Anda di halaman 1dari 3

VULVITIS

No. Dokumen : SOP/ /PKM-TS/2019

SOP No. Revisi : 00


Tanggal Terbit : /02/2019
Halaman : 1/3
UPT
PUSKESMAS drg. Irma Solvia
TANJUNG NIP. 19761114 200701 2 020
SENGKUANG
1. Pengertian Vulvitis adalah suatu peradangan pada vulva (organ kelamin luar wanita),sedangkan
vulvovaginitis adalah peradangan pada vulva dan vagina.

2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan


vulvitis
3. Kebijakan Keputusan Kepala UPT Puskesmas Tanjung Sengkuang
Nomor: KPTS. /PKM-TS/02/2019 Tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPT
Puskesmas Tanjung Sengkuang
4. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015
tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat
Pertama
5. Prosedur/ Alat-alat dan Bahan:
Langkah-  Sphygmomanometer
Langkah  Stetoskop
 Termometer
 Spekulum Vagina
Langkah-langkah/Prosedur :
1. Dokter menanyakan identitas pasien yang disesuaikan dengan rekam medis pasien
Keluhan :
Rasa gatal dan perih di kemaluan, serta keluarnya cairan kental dari kemaluan yang
berbau.
2. Dokter melakukan anamnesis terhadap pasien atau keluarga pasien.
Gejala Klinis:
1. Rasa terbakar di daerah kemaluan
2. Gatal
3. Kemerahan dan iritasi
4. Keputihan

3. Paramedis melakukan pemeriksaan vital sign

4. Dokter melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang sederhana


Pemeriksaan Fisik
Dari inspeksi daerah genital didapati kulit vulva yang menebal dan kemerahan, dapat
ditemukan juga lesi di sekitar vulva. Adanya cairan kental dan berbau yang keluar dari
vagina.

5. Dokter menegakkan diagnosa berdasarkan anamnesa,pemeriksaan fisik dan


pemeriksaan penunjang sederhana.
Diagnosis Banding: Dermatitis alergika

Komplikasi
Infertilitas, Infeksi sekunder karena sering digaruk, Vulva distrofi

6. Dokter melakukan Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)


1. Menghindari penggunaan bahan yang dapat menimbulkan iritasi di sekitar
daerah genital.
2. Menggunakan salep kortison. Jika vulvitis disebabkan infeksi vagina, dapat
dipertimbangkan pemberian antibiotik sesuai penatalaksanaan vaginitis atau
vulvovaginitis.

7. Dokter memberikan Konseling dan Edukasi

8. Dokter melakukan rujukan bila timbul komplikasi


Kriteria Rujukan
Pasien dirujuk ke dokter spesialis kulit dan kelamin jika pemberian salep kortison tidak
memberikan respon.

9. Dokter mencatat seluruh layanan medis dalam rekam medis pasien dan memberi
paraf.
Prognosis
1. Prognosis pada umumnya bonam.
6. Bagan Alir

Melakukan Melakukan
Identifikasi
anamnesis pada pemeriksaan vital
Pasien
pasien/keluarga sign dan
pasien pemeriksaan fisik

Menegakkan
diagnosa
berdasarkan hasil
pemeriksaan

Rujuk bila ada Memberikan


komplikasi tatalaksana pada
pasien sesuai hasil
pemeriksaan

Menulis
Menulis hasil anamnesis,
diagnosa Memberikan
pemeriksaan dan
pasien ke konseling dan
diagnosa ke rekam medis
buku register edukasi pada
dan memberi paraf
pasien

7. Hal – Hal
Yang Perlu
Di Perhatikan

8. Unit Terkait 1. Ruang Pemeriksaan Umum


2. Ruang Kesehatan lansia
3. Ruang Kesehatan Ibu dan KB

9. Dokumen
Terkait

10. Rekaman
Historis Tanggal Mulai
No Yang Dirubah Isi Perubahan
Perubahan Diberlakukan