Anda di halaman 1dari 11

© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved.

Terms of Use | About Us | Privacy Policy




DaftarMasuk


ADVERTISEMENT

Apa yang dimaksud dengan Perawat Primer atau


Primary Nursing?
KedokteranKeperawatan
Nov 2017
1/2
Nov 2017
Nov 2017
avabowoAva Nafiza Wibowo
Nov '17
Perawat Primer atau Primary Nursing adalah metode penugasan dimana satu orang perawat
bertanggung jawab penuh selama 24 jam terhadap asuhan keperawatan pasien dari mulai pasien
masuk sampai keluar rumah sakit (Gillies, 1989).

Apa yang dimaksud dengan Perawat Primer atau Primary Nursing ?

 dibuat

Nov '17

balasan terakhir

Nov '17

 1
balas

 12,7k
views

 2
users

arizetAurora Ridha Zetana


Nov '17
Perawat Primer atau Primary nursing adalah penyerahan menyeluruh, koordinasi, kontinu,
perawatan pasien individu yang dilakukan oleh perawat professional yang memiliki otonomi,
akuntabilitas dan otonomi selama 24 jam (Primary Nurse Convention 1977 dalam Campbell,
1985).

Sistem primary nursing menggunakan 1 orang perawat primer yang bekerja selama 24 jam dan
bertanggung jawab untuk perencanaan perawatan 5-6 pasien dan ketika perawat primer tidak
bertugas perawatan pasien dilanjutkan oleh perawat pelaksana yang melanjutkan perencanaan
perawatan yang sudah direncanakan oleh perawat primer (Marquiz & Huston, 2000).

Menurut Munnukka dan Kiikkala (1995) primary nursing membutuhkan :

1. bagaimana teori dipergunakan pada praktik,


2. bagaimana tumbuh menjadi perawat yang profesional,
3. bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan pasien, keluarga dan
tim kesehatan lainnya,
4. lebih banyak mengetahui tentang penyakit, pemeriksaan dan pengobatan.

Pertanyaan-pertanyaan di atas menjawab bahwa metode penugasan primary nursing


membutuhkan ilmu, komunikasi interpersonal, pengakuan dari tim kesehatan lain, dan mampu
membuat asuhan keperawatan selama pasien dirawat.

Jellinek et all (1994) menyatakan konsep primary nursing adalah setiap pasien dirawat oleh
seorang perawat primer yang memiliki tanggung jawab penuh selama 24 jam. Ilumin (2003),
adanya model keperawatan primary nursing memerlukan tanggung jawab yang tinggi dan adanya
otonomi dari perawat primer diharuskan memiliki persiapan yang baik, pengetahuan, sehingga
perawat primer dalam menjalankan peranannya mampu dan membawa hasil akhir yang baik bagi
pasien.
Primary nursing adalah model asuhan keperawatan yang diberikan kepada 1-6 pasien dari mulai
masuk sampai pulang, asuhan yang diberikan selama 24 jam dilakukan oleh perawat primer
dibantu oleh perawat peaksana (associate nurse), setiap perawat primer memberikan asuhan
keperawatan secara menyeluruh sesuai dengan masalah dan kebutuhan pasien selama dirawat
(Manthey, 1980).

Elemen Primary Nursing

Elemen primary nursing terdiri dari 4 yaitu :

1. Memiliki tanggung jawab,


Perawat primer memiliki tanggung jawab terhadap 1-6 pasien dari mulai pasien masuk
sampai pulang dalam hal pemberian asuhan keperawatan. Hal-hal yang berkaitan dengan
pasien/keluarga seperti kebutuhan ruangan pasien, obat, pemeriksaan penunjang, dan
lain-lain menjadi tanggung jawab dari perawat primer. Semua masalah pasien selama 24
jam menjadi tanggung jawab perawat primer (Manthey, 1980).
2. Berani membuat keputusan,
Berani membuat keputusan adalah perawat primer harus mampu dan berani membuat
keputusan yang berhubungan dengan kebutuhan pelayanan keperawatan pasien. Perawat
primer harus memiliki bekal ilmu dan skill yang tinggi sehingga dalam membuat
keputusan berdasarkan ilmu yang dimiliki. Perawat primer dapat berhubungan langsung
dengan kepala ruangan, dokter yang merawat pasien, dan tim kesehatan lain (Manthey,
1980).
3. Mampu berkomunikasi interpersonal dengan baik,
Berkomunikasi secara interpersonal adalah perawat primer harus mampu berkomunikasi
baik kepada pasien/keluarga, dokter, kepala ruangan, pihak manajemen, perawat
associate dan tim kesehatan lainnya.

Berkomunikasi dalam pemberian pelayanan asuhan keperawatan merupakan salah satu


kunci keberhasilan dalam penyelesaian masalah pasien/keluarga yang berhubungan
dengan penyakitnya. Perawat primer dalam berkomunikasi dengan perawat associate
sebagai penerus dalan pemberian asuhan keperawatan harus benar dan jelas saat
pertukaran shift (Manthey, 1980).

4. Mampu membuat asuhan keperawatan secara menyeluruh selama 24 jam.


Membuat asuhan keperawatan secara menyeluruh selama 24 jam adalah perawat primer
harus mampu melakukan asuhan keperawatan yang dimulai dari pengkajian, penegakan
diagnosa keperawatan, perencanaan keperawatan, pelaksanaan keperawatan sampai
evaluasi. Sejak pasien masuk hingga pulang tahap - tahap asuhan keperawatan tetap
direncanakan, dilakukan oleh perawat primer dan dilanjutkan oleh perawat pelaksana.
Semua masalah dan kebutuhan pasien selama dirawat yang berhubungan dengan asuhan
keperawatan tetap harus dibawah pengawasan perawat primer walaupun yang dinas
adalah perawat associate (Manthey, 1980).

Kelebihan Primary Nursing

Menurut Hyams et al (1993), kelebihan primary nursing adalah: sumber daya manusia yang
tersedia ada, pelaksanaan dilakukan oleh perawat primer dibantu perawat pelaksana (associate
nurse), perawat primer dan perawat pelaksana memiliki pengetahuan mengenai kebutuhan pasien
dan rencana keperawatan, pelayanan terhadap pasien dilanjutkan oleh perawat pelaksana,
kelompok memberikan pelayanan kepada pasien dan memiliki semangat kelompok.

Menurut Gilies (1989), kelebihan primary nursing adalah: bersifat kontuinitas dan komprehensif.
Metode primary nursing memberikan keuntungan terhadap klien, perawat, dokter dan
rumah sakit.

 Keuntungan bagi perawat primer mendapatkan akuntabilitas yang tinggi terhadap hasil,
pengembangan diri melalui implementasi ilmu pengetahuan dan meningkatkan mutu asuhan
keperawatan.
 Keuntungan bagi klien/pasien adalah mereka merasa lebih dihargai sebagai manusia karena
terpenuhi kebutuhannya secara individu, asuhan keperawatan yang bermutu tinggi dan
tercapainya pelayanan yang efektif terhadap pengobatan, dukungan, proteksi, informasi dan
advokasi.
 Keuntungan bagi dokter adalah mendapatkan informasi dari perawat yang benar-benar
mengetahui keadaan kliennya.
 Keuntungan bagi rumah sakit adalah rumah sakit tidak harus mempekerjakan terlalu banyak
tenaga keperawatan, tetapi harus mempekerjakan perawat yang berkualitas tinggi (Gillies, 1989).
Gambar Keuntungan dan Kelemahan Primary Nursing

Kelemahan Primary Nursing

Menurut Gillies (1989) kelemahan dari primary nursing adalah hanya dapat dilakukan oleh
perawat yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang memadai dengan kriteria asertif, self
direction, kemampuan mengambil keputusan yang tepat, menguasai keperawatan klinis, penuh
pertimbangan, serta mampu berkolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu.

Menurut Hyams (1993), kelemahan primary nursing antara lain: perbedaan pendapat antar
perawat, perawat primer memiliki jam kerja yang panjang, ketidakadilan dalam pembagian
tugas, perawat pelaksana dapat mengalami hambatan dalam pelayanan, perawat primer kurang
dalam tanggung jawab dan tanggung gugat, membutuhkan perawat pembantu, mengurangi jam
besuk pasien, follow up diselesaikan oleh perawat primer, mengurangi waktu pertemuan dengan
tim lain, perawat pelaksana dan perawat pembantu harus disediakan, perawat primer memilki
pasien, memerlukan pendokumentasian yang lebih lengkap, perawat associate kurang memiliki
tanggung jawab, membutuhkan banyak waktu untuk pasien dan membutuhkan area primary
nursing.

Ketenagaan Metode Primary Nursing

Menurut Gillies (1989) ketenagaan metode primary nursing adalah: setiap perawat primer adalah
perawat bed side atau selalu berada dekat dengan pasien, beban kasus pasien 4-6 orang untuk
satu perawat primer, penugasan ditentukan oleh kepala ruangan dan perawat primer dibantu oleh
perawat professional lain maupun non professional sebagai perawat asisten.
Gambar Sistem asuhan keperawatan Primary Nursing (Marquis & Huston, 1998:138)

Kozier et al. (1997) menyatakan di negara maju pada umumnya perawat primer adalah seorang
spesialis perawat klinis (clinical nurse specialist) dengan kualifikasi master keperawatan.
Seorang perawat primer bertanggung jawab untuk membuat keputusan yang terkait dengan
asuhan keperawatan klien. Kualifikasi kemampuan perawat primer minimal adalah sarjana
keperawatan (ners).

Peran kepala ruangan dalam Primary Nursing

Menurut Gillies (1989) peran kepala ruangan dalam primary nursing adalah: sebagai konsultan
dan pengendalian mutu perawat primer, orientasi dan merencanakan karyawan baru, menyusun
jadwal dinas dan memberi penugasan pada perawat asisten, evaluasi kerja,
merencanakan/menyelenggarakan pengembangan staf dan membuat 1-2 pasien untuk model agar
dapat mengenal hambatan yang terjadi. Kepala ruangan melakukan komunikasi langsung
dan koordinasi dengan perawat primer dan perawat pelaksana terhadap asuhan keperawatan yang
diberikan kepada klien/pasien.

Kepala ruangan memberikan evaluasi kinerja perawat primer dan perawat pelaksana dalam
primary nursing dengan memberikan pertanyaan langsung kepada pasien tentang pelaksanaan
primary nursing. Kepala ruangan melakukan ronde dan pertemuan dengan perawat primer,
perawat pelaksana dan dokter tentang keadaan pasien serta hambatan yang ditemukan di
ruangan. Kepala ruangan memfasilitasi ruangan bekerja sama dengan
pihak manajemen rumah sakit agar pelaksanaaan primary nursing berjalan nyaman. Kepala
ruangan memberikan usulan kepada pihak manajemen rumah sakit tentang jasa (reward) bagi
perawat primer (Manthey, 1980).

Tugas Perawat Primer

Menurut Gillies (1989) tugas perawat primer adalah : mengkaji kebutuhan pasien secara
komprehensif, membuat tujuan dan rencana keperawatan, melaksanakan rencana yang telah
dibuat selama ia dinas, mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan pelayanan yang diberikan
oleh disiplin lain maupun perawat lain, mengevaluasi keberhasilan yang dicapai, menerima dan
menyesuaikan rencana, menyiapkan penyuluhan untuk pulang, melakukan rujukan kepada
pekerja sosial, kontak dengan lembaga sosial di masyarakat, membuat jadwal perjanjian klinis
dan mengadakan kunjungan rumah.

Perawat primer bertanggung jawab untuk mengadakan komunikasi dan koordinasi dalam
merencanakan asuhan keperawatan dan menginformasikan keadaan klien kepada kepala ruangan,
dokter dan staf keperawatan. Jika perawat primer sedang tidak bertugas, kelanjutan asuhan
keperawatan pasien/klien didelegasikan kepada perawat pelaksana (Gillies, 1989).

Manthey (1980) menyatakan perawat primer memberikan asuhan keperawatan selama 24 jam
bagi 4-6 pasien, jika perawat primer tidak masuk (off) maka pelaksanaan asuhan keperawatan
dilanjutkan oleh perawat pelaksana. Perawat pelaksana tetap berkomunikasi dengan perawat
primer dalam pemberian asuhan keperawatan.

Pelaksanaan Primary Nursing

Ada 3 faktor suksesnya primary nursing yaitu :

1. Keterlibatan anggota staf sebagai pembuat keputusan


Pemiihan seorang perawat primer dalam tim pemberian pelayanan keperawatan dalam
satu ruangan harus melibatkan seluruh staf yang terkait. Keputusan diambil berdasarkan
kesepakatan bersama untuk memilih seorang perawat primer dengan
memiliki kompetensi empat elemen yaitu: mampu nerkomunikasi secara interpersonal,
mampu bertanggung jawab, mampu mengambil keputusan dan mampu melakukan
asuhan keperawatan.
2. Penggunaan format pengambilan keputusan
Metode penugasan primary nursing yang akan dilaksanakan dalam satu ruangan harus
memiliki format keputusan bersama. Seorang perawat primer yang sudah terpilih harus
berdasarkan format yang sudah disetujui bersama oleh staf di ruangan tersebut. Format
tersebut sebagai dasar untuk diajukan ke pihak manajemen.
3. Adanya dukungan dari pihak manajemen.
Kesuksesan metode penugasan primary nursing harus mendapat dukungan sepenuhnya
dari pihak manajemen rumah sakit. Pelaksanaan primary nursing di ruangan harus
mendapat pengakuan dari pihak manajemen rumah sakit misalnya: kelengkapan sarana
dan prasarana ruangan pasien, keputusan untuk memakai metode penugasan primary
nursing di ruangan, keputusan untuk perawat primer. Dukungan pihak manajemen rumah
sakit merupakan salah satu motivator bagi perawat primer dan timnya untuk
melaksanakan metode penugasan primary nursing.

Langkah-langkah dalam proses pelaksanaan primary nursing adalah (Manthey, 1980) :

1. Memutuskan untuk menggunakan konsep primary nursing


Keputusan untuk menggunakan model primary nursing harus didiskusikan bersama
antara pihak manajemen, kepala ruangan, dan seluruh perawat yang ada di ruangan. Hasil
diskusi harus mendapat persetujuan dari semua pihak agar dalam pelaksanaan primary
nursing tidak mengalami hambatan. Konsep primary nursing harus mampu dipahami oleh
seorang perawat primer dan perawat pelaksana sebagai tim yang akan melaksanakan
metode penugasan primary nursing. Salah satu syarat untuk seorang perawat primer dan
perawat pelaksana yang melaksanakan metode penugasan primary nursing adalah ners
yang sudah memahami konsep primary nursing, jika pemahaman konsep primary nursing
sudah dipahami oleh perawat primer dan perawat pelaksana maka metode penugasan
primary nursing sudah dapat diputuskan untuk dilaksanakan di ruangan tersebut.
2. Melakukan pengumpulan data
Pengumpulan data dilakukan sebagai bahan rujukan dan informasi dasar untuk
terbentuknya primary nursing. Data dijadikan bahan perbandingan untuk keberhasilan
pelaksanaan primary nursing selanjutnya. Sebelum dilaksanakan metode penugasan
primary nursing diperlukan pengumpulan data dari berbagai sumber ilmu seperti jurnal,
artikel, text book dan pengalaman orang lain sebagai dasar yang akurat. Pengumpulan
data disosialisasikan kepada tim yang akan melaksanakan metode penugasan primary
nursing terutama kepada perawat primer.
3. Pelaksanaan primary nursing
Pelaksanaan primary nursing di ruangan yang sudah ditentukan terdiri dari kepala
ruangan, perawat primer dan perawat pelaksana. Pemberian asuhan keperawatan yang
menyeluruh selama 24 jam dilakukan oleh perawat primer dibantu dengan perawat
pelaksana. Perawat primer memberikan asuhan keperawatan kepada 1-6 pasien dari mulai
pasien masuk hingga pulang. Seorang perawat primer yang sudah dipilih dan diputuskan
di ruangan yang memakai metode penugasan primary nursing harus mendapat dukungan
dan pengakuan dari pihak manajemen rumah sakit, perawat pelaksana sebagai anggota
timnya, dokter dan tim kesehatan lainnya, kepala ruangan dan terutama dari
pasien/keluarga.
4. Evaluasi pelaksanaan primary nursing.
Evaluasi pelaksanaan primary nursing dilakukan setelah waktu yang disepakati bersama
selesai. Pihak manajemen melakukan evaluasi apakah model primary nursing perlu
dilanjutkan atau tidak, perlu dilaksanakan di ruangan lain atau tidak. Indikator
kesuksesan model primary nursing dapat dilihat dari tingkat kepuasan pasien, perawat,
dokter dan pihak manajemen. Evaluasi pelaksanaan primary nursing sebaiknya dalam
kurun waktu enam bulan sekali untuk menentukan apakah metode penugasan primary
nursing perlu dilanjutkan atau tidak, perlu diperbaiki atau tidak.
image.jpg728×514 164 KB

ADVERTISEMENT

Balas

ADVERTISEMENT

Topik Yang Disarankan

Topik

Hormon apa saja yang memiliki efek fisiologis pada siklus menstruasi?
Keperawatan
Topik

menstruasi

Apa yang dimaksud dengan Altered Self Concept?


Keperawatan

kejiwaan

Tindakan apa saja yang harus diperhatikan dalam keperawatan di UGD?


Keperawatan

Apa saja gejala dari cara berjalan yang tidak normal atau walking (gait) abnormalities?
Keperawatan

Penyakit apa saja yang dapat dicegah dengan Imunisasi?


Keperawatan

Want to read more? Browse other topics in Keperawatan or lihat topik terbaru.

© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy