Anda di halaman 1dari 7

Nomor :

Revisi Ke : -
Berlaku Tgl :

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP )


PEMERIKSAAN IVA (INSPEKSI VISUAL ASETAT)
PUSKESMAS MULYOHARJO

Ditetapkan Oleh :
Kepala Puskesmas Mulyoharjo

dr. Suharja
NIP. 19630517 199003 1 004

DINAS KESEHATAN KABUPATEN PEMALANG


PUSKESMAS MULYOHARJO
Jalan Veteran No. 277 Pemalang Telp. (0284) 326033
PEMERIKSAAN IVA (INSPEKSI VISUAL
ASETAT)

No. :
PEMERINTAH Terbitan : UPT PUSKESMAS
KAB. No. Revisi : MULYOHARJO
SOP
PEMALANG Tgl. Mulai :
Berlaku
Halaman : 2/3

Ditetapkan Oleh : Dr. Suharja


Kepala UPT Puskesmas
Mulyoharjo NIP. 19630517 199003 1
..........................................
004

1. Pengertian : a. IVA (Insveksi visual dengan asam asetat) adalah pemeriksaan


deteksi dini kanker leher rahim dengan cara mengoleskan
larutan asam asetat 3-5% pada serviks dan seluruh SSK untuk
Melihat Apakah terjadi perubahan sel-sel abnormal(lesi pra kanker
/ lesi acetowhite)
b. SSK (sambungan skuamo kolummar adalah garis pertemuan sel-
sel skuamosa dan sel-sel kolummar tipis yang ada pada permukaan
serviks pertemuan ini merupakan zona transformasi yaitu area paling
rentan terhadap perubahan abnormal sel.
c. Acetowhite adalah daerah dalam zona transformasi yang
berubah menjadi putih ketika diolesi larutan asam asetat 3-5%
2. Tujuan : Sebagai acuan pelayanan IVA di Puskesmas Mulyoharjo

3. Kebijakan : SK Kepala Puskesmas No.


Tentang
4. Referensi : a. Departemen Kesehatan RI, 2007, Buku Pegangan Peserta
Pelatihan Pencegahan kanker leher rahim dan kanker Payudara,
JNPK-KR, Jakarta.
b. Departemen Kesehatan RI, Buku Acuan Pencegahan kanker leher
rahim dan kanker Payudara, JNPK-KR, Jakarta
5. Prosedur : 1. Petugas menyambut pasien dengan ramah dengan memanggil
nama pasien untuk memastikan identitas.
2. Petugas menjelaskan tentang prosedur pemeriksaan IVA dan
menjelaskan hal yang mungkin terjadi selama pemeriksaan,
misal: rasa kurang nyaman, sedikit nyeri, sedikit mengganggu
privaci pasien
3. Petugas meminta persetujuan melakukan tindakan
4. Petugas meminta pasien mengosongkan kandung kemih dan
melepas pakaian dalam
5. Petugas mempersiapkan alat yang terdiri dari: meja ginekolog,
selimut, kursi, lampu sorot, spekulum cocor bebek, asam asetat,
lidi kapas, sarung tangan, larutan klorin 0,5%
6. Petugas memposisikan pasien secara litotomi di meja
ginekologi dan dipakaikan selimut
7. Petugas menghidupkan lampu sorot dan mengarahkan ke
bagian yang akan diperiksa
8. Petugas mencuci tangan dan di air mengalir dan mengeringkan
dengan handuk
9. Petugas memakai sarung tangan steril
10. Petugas memasangkan spekulum sesuai dengan ukurannya
dan menyesuaikannya sehingga leher rahim terlihat
11. Petugas memeriksa leher rahim: apakah curiga kanker,
servisitis, luka di daerah rahim atau kelainan lain
a. Jika curiga kanker serviks, selesaikan pemeriksaan dan
motivasi rujuk
b. Bila tidak, bersihkan cairan, darah atau mukosa
menggunakan lidi kapas, lalu buang lidi kapas ke sampah
medis
12. Petugas mengidentifikasi ostium uteri internum, SSK, dan zona
transformasi
13. Petugas mencelupkan lidi kapas ke dalam larutan asetat lalu
mengoleskan ke leher rahim, kemudian membuang sampah lidi
kapas ke sampah medis
14. Petugas menunggu minimal 1 menit agar asam asetat terserap
dan mengidentifikasi adakah lesi putih/acetowhite pada zona
transformasi
15. Setelah dilakukan identifikasi pada zona tranzformasi, bagian
leher rahim dibersihkan dengan menggunakan lidi kapas.
16. Petugas melepaskan spekulum dan melakukan dekontaminasi
dengan memasukkan alat ke larutan klorin 0,5 %
17. Petugas meminta pasien untuk duduk dan merapikan pakaian
18. Petugas mencuci tangan dengan air mengalir dan
mengeringkan dengan handuk
19. Petugas mencatat hasil tes IVA di rekam medis pasien
20. Petugas menjelaskan hasil tes IVA ke pasien, bila hasil positif,
konseling untuk dilakukan krioterapi.
21. Bila pasien setuju melakukan krioterapi, tentukan jadwal
pelaksaan krioterapi
6. Diagram Alir
7. Unit Terkait : 1. KIA
2. Pengobatan Umum

8. Rekaman Historis :
No Halaman Yang dirubah Perubahan Berlaku Tanggal

DAFTAR TILIK
Tidak
No Kegiatan Ya Tidak
Berlaku
Apakah :
1 Petugas menyambut pasien dengan ramah
dengan memanggil nama pasien untuk
memastikan identitas.

2 Petugas menjelaskan tentang prosedur


pemeriksaan IVA dan menjelaskan hal yang
mungkin terjadi selama pemeriksaan, misal:
rasa kurang nyaman, sedikit nyeri, sedikit
mengganggu privaci pasien

3 Petugas meminta persetujuan melakukan


tindakan

4 Petugas meminta pasien mengosongkan


kandung kemih dan melepas pakaian dalam

5 Petugas mempersiapkan alat yang terdiri dari:


meja ginekolog, selimut, kursi, lampu sorot,
spekulum cocor bebek, asam asetat, lidi kapas,
sarung tangan, larutan klorin 0,5%

6 Petugas memposisikan pasien secara litotomi di


meja ginekologi dan dipakaikan selimut

7 Petugas menghidupkan lampu sorot dan


mengarahkan ke bagian yang akan diperiksa

8 Petugas mencuci tangan dan di air mengalir


dan mengeringkan dengan handuk

9 Petugas memakai sarung tangan steril

10 Petugas memasangkan spekulum sesuai


dengan ukurannya dan menyesuaikannya
sehingga leher rahim terlihat

11 Petugas memeriksa leher rahim: apakah curiga


kanker, servisitis, luka di daerah rahim atau
kelainan lain
a. Jika curiga kanker serviks, selesaikan
pemeriksaan dan motivasi rujuk
b. Bila tidak, bersihkan cairan, darah atau
mukosa menggunakan lidi kapas, lalu
buang lidi kapas ke sampah medis

12 Petugas mengidentifikasi ostium uteri internum,


SSK, dan zona transformasi

13 Petugas mencelupkan lidi kapas ke dalam


larutan asetat lalu mengoleskan ke leher rahim,
kemudian membuang sampah lidi kapas ke
sampah medis

14 Petugas menunggu minimal 1 menit agar asam


asetat terserap dan mengidentifikasi adakah lesi
putih/acetowhite pada zona transformasi

15 Setelah dilakukan identifikasi pada zona


tranzformasi, bagian leher rahim dibersihkan
dengan menggunakan lidi kapas.

16 Petugas melepaskan spekulum dan melakukan


dekontaminasi dengan memasukkan alat ke
larutan klorin 0,5 %

17 Petugas meminta pasien untuk duduk dan


merapikan pakaian

18 Petugas mencuci tangan dengan air mengalir


dan mengeringkan dengan handuk

19 Petugas mencatat hasil tes IVA di rekam medis


pasien

20 Petugas menjelaskan hasil tes IVA ke pasien,


bila hasil positif, konseling untuk dilakukan
krioterapi.

21 Bila pasien setuju melakukan krioterapi,


tentukan jadwal pelaksaan krioterapi

CR : ...... %
Auditor
…………….