Anda di halaman 1dari 1

Pemindahan Ibu Kota

Perspektif saya tentang pemindahan ibu kota dalam segi politik adalah dengan adanya
pemindahan ibu kota ke Kalimantan khususnya menjadikan hubungan bilateral Indonesia dengan negara
seperti brunei dan Malaysia yang masih satu pulau dapat terjalin lebih erat dan tentunya pemerintah
melanjutkan cita-cita Founding Father kita yaitu Presiden Ir. Sukarno yang dulu telah merencanakan untuk
memindahkan ibu kota ke Palangkaraya. Tentunya dengan dipindahnkannya ibu kota ke Palangkaraya
merupakan salah satu cara Pemerintah untuk bisa lebih memperhatikan daerah-daerah di timur Indonesia
yang selama ini masih dianak tirikan, menjadi mudah akses pemerintah ke daerah timur Indonesia dan
diharapkan ini juga merupakan program pemerataan pembangunan.

Pindahnya ibu kota juga berdampak di tubuh pemerintahan. Contohnya adalah kantor-kantor diplomat
asing untuk Indonesia harus dipindah ke ibukota selain itu beberapa kantor kementrian diwajibkan pindah
agar mudah dijangkau oleh pusat pemerintahan beberapa kementrian itu antara lain, Kementrian
Pertahanan, Kementrian Keuangan, Kementrian Hukum dan Ham, Kementrian Agama. Namun ada kontra
sebanyak 94 % dari pihak Aparatur Sipil Negara atau ASN menolak pindah dikarenakan khawatir Ibu kota
baru tidak sesuai sarana Pendidikan dan kesehatan karena sarana berkualitas banyak di Jakarta, tentunya
ini merupakan kekhawatiran yang biasa terjadi diawal, karena pemerintah berjanji akan menjadikan ibu
kota baru sebagai Smart city yang semuanya terintegrasi dan tentunya fasilitas-fasilitas yang di sediakan
di ibu kota baru akan mirip bahkan sama dengan fasilitas di Jakarta. Tentunya kita akan menunggu
pembangunan ibu kota baru ini dimulai, sehingga makin cepat Indonesia pindah ibu kota karena
membantu menciptakan lingkungan pemerintahan yang baru dengan bersih dan modern.