Anda di halaman 1dari 29

A.

PROFIL OBJEK STUDI

A.1. Sejarah Singkat Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Cirebon

Badan Pengelolaan Pendapatan (BPPD) Kabupaten Cirebon adalah suatu

Badan, dalam hal ini bisa disebut Instansi Pemerintah Daerah yang ditunjuk dalam

Undang-undang untuk mengelola dan menangani Pendapatan Daerah Kabupaten

Cirebon. Badan Pengelolaan Pendapatan (BPPD) Kabupaten Cirebon teretak di

jalan Sunan Ampel No.1 ps. 22 Sumber, Kabupaten Cirebon.

Badan Pengelolaan Pendapatan (BPPD) Kabupaten Cirebon pada mulanya

dinamakan Dinas Pendapatan Daerah yang merupakan salah satu bagian biro

keuangan Kabupaten Cirebon dengan nama sub bagian Sumber Penghasilan, yang

dikepalai oleh seorang kepala sub bagian yang bertanggungjawab mengelola

penghasilan daerah dalam membiayai kelancaran roda pemerintahan daerah.

Sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan penerimaan dana dari

masyarakat serta semakin besarnya volume tugas yang menjadi tanggungjawab

biro keuangan, oleh karena itu struktur organisasipun dirubah. Diantaranya dalam

peningkatan sumber penghasilan daerah menjadi perkembangan seluas dinas,

maka terbitlah Surat Keputusan Bupati Cirebon berdasarkan SK Gubernur Jawa

Barat no.59/REG/15/D/A-F-69 sehingga terbentuklah dinas baru yaitu Badan

Pengelolaan Pendapatan (BPPD) Kabupaten Cirebon.

Perubahan struktur organisasi bertujuan untuk mengadakan

penyempurnaan, hal ini tersusun dalam organisasi Badan Pengelolaan Pendapatan

(BPPD) Kabupaten Cirebon tanggal 12 maret 1979 dan peraturan Daerah

1
Kabupaten Cirebon nomer 39 tahun 1992 tentang susunan Organisasi dan Tata

Kerja Dinas Pendapatan Kabupaten Cirebon.

Memasuki era otonomi daerah Kabupaten Cirebon mengalami perubahan

dengan terbitnya Peraturan Daerah Nomor 7 tahun 2001 dan Peraturan Daerah

Nomor 34 tahun 2004. Pada perkembangan selanjutnya dengan terbitnya

Peraturan Daerah Nomor 38 tahun 2007 tentang pembagian Urusan Pemerintahan

Daerah Kabupaten/Kota dan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang

Organisasi Perangkat Daerah, maka diadakan lagi penyusunan organisasi

perangkat daerah dengan terbitnya Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon. Dalam

Peraturan Daerah tersebut terjadi perubahan nama dinas menjadi Dinas

Pendapatan Daerah Kabupaten Cirebon, serta terbit pula peraturan Bupati Cirebon

Nomor 61 Tahun 2008 tentang rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas

Pendapatan Daerah.

Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah kabupaten Cirebon secara teknis

dan administrasi berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada bupati

Cirebon serta mempunyai tugas mengambil sumber pendapatan daerah dan pajak

daerah.

A.2. Tugas Pokok dan Fungsi Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah

Kabupaten Cirebon

Kedudukan Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah berdasarkan Peraturan

Bupati Cirebon Nomor 34 Tahun 2014 berada di bawah dan bertanggung jawab

kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah

Kabupaten Cirebon dipimpin oleh seorang Kepala Dinas, dibentuk berdasarkan

2
Perda Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi Badan Pengelolaan

Pendapatan Daerah Kabupaten Cirebon sebagaimana telah diubah dengan

Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 04 Tahun 2013 tentang Perubahan

Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 05 Tahun 2008 tentang

Pembentukan Organisasi Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten

Cirebon.

Berdasarkan Peraturan Bupati Cirebon Nomor 34 Tahun 2014 Badan

Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Cirebon mempunyai tugas pokok

membantu Bupati dalam melaksanakan urusan, fungsi dan tugas pembantuan, di

bidang pendapatan daerah meliputi : merencanakan, merumuskan kebijakan,

membina administrasi dan teknis, mengkoordinasikan, mengendalikan, serta

mengevaluasi penyelenggaraan program dan kegiatan bidang pendapatan.

Sedangkan fungsi Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah adalah :

a. Perumusan kebijakan teknis bidang pendapatan;

b. Penyelenggaraan urusan pemerintah dan pelayanan di bidang pendapatan;

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pendapatan; dan

d. Pelaksanaan tugas kedinasanlain yang diberikan oleh bupati sesuai fungsi

dan tugas pokoknya.

A.3. Penyajian Laporan Keuangan di Badan Pengelolaan Pendapatan

Daerah Kabupaten Cirebon

Laporan Keuangan disusun untuk menyediakan informasi yang relevan

mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh Badan

Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Cirebon selama satu periode

3
pelaporan. Laporan keuangan terutama digunakan untuk membandingkan realisasi

pendapatan dan belanja dengan anggaran yang telah ditetapkan, mengevaluasi

efektifitas dan efisiensi suatu entitas pelaporan dan membantu menentukan

ketaatannya terhadap peraturan perundang-undangan.

Laporan Keuangan Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten

Cirebon terdiri dari :

a. Laporan Realisasi Anggaran

Laporan Realisasi Anggaran menyajikan Laporan Realisasi anggaran

Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Cirebon dalam satu

periode pelaporan. Laporan Realisasi Anggaran menyajikan sebagai berikut :

a) Pendapatan

b) Belanja

c) Surplus/ defisit

Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara

anggaran dengan realisasinya dalam satu periode pelaporan.

b. Neraca

Neraca menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai

aset, kewajiban dan ekuitas dana pada tanggal tertentu. Aset diklasifikasikan

dalam aset lancar dan non lancar. Neraca mencantumkan pos-pos berikut :

a) Kas dan setara kas

b) Piutang Pajak dan bukan pajak

c) Persediaan

d) Aset Tetap

4
e) Ekuitas Dana

c. Laporan Operasional

Laporan Operasional menyediakan informasi mengenai seluruh kegiatan

operasional keuangan entitas pelaporan yang tercerminkan dalam pendapatan

LO, beban, dan surplus/defisit operasional dari suatu entitas pelaporan.

Disamping melaporkan kegiatan operasional, LO juga melaporkan transaksi

transaksi keuangan dari kegiatan non operasional dan pos luar biasa yang

merupakan transaksi di luar tugas dan fungsi utama entitas.

B. PROFIL SISTEM AKUNTANSI PADA BADAN

PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN

CIREBON

B.1 Nama-Nama Akun dan Kode Rekening Pajak Daerah

Tabel 1.1 Nama Akun dan Kode Rekening

Neraca

Kode Nama Akun

Rekening

1.1.3.01.06. Piutang Pajak Hotel

1.1.3.01.07. Piutang Pajak Restoran

1.1.3.01.08. Piutang Pajak Hiburan

1.1.3.01.09. Piutang Pajak Reklame

1.1.3.01.10. Piutang Pajak Penerangan Jalan

5
1.1.3.01.11. Piutang Pajak Parkir

1.1.3.01.12. Piutang Pajak Air Tanah

1.1.3.01.13. Piutang Pajak Sarang Burung Walet

1.1.3.01.14. Piutang Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan

1.1.3.01.15. Piutang Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan

1.1.5.01.01. Penyisihan Piutang Pajak Daerah

1.1.6.03.01. Beban Jasa Dibayar Dimuka

1.1.7.01.01. Persediaan Alat Tulis Kantor

1.1.7.01.09. Persediaan Barang Cetakan

1.1.7.03.01. Persediaan Barang Yang Akan di Berikan Kepada Pihak

Ketiga

1.3.1.11.04. Tanah Untuk Bangunan Tempat Kerja/Jasa

1.3.2.03.04. Electric Generating Set

1.3.2.03.05. Pompa

1.3.2.04.02. Kendaraan Bermotor Penumpang

1.3.2.04.03. Kendaraan Bermotor Angkutan Barang

1.3.2.04.05. Kendaraan Bermotor Beroda Dua

1.3.2.11.01. Alat Ukur universal

1.3.2.11.09. Alat Ukur Lainnya

1.3.2.14.01. Mesin Tik

1.3.2.14.02. Mesin Hitung/Jumlah

1.3.2.14.04. Alat Penyimpanan Perlengkapan Kantor

6
1.3.2.14.05. Alat Kantor Lannya

1.3.2.15.01. Meubelair

1.3.2.15.03. Alat Pembersih

1.3.2.15.04. Alat Pendingin

1.3.2.15.06. Alat Rumah Tangga Lainnya (Home Use)

1.3.2.15.07. Alat Pemadam Kebakaran

1.3.2.16.01. Komputer Unit/Jaringan

1.3.2.16.02. Personal Komputer

1.3.2.16.03. Peralatan Komputer Mainframe

1.3.2.16.04. Peralatan Mini Komputer

1.3.2.16.05. Peralatan Personal Komputer

1.3.2.16.06. Peralatan Jaringan

1.3.2.17.01. Meja Kerja Pejabat

1.3.2.17.02. Meja Rapat Pejabat

1.3.2.17.04. Kursi Rapat Pejabat

1.3.2.17.07. Lemari dan Arsip Pejabat

1.3.2.18.01. Peralatan Studio Visual

1.3.2.18.02. Peralatan Studio Video dan Film

1.3.2.18.03. Peralatan Studio Video dan Film A

1.3.2.18.04. Peralatan Cetak

1.3.2.19.01. Alat Komunikasi Telephone

1.3.3.01.01. Bangunan Gedung Kantor

7
1.3.3.01.08. Bangunan Gedung Tempat Ibadah

1.3.4.07.02. Bangunan Pengambilan Pengembangan Sumber Air

1.3.4.15.02. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)

1.3.4.22.01. Jaringan Telepon Di atas Tanah

1.3.5.01.01. Umum

1.3.5.01.17. Buku Peraturan Perundang-undangan

1.3.7.01.03. Akumulasi Penyusutan Alat-alat Bantu

1.3.7.01.04. Akumulasi Penyusutan Alat Angkutan Darat Bermotor

1.3.7.01.11. Akumulasi Penyusutan Alat Ukur

1.3.7.01.14. Akumulasi Penyusutan Alat Kantor

1.3.7.01.15. Akumulasi Penyusutan Alat Rumah Tangga

1.3.7.01.16. Akumulasi Penyusutan Peralatan Komputer

1.3.7.01.17. Akumulasi Penyusutan Meja Dan Kursi Kerja/Rapat Pejabat

1.3.7.01.18. Akumulasi Penyusutan Alat Studio

1.3.7.01.19. Akumulasi Penyusutan Alat Komunikasi

1.3.7.02.01. Akumulasi Penyusutan Bangunan Gedung Tempat Kerja

1.3.7.03.07. Akumulasi Penyusutan Bangunan Pengembangan Sumber Air

dan Air Tanah

1.3.7.03.15. Akumulasi Penyusutan Instalasi Pembangkit Listrik

1.3.7.03.21. Akumulasi Penyusutan Jaringan Listrik

1.3.7.03.22. Akumulasi Penyusutan Jaringan Telepon

1.5.3.05.01. Software

8
1.5.3.06.05. Akumulasi Amortisasi Aset Tidak Berwujud Lainnya

1.5.4.01.02. Aset Rusak Berat

2.1.4.04.01. Pendapatan Diterima Dimuka lainnya .......

2.1.5.02.01. Utang Belanja Jasa

2.1.5.02.02. Utang Belanja Pemeliharaan

2.1.5.02.06. Utang Belanja Barang/Persediaan

2.1.5.03.02. Utang Belanja Modal Peralatan dan Mesin

3.1.1.01.01. Ekuitas

3.1.2.01.01. Estimasi Pendapatan

3.1.2.03.01. Apropriasi Belanja

3.1.2.05.01. Estimasi Perubahan SAL

3.1.3.01.01. RK PPKD

Laporan Realisasi Anggaran

4.1.1.01.03. Hotel Bintang Empat

4.1.1.01.04. Hotel Bintang Tiga

4.1.1.01.05. Hotel Bintang Dua

4.1.1.01.07. Hotel Melati Tiga

4.1.1.01.08. Hotel Melati Dua

4.1.1.01.09. Hotel Melati Satu

4.1.1.01.12. Losmen/Rumah Penginapan/Pesanggerahan/Hostel/Rumah

Kos

4.1.1.02.01. Restoran

9
4.1.1.02.02. Rumah Makan

4.1.1.02.03. Café

4.1.1.02.04. Kantin

4.1.1.02.05. Katering

4.1.1.02.08. Jasa Boga

4.1.1.03.02. Pagelaran Kesenian/Musik/Tari/Busana

4.1.1.03.07. Karaoke

4.1.1.03.09. Sirkus/Akrobat/Sulap

4.1.1.03.10. Permainan Bilyard

4.1.1.03.15. Permainan Ketangkasan

4.1.1.03.18. Pusat Kebugaran

4.1.1.04.01. Reklame Papan/Billboard/Videotron/Megatron

4.1.1.04.02. Reklame Kain

4.1.1.04.05. Reklame Berjalan

4.1.1.05.01. Pajak Penerangan Jalan PLN

4.1.1.05.02. Pajak Penerangan Jalan Non PLN

4.1.1.06.04. Batu Kapur

4.1.1.06.07. Andesit (Bahan Bangunan)

4.1.1.06.08. Andesit Batu Hias

4.1.1.06.10. Tanah Liat Tahan Api

4.1.1.06.11. Tanah Urug

4.1.1.07.01. Pajak Parkir

10
4.1.1.08.01. Pajak Air Bawah Tanah

4.1.1.09.01. Pajak Sarang Burung Walet

4.1.1.12.01. Pajak Bumi dan Bangunan.

4.1.1.13.01. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan

5.1.1.01.01. Gaji Pokok PNS / Uang Representasi

5.1.1.01.02. Tunjangan Keluarga (Istri/Suami + Anak)

5.1.1.01.03. Tunjangan Struktural / Jabatan

5.1.1.01.04. Tunjangan Fungsional

5.1.1.01.05. Tunjangan Umum

5.1.1.01.06. Tunjangan Beras

5.1.1.01.07. Tunjangan Khusus / Tunjangan PPh

5.1.1.01.08. Pembulatan Gaji

5.1.1.01.09. Iuran Jaminan Kesehatan

5.1.1.02.01. Tambahan Penghasilan berdasarkan Beban Kerja

5.1.1.04.02. Belanja Pajak

5.2.1.01.01. Honorarium Panitia Pelaksana Kegiatan

5.2.1.01.02. Honorarium Tim Pengadaan Barang dan Jasa

5.2.1.01.06. Honorarium/Uang Saku Peserta Kegiatan

5.2.1.02.02. Honorarium Pegawai Honorer/Tidak Tetap

5.2.1.02.03. Honorarium/Uang Saku/Pengganti Transport Peserta Kegiatan

5.2.1.03.01. Uang Lembur PNS

5.2.1.03.02. Uang Lembur Non PNS

11
5.2.2.01.01. Belanja Alat Tulis Kantor (ATK)

5.2.2.01.03. Belanja Alat Listrik dan Elektronik (Lampu Pijar, Battery

Kering)

5.2.2.01.04. Belanja Perangko, Materai dan Benda Pos Lainnya

5.2.2.01.05. Belanja Peralatan Kebersihan dan Bahan Pembersih

5.2.2.01.06. Belanja Bahan Bakar Minyak/Gas

5.2.2.01.08. Belanja Pengisian Tabung Gas

5.2.2.01.10. Belanja Kit Pelatihan

5.2.2.01.13. Belanja Bahan Pakai Habis Lainnya

5.2.2.03.01. Belanja Telepon

5.2.2.03.02. Belanja Air

5.2.2.03.03. Belanja Listrik

5.2.2.03.05. Belanja Surat Kabar/Majalah

5.2.2.03.13. Belanja Jasa Publikasi

5.2.2.03.23. Belanja Jasa Upah Tukang/Mandor/Juru Laden/Petugas

Kebersihan

5.2.2.05.02. Belanja Penggantian Suku Cadang

5.2.2.05.03. Belanja Bahan Bakar Minyak/Gas dan Pelumas

5.2.2.05.05. Belanja Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)

5.2.2.06.01. Belanja Cetak

5.2.2.06.02. Belanja Penggandaan

5.2.2.06.03. Belanja Penjilidan

12
5.2.2.07.02. Belanja Sewa Gedung/ Kantor/Tempat

5.2.2.07.03. Belanja Sewa Ruang Rapat/Pertemuan

5.2.2.11.02. Belanja Makanan dan Minuman Rapat

5.2.2.11.03. Belanja Makanan dan Minuman Tamu

5.2.2.11.04. Belanja Makanan dan Minuman Peserta Kegiatan

5.2.2.11.05. Belanja Makanan dan Minuman Lembur

5.2.2.13.01. Belanja Pakaian Kerja Lapangan

5.2.2.15.01. Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah

5.2.2.15.02. Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah

5.2.2.20.03. Belanja Pemeliharaan Gedung/Kantor

5.2.2.20.05. Belanja Pemeliharaan Perlengkapan dan Peralatan Kantor

5.2.2.20.11. Belanja Pemeliharaan Mesin / Alat-alat Bengkel

5.2.2.20.18. Belanja Pemeliharaan / Service

5.2.2.21.03. Belanja Jasa Konsultansi Sistem Informasi Manajemen

5.2.2.23.01. Belanja Hadiah dalam Bentuk Uang

5.2.2.23.02. Belanja Hadiah dalam Bentuk Barang

5.2.2.24.01. Belanja Jasa Travel

5.2.2.24.02. Belanja Jasa Event Organizer

5.2.2.25.05. Belanja Barang Lainnya untuk Diserahkan

5.2.2.30.01. Belanja Jasa Tenaga Ahli / Instruktur / Narasumber PNS

5.2.2.30.02. Belanja Jasa Tenaga Ahli / Instruktur / Narasumber Non PNS

5.2.2.32.02. Belanja Penghargaan

13
5.2.3.10.02. Belanja modal Pengadaan mesin hitung/Kalkulator

5.2.3.11.02. Belanja Modal Pengadaan Almari

5.2.3.11.03. Belanja Modal Pengadaan Brankas / Cash Box

5.2.3.11.08. Belanja Modal Pengadaan AC Split / Pendingin Ruangan

5.2.3.12.02. Belanja Modal Pengadaan komputer/PC

5.2.3.12.03. Belanja Modal Pengadaan Komputer Notebook

5.2.3.12.04. Belanja Modal Pengadaan Printer

5.2.3.12.05. Belanja Modal Pengadaan Scanner

5.2.3.12.08. Belanja Modal Pengadaan UPS/Stabilizer

5.2.3.12.09. Belanja Modal Pengadaan Kelengkapan Komputer

5.2.3.13.01. Belanja Modal Pengadaan Meja Kerja

5.2.3.13.12. Belanja Modal Pengadaan Kursi Tamu

5.2.3.16.03. Belanja modal Pengadaan proyektor

5.2.3.16.09. Belanja Modal Pengadaan Layar/Screen

5.2.3.18.13. Belanja Modal Pengadaan Alat Pengukur Jarak

5.2.3.27.99. Belanja Modal Pengadaan Buku Lainnya

Laporan Operasional

8.1.1.06.01. Hotel – LO

8.1.1.06.03. Losmen – LO

8.1.1.07.01. Restoran – LO

8.1.1.07.02. Rumah Makan – LO

8.1.1.07.03. Kafetaria – LO

14
8.1.1.07.04. Kantin – LO

8.1.1.07.07. Jasa Boga/ Katering – LO

8.1.1.08.02. Pagelaran Kesenian/Musik/Tari/Busana – LO

8.1.1.08.05. Diskotik, Karaoke, Klab Malam dan sejenisnya – LO

8.1.1.08.06. Sirkus/Akrobat/Sulap – LO

8.1.1.08.07. Permainan Bilyar, Golf, Bowling – LO

8.1.1.08.08. Pacuan Kuda, Kendaraan Bermotor, Permainan Ketangkasan –

LO

8.1.1.08.09. Panti Pijat, Refleksi, Mandi Uap/ Spa dan Pusat Kebugaran

(fitnes center) – LO

8.1.1.09.01. Pajak Reklame Papan/Billboard/Videotron/Megatron – LO

8.1.1.09.02. Pajak Reklame Kain – LO

8.1.1.09.05. Pajak Reklame Berjalan – LO

8.1.1.10.01. Pajak Penerangan Jalan dihasilkan sendiri – LO

8.1.1.11.01. Pajak Parkir – LO

8.1.1.12.01. Pajak Air Tanah – LO

8.1.1.13.01. Pajak Sarang Burung Walet – LO

8.1.1.14.04. Batu Kapur – LO

8.1.1.14.12. Granit/Andesit – LO

8.1.1.14.30. Tanah Liat – LO

8.1.1.14.37. Tanah Urug – LO

8.1.1.15.01. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan – LO

15
8.1.1.16.01. BPHTB - Pemindahan Hak – LO

8.3.3.01.01. Pendapatan Lainnya – LO

9.1.1.01.01. Gaji Pokok PNS / Uang Representasi – LO

9.1.1.01.02. Tunjangan Keluarga – LO

9.1.1.01.03. Tunjangan Jabatan – LO

9.1.1.01.04. Tunjangan Fungsional – LO

9.1.1.01.05. Tunjangan Fungsional Umum – LO

9.1.1.01.06. Tunjangan Beras – LO

9.1.1.01.07. Tunjangan PPh/Tunjangan Khusus – LO

9.1.1.01.08. Pembulatan Gaji – LO

9.1.1.01.09. Iuran Jaminan Kesehatan - LO

9.1.1.02.01. Tambahan Penghasilan berdasarkan beban kerja - LO

9.1.1.04.01. Beban Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Pertambangan

– LO

9.1.1.07.01. Uang Lembur PNS – LO

9.1.1.07.02. Uang Lembur Non PNS – LO

9.1.2.01.01. Beban Persediaan alat tulis kantor

9.1.2.01.03. Beban Persediaan alat listrik dan elektronik ( lampu pijar,

battery kering)

9.1.2.01.04. Beban Persediaan perangko, materai dan benda pos lainnya

9.1.2.01.05. Beban Persediaan peralatan kebersihan dan bahan pembersih

9.1.2.01.06. Beban Persediaan Bahan Bakar Minyak/Gas

16
9.1.2.01.08. Beban Persediaan pengisian isi tabung gas

9.1.2.01.10. Beban Kit Pelatihan

9.1.2.01.13. Beban peralatan dan perlengkapan kantor

9.1.2.01.14. Beban Persediaan Barang Cetakan (Blangko, Formulir, Karcis,

Buku KIR)

9.1.2.03.01. Beban Jasa telepon

9.1.2.03.02. Beban Jasa air

9.1.2.03.03. Beban Jasa listrik

9.1.2.03.05. Beban Jasa surat kabar/majalah

9.1.2.03.13. Beban jasa publikasi

9.1.2.03.23. Beban Jasa Upah Tukang/Mandor/Juru Laden/Petugas

Kebersihan

9.1.2.03.24. Beban Jasa Travel/Event Organizer

9.1.2.05.02. Beban Penggantian Suku Cadang

9.1.2.05.03. Beban Bahan Bakar Minyak/Gas dan pelumas

9.1.2.05.04. Beban Jasa KIR

9.1.2.05.05. Beban Pajak Kendaraan Bermotor

9.1.2.06.01. Beban Cetak

9.1.2.06.02. Beban Penggandaan

9.1.2.06.03. Beban Penjilidan

9.1.2.07.02. Beban sewa gedung/ kantor/tempat

9.1.2.07.03. Beban sewa ruang rapat/pertemuan

17
9.1.2.11.02. Beban makanan dan minuman rapat

9.1.2.11.03. Beban makanan dan minuman tamu

9.1.2.11.04. Beban makanan dan minuman pelatihan

9.1.2.11.05. Beban makanan dan minuman lembur

9.1.2.13.01. Beban pakaian kerja lapangan

9.1.2.15.01. Beban perjalanan dinas dalam daerah

9.1.2.15.02. Beban perjalanan dinas luar daerah

9.1.2.18.02. Beban Pemeliharan Peralatan dan Mesin

9.1.2.18.03. Beban Pemeliharan Gedung dan Bangunan

9.1.2.19.04. Beban Jasa Konsultasi Sistem Informasi Manajemen

9.1.2.20.01. Beban Barang Yang Akan Diserahkan Kepada Masyarakat

9.1.2.20.02. Beban Barang Yang Akan Diserahkan Kepada Pihak Ketiga

9.1.2.25.01. Honorarium Panitia Pelaksana Kegiatan

9.1.2.25.02. Honorarium Tim Pengadaan Barang dan Jasa

9.1.2.25.03. Honorarium Tenaga Ahli/Instruktur/Narasumber

9.1.2.25.06. Honorarium/Uang Saku Peserta Kegiatan

9.1.2.26.01. Honorarium Tenaga Ahli/Instruktur/Narasumber

9.1.2.26.02. Honorarium Pegawai Honorer/Tidak Tetap

9.1.2.26.04. Honorarium/Uang Saku/Pengganti Transport Peserta Kegiatan

9.1.2.27.02. Uang untuk diberikan kepada Pihak Masyarakat

9.1.2.30.01. BebanJasa Tenaga Ahli/Instruktur/Narasumber PNS

9.1.2.32.02. Beban Penghargaan – LO

18
9.1.7.01.03. Beban Penyusutan Alat-alat Bantu

9.1.7.01.04. Beban Penyusutan Alat Angkutan Darat Bermotor

9.1.7.01.11. Beban Penyusutan Alat Ukur

9.1.7.01.14. Beban Penyusutan Alat Kantor

9.1.7.01.15. Beban Penyusutan Alat Rumah Tangga

9.1.7.01.16. Beban Penyusutan Peralatan Komputer

9.1.7.01.17. Beban Penyusutan Meja Dan Kursi Kerja/Rapat Pejabat

9.1.7.01.18. Beban Penyusutan Alat Studio

9.1.7.02.01. Beban Penyusutan Bangunan Gedung Tempat Kerja

9.1.7.03.07. Beban Penyusutan Bangunan Pengembangan Sumber Air dan

Air Tanah

9.1.7.03.15. Beban Penyusutan Instalasi Pembangkit Listrik

9.1.7.03.21. Beban Penyusutan Jaringan Listrik

9.1.7.03.22. Beban Penyusutan Jaringan Telepon

9.1.7.04.05. Beban Amortisasi Aset Tidat Berwujud Lainnya

9.1.8.01.01. Beban Penyisihan Piutang Pajak

Sumber:Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Cirebon

19
B.2 Prosedur Pemungutan Pajak Daerah

Sistem dan prosedur administrasi dalam pemungutan pajak daerah yang

dapat pula dilihat dalam gambaran 1.1 berikut

Gambar 1.1

Prosedur Pemungutan Pajak Daerah

Sistem dan Prosedur Administrasi Pemungutan Pajak Daerah

Penagihan dan
Pendaftaran dan Pendataan Penetapan
Pembukuan

Wajib Pajak Nota Perhitungan UPTD/BKP

Pendaftaran SKPD Kas Daerah

Tanda Pembukuan /
NPWP Tangan
Wajib Pajak
Pelaporan
WP

Pendataan SPTPD Proses Bupati


Penyetoran

Kartu Data Selesai

Sumber : Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Cirebon (Bidang

DATAP)

20
Keterangan :

Wajib Pajak melakuakn pendaftaran, yang dimana pendaftaran tersebut sudah

ditandatangani oleh Wajib Pajak.

a. Setelah semuanya selesai Wajib Pajak tersebut mendapatkan Nomor

Pokok Wajib Pajak Daerah dari Petugas DATAP (Data dan Penetapan).

b. Setelah mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah, data yang sudah

diisi dengan lengkap dan disertai dengan tanda tangan Wajib Pajak,

kemudian petugas melakukan pendataan SPTPD (Surat Pemberitahuan

Pajak Daerah).

c. Setelah pendataan itu sudah lengkap dan tidak ada kesalahan, Wajib Pajak

berhak mendapatkan Kartu Data.

d. Setelah Kartu Data didapat, Kartu Data tersebut diserahkan kepada bagian

Penetapan untuk dibuat nota perhitungan.

e. Setelah semua selesai diserahkan pada bagian penetapan, dan bagian

penetapan juga berhak memeriksa doumen yang sudah diisi dengan

lengkap. Setelah semuanya selesai bagian penetapan menyerahkan semua

dokumen kepada bagian penagihan dan pembukuan untuk diproses lebih

lanjut lagi.

f. Bagian pembukuan dan penyetoran menerima berkas dari bagian data dan

penetapan berupa kwitansi pebayaran, kemudian bagian pembukuan dan

penyetoran melaporkan kepada kas daerah, dan hasil dari itu dijadikan

sebagai arsip wajib pajak yang sah.

g. Selesai.

21
C. KETERKAITAN DENGAN IPTEK

Dalam rangka melaksanakan pemungutan pajak penerangan jalan pada badan

pengelolaan pendapatan daerah kabupaten Cirebon, para petugas dalam

melakukan pengimputan data sudah terkomputerisasi. Sedangkan data wajib pajak

yang sudah lengkap untuk diinput oleh bidang data dan penetapan dengan system

yang sudah dibuat oleh badan pengelolaan pendapatan, kabupaten Cirebon yang

selanjutnya menghasilkan data keluaran yang diinginkan.

Melihat dari cara pengimputan dan pemprosesan data, cara yang digunakan

oleh petugas badan pengelolaan pendapatan daerah kebupaten Cirebon sudah

menggunakan system EDP (electronik data processing) atau pemprosesan data

secara elektronik.

Dalam pemprosesan data secara elektronik. Dalam system ini data yang

dihasilkan lebih akurat dan handal dibandingkan dengan cara pengimputan atau

pemprosesan secara manual.

Berikut ini piranti yang dipakai oleh Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah

Kabupaten Cirebon:

Windows : 7 ultimate, 2009, Microsoft Corporate, Service Pack 1

Processor : Intel ® Core ™ i3-2120 CPU @3330GhZ 220GhZ

Ram : 4,00 GB

System Type : 64-bit Operating System

22
D. HASIL STUDI PRAKTEK AKUNTANSI

Dari hasil Studi Praktek Akuntansi (SPA) yang dilakukan pada Badan

Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Cirebon, disini penulis akan

membahas definisi pajak sarang burung walet , yang dimana pajak sarang burung

walet dipilih oleh penulis sebagai pembahasan yang tepat. Hasil survei penulis

dapat diobservasi/ penelitian lapangan jumlah penerimaan pajak daerah yaitu:

Pajak Sarang Burung Walet

D.1 Pengertian Pajak Sarang Burung Walet

Pajak Sarang Burung Walet adalah pajak atas kegiatan pengambilan dan/atau

penguasaan sarang burung wallet. Burung Walet adalah satwa yang termasuk

marga collocalia, yaitu collocalia fuchliap haga, collocalia maxina, collocalia

esculanta, dan collocalia linchi.

D.1.1. Subyek, Obyek, dan Wajib Pajak Sarang Burung Walet

a. Objek Pajak Sarang Burung Walet adalah pengambilan dan/atau

pengusahaan sarang burung walet. Adapun yang tidak termasuk objek

pajak adalah pengambilan sarang burung walet yang telah dikenakan

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

b. Subjek Pajak Sarang Burung Walet adalah orang pribadi atau badan

yang melakukan pengambilan dan/atau pengusahaan sarang burung

walet.

c. Wajib Pajak Sarang Burung Walet adalah orang pribadi atau badan

yang melakukan pengambilan dan/atau mengusahakan sarang burung

walet.

23
D.1.2. Dasar Pengenaan, Tarif, dan Cara Perhitungan Pajak Sarang Burung

Walet

Dasar pengenaan Pajak Sarang Burung Walet adalah Nilai Jual Sarang

Burung Walet. Nilai jual sarang burung walet dihitung berdasarkan perkalian

antara harga pasaran umum sarang burung walet yang berlaku di daerah dengan

volume sarang burung walet. Adapun tarif Pajak Sarang Burung Walet ditetapkan

sebesar 10% (sepuluh persen).

Besaran pokok Pajak Sarang Burung Walet yang terutang dihitung dengan

cara mengalikan tarif dengan Dasar Pengenaan Pajak.

D.1.3. Tata Cara Pemungutan Pajak Sarang Burung Walet

Masa Pajak (Pasal 68 )

1) Masa Pajak adalah jangka waktu yang lamanya 1 (satu) bulan kalender.

2) Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) :

3) Masa Pajak Hiburan Insidental adalah selama penyelenggaraan hiburan

berlangsung;

4) Masa Pajak Reklame adalah selama penyelenggaraan reklame

berlangsung.

Tata Cara Pemungutan (Pasal 69):

1) Pemungutan Pajak dilarang diborongkan.

2) Setiap Wajib Pajak wajib membayar pajak yang terutang berdasarkan

surat ketetapan pajak atau dibayar sendiri oleh Wajib Pajak

berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

24
3) Wajib Pajak yang memenuhi kewajiban perpajakan berdasarkan

penetapan Walikota dibayar dengan berdasarkan SKPD atau dokumen

lain yang dipersamakan.

4) Wajib Pajak yang memenuhi kewajiban perpajakan sendiri dibayar

dengan berdasarkan SPTPD, SKPDKB, dan/atau SKPDKBT.

Tata Cara Pembayaran dan Penagihan (Pasal 73 ):

1) Walikota atau Pejabat yang ditunjuk menentukan tanggal jatuh tempo

pembayaran atau penyetoran pajak yang terutang paling lama 30 (tiga

puluh) hari kerja setelah saat terutangnya pajak.

2) SKPD, SKPDKB, SKPDKBT, STPD, Surat Keputusan Pembetulan,

Surat Keputusan Keberatan, dan Putusan Banding yang menyebabkan

jumlah pajak yang harus dibayar bertambah, merupakan dasar penagihan

pajak dan harus dilunasi dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan

sejak tanggal diterbitkan.

3) Walikota atau Pejabat yang ditunjuk atas permohonan Wajib Pajak

setelah memenuhi persyaratan yang ditentukan dapat memberikan

persetujuan kepada Wajib Pajak untuk mengangsur atau menunda

pembayaran pajak, dengan dikenakan bunga sebesar 2% (dua persen)

sebulan.

4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pembayaran, penyetoran,

tempat pembayaran, angsuran, dan penundaan pembayaran pajak diatur

lebih lanjut dengan Peraturan Walikota.

25
D.2. Perkembangan Realisasi Penerimaan Pajak Sarang Burung Walet pada

Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Cirebon

Tabel

Berikut ini data Target dan Realisasi Pajak Sarang Burung Walet

Uraian Thn Target Realisasi %

Pajak Sarang 2013 170.404.040 178.790.750 104,92

Burung 2014 110.000.000 113.856.750 103,51

Walet 2015 100.000.000 102.223.000 102,22

2016 115.000.000 115.616.000 100,54

Sumber : Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Cirebon

Dari tabel diatas tingkat perkembangan target penerimaan pada pajak

sarang burung walet setiap tahunnya mengalami kenaikan yang signifikan yang

dimana realisasinya anggaran setiap tahunnya berbeda-beda.

Walaupun anggaran setiap tahunnya berbeda-beda tetapi masih bisa dikatakan

sempurna yang dimana prosentase keseluruhanya sudah lebih dari 100%.

E. UNSUR SISTEM

1. Piranti SDM dan Input Akuntansi

Dalam pelaksanaan penerimaan pajak penagihan Pajak Sarang Burung Walet.

Sumber Daya Manusia menjadi peran yang penting, oleh karena itu kemajuan

orgnisasi atau dinas terkait dapat ditentukan dengan kualitas dan memiliki

kapasitas yang sangat tinggi diharapkan untuk bisa memberikan pelalayanan

prima pada masyarakat demi memajukan daerahnya.

26
Di Era Ekonomi Daerah disini Sumber Daya Manusia menjadi Hal yang

sangat mutlak yang dimana sumber daya manusia yang harus dimiliki oleh

pemerintah daerah harus bersifat : mandiri, terampil, obyektif dan jujur.

Maka dari itu penulis menggambarkan sebagai sumber daya manusia yang

ada di Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Cirebon, sesuai dengan

pengklasifikasiannya, adapun sumber daya manusia yang dimiliki oleh Badan

Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Cirebon sebagai berikut:

1. Pemanfaatan Software Akuntansi

Perlu diketahui bahwa bersama didalam penerimaan pajak jalan dan

penerimaan pajak berdasarkan self assestment, menggunakan software atau

perangkat lunak yang dinamankan : SIMPATDA, pada system SIMPATDA

atau sisten informs manajemen pendapatan daerah adalah : perangkat lunak

berbasis WEB yang berkaitan dengan pajak dan restribusi daerah, dalam

system ini akan mengorganisasikan data wajib pajak, perhitungan pajak serta

serta pelaporan hasil pemungutan pajak.

System dan prosedur SIMPATDA disesuaikan dengan keputusan menteri

dalam negeri (Kemendagri) nomor 43 tahun 1999 tentang system dan prosedur

adminitrasi dan pajak daerah dan penerimaan pendapatan lain-lain. Harus

sesuai dengan format pelaporan yang disesuaikan dengan Kemendagri Nomor

13 Tahun 2006.

Fasilitas yang tersedia dalam SIMPATDA disini adalah:

Pendaftaran :

1. Wajib pajak badan

27
2. Wajib pajak pribadi

Pendataan :

1. Surat pemberitahuan pajak daerah

2. Kartu data

3. Pencetakan kartu NPWD

4. Pengembalian SPT

5. Pencetakan surat teguran

Penetapan :

1. Surat ketepatan pajak daerah

2. Surat ketepatan pajak daerah nihil

3. Surat ketepatan pajak daerah tambahan

4. Surat ketepatan pajak daerah kurang bayar

5. Surat ketepatan pajak daerah kurang bayar tambahan

6. Surat ketepatan pajak daerah lebih bayar

7. Surat tagihan pajak daerah

2. Pemanfaatan Hardware

Hardware atau perangkat keras adalah: salah satu komponen dari sebuah

computer yang sifat dan alatnya bisa dilihat dan diraba oleh manusia secara

langsung

Jenis Hardware yang dipakai oleh Dinas Pendapatan Daerah

3. Windows : 7 ultimate, 2009, Microsoft Corporate, Service Pack 1

Processor : Intel ® Core ™ i3-2120 CPU @3330GhZ 220GhZ

Ram : 4,00 GB

System Type : 64-bit Operating System

28
29