Anda di halaman 1dari 11

CRITICAL BOOK REPORT

FILSAFAT PENDIDIKAN:
(Oleh Dosen :Yusnadi dkk)
D
I
S
U
S
U
N
FADHILAH MAHFUZAH MATONDANG
NIM : 1191113007
KELAS REGULER A PG-PAUD 2019
DOSEN PENGAMPU : - SRI MUSTIKA AULIA, S.Pd, M.Pd
-DWI MAYA NOVITRI, S.Pd, M.Hum
MATA KULIAH : FILSAFAT PENDIDIKAN

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan saya
rahmat dan kesehatan dan kesempatan. Sehingga saya bias menyusun atau menyelesaikan tugas
CBR (Critical Book Report). Penulisan ini saya sajikan secara ringkas dan sederhana sesuai dengan
kemampuan yang saya miliki, dan tugas ini disusun dalam rangka memenuhi tugas pada
matakuliah : Filsafat Pendidikan. Semoga Critical Book Report ini dapat menambah wawasan para
pembaca.
Dalam menyusun tugas ini banyak kesalahan dan kekurangan, oleh karena itu kritik yang
membangun dari semua pihak sangat saya harapkan demi kesempurnaan tugas ini, dan dalam
kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dan
secara khusus saya berterima kasih kepada Ibu Sri Mustika Aulia, S.Pd, M.Pd selaku dosen
pengampu mata kuliah filsafat pendidikan telah memberi bimbingannya kepada saya untuk
menyelesaikan tugas critical book report ini hingga selesai.

Medan, September
2019

Fadhilah Mahfuzah Matondang

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................... i


DAFTAR ISI ....................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ................................................................................................... 1
B. Tujuan Penulisan CBR....................................................................................... 1
C. Manfaat CBR..................................................................................................... 1
D. Identitas Buku................................................................................................... 1

BAB II RINGKASAN BUKU


A. Bab I ...................................................................................................................2
1. Pengertian Filsafat ..............................................................................................2
2. Pengertian Filsafat Pendidikan...........................................................................3
3. Filsafat Pendidikan Sebagai Sistem....................................................................4
4. Hubungan Filsafat Pendidikan Dengan Pendidikan............................................5

BAB III PEMBAHASAN


A. Kelebihan dan Kekurangan Buku..................................................................... 6

BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan....................................................................................................... 7
B. Saran................................................................................................................. 7
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 7

ii
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang Pentingnya CBR

Pentingnya dalam Critical Book Report (CBR) ialah berupa penguasaan menukis yang
mengharuskan untuk membaca, meringkas, memahami, mengevaluasi, menganalisi
tulisan, serta membandingkan dengan buku yang lainnya dengan pembahasan berbagai
materi yang sedikit banyaknya terdapat kesinambungan antar materi satu dan lainnya.
Sering kali bingung memilih buku referensi untuk kit abaca dan pahami. Terkadang kita
memilih satu buku, namun kurang memuaskan hati kita. Misalnya dari segi informasi yang
terkandung di dalamnya.Oleh karena itu, penulis membuat Critical Book Report ini untuk
mempermudah pembaca dalam memilih buku referensi. Selain itu, salah satu faktor yang
melatarbelakangi penulis meriview buku ini adalah agar kita bias berfikir kritis dan
mengetauhi kelebihan dan kekurangan dari sebuah buku tersebut.

B. Tujuan Penulisan CBR


a. Mengulas isi sebuah buku
b. Mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam buku
c. Melatih diri untuk berfikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan oleh setiap
bab dari buku.

C. Manfaat CBR
a. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Evaluasi Pembelajaran
b. Untuk menambah pngetahuan para pembaca
c. Memudahkan pembaca dalam memahami isi dari buku
d. Menambah wawasan penulis
e. Melatih penulis berpikir kritis

D. Identitas Buku Yang Diriview


Buku Utama

1. Judul : Filsafat Pendidikan


2. Edisi : Cetakan Pertama
3. Pengarang : Yusnadi
: Ibrahim Gultom
: Wildan Lubis
: Arifin Siregar
4. Penerbit. : UNIMED
5. Tahun Terbit. : 2019
6. Jumlah Halaman. : iii + 145 hlm

1
BAB II
RINGKASAN ISI BUKU
BAB II ( HAKIKAT FILSAFAT PENDIDIKAN)

A. Pengertian Filsafat
Untuk memahami arti filsafat dapat ditelusuri dari beberapa sudut pandang para ahli filsafat. Para
filsafat memberi pandangan yang tidak sama dalam memaknai filsafat pemdidikan, sungguh pun
demikian di antara para ahli filsafat tersebut memiliki titik pandang yang beririsan dalam memberi
makna filsafat. Secara umum dalam memaknai filsafat dapat ditelusuri secara etimologi dan
terminology.
1. Tinjauan Etimologi
Filsafat berarti jumlah gagasan yang penuh dengan kebijaksanaan, pengetahuan, dan
hikmah.

2. Tinjauan Terminologi
Terminologi maksudnya adalah arti yang dikandung oleh istilah filsafat itu sendiri.
Berikut pengertian filsafat menurut para ahli :

a. Plato
Menurut plato, arti filsafat adalah suatu ilmu yang mencoba untuk mencapai
pengetahuan tentang kebenaran yang sebenarnya .
b. Aristoteles
Filsafat adalah ilmu (pengetahuan)
c. Immanuel Kant
Menurut Immanuel Kant, pengertian filsafat adalah suatu (pengetahuan) yang menjadi
pokok dian pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya tercakup empat persoalan
yaitu metafisika, etika, agama, dan antropologi
d. Johann Gotlich Ficte
Menurut Johann Gotlich ficte, pengertian filsafat adalah dasar dari segala ilmu yang
membicarakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu untuk mencari kebenaran dari
seluruh kenyataan
e. Ali Mudhofir (Surajiyo,2008, 4-6)
Memandang filsafat sebagai suatu sikap, metode, kelompok persoalan, teori sistem
pemikiran, sebagai analisis logis tentang bahasa dan penjelasan makna istilah, dan usaha
untuk memperoleh pandangan menyeluruh.
f. Agak lebih beragam, Ali Mudhofir
Memandang filsafat sebagai suatu sikap, metode, kelompok persoalan, teori atau sistem
pemikiran, sebagai analisis logis tentang bahasa dan penjelasan makna istilah, dan usaha
untuk memperoleh pandangan menyeluruh.

2
B. PENGERTIAN FILSAFAT PENDIDIKAN
Membahas filsafat pendidikan tidak akan terlepas dari pokok bahasan tentang pendidikan
itu sendiri. Pendidikan dalam arti luas berarti suatu proses untuk mengembangkan semua
aspek kepribadian manusia yang mencakup pengetahuan, nilai, sikap, dan
keterampilannya. Pendidikan sebagai proses dan sebagai hasil dalam pelaksanaan snagat
memerlukan adanya pengkajian yang mendalam dan konfrehensi agar proses untuk
mencapai hasil yang dicapai dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia sebgai
manusia mulia.Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa pendidikan pada
dasarnya bertujuan untuk menyiapkan individu dalam keseimbangan, kesatuan
harmonis, dan dinamis guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Pendidikan sebagai
sebuah proses, diamana pendidikan merupakan usaha sadar dan penuh tanggung jawab
dari orang dewasa dalam membimbing, memimpin, dang mengarahkan peserta didik
dengan problema dan persoalan dan pertanyaan yang mungkin timbul dalam
pelaksanaannya. Filsafat pendidikan merupakan bagian dari filsafat umum . Ditinjau dari
sisi kajiannya, menurut Barnadib (1998) filsafat pendidikan sebagai ilmu yang pada
hakikatnya merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dalam lapangan pendidikan.
Karena bersifat filosofis, dengan sendirinya filsafat pendidikan pada dasarnya adalah
penerapan suatu analisis filosofis terhadap lapangan pendidikan. Dari batasan pengertian
ini, filsafat pendidikan akan membahas ilmu mengenai pendidikan itu sendiri secara
mendalam dan meluas di setiap bagian dari ilmu pendidikan. Mudyaharjo (2004) didalam
bukunya “Filsafat Ilmu Pendidikan” mengatakan bahwa filsafat pendidikan adalah
pengetahuan yang menyelidiki substansi pelaksanaan pendidikan yang berkaitan dengan
tujuan, latar belakang, cara, hasil, dan hakikat ilmu pendidikan berhubungan dengan
analisis kritis terhadap struktur dan kegunaannya. Sedangkan Jalaluddin dan Abdulah Idi
(2002) di dalam buku “Filsafat Pendidikan” yang mengutip dari Asy-Syaibani menjelaskan
bahwa filsafat pendidikan adalah aktifitas pikiran yang teratur yang menjadikan filsafat
tersebut sebagai jalan untuk mengatur, menyelaraskan, dan memadukan proses
pendidikan. Artinya, dengan berfilsafat diharapkan persoalan-persoalan yang terdapat di
dalam pendidikan daoat terpecahkan. Mudyaharjo (2004) berpendapat bahwa filsafat
pendidikan dipahami secara luas dengan mengklasifikasikannya ke dalam dua sudut
pandang. Pertama, filsafat pendidikan sebagai sebuah praktik pendidikan, yaitu analisis
kritis dan komfrehensif tentang bagaimana seharusnya pendidikan diselenggarakan dan
dilaksanakan dalam kehidupan manusia. Kedua, dari sisi analisis kritis, dan konfrehensif
tebtabf dan konsep-konsep psikologi pendidikan yang berkaitan dengan hakikat
pendidikan secaea komprehensif dan kontemplatif tentang sumber belajar, seluk beluk
pendidikan, fungsi, dan tujuan pendidikan mengkaji proses pendidikan dan teori-teori
pendidikan, hakikat guru dan anak didik dalam proses pembelajaran d kelas , strategi
pembelajaran alternatif, hakikat tentang kurikulum pendidikan, hakikat evaluasi
pendidikan dan evaluasi pembelajaran. Masalah-masalah yang dihadapi dalam praktik
pelaksanaan pendidikan merupakan karakter atau bahasan utama dalam filsafat umum.
Masalah-masalah pendidikan yang berkaitan dengan masalah-masalah filsafat umum,
seperti (1) Hakikat kehidupan yang baik, karena pendidikan akan berusaha untuk
mencapainya sebagai tujuannya, (2) Hakikat manusia, karena manusia merupakan
makhluk yang menerima dan melaksanakan pendidikan, (3) hakikat masyarakat. Karena
pendidikan pada dasarnya merupakan suatu proses social, dan (4) Hakikat realitas akhir,
karena semua pengetahuan akan berusaha untuk mencapainya.

3
C. Filsafat Pendidikan Sebagai Sistem

Secara umum terdapat empat system filsafat umum yang menggunakan kerangka tiga
bentuk pertanyaan tentang filsafat dasar, yaitu : apa itu realitas, apa itu pengetahuan,
dan apa itu nilai. Sedangkan empat sistem filsafat umum tersebuat dalah realisme,
idealisme, experimentalisme, dan eksistensialisme.
Realisme dan idealism dieknal sebagai filsafat tradisional sedangkan experimental dan
eksistensialisme dikenal sebagai filsafat modern. Perbedaan mendasar antara filsafat
tradisional denga filsafat modern adalah terletak pada hubungan antara hasil akhir
(tujuan) ditentukan pihak luar dan seseorang hanya punya hak untuk hasil akhir.
Sebaliknya pada filsafat modern, seseorang punya hak untuk menentukan hasil akhir dan
makna. Idealisme merupakan salah satu filsafat tertua, yaitu india Timur dan Plato di
belahan Barat. Mereka percaya terhadap unsur yang paling utama dalam hidup adalah
semangat manusia, dan semua kenyataan akan pupus terhadap substansi dasar tersebut
semangat. Bagi kaum idealis, bahwa kenyataan adalah merupakan khasanah fikiran, dan
tidak memperdulikan keadaan fisik, dan tidak mempertimbangkan materi sebagai
kenyataan. Pendidikan yang memahami pentingnya dinamisasi ini tidak akan bertindak
untuk menjejalkan pengetahuan yang dimilikinya ke dalam pikiran peserta didik. Upaya
pendidikan merupakan proses mendinamisasi peserta didik sebagai secara berlanjut dan
langgeng. Peranan pendidikan adalah mengkondisikan kegiatan belajar sehingga peserta
didik dapat; (1) melakukan adaptasi yang harmonis antara perkembangan rohani dan
pertumbuhan jasmaniah dirinya, (2) mengembangkan sikap positif, fikiran bebas,
tanggung jawab, dan kesadaran terhadap diri dan lingkungannya, dan (3)
menghubungkan kehidupan rohaniah dirinya dengan Tuhan sebagai khaliknya.
Pendidikan pada dasarnya menitikberatkan upayanya untuk membantu peserta didik
sehingga mereka dapat mengoptimalkan perkembangan intelek, perasaan, dan
keterampilan dalam mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupannya. Realisme
memandang dunia materi sebagai suatu hal yang nyata keseluruhan dari kenyataan
terwujud pada struktur fisik dunia. Segala sesuatu di luar dunia fisik tidak dianggap
sebagai kenyataan. Aliran realis ilmiah tidak mengakui adanya kebebasan mutlak dalam
kehidupan manusia karena struktur gen sisi manusia itu sendiri dipengaruhi oleh
lingkungan fisik dan sosialnya. Berdasarkan aliran realis alamiah dan realis ilmiah,
pendidikan orang sebaiknya memuat bahan-bahan belajar inti (core) yang memungkinkan
peserta didik dapat memahami liingkungan atau alam sekitar dengan sebaik-sebaiknya.
Aliran realis klasik menambahkan bahwa tujuan pendidikan adalah membantu peserta
didik sebagai untuk menjadi manusia yang dapat mengembangkan kemampuan
intelektualnya, berprilaku kreatif dan spontan, serta bersikap inovatif. Aliran pragmatif
menganggap bahwa pengetahuan tentang kenyataan itu berlangsung sepanjang hayat
yang dialami manusia melalui alat dria. Aliran pragmatif menegaskan bahwa pendidikan
terdiri atas tujuan untuk mencapai tujuan itu. Tujuan pendidikan manusia. Pandangan
aliran pragmatif, bahwa manusia pada dasarnya dapat berubah dengan luwes, peserta
didik adalah insan yang memiliki kreatifitas, serta senantiasa selalu berupaya untuk
membentuk dan menginterpretasi pengalamannya. Filsafat pendidikan terwujud dengan
menarik garis linier antara filsafat dan pendidikan. Dalam hal ini filsafat pendidikan
dengan maksud, untuk menghasilkan konsep pendidikan yang berasal dari satu cabang
atau aliran filsafat, misalnya dengan idealisme.

4
D. Hubungan Filsafat Pendidikan dengan Pendidikan

Filsafat dan pendidik merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, baik dilihat dari
proses, jalan, serta tujuannya. Fakta ini dapat dipahami karena pendidikan pada
hakikatnya merupakan spekulasi filsafat. Filsafat, jika dicermati dari fungsinya secara
praktis, adalah sebagai sarana bagi manusia untuk dapat memecahkan berbagai
problematika kehidupan yang dihadapinya, termasuk dalam problematika pendidikan
secara luas. Karenanya bila dihubungkan dengan persoalan pendidikan secara luas, dapat
disimpulkan bahwa filsafat merupakan arah dan pedoman atau landasan dasar bagi
tercapainya pelaksanaan dan tujuan pendidikan. Dengan demikian, filsafat pendidikan
dapat dipahami sebagai ilmu yang pada dasarnya merupakan jawaban dari pertanyaan-
pertanyaan dalam bidang pendidikan yang merupakan implementasi analisis filosofis
dalam lapangan pendidikan. Apabila filsafat umum mengkoordinasikan fakta-fakta dalam
berbagai ilmu, filsafat pendidikan menginterpretasikan fakta-fakta tersebut yang
berkaitan dengan pendidikan saja. Teori-teori ilmiah tidak secara langsung memiliki
implikasi pendidikan sebelum dikaji terlebih dahulu filosofisnya. Dengan kata lain, tidak
dapat dilakukan kritikan terhadap kebijakan baru tanpa mempertimbangkan terlebih
dahulu masalah-masalah pendidikan melalui kajian filsafat umum. Filsafat pendidikan dan
pendidikan berhubungan sangat erat sekali. Filsafat pendidikan yang merupakan cabang
filsafat umum menjadi dasar, dan pedoman suatu sistem pendidikan. Karenanya filsafat
pendidikan adalah aktifitas pemikiran teratur yang menjadikannya sebagai media untuk
menyusun proses pendidikan, menyelaraskan, mengharmoniskan dan menerangkan nilai-
nilai dan tujuan yang ingin dicapai. Jadi, terdapat kesatuan yang utuh antara filsafat,
filsafat pendidikan, dan pendidikan sebagai bentuk pengalaman manusia.Bersifat dan
mendidik adalah dua fase dalam suatu usaha, dimana berfilsafat adalah memikirkan dan
mempertimbangkan nilai-nilai dan cita-cita yang lebih baik, sedangkan mendidik adalah
usaha merealisasikan nilai-nilai dan cita-cita itu dalam kehidupan, dan dalam kepribadian
manusia. Tujuan pendidikan adalah tujuan filsafat, yakni untuk membimbing ke arah
kebijaksanaan. Karenanya, dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah realisasi dari ide-
ide filsafat, filsafat memberi asas kepastian bagi peranan pendidikan sebagai wadah
pembinaan manusia yang telah melahirkan ilmu pendidikan, lembaga pendidikan dan
aktifitas pendidikan. Jadi, filsafat pendidikan merupakan jiwa dan pedoman dasar
pendidikan. Antara filsafat pendidikan dan pendidikan terdapat suatu hubungan yang erat
sekali dan tidak terpisahkan. Filsafat pendidikan mempunyai peranan yang amat penting
dalam sistem pendidikan karena filsafat pendidikan merupakan pemberi arah dan
pedoman dasar bagi usaha-usaha perbaikan pendidikan, meningkatkan kemajuan dan
landasan kokoh bagi tegaknya sistem pendidikan.

5
BAB III
PEMBAHASAN

A. Kelebihan dan Kelemahan Buku


Pada setiap buku pasti memiliki kelebihan dan kelemahan, tujuan adanya critical book
report ini yaitu untuk melihat sisi kelebihan dan kekurangan pada buku yang dibahas.
Berikut kelebihan dan kelemahan buku yang saya critical :
BUKU UTAMA

Kelebihan

1. Cover atau sampulnya dari buku cukup menarik perhatian minat pembaca sehingga
pembaca memiliki rasa ingin yang tinggi untuk membaca buku ini.
2. Menggunakan bahasa yang mudah di mengerti atau dipahami.
3. Sistematika penulisan buku bagus
4. Penjelasan per bab sangat jelas

Kelemahan

1. Di dalam bab ini pengulangan informasi sering kali terjadi.


2. Terkadang ada kata-kata yang sulit dipahami.

6
BAB IV
PENUTUP

A.Kesimpulan

Berdasarkan uraian buku diatas maka dapat disimpiulkan bahwa buku utama memiliki kelebihan cover
yang cukup menarik, dan adanya pendapat dari ahli-ahli, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti
dan penjelasan sub bab nya sangat jelas. Adapun kelemahan buku utama ialah dari dalam bab sering
terjadi pengulangan penjelasan yang sudah dijelaskan dan terkadang ada kata-kata yang sulit dipahami.

B.Saran

Saran penulis untuk si pembaca, semoga dengan adanya critical book report ini pembaca semakin
paham dengan pembahasan tentang filsafat pendidikan dan semoga menjadi daya minat para pembaca
sehingga tertarik untuk mengkaji lebih dalam lagi dan menumbuhkan daya minat baca.

DAFTAR PUSAKA

Filsafat Pendidikan / Yusnadi-Gultom ibrahim-Lubis wildansyah-Siregar Arifin.

2019.Jakarta : halamanmoeka,2019 Tim Dosen 2019. Filsafat Pendidikan