Anda di halaman 1dari 5

PENTINGNYA PENDIDIKAN DAN KREATIFITAS MAHASISWA

MENUJU CITA-CITA INDONESIA EMAS

Disusun oleh :
RAHMA
(A1C117018)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS JAMBI
2018
Pentingnya Pendidikan dan Kreatifitas Mahasiswa
Menuju Cita-cita Indonesia Emas
Oleh : Rahma

Hidup ini tidak luput dari persaingan. Selalu ada seleksi alam yang membuat persaingan
ini terasa semakin "seru" dalam artian yang positif.Persaingan yang anda dan saya rasakan
dalam hidup sehari-hari menuntut setiap kita untuk terus mengembangkan diri lebih dan lebih
lagi. Setiap zaman pasti memiliki suatu perbedaan dari dahulu sampai detik ini. Semakin ke
depan pasti manusia dituntut untuk dapat berkarya lebih dan lebih lagi.

Dalam berkarya,manusia sangat membutuhkan satu hal yang sangat absolut yaitu
kreatifitas yang tinggi. Pada zaman ini yang menentukan keberhasilan seseorang bukan hanya
sekedar kerja keras melainkan daya kreatifitas yang tinggi. Semakin tinggi daya kreatifitas
diri seseorang maka semakin tinggi tingkat keberhasilan seseorang tersebut.

Menjadi kreatif tidaklah mudah. Diperlukan suatu proses yang luar biasa dan suatu kondisi
yang memaksa orang tersebut menjadi kreatif. Bagaimana caranya menjadi kreatif dengan
cara yang sederhana?

1. Berpikir di luar zona nyaman - Jangan pernah puas jika anda masih bermain dalam
zona nyaman anda. Selama anda masih berpikir di dalam zona nyaman maka mustahil
bagi anda untuk dapat menumbuhkan daya kreatifitas yang luar biasa tersebut.
Berpikirlah hal-hal yang mustahil anda lakukan dan cobalah rancang strategi
bagaimana mencapai hal-hal yang mustahil tersebut. Sedikit demi sedikit maka
kreatifitas anda pasti akan mulai bertumbuh.

2. Menyukai tantangan dan tekanan - Sukai setiap tantangan dan tekanan yang datang
kepada anda. Sebab melalui tantangan dan tekanan yang luar biasa, timbul suatu ide
kreatif yang terkadang "gila" dan membuat anda dapat melompat lebih jauh dalam
perjalanan kesuksesan anda. Menyukai tantangan dan tekanan artinya membuat segala
kondisi negatif menurut orang menjadi peluang untuk berkembang lebih lagi. Jadikan
setiap rintangan menjadi pemicu anda untuk memunculkan suatu ide-ide gila yang
bermanfaat.

Sebagai contoh orang-orang jenius seperti Einstein, Picasso dan Jane Austen punya daya
kreativitas yang tinggi bukan karena mereka memiliki IQ yang tinggi pula. Mereka menjadi
orang-orang yang kreatif, menghasilkan karya-karya dan temuan yang hebat, karena otaknya
terus bekerja untuk berpikir.Orang cerdas belum tentu kreatif. Kecerdasan, menurut para ahli,
tak berdampak besar bagi daya kreatif seseorang. Kreativitas yang tinggi hanya dimiliki oleh
orang-orang yang mau berpikir. Sebab, otak mereka terus bekerja sehingga kreativitas pun
terasah.

Di Indonesia sendiri dari jumlah 255 juta penduduk yang telah tercatat, terdapat 81 juta
merupakan generasi millenials atau berusia 17- 37 tahun. Hal ini berarti Indonesia memiliki
banyak kesempatan untuk membangun negaranya. Tapi, kemanakah mereka pergi? Apakah
mereka bersembunyi?

Sungguh tidak, jika kita melihat ke dunia sosial media, generasi millennials sangat
mendominasi jika dibandingkan dengan generasi X. Dengan kemampuannya di dunia
teknologi dan sarana yang ada, generasi millenials belum banyak yang sadar akan
kesempatan dan peluang di depan mereka. Generasi millennials cenderung lebih tidak peduli
terhadap keadaan sosial di sekitar mereka seperti dunia politik ataupun perkembangan
ekonomi Indonesia. Kebanyakan dari generasi millenials hanya peduli untuk membanggakan
pola hidup kebebasan dan hedonisme. Memiliki visi yang tidak realistis dan terlalu idealistis,
yang penting bisa gaya.

Di Jepang ada program atau gerakan yang bernama 20 minutes reading of mother and
child. Gerakan atau program ini mengharuskan seorang ibu untuk mengajak anaknya
membaca buku 20 menit sebelum tidur. Ini merupakan salah satu contoh dari upaya Jepang
dalam meningkatkan budaya baca warganya,supaya anak tersebut bisa tumbuh menjadi
generasi emas nantinya.

Disinilah seharusnya pemuda bisa mengambil peran penting tersebut. “Beri aku 10 pemuda
(mahasiswa) akan kugoncangkan dunia,” itulah sepenggal pidato Soekarno, founding father
bangsa ini, yang mengisyaratkan begitu penting peran mahasiswa dalam mengubah
kehidupan bangsa ini. Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi. Tetapi pada
dasarnya makna mahasiswa tidak sesempit itu. Terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah
perguruan tinggi hanyalah syarat administratif menjadi mahasiswa, tetapi menjadi mahasiswa
mengandung pengertian yang lebih luas dari sekedar masalah administratif itu sendiri.
Menyandang gelar mahasiswa merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan. Betapa
tidak, ekspektasi dan tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa begitu besar.
sastrawan senior Taufiq Ismail sampaikan dalam sebuah audiensi dengan Komisi X
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) tahun 2010.ia mengatakan tragedi
nol buku .Tidak berlebihan bila beliau menggunakan kata tragedi dalam kalimat tersebut.
Tragedi, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti peristiwa yang menyedihkan. Patut
bila seorang Taufiq Ismail sedih melihat budaya kita yang begitu rendah. Sedih melihat
budaya kita yang semakin jauh dari tradisi. Dalam kesempatan tersebut beliau
membandingkan dimasa perjuangan kemerdekaan. Tidak heran bila tokoh kemerdekaan
bangsa ini memiliki pemikiran yang visioner dalam membangun bangsa ini. Memiliki
langkah-langkah yang strategis dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
Kemampuan mengorganisir perjuangan kemerdekaan itu diperoleh dari bahan mereka yang
beraneka ragam. Gagasan brilian dalam melawan segala tipu muslihat penjajah merupakan
rangkuman dari intisari buku-buku yang mereka baca.

Berdasarkan pemaparan di atas, dapat kita artikan bahwa mahasiswa sebagai calon guru yang
profesional harus memiliki pribadi yang unggul. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan
mahasiswa dalam meningkatkan minat kreatif di Indonesia, antara lain:

1. Sadar bahwa kreatif itu penting

Kesadaran merupakan sesuatu hal yang sangat penting dalam kelangsungan hidup. Ketika
adanya kesadaran seseorang bahwa kreatif itu penting, maka ia berusaha untuk mencapai
sesuatu yang diinginkannya. Sebaliknya jika kesadaran itu tidak ada, maka tidak akan pernah
memiliki motivasi ingin tahu.

2. Intropeksi diri

Maksudnya seorang mahasiswa harus betul-betul mengintropeksi dirinya, baik secara


kognitif, afektif dan psikomotor. Setelah pribadinya

terbenahi, maka ia dapat memberikan sejumlah ilmu yang diperolehnya kepada masyarakat,
baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berkomunikasi secara efektif dan
empatik dengan peserta didik, orang tua peserta didik, sesama mahasiswa, dan masyarakat;
memanfatkan teknologi informasi secara tepat untuk menyampaikan pentingnya budaya.

3. Melakukan kontrol terhadap kebijakan pemerintah. Mahasiswa peka terhadap kebijakan


pemerintah dan mengajukan suatu pendapat dan saran sebagai solusi untuk meningkatkan
minat untuk kreatif di Indonesia.
4. Sebagai fasilitator, merupakan peran mahasiswa dalam memberi pelayanan seperti
pelatihan untuk memudahkan dalam kegiatan berkarya.

5. Sebagai pembangkit dan pendorong terhadap kelompok yang sudah ada di masyarakat
yang selama ini belum berfungsi dan berusaha untuk memfungsikannya.

Dengan terbebasnya bangsa ini dari tragedi tersebut maka pembangunan bangsa ini
dapat berjalan dengan lancar serta membawa bangsa ini kepada kejayaan dan kesejahteraan.
Oleh karena itu, kita sebagai mahasiswa yang akan menggantikan pemimpin-pemimpin
bangsa nantinya sudah saatnya menjalankan nilai-nilai peran dan fungsi mahasiswa sehingga
diharapkan nantinya nilai tersebut bisa menjadi pengontrol kita kelak ketika pada saatnya
menggantikan posisi para pemimpin bangsa,dengan mewujudkan cita-cita indonesia emas.