Anda di halaman 1dari 3

NAMA : SABRINA ANGGILIA RESTY

NIM : 1193351043

KELAS : REGULER D BK

MATA KULIAH : KONSEP DASAR PENDIDIKAN MASYARAKAT

MATERI : ASAS ASAS PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

A. Pengertian Pendidikan Luar Sekolah

Yang dimaksud dengan pendidikan luar sekolah adalah setiap program


pelayanan kegiatan yang diselenggarakan di luar sistem persekolahan, dan
merupakan bagian terpadu dari sistem pendidikan nasional yang berlangsung
seumur hidup menuju terbentuknya manusia pancasila.

Berdasarkan pendidikan pra sekolah yang isi kegiatannya berkenaan dengan


perluasan wawasan, peningkatan keterampilan dan kesejahteraan keluarga,
disebut program pendidikan luar sekolah.

Menurut Drs. Soedamo, MA salah seorang tokoh Pendidikan Luar Sekolah


Indonesia dalam bukunya berjudul : Pendidikan Non Formal menyebutkan:

“Pendidikan Luar Sekolah adalah setiap kesempatan dimana dan terdapat


komunikasi yang teratur dan terarah, diluar sekolah, dimana seseorang
memperoleh informasi, pengetahuan, latihan, atau pun bimbingan sesuai dengan
usia dan kebutuhan hidupnya, dengan tujuan mengembangkan tingkat
keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang memungkinkan baginya menjadi
peserta aktif yang efesien dan efektif dalam keluarganya, pekerjaanya bahkan
lingkungan masyarakat dan negaranya.”(Drs. Soedamo, MA, dalam Norsanie
1974 : 11).

Menurut Phillips H. Combs, dalam bukunya yang berjudul : concept education


beyond school, Jakarta thn (1986 : 50) menyebutkan :

“Setiap kegiatan pendidikan yang terorganisir yang diselenggarakan di luar


system formal,baik tersendiri maupun merupakan bagian dari suatu kegiatan
yang luas,yang dimaksudkan untuk memberikan layanan kepada sasaran didik
tertentu dalam rangka mencapai tujuan-tujuan belajar”.

Menurut Sanafiah Faisal, dalam bukunya yang berjudul : Pendidikan Luar


sekolah didalam system pendidikan dan pembangunan nasional, Surabaya thn
(1981 : 37), menyebutkan :

“Penyelengaraan Pendidikan yang terorganisir di luar system persekolahan, isi


pendidikannya terprogram, adanya sekuensi materi yang disampaikan didalam
proses pendidikan yang berlangsung, berada dalam suatu medan inter-aksi
belajar mengajar yang sedikit banyak terkontrol, serta adanya kredensial
meskipun tidak selalu memiliki saksi legal contoh konkritnya seperti kursus,
penataran, dan training.”

Jadi, Pendidikan luar sekolah adalah setiap kesempatan dimana terdapat


komunikasi yang teratur dan terarah di luar sekolah dan seseorang memperoleh
informasi, pengetahuan, latihan maupun bimbingan sesuai dengan usia dan
kebutuhan kehidupan, dengan tujuan mengembangkan tingkat keterampilan,
sikap dan nilai-nilai yang memungkinkan baginya menjadi peserta-peserta yang
efisien dan efektif dalam lingkungan keluarga, pekerjaan bahkan lingkungan
masyarakat dan negaranya.

B. Asas Pendidikan Luar Sekolah

Dimaksud dengan asas adalah prinsip atau landasan berpijak. Pendidikan luar
sekolah sebagai bagian dari pendidikan nasionaal memiliki asas yang menjadi
landasan berpijaknya yaitu asas kebutuhan, pendidikan sepanjang hayat, asas
relevansi dengan pengembangan masyarakat dan asas wawasan ke masa depan,
seperti yang diungkapkan oleh Sudjana (2004).

1. Asas kebutuhan, memberi arti bahwa penyusunan program pendidikan luar


sekolah, proses pendidikan dan kebutuhan akan pendidikan berlangsung
sepaanjang hidup manusia, pendidikan bukanlah terbatas pada waktu-waktu
tertentu dan juga tidak dibatasi oleh tempat, tetapi belajar dilakukan terus
menerus sepanjang hayat. Asas ini memberikan makna bahwa pendidikan luar
sekolah membina dan melaksanakan program-program yang dapat mendorong
warga belajar untuk terus menerus belajar secara berkelanjutan.

2. Asas relevansi dan pengembangan masyarakat, pendidikan luar sekolah


sebagai bagian penting dari program pengembangan masyarakat mengandung
makna bahwa setiap kebijakan dan kegiatan pengembangan masyarakat memuat
pula kebijakan dari program pendidikan luar sekolah. Dengan demikian
pendidikan luar sekolah merupakan upaya yang disengaja untuk membantu
masyarakat agar mereka dapat merubah sikap dan prilaku membangun dalam
upaya meningkatkan taraf hidupnya.

3. Asas wawasan ke masa depan, asas ini memberi arah bahwa pendidikan
luar sekolah berorientasi pada perubahan yang mungkin terjadi pada masa yang
akan datang. Walaupun keadaan masa depan itu baru merupakan alternatif
kemungkinan,. Namun keadaan tersebut dapat dipelajari dari berbagai
kecenderungan perubahan dalam berbagai aspekkehidupan yang terjadi dalam
lingkungan alam pada saat ini.

4. Asas pendidikan sepanjang hayat, artinya pendidikan ini hanya berakhir


tatkala manusia meninggalkan dunia ini. Tujuan pendidikan sepanjang hayat
adalah tidak sekedar perubahan melainkan untuk tercapainya kepuasan bagi
setiap orang yang melakukannya. Fungsi pendidikan sepanjang hayat adalah
sebagai kekuatan motivasi bagi peserta didik agar ia dapat melakukan kegiatan
belajar berdasarkan dorongan dan arahan oleh dirinya sendiri (self directed
learning) dengan cara berpikir dan berbuat dalam kehidupannya.

Refrensi:

Sudjana, D. (2004). Manajemen Program Pendidikan Untuk Pendidikan Luar


Sekolah dan Pengembangan Sumberdaya Manusia. Bandung : PT. Falah
Production.