Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN
1. 1 Latar Belakang
Ventilator adalah suatu alat yang digunakan untuk membantu sebagian atau
seluruh proses ventilasi untuk mempertahankan oksigenasi.
Alat pernapasan bertekanan negative atau positif yang dapat mempertahankan
ventilasi dan pemberian oksigen dalam waktu yang lama (Brunner & Sudarth, 2001).
Alat bantu pernapasan yang bertujuan mempertahankan ventilasi alveolar yang tepat
untuk kebutuhan metabolic pasien dan untuk memperbaiki hipoksemia dan
memaksimalkan transport oksigen (Hudak & Gallo, 1994).
Ventilator mekanis adalah alat pernafasan bertekanan negative atau positif
yang dapat mempertahankan ventilasi dan pemberian oksigen selama waktu yang
lama (Smeltzer, 2001). Ventilasi mekanik merupakan terapi defenitif pada pasien
kritis yang mengalami hipoksemia dan hiperkapnia (Tanjung, 2007). Merawat pasien
pada ventilator mekanis telah menjadi bagian integral dari asuhan keperawatan di
unit perawatan kritis, di unit medikal bedah umum, di fasilitas perawatan yang luas,
dan bahkan di rumah. Rumusan penting untuk hasil pasien yang positf termasuk
memahami prinsip-prinsip ventilasi mekanis dan perawatan yang dibutuhkan dari
pasien, juga komunikasi terbuka diantara tim perawatan kesehatan tentang tujuan
terapi, rencana penyapihan (weaning), dan toleransi pasien terhadap perubahan
dalam pengesetan ventilator (Tanjung, 2007).

1. 2 Rumusan Masalah
a. Bagaimana Definisi Dari Ventilator ?
b. Bagaimana Setting Dari Ventilator ?
c. Apa Saja Indikasi Pemakaian Ventilator ?
d. Bagaimana Aspek Fisiologis Ventilasi Mekanis ?
e. Apa Saja Efek Samping Penggunaan Ventilator ?

1. 3 Tujuan
a. Untuk Mengetahui Definisi Dari Ventilator
b. Untuk Mengetahui Setting Dari Ventilator
c. Untuk Mengetahui Indikasi Pemakaian Ventilator
d. Untuk Mengetahui Aspek Fisiologis Ventilasi Mekanis
1
e. Untuk Mengetahui Efek Samping Penggunaan Ventilator

2
BAB II
PEMBAHASAN
2. 1 Definisi Ventilator
Ventilator adalah suatu alat yang digunakan untuk membantu sebagian atau
seluruh proses ventilasi untuk mempertahankan oksigenasi.
Ventilator mekanis adalah alat pernafasan bertekanan negative atau positif
yang dapat mempertahankan ventilasi dan pemberian oksigen selama waktu yang
lama (Smeltzer, 2001). Ventilasi mekanik merupakan terapi defenitif pada pasien
kritis yang mengalami hipoksemia dan hiperkapnia (Tanjung, 2007). Merawat pasien
pada ventilator mekanis telah menjadi bagian integral dari asuhan keperawatan di
unit perawatan kritis, di unit medikal bedah umum, di fasilitas perawatan yang luas,
dan bahkan di rumah. Perawat, dokter, dan ahli terapis pernapasan harus mengerti
masing- masing kebutuhan pernapasan spesifik pasien dan bekerja bersama untuk
membuat tujuan yang realistis. Rumusan penting untuk hasil pasien yang positf
termasuk memahami prinsip-prinsip ventilasi mekanis dan perawatan yang
dibutuhkan dari pasien, juga komunikasi terbuka diantara tim perawatan kesehatan
tentang tujuan terapi, rencana penyapihan (weaning), dan toleransi pasien terhadap
perubahan dalam pengesetan ventilator (Tanjung, 2007).

2. 2 Setting Ventilator
1. Sistem pernafasan
a. Setting ventilator meliputi: Mode ventilator - CR/CMV/IPPV (Controlled
Respiration/Controlled Mandatory Ventilation/ Intermitten Positive Pressure
Ventilation) - SIMV (Syncronized Intermitten Mandatory Ventilation) -
ASB/PS (Assisted Spontaneus Breathing/Pressure Suport) - CPAP
(Continous Possitive Air Presure) FiO2: Prosentase oksigen yang diberikan
PEEP: Positive End Expiratory Pressure Frekwensi nafas
b. Gerakan nafas apakah sesuai dengan irama ventilator
c. Expansi dada kanan dan kiri apakah simetris atau tidak
d. Suara nafas: adalah ronkhi, whezing, penurunan suara nafas
e. Adakah gerakan cuping hidung dan penggunaan otot bantu tambahan
f. Sekret: jumlah, konsistensi, warna dan bau
g. Humidifier: kehangatan dan batas aqua
h. Tubing/circuit ventilator: adakah kebocoran tertekuk atau terlepas
3
i. Hasil analisa gas darah terakhir/saturasi oksigen j. Hasil foto thorax terakhir
2. Sistem kardiovaskuler Pengkajian kardiovaskuler dilakukan untuk mengetahui
adannya gangguan hemodinamik yang diakibatkan setting ventilator (PEEP
terlalu tinggi) atau disebabkan karena hipoksia. Pengkajian meliputi tekanan
darah, nadi, irama jantung, perfusi, adakah sianosis dan banyak mengeluarkan
keringat.
3. Sistem neurologi Pengkajian meliputi tingkat kesadaran, adalah nyeri kepala,
rasa ngantuk, gelisah dan kekacauan mental.
4. Sistem urogenital Adakah penurunan produksi urine (berkurangnya produksi
urine menunjukkan adanya gangguan perfusi ginjal)
5. Status cairan dan nutrisi Status cairan dan nutrisi penting dikaji karena bila ada
gangguan status nutrisi dan cairan akan memperberat keadaan. Seperti cairan
yang berlebihan dan albumin yang rendah akan memperberat oedema paru.
6. Status psycososial Pasien yang dirawat di ICU dan dipasang ventilator sering
mengalami depresi mental lyang dimanifestasikan berupa kebingungan,
gangguan orientasi, merasa terisolasi, kecemasan dan ketakutan akan kematian.

2. 3 Indikasi Pemakaian Ventilator


a Pasien dengan respiratory failure (gagal napas)
b Pasien dengan operasi tekhik hemodilusi.
c Post Trepanasi dengan black out.
1. Penyebab sentral:
 Trauma kepala : Contusio cerebri.
 Radang otak : Encepalitis.
 Gangguan vaskuler : Perdarahan otak, infark otak.
 Obat-obatan : Narkotika, Obat anestesi.
2. Penyebab perifer
 Respiratory Arrest.

Indikasi lain :
1. Hiperkapnia Adalah peningkatan PCO2 dengan ketidakmampuan
mempertahankan ventilasi alveolar yang adekuat. Penyebab hiperkapnia yang
dapat diobati harus dicari (misalnya narkotik). Beberpa pasien dengan

4
penyakit paru kronik akan mentoleransi peningkatan PACO2 pasien tersbut
tetap sadar danmersa nyaman. Namun, pH arteri dibawah 7,1 dianggap
sebagai indikasi untuk ventilasi mekanik
7. Peninggian tekanan intracranial Hipokapnia yang disengaja dengan ventilasi
tekanan positif intermitten ( IPPV ; intermittent positive-pressure ventilation)
dapat diidikasikan untuk menurunkan tekanan cranial pada keadaan-keadaan
tertentu
8. Hipoksemia PAO2 biasanya ajan diperbaiki dengan IPPV. Criteria khusus untuk
melakukan ventilasi mekanik adalah
a. PAO2,40 torr pada O2 inspirasi yang maksimal
b. Semakin lemah
c. Penyakit pernapasan yang cepat meburuk
d. Peningkatan kera pernapasan (mislanya retraksi interkostal selama inspirasi)
e. Peningkatan PACO2
9. Kriteria pemasangan ventilator Seseorang perlu mendapat bantuan ventilasi
mekanik (ventilator) bila :
a. Frekuensi napas lebih dari 35 kali per menit.
b. Hasil analisa gas darah dengan O2 masker PaO2 kurang dari 70 mmHg.
c. PaCO2 lebih dari 60 mmHg
d. AaDO2 dengan O2 100 % hasilnya lebih dari 350 mmHg.
e. Vital capasity kurang dari 15 ml / kg BB.

2. 4 Aspek Fisiologis Ventilator Mekanis


Pada pernafasan spontan inspirasi terjadi karena diafragma dan otot
intercostalis berkontrkasi, rongga dada mengembang dan terjadi tekanan negatif
sehingga aliran udara masuk ke paru, sedangkan fase ekspirasi berjalan secara pasif.
Pada pernafasan dengan ventilasi mekanik, ventilator mengirimkan udara dengan
memompakan ke paru pasien, sehingga tekanan sselama inspirasi adalah positif dan
menyebabkan tekanan intra thorakal meningkat. Pada akhir inspirasi tekanan dalam
rongga thorax paling positif.

2. 5 Efek Samping Penggunakan Ventilator


Akibat dari tekanan positif pada rongga thorax, darah yang kembali ke jantung
terhambat, venous return menurun, maka cardiac output juga menurun. Bila kondisi
5
penurunan respon simpatis (misalnya karena hipovolemia, obat dan usia lanjut),
maka bisa mengakibatkan hipotensi.
Darah yang lewat paru juga berkurang karena ada kompresi microvaskuler
akibat tekanan positif sehingga darah yang menuju atrium kiri berkurang, akibatnya
cardiac output juga berkurang. Bila tekanan terlalu tinggi bisa terjadi gangguan
oksigenasi. Selain itu bila volume tidal terlalu tinggi yaitu lebih dari 10-12 ml/kg BB
dan tekanan lebih besar dari 40 CmH2O, tidak hanya mempengaruhi cardiac output
(curah jantung) tetapi juga resiko terjadinya pneumothorax.
Efek pada organ lain: Akibat cardiac output menurun; perfusi ke organ-organ lainpun
menurun seperti hepar, ginjal dengan segala akibatnya. Akibat tekanan positif di
rongga thorax darah yang kembali dari otak terhambat sehingga tekanan intrakranial
meningkat.

6
BAB III
PENUTUP
3. 1 Kesimpulan
Ventilator adalah suatu alat yang digunakan untuk membantu sebagian
atau seluruh proses ventilasi untuk mempertahankan oksigenasi.
Ventilator mekanis adalah alat pernafasan bertekanan negative atau
positif yang dapat mempertahankan ventilasi dan pemberian oksigen selama
waktu yang lama (Smeltzer, 2001). Ventilasi mekanik merupakan terapi
defenitif pada pasien kritis yang mengalami hipoksemia dan hiperkapnia
(Tanjung, 2007).

3. 2 Saran
Kami berharap dengan adanya makalah ini bisa berguna bagi pembaca
kami dari kelompok juga menyarankan kepada para pembaca hendaknya
tidak hanya mengambil satu referensi dari makalah ini saja dikarenakan kami
dari penulis menyadari bahwa makalah ini hanya mengambil reperensi dari
beberapa sumber saja. Kami mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari pembaca demi kesempurnan makalah ini .

7
Daftar Pustaka
https://id.scribd.com/upload
document?archive_doc=202757315&escape=false&metadata=%7B%22context%22%3
A%22archive_view_restricted%22%2C%22page%22%3A%22read%22%2C%22action%2
2%3A%22download%22%2C%22logged_in%22%3Atrue%2C%22platform%22%3A%22
web%22%7D
https://id.scribd.com/document/363460445/Konsep-Ventilator-Mekanik-Januari-13
https://id.scribd.com/upload-
document?archive_doc=96626860&escape=false&metadata=%7B%22context%22%3A
%22archive_view_restricted%22%2C%22page%22%3A%22read%22%2C%22action%22
%3A%22download%22%2C%22logged_in%22%3Atrue%2C%22platform%22%3A%22w
eb%22%7D
https://id.scribd.com/upload-
document?archive_doc=382498355&escape=false&metadata=%7B%22context%22%3
A%22archive_view_restricted%22%2C%22page%22%3A%22read%22%2C%22action%2
2%3A%22download%22%2C%22logged_in%22%3Atrue%2C%22platform%22%3A%22
web%22%7D
https://id.scribd.com/doc/202757315/Konsep-Dasar-Ventilator