Anda di halaman 1dari 2

Tugas 1

Nama : Gagas Wahyu Utomo


Nim : 19508334042
1. Jelaskan pengertian nasionalisme!
2. Bagaimana sejarah perkembangan nasionalisme dunia?
3. Uraikan sejarah perkembangan nasionalisme Indonesia!
4. Apakah nasionalisme Indonesia semakin kokoh ataukah sebaliknya?
5. Bagaimana memupuk nasionalime Indonesia agar semakin kokoh?
Jawab :

1. Nasionalisme adalah perasaan cinta atau bangga terhadap tanah air dan bangsanya
yang tinggi, tetapi terhadap bangsa lain tidak memandang rendah. Dalam mengadakan
hubungan dengan bangsa lain ia selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan,
kepentingan, dan keselamatan bangsanya. Namun, ia menempatkan bangsa lain tersebut
sebagai berdiri sama tinggi duduk sama rendah. Nasionalisme juga bisa disebut sikap
nasional untuk mempertahankan kemerdekaan dan harga diri bangsa dan sekaligus
menghormati bangsa lain.
2. Nasionalisme muncul pada akhir abad ke-18, Rasa nasionalisme pada waktu itu
berkobar-kobar dan bahkan sengaja dikobar-kobarkan sampai negara yang bersatu dan
merdeka dicapai pada akhir abad 19. Bangsa-bangsa Eropa Timur, Asia dan Afrika pada
abad ke-20 dengan gigih berjuang untuk membangun identitas nasional sebagai suatu hal
yang baru. Sebab, warisan lama yaitu kebudayaan suku yang seringkali tanpa daya tidak
memadai untuk membangun suatu negara nasional, bahkan kadang-kadang
menghalanginya. Sesudah nasionalisme mencapai tujuannya, yakni negara bersatu dan
merdeka yang tidak perlu terancam lagi, maka tidak jarang nasionalisme melemah,
berubah bentuknya. Kadangkadang energi yang menimbulkan nasionalisme berhasil juga
diubah untuk mewujudlan negara yang demokratis dan maju. Dalam kenyataannya bahwa
nasionalisme sejak lahir pada abad ke-18 telah berkembang cepat ke seluruh Eropa
sepanjang abad ke-19, dan dalam abad ke-20 menjadi suatu gerakan sedunia, yang
bersifat universal. Akan tetapi kata “nasionalisme “ memiliki arti positif hanya di
Amerika Latin, Afrika, Timur Tengah dan Asia sebagai kata yang menyarankan
pembebasan dari tekanan kolonial. Sedangkan di Barat, kata “nasionalist” jarang
digunakan untuk menggambarkan masyarakat Barat sendiri. Mereka lebih cocok dengan
kata “patriotist” karena nasionalime secara umum dibayangkan sebagai sesuatu yang
jelek. Sedangkan patriotis sebagai sesuatu yang baik. Orang-orang Amerika yang baik
disebut patriotis dan bukan nasionalistis. Hal ini dapat dipahami mengingat bagi negara-
negara penjajah rasanya nasionalisme dianggap gangguan, tetapi dilihat dari negara-
negara yang dijajah nasionalisme dijadikan modal untuk dapat mengusir penjajah.
3. Masa perintisMasa perintis adalah masa di mana semangat kebangsaan melalui
pembentukan organisasi-organisasi pergerakan mulai dirintis. Masa ini ditandai dengan
munculnya pergerakan Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908. Hari kelahiran Budi
Utomo kemudian diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
b. Masa penegasMasa penegas merupakan masa mulai ditegaskannya semangat
kebangsaan pada diri bangsa Indonesia yang ditandai dengan adanya peristiwa Sumpah
Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Masyarakat Indonesia yang beraneka ragam, melalui
Sumpah Pemuda tersebut menyatakan diri sebagai satu bangsa yang memiliki satu tanah
air, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia.
Masa percobaanMelalui organisasi pergerakan, bangsa Indonesia mencoba meminta
kemerdekaan dari Belanda. Organisasi-organisasi pergerakan yang tergabung dalam
GAPI (Gabungan Politik Indonesia) tahun 1938 mengusulkan Indonesia Berparlemen.
Tetapi, perjuangan menuntut Indonesia merdeka tersebut belum berhasil.
d. Masa pendobrakSemangat dan gerakan nasionalisme Indonesia pada masa ini telah
berhasil mendobrak belenggu penjajahan dan menghasilkan kemerdekaan yang
diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Sejak saat itu, bangsa Indonesia menjadi
bangsa merdeka, bebas, dan sederajat dengan bangsa lain. Nasionalisme telah mendasari
pembentukan negara kebangsaan Indonesia modern.
4. Jika perasaan senasib itu bisa terus menerus diciptakan, maka rasa nasionalisme
Indonesia akan semakin kokoh. Tetapi rasa senasib tersebut hanya bisa dipertahankan
bila ada keadilan, pemerataan pembangunan, serta perlakuan yang sama terhadap seluruh
daerah dan komponen bangsa. Jika hal tersebut tidak bisa diwujudkan maka nasionalisme
Indonesia akan tinggal kenangan dan perpecahan bangsa menjadi tidak akan bisa
terelakkan.
5. Agar rasa nasionalisme Indonesia semakakin kokoh yaitu Melakukan pendidikan
politik dalam rangka meningkatkan kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga
negara dengan penuh tanggung jawab. Meningkatkan disiplin nasional dan tanggung jawab
sosial dalam rangka menumbuhkan sikap mental kesetiakawanan sosial, tenggang rasa, dan
rasa tanggung jawab. Memelihara semangat, tekad, disiplin dan meningkatkan partisipasi
aktif dalam pelaksanaan pembangunan