Anda di halaman 1dari 9

Anatomi Fisiologi

Darah dan Sistem Peredaran Darah

Oleh :

1. Ni Made Witari Nugraha Putri


2. Ni Luh Ayu Desy Wardani
3. Luh Prapti Pratiwi Dewi
4. Ni Nyoman Sekar Alit Suwartini
5. Ni Putu Dian Wela

Tahun Ajaran 2019/2020


Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Denpasar
Kata Pengantar

Om Swastyastu

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan paper ini dengan tepat
waktu.
Paper ini berisi tentang Darah dan Sistem Peredaran Darah manusia. Kami
menyadari bahwa paper ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik dan saran
dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan
paper ini.
Akhir kata kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan
serta dalam penyusunan paper ini dari awal sampai akhir serta kepada dosen kami yang
telah memberikan kami waktu untuk menyelesaikan paper ini.

Om Santih Santih Santih Om


Daftar Isi
BAB I
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Darah manusia adalah cairan di dalam tubuh yang berfungsi untuk mengangkut
oksigen yang diperlukan oleh sel-sel diseluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan
tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme dan mengandung berbagai
bahan penyusun system imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai
penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.

Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai
merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh
hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam
bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen.

Sistem peredaran darah adalah sistem yang memiliki hubungan dengan pergerakan
darah di dalam pembuluh darah dan juga perpindahan darah dari suatu tempat ke
tempat lain. Fungsi peredaran darah yaitu :

1. Mengangkut zat-zat makanan dari saluran pencernaan ke seluruh jaringan tubuh.


2. Mengangkut oksigen dan karbondioksida dari seluruh jaringan ke alat respirasi.
3. Mengangkut hormon dari kelenjar endokrin ke target organ dan mendistribusikan
panas dari sumbernya ke seluruh bagian tubuh.

Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam
pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantung menuju
paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbondioksida dan menyerap
oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui
vena pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran
pembuluh darah aorta. Darah membawa oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran
halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung
melalui pembuluh darah vena cava superior dan vena cava inferior. Darah juga
mengangkut bahan-bahan sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke
hati untuk diuraikan dan dibawa ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni.
1.2 Rumusan Masalah

1. Apa itu darah?


2. Apakah fungsi dari darah?
3. Bagaimana komposisi darah?
4. Apa saja sususan darah?
5. Bagaimana proses pembekuan darah?
6. Apa saja
7. Apa itu pembuluh darah?
8. Bagaimana sistem peredaran darah?
9. Bagaimana pembagian sistem peredaran darah?
10. Apa saja kelainan atau gangguan pada sistem peredaran darah?
1.3 Tujuan penulisan
1. Sebagai tugas mata kuliah anatomi fisiologi
2. Untuk mengetahui keseluruhan tentang darah
3. Untuk mengetahui sistem peredaran darah
4. Untuk mengetahui kelainan yang terjadi pada darah
BAB II

Pembahasan

A. Pengertian Darah
Darah merupakan cairan yang terdiri dari banyak sel bebas yang membawa zat
penting yang diperlukan oleh tubuh melalui sebuah jalur yang disebut pembuluh darah.
Kinerja darah diatur oleh “master kontrol” yaitu jantung. Zat yang dibawa, seperti
oksigen, mineral, protein, vitamin dan hormon yang berasal dari sistem endokrin. Hasil
sisa olahan tubuh seperti karbondioksida dibawa oleh darah ke paru-paru untuk ditukar
dengan oksigen. Begitu pula banyak racun dan bahan kimia yang tidak dikehendaki tubuh
dibawa ke hati dan ginjal untuk kemudian dideportasi keluar dari tubuh manusia melalui
feces atau urine.
Darah ini sebenarnya adalah campuran cairan dan sel, dan bahkan terdapat
makronutrisi seperti protein dan ion seperti sodium dalam darah ini. Semua komponen ini
memainkan peran penting untuk tubuh kita. Selain bertindak sebagai pengangkut
senyawa penting untuk tubuh dan membuang produk buangan dari sel, darah juga
bertindak melindungi tubuh dari invasi virus atau bakteri dan terhadap kerusakan sel. Sel
darah putih, bersama sistem kekebalan tubuh, bertindak sebagai pertahanan organisme
dari serangan virus atau bakteri yang menginvasi.

B. Fungsi Darah

Darah merupakan cairan yang lebih tebal dari pada air, dan lebih terasa lengket.
Suhu dari darah pada tubuh 38 derajat Celsius, lebih tinggi 1 derajat dari suhu tubuh.
Banyaknya darah yang ada di tubuh kita tergantung dari ukuran dan berat tubuh kita.
Seseorang dengan berat 70 kg, memiliki 5 sampai 6 liter darah di tubuhnya.
Darah mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh plasma darah
2. Mengangkut sisa oksidasi dari sel tubuh untuk dikeluarkan dari tubuh yang dilakukan
oleh plasma darah, karbon dioksida dikeluarkan melalui paru-paru, urea dikeluarkan
melalui ginjal.
3. Mengedarkan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar buntu (endokrin) yang dilakukan
oleh plasma darah.
4. Mengangkut oksigen ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh sel-sel darah merah
5. Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh yang dilakukan oleh sel darah putih
6. Menutup luka yang dilakuakn oleh keping-keping darah
7. Menjaga kestabilan suhu tubuh.
C. Komposisi Darah

Secara definisi, darah adalah cairan yang bergerak melalui pembuluh darah di sistem sirkulasi.
Pada tubuh manusia, darah terbagi menjadi plasma, sel darah merah dan putih, dan sel
trombosit.

 Plasma

Plasma adalah komponen utama dari darah yang terdiri dari air dengan campuran protein, ion,
nutrisi, dan zat buangan. Plasma ini terdiri dari 90% air dan 10% sisanya adalah ion, protein,
nutrisi, zat buangan dan gas. Ion, protein dan molekul lainnya dalam plasma memainkan peran
penting dalam menjaga pH darah dan keseimbangan osmotik.

Beberapa molekul dalam plasma memiliki peran yang spesifik. Contohnya yaitu hormon yang
berperan sebagai sinyal jarak jauh, antiodi yang mengidentifikasi dan menyerang patogen, dan
faktor pembekuan yang membentuk pembekuan darah pada daerah luka. Lipid, seperti kolestrol,
juga dibawa oleh plasma, tetapi lipid ini harus dibawa oleh protein khusus karena lipid tidak bisa
bercampur dengan air.

 Sel darah merah

Sel darah merah ini memiliki fungsi untuk membawa oksigen dan karbon dioksida yang nantinya
digunakan dalam respirasi seluler dan metabolisme. Sel darah merah ini adalah sel khusus yang
mensirkulasi ke seluruh tubuh dan membawa oksigen ke jaringan. Pada manusia, sel darah
merah ini berukuran kecil (hanya 7 samai 8 mikro meter) dan tidak memiliki organel
mitokondria dan nukleus (inti sel) ketika dewasa.

Karakteristik-karakteristik ini memungkinkan sel darah merah untuk melaksanakan tugas sebagai
pembawa molekul oksigen dengan efektif. Ukuran yang kecil membuat pertukaran gas menjadi
mudah, sedangkan ketidakhadiran nukleus membuat ruang tambahan untuk hemoglobin, protein
penting yang digunakan dalam transpor oksigen. Ketidakadaan mitokondria membuat sel darah
merah tidak menggunakan oksigen yang ia bawa (karena fungsi sel darah merah ini membawa
oksigen dan memberikannya kepada yang membutuhkan).

Pada organ paru paru, sel darah merah mengambil oksigen dan mensirkulasikannya ke seluruh
tubuh, ia melepaskan oksigen ke jaringan di sekitarnya. Sel darah merah juga memainkan peran
penting dalam transpor karbon dioksida (produk buangan). Sel darah merah mempunyai umur
120 hari, sel yang tua atau rusak akan dihancurkan di hati, dan sel yang baru akan diproduksi di
tulang sum-sum. Produksi sel darah merah ini dikendalikan oleh hormon erythropoietin, yang
dilepaskan oleh organ ginjal.

 Sel darah putih


Sel darah putih adalah bagian dari sistem imun yang berfungsi sebagai respon kekebalan tubuh.
Sel yang mempunyai nama lain leukocytes ini lebih sedikit jumlahnya dari pada sel darah
merah, yaitu sekitar 1% dari sel yang ada di darah. Fungsi sel darah putih bereda dengan sel
darah merah, fungsinya yaitu sebagai respon kekebalan tubuh, mengidentifikasi dan menetralisir
invasi dari patogen seperti bakteri dan virus.

Meskipun jumlah sel darah putih lebih sedikit. tetapi ukuran sel darah putih lebih besar dari sel
darah merah, dan mempunyai nukleus serta mitokondria, tidak seperti sel darah merah. Sel darah
putih dibagi menjadi 2 kelompok menurut penampilannya jika dilihat melalui mikroskop,
yaitu granulocytes dan agranulocytes.

1. Granulocytes: Kelompok ini mempunyai granula pada sitoplasmanya ketika dilihat


melalui mikroskop. Kelompok ini terdiri dari neutrophils, eosinophils, dan asophils.
2. Agranulocytes: Kelompok ini tidak memiliki granula pada sitoplasmanya. Yang
termasuk dalam kelompok ini adalah monocytes dan lymphocytes.

Setiap jenis sel darah putih ini memainkan peran yang spesifik dalam pertahanan tubuh.
Contohnya, beberapa sel darah putih berperan dalam menelan dan menghancurkan patogen,
sementara yang lainnya mengidentifikasi mikroorganisme spesifik dan meluncurkan respons
kekebalan tubuh untuk melawannya. Daya hidup sel darah putih tergantung dari jenis sel darah
putihnya, dan sel baru diproduksi di tulang sum sum.

 Trombosit

Trombosit bertanggung jawab terhadap pemekuan darah. Trombosit ini adalah pecahan sel yang
terlibat dalam pembekuan darah. Trombosit diproduksi ketika sel yang besar, megakaryocytes
dipecah menjadi kepingan, setiap satu sel ini akan memuat 2000 sampai 3000 trombosit.
Trombosit biasanya berbentuk disk dan kecil, berukuran sekitar 2 sampai 4 mikrometer.

Ketika misalnya jari kita terkena pisau dan berdarah, trombosit tertarik ke tempat luka dan
membentuk semacam penyumbat yang lengket. Trombosit kemudian melepaskan sinyal, yang
tidak hanya menarik trombosit lainnya, tetapi juga mengaktifkan sinyal yang mengkonversi
fibrinogen (protein larut air yang ada di plasma darah) menjadi fibrin (protein yang tidak larut
dalam air). Fibrin kemudian membentuk benang benang yang memperkuat penyumbat trombosit,
agar mencegah kehilangan darah semakin banyak.

Pembuatan bagian-bagian darah berasal dari sel induk (stem cells). Pada sel darah dewasa,
biasanya sel diproduksi di tulang sum-sum. Macam macam sel darah merah berkembang dalam
beberapa tahap dari sel induk menuju sel darah atau trombosit. Sel darah putih seperti
lymphocytes tidak dewasa hanya di tulang sum-sum, tapi tumbuh juga di kelenjar getah gening.
Ketika sel-sel selesai tumbuh, ia dilepaskan ke peredaran darah. Beberapa senyawa messenger
mengatur produksi sel-sel darah. Hormon erythropoietin, yang diproduksi di ginjal, mendorong
produksi sel-sel darah merah, sementara cytokine menstimulasi produksi sel sel darah putih.

Kesimpulannya, darah adalah komponen penting pada organisme hewan, khususnya manusia.
Darah berfungsi sebagai pengangkut oksigen untuk digunakan dalam respirasi seluler, sebagai
mekanisme sistem imun tubuh, dan sebagai pengatur metabolisme tubuh. Komponen darah
terdiri dari plasma, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Masing-masing komponen
ini mempunyai fungsi yang bervariasi dalam metabolisme tubuh.

D. Susunan Darah

Serum darah atau plasma terdiri atas:


1. Air: 91,0%
2. Protein: 8,0% (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen)
3. Mineral: 0.9% (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam dari kalsium, fosfor, ,
kalium dan zat besi,nitrogen, dll)
4. Garam Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung :
 albumin
 bahan pembeku darah
 immunoglobin (antibodi)
 hormon
 berbagai jenis protein
 berbagai jenis

E. Proses Pembekuan Darah