Anda di halaman 1dari 17

KPRI Serba Makmur Panceng 2011

DASAR-DASAR AKUNTANSI

A. Pengertian
Akuntasi adalah suatu ilmu dan seni pecatatan, pengklasifikasian, pelaporan dan
penginterpretasian laporan keuangan suatu usaha dalam periode tertentu. Perioe
tersebut bisa bulanan, triwulan, semesteran maupun tahunan.

B. Tujuan Akuntasi
Tujuan akuntasi pada dasarnya adalah untuk memberikan informasi keuangan tentang
suatu usaha dengan lengkap dan akurat, kepada pihak-pihak yang berkepentingan atas
kegiatan usaha selama satu periode tetentu, baik pihak intern maupun pihak ekstern.
Pihak intern adalah :
1. Anggota
2. Pengurus
3. Pengawas
4. Manager dan karyawan
Sedangkan pihak ekstern adalah :
1. Kreditor atau investor
2. Kantor pelayanan pajak dimana bagian usaha itu berdiri
3. Pemerintah atau pejabat yang terkait
4. Masyarakat atau pihak terkait

C. Kegunaan Akuntasi
Akuntasi sangat bermanfaat karena dapat digunakan untuk :
1. Menghitung hasil usaha yang diperoleh serta menilai keberhasilan suatu usaha
berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.
2. Membantu mengamankan dan mengawasi harta kekayaan yang dimiliki, dengan
menciptakan sistem dan prosedur yang dapat mencegah terjadinya
penyimpangan, penyelewenagn dan pemborosan.
3. Membantu danm menentukan hak dan kewajiban masing-masing anggota.
4. Mengetahui jumlah pendapatan , biaya dan hasil usaha dalam suatu waktu
tertentu.
5. Memberikan informasi yang berguna bagi menajemenn sebagai bahan dalam
pengambilan keputusan
6. Mendorong ketaatan peraturan undang-undang dan kebijakan lainnya.

Pelatihan Kader Dasar Anggota Koperasi -1-


KPRI Serba Makmur Panceng 2011

D. Kegiatan akuntasi
Kegiatan akuntasi meliputi :
1. Mencatat secara sistematis transaksi-transaksi keuangan yang terjadi setiap hari
menurut kejadian yang sebenarnya.
2. Memasukkan transaksi-transaksi yang telah dicatat ke dalam kelompok-kelompok
tetentu (mengklasifikasikan) sehingga dari informasi yang sangat luas terwujud
suatu daftar kelompok yang terinci, rapi, dan dapat diguanan dalam proses
berikutnya.
3. Memproses sedemikian rupa data yang telah dikelompokkan sehingga
memperoleh ikhtisar yang dapat digunakan sebagai bahan laporan keuangan.
4. Menginterpretasikan hasilnya dengan jalan membandingkan laporan keuangan
pada suatu periode tertentu dengan laporan-laporan keuangan periode berikutnya.

E. Proses akuntasi
Proses akuntasi adalah tahapan langkah-langkah kegiatan yang harus dilakukan
dalam menyusun laporan keuangan. Proses ini diawali dengan dibuatnya bukti-bukti
transaksi dari transaksi yang dilakukan, selanjutnya dicatat dalam jurnal lalu diposting
ke dalam buku besar dan dimasukkan ke dalam neraca saldo, dibuat jurnal
penyesuaian. Jika ada hal-hal yang disesuaikan, dimasukkan ke dalam neraca lajur
kemudian dibuat laporan keuangannya.

Pelatihan Kader Dasar Anggota Koperasi -2-


KPRI Serba Makmur Panceng 2011

PROSES AKUNTASI KOPERASI

BUKTI TRANSAKSI

BUKU JURNAL

BUKU BESAR SUB BUKU BESAR

NERACA LAJUR

LAPORAN KEUANGAN LAMPIRAN LAPORAN


1. Neraca KEUANGAN
2. Perhitungan Hasil Usaha
3. Laporan perubahan posisi
keuangan/modal/kekayaan
bersih

Keterangan :
: pencatatan langsung
: pencatatan untuk kontrol/pembanding
: pencatatn untuk melengkapi laporan keuangan
Langkah –langkah kegiatan proses akuntasi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Transaksi
Transaksi adalah suatu kejadian ekonomi perusahaan/koperasi yang berakibat
pada perubahan harta, hutang, modal. Perubahan tersebut bisa berupa
pengurangan maupun penambahan. Setiap melakukan transaksi, suatu usaha harus
dicatat dalam buku transaki, sesuai dengan jenis transaksi itu sendiri.
Bukti-bukti transaksi yang bisa digunakan adalah :
1) Kuitansi
2) Nota
3) Faktur

Pelatihan Kader Dasar Anggota Koperasi -3-


KPRI Serba Makmur Panceng 2011

2. Jurnal
Adakah suatu daftar yang digunakan untuk memindahkan data keuangan dari
bukti transaksi dengan cara mendebet dan mengkredit perkiraan-perkiraan tertentu
disertai penjelasan. Tata cara menjurnal adalah sebagai berikut :
1) Bila aktiva atau biaya bertambah maka transaksi tersebut didebet dan bila
berkurang maka harus dikredit.
2) Bila utang, modal atau pendapatan bertambah, maka transaksi tersebut harus
dikredit, senbaliknya apabila berkurang maka harus didebet.
3. Buku besar
Adalah suatu daftar yang digunakan untuk mengelompokkan perkiraan-perkiraan
berdasarkan nama-nama perkiraannya. Setiap perkiraan satu buku besar, jadi
jumlah buku besar yang harus disediakan ditentukan oleh banyaknya jumlah
perkiraan yang ada. Buku besar ini digunakan untuk mempermudah proses
berikutnya.
4. Neraca Saldo
Adalah daftar yang berisi rekapitulasi dari saldo sestiap buku besar. Cara
pengisiannya adalah dengan cara memindahkan nama perkiraan dan saldonya
sesuai dengan buku besar yang dibuat sebelumnya.
5. Jurnal penyesuaian
Adalah jurnal yang berisi perkiraan-perkiraan yang perlu disesuaikan . hal ini
perlu dilakukan supaya nilai perkiraan tersebut menggambarkan keadaan yang
sebenarnya.
Nama-nama perkiraan yang perlu disesuaikan adalah :
1) Penyusutan gedung
2) Penyusutan kendaraan
3) Penyusutan peralatan
4) Biaya yang masih harus dibayar
5) Biaya dibayar dimuka
6) Pendapatan yang masih harus diterima
7) Pendapatan diterima di muka
8) Persediaan barang dagangan
Pelatihan Kader Dasar Anggota Koperasi -4-
KPRI Serba Makmur Panceng 2011

6. Neraca lajur
Adalah tahapan akuntasi yang digunakan untuk mempermudah pembuatan laporan
keuangan. Secara sederhana neraca lajur tersebut terdiri dari kolom-kolom ;
neraca saldo, jurnal penyesuaian, neraca saldo setelah penyesuaian, neraca akhir
dan laporan perhitungan hasil usaha (laporan rugi/laba). Proses pengisiannya
adalah dengan cara memindahkan nama-nama perkiraan beserta angkanya dari
neraca saldo dan jurnal penyesuaian kemudian dilakukan penambahan atau
pengurangan pada perkiaran-perkiaran tertentu. Penambahan dilakukan jika
terdapat perkiraan yang posisi saldonya sama, baik didebet maupun dikredit, dan
penguarangan jika terdapat perkiaran yang posisi saldonya berbeda. Selanjutnya
dibuat neraca saldo setelah disesuaikan, kemudian perkiaran-perkiraan
dikelompokkan, mana yang masuk kelompok rencana dan mana yang termasuk
kelompok Laporan Perhitungan Hasil Usaha (Ikhtisar rugi / laba)

7. Neraca
Disusun untuk mencerminkan posisi keuangan pada waktu tertentu yang terdiri
dari unsur aktiva, kewajiban, dan modal. Aktiva adalah sumber daya yang
dikuasai oleh perusahaan yang diperoleh dari transaksi atau kejadian yang
memberi manfaat ekonomi masa depan. Sedangkan kewajiban adalah hutang
perusahaan yang timbul dari transaksi atau kejadian masa lalu dimana
pelunasannya mengakibatkan arus keluar sumber daya perusahaan.

8. Laporan Perhitungan Hasil Usaha (Laporan Laba/Rugi)


Laporan laba /rugi dibuat dengan cara mengurangi total pendapatan dengan total
biaya dalam satu periode tertentu. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi
usaha yang dijalankan , apakah mendapat keuntungan atau kerugian.

9. Laporan perubahan posisi keuangan /modal/kekayaan bersih


Laporan ini disusun untuk melihat perkembangan (perubahan) modal usaha dalam
kurun waktu tertentu. Perhitungan laporan ini dilakukan dengan menjumlahkan
modal awal dalam satu periode tertentu dengan selisih laba / rugi pada akhir
periode tertentu, sehingga diperoleh modal akhir pembukuan.

10. Persamaan dasar akuntasi


Kekayaan yang dimiliki sebuah perusahaan disebut harta atau dalam istilah
akuntansi disebut juga dengan aktiva.

Pelatihan Kader Dasar Anggota Koperasi -5-


KPRI Serba Makmur Panceng 2011

Investasi sebuah perusahaan biasa berasal dari pemilik atau disebut modal sendiri
serta yang berasal dari pihak ketiga yang biasa disebut utang.
Sebagai contoh :
Misalnya seseorang mendirikan sebuah perusahaan dengan menginvestasikan
uang tunai Rp5.000.000,- ke dalam perusahaan yang didirikannya, maka dapat
dikatakan bahwa aktiva perusahaan itu pada tanggal didirikan dengan modal
Rp5.000.000,- dan kalau dinyatakan dalam persamaan akuntansi, akan tersusun
sebagai berikut:
HARTA = MODAL
5 Juta = 5 Juta

Tetapi kalau aktiva yang berupa uang tunai 5 juta itu berasal dari 2 sumber
sebagai misal :
1) Pinjaman dari pihak ke-3 sebesar Rp2.000.000,-
2) Investasi pemilik sebesar Rp3.000.000,-
Maka didapat susunan persamaan dasar akuntansinya adalah :

HARTA = UTANG _+ MODAL


5 Juta = 2 Juta + 3 Juta

NAMA PERKIRAAN BERTAMBAH BERKURANG SALDO NORMAL


HARTA DEBET KREDIT DEBET
KEWAJIBAN KREDIT DEBET KREDIT
KEKAYAAN BERSIH KREDIT DEBET KREDIT
PENDAPATAN KREDIT - KREDIT
BIAYA DEBET - DEBET

Pelatihan Kader Dasar Anggota Koperasi -6-


KPRI Serba Makmur Panceng 2011

LEMBAR SOAL

Koperasi Maju Jaya berdiri pada tanggal 1 April 2000 memulai usahanya dengan transaksi
sebagai berikut :
1. 1 April 2000, koperasi Maju Jaya memulai usahanya dengan modal dari simpanan
pokok dan simpanan wajib sebesar Rp 20.000.000,- dengan rincian sebagai berikut;
simpanan pokok Rp 15.000.000,- dan simpanan wajib Rp 5.000.000,-
2. 5 April 2000, koperasi Maju Jaya membeli sebidang tanah seharga Rp 7.000.000,-
3. 15 April 2000, koperasi Maju Jaya membeli gedung seharga Rp 14.000.000,- dengan
perincian Rp5.000.000,- dibayar tunai dan Rp 9.000.000,- dibayar dengan kredit.
4. 20 April 2000, koperasi Maju Jaya menjual secara kredit sebidang tanah Rp
2.000.000,-
5. 23 April 2000, koperasi Maju Jaya membeli inventaris meja dan lemari untuk
inventaris kantor dengan kredit seharga Rp 1.500.000,-
6. 25 April 2000, koperasi Maju Jaya menerima uang tunai dari pendapatan jasa Rp
3.000.000,-
7. 29 April 2000, koperasi Maju Jaya membayar gaji karyawan Rp 500.000,-
8. 30 April 2000, pengurus koperasi mengamnbil uang tunai atas persetujuan rapat
anggota untuk biaya pendidikan dan pelatihan koperasi Rp 1.000.000,-
Dari transaksi tersebut dapat disusun:

Pelatihan Kader Dasar Anggota Koperasi -7-


KPRI Serba Makmur Panceng 2011

1. PERSAMAAN AKUNTANSINYA
Harta Kewajiban Modal
No Kas Piutang Inventaris Gedung Tanah Utang Modal
Trans. Usaha Usaha
1 20.000.000 20.000.000
2 7.000.000 7.000.000
13.000.000 7.000.000 20.000.000
3 5.000.000 14.000.000 9.000.000
8.000.000 14.000.000 7.000.000 9.000.000 20.000.000
4 2.000.000 2.000.000
8.000.000 2.000.000 14.000.000 5.000.000 9.000.000 20.000.000
5 1.500.000 1.500.000
8.000.000 2.000.000 1.500.000 14.000.000 5.000.000 10.500.000 20.000.000
6 3.000.000 3.000.000
11.000.000 2.000.000 1.500.000 14.000.000 5.000.000 10.500.000 23.000.000
7 500.000 500.000
10.500.000 2.000.000 1.500.000 14.000.000 5.000.000 10.500.000 22.500.000
8 1.000.000 1.000.000
9.500.000 2.000.000 1.500.000 14.000.000 5.000.000 10.500.000 21.500.000

32.000.000 32.000.000

Persamaan akuntasi di atas yang ditimbulkan oleh transaksi 1 sampai dengan 8 dapat
disampaikan dengan kalimat sebagai berikut : .
1. Bertambahnya nilai suatu aktiva, diimbangi dengan bertambahnya besarnya modal.
2. Bertarnbahnya nilai suatu aktiva, diimbangi dengan berkurangnya suatu aktiva lain.
3. Bertambahnya nilai suatu aktiva, diimbangi dengan berkurangnya nilai suatu aktiva
lain dan bertambahnya nilai suatu kewajiban.
4. Bertambahnya nilai suatu aktiva, diimbangi dengan berkurangnya nilai suatu aktiva
lain,
5. Bertambahnya nilai suatu aktiva, diimbangi dengan bertambahnya nilai kewajiban.
6. Bertambahnya nilai suatu aktiva, diimbangi dengan bertambahnya besarnya modal
7. Berkurangnya nilai suatu aktiva, diimbangi dengan berkurangnya besarnya modal.
8. Berkurangnya nilai suatu aktiva diimbangi dengan berkurangnya besarnya modal.
Dalam persamaan dasar akuntansi di atas bisa dianalisa :
Modal awal : Rp 20.000.000,-
Modal akhir : Rp 21 .500.000.-
Laba : Rp 1.500.000,-

Pelatihan Kader Dasar Anggota Koperasi -8-


KPRI Serba Makmur Panceng 2011

Apabila dari catatan di atas ditanyakan keuntungan sebesar Rp 1,500.000,- rersebut dari
mana, maka jawabanya sulit untuk segera didapatkan, rnengingat bahwa perhitungan
laba/rugi dari persamaan akuntansi di atas belum nampak rinciannya.
Pada prinsipnya perhitungan laba/rugi berasal dari pendapatan dikurangi biaya, dengan
demikian persamaan akuntansinya akan berkembang menjadi sebagai berikut :

HARTA + BIAYA = UTANG/KEWAJIBAN + MODAL + PENDAPATAN

Dalam klasifikasi pencatatan transaksi, unsur-unsur yang ada pada persamaan dasar
akuntansi tersebut akan dibagi menjadi 2 (dua) klasifikasi yang bergabung dalam :
1. Neraca (harta, utang/kewajiban dan modal)
2. Perhitungan Hasil Usaha (pendapatan dan biaya)

2. NERACA KOPERASI MAJU JAYA PER 3I APRIL 2O10


Neraca dapat diibaratkan sebagai sebuai gambaran yang memberikan perincian
komponen-komponen persamaan dasar akuntansi sebagai contoh transaksi 1 sampai
dengan 8 jika dibuatkan neracanya adalah sebagai berikut :
Koperasi Maju Jaya
Neraca
31 April 2010
Aktiva Lancar Kewajiban lancar
Kas 9.500.000 Hutang Usaha 10.500.000
Piutang 2.000.000
11.500.000 10.500.000

Aktiva Tetap Kekayaan Bersih


Tanah 5.000.000 Simpanan Pokok 15.000.000
Gedung 14.000.000 Simpanan Wajib 5.000.000
Inventaris 1.500.000 SHU 1.500.000
20.500.000 21.500.000
32.000.000 32.000.000

Dalam praktek seringkali kita jumpai orang mencantumkan katra "pasiva, pada posisi kanan
dan "Aktiva" pada posisi kiri dalam neraca,

Ada beberapa hal yang sangat perlu diperhatikan dalam pembuatan neraca :
1. Kepala neraca menyebutkan nama koperasi dan tanggal penyusunan neraca.

Pelatihan Kader Dasar Anggota Koperasi -9-


KPRI Serba Makmur Panceng 2011

2. Neraca sebagai laporan keuangan tidak boleh memuat kekayaan pribadi.


3. Tiap catatan yang terdapat dalarn neraca yang menyebutkan macarn aktiva, macam
kewajiban dan modal disebut pos atau ayat neraca.
4. Tiap pos ayat neraca harus menyebutkan nilai dalarn rupiah dan sesuatu yang tidak
dapat dinilai dengan uang tidak boreh dimuat dalam neraca.
5. Bentuk Neraca
Bentuk neraca ada 2 (dua) :
a. bentuk Skontro : mempunyai dua sisi yang sebelah-menyebelah yaitu sisi kiri
dan sisi kanan (sisi kiri disebut aktiva dan sisi kanan disebut pasiva).
b. Bentuk Stelsel : mempuyai bentuk vertikal sebelah atas aktiva dan bawah pasiva.
6. Aktiva Lancar
yang termasuk dalam aktiva lancar adalah :
a. Kas (uang tunai) dan berbagai aktiva lain yang akan lekas berubah menjadi kas
(piutang, usaha, wesel tagih), persediaan barang dagangan atau barang yang akan
digunakan habis dalam 1 tahun (persediaan barang perlengkapan kantor).
b. Yang dipandang sebagai kas tidak hanya uang tunai (tetapi ternasuk juga wesel
pos yang belum diuangkan, cek-cek yang terah diterima dari para pelanggan).
7. Aktiva Tetap
a. Aktiva Berwujud
Aktira yang digunakan lebih dari satu tahun sebagai misal, gedung, kendaraan,
perlengkapan kantor, Dalam pos-pos aktiva tetap diperlakukan akumulasi
penyusutan.
b. Aktiva Tak Berwujud
Goodwill dan yang lainnya.
8. Kewajiban lancar
Kewajiban lancar bisa disebut juga hutang lancar atau hutang jangka pendek
kewajiban koperasi yang tidak melebihi waktu 1 tahun (simpanan sukarela, hutang
usaha, dan sebagainya).
9. Kewajiban Jangka panjang
Kewajiban jangka panjang adalah hutang koperasi yang jatuh temponya lebih dari
satu tahun
Pelatihan Kader Dasar Anggota Koperasi -10-
KPRI Serba Makmur Panceng 2011

10. Kekayaan Bersih


Kekayan yang bersurnber dari intern perusahaan / koperasi yang berasal dari :
a. Simpanan pokok
b. Simpanan wajib
c. Cadangan koperasi
d. donasi
e. Simpanan khusus
f. SHU belum dibagi
g. Dan sebagainya.

3. PERHITUNGAN HASIL USAHA PER 3I APRIL 2010


Perhitungan hasil usaha adalah sebagai gambaran koperasi untuk rnengetahui
pendapatan dan beban koperasi serta posisi keuntungan dan kerugian koperasi.

Koperasi M aju
N eraca
3 0 A p ril 2 0 10

Pendapatan
- Jasa Usaha Rp 3.000.000,-

Beban Usaha
- Biaya Gaji Rp 500.000,-
- Biaya Pendidikan Koperasi Rp 1.000.000,-

SHU Koperasi Maju Rp 1.500.000,-

4. Laporan Perubalan Keuangan /Modal/Kekayaan Bersih


Laporan perubahan modal/modal/kekayaan bersih menggambarkan posisi perubahan
modal koperasi. Bertambah dan berkurangnya modal koperasi disebabkan oleh :
1. Adanya penambahan investasi.
2. Adanya penambahan dan pengurangan disebabkan oleh adanya keuntungan atau
kerugian.

Pelatihan Kader Dasar Anggota Koperasi -11-


KPRI Serba Makmur Panceng 2011

Koperasi Maju
Laporan Perubahan Posisi Keuangan/Modal/Kekayaan Bersih

Modal Koperasi Maju


Per 1 April 2010 Rp. 20.000.000,-

- SHU Rp 1.500.000,-

Penambahan Modal Kerja Rp 1.500.000,-


Modal Koperasi Maju Akhir April Rp 21.500.000,-

F. PRINSIP POKOK PENCATATAN


Bukti transaksi merupakan unsur pokok dalam sistern akuntansi, karena terjadinya
dokurnen tersebut akan mempengaruhi komposisi harta, hutang dan modal.
Dasar dari setiap pencatatan pembukuan terjadi karena adanya bukti transaksi.
Sedangkan terjadinya bukti transaksi merupakan prosedur yang hans dipenuhi dari tahap
ke tahap dari setiap bagian menurut tugasnya. Sehingga terjadi adanya pengawasan dan
saling kontrol antar-bagian sampai proses akhir. Semua bukti pencatatan harus disimpan
dan diarsipkan secara rapi dan aman.
Prinsip-prinsip pencatatan
I. Pencatatan pembukuan
A. Pencatatan pembukuan Umum
1. Membuat bukti ransaksi menurut prosedur berdasar bukti ektern/bukti pendukung
yang ada
2. Mencatat bukti tansaksi ke dalam buku harian jurnal.
3. Mencatat ke dalam buku besar dan buku harian rekapitulasi jurnal dengan posting
atau dari rekapitulasi.
4. Membuat neraca lajur menurut prosesnya yang berisikan (neraca saldo, ayat
penyesuaian, neraca saldo perbaikan, laba/rugi dan neraca).
5. Membuat Laporan Keuargan
a. Neraca
b. Perhitungan Hasil Usaha
c. Laporan posisi perubahan Keuangan/Modal/Kekayaan Bersih

Pelatihan Kader Dasar Anggota Koperasi -12-


KPRI Serba Makmur Panceng 2011

B. Pencatatan Pertanggungjawaban
1. Mengadakan perncatatan, berdasarkan bukti transaksi ke dalam buku bantu (sub buku
besar sebagai kontrol).
2. Menyusut bahan laporan masing-masing kelompok kegiatan sebagai lampiran
laporan pertanggungjawaban pembukuan.

II. Pencatatan Bukti Pembukuan


a. Bukti Kas Masuk
Mencatat penerimaan uang yang bersifat tunai ke dalam buku jurnal kas masuk antara
lain :
 Penjualan tunai
 Simpanan pokok dan wajib
 Angsuran piutang
 Bunga atas piutang
 Penerimaan pinjaman/hutang
 Pencairan uang dari Bank dan penerimaan jasa keuntungan
.
b. Bukti Kas Keluar
Mencatat pengeluaran kas yang bersifat tunai ke dalam buku jurnal pengeluaran kas.
 Pembelian tunai
 Pembayaran biaya-biaya
 Pembelian pinjaman tunai
 Pembayaran angsuran tunai
 Pembayaran kembali simpanan pokok/wajib
 Setoran uang tunai ke bank

c. Bukti Bank Masuk


Mencatat penerimaan dari Bank dimasukkan ke dalam Buku Bank Masuk.
 Hasil penjualan lewat bank
 Angsuran piutang lewat bank
 Penerimaan jasa keuntungan lewat bank
 Setoran dari kas ke bank.

Pelatihan Kader Dasar Anggota Koperasi -13-


KPRI Serba Makmur Panceng 2011

d. Bukti bank keluar


Mencatat pengeluaran Bank ke dalam Buku Bank Keluar
 Pembelian lewat bank
 Pembayaran biaya lewat bank
 Pemberian pinjaman lewat bank
 Pembayaran hutang lewat bank
 Pengisian kas dari pencairan bank
e. Bukti pembelian
Mencatat bukti pembelian dengan kredit, dicatat ke dalam Buku pembelian yang
didasarkan dari bukti yang asli/pendukung pembelian secara kredit yang antara lain :
 Pembelian barang dagangan secara kredit
 Pembelian barang inventaris
 Pembelian barang-barang produksi
 Pembelian lain secara kredit
f. Bukti penjualan
Mencatat transaksi penjualan yang dilakukan secara kedit ke dalam Buku penjualan
yang antara lain :
 Penjualan barang dagangan secara kredit
 Penjualan inventaris
 Penjualan secara kredit yang lain.
g. Bukti umum
Buku Jurnal umum dibuat dan disahkan oleh yang benwenang serta didasarkan dari
bukti pendukung.
Bukti umum, Buku Jurnal umum dipergunakan apabila bukti asli tidak dapat
diklasifikasikan (golongkan) ke dalam bukti Jurnal Umum yang lain.
 Pembelian harga pokok penjualan
 Penerimaan sumbangan donasi bukan berupa kas
 Pembebanan penyusutan atau penghapusan aktiva tetap
 Pembebanan penghapusan piutang
 Pencatatan penyesuaian lainnya.
Pelatihan Kader Dasar Anggota Koperasi -14-
KPRI Serba Makmur Panceng 2011

DISAMPAIKAN OLEH
MOH. BAKRI, M.Pd.

DISAJIKAN PADA PELATIHAN


ANGGOTA KPRI SERBA MAKMUR
PANCENG

Pelatihan Kader Dasar Anggota Koperasi -15-


KPRI Serba Makmur Panceng 2011

Pelatihan Kader Dasar Anggota Koperasi -16-


KPRI Serba Makmur Panceng 2011

Pelatihan Kader Dasar Anggota Koperasi -17-