Anda di halaman 1dari 4

SATUAN ACARA PENYULUHAN DIFTERI (SAP)

Pokok Bahasan : Penyakit Difteri

Sasaran : Ibu – ibu Posyandu

Metode : Ceramah

Waktu dan Tempat : Posyandu

Penyuluh : Nurhayati,AMK

Tujuan Instruksional Umum ( TIU )

Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan ibi-ibu pengunjung posyandu


mendapat pengetahuan

Tambahan mengenai penyakit difteri lebih dalam dan mengetahui cara menangani
dan mencegah penyakit difteri

Tujuan Instruksional Khusus ( TIK )

Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan ibu – ibu pengunjung posyandu


mampu :

1. Menyebutkan pengertian difteri


2. Menyebutkan tanda dan gejala difteri
3. Menyebutkan cara penularan difteri
4. Menyebutkan faktor – faktor resiko difteri
5. Menyebutkan komplikasi difteri
6. Menyebutkan penanganan difteri
7. Menyebutkan pencegahan difteri

Langkah – langkah penyuluhan

Waktu Kegiatan Penyajian Kegiatan Media / metode


Masyarakat
Pembukaan 1. Salam pembuka Menjawab salam Ceramah
( 5 menit ) 2. Pemperkenalkan Mendengarkan
diri penyaji
3. Menjelaskan
maksud dan
tujuan
4. Apresepsi
5. Kontrak waktu
Pelaksanaan 1. Menjelaskan Memperhatikan Ceramah
( 15 menit ) pengertian difteri Mendengarkan Leaflet
2. Menjelaskan
tanda dan gejala
difteri
3. Menjelaskan cara
penularan difteri
4. Menjelaskan
faktor resiko
difteri
5. Menjelaskan
pencegahan dan
penanganan
difteri
Evaluasi Reinforcement Mendengarkan Ceramah
( 5 menit ) (penguatan) Bertanya Diskusi
Memberi
kesempatan pada ibi
– ibu bertanya
Penutup Menyimpulkan metri Mendengarkan Ceramah
( 5 menit ) yang sudah Menjawab salam
disampaikan
Menutup pertemuan

MATERI PENYULUHAN

1. PENGERTIAN DIFTERI
Difteri adalah infeksi bakteri yang bersumber dari Crynebacterium
diphtheriae,yang biasa mempengaruhi selaput lendir dan tenggorokan.Difteri
umumnya menyebabkan sakit tenggorokan,demam,kelenjar tonsil (amandel)
bengkak dan lemas.Dalam tahap lanjut,difteri bisa menyebabkan kerusakan pada
jantung,ginjal,dan sistem saraf.Kondisi seperti itu pada akhirnya bisa berakibat
sangat fatal dan berujung pada kematian.Karena bakteri mengeluarkan racun
yang mengganggu fungsi organ-organ yang mengalami kerusakan tersebut.
Manusia yang kurang memiliki sistem kekebalan tubuh terutama yang tidak
mendapatkan suntikan imunisasi lengkap saat masih kecil atau kanak-kanak
mudah terserang bakteri ini.
2. Tanda dan Gejala
Tanda dan gejala difteri meliputi,sakit tenggorokan dan suara serat,nyeri saat
menelan,pembengkakan kelenjar (kelenjar getah bening membesar) dileher dan
terbentuknya sebuah membran tebal abu-abu menutupi tenggorokan dan
amandel,sulit bernafas atau nafas cepat,demam,dan menggigil.
Tanda dan gejala biasanya mulai muncul 2 – 5 hari setelah seseorang menjadi
terinfeksi.Orang yang terinfeksi C.Diphthreria sering kali tidak merasakan sesuatu
atau tidaj tanda dan gejala sama sekali.
Orang yang terinfeksi namun tidak menyadarinya dikenal sebagai karies
(pembawa) difteri.sumber penularan penyakit difteri ini adalah manusia,baik
sebagai penderita maupun sebagai carier.
Tipe kedua dari difteri dapat mempengaruhi kulit,menyebabkan nyeri kemerahan,
dan bengkak yang khas terkait dengan infeksi bakteri kulit lainnya.Sementara itu
pada kasus yang jarang,infeksi difteri juga mempengaruhi mata.

3. Cara panularan
Bakteri C.diphtheriae dapat menyebar melalui tiga rute:
 Bersin :ketika orang yang terinfeksi bersin atau batuk,mereka akan
melepas uap air yang terkontaminasi dan memungkinkan orang
disekitarnya terpapar bekteri tersebut.
 Kontaminasi barang pribadi : penularan difteri bisa berasal dari barang-
barang pribadi seperti gelas yang belum dicuci.
 Barang rumah tangga : dalam kasus yang jarang,difteri menyebar melalui
barang-barang rumah tangga yang biasa dipakai secara bersamaan,seperti
handuk atau mainan.
Selain itu,anda juga dapat terkontaminasi bakteri berbahaya tersebut
apabila menyentuh lika orang yang sudah terinfeksi.orang yang telah
terinfeksi bakteri difteridan belum di obati dapat menginfeksi orang
nonimmunized selama enam minggu – bahkan bila mereka tidak
menunjukkan gejala apapun.
4. Faktor Resiko
Orang –orang yang berada pada risiko tertular difteri meliputi :
 Anak –anak dan orang dewasa yang tidak mendapatkan imunisasi terbaru
 Orang yang hidup dalam kondisi tempat tinggal penuh sesak atau tidak
sehat
 Orang yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh
 Siapapun yang bepergian ketempat atau daerah endemik difteri
Difter jarang terjadi dinegara-negara maju seperti Amerika Serikat dan
Eropa,karena telah mewajibkan imunisasai pada anak-anak selama
beberapa dekade.Namun difteri masih sering ditemukan pada negara-
negara berkembang dimana tingkat imunisasinya masih rendah seperti
halnya yang saat ini terjadi di jawa timur.
5. Komplikasi
Jika tidak diobati,difteri dapat menyebabkan :
 Gangguan pernafasan
C.Diphtheriae dapat menghasilkan racun yang menginfeksi jaringan
didaerah hidung dan tenggorokan.
 Kerusakan jantung
Toksin (racun) difteri dapat menyebar melalui aliran darah dan merusak
jaringan lain dalam tubuh anda,seperti otot jantung sehingga menyebabkan
komplikasi seperti radang pada oto jantung (miokarditis).
 Kerusakan saraf
Toksin juga dapat menyebabkan kerusakan saraf khususnya pada
tenggorokan ,dimana konduksi saraf yang buruk dapat menyebabkan
kesulitan menelan.
6. Penanganan
Difteri adalah penyakit yang serius.ada beberapa pengobatan yang dapat
dilakukan diantaranya :
1) Pemberian anti toksin:setelah dokter memastikan diagnosa awal
difteri,anak yang terinfeksi atau orang dewasa harus menerima suatu
antitoksin.antitoksin itu disuntikkan kepembuluh darah atau otot untuk
menetralisin toksin difteri yang sudah terkontaminasi dalam tubuh.
2) Antibiotik : difteri juga dapat di obati dengan antibiotik
7. Pencegahan
Jika anak terpapar orang yang terinfeksi difteri,segeralah pergi kedokter untuk
mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan.difter adalah penyakit yang umum
pada anak-anak.Penyakit ini tidak hanya dapat diobati tetapi juga dapat dicegah
dengan vaksin.

Referensi
Kesehatan anak.Jakarta : EGC