang terjadi pada gigi sulung. Gigi sulung memiliki
kandungan email yang lebih tipis daripada gigi permanen karena gigi permanen
merupakan hasil remineralisasi dari gigi sulung. Ketebalan maksimum dari jaringan
email ini adalah 2,5 mm (Fauziah, Suwelo, Soenawan 2013).

2.2.2 Jaringan Dentin


Dentin merupakan jaringan keras berwarna kekuning-kuningan yang berada di
dasar email dan sementum karena dentin adalah bagian yang merupakan dasar dari
mahkota dan akar gigi, terletak secara meluas dari rongga pulpa keluar menuju ke
permukaan bagian dalam email dan sementum. Dentin umumnya dapat diamati

4
dengan radiografi gigi atau ketika email dan sementum telah aus saat mengalami
pembusukan atau pengeburan dengan bur (Scheid, R C, Weiss G, 2012). Dentin
pada radiks gigi dilapisi dengan sementum. Bagian dalam dentin terdapat pulpa
(Yulina, AT,Hidayat, B & Malinda, Y 2018). Jaringan dentin dewasa terdiri dari
70% kalsium hidroksipatit 18% bahan organik dan 12% air menyebabkan dentin
lebih keras dari sementum.
Dentin berkembang dari papila gigi embrionik. Sel-sel dentin disebut
odontoblast yang terletak di antara pulpa dan dentin (Scheid, R C, Weiss G, 2012).
Dentin maupun pulpa berasal dari neural crest yang selama tahap embrional dari
perkembangan gigi, pulpa merupakan jaringan lunak yang lengkap dengan sistem
mikrovaskularisasi, persyarafan, induksi dan pertahanan serta merupakan sumber
yang kaya dengan sel punca mesenkhim Sel tersebut memiliki kapasitas untuk
berdiferensiasi menjadi berbagai macam sel. Fungsi dari pulpa adalah
menghasilkan dentin, pada awal perkembangan gigi pulpa menghasilkan dentin
primer kemudian menghasilkan denitn sekunder selama seterusnya dan juga dentin
sekunder yang diakibatkan oleh rangsangan oleh patogen (Hadi, RS & Kusuma, I.,
2019).

2.2.3 Jaringan Pulpa


Pulpa gigi adalah suatu jaringan lunak, yang pada umumnya garis luar
jaringan pulpa mengikuti garis luar bentuk gigi ( Ardana, B Y, Hidayat B, & Fahmi,
O 2019). Pulpa terletak ditengah-tengah gigi yang disebut cavum pulpa, yang terdiri
dari pembuluh darah, syaraf, dan pembuluh limfa (Yulina, AT,Hidayat, B &
Malinda, Y 2018). Garis luar ruang pulpa mengikuti bentuk mahkota gigi dan
bentuk garis luar saluran pulpa mengikuti bentuk akar.
Pulpa gigi dalam rongga pulpa berasal dari jaringan mesenkim dan memiliki
fungsi sebagai pembentuk, penahan, mengandung zat-zat makanan, dan
mengandung sel-sel saraf. Permukaan dari pulpa gigi memiliki fungsi untuk
membentuk dentin. Sistem sensori pada pulpa gigi memiliki fungsi untuk
mengontrol peredaran darah dan sensitifas rasa sakit. Ruang pulpa akan mengecil
secara perlahan seiring karena usia dan lamanya gigi digunakan. ( Ardana, B Y,
Hidayat B, & Fahmi, O 2019). Rongga pada pulpa memiliki bagian korona dan

5
bagian akar yang dikelilingi oleh dentin, kecuali lubang di dekat ujung akar yang
disebut dengan foramen apikal . Pada foramen apikal terdapat saraf dan pembuluh
darah. Merupakan jaringan lunak yang mengandung banyak pembuuh darah dan
serabut saraf.
Beberapa fungsi pulpa, yaitu :
1. Fungsi formatif yaitu membentuk odontoblast yang tidak hanya
membentuk dentin tetapi juga berinteraksi dengan epitel gigi untuk
memulai pembentukan email di masa awal pembentukan gigi.
2. Fungsi protektif yaitu melakukan perlindungan dan perbaikan
terhadap efek suatu rangsangan berbahaya.
3. Fungsi nutritive yaitu menyediakan nutrisi yang penting untuk
pembentukan dentin dan untuk menjaga vitalitas semua elemen sel
( Scheid, R C, Weiss G, 2012 ).

2.2.4 Jaringan Sementum


Sementum merupakan jaringan mesenkim yang mengalami klasifikasi dan
terletak di permukaan akar anatomis serta berwana kekuningan (Thamrin, 2015).
Struktur dari jaringan sementum ini tipis terutama sementum yang letaknya
mendekat ke arah cerevical line atau sementoemail. Sementoemail ini merupakan
pemisah antara sementum yang berada pada akar gigi dengan email pada mahkota
gigi. Sementum ini memiliki ketebalan sekitar 50-100 mikro meter. Kandungan dari
jaringan sementum ini terdiri atas 65% kalsium hidroksiapatit, 35% bahan organik
berupa kolagen dan 12% air. Sel-sel yang membentuk sementum disebut dengan
sementoblast (Scheid &Weiss, 2014).
Terdapat dua bentuk utama dari sementum akar yaitu aselluler (primer) dan
selluler (sekunder) (Thamrin, 2015) Keduanya bentuk dari sementum ini
mengandung serat serat kolagen yang telah mengalami klasifikasi menjadi matriks
interfibriliar. Sementum primer merupakan bagian sementum yang tidak terdapat
sel-sel, oleh karena itu disebut dengan sementum aseluler. Sementum ini kira-kira
menutupi 2/3 bagian servikal dari akar. Sementum ini dibentuk tepat sebelum
korona gigi mennyentuh bidang oklusal. Sedangkan sementum skunder merupakan
kebalikan dari sementum primer. Sementum skunder merupakan sementum yang

6
dibentuk setelah gigi mencapai dataran oklusal dan prosesnya lebih teratur. Pada
umumnya sementum ini mengandung sel-sel yang berada pada lakuna (ruang
tersendiri) yang saling berkaitan dan saling terhubung membentuk sistem
anatomosis kanalikulus. Jaringaan sementum bersama-sama membentuk unit
fungsional yang sangat penting saat gerakan gigi ortodontik dilakukan.

7
BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan paparan diatas, dapat disimpulkan bahwa gigi adalah organ


yang berperan dalam proses mengunyah yang terdiri dari deretan gigi pada bagian
rahang atas dan rahang bawah. Struktur Gigi secara umum terdiri atas tiga bagian
yaitu korona gigi, akar gigi, dan leher gigi. Sedangkan gigi terdiri atas empat
jaringan penyusun yaitu, email, dentin, sementum, dan pulpa. Di dalam gigi sendiri
tedapat jaringan yang memiliki fungsi berbeda-beda, seperti email yang berfungsi
untuk melapisi mahkota gigi, dentin yang berfungsi untuk mendukung email gigi
dan menyerap tekanan saat mengunyah, sementum berfungsi untuk membalut akar
gigi, pulpa berfungsi dalam menjaga, mendukung, dan pembentukan lanjutan dari
dentin.

3.2 Saran

Penulis menyadari bahwa makalah diatas memiliki banyak kesalahan dan


jauh dari kesempurnaan. Penulis akan memperbaiki makalah tersebut dengan
berpedoman pada banyak sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka dari
itu Penulis mengharapkan kritik dan saran mengenai pembahasan makalah dalam
kesimpulan di atas.

8
DAFTAR PUSTAKA

Ardana., B Y, Hidayat B & Fahmi, O. (2019). Deteksi Usia Pasien Di Rumah


Sakit Gigi Dan Mulut Universitas Padjajaran Berdasarkan Citra
Radiograf Panoramik dengan Metode Image Registration dan Adaptive
Region Growing dengan Teknik Klasifikasi Decision Tree. e-Proceeding
of Engineering, 6. (1), 679
auziah, E., Suwelo, i. S., & Soenawan, H. (2013). Kandungan unsur Fluorida Pada
Email Gigi Tetap Muda Yang di Tumpat Semen Ionomer Kaca dan
Kompomer. Indonesian Journal of Dentistry, 15(3), 205-211.
Listrianah, Zainur, R., & Hisata, L. S. (2018). Gambaran Karies Gigi Molar
Pertama Permanen Pada Siswa-Siswi Sekolah Dasar Negeri 13 Palembang.
Jurnal Kesehatan Poltekkes Paembang, 13(2).
Nanci, A. (2018). en Cate's Oral Histology 9th edition . St. Louis: Elsevier.
Nasution, AI., Gani, BA., & Asbarini, F. (2018). Topografi Dentin Setelah
Penyikatan dengan Sodium Lauryl Sulfate pada Berbagai Durasi Waktu
Ditinjau dengan Atomic Force Microscopy. Cokradonya Dental Journal,
10 (1), 32
Scheid, RC & Weiss, G. (2012) Woelfels Dental Anatomy. United State of
America: Wolters Kluwer Health.
Thamrin, N. A. (2015). Kebutuhan perawatan Periodontal ada Remaja SMP N 1
Belopa Usia 12-14 Tahun di Kabupaten Luwu. Makkasar.
Yulina, AT., Hidayat, B & Malinda, Y. (2018). Identifikasi Usia Manusia
Berdasarkan Citra Panoramic Radiograph Gigi Kaninus Rahang Bawah
Menggunakan Metode Watershed dan Klasifikasi Support Vector Machine
(SVM). e-Proceeding of Engineering, 6(1), 766.