Anda di halaman 1dari 7

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sama halnya seperti sistem tubuh yang lain, sistem koordinasi juga dapat
mengalami ganguan atau kelainan, sehingga tidak dapat menjalankan fungsinya
dengan baik. Faktor yang mempengaruhi adanya kelaian pada sistem koordinasi
disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam sedangkan faktor eksternal
adalah faktor yang berasal dari luar. Salah satu ganguan yang mengganggu fungsi
saraf pada sistem koordinasi adalah penyakit neuritis.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa itu Penyakit Neuritis?
2. Apa penyebab Penyakit Neuritis?
3. Bagaimana cara Pengobatan Penyakit Neuritis?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Mengetahui Penyakit Neuritis.
2. Mengetahui Penyebab Penyakit Neuritis.
3. Mengetahui Pengobatan Penyakit Neuritis.
1.4 Manfaat Penelitian
1. Bagi siswa, bermanfaat untuk menambah wawasan tentang gangguan yang
menyerang fungsi saraf.
2. Bagi masyarakat umum, bermanfaat untuk mengetahui apa itu penyakit Neuritis
dan pencegahannya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Penyakit Neuritis
Neuritis atau neuropati adalah peradangan saraf periferal atau saraf tepi yang
merupakan sistem saraf di luar sistem saraf pusat yang berfungsi utnuk
menjalankan otot dan organ tubuh.
2.2 Jenis-Jenis Penyakit Neuritis
Kasus neuropati yang sering ditemui ada tiga jenis, yaitu:
1. Neuropati periferal, yaitu peradangan yang terjadi di saraf tepi, seperti di jari-
jari kaki dan jari-jari tangan.
2. Neuropati kranial yang dibagi lagi menjdi 2 jenis, yaitu
a. Neuropati optik, yaitu peradangan yang terjadi di saraf optik, seperti mata.
b. Neuropati audiotorik, yaitu peradangan yang terjadi di saraf kranial,
seperti telinga.
3. Neuropati otonom, yaitu peradangan saraf yang terjadi di saraf otonom yang
bertanggung jawab dalam mengendalikan denyut jantung, tekanan darah,
keringat, pencernaan, dan respon yang tidak disengaja.
2.3 Penyebab Penyakit Neuritis
1. Trauma/cedera
2. Diabetes, karena gula darah yang tidak terkontol
3. Iskemia, yaitu kondidi saat jaringan tubuh kekurangan suplai darah yang
mengakibatkan terhambatnya aliran darah ke saraf
4. Defisiensi vitamin B, terutama vitamin B12
5. Obat-obatan, seperti obat terapi kanker (vincristine), antibiotik
(metronodazole dan isoniozid)
6. Alkohol
7. Infeksi oleh beberapa virus dan bakteri
8. Adanya tumor
2.4 Gejala penyakit Neuritis
1. Gejala Neuropati Perfieral
a. Fugsi Motorik
- Kram otot
- Otot mengecil
- Sulit mengangkat kaki dan berjalan
- Kelumpuhan pada salah satu atau beberapa otot
b. Fungsi Sensorik
- Parestesia (Sensasi kesemutan)
- Rasa perih dan menyengat di bagian kaki dan tungkai
- Mati rasa
2. Gejala Neuropati Optik
- Penglihatan kabur
- Sulit membedakan warna
- Kehilangan penglihatan
3. Gejala Neuropati Audiotorik
- Berkurangnya kemampuan mendengar
4. Gejala Neuropati Otonom
- Hipotesi (Tekanan darah menurun)
- Takikardia (Detak jantung bertamabah cepat)
- Hipoglikemia (Gula darah menurun)
2.5 Diagnosa Penyakit Neuriitis
Untuk mendiagnosa lebih lanjut dapat dilakukan dengan beberapa uji lab, yaitu:
1. Elektromiografi (EMG) merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk
melihat ada tidaknya ketidaknormalan saraf, menentukan saraf mana yang
rusak, mengukur sinyal listrik dalam tubuh, dan mengecek sistem mtorik.
2. Tes darah, untuk melihat akar penyebab neuritis yang diderita.
3. Biopsi kulit, yaitu pengambilan kulit untuk mengonfirmasi neuropati yang
mempengaruhi saraf kecil yang berakhiran di kulit.
4. Tes fungsi otonom, yaitu tes non-invasif yang megevaluasi saraf otonom.
2.6 Pengobatan Penyakit Neuritis
1. Secara umum dilakukan dengan cara terapi fisik, suplementasi vintamin B,
dan terapi medis atau saraf.
2. Lebih spesifik:
a. Untuk gejala ringan diberikan obat ibuprofen (pereda nyeri).
b. Untuk gejala sedang diberikan obat amitriptilin dan northtriptilin (obat anti
depresan) yang dapat dapat meningkatkan penyebaran isyarat ke saraf
otak. Pemberian obat gabapentin (obat anti konvulsi) dan krim yag
mengandung obat bius lidokain.
c. Untuk gejala berat diberikan obat kodein/metadon (obat pereda nyeri
narkotika).
2.7 Pencegahan Penyakit Neuritis
1. Mengatur pola makan
2. Mengobati pemicu radang
3. Mengonsumsi vitamin B, terutama vitamin B12
4. Rutin berolahraga
5. Berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Neuritis adalah peradangan saraf periferal atau saraf tepi yang disebabkan oleh
pengaruh fisik maupun penyakit awal yag diderita.
3.2 Saran
LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA
Irnaningtyas. 2016. BIOLOGI. Jakarta: Erlangga.

Sumber internet:
https://www.singhealth.com.sg/PatientCare/Overseas
referral/bh/Conditions/Pages/Peripheral-Neuropathy.aspx
http://www.alodokter.com/neuropati
https://www.news-medical.net/health/What-is-Peripheral-Neuropathy-
%28Indonesian%29.aspx
https://hellosehat.com/penyakit/neuropati/