Anda di halaman 1dari 60

LAPORAN MAGANG

RSUD dr. R.SOEDARSONO KOTA PASURUAN

(Tanggal 1 Maret 2019 - 30 Maret 2019)

STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) INDIKATOR WAKTU TUNGGU


PELAYANAN PASIEN INSTALASI RAWAT JALAN
RSUD dr. R.SOEDARSONO KOTA PASURUAN

MOHAMMAD ZAINUDIN
1723201007

PROGRAM STUDI S1 KESEHATAN MASYARAKAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MAJAPAHIT
MOJOKERTO
TAHUN 2019
LAPORAN MAGANG
RSUD dr. R.SOEDARSONO KOTA PASURUAN

(Tanggal 1 Maret 2019 - 30 Maret 2019)

STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) INDIKATOR WAKTU TUNGGU


PELAYANAN PASIEN INSTALASI RAWAT JALAN
RSUD dr. R.SOEDARSONO KOTA PASURUAN

Laporan praktikum magang ini diajukan


kepada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit
untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan
Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat

MOHAMMAD ZAINUDIN
1723201007

PROGRAM STUDI S1 KESEHATAN MASYARAKAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MAJAPAHIT
MOJOKERTO
TAHUN 2019
i
ii
iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas Karunia dan HidayahNya, sehingga
penyusunan laporan magang di RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan dengan judul
“Standar Pelayanan Minimal (SPM) Indikator Waktu Tunggu Pasien Instalasi Rawat
Jalan RSUD dr. R.Soedarsono Kota Pasuruan” ini dapat diselesaikan.
Laporan magang ini disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam menyelesaikan Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat di Stikes Majapahit
Mojokerto Tahun Akademik 2019.
Laporan magang ini berisikan mengenai permasalahan waktu tunggu pasien di Instalasi
Rawat Jalan RSUD dr. R.Soedarsono Kota Pasuruan berdasarkan fakta yang ada di
lapangan.
Dalam penyusunan laporan magang ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan
arahan dan petunjuk dari berbagai pihak. Untuk itu dengan penuh rasa hormat, penulis
menyampaikan banyak terimakasih kepada :
1. Dr. Henry Sudiyanto, S.Kp., M.Kes., selaku Ketua Stikes Majapahit Mojokerto yang
telah memberikan surat ijinMagang.
2. dr. Yuning K, Sp., THT, selaku Pembimbing Lapangan magang dan Kepala
Instalasi Rawat Jalan RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan atas segala arahan
dan bimbingannya.
3. Arief Fardiansyah, ST., M.Kes., selaku Ketua Program Studi S1 Kesehatan
Masyarakat Stikes Majapahit Mojokerto.
4. Dwi Helynarti S, S.Si., SKM., M.Kes., selaku Pembimbing Akademik magangyang
dengan sabar dan perhatian dalam memberikan bimbingan, semangat dan saran
hingga laporan magang ini bisa terselesaikan dengan baik.
5. Semua pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan magang ini.
Demikian, semoga laporan magang ini bisa memberi manfaat bagi diri kami sendiri
dan pihak lain yang menggunakan.
Mojokerto, Mei 2019

Penulis

iv
DAFTAR ISI
Halaman
SAMPUL LUAR ........................................................................................ i
SAMPUL DALAM ..................................................................................... ii
LEMBAR PERSETUJUAN ........................................................................ iii
IDENTITAS MAGANG ............................................................................. iv
KATA PENGANTAR ................................................................................. v
DAFTAR ISI ............................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ....................................................................................... vii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................. viii
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... ix
BAB 1 PENDAHULUAN ......................................................................... 1
A. Latar Belakang ....................................................................... 1
B. Tujuan Magang ...................................................................... 3
1. Tujuan Umum ................................................................... 3
2. Tujuan Khusus .................................................................. 3
C. Manfaat Magang ................................................................... 3
1. Institusi Pendidikan (STIKes) .......................................... 3
2. Institusi Kesehatan (RSUD) ............................................. 3
3. Mahasiswa ......................................................................... 4
BAB 2 ANALISIS SITUASI UMUM...................................................... 5
A. Sejarah Berdirinya Rumah Sakit............................................ 5
B. Letak dan Status Rumah Sakit ............................................... 7
C. Visi ......................................................................................... 8
D. Misi ........................................................................................ 9
E. Tujuan ................................................................................... 13
F. Struktur Organisasi RSUD .................................................... 14
G. Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi .................................... 15
BAB 3 ANALISA SITUASI INSTALASI RAWAT JALAN ............... 19
A. Tujuan .................................................................................... 19
B. Kebijakan Pelayanan RSUD................................................. 20
C. Struktur organisasi Instalasi Rawat Jalan .............................. 26
D. Uraian Tugas .......................................................................... 27
E. Standar Pelayanan Minimal.................................................... 30
F. Waktu Tunggu Pelayanan Pasien Rawat Jalan ...................... 31
G. Jadwal Kegiatan ..................................................................... 32
BAB 4 PEMBAHASAN............................................................................ 33
A. Identifikasi Masalah .............................................................. 33
B. Prioritas Masalah ................................................................... 41
C. Alternatif Solusi .................................................................... 43

v
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN.......................................................... 44
A. Simpulan ............................................................................... 44
B. Saran ..................................................................................... 44
DAFTAR PUSTAKA
Lampiran

vi
DAFTAR TABEL

No Judul Tabel Halaman

Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan Magang ........................................................ 32

Tabel 4.1 Waktu Tunggu Pelayanan Pasien Instalasi Rawat Jalan ......... 36

Tabel 4.2 Prioritas masalah tentang waktu Tunggu pelayanan pasien.... 42

vii
DAFTAR GAMBAR

No Judul Gambar Hala

man

Gambar 2.1 Struktur Organisasi RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan ...... 14

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Instalasi Rawat Jalan ..................................... 26

Gambar 4.1 Diagram Fishbone Waktu tunggu pelayanan pasien

Instalasi Rawat Jalan...................................................................... 39

viii
Daftar Lampiran

No Judul Lampiran
Lampiran 1 Dokumentasi Kegiatan

ix
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan

pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan

rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat ( Undang-Undang Republik Indonesia

Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit Bab I, Pasal 1, butir 1 ).Dalam hal

kesehatan masyarakat semakin kritis dan telah menyadari tentang hak-hak yang

harus mereka dapatkan pada saat mereka menerima service jasa kesehatan. Dunia

profesi kesehatan telah mengalami perkembangan yang cukup berarti, sehingga

dituntut pelayanan yang profesional. Profesional yang dimaksud dalam hal ini adalah

suatu sikap dan tindakan yang mencerminkan pemahaman serta kemampuan

penerapan dalam praktek sehari-hari yang berlandaskan pada bidang keilmuan yang

spesifik, dimana semua hal tersebut diupayakan untuk terciptanya suatu pelayanan

yang berkualitas dan mempunyai akuntabilitas terhadap masyarakat. Pelayanan

profesional pada dasarnya memberi penekanan pada kualitas dan mutu. Mutu dari

pelayanan sangat mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan dan bahkan sering

menjadi salah satu faktor penentu citra institusi pelayanan di mata masyarakat.

Kegiatan magang merupakan kegiatan mandiri mahasiswa yang dilakukan

diluar lingkungan kampus guna mendapatkan kesempatan belajar dan menambah

pengetahuan serta ketrampilan tertentu yang dapat dipelajari melalui pengalaman

langsung sesuai dengan bidang peminatannya. Pelaksanaan magang dapat dilakukan

dengan dua metode, yaitu metode partisipasi aktif dan observasi, yang
1
pelaksanaannya disesuaikan dengan formasi struktural dan fungsional pada

instansi tempat magang, baik dilembaga pemerintahan, BUMN, perusahaan swasta,

Usaha kecil menengah, LSM atau lembaga lain yang sesuai.

Dengan kegiatan magang, mahasiswa dapat mengaplikasikan segala ilmu

pengetahuan yang didapatkan dibangku kuliah dengan kerja nyata di institusi atau

lembaga magang dengan harapan dapat memberikan kontribusi yang positif.

Melalui kegiatan magang diharapkan para lulusan Sarjana Kesehatan

Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit – Mojokerto memiliki bekal

pengalaman, pengetahuan dan ketrampilan yang bersifat akademik dan profesional

sehingga mampu berkompetisi dan bersaing dalam pasar kerja yang ada.

Menurut Undang – Undang Republik Indonesia no. 13 tahun 2003 tentang

ketenagakerjaan pasal 21 – 30, yang selanjutnya ditetapkan Peraturan Menteri

Tenaga Kerja dan Transmigrasi no. 22 tahun 2009 tentang Penyelenggaraan

pemagangan di dalam negeri, disebutkan bahwa pemagangan diartikan sebagai

bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu antara

pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara langsung dibawah bimbingan

dan pengawasan instruktur dalam proses produksi barang dan / jasa lainnya di

perusahaan dalam rangka mendapatkan keterampilan atau keahlian tertentu.

Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka mahasiswa berminat

melakukan kegiatan magang di RSUD dr. R.Soedarsono Kota Pasuruan.

2
B. Tujuan Magang :

1. Tujuan Umum :

Memberikan kemampuan mahasiswa melalui kesepadanan pengetahuan

dan keterampilan yang diperoleh dengan ruang lingkup institusi yang relevan

dengan bidang kesehatan.

2. Tujuan Khusus :

a. Untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang dunia kerja, dalam hal

konsep keilmuannya maupun aplikasi praktisnya.

b. Untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam proses pengumpulan

data.

c. Untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam proses identifikasi

masalah kesehatan.

d. Untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menyusun rencana

pemecahan masalah.

C. Manfaat Magang

1. Perguruan Tinggi

Dapat memperkaya khasanah dunia kerja melalui informasi yang diperoleh

dari lapangan, sehingga dapat melakukan penyesuaian materi perkuliahan

terhadap tuntutan dunia kerja yang pada akhirnya dapat menghasilkan lulusan

yang lebih kompetitif.

2. RSUD dr. R.Soedarsono Kota Pasuruan

Dengan adanya mahasiswa magang, institusi magang dapat lebih terbuka dan

menerima suatu ilmu pengetahuan terbaru.

3
3. Mahasiswa

Mahasiswa dapat menimba pelajaran praktis dari lapangan dengan

membandingkan dengan ilmu yang didapatkan dengan dunia kerja yang

sesungguhnya, sehingga lebih dapat mempersiapkan diri ketika mendapatkan

suatu pekerjaan.

4
BAB 2
ANALISA SITUASI UMUM

D. Sejarah Berdirinya Rumah Sakit

Berdirinya Rumah Sakit diawali pada tahun 1917 dengan membentuk panitia

pendiri Rumah Sakit “Gemeente Pasuruan” yang anggotanya :

1. NC Van : Administrator ordeneminggulaWonorejo


GheelGildeMeester
2. Jejasper : AstsenResidenPasuruan
3. Kweekhoen Ling : Letnan (TiongHoa) di Pasuruan
4. DR. Mohammad Saleh : Government Indisch Arts di Pasuruan
5. F.C. Nienaber : DirekturGremestelijkeWerbendiPasuruan
6. J.J.B. Parys : Administrator Afdelingbang di Pasuruan
7. R. Prawirodirjo : PatihPasuruan
8. Dr.AjgVanDerUpWich : Civil Gineesher di Pasuruan

Panitia mulai membuat rencana agar para onderneming di Pasuruan bergotong

royong mendirikan rumah sakit. Perkiraan biaya yang dibutuhkan saat itu sebesar

180.000 Gulden, dengan perincian: 10.000 Gulden untuk pembelian tanah, 115.000

Gulden untuk pembangunan gedung, 55.000 Gulden untuk pembelian peralatan

medis dan non medis. Sedang biaya operasional sebesar 660 Gulden perbulan

diperoleh dari potongan gaji para pekerja perkebunan sebesar 1,5% per bulan

ditambah subsidi Pemerintah Daerah.

Akhirnya rumah sakit ini selesai dibangun pada tahun 1921 dengan tempat tidur

(TT) yang tersedia sebanyak 100 TT (kapasitas penggunaan 1 TT untuk 100

penderita). Ketentuan yang berlaku di rumah sakit saat itu adalah sebagai berikut : 80

5
TT disediakan bagi penderita yang tidak mampu membayar, dan 20 TT disediakan

bagi penderita yang mampu membayar. dr. R. Soedarsono adalah nama seorang

dokter Indonesia (Jawa) yang pertama kali menjadi direktur di rumah sakit ini pada

tahun 1930 yang kemudian namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit yaitu

RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. Rumah Sakit ini juga dikenal masyarakat

dengan sebutan Rumah Sakit Purut karena kebetulan berlokasi di Kelurahan

Purutrejo.

Usia Rumah Sakit dr. R. Soedarsono yang hampir mencapai 100 tahun,

pelayanan rumah sakit sudah 8 kamar rawat inap yang mencapai hampir 270 tempat

tidur dan didukung lebih dari 400 tenaga kesehatan. Lokasinya yang strategis yaitu di

poros utama yang menghubungkan Ibukota Propinsi Jawa Timur dengan wilayah

timur, menjadikan rumah sakit sebagai salah satu wilayah rujukan di wilayah

Pasuruan dan sekitarnya. Berdirinya RSUD dr. R. Soedarsono berdasarkan pada

Keputusan Menteri Kesehatan No. 233/Menkes/SK/VI/1983, dimana RSUD dr. R.

Soedarsono ditetapkan sebagai rumah sakit tipe C dengan jenis pelayanan meliputi

pelayanan medik dasar, pelayanan gawat darurat, pelayanan spesialis dasar,

pelayanan spesialis penunjang, pelayanan spesialis lainnya, pelayanan spesialis gigi

dan mulut, pelayanan penunjang medik, pelayanan penunjang non klinik dan

pelayanan administrasi.

RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan sejak tahun 2012 memiliki fleksibilitas

dalam pengelolaan keuangannya. Hal tersebut berdasarkan Keputusan Walikota

Nomor 188/674/423.031/2012 tentang Penetapan Penerapan Status Pola Pengelolaan

Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah

6
dr. R. Soedarsono. Penerimaan pendapatan dari jasa pelayanan kesehatan dapat

langsung dipergunakan untuk kegiatan operasional pelayanan kesehatan, sehingga

layanan kesehatan lebih cepat, fleksibel dan benar-benar berorientasi pada kepuasan

masyarakat. Berbagai peluang kemudahan dalam pengelolaan keuangan tersebut juga

sekaligus menuntut rumah sakit untuk terus melakukan pembenahan terutama dalam

hal tata kelolanya. Hal ini penting, agar tujuan akuntabilitas pembentukan BLUD

dapat dicapai.

Pengembangan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan makin lengkap dan

maju. Demikian juga dengan perkembangan sumber daya manusia yang semakin

meningkat kualitasnya seiring dengan tuntutan pelayanan dari masyarakat. Salah satu

target yang akan dicapai dalam 5 tahun ke depan adalah peningkatan kelas rumah

sakit menjadi kelas B. Target tersebut bukanlah hal yang mudah, tetapi dengan

dilandasi jiwa dan semangat optimisme, melalui proses yang sistematis dan

terstruktur, seluruh sumber daya yang dimiliki dikerahkan untuk menjadi tujuan

tersebut.

E. Letak dan Status RumahSakit

RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan adalah Instansi Pemerintah yang

mempunyai tugas melaksanakan pelayanan kesehatan paripurna, pendidikan dan

pelatihan, penelitian dan pengembangan penapisan teknologi bidang kesehatan.

Lokasi RSUD dr. R. Soedarsono sangat stategis yaitu di persimpangan jalan utama

Surabaya-Banyuwangi-Malang.

Kegiatan Pelayanan RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan berlangsung 24 jam

kecuali pelayanan Klinik Rawat Jalan hanya buka sesuai jam kerja. RSUD dr. R.

7
Soedarsono Kota Pasuruan merupakan satu-satunya rumah sakit milik pemerintah

daerah Kota Pasuruan, yang didalam pelaksanannya dipimpin oleh seorang Direktur

dan didukung oleh tenaga fungsional dibidang pelayanan dan tenaga struktural

dibidang manajerial. Informasi umum dan aspek legal RSUD dr. R. Soedarsono Kota

Pasuruan adalah sebagai berikut:

NamaRumahSakit : RSUD dr. R. SoedarsonoKotaPasuruan


Alamat : Jl. Dr. WahidinSudiroHusodo 1-4 KotaPasuruan
Telepon : (0343) 421073
Fax : (0343) 414630
Email : rsudsoedarsono@pasuruankota.go.id
Website : rsdsoedarsono.pasuruankota.go.id
Status Kepemilikan : PemerintahKotaPasuruan
KelasRumahSakit : Kelas C
SK Menkes RI : 233/Menkes/SK.VI/1983
NomorRegistrasi RS : 423.211
NomorIjinOperasional : 503/036RSUD/423.207/2016
TanggalIjinOperasional : 12 April 2016
Masa Berlaku : 12 April 2021
JumlahTempatTidur : 287 Tempattidur
LuasLahan : 3,1 Hektar
LuasBangunan : 12.383,75 m2.
BLUD : Sejaktahun 2012

F. Visi

Visi adalah suatu cara pandang/gambaran jauh kedepan kemana instansi

pemerintah harus dibawa agar dapat dieksis, antisipatif dan inovatif, Visi

merupakan suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang

diinginkan oleh instansi pemerintah termasuk rumah sakit. Rumah Sakit Umum

8
Daerah (RSUD) dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan telah menetapkan visi yang ingin

diwujudkan yaitu “Terwujudnya Pelayanan Prima, Terjangkau, Terbuka dan

Akuntabel di RSUD dr. R. Soedarsono”.

Rumusan visi yang telah diformulasikan sebagaimana tersebut diatas dapatlah

diberikan penjelasan bahwa RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan dengan semua

fasilitas, sarana dan prasarana yang dimilikinya akan melayani masyarakat dengan

pelayanan prima, profesional daan berkualitas hingga menjadi rumah sakit yang

menjadi kebanggaan masyarakat Kota Pasuruan.

G. Misi

Misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh suatu organisasi agar tujuan

organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Misi merupakan penjabaran

dan implementasi dari visi yang telah ditetapkan lebih dahulu. Adapun Misi RSUD

dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan adalah :

1. Mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan bertanggung jawab.

Mewujudkan pelayanan publik dalam bidang kesehatan di rumah sakit yang

berkualitas dan bertanggung jawab terhadap masyarakat dalam rangka

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya serta

pelaksanaan pelayanan prima dan paripurna sehingga diharapkan dapat

melayani masyarakat seluas-luasnya dengan mempertimbangkan sosial

ekonomi. Mutu pelayanan yang berkualitas dan bertanggungjawab dengan

makna dan ciri, sebagai berikut:

a. Pelayanan yang aman (patient safety) yaitu pelayanan yang

meminimalisir terjadinya 5D pada pasien (Death, Diseases, Disability,

9
Discomfort dan Dissatisfcation) dan aman bagi petugas provider

maupun aman bagi lingkungan (K3RS).

b. Pelayanan yang informatif dan komunikatif, yaitu pelayanan yang

disertai dengan penjelasan yang dapat dipahami oleh kastemer (PKRS,

PMKP).

c. Pelayanan medik yang efektif adalah pelayanan kesehatan yang sesuai

dengan PDT (Pedoman Diagnosis & Terapi) dan formularium Nasional

maupun Formularium RS.

d. Pelayanan RS yang efektif adalah pelayanan yang sesuai dengan SPM

RS, SPO dan tata kelola klinik yang baik serta pengendalian mutu yang

dilakukan terus menerus.

e. Pelayanan yang efisien adalah pelayanan yang berkualitas dengan

penggunaan sumberdaya RS yang optimal diserta dukungan

pengendalian biaya dan pengendalian manajemen yang baik.

f. Pelayanan Manusiawi, adalah pelayanan yang memenuhi kebutuhan

pasien sebagai manusia seutuhnya, dengan kebutuhan Fisik-Biologis,

Psikologis, Sosial, Kultural-Budaya, Agama-Kepercayaan)

diperlakukan dengan Sopan-santun, Kasih-Sayang dan Penuh Perhatian

(SKSPP).

g. Memperhatikan aspek sosial, mengandung arti bahwa mutu pelayanan

yang diberikan tidak membedakan tingkat sosial-ekonomi.

2. Meningkatkanmanajemenrumahsakit yang efektif dan efisien

10
Pernyataaninimengandungmaknabahwarumahsakitsenantiasamemberikanpela

yanan yang dikeloladenganmanajemen yang efektif dan efisien, yang

berdampak pada pelayanan yang diberikankepadamasyarakatdengancepat,

tepatdan terjangkau. Manajemen RS yang efektif (berhasilguna) dan efisien

(berdayaguna) memilikimakna dan ciri, sebagaiberikut:

a. Menjadi RS Terakreditasi dengan status paripurna.

b. Menerapkan Tatakelola Keuangan Badan Layanan Umum Daerah

dengan status Penuh.

c. Mengembangkan sistem manajemen RS Modern berbasis Teknologi

Informasi (SIRS, SIMRS, EMR, Billing System).

d. Menerapkan manajemen RS berbasis Pedoman Tata Kelola RS Yang

Baik (Hospital By Laws, Medikal Staff by Laws, Nursing Staff by

Laws).

e. Manajemen praktek klinik dikelola dengan organisasi dan sistem yang

mendukung peserta didik dan pasien mendapatkan hak dan

kewajibannya.

f. Sistem Perencanaan RS dikembangkan berdasarkan Evidence based

medikine, case based medikine dan Activity Based Costing (Clinical

Pathways) dengan basis analisis (orientasi) Instalasi Pelayanan (IGD,

IRJ, IRNA, dan seterusnya).

g. Mengembangkan kepemimpinan partisipatori melalui komitmen

kepemimpinan (leadership commitment) dalam mewujudkan kemajuan

RS (sustainability, growth, and prospority).

11
h. Mengembangkan pengukuran Kinerja Manajemen (Performance

Management Assessment) dengan indikator utama: IKM, IKK, Kinerja

Pelayanan dan Kinerja Keuangan yang baik, dan kinerja manajemen).

3. Mengembangkankomunikasiinternal dan eksternal yang intensif

Memilikimakna dan ciri, sebagaiberikut:

a. Menyelenggarakan Rapat Paripurna melibatkan seluruh pimpinan RS

(Pejabat Struktural), Komite Medik, Komite Keperawatan, Seluruh

Kepala Instalasi dalam rangka: Problem Solving, Komunikasi-

Informasi-Edukasi dalam mewujudkan tata kelola RS yng Baik (Good

Governance Hospital) serta membangun kapasitas RS (Capacity

building) dan membangun tim kerja RS yng solid (Team Building).

b. Menyelenggarakan Rapat Manajemen bagi pejabat struktural minimal 2

(dua) kali/bulan untuk menyelesaikan masalah pelayanan dan masalah

keuangan RS serta forum KIE.

c. Menyelenggarakan musyawarah rencana pengembangan rumah sakit,

dalam rangka menyusun kesepakatan bersama tentang target kinerja

pelayanan dan kinerja keuangan serta rencana pengembangn RS

(Produk layanan, SDM dan Sarana Prasarana) yang dituangkan dalam

Renstra Bisnis (Business Plan) maupun Rencana Bisnis Anggaran

(Annual Plan).

d. Mengembangkan hubungan relasi yang baik dengan pelanggan

(Customer Relation Management) melalui kegiatan PKRS, Customer

Gathering, Fasilitasi Pembentukan Kelompok Pasien Sejenis.

12
H. Tujuan

TujuanRSUDdr. R.

SoedarsonoKotaPasuruandalammewujudkanmisinyaadalahsebagaiberikut:

1. Dalammewujudkanmisi “Mewujudkanpelayanankesehatan yang berkualitas dan

bertanggungjawab” makaditetapkantujuan:

a. Meningkatkankepercayaan dan kepuasanmasyarakat,

b. Mendorongpeningkatan status/kelasrumahsakit, serta

c. Meningkatkanstandarmutupelayanankesehatanrumahsakit.

2. Dalammewujudkanmisi “Meningkatkanmanajemen rumah sakit yang efektif dan

efisien” makaditetapkantujuan:

a. Meningkatkankecepatanrespon dan tindakanpenangananpasien,

b. Meningkatkansertifikasikompetensitenagakesehatanrumahsakitserta,

c. Meningkatkanefektifitas dan produktifitaskerjakaryawanrumahsakit.

d. Meningkatkankemandirianrumahsakitdalampengelolaankeuangan.

Dalammewujudkanmisi “Mengembangkankomunikasiinternal dan eksternal yang

intensif” makaditetapkantujuan:Meningkatkanpromosirumahsakit.

13
I. Struktur Organisasi RSUD

Gambar 2.1 Struktur Organisasi RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan

14
J. Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi

1. Direktur

Direktur mempunyai tugas, memimpin, mengkoordinasikan, dalam

memberikan bimbingan dan petunjuk kepada bawahannya dalam rangka

pelaksanaan tugas serta mengadakan koordinasi dan melaksanakan kerja sama

dengan organisasi perangkat daerah,instalasi, lembaga lainnya serta unsur

masyarakat.

Fungsi direktur meliputi :

a. Memimpin, mengarahkan, membina, mengendalikan dan mengevaluasi

penyelenggaraan tugas RSUD ;

b. Penyusunan strategis, perencanaan tahunan dan perumusan kebijakan

pelaksanaan teknis pelayanan kesehatan perorangan;

c. Pengelolaan sumberdaya RSUD secara efektif, efisien dan akuntabel;

d. Melaksanakan penatausahaan administrasi umum, keuangan dan informasi

kesehatan, dan

e. Melaksanakan evaluasi dan pelaporan kinerja pelayanan publik, dan kinerja

keuangan.

2. Kapala Bagian Tata Usaha

Bagian Tata Usaha mempunyai tugas pokok mengoordinasikan penyusunan

program dan penyelenggaraan tugas-tugas bidang secara terpadu.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Bagian Tata Usaha

mempunyai fungsi:

a. Penyelenggaraan penyusunan perencanaan;

15
b. Pengoordinasian penyusunan perencanaan program dan kegiatan Satuan

Kerja Perangkat Daerah;

c. Penyelenggaraan pengelolaan administrasi perkantoran, administrasi

keuangan dan administrasi kepegawaian;

d. Penyelenggaraan urusan umum dan perlengkapan, keprotokolan dan

hubungan masyarakat;

e. Penyelenggaraan ketatalaksanaan, kearsipan dan perpustakaan;

f. Pelaksanaan koordinasi, pembinaan, pengendalian, evaluasi dan

pelaporan pelaksanaan kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah;

g. Penyusunan analisa kebutuhan pegawai;

h. Pengelolaan kesejahteraan pegawai;

i. Penyelenggaraan, perencanaan, pengadaaan, pengelolaan dan

pemeliharaan saran dan prasarana Satuan Kerja Perangkat Daerah; dan

j. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan

tugas dan fungsinya.

3. Kepala Bidang Pelayanan

Bidang Pelayanan mempunyai tugas pokok merumuskan dan melaksanakan

kebijakan teknis pelayanan medis dan non medis, penunjang medis dan non

medis. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Bidang

Pelayanan mempunyai fungsi :

a. Penyusunan rencana kerja Bidang Pelayanan;

b. Pengkoordinasian semua kebutuhan pelayanan medis, penunjang medis

dan Non Medis, melaksanakan pemantauan, pengawasan penggunaan

16
fasilitas kegiatan pelayanan medis, penunjang medis dan Non Medis,

melaksanakan pengawasan serta pengendalian penyelenggaraan

pelayanan medis, penunjang medis dan Non Medis;

c. Pengelolaan semua kebutuhan pelayanan medis dan penunjang medis,

melaksanakan pemantauan, pengawasan penggunaan fasilitas kegiatan

pelayanan medis, penunjang medis dan non medis;

d. Pelaksanaan pengawasan, pengendalian pelayanan internal dan rujukan;

e. Pengoordinasian kebutuhan medis dan penunjang medis

f. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan kegiatan pelayanan Rumah Sakit

g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh direktur sesuai dengan tugas

dan fungsinya.

4. Kepala Bidang Perawatan

Bidang Keperawatan mempunyai tugas pokok merumuskan dan

melaksanakan kebijakan teknis bimbingan pelaksanaan asuhan dan pelayanan

keperawatan, etika dan mutu keperawatan. Untuk melaksanakan tugas Bidang

Keperawatan mempunyai fungsi :

a. Penyusunan rencana kerja bidang keperawatan;

b. Pelaksanaan bimbingan asuhan dan pelayanan keperawatan;

c. Pelaksanaan peningkatan etika dan mutu keperawatan;

d. Pelaksanaan bimbingan asuhan dan penyuluhan keperawatan;

e. Penyelenggaraan bimbingan mahasiswa keperawatan;

f. Pengoordinasian pelaksanaan kegiatan dalam bidang keperawatan;

g. Pelaksanaan evaluasi kinerja tenaga keperawatan;

17
h. Pelaksanaan evaluasi asuhan keperawatan sesuai dengan 18ocal18me

rumah sakit; dan

i. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Direktur sesuai dengan tugas

dan fungsinya.

5. KepalaBidang PengembangandanPengaduan

Kepala Bidang Pengembangan Dan Pengaduan mempunyai tugas menyusun

rencana, perumusan kebijakan teknis dibidang pendidikan dan pelatihan bagi

tenaga kesehatan, informasi, pemasaran serta pengelolaan pengaduan terhadap

layanan rumah sakit.mempunyai fungsi:

a. Penyusunan perencanaan bidang pendidikan dan pelatihan tenaga

kesehatan, informasi, pemasaran dan pengaduan layanan;

b. Perumusan kebijakan teknis pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan,

informasi, pemasaran dan pengaduan layanan;

c. Pelaksanaan pembinaan, koordinasi dan fasilitasi dalam pendidikan dan

pelatihan tenaga kesehatan, informasi, pemasaran dan pengaduan layanan;

d. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan, informasi,

pemasaran dan pengaduan layanan;

e. Pengendalian dan evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan tenaga

kesehatan, informasi, pemasaran dan pengaduan layanan; dan

f. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Direktur sesuai dengan tugas

dan fungsinya.

18
BAB 3
ANALISA SITUASI INSTALASI RAWAT JALAN

Instalasi Rawat jalan adalah merupakan salah satu organisasi pelayanan pada ruang

lingkup fungsional yang menjalankan kegiatan memberikan pelayanan pada pasien

secara one day care. InstalasiRawatJalansebagaisalahsatutempatpelayanan yang pertama

di rumah sakit mengedepankan akses komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) yang

menyeluruh kepada pasien dan keluarga sehubungan dengan masalah kesehatannya saat

ini.

Jenislayanan pada Instalasirawatjalanmerupakanbagian yang

tidakterpisahkandariRumahsakit.BerdasarkanPermenkes no.340 tahun 2010

tentangklasifikasi RumahSakit, maka RSUD dr. R. Soedarsono Kota

Pasuruandikategorikan sebagaiRumahSakitUmumkelas C yang

memilikipelayananrawatjalandengan pelayanan medis spesialistik.Pelayananan

kesehatan kepada seorang pasien untuk tujuan pengamatan, diagnosis, pengobatan,

rehabilitasi, dan pelayanan kesehatan lainnya.

K. Tujuan

1. Umum :

Meningkatkanmutupelayanan di rumahsakitsesuaiVisi,Misidan Motto RSUD

dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan.

2. Khusus :

a. Sebagai acuan dalam monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan

Instalasi rawat jalan.

19
b. Sebagai indikator penerapan standar pelayanan minimal (SPM) dan

Akreditasi rumah sakit.

c. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau dengan

mengutamakan pada upaya preventif dan kuratif.

d. Menciptakan instalasi rawat jalan dengan pelayanan yang nyaman dan

lingkungan yang aman.

e. Mengupayakan kesembuhan dan pemulihan pasien secara optimal

melalui prosedur dan tindakan yang dapat di pertanggungjawabkan.

L. Kebijakan PelayananRSUD

1. Pelayanan pada Instalasi Rawat Jalan dilaksanakanpadaharikerjaefektif.

2. PenetapanWaktuLayananRawatJalan:

a. Loket Pendaftaran
Hari Jam
Senin : 06.30 WIB s/d 11.00 WIB
Selasa : 06.30 WIB s/d 11.00 WIB
Rabu : 06.30 WIB s/d 11.00 WIB
Kamis : 06.30 WIB s/d 11.00 WIB
Jumat : 06.30 WIB s/d 09.00 WIB
Sabtu : 06.30 WIB s/d 10.00 WIB
b. Jam Layanan Klinik
Hari Jam
Senin : 07.30 WIB s/d 12.30 WIB
Selasa : 07.30 WIB s/d 12.30 WIB
Rabu : 07.30 WIB s/d 12.30 WIB
Kamis : 07.30 WIB s/d 12.30 WIB
Jumat : 07.30 WIB s/d 11.00 WIB
Sabtu : 07.30 WIB s/d 12.00 WIB

20
3. Pemberi pelayanan dilakukan oleh Tenaga Dokter Spesialis, Dokter Umum,

Dokter Gigi berkolaborasi Tenaga Perawat dan Tenaga Kesehatan lain.

4. Pelayanan harus selalu berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien.

5. Seluruh staf rumah sakit harus bekerja sesuai dengan standar profesi, Kebijakan/

pedoman/ dan standar prosedur operasional yang berlaku serta sesuai dengan

etika profesi, etika rumah sakit yang berlaku.

6. Rumah sakit memberikan asuhan yang seragam bagi semua pasien dalam

formulir pencatatan terintegrasi.

7. Seluruh staf rumah sakit dalam melaksanakan pekerjaannya wajib selalu sesuai

dengan ketentuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS),

termasuk dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).

8. Rumah sakit melakukan kredensial dan rekredensial bagi dokter, perawat dan

tenaga profesional kesehatan lainnya.

9. Skrining dan Assesmen :

a. Skrining dilakukan pada kontak pertama untuk menetapkan apakah pasien

dapat dilayani oleh rumah sakit.

b. Skrining dilaksanakan untuk menetapkan pasien mendapatkan layanan

prioritas, kebutuhan gawat darurat serta menghindari pasien resiko jatuh.

c. Asessmen pasien :

1) Semua pasien yang dilayani rumah sakit harus diidentifikasi kebutuhan

pelayanannya melalui suatu proses assesmen yang baku (

AssesmenGizidanAssesmennyeri ).

21
2) Hanya mereka yang kompeten sesuai perizinan, undang-undang dan

peraturan yang berlaku dan sertifikasi dapat melakukan asesmen.

10. Transfer / perpindahan pasien di dalam rumah sakit :

a. Perpindahan pasien darikliniksatukeklinik yang lain

dalamsatuinstitusiInstalasirawatjalandalam rang kakonsultasipenyakitpasien.

b. Perpindahan pasien darikliniksatukeInstalasirawatInap.

c. Pelaksanaan Transfer / perpindahan pasien di dalam rumah sakit

ditetapkanoleh DPJP ( DokterPenanggungJawabPasien ) dengan format

Rekomendasi DPJP.

11. Transfer / perpindahan pasien keluar rumah sakit / rujukan :

a. Rujukan ke rumah sakit lain,

rumahsakitdenganpelayanandiatasnyadilaksanakansesuaidenganpetunjukJa

minanKesehatanNasional (JKN).

b. Rujukan menunjuk siapa yang bertanggung jawab selama proses rujukan

serta perbekalan dan peralatan apa yang dibutuhkan selama

transportasidenganKriteriaemergencikegawatanpasien.

c. Penetapanrujukanpasienoleh DPJP ( DokterPenanggungJawabPasien )

dengan format Rekomendasi DPJP.

d. Kerjasama yang resmi atau tidak resmi dibuat dengan rumah sakit penerima.

e. Proses rujukan didokumentasikan di dalam rekam medis pasien.

12. Hak pasien dan keluarga :

HakPasien :

22
a. Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di

rumah sakit.

b. Memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban pasien.

c. Memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur, dan tanpa diskriminasi.

d. Memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar profesi

dan standar prosedur operasional.

e. Memperoleh layanan efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari

kerugian fisik dan materi.

f. Mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang ditetapkan.

g. Memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan

peraturan yang berlaku di rumah sakit.

h. Meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter lain

yang mempunyai Surat Izin Praktik (SIP) baik di dalam maupun di luar

rumah sakit.

i. Mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-

data medisnya.

j. Mendapat informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis,

tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, risiko, dan komplikasi yang

mungkin terjadi, dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta

perkiraan biaya pengobatan.

k. Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan

oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya.

l. Didampingi keluarganya dalam keadaan kritis.

23
m. Menjalankan ibadah sesuai agama atau kepercayaan yang dianutnya selama

hal itu tidak mengganggu pasien lainnya.

n. Memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di

rumah sakit.

o. Mengajukan usul, saran, perbaikan atas perlakuan rumah sakit terhadap

dirinya.

p. Menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama dan

kepercayaan yang dianutnya.

q. Mengeluhkan pelayanan rumah sakit yang tidak sesuai dengan standar

pelayanan melalui media cetak dan elektronik sesuai dengan ketentuan

peraturan perundang-undangan.

KewajibanPasien :

a. Memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang

masalahkesehatannya.

b. Mematuhi nasihat dan petunjuk dokter atau dokter gigi.

c. Mematuhi ketentuan yang berlaku di sarana pelayanan kesehatan.

d. Memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.

e. Rumah sakit memahami hak pasien dan keluarga sesuai dengan Undang-

Undang dan peraturan yang berlaku.

f. Pelayanan dilaksanakan dengan penuh perhatian dan menghormati nilai-

nilai dan kepercayaan pasien.

g. Pelayanan menghormati kebutuhan privacy pasien.

h. Pelayanan melindungi barang milik pasien dari pencurian atau kehilangan.

24
i. Pelayanan melindungi dari kekerasan fisik.

j. Rumah sakit memberikan edukasi secara rutin kepada pasien dan atau

keluarga.

k. Rumah sakit mendukung hak pasien untuk berpartisipasi dalam proses

pelayanan.

l. Rumah sakit menghormati keluhan pasien tentang pelayanan yang mereka

terima, untuk kemudian keluhan tersebut ditelaah dan diselesaikan.

m. Rumah sakit menghormati kerahasiaan informasi kesehatan pasien dengan

memberikan hak sepenuhnya kepada pasien untuk memberikan perwalian

kepada siapa informasi tentang kesehatannya dapat diberikan.

n. Semua tindakan kedokteran harus mendapat persetujuan pasien dan atau

keluarga setelah mendapat penjelasan yang cukup tentang hal-hal yang

berkaitan dengan tindakan tersebut.

o. Pernyataan persetujuan (Informed Concent) dari pasien didapat melalui

suatu proses yang ditetapkan rumah sakit dan dilaksanakan oleh staf yang

terlatih, dalam bahasa yang dipahami pasien.

13. Dokter Penanggungjawab Pelayanan :

a. Penetapan Dokter Penanggungjawab Pelayanan (DPJP)

ditetapkanberdasarkanlayananKlinikrawatjalan yang ditujuolehpasien.

b. DPJP bertanggung jawab terhadap semua pelayanan kepada pasien.

c. DPJP wajib melengkapi berkas rekam medis pasien.

d. DPJP wajib memenuhi hak pasien.


14. Peralatan di unit klinik harus selalu dilakukan pemeliharaan dan kalibrasi sesuai

dengan ketentuan yang berlaku.


25
M. Struktur organisasi Instalasi Rawat Jalan

Gambar 3.1 Struktur organisasi Instalasi Rawat Jalan

STRUKTUR ORGANISASI
INSTALASI RAWAT JALAN
RSUD dr. R. SOEDARSONO KOTA PASURUAN

Ketua Kelompok Medis Kepala Instalasi Rawat Jalan


Fungsional

Ka. Poliklinik Rawat Jalan

ketua Tim Klinik Penyakit Dalam ketua Tim Klinik Penyakit Kulit & Kelamin

ketua Tim Klinik Bedah Umum ketua Tim Klinik THT

ketua Tim Klinik Anak ketua Tim Klinik Mata

ketua Tim Klinik Kebidanan & Kandungan ketua Tim Klinik Paru dan TB Dots

ketua Tim Klinik Gigi & Mulut ketua Tim Klinik VCT dan CST

ketua Tim Klinik Komplementer


ketua Tim Klinik Jantung & Pembuluh Darah
(Reproduksi Laki - laki )

ketua Tim Klinik Komplementer


ketua Tim Klinik Syaraf
( Akupunktur )

ketua Tim Klinik Fisioterapi ketua Tim Klinik Diabetes Militus

ketua Tim Klinik Ortopedi ketua Tim Klinik Gizi

26
N. Uraian Tugas

1. Kepala Instalasi Rawat Jalan

Uraian Tugas :

a. Merencanakankebutuhansumberdaya (SDM, Sarana-prasarana,

Peralatan, BahanHabisPakai, Pemeliharaan&Kalibrasi)

untukmenyelenggarakanaksespelayanankesehatan yang aman,

bermutusesuai target utilisasi yang telahditetapkan.

b. Menyelenggarakanpelayanan yang aman, bermutu, efektif, efisien,

danprodukifsesuai SPM, PedomanKlinikdan/ atau SPO.

c. Melaksanakanpelayanankesehatan,

pelayananpembimbinganpraktekklinikdan/ ataupenelitian di Instalasinya.

d. MenyampaikanlaporancapaiankinerjapengelolaanInstalasinyakepadaDire

kturmelaluiKepalaBidangPelayanan.

2. Kepala klinik Rawat Jalan

Uraian Tugas :

a. Membantu pelaksanaan tugas harian kepala instalasi rawat jalan.

b. Melakukan pengawasan pelaksanaan layanan klinik rawat jalan sesuai

prosedur dengan penerapan standar prosedur operasional pada klinik.

c. Melakukan kegiatan pengamatan pada klinik dalam rangka pengawasan

terhadap layanan yang diberikan.

d. Mengkoordinasikan sistem pencatatan dan pelaporan klinik.

e. Membuat laporan terpadu klinik disampaikan kepada direktur melalui

kepala instalasi dan kepala bidang pelayanan.

27
3. Ketua Tim Klinik

Uraian Tugas :

a. Me n yu s u n r e n c a n a k e r j a m a s i n g - m a s i n g K l i n i k R a w a t J a l a n

b. Berperansertamenyusunfalsafahdantujuanpelayanankeperawatan di ruang

klinikrawatjalan yang bersangkutan

c. Menyusunrencanakebutuhantenagakeperawatandarisegijumlahm

aupunkualifikasiuntuk di ruang klinikrawatjalan,

koordinasidengankepalaklinikdankepalabagiankeperawatan

d. Mengaturdanmengkoordinasikanseluruhkegiatanpelayanan di

ruangklinik rawatjalan, melaluikerjasamadenganpetugas lain yang

bertugas di unit terkait

e. Mengadakanpertemuanberkala dansewaktu -

waktudenganperawatpelaksanadanpetugas lain yang bertugas di

ruang klinikrawatjalan

f. Mengaturdanmengkoordinasikanpemeliharaanalat agar

selaludalamkeadaansiappakai

g. Memberimotivasikepadapetugasdalammemeliharakebersihan ling

kunganruangrawatjalan

h. Menyimpanberkascatatanmedikpasiendanselanjutnyamengembal

ikanberkastersebutkebagianrekammedikbilapasienpulang.

i. Memberipenyuluhankesehatankepadapasien

dankeluargasesuaikebutuhandasardalambataswewenangnya

28
j. Melakukanpenilaiankinerjatenagakeperawatan yang

beradadibawahtanggungjawabnya

k. Mengawasidanmenilaimutuasuhankeperawatansesuaistandar

yang

berlakusecaramandiriataukoordinasidengantimpengendalianmutuasuhan

keperawatan.

4. Staf Pelaksana kesehatan

Uraian Tugas :

a. Menyiapan fasilitas dan lingkungan di Klinik Rawat Jalan untuk

kelancaran pelayanan.

b. Mengkaji kebutuhan pasien dengan cara :

Melakukan anamnesa, Memeriksa tanda-tanda vital

Menyiapkan pemeriksaan penunjang medis (laboratorium & radiologi ).

c. Melakukan tindakan darurat sesuai kebutuhan pasien, khususnya pasien

kasus darurat.

d. Mengatur jenis pelayanan yang diperlukan pasien

e. Membantu pasien selama pemeriksaan dokter.

f. Melaksanakan tindakan pengobatan sesuai tindakan dokter.

g. Menyiapkan pasien MRS.

h. Menyiapkan pasien persiapan operasi.

i. Memberikan PKRS secara perorangan dan kelompok sesuai kebutuhan.

j. Melaksanakan pencatatan dan pelaporan sesuai system yang berlaku.

29
k. Memelihara perlengkapan medis dan non medis dalam keadaan siap

pakai.

l. Menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan kerja.

m. Inventarisasi alat alat medis dan non medis.

n. Bekerja secara kooperatif dengan tim kesehatan lainnya.

o. Melaksanakan asuhan keperawatan.

p. Mengatur kunjungan ulang pasien yang berobat jalan.

q. Mengikuti pertemuan berkala yang diadakan di IRJ

5. Administrasi Klinik

Uraian Tugas :

a. Memasukkan data pasien rawat jalan ke komputer melalui simrs.

b. Mengecek kelengkapan berkas dan status pasien.

c. Mencatat pasien rujukan dan dirujuk.

d. Up date harian jadual dokter yang praktek dan tidak praktek di klinik.

e. Membantu pengerjaan laporan harian dan bulanan klinik rawat jalan.

O. Standar Pelayanan Minimal (SPM)

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008

tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, standar minimal rawat jalan adalah

sebagai berikut:

1. Dokter yang melayani pada Poliklinik Spesialis harus 100 % dokter spesialis.

2. Rumah sakit setidaknya harus menyediakan pelayanan klinik anak, klinik

penyakit dalam, klinik kebidanan, dan klinik bedah.

30
3. Jam buka pelayanan adalah pukul 08.00 – 13.00 setiap hari kerja, kecuai hari

jumat pukul 08.00 – 11.00.

4. Waktu tunggu untuk rawat jalan tidak lebih dari 60 menit.

5. Kepuasan pelanggan lebih dari 90 %.

P. Waktu Tunggu Pelayanan Pasien Rawat Jalan

Waktu tunggu pelayanan pasien merupakan salah satu indikator standar pelayanan

minimal (SPM) adalah masalah yang masih banyak dijumpai dalam praktik pelayanan

kesehatan, dan salah satu komponen yang potensial menyebabkan ketidakpuasan,

dimana dengan menunggu dalam waktu yang lama menyebabkan ketidakpuasan

terhadap pasien. Dikaitkan dengan manajemen mutu, aspek lamanya waktu tunggu

pasien dalam mendapatkan pelayanan kesehatan merupakan salah satu hal penting dan

sangat menentukan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh suatu unit

pelayanan kesehatan, sekaligus mencerminkan bagaimana rumah sakit mengelola

komponen pelayanan yang disesuaikan dengan situasi dan harapan pasien. Dalam segi

konteks, waktu tunggu adalah masalah yang selalu menimbulkan keluhan pasien di

beberapa rumah sakit, seringkali masalah waktu menunggu pelayanan ini kurang

mendapatkan perhatian oleh pihak manajemen rumah sakit.

RSUD dr. R. Soedarsono meningkatkan mutu pelayanan merupakan prioritas

utama dalam sebuah manajemen rumah sakit, salah satu dimensi mutu pelayanan

kesehatan adalah akses terhadap pelayanan yang ditandai dengan waktu tunggu pasien

yang cepat.

31
Q. Jadwal Kegiatan

Pelaksanaan kegiatan magang, disesuaikan dengan jadwal yang sudah ditetapkan

oleh pembimbing lapangan, sebagai berikut :

Tabel 3.1 Jadwal kegiatan magang di RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan.

No Hari / Tanggal Jam Uraian kegiatan


1 Jumat, 1 Maret 2019 07.00 Apel pagi.
08.00 – 09.00 Penerimaan Mahasiswa
09.00 - 11.15 Orientasi ruang managemen RS
2 Sabtu, 2 Maret 2019 07.00 Apel pagi
08.00 – 10.00 Penetapan Jadwal area magang
10.00 – 12.00 Sosialisasi dari Komite PPI dan K3
RS
3 Senin – Sabtu, 07.00 Apel pagi
4 – 9 Maret 2019 08.00 – 14.00 Magang Ruang Instalasi Rawat Jalan :
1. Mempelajari Dokumen IRJA
2. Mempelajari SPO IRJA
3. Membantu membuat Laporan
IRJA
4. Memeriksa SIM RS IRJA
5. Melakukan wawancara ke petugas
6. Menghitung waktu pendaftaran
7. Memeriksa laporan waktu tunggu
pelayanan pasien IRJA
4 Senin – Sabtu, 07.00 Apel pagi
11 – 23 Maret 2019 08.00 – 14.00 Magang KlinikPenyakit Dalam dan
Jantung :
1. Membantu entry pasien ke SIM RS
2. Mencatat laporan harian pasien
3. Membuat laporan pemakaian
barang habis pakai
4. Memeriksa Waktu tunggu pasien
5. Melakukan wawancara dengan
katim klinik

32
BAB 4
PEMBAHASAN

R. Identifikasi Masalah

Langkah langkah yang dikerjakan penulis dalam melakukan identifikasi masalah

yaitu :

1. Wawancara dengan key person

Merupakan proses identifikasi masalah kesehatan yang berhubungan

dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) indikator waktu tunggu pelayanan

Instalasi Rawat Jalan yang dilakukan pada unsur – unsur di organisasi

Instalasi Rawat JalanRSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan.

2. Observasi

Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang

tersusun berbagai proses biologis dan psikologis. Teknik pengumpulan data

dengan observasi digunakan bila penelitian berkenaan dengan perilaku

manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang di amati

tidak terlalu besar (Sugiyono, 2017).

Pelayanan Rekam Medis Rawat Jalan

a. Pendaftaran di Loket Medikal Record.

Berdasarkan hasilobservasi dan wawancara di RSUD dr. R. Soedarsono

Kota Pasuruan, di dapatkan informasi proses pendaftaran pasien rawat

jalan meliputi :

1) Petugas memangil pasien sesuai dengan nomor urut pendaftaran.

2) Petugas meminta persyaratan :


33
Asli kartu peserta JKN ( Jaminan Kesehatan Nasional).

Asli rujukan dan PPK I.

Asli Kartu Identitas Penduduk (KTP).

Asli kartu keluarga ( hanya utuk pasien PBI).

3) Petugas memverifikasi persyaratan, jika tidak lengkap pasien di

sarankan menjadi pasien umum atau periksa dilain waktu dengan

melengkapi persyaratan.

4) Petugas meminta kartu identitas berobat pasien dan menginput

nomor rekam medis, nama dokter dan klinik yang dituju sesuai

rujukan.

5) Petugas mencetak print out antrian dokter kliniknya untuk

diberikankepada pasien dan membuat tracer pengambilan berkas

rekam medis.

6) Petugas mencetak SEP ( Surat Eglibilitas Peserta).

7) Petugas mempersilakan pasien untuk menunggu panggilan di klinik

yang di tuju.

Berdasarkan uraian di atas didapatkan informasi bahwa proses

pendaftaran pasien menjadi lama apabila pasien tidak membawa lengkap

persyaratan jaminan yang dibutuhkan, diketahui bahwa SPM rekam

medis rata –rata 10 menit.

b. Menghitung Waktu Tunggu.

1) Untuk mengetahui waktu tunggu pasien di loket pendaftaran sampai

berkas tiba di klinik, peneliti melakukan pencatatan kegiatan pada

34
pendaftaran pasien rawat jalan tanggal 4 Maret 2019 dan mengukur

rata-rata waktu.

Berikut rumus mengitung waktu tunggu dari pasien datang hingga

berkas rekam medis pasien tiba di klinik.

Waktu berkas rekam medis tiba di klinik-Waktu pendaftaran pasien

Hasil observasi mengenai waktu tunggu pasien dari pasien mendaftar

di loket pendaftaran hingga berkas rekam medis pasien tiba di klinik

rate 16 menit, atau melebihi standar waktu SPM rate 10 menit.

Berdasarkan uraian di atas didapatkan informasi bahwa proses

membuat rekam medis pasien menjadi lama apabila :

a) Jumlah tenaga yang kurang dibandingkan dengan jumlah

pasien yang berkunjung.

b) Server SIM RS yang sering macet.

c) Map register pasien kadang dobel.

d) Ruang penyimpanan map register pasien melebihi kapasitas

sehingga petugas kesulitan menemukan.

e) Petugas pengirim map register ke klinik rawat jalan

menunggu map terkumpul banyak.

2) Waktu tunggu pelayanan pasien di rawat jalan.

Berikut rumus mengitung waktu tunggu pelayanan pasien di klinik :

Waktu pasien dilayanai - Waktu berkas rekam medis tiba di klinik

35
Berikut merupakan hasil observasi mengenai waktu tunggu

pelayanan pasien rawat jalan :

Tabel 4.1Waktu Tunggu Pelayanan Pasien Instalasi Rawat Jalan

Rate Waktu
Rate Waktu Tunggu
No Klinik Tunggu
Pelayanan Klinik
Pelayanan IRJA
1 Paru 0:44:28 0:47:26
2 Anak 1:10:58
3 KIA 0:54:18
4 Mata 0:40:46
5 Gigi 0:57:43
6 Rehab Medik 0:25:53
7 Andrologi 0:50:50
8 DM 1:15:05
9 Kulit 0:43:18
10 Saraf 1:00:09
11 Jantung 0:45
12 Akupunktur 0:21:32
13 Bedah 0:45:03
14 THT 0:56:26
15 CST dan VCT 0:00:00
16 Interna 0:00:00
17 Jiwa 0:21:45
18 Medikal cek Up 0:14:36
19 Ortopedi 0:32:41

Berdasarkan observasi di atas didapatkan informasi bahwa rate

waktu tunggu Instalasi Rawat Jalan 47, 26 menit atau sudah sesuai

dengan SPM, akan tetapi 3 klinik yaitu : Anak, saraf dan DM yaitu

melebihi 60 menit.

36
3. Berikut ini analisa SWOT.

a. Kekuatan (Strength).

1) Satu – satunya RS pemerintah di Kota Pasuruan.

2) Letak RS yang strategis.

3) SIM RS yang terintegrasi.

4) Pelayanan oleh tenaga dokter Spesialistik di setiap klinik.

b. Kelemahan (Weakness).

1) Jumlah kunjungan pasien klinik tidak merata.

2) Rekam Medis pasien yang lama sampai di Klinik.

3) Kelengkapan Rekam medis yang kurang.

4) Dokter penanggung jawab pasien datang tidak tepat waktu.

5) Disiplin petugas yang kurang.

6) Proses input data sering macet.

c. Kesempatan (Oppurtunity).

1) Posisi Strategi Rumah sakit

2) Dukungan dana

3) Peraturan yang berkaitan untukpeningkatan dan

pengembanganpelayanan rawat jalan

d. Ancaman (Threat).

1) Data laporan tidak akurat.

2) Pasien lama dilayani.

3) Kunjungan dan pendapatan rumah sakit menurun.

37
Berdasarkan analisa SWOT, maka dapat diperoleh berbagai permasalahan,

yaitu :

a) Sarana dan prasarana.

(1) Ruang simpan Map register pasien yang melebihi kapasitas.

(2) Server SIM RS yang sering macet.

(3) Ruang Pemeriksaan yang sempit.

(4) Petunjuk arah identitas klinik kurang.

b) Pasien.

(1) Bukti dukung persyaratan berobat pasien kurang.

(2) Pasien tidak segera menuju klinik yang dituju.

c) SDM / Pemberi Layanan.

(1) Petugas pengantar map register kurang tertib mengantar map ke

klinik.

(2) Dokter datang tidak tepat waktu di klinik.

(3) Kebutuhan tenaga Dokter spesialais yang kurang di klinik dengan

kunjungan pasien banyak.

Pada Instalasi Rawat Jalan RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan , penulis

mengidentifikasi masalah dengan menggunakan diagram tulang ikan (Fishbone)

Diagram tulang ikan (Fishbone diagram) merupakan konsep analisis sebab akibat

yang dikembangkan oleh Dr. Kaoru Ichikawa untuk mendeskripsikan suatu

permasalahan dan penyebabnya dalam sebuah kerangka tulang ikan.

38
Gambar 4.1 Diagram Fishbone Waktu Tunggu Rawat Jalan.

Dokter spesialis datang tidak tepat


waktu Server SIM RS yang sering macet
Petugas pengantar RM ke klinik lama
DPJP datang tidak tepat waktu
Dokter spesialis kurang dengan pasien banyak

Kelengkapan persyaratan berobat


kurang
Petunjuk arah identitas klinik kurang Ruang Pemeriksaan yang sempit
Ruang simpan Map pasien over
kapasitas

39
Penjelasan Diagram Fishbone :

Pelaksanaan pelayanan pasien di Instalasi rawat jalan RSUD dr. R. Soedarsono

Kota Pasuruan menekankan tolok ukur Standar Pelayanan Minimal dengan

indikator Waktu tunggu pelayanan pasien dipengaruhi oleh faktor Man, yaitu :

Dokter spesialis datang tidak tepat waktu, Petugas pengantar RM ke klinik lama,

DPJP datang tidak tepat waktu, Dokter spesialis kurang dengan pasien banyak.

Sedangkan faktor Method dipengaruhi oleh Server SIM RS yang sering macet

dan. Faktor Sarana Prasarana di sebakan karena Petunjuk arah identitas klinik kurang

dan Kelengkapan persyaratan berobat kurang. Faktor Enviroment yaitu karena

Ruang Pemeriksaan yang sempit dan Ruang simpan Map pasien over kapasitas

40
S. Prioritas Masalah

Menentukan prioritas masalah dengan metode USG, yaitu metode manajemen

dalam membuat prioritas masalah organisasi seperti USG (Urgency, Seriousness, Growth),

Pada penggunaan Matriks USG, untuk menentukan suatu masalah yang


prioritas, terdapat tiga faktor yang perlu dipertimbangkan. Ketiga faktor tersebut adalah
urgency, seriuosness, dan growth.

1. Urgency berkaitan dengan mendesaknya waktu yang diperlukan untuk


menyelesaikan masalah tersebut. Semakin mendesak suatu masalah untuk
diselesaikan maka semakin tinggi tingkat urgensi masalah tersebut. Contoh :
kasus perdarahan lebih urgen untuk ditangani terlebih dahulu jika dibandingkan
dengan patah tulang.
2. Seriousness berkaitan dengan dampak dari adanya masalah tersebut terhadap
organisasi. Dampak ini terutama yang menimbulkan kerugian bagi organisasi
seperti dampaknya terhadap produktivitas, keselamatan jiwa manusia, sumber
daya atau sumber dana. Semakin tinggi dampak masalah tersebut terhadap
organisasi maka semakin tinggi tingkat serius masalah tersebut. Contoh
kekurangan kalori protein pada balita jauh lebih serius jika dibandingkan dengan
kasus kekurangan zat yodium pada wanita dewasa.
3. Growth berkaitan dengan pertumbuhan masalah. Semakin cepat berkembang
masalah tersebut maka semakin tinggi tingkat pertumbuhannya. Suatu masalah
yang cepat berkembang tentunya makin prioritas untuk diatasi permasalahan
tersebut. Contoh kasus demam berdarah pertumbuhannya jauh lebih cepat
dibandingkan dengan masalah kekurangan gizi.
Berikut penilaian dengan skoring metode USG di Instalasi Rawat Jalan yang

dilakukan oleh penulis yang disepakati oleh petugas :

41
Tabel 4.2 Prioritas masalah tentang waktu Tunggu pelayanan pasien

No Masalah Waktu tunggu U S G Nilai Rank

1 Ruang simpan Map register pasien 3 3 3 9 VII


yang melebihi kapasitas.

2 Server SIM RS yang sering macet 5 4 4 13 III

3 Ruang Pemeriksaan yang sempit 3 3 2 8 VIII

4 Bukti dukung persyaratan berobat 4 4 3 11 V


pasien kurang.

5 Pasien tidak segera menuju klinik 4 3 3 10 VI


yang dituju.

6 Petugas pengantar map register 5 5 5 15 I


kurang tertib mengantar map ke
klinik.

7 Dokter datang tidak tepat waktu di 5 5 4 14 II


klinik.

8 Kebutuhan tenaga Dokter spesialais 4 4 4 12 IV


yang kurang di klinik dengan
kunjungan pasien banyak.
Keterangan :

5 : Sangat Besar
4 : Besar
3 : Sedang
2 : Kecil
1 : Sangat kecil

42
T. Alternatif Solusi

Merupakan suatu upaya pemecahan masalah yang akan dilakukan berdasarkan

prioritas masalah tentang waktu tunggu pelayanan instalasi rawat jalan, sebagai

berikut :

1. Peningkatan koordinasi dengan pimpinan rekam medis dipendaftaran

terkait komitmen percepatan pengiriman berkas pasien ke klinik.

2. Peningkatan koordinasi dengan tenaga dokter tentang ketepatan waktu

pelayanan.

3. Perbaikan jaringan Instalasi Informasi dan teknologi dalam rangka akses

percepatan oleh pemberi layanan baik di loket pendaftaran pasien maupun di

klinik rawat jalan, misal dengan penambahan kapasitas server.

4. Usulan kepada managemen untuk penambahan dokter spesialis saraf, karena

jumlah kunjungan pasien selalu meningkat setiap bulannya.

5. Memberikan edukasi kepada pasien agar lebih teliti sebelum berobat ke RS

terkait kelengkapan persyaratan pendaftaran.

6. Penambahan petunjuk identitas tempat layanan, sehingga memudahkan

pasien segera datang di klinik serta memberikan edukasi kepada pasien dan

keluarga agar datang diklinik tepat waktu.

7. Usulan sebaiknya menambah ruang rekam medis pasien, sehingga

memudahkan petugas untuk akses register pasien.

8. Usulan perluasan ruang peleyanan klinik agar kecepatan dan kenyamanan

dalam pemberian jasa lebih baik.

43
BAB 5
PENUTUP

U. Simpulan

Penyusunan laporan magang ini merupakan salah satu bentuk laporan akhir

mahasiswa berupa program standar pelayanan minimal indikator waktu tunggu

pasien pada instalasi rawat jalan RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan.

Hasil yang didapatkan adalah Berdasarkan analisis SWOTpelayanan rawat

jalanberada pada kondisi memerlukan intervensi khusus karena kinerja yang kurang

oleh petugas karena kurangnya disiplin, koordinasi yang kurang dan hambatan sarana

prasarana.

V. Saran

Instalasi Rawat Jalan RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan sebagai salah satu

pemberi jasa pelayanan pasien one day care memerlukan dukungan yang kuat dari

pimpinan sebagai penentu kebijakan untuk mengatasi masalah Standar pelayanan

minimal pasien indikator waktu tunggu pelayanan pasien dengan penekanan pada

kinerja staf, ketersediaan dana dalam mendukung penyempurnaan fasilitas layanan

yang baik, sehingga dapat memberikan kepuasdan yang optimal pada masyarakat

Kota Pasuruan khususnya dan Kabupaten sekitar pada umumnya.

44
DAFTAR PUSTAKA
Peraturan Menteri KetenagakerjaanRI, (2016). Penyelenggaraan Pemagangan di
Dalam Negeri. Jakarta:Kemenaker.

Peraturan Menteri Kesehatan RI, (2010).Kklasifikasirumahsakit. Jakarta:Kemenkes.


Peraturan Menteri Kesehatan RI, (2008). Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.
Jakarta:Kemenkes.
RSUD, (2018). Data Standar Pelayanan Minimal RSUD dr. R. Soedarsono Kota
Pasuruan Tahun 2018. Pasuruan:RSUD.
RSUD, (2018). Pedoman Organisasi Instalasi Rawat Jalan RSUD dr. R. Soedarsono
Kota Pasuruan Tahun 2018. Pasuruan:RSUD.
Sugiyono, (2017). “Metode Penelitian Kuantitatif”. Jakarta:Alfabeta.
Undang – Undang RI, (2009). Rumah Sakit. Jakarta: UU RI.
dr. Grace E. C. Korompis, MHSM(2012). “ Oganisasi dan Manejemen Kesehatan”.
Jakarta:EGC
Lampiran 1

Dokumentasi Kegiatan Magang